
Kekacauan di Benua Timur yang paling sering sebenarnya adalah perselisihan antara pendekar Aliran Putih dengan pendekar Aliran Hitam.
Akibat ulah mereka, rakyat yang hanya manusia biasa menjadi korban.
Banyak hal yang melatar-belakangi perselisihan tersebut dan salah satunya adalah perbedaan cara berpikir dan prinsip mereka. Tetapi satu hal yang pasti, kedua aliran itu tidak pernah mau menerima prinsip orang yang tidak sepaham dengan mereka.
Bila ditanyakan, pendekar Aliran Hitam pun menginginkan perdamaian dunia. Hanya saja bagi mereka, perdamaian itu bisa terwujud dengan kekuatan untuk 'Mengendalikan'.
Sebagian pendekar yang lain berpendapat bahwa menyebarkan 'Ketakutan' adalah cara terbaik menciptakan 'Kepatuhan'. Dengan orang-orang yang takut pada mereka-lah, kedamaian itu akan terwujud.
Cara berpikir mereka jelas berbeda dengan para pendekar Aliran Putih dan Netral. Dan karena hal tersebutlah yang membuat perselisihan itu dimulai.
Dari yang awalnya berbeda prinsip, kemudian mengakar menjadi pertarungan, dan akhirnya melahirkan 'Dendam'----Warisan turun-temurun dari generasi ke generasi.
Untuk para pendekar Aliran Putih, 'Kedamaian' bagi mereka adalah lenyapnya para pendekar Aliran Hitam. Sebagian yang lain berpendapat bahwa 'Kasih Sayang' dan 'Saling Menghargai'-lah yang dapat melahirkan perdamaian dunia.
Kata-kata itu sering didengar Xiao Shuxiang saat kehidupan pertamanya dan dia pernah melakukan bantahan.
Menurutnya, Aliran Putih hanya menghargai sesamanya saja. Mereka tidak pernah benar-benar menghargai pendekar dari Aliran Hitam.
Kekejaman dan rasa haus darah sudah melekat pada Aliran Hitam, mustahil ada kebaikan di dalamnya. Namun apakah pendekar Aliran Putih benar-benar bersih dan suci sesuai dengan nama mereka?
Bagi Xiao Shuxiang, kultivator dan pendekar dari Aliran Hitam memang terkenal kejam dan jahat, tetapi mereka tidak pernah memiliki lebih dari satu muka. Mereka tidak pernah peduli dengan nama besar Aliran mereka, karena tahu nama itu sudah lama rusak.
Berbeda dengan Aliran Putih dan Netral yang seakan lebih mementingkan kebersihan nama mereka, termasuk rela mengkambing-hitamkan para pendekar dari Aliran Hitam.
Benar, seperti itulah dunia yang dilihat Xiao Shuxiang. Ketika dua sekte dari Aliran Putih bertarung, maka pasti terdengar bahwa Aliran Hitamlah yang berada di belakang itu semua.
Saat satu kota dibantai habis dalam semalam tanpa sebab yang jelas, maka pelaku utama yang disebut adalah pendekar dari Aliran Hitam.
Saat sebuah sekte besar yang terkenal karena keamanannya yang luar biasa di serang dari dalam, maka pasti nama Aliran Hitam akan disebut-sebut sebagai pelaku utamanya. Dan yang terburuk adalah ketika kebenaran terungkap, tidak ada yang mau membersihkan nama Aliran Hitam.
Lalu siapa yang sebenarnya paling kejam di antara Ketiga Aliran? Pada akhirnya ini kembali pada diri setiap pendekar. Walau sebenarnya, pendekar yang tidak mementingkan prinsip dari aliran dirinya berasal adalah cerminan dari seorang Pendekar Sejati.
"Kakak Nu..! Kau setiap hari selalu menceritakan ini pada kami, tapi aku tidak pernah bertemu dengan Senior Besar. Di mana keberadaannya sekarang?"
Seorang murid Sekte Kupu-Kupu yang berusia sekitar 9 Tahun mempertanyaan keberadaan Xiao Shuxiang. Entah sejak kapan, tetapi para murid muda di sekte ini memberikan gelar 'Senior Besar' pada Koki Alkemis tersebut.
"Dia sekarang ada di Benua Tengah, Senior Besar kalian masih lama baru kembali kemari.."
Shao Nu, gadis cantik berpakaian hijau muda dengan motif rumput air itu nampak duduk di sebuah batu, di depannya terlihat para murid Sekte Kupu-Kupu yang berusia mulai dari 5 sampai 14 Tahun.
Saat ini, sekte tersebut telah memiliki seribu murid dan semakin bertambah. Shao Nu dan Ro Wei yang bertanggung jawab menjaga ketentraman sekte ini selama Yang Shu pergi.
Shao Nu nampak berusia 20 Tahun, walau usianya jauh lebih tua daripada itu, dia merupakan saudara sesumpah Tianqi Mao.
Banyak murid Sekte Kupu-Kupu yang ingin bertemu Xiao Shuxiang secara langsung, ada banyak pertanyaan yang ingin mereka sampaikan. Sangat disayangkan mereka tidak tahu kapan pastinya Senior Besar mereka itu pulang.
Sekte Kupu-Kupu sudah menjadi yang terbesar di Kota Awan Dingin, sementara Sekte Bambu Perak yang pada awalnya berdampingan dengan sekte ini----kini telah kembali pulang, yakni membangun sekte di Kekaisaran Matahari Terbit----tempat di mana sebelumnya mereka berada.
Untuk Kota Embun Bunga sendiri, yang masih menjadi wali kotanya adalah Tianqi Mao. Demonic Beast tersebut telah membuat banyak perkembangan di kota tercinta miliknya.
Di kediamannya yang besar ini----Tianqi Mao terlihat duduk tenang sambil sesekali memainkan kipasnya.
Suara alunan musik merdu mengiringi tarian para gadis cantik yang sedang memberi hiburan untuknya serta para tamunya.
Wajah-wajah penuh kekaguman terpatri jelas di wajah setiap orang yang menyaksikan tarian sembilan orang gadis ini. Mereka tidak bisa berkata apa-apa selain berdecak kagum.
"Selain terkenal dengan keindahan lingkungannya, Kota Embun Bunga juga terkenal dengan keindahan pakaian dan gadis-gadis cantiknya. Aku bahkan tidak percaya kota ini pernah porak-poranda akibat perang melawan Wyvern dahulu,"
"Kau benar. Kota ini bisa bangkit dan jauh lebih baik dari sebelumnya adalah pencapaian yang luar biasa hebat,"
Dua dari enam orang tamu Tianqi Mao merupakan pedagang dari Benua Utara. Kedatangan mereka kemari untuk menjalin kerja sama dengannya.
Menikmati kudapan ditemani musik dan tarian benar-benar menyenangkan hati para tamu Tianqi Mao. Adik angkat Xiao Shuxiang ini merupakan ahlinya dalam melayani para rekan-rekan bisnisnya.
Meski memiliki tubuh layaknya anak perempuan berusia 9 Tahun, nyatanya Tianqi Mao tidak pernah diremehkan. Dia bahkan begitu dihormati. Dialah Demonic Beast yang disenangi warga Kota Embun Bunga.
"Tarian yang bagus. Mungkin aku harus mengadakan ritual malam ini," Tianqi Mao mengipas pelan wajahnya, tempat Pemandian Umumnya sudah lama rampung dan cukup banyak pelanggan yang datang ke sana. Hanya saja karena kesibukannya mengurus berbagai hal, Tianqi Mao jarang melakukan ritual 'Melihat Para Gadis Mandi'.
Sebenarnya, dibandingkan mengintip diam-diam... Tianqi Mao lebih kepada langsung masuk ke dalam tempat pemandian dan duduk santai pada bangku yang tersedia.
Dia bisa masuk sesuka hati di pemandian laki-laki maupun perempuan dan tidak ada yang pernah memprotes hal tersebut. Ini dikarenakan Tianqi Mao selalu berubah wujud menjadi kucing kala melakukan ritualnya.
Memikirkan hal tersebut membuat Tianqi Mao sedikit tidak mendengar suara alunan musik. Dia baru tersadar kala sebuah cermin tiba-tiba muncul di atap, tepat di atas kesembilan gadis cantik menari.
?!
Tianqi Mao mengerutkan kening, cermin itu mirip dengan Cermin Pemindah, tetapi dia sama sekali tidak melakukan segel jurus apa-apa. Dirinya seketika tersentak saat sesuatu mulai terjatuh dari dalam cermin itu.
Aaah..!
__ADS_1
!!
Kesembilan gadis penari berteriak sambil berlari menyelamatkan diri, mereka kaget sebab tiba-tiba saja ada sesuatu yang jatuh dari atas mereka. Bahkan para pemain musik juga ikut berhenti, mereka terlonjak kaget.
Bruk!
Sesuatu jatuh kembali dan kali ini disusul dengan suara rintihan seorang gadis. Kening Tianqi Mao mengerut, dia melihat bahwa yang jatuh itu adalah dua orang gadis yang cukup dikenalnya.
"Aduduh..! Kakak Lu, kau sangat be-!" Yi Wen kembali mencium lantai saat Ling Qing Zhu menapak di punggung Xiao Lu yang sedang menindih dirinya. Gadis berambut putih itu hampir ditimpa Bocah Pengemis Gila andai dia tidak segera melentingkan tubuh ke belakang.
Tap
Bruk,
"Aduh..!" Yi Wen kembali merintih, dirinya ditimpa oleh Xiao Lu dan sekarang adalah Bocah Pengemis Gila. Suara rintihannya kembali keras kala Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang jatuh dari dalam Cermin Pemindah.
!!
Semua orang terkejut dengan apa yang baru saja mereka saksikan. Cermin Pemindah yang sebelumnya ada kini telah berubah menjadi butiran air dan lalu menghilang.
Posisi Xiao Shuxiang sekarang ada di atas Lan Guan Zhi dan dalam keadaan dipeluk oleh temannya. Sementara punggung Lan Guan Zhi bersentuhan dengan punggung Bocah Pengemis Gila yang juga menimpa Xiao Lu.
Posisi Yi Wen yang paling parah, sebab dirinya berada di bawah sekali dan ditimpa oleh teman-temannya yang tidak beradab ini.
"Ce-Cepat berdiri. Aw.. Punggung dan bokongku.. Cepat berdiri..!"
Lagi-lagi wajah Yi Wen mencium lantai, dia merasakan dadanya hampir meledak karena ditimpa teman-temannya yang begitu berat. Xiao Lu juga ikut merintih, dia menyuruh siapa pun yang ada di atasnya segera menyingkir.
".. Cepatlah..!"
Xiao Shuxiang mulai berdiri diikuti oleh Lan Guan Zhi.
Bocah Pengemis Gila akhirnya bisa bernapas lega walau dada dan punggungnya sedikit sakit.
Xiao Lu juga mulai ikut berdiri, dia memegang perutnya yang seakan hampir membuat isi perutnya keluar akibat ditimpa tiga orang pria yang beratnya bukan main-main.
"Astaga.. Xiao'Er, Cermin Pemindahmu kali ini benar-benar payah. Aduuh.. Sss.. Yi Wen, bagaimana keadaanmu?"
"Aku.. Sudah tidak sanggup hidup lagi.. Selamat tinggal,"
"Jangan bercanda, ayo bangunlah.."
Xiao Lu berdecak, "Siapa suruh 'itumu' terlalu besar, kau ini masih gadis kan?"
"Kakak Lu, apa hubungannya dada besar dengan masih gadis atau bukan? Ini itu.. Salah satu kelebihan Yi Wen,"
Meski bersikap sedikit sombong, tetapi itu hanya berlangsung beberapa detik sebelum Yi Wen kembali meringis karena dada dan punggungnya yang sakit. Dia lalu berniat protes pada Saudara Xiao-nya namun tidak jadi setelah melihat hidung saudaranya tersebut mengeluarkan darah.
"Saudara Xiao..?! Ada apa denganmu?!"
Xiao Lu dan Bocah Pengemis Gila menoleh, mereka ternyata juga baru sadar hidung Xiao Shuxiang memerah sampai mengeluarkan darah. Dan yang paling mengejutkan adalah, hidung Tuan Muda Lan juga mengalami hal yang sama.
"Xiao'Er.. Jangan bilang kau.."
"Apa? Hidungku ini membentur dagu Lan Zhi. Kupikir akan patah. Aiih, rasanya benar-benar sakit,"
Xiao Shuxiang mengusap-usap pelan hidungnya, suaranya entah sejak kapan kembali seperti semula. Dan dalam beberapa detik.. Rasa sakit pada hidungnya tidak lagi terasa.
Xiao Lu, "Tuan Muda Lan, bagaimana denganmu? Hidungmu itu.. Juga.. Berdarah,"
Lan Guan Zhi tidak menjawab pertanyaan Xiao Lu dan lebih memilih menatap Xiao Shuxiang. Dari tatapan matanya jelas bahwa dia menyalahkan teman yang berdiri di sampingnya ini.
"Hidungnya membentur wajahku," Xiao Shuxiang begitu enteng menjawab pertanyaan Xiao Lu. Dia merobek sedikit kain pada bagian lengan kirinya dan membantu membersihkan darah pada hidung Lan Guan Zhi.
!
Bocah Pengemis Gila berkedip beberapa kali melihat kejadian spontan ini, sementara Yi Wen dan Xiao Lu nampak memasang wajah tak percaya.
"Xiao'Er.. Kalian tidak berciuman kan?"
"Kau mau mati?" Xiao Shuxiang menoleh ke arah Xiao Lu dan merutuki gadis cerewet tersebut. "... Gara-gara kau menyebar gosip tidak benar, hubungan pertemananku dengan Lan Zhi disalah-pahami oleh semua orang,"
Bocah Pengemis Gila mengusap-usap pelan tengkuknya, di depan matanya sendiri dia menyaksikan bagaimana Xiao Shuxiang merutuki banyak hal sambil membersihkan darah di hidung Lan Guan Zhi dengan hati-hati memakai sobekan kain miliknya.
"Ehm.."
Bocah Pengemis Gila ingin bicara, tetapi niatan itu terhenti. Dirinya kembali tersentak ketika kini giliran Lan Guan Zhi yang mengusap pelan darah di hidung Xiao Shuxiang menggunakan lengan pakaiannya.
"Lan Zhi, hentikan.." Xiao Shuxiang memegang tangan temannya dan berkata bahwa dirinya bisa sendiri.
"Kau tadi membantuku. Jadi biar kulakukan,"
__ADS_1
"Lan'Er. Itu karena aku yang menabrakmu duluan, bukan dirimu."
Bocah Pengemis Gila menggelengkan kepala pelan melihat kedua orang ini bicara. Untung saja Xiao Shuxiang berpakaian wanita, jadi keadaan ini tidak terlalu-
".. Ini bahkan jauh lebih buruk. Ya ampun, aku malu sendiri melihatnya.." Bocah Pengemis Gila nampak berwajah pucat, ".. Dua orang pemuda, dengan salah satunya berpakaian wanita. Dan mereka sedang melakukan adegan menyeka darah di hidung. Kalau salah satunya gadis tulen, mungkin ini akan jadi adegan romantis. Tapi mengingat mereka berdua batangan.. Ini adalah adegan paling mengerikan yang pernah ada,"
Sejauh karirnya sebagai pria yang terkenal homo.. Ini pertama kalinya Bocah Pengemis Gila merasa kedua pipinya memerah. Meski dibantah keras oleh Xiao Shuxiang.. Tetapi menurutnya, kedua pemuda ini memiliki hubungan yang benar-benar rumit.
Xiao Lu meniup rambut poni depannya, "Xiao'Er, kenapa kau terus saja menyangkal ini? Sebaiknya jangan berbohong dan jujurlah mengenai hubunganmu dengan Tuan Muda Lan.."
Xiao Lu menyilangkan kedua tangannya di depan dada dan kembali bicara, ".. Aku tidak akan memprotes hubunganmu dan menganggapmu aneh. Kakakmu yang cantik ini mendukungmu sepenuhnya, Adik Kesayanganku.."
Ada penekanan pada kata-kata Xiao Lu. Ucapannya membuat Xiao Shuxiang kembali berbalik dan lalu menggeleng pelan.
"Kau ingin aku berkata jujur, baiklah akan kukatakan yang sebenarnya. Aku, adikmu yang paling mempesona ini.. Berteman dengan Lan Guan Zhi. Berteman. Dia menganggapku sebagai 'Kakeknya' dan aku akan menganggapnya sebagai 'Cucuku'. Perhatianku padanya hanya sebatas Kakek dengan Cucu. Kau mengerti?"
Xiao Shuxiang juga ikut menyilangkan kedua tangannya dan meniup keras rambut poni depannya. Dia lalu menatap Xiao Lu dan kemudian melanjutkan ucapannya.
".. Aku pemuda yang sangat amat normal Kakakku Sayang. Dan daripada kau menjodoh-jodohkanku dengan Lan'Er, lebih baik kau menjodohkanku dengan Kucing Putih. Setidaknya doakanlah adik kesayanganmu ini agar bisa menikah layaknya pemuda normal pada umumnya, setuju?"
"Tapi aku lebih suka kau menikah dengan Adik Ipar Lan.." gumaman Xiao Lu didengar jelas oleh Xiao Shuxiang, ini membuat Alkemis muda itu mendenyut-denyutkan bibir atasnya.
"Gadis Cerewet, kau bahkan lebih buruk dari Bocah Pengemis Gila. Buang jauh-jauh pikiranmu itu, aku tidak mungkin menikah dengan Lan Zhi meski dia satu-satunya pemuda tampan di dunia ini,"
"Maaf mengganggu. Tapi lihat sekeliling kalian,"
Suara lembut dari Ling Qing Zhu menghentikan sejenak perdebatan Xiao bersaudara. Yi Wen, Bocah Pengemis Gila, dan Lan Guan Zhi baru menyadari mereka berada di tengah-tengah sebuah ruangan sambil diperhatikan oleh banyak orang.
?!
"Ini.. Di mana..?"
Orang-orang yang dilihatnya asing bagi Bocah Pengemis Gila, termasuk suasana tempat ini. Yi Wen dan Xiao Lu juga demikian, namun saat perhatian mereka mengarah pada seorang anak kecil berpakaian merah muda dengan rok mengembang layaknya bunga.. Keduanya tanpa sadar membelalakkan mata.
?!
"Tianqi.. Mao?"
Xiao Shuxiang juga sama kagetnya dengan Xiao Lu dan Yi Wen. Anak kecil yang nampak berusia 9 Tahun tersebut rupanya adalah Tianqi Mao-adik angkatnya.
"Kalian seperti memiliki dunia sendiri sampai-sampai tidak menyadari keberadaanku dan para tamuku ini. Benar-benar bagus.."
Meski ucapan terakhir terdengar bagai pujian, namun raut wajah Tianqi Mao nampak kesal. Ini seperti saat dirinya memergoki Xiao Shuxiang dan teman-temannya ketika menggunakan Cermin Pemindah lalu tiba di pemandian para gadis.
"Apa kau.. Sudah menemukan jati dirimu, Shuxiang?"
Tianqi Mao bertanya sambil memperhatikan penampilan Xiao Shuxiang dari atas sampai bawah. Jika bukan karena suaranya.. Dia pasti akan percaya yang berdiri di depannya ini benar-benar seorang gadis.
Xiao Shuxiang tahu arah perhatian Tianqi Mao, dirinya segera mengatakan bahwa dia berpakaian seperti ini karena suatu alasan. Lagi pula yang lebih terpenting, bagaimana bisa dia bertemu dengan Tianqi Mao.
".. Bukannya kau berada di Benua Timur? Sejak kapan kau datang ke Benua Tengah? Dan.." Xiao Shuxiang melihat sekelilingnya, ".. Kau membangun kediaman di sini?"
"Hm, bukan. Kau sendiri yang sudah salah tempat, kalian sekarang berada di kediamanku, Kota Embun Bunga----Benua Timur."
!!
Yi Wen dan Xiao Lu terkejut bukan main, begitu pula dengan Bocah Pengemis Gila.
Lan Guan Zhi, Xiao Shuxiang, dan Ling Qing Zhu sendiri juga tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejut mereka.
Xiao Shuxiang, "Tu-tunggu dulu. Kami baru saja lolos dari longsoran tanah di Kota Matahari Emas, jadi bagaimana bisa aku membawa teman-temanku dari Benua Tengah ke Benua Timur begitu saja? Ini sangat mustahil."
Tianqi Mao, "Tapi kau baru saja melakukannya,"
!!
Xiao Shuxiang membuka mulut namun tak sanggup berkata apa pun. Yi Wen, Xiao Lu, Bocah Pengemis Gila, Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu nampak mengarahkan pandangan mereka semua padanya.
"Saudara Xiao-!!" Yi Wen segera merintih saat tiba-tiba dicubit keras oleh Xiao Lu, dirinya menampar lengan gadis di sampingnya ini dan protes mengapa dirinya harus dicubit.
Xiao Lu, "Untuk membuktikan bahwa kita tidak sedang bermimpi,"
"Tapi harusnya Kakak Lu saja yang mencubit diri sendiri.." Yi Wen mengusap-usap lengannya yang terasa panas dan berdenyut-denyut, cubitan Xiao Lu yang keras menjadi bukti bahwa ini bukanlah sebuah mimpi.
Tianqi Mao menyadari ketidak-percayaan yang nampak di wajah Xiao Shuxiang. Dirinya lalu memberi tanda pada dua orang pelayannya untuk segera datang. Dia meminta mereka membawa Xiao Shuxiang dan teman-temannya ke ruangan pribadi miliknya.
".. Kita akan bicara nanti,"
Tianqi Mao harus mengurus para tamunya terlebih dahulu, dia meminta Xiao Shuxiang beristirahat sekaligus mengganti pakaian sambil menunggunya.
***
__ADS_1