
"Hmm... Aku di mana...?" Jing Mi mengusap-usap pelan matanya, dia bisa melihat langit biru terbentang di atasnya.
"Saudara Jing..? Kau sudah bangun..?"
Jing Mi menoleh ketika mendengar sebuah suara, dia bisa melihat Xiao Shuxiang menatapnya sambil tersenyum tipis.
"Saudara Xiao..?" Jing Mi mulai bangun, dia kemudian mencoba mengingat apa yang terjadi.
"Semalam.."
!!
Jing Mi tersentak kaget, dia mulai mengingat betapa mengerikannya pil-pil buatan Xiao Shuxiang. Banyak pil yang begitu aneh, bahkan salah satu pil membuat Hou Yong menggila seperti hewan buas dan menyerang mereka. Jing Mi langsung memijat kepalanya ketika semua ingatan tersebut mulai kembali.
"Saudara Jing, kuharap kau tidak jera mencoba pil buatanku. Karena aku masih membutuhkan bantuanmu."
!!
"Ti-Tidak! Aku sudah tidak bisa lagi!" Jing Mi mengangkat kedua tangannya dan menggeleng cepat, "Aku tidak mau lagi menjadi bahan percobaan dari pil aneh buatanmu Saudaraku..!"
Dengan suara yang dibuat semanis dan sedikit manja, Xiao Shuxiang berusaha menarik perhatian Jing Mi.
"Saudara Jing~ Kau tidak boleh begitu.. Kau bilang ingin membantuku~ Ayolah, Saudara Jing~"
"Tidaaak..! Aku tidak mau! Jangan memberikan tatapan seperti itu padaku, Saudara Xiao! Tekanan darahku bisa naik..!" Jing Mi segera melompat ke atas pohon, mencoba untuk menghindar dari Xiao Shuxiang. Dia berpikir, sejak kapan saudaranya punya tingkah seperti itu?!
"Haaah.. Saudara Jing, kau baru digoda sedikit dan tekanan darahmu langsung naik.. Ck ck ck, kau harus belajar lagi, Saudara Jing..."
Xiao Shuxiang menjelaskan, "Kelemahan terbesar seorang pria adalah pesona perempuan. Banyak manusia termasuk kultivator yang bertarung sampai mati hanya untuk memperebutkan satu orang gadis saja, bahkan ada juga negara yang berperang karena mereka. Jika denganku saja kau sudah seperti ini, kau tidak akan pernah menjadi Pendekar Hebat..!"
"Sa-Saudara Xiao, tapi kau berbeda.." Jing Mi melompat turun saat berhasil mengendalikan dirinya, dia lalu berjalan mendekati Xiao Shuxiang, "Saudaraku... Kau lebih cantik dari gadis mana pun yang pernah kutemui dan itu membuatku takut. Aku tidak ingin berada di jalan yang menyimpang, sungguh..!"
"Haaiih, aku kan hanya bercanda...! Kau ini tidak seru, Saudara Jing...!"
Nie Shang dan Hou Yong mulai terbangun ketika mendengar suara Xiao Shuxiang. Keduanya kemudian membangunkan Feng Ying.
Setelah membersihkan dirinya, Hou Yong dan Nie Shang mulai mengeluhkan pil buatan Xiao Shuxiang. Mereka sudah tidak mau lagi dijadikan kelinci percobaan olehnya.
"Oh iya, kami hampir lupa sebab kedatangan kami selain untuk menjengukmu, Saudara Xiao.." Nie Shang teringat, "Tujuan kami kemari selain untuk mengunjungimu juga ingin memberitahukan bahwa tiga hari lagi----tanah kosong di Sekte Pedang Langit akan berubah menjadi gua. Semua murid junior bisa masuk ke sana dan menjelajah. Kau belum pernah memasuki gua tersebut, bukan?"
"Aku bahkan tidak tahu ada tempat seperti itu. Tapi bagaimana aku bisa sampai di Sekte Pedang Langit tepat waktu? Apalagi Tetua Tiga pergi dan aku harus menunggunya pulang.." Xiao Shuxiang memain-mainkan poni depannya, nampak memikirkan sesuatu.
Jing Mi tersenyum, "Tentu saja kau bisa pergi, Saudaraku. Kami membawa surat dari Grand Elder. Guru yang menitipkannya pada kami, ambillah." Jing Mi memberikan sebuah surat kepada Xiao Shuxiang yang diambil dari balik pakaiannya.
Xiao Shuxiang membaca surat tersebut, dia awalnya bingung kenapa Grand Elder mau membantunya. Ternyata isi surat tersebut menerangkan bahwa meski Xiao Shuxiang menjalani hukuman, dia masih bisa mendapat pelajaran dari Sekte Pedang Langit termasuk menjalani misi yang sesuai dengan tingkat praktiknya.
"Ternyata begitu... Kalau begini aku jadi punya alasan pergi." Xiao Shuxiang kemudian bertanya, "Kapan kita akan berangkat?"
Jing Mi, "Sebaiknya segera, karena kami tidak bisa secepat senior yang lain. Saudara Hou yang akan membawamu, sementara aku akan bersama dengan Feng Ying dan Saudara Nie."
Xiao Shuxiang, "Hm? Nie Shang tidak terbang dengan pedangnya sendiri?"
__ADS_1
!
Nie Shang, "Itu.. Aku terbang terlalu lambat, tidak secepat Saudara Jing dan Saudara Hou.."
Xiao Shuxiang tersenyum, di kemudian meminta agar teman-temannya menunggu. Xiao Shuxiang ingin bersiap-siap terlebih dahulu.
Xiao Shuxiang meletakkan surat GrandElder Sekte Pedang Langit di atas meja Patriarch Ketiga, dia juga menulis sebuah surat untuk Sang Patriarch serta meletakkan satu guci arak berukuran sedang yang telah dikembangkannya.
Setelah selesai bersiap, Xiao Shuxiang mulai menghampiri teman-temannya. Mereka kemudian segera menaiki pedang terbang dan mulai pergi ke Sekte Pedang Langit.
Sepanjang jalan, Jing Mi dan Hou Yong beberapa kali bertanding untuk terbang lebih cepat. Xiao Shuxiang berperan sebagai penyemangat Hou Yong, sementara Nie Shang mendukung Jing Mi.
Perjalanan terasa lebih seru, apalagi Xiao Shuxiang mengajarkan beberapa trik kecil kepada Jing Mi dan Hou Yong agar bisa lebih cepat.
Hou Yong, "Saudara Xiao, apa Patriarch Ketiga yang mengajarimu trik ini?"
"Menurutmu, Saudara Hou?"
"Hmm, menurutku.. Patriarch yang mengajarimu, karena kau sudah lama tinggal bersamanya."
Xiao Shuxiang tersenyum dan kemudian mulai fokus melihat wilayah Sekte Pedang Langit yang sudah dekat.
Saat sampai di Sekte Pedang Langit, hari sudah sangat larut. Bahkan boleh dikatakan, Xiao Shuxiang hanya bisa tidur empat jam sampai sinar matahari kembali terbit.
Tidak melihat Sekte Pedang Langit beberapa lama, membuat suasananya terasa berbeda. Xiao Shuxiang segera berbaring dan memeluk bantalnya ketika dirinya sampai di dalam kamarnya.
"Saudara Jing, kau tidak memakai tempat tidurku, kan?" Xiao Shuxiang menyipitkan matanya ke arah Jing Mi.
Xiao Shuxiang hanya memeluk bantalnya dan berguling-gulingan di atas tempat tidurnya. Dia tidak akan tidur sebab mengetahui dirinya akan sulit bangun jika sudah tertidur.
Sambil menunggu matahari terbit, Xiao Shuxiang lebih memilih untuk berjalan-jalan. Dia mengunjungi dapur Balai Peristirahatan dan juga Balai Hukuman. Namanya ternyata sudah terpajang begitu agung dengan bintang merah terbanyak.
Setiap murid yang melihat namanya dipajang seperti ini pasti akan tertunduk malu, tetapi tidak dengan Xiao Shuxiang. Dia terlihat tersenyum bangga sambil memuji dirinya sendiri.
Pagi hari, semua murid Sekte Pedang Langit termasuk murid sekte lain berkumpul. Mereka mulai dibagi menjadi kelompok kecil yang terdiri dari dua orang untuk satu kelompoknya.
Murid-murid Sekte Kupu-Kupu terlihat gembira karena bisa bertemu Xiao Shuxiang lagi. Mereka sampai tidak mengenali Xiao Shuxiang yang menjadi semakin cantik. Qi Xuan dan Xiao Lu bahkan bertanya-tanya tentang jenis kelamin Xiao Shuxiang.
"Kenapa menanyakan itu?! Ingin kuperlihatkan kebangganku?!" Xiao Shuxiang malah tidak terlihat senang terus dikatakan cantik.
"Tapi kulitmu benar-benar halus dan lembut, Saudara Xiao.. Kau sebenarnya berlatih apa?" Qi Xuan mengusap-usap pipi Xiao Shuxiang.
"Kurasa, ini susu yang diberikan Tetua Tiga. Entah kenapa aku selalu meminumnya.."
Seorang murid Sekte Pedang Langit mulai berseru sehingga membuat Xiao Shuxiang dan teman-temannya berhenti berbincang.
"Semalam adalah bulan purnama. Seperti sebelumnya, tanah lapang milik Sekte Pedang Langit membentuk sebuah Gua. Dan gua ini akan tertutup lagi setelah dua hari.."
Murid tersebut juga mengatakan kepada seluruh murid junior untuk mendengarkan nama pasangannya. ".. Setelah mengetahui pasangan kalian masing-masing, segeralah masuk dan ingat! Kalian hanya boleh mengambil satu benda di dalam gua tersebut. Tidak mematuhi aturan ini, segel kalian akan aktif. Mengerti?!"
Seluruh murid menjawab secara serempak. Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali, dia tidak mendapat segel apa pun, sebab segel yang pernah diberikan padanya menghilang saat dirinya naik praktik. Bukankah itu artinya dia bisa mengambil lebih dari satu benda?
__ADS_1
"... tapi sebenarnya itu gua apa..?"
Satu persatu murid setelah mendengar namanya dan nama pasangannya, mereka kemudian mulai masuk ke dalam gua. Jing Mi berpasangan dengan Tan Bao, sementara Xiao Shuxiang berpasangan dengan Wen Tian.
Mendengar nama Xiao Shuxiang disebut, seluruh murid Sekte Pedang Langit seketika tersentak. Mereka kemudian langsung menatap anak yang bernama Xiao Shuxiang.
!!
"Jadi dia sudah kembali..?"
"Anak itu lagi, kupikir dia dihukum oleh Patriarch Ketiga.."
"Kapan dia datang..?"
Sian Ru terlihat mengepalkan tangan dan menggertakkan giginya, dia terlihat kesal karena Xiao Shuxiang sudah kembali. Di tempat lain, Dai Chen juga sama kesalnya. Padahal dia yakin, Xiao Shuxiang pasti sudah tewas sekarang karena telah merusak Teratai Bulan Patriarch Ketiga.
"Padahal aku pernah mendengar Patriarch Ketiga adalah orang yang kejam. Bukannya terlihat sekarat, anak itu malah baik-baik saja! Sialan..!"
Dai Chen lalu mendengar namanya yang ternyata berpasangan dengan Lan Guan Zhi. Dia sedikit tersentak, namun segera maju ke depan untuk menemui Lan Guan Zhi.
Xiao Shuxiang terlihat mencari pasangannya, pandangannya mulai mengarah pada seorang anak laki-laki yang nampak begitu gugup.
Xiao Shuxiang tersenyum senang, dia bertemu kembali dengan anak yang pernah ditemuinya saat berada di Desa Peristirahatan.
"Ayo, Wen Tian!" Xiao Shuxiang merangkul lengan Wen Tian dan dengan semangat menariknya masuk ke dalam gua.
!!
Wen Tian sendiri menahan napas, dia sangat tidak ingin bertemu dengan Xiao Shuxiang. D iantara banyaknya murid, kenapa dirinya harus berpasangan dengan anak ini?!
"Sekarang dia malah terlihat seperti monster. Aku pernah membaca tentang Hati Giok Hitam, dan itu adalah hati yang tidak memiliki perasaan belas kasihan sama sekali..! Dia bahkan lebih buruk daripada Demonic Beast..!"
"Wen Tian, kau kenapa? Lenganmu gemetaran dan kau terlihat pucat, apa kau sakit?" Xiao Shuxiang terlihat kebingungan saat menatap wajah Wen Tian yang terlihat ketakutan.
Wen Tian segera menggeleng, "A-a-aku baik-baik saja. A-aku hanya kegerahan dengan suasana gua yang terasa panas."
Xiao Shuxiang, "Hmm? Bukankah dia belajar mengendalikan Qi..? Apalagi, gua ini sama sekali tidak panas. Sepertinya, Wen Tian berbohong. Baiklah, kalau kau tidak sakit... maka itu bagus. Ayo jalan lagi..!"
Saat berjalan lebih dalam, Xiao Shuxiang dan Wen Tian beberapa kali bertemu Demonic Beast berwujud semut hitam. Keduanya bertarung cukup sengit dengan Demonic Beast tersebut.
Ada hal yang membuat Wen Tian terganggu ketika bertarung dengan semut hitam yang sebesar sapi dewasa ini dan itu adalah ekspresi Xiao Shuxiang.
Tidak ada seorang pun yang bisa tersenyum selebar Xiao Shuxiang ketika melawan demonic beast, apalagi Xiao Shuxiang beberapa kali tertawa kecil.
"Lututku lemas.. hah haah.. Kenapa aku harus berpasangan dengan anak mengerikan ini..?!" Wen Tian mengusap-usap dadanya.
Xiao Shuxiang dan Wen Tian kembali berjalan setelah berhasil mengalahkan demonic beast. Mereka memasuki gua lebih dalam lagi.
Samar-samar, Xiao Shuxiang mendengar suara langkah kaki yang seakan mendekat ke arah mereka.
"Hm?"
__ADS_1
***