
Mu Zan tidak sanggup bertahan lagi, dirinya berulang kali terpental dan menghantam lantai arena yang sudah lama berubah menjadi kepingan.
Di tempat lain, Keyi Fen sudah merasakan kematian tiga kali. Dirinya kini tidak sanggup melawan Lan Guan Zhi yang telah naik tingkatan praktik.
Dai Chen, Hu Li, dan Jing Mi sudah berusaha sebisa mungkin. Mereka kini menyerahkan sisanya pada Lan Guan Zhi dan Siu Yixin, walau pada akhirnya.. Lan Guan Zhi yang lebih banyak menyerang.
Tubuh Keyi Fen terpotong menjadi lima bagian, dirinya tidak dapat hidup lagi.
Lan Guan Zhi menyarungkan pedangnya, dia masih dapat berdiri dengan aura yang penuh wibawa, walau sebenarnya tenaganya sudah hampir tidak bersisa.
Raut wajahnya masih memperlihatkan ketenangan, dia melihat teman-temannya yang saat ini sedang bersandar dengan napas tersengal-sengal.
Mo Huai dan Duan De keluar dari balik tungku, hanya tempat ini yang tahan banting dari serangan nyasar Keyi Fen, Lan Guan Zhi, dan yang lainnya. Meski demikian, keduanya mendapat luka di kepala dan lengan, tetapi tidak serius.
Mo Huai berlari dan memeriksa kondisi Siu Yixin yang terbaring, dia berusaha mengangkatnya dan membawanya agar bersandar di tempat Dai Chen, Jing Mi, dan Hu Li berada.
Lan Guan Zhi berniat melangkah, namun tubuhnya oleng, beruntung Duan De segera menahannya.
"Anda semakin tinggi," Lan Guan Zhi merasa tubuh Duan De sudah setinggi anak usia 7 tahun.
"Benarkah? Tapi janggutku masih tetap lebih panjang dari tubuhku sendiri," Duan De tertawa sambil membantu Lan Guan Zhi berjalan.
Pertarungan telah selesai di tempat teman-temannya, Xiao Shuxiang juga seperti akan menyelesaikan masalahnya dengan Mu Zan.
Banyak anggota tubuh berserakan, darah di mana-mana, suara teriakan pilu dan serak terdengar. Mu Zan benar-benar tidak dapat memulihkan diri lagi.
"Bagaimana, Mu Zan? Kau pasti belum pernah merasakan ini, kan? Kau sering melakukannya pada makananmu. Sekarang.. Kau pasti tahu bagaimana sakit yang mereka rasakan.." Xiao Shuxiang sudah lama menahan keinginannya untuk melakukan hal segila ini.
Mendengar teriakan pilu dan permohonan ampun dari orang yang sudah mengkhianatinya, yang memberinya racun dan menyerangnya hingga dia terjatuh ke laut sampai hampir membuatnya kehilangan nyawa adalah kesenangan yang tidak tertahankan.
".. Aku penasaran, kenapa kau berani mengkhianatiku? Tidak mungkin hanya karena pedang itu, kan? Ayo jawablah..!" Xiao Shuxiang mencengkeram kuat rambut kepala Mu Zan dan menariknya.
Wajah Mu Zan benar-benar terlihat mengerikan, di depan kematian.. Dirinya masih sempat tertawa meledek walau harus terbatuk dan memuntahkan darah.
".. Te.. Tentu saja untuk.. Menyelamatkan benua ini-" dia kembali terbatuk darah dan mencoba bicara lagi.
".. Kau ingin menghancurkan benua timur.. Tapi aku ingin menguasainya.. Tujuan kita berbeda.."
"Jadi karena itu kau mengkhianatiku? Alasanmu sangat konyol..! Pasti bukan itu, kan? Apa.. Kau melihat sesuatu..?!" Xiao Shuxiang menatap dingin ke arah Mu Zan dan terus mendesaknya bicara.
Mu Zan yang napasnya sudah semakin menipis, masih dapat tersenyum. "Benar.. Aku melihatnya.."
!!
Raut wajah Xiao Shuxiang berubah saat mendengar ucapan Mu Zan, pandangan matanya menggelap, "Di mana kau melihatnya? Berapa banyak yang sudah kau lihat?!"
Ada kegelisahan serta kemarahan yang menyelimuti perasaan Xiao Shuxiang saat ini. Dia bertanya dengan begitu dingin apakah Mu Zan menceritakan hal yang dia lihat pada orang lain atau tidak.
Darah yang keluar dari tubuh Mu Zan semakin banyak, dirinya masih berusaha bicara walau suaranya semakin pelan dan pandangan matanya mulai kehilangan cahaya.
"Tetuaku.. Tahu.."
Xiao Shuxiang merasakan Mu Zan akan mati, dia mengalirkan Qi miliknya pada tubuh Mu Zan agar lawannya tersebut bisa bertahan hidup meski hanya beberapa saat.
"Kau belum mengeluarkanku dari tempat ini, jadi tidak kuizinkan kau mati sekarang."
Mu Zan tidak bicara lagi, tubuhnya sudah sangat sakit dan semakin bertambah saat Xiao Shuxiang mengalirkan Qi miliknya.
Xiao Shuxiang menggunakan mantra Penjinak Roh pada Mu Zan, dia akhirnya tahu cara keluar dari tempat ini.
Lan Guan Zhi dan teman-temannya tersentak saat Xiao Shuxiang keluar dari ruang hampa dengan membawa kepala Mu Zan.
Xiao Shuxiang langsung melempar kepala Mu Zan hingga menghantam dinding dan membaringkan tubuhnya di lantai.
"Haah.. Ini sangat aneh.. Aku bisa mengingat mantra dari slip giok yang kuhancurkan dengan sekali membaca, tetapi saat menghapal aturan Sekte Pedang Langit begitu sangat sulit. Bahkan aku sudah membacanya ratusan kali, tetap saja hanya dua sampai tiga yang dapat kuingat.." Xiao Shuxiang memijat-mijat keningnya, dia mendengar suara langkah kaki dan seruan teman-temannya.
"Saudara Xiao, kau baik-baik saja?!"
"Yaah, seperti yang kau lihat, Saudara Jing. Bagaimana dengan kalian? Hm, baguslah, anggota tubuh kalian masih lengkap." Xiao Shuxiang perlahan duduk, dia melihat banyak luka di tubuh teman-temannya.
Mereka beristirahat selama kurang lebih dua jam. Xiao Shuxiang bertanya pada Duan De tentang pegangan pedang Bintang Malamnya, pusaka tersebut rupanya telah jadi dan sudah berada di tangan salah satu Pilar Atas.
"Kenapa kau harus membuatkannya untuk mereka, Kakek?" Xiao Shuxiang menggaruk kepalanya frustrasi, sudah pasti Para Pilar Atas Scarlet Bayangan dan GrandEldernya akan membuat kekacauan.
Duan De berkata agar Xiao Shuxiang tidak perlu khawatir, kekuatan pedang tersebut tidak sama seperti dulu, bahkan pedang itu kini setingkat Pusaka Bumi.
__ADS_1
".. Mereka tidak memberiku bahan utama pembuatan Pedang Bintang Malam, jadi pedang tersebut lebih lemah dari Pusaka Langit, kau tenang saja."
"Tenang katamu? Kakek Tua, kau sudah hidup selama lebih dari 200 tahun, harusnya kau tahu ini.. Setiap pusaka akan berbahaya jika berada di tangan yang tepat. Dan perlu kau ingat, mereka tahu Teknik Terlarang. Kau mengerti?"
Xiao Shuxiang mampu memikirkan apa yang dapat saja terjadi di masa depan. Bukan tidak mungkin pusaka bumi buatan Duan De akan dapat dikembangkan menjadi Pusaka Langit bila memakai Teknik Terlarang.
".. dan mereka masih mengincarku,"
"Jika apa yang kau katakan benar terjadi, maka kita harus menghentikannya. Di mana markas para Pilar Atas itu?"
Hu Li menggeleng, dia menjawab pertanyaan Jing Mi dengan berkata bahwa para Pilar Atas tidak tinggal di pulau ini. Mereka ada di Benua Timur, tapi keberadaannya sulit diketahui.
"Sebaiknya jangan sekarang, kita tidak cukup kuat untuk bertarung dengan mereka."
"Dai Chen benar.. Tidak perlu mencari, mereka pasti akan datang sendiri. Biar kulihat, seberapa berani mereka untuk menunjukkan wajah di depanku." Xiao Shuxiang menoleh ke belakang saat lantai yang awal mereka pijak untuk sampai di tempat ini mulai terbentuk kembali dan perlahan bergerak turun.
Xiao Shuxiang dan teman-temannya merasa tiba saatnya mereka pergi. Lantai tersebut terus turun membawa Xiao Shuxiang, Lan Guan Zhi, Duan De, dan yang lainnya. Di bawah, sudah ada Shao Nu yang menunggu kedatangan mereka.
Selain Lan Guan Zhi, Duan De, dan Mo Huai.. Pakaian teman mereka yang lain begitu sangat buruk, penuh dengan bekas sayatan pedang dan juga darah.
Luka mereka sudah sembuh karena mengkonsumsi pil dari Xiao Shuxiang, tetapi tenaga dan mental mereka banyak terkuras.
"Senior, terima kasih."
Shao Nu membungkuk dan memberi hormat pada Xiao Shuxiang, dia menyerahkan api biru kecil yang ditangkupnya namun Xiao Shuxiang menolak.
"Simpan saja, biarkan teman kecilku bersamamu untuk sementara. Dia dapat membebaskanmu dari segel kutukan yang diberikan Tetuamu,"
Api biru kecil di tangan Shao Nu masuk dan tersimpan di dalam tubuhnya, dekat dengan dantiannya. Dia kembali berterima kasih pada Xiao Shuxiang.
Ke-15 murid Scalet Bayangan juga memberi hormat, mereka semua telah sadar walau kondisi kulit wajah dan tubuh penuh luka lepuh berbau menyengat.
"Saudara Xiao, mereka terlihat buruk padahal saat ditinggalkan tadi tubuh dan wajah mereka baik-baik saja,"
Jing Mi bukannya meledek ataupun menghina, dia hanya kasihan melihat murid-murid Scarlet Bayangan yang begitu menyedihkan.
Siu Yixin berkata dengan nada bahwa yang dilihat Jing Mi tidak lain adalah efek dari segel kutukan dari GrandElder Scarlet Bayangan, semua murid memilikinya.
"Kita harus sembuhkan mereka," Hu Li menatap Xiao Shuxiang, diikuti dengan Jing Mi, Dai Chen, dan teman-temannya yang lain.
Duan De menampar bokong Xiao Shuxiang dan menyuruhnya untuk bekerja sekarang, "Lakukan tugasmu..!"
"Hah, ya ampun. Kalian jelas tahu siapa aku, tidak mungkin aku mau menolong mereka. Xiao Shuxiang tidak sebaik itu.."
!!
Xiao Shuxiang terkejut saat Lan Guan Zhi menepuk bokongnya, dia menatap temannya itu dengan pandangan tak percaya.
"La-Lan Zhi.. Barusan kau..?"
"Ayo lakukan,"
Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali, Jing Mi dan Dai Chen juga terlihat kaget dengan tindakan Lan Guan Zhi, keduanya secara tidak sadar membuka mulutnya.
"Jangan lakukan itu lagi, kau hampir membuatku jantungan. Huuf, rasanya berbeda saat Dai Chen dan Kakek Janggut Panjang yang menampar bokongku, dan itu membuatku merinding..!" Xiao Shuxiang mencoba untuk tenang, dia lalu meminta seorang murid Scarlet Bayangan agar mendekat ke arahnya.
Duan De mengusap-usap janggutnya sambil memperhatikan Xiao Shuxiang memeriksa satu persatu kondisi murid-murid Scarlet Bayangan dan berusaha menyembuhkan mereka.
"Dia sepertinya menurut padamu, Tuan Muda Lan." Duan De tersenyum sambil menatap ke arah Lan Guan Zhi, yang langsung di jawab anggukan hormat darinya.
"Setelah ini, apa yang akan kalian lakukan?" Dai Chen sambil memperhatikan Xiao Shuxiang, nampak berbicara dengan Shao Nu.
"Saya tidak tahu, mungkin tetap tinggal di sini sampai akhir. Saya tidak sanggup menemui Tianqi Mao dan meminta perlindungan darinya, setelah semua perlakuan saya padanya.." Shao Nu bersuara pelan, dia tidak memperlihatkan kesedihan apapun dari suaranya, wajahnya tetap tenang, namun tidak begitu dengan tatapan matanya.
Jing Mi menepuk pelan pundak Shao Nu, dan tersenyum tulus. "Nona Nu, bagaimana jika kau dan para juniormu itu menjadi bagian dari Sekte Kupu-Kupu. Jangan khawatir, di tempatku.. Kami akan memperlakukanmu sebagai keluarga. Kau setuju kan, Saudara Xiao?!"
Xiao Shuxiang yang sedang meracik pil untuk murid-murid Scarlet Bayangan mendengar ucapan Jing Mi barusan. Tanpa menolehkan wajahnya, dia berkata bahwa sektenya memang membutuhkan banyak murid.
".. Tapi keputusan tetap ada pada kalian, aku ingin mengingatkan tiga hal sebelum kalian memutuskan. Pertama, aturan sekte itu adalah aku. Kedua, jangan berani menjadi pengkhianat. Dan Ketiga, kalian harus berani mati.." Xiao Shuxiang mengatakannya dengan tegas, dia lebih menerima orang yang lemah tapi berani mati, daripada orang kuat namun menjadi pengkhianat.
".. Jika kalian mengerti itu dan ingin bergabung. Maka pintu Sekte Kupu-Kupu akan terbuka lebar untuk kalian."
"Senior, Mohon Terima Kami..!" Ke-15 murid Scarlet Bayangan memberi hormat pada Xiao Shuxiang.
Xiao Shuxiang tersenyum, dia sebenarnya berencana merekrut Shao Nu dan murid-murid Scarlet Bayangan yang tersisa untuk masuk ke sektenya. Andai mereka menolak, maka Xiao Shuxiang akan membunuh mereka tanpa sisa.
__ADS_1
".. Namun sepertinya itu tidak diperlukan."
Segel kutukan yang terdapat di dalam tubuh murid-murid Scarlet Bayangan jauh lebih mudah diobati daripada milik Shao Nu, walau begitu.. Memang butuh waktu agar kondisi tubuh mereka bisa kembali seperti sedia kala.
Baru setelah tiga jam, efek obat Xiao Shuxiang dapat terlihat. Hu Li benar-benar kagum dengan kemampuan tuannya, padahal dahulu tuannya tidak punya bakat Alkemis.
"Tuan Muda Xiao, kau menga-!!" Hu Li terdiam saat tuannya sedang berdiri jauh seperti memisahkan diri dari mereka.
Jing Mi, Dai Chen, dan yang lainnya nampak kebingungan serta penasaran dengan apa yang dilakukan Xiao Shuxiang sekarang.
"Tuan..?"
"Kalian semua tidak perlu memujiku. Biarkan aku saja yang memuji diri sendiri, bakatku benar-benar mengagumkan..! Haah.. ahli memasak, seorang Alkemis, memiliki bakat menempa, bahkan tarian perdanaku juga luar biasa. Entah gelar apalagi yang akan menunggu Xiao Shuxiang di masa depan.. Hm hahahaha"
!!
Hu Li dan Jing Mi menepuk jidatnya. Dai Chen, Lan Guan Zhi, dan yang lainnya menggeleng pelan. Mereka sekarang tidak yakin orang ini adalah reinkarnasi dari Sang Bintang Penghancur.
"Tu-Tuan, bagaimana bisa kau berubah seperti ini?" Hu Li berwajah pucat, apa mungkin sifat asli tuannya adalah orang yang begitu narsis begini? Mustahil, tapi..
"Baiklah, Xiao Shuxiang sudah puas memuji dirinya sendiri. Sekarang ayo kita pulang.." Xiao Shuxiang berjalan kembali ke arah teman-temannya.
Mo Huai berkata bahwa masalah mereka sekarang adalah jalan untuk pulang, "Pengawal wali kota sudah tewas dan hanya dia yang dapat memulangkan kita. Kecuali jika Nona Nu bisa.."
"Maafkan saya," Shao Nu berkata dia tidak tahu cara memulangkan mereka semua kembali ke tempat Tianqi Mao.
"Tenanglah, karena itulah aku begitu bangga dengan diriku sendiri.. Akan kuperlihatkan bakat Xiao Shuxiang yang telah ada sejak diriku diciptakan.." Xiao Shuxiang menghembuskan napas pelan dan mulai menutup matanya.
Ingatan tentang Tianqi Mao menggunakan jurus cermin air miliknya mulai terbayang di ingatan Xiao Shuxiang. Dirinya perlahan membuka mata dan berkata akan mencobanya sekarang.
Xiao Shuxiang mempraktekkan apa yang dia ingat, hanya saja ucapannya berbeda dengan milik Tianqi Mao meski gerakannya sama.
!
Sebuah titik-titik air mulai terbentuk, memadat dan berubah menjadi cermin. Xiao Shuxiang mencoba melangkah lebih dulu, dirinya seketika berdiri mematung dengan mata membulat karena terkejut.
Teriakan nyaring membuat Xiao Shuxiang segera menutup telinga. Lan Guan Zhi dan teman-temannya yang berada di balik cermin juga mendengar teriakan tersebut, mereka langsung melangkah masuk karena merasa Xiao Shuxiang dalam bahaya.
!!
AAAAAAAH!
Jing Mi dan yang lainnya terkejut bukan main saat melihat banyak gadis polos sedang berteriak sambil melempar berbagai barang pada mereka.
"Tu-Tunggu Dulu Nona! Kami Hanya Numpang Lewat, Sungguh Tidak Sengaja!" Xiao Shuxiang menangkap sebuah sepatu yang terlempar ke arahnya, dia menyuruh semua temannya untuk menutup mata.
Masalahnya, hanya murid-murid Scarlet Bayangan, Duan De, dan Hu Li yang melakukannya. Sementara Jing Mi, Dai Chen dan Siu Yixin nampak berkedip beberapa kali seakan tidak percaya dengan yang mereka lihat.
Lan Guan Zhi sendiri hanya memasang wajah tenangnya, dia menggunakan segel pelindung untuk menangkis lemparan sepatu dari gadis-gadis di tempat pemandian ini.
Benar, Xiao Shuxiang tidak sengaja mengarahkan mereka ke tempat pemandian terbesar di Kota Embun Bunga.
!!
Pintu terbuka dan memperlihatkan Tianqi Mao yang sedang berpakaian putih. Dia sudah siap menghukum para pria mesum yang berani membuat ulah di tempat pemujaannya. Namun dirinya terkejut saat melihat itu adalah Xiao Shuxiang dan juga teman-temannya.
Sekali kipasan.. Tianqi Mao menciptakan dinding kayu yang menjadi pemisah antara para gadis dengan Xiao Shuxiang dan teman-temannya.
Tap
Tap
"Aku sangat terkejut, kenapa kalian bisa sampai di tempat ini?!" Tianqi Mao berjalan ke arah Xiao Shuxiang dan yang lainnya, dia masih bisa mendengar suara gadis-gadis di seberang yang mengatai Xiao Shuxiang dan teman-temannya sangat tak tahu malu serta mesum.
"Ini Semua Gara-Gara Saudara Xiao..!"
"Kau Sangat Tidak Tahu Malu..!"
Jing Mi dan Dai Chen menatap tajam ke arah Xiao Shuxiang, pipi mereka terlihat memerah, bahkan ada darah yang keluar dari hidung Jing Mi.
"Aku juga tidak tahu, jangan menyalahkanku. Lagipula kalian juga terlihat menyukainya..!" Xiao Shuxiang tidak mau disalahkan sendiri, dia yakin murid laki-laki Scarlet Bayangan tidak benar-benar menutup matanya.
"Sebaiknya kita tidak bicara di sini. Ayo lanjutkan di tempat lain," Tianqi Mao Mengajak Xiao Shuxiang dan yang lainnya ke sebuah ruangan pribadi miliknya.
***
__ADS_1