XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
220 - Perubahan Yang Tidak Disadari IV


__ADS_3

Darah menetes di salah satu sisi bibir Han Na, ada retakan kecil di pelipis sebelah kanannya.


Seluruh boneka bayangannya telah dikalahkan. Namun, meski terdapat titik keringat di keningnya, Han Na masih berwajah tenang.


"Pemuda itu.. Dia masih belum mengusai Pusaka Langit Kedua dengan baik. Kalau tidak, pasti suara serulingnya akan terdengar di seluruh Benua Timur,"


Meng Yaoya masih sempat-sempatnya menyisir rambut saat melihat Xiao Shuxiang sedang meniup serulingnya di tempat lain. Dia dan kedua rekannya belum bergerak untuk menghentikan Xiao Shuxiang.


"Hm? Sepertinya akan turun hujan.."


"Kurasa langit mendukung kita. Sayang~ kau harus meminjamkanku pakaianmu~"


Liao Fa Xun menatap Meng Yaoya yang sedang berbaring penuh gaya sambil memperhatikan Xiao Shuxiang dari cermin milik Han Na.


Tidak ada yang tahu seperti apa raut wajahnya karena ditutupi topeng rubah, namun dari suaranya jelas membuktikan.. Liao Fa Xun adalah orang yang dingin.


"Siapa suruh kau berpakaian seperti itu, aku bahkan bisa melihat semuanya dengan jelas."


"Tapi kau sama sekali tidak tegang? Apa kau tidak punya~ hasrat pada wanita..?"


Bila ada yang ingin Liao Fa Xun kuliti hidup-hidup, maka itu adalah Meng Yaoya. Rekannya ini sangat tidak tahu malu, begitu percaya dirinya keluar rumah dengan dua helai kain tipis berwarna merah yang menutupi.. Tidak! Bahkan tidak menutupi bagian apapun di tubuhnya.


Jika bukan rambut panjangnya, Liao Fa Xun pasti akan melihat benda kecil di bagian atas tubuh Meng Yaoya. Pakaian para wanita di tempat bordil jelas jauh lebih baik.


AAAARGH!


!!


Liao Fa Xun tersadar kala mendengar teriakan kesakitan. Tatapannya fokus mengarah pada Xiao Shuxiang yang nampak di cermin milik Han Na.


Ada sekitar dua puluh orang yang terdiri dari manusia bisa dan kultivator tiga aliran mengeluarkan suara pilu karena kedua kaki dan tangan mereka terpelintir hingga terdengar suara retakan tulang.


Sambil terus memainkan Seruling Giok Putihnya, Xiao Shuxiang menggunakan teknik Pengendalian Darah untuk membuat luka pada kedua puluh manusia tersebut.


Dia menolong para kultivator yang masih bisa mempertahankan kesadarannya dari serangan manusia-manusia ini.


Para kultivator yang berasal dari ketiga aliran tidak memiliki waktu untuk terkejut, mereka sudah sangat kewalahan, bahkan beberapa diantara mereka kini sekarat.


!!


Lima buah cermin muncul kembali mengelilingi Xiao Shuxiang. Namun detik berikutnya kelima cermin tersebut pecah berkeping-keping.


"Siapapun dirimu, aku tidak akan membiarkan kau memunculkan boneka bayangan lagi,"


Xiao Shuxiang menggunakan tiga pekerjaan yang sulit secara sekaligus. Pertama, dia harus memfokuskan dirinya memainkan Pusaka Langit.


Kedua, dia menggunakan Qi yang langsung diserap dari alam hingga Qi yang tersimpan dikedua dantiannya tidak terpakai. Ketiga, dia memakai Qi tersebut untuk menggunakan teknik Pengendalian Darahnya.


Dibanding dengan fisik, jelas mental Xiao Shuxiang yang lebih diuji. Namun dia sama sekali tidak peduli, dirinya malah senang karena bisa memperdengarkan lagunya pada para manusia ini.


"Hm?"


Xiao Shuxiang merasakan punggungnya menghangat, dia cukup tersentak saat roh Phoenix Api tiba-tiba melesat naik dan memgembangkan sayapnya sambil mengeluarkan suara nyaring.


!!


Suara Phoenix tersebut seakan mengumandangkan dirinyalah Sang Penguasa Langit. Bunyi nyaringnya disertai dengan suara petir yang menggelegar.


Bersamaan dengan titik pertama dari hujan yang menetes, Phoenix tersebut melesat turun dan membakar tubuh kultivator yang sekarat.

__ADS_1


Titik pertama hujan menyentuh tanah, detik itu jugalah pasukan Kaisar Matahari Tengah berbenturan dengan Pasukan Kaisar Matahari Tenggelam.


Dan detik itu jugalah Lan Guan Zhi, Ling Qing Zhu, beserta lima puluh orang murid Sekte Pedang Langit melesat sebagai bantuan Xiao Shuxiang.


Wen Tian dan kedua rekannya berniat ikut, namun mereka ditahan oleh Patriarch Lan. Jauh lebih baik ketiganya tetap di sekte dan beristirahat.


Ling Qing Zhu sendiri telah memutuskan untuk tinggal lebih lama di Benua Timur.


Awalnya, Sang Kakak yakni Ling Lang Tian pernah mengatakan bahwa dirinya akan mengizinkan Ling Qing Zhu tetap tinggal andai Sang Adik dapat memberikan alasan yang memuaskan padanya.


Ling Qing Zhu dengan polosnya berkata masih mau belajar memasak. Dia mengatakan tidak suka disebut 'gadis payah' oleh seorang pemuda yang sering memaksanya memetik teratai di tengah danau sambil mengomel tidak jelas.


Dirinya juga tidak mau terus disebut sebagai 'Kucing Putih', jelas itu sebuah penghinaan terhadap namanya. Alasan lainnya adalah wasiat pamannya jauh sebelum dirinya menginjakkan kaki di tanah benua ini, dan Ling Lang Tian mengetahuinya.


Di Sekte Tengkorak Darah, Lai Kuan Ye beberapa kali berjalan mondar-mandir, wajahnya nampak cemas. Baru kali ini hujan turun dan membuat perasaannya mendadak sangat risau, padahal biasanya turunnya hujan selalu membuatnya merasa tenang.


Lai Kuan Ye mencemaskan putri dan murid-muridnya. Dia tahu mereka sedang pergi ke berbagai tempat di Kekaisaran Matahari Terbit dan Kekaisaran Matahari Tengah, itu sudah terjadi seminggu yang lalu.


Tidak pernah ada rasa khawatir di hati Lai Kuan Ye bila putri dan murid-muridnya pergi bertualang bahkan berbulan-bulan lamanya, namun entah mengapa tiba-tiba saja rasa cemas menyelimuti hatinya hari ini.


!!


"Apa mungkin Xiao.. Shuxiang..?!"


Mata Lai Kuan Ye membulat, dia baru ingat! Perasaan tidak mengenakkan ini pernah terjadi sebelumnya, lebih dari seratus tahun yang lalu.


Benar! Inilah perasaan itu! Dimana hati dan pikirannya kompak memberitahukan dirinya bahwa akan terjadi kekacauan yang melibatkan seluruh makhluk di Benua Timur.


"Ini bahkan jauh lebih buruk dari waktu itu,"


Lai Kuan Ye segera bergegas menuju Sekte Pedang Langit, dia ingin mencari keponakan nakalnya di tempat tersebut.


!!


Trang!


Traang!


TRAANG!


Perang besar antara pasukan kedua kekaisaran terjadi di perbatasan wilayah mereka. Letaknya jauh dari Sekte Pedang Langit sehingga berita perang ini masih belum sampai di telinga GrandElder dan para Patriarch.


Hanya orang-orang yang berada di markas besar Asosiasi Bangau Merak yang tahu perang ini. Namun mereka sama sekali tidak melakukan tindakan apapun karena menganggap ini hanya perang antar manusia biasa, tidak berhubungan dengan kultivator apalagi dengan anggota mereka.


Pemikiran seperti inilah yang justru dapat mengundang kematian mendekat. Ketidakpedulian terhadap masalah yang dianggap kecil dapat membuat mereka berada dalam bahaya.


Tiga kota kembali berhasil di amankan Xiao Shuxiang. Asap hitam keluar dari mulut, hidung, dan telinga manusia serta kultivator yang terbaring.


Ketika asap tersebut memadat dan menyerupai seperti bola, lalu perlahan menghilang.. Xiao Shuxiang kembali merasakan sesuatu yang aneh di dadanya.


Dirinya lalu turun dan meracik herbal lagi, roh Api Phoenix-nya membantu Xiao Shuxiang menyelamatkan kultivator yang sekarat. Kecepatan penyembuhan roh ini bahkan melebihi kecepatan Pil Napas Naga.


Hujan tidak menjadi penghalang bagi Xiao Shuxiang dan teman-temannya. Sebelum musuh benar-benar menampakkan wujudnya.. Mereka sebisa mungkin harus menyelamatkan banyak orang.


!!


Banyak kultivator yang mempertanyakan identitas Xiao Shuxiang. Jelas mereka semua terkejut, pertama kali seorang pemuda menggunakan seruling sebagai senjata mampu menumbangkan seluruh manusia yang dikendalikan.


Pertama kali juga mereka melihat seorang pemuda meracik herbal dengan memakai api yang aneh. Mengejutkannya lagi, hasil dari racikan tersebut menjadi kepulan asap berwarna keemasan yang apabila menyentuh kulit.. Seluruh luka bahkan tenaga mereka pulih seketika.

__ADS_1


!!


"Ta-Tanganku..?!"


Seorang kultivator yang berpakaian ungu kehitaman begitu terkejut saat tangan kanannya yang telah tertebas perlahan tumbuh kembali. Kultivator yang melihatnya juga nampak membulatkan mata.


"Di-Dia.. Apa Seorang Alkemis?"


"Pemuda itu masih berusia muda, praktiknya juga.."


!!


Kultivator yang berasal dari aliran putih terkejut saat membaca praktik Xiao Shuxiang. Ini pertama kali dirinya melihat ada Alkemis muda dengan praktik rendah namun begitu berbakat.


".. Aku tidak tahu harus menyebutnya jenius atau bukan, tapi.. Dia sangat hebat.."


"Corak pakaiannya juga berbeda, siapa pemuda itu? Apa dia berasal dari salah satu sekte di Aliran Hitam?"


Bahkan kultivator yang benar-benar berasal dari Aliran Hitam sama sekali tidak mengenalnya, dia tanpa sadar menjawab pertanyaan dari kultivator yang berbeda aliran dengannya. Sepertinya kekacauan ini membuat mereka melupakan permusuhan antar aliran untuk sementara.


Salah satu kultivator yang awalnya dikendalikan mulai siuman. Hal pertama yang dilihatnya adalah wajah seorang pemuda yang seperti tidak asing bagi dirinya.


"Itu.. Apa Saudara Xiao..?"


Kultivator ini adalah seorang gadis muda yang berusia 18 Tahun, dia merupakan murid dari Sekte Pedang Kembar, salah satu sekte Aliran Putih di Kekaisaran Matahari Terbit.


Dia mengenal Xiao Shuxiang saat berada di Sekte Pedang Langit untuk belajar. Meski telah dewasa, namun wajah pemuda tersebut mengingatkannya dengan Si Pembuat Onar.


Dirinya baru ingin bicara, namun Xiao Shuxiang segera melesat pergi saat merasa tempat ini telah aman.


Di Sekte Bunga Lotus sekarang, Qi Xuan telah bertemu dengan Huan Fei. Mereka bekerjasama mengikat seluruh murid yang dikendalikan dengan pusaka berupa tali pengekang.


Zhi Shu juga mengurung para lawannya dengan es dari anak panahnya. Dia dapat melesatkan sepuluh anak panah secara sekaligus yang langsung membekukan siapapun sasarannya.


Pusaka Bumi miliknya begitu hebat, dalam satu tarikan.. Sepuluh anak panah dari es terbentuk. Zhi Shu mampu memanah puluhan manusia serta kultivator dalam waktu beberapa menit.


Dia bertugas sebagai penyerang jarak jauh, melindungi para rekannya dari belakang. Terima kasih pada Saudara Xiao-nya yang telah membelikan pusaka tak ternilai ini.


".. Aku benar-benar menyukainya,"


"Zhi Shu..! Sudah kubilang Saudara Xiao milikku. Jangan pernah berani berebut denganku..!"


Yi Wen mengikat tiga orang manusia dan mematahkan kedua kaki dan tangan mereka supaya tidak dapat lagi bergerak. Dirinya telah ditegur beberapa kali untuk tidak menyakiti orang-orang yang dikendalikan, namun tetap saja Yi Wen membandel.


".. Saudara Xiao tidak akan suka dengan gadis bar-bar seperti dirimu. Jelas dia akan lebih memilih gadis penyayang dengan suara menenangkan penuh kelembutan sepertiku,"


"Cih, Saudara Xiao juga bar-bar. Tentu dia akan memilih gadis yang punya sifat seperti dirinya, yaitu aku."


Yi Wen dan Zhi Shu nampaknya sedang bersaing memperebutkan laki-laki yang telah jelas pernah menolak keduanya.


Tidak ada dari keduanya yang mau menyerah meski Xiao Shuxiang sudah mengatakan dirinya pantang menikahi saudara seperguruan. Andai yang bersangkutan ada di sini, entah bagaimana pendapatnya.


Saat ini, pemuda yang diperebutkan Yi Wen dan Zhi Shu sedang fokus menyelamatkan banyak nyawa manusia di kota lain, dia beruntung sebab tidak ada segel pelindung di setiap kota hingga dirinya mampu melesat kemanapun.


Xiao Shuxiang benar-benar mengeluarkan banyak sumber daya hanya demi menyelamatkan nyawa manusia.


Entah dirinya sedang sadar atau tidak saat melakukan ini.


Tapi bisa dibilang, dia seperti telah lupa dengan identitasnya yang seorang kultivator Aliran Hitam, lupa bahwa dibanding dengan menolong, dirinya lebih menyukai pertumpahan darah.

__ADS_1


Xiao Shuxiang seakan melupakan gelarnya yang seorang 'Bintang Penghancur'.


***


__ADS_2