
Ling Lang Tian berjalan penuh ketenangan, salah satu tangannya berada di belakang punggung dan dirinya nampak seperti gunung suci yang kokoh.
Jika dilihat dari atas, halaman tempat keluarga 'Ling' berbentuk persegi dengan taman serta kolam ikan di tengahnya. Jarak antara kamar Ling Lang Tian dengan Ling Qing Zhu cukup jauh, namun sebenarnya saling berseberangan.
Karena itulah, saat berbalik dan memandang ke arah kamar adiknya, Ling Lang Tian dapat melihat ada orang yang duduk di atas atap.
Pandanganya jelas, seluruh indra Ling Lang Tian bekerja dengan baik, dan dia tidak pernah menurunkan kewaspadaan. Tidak adanya tindakan yang dia lakukan pada sosok itu adalah karena Ling Lang Tian tahu siapa yang duduk di atap sana.
Lambaian tangan dari sosok itu membuatnya mendengus pelan, dia lantas berbalik dan mulai menggeser pintu kamarnya.
Ling Lang Tian masuk ke dalam kamar begitu saja dan kembali menutup pintu. Tangan yang melambai padanya mulai turun dengan perlahan.
Pakaian sosok itu berwarna hitam dengan jubah ungu bermotif sayap kupu-kupu. Terlihat begitu indah dan serasi dengan tubuh feminimnya.
Dia mempunyai mata yang indah, sedikit berkilat ungu ketika tertimpa cahaya. Angin sejuk memainkan-mainkan rambut sepanjang lehernya, dan juga jubah ungu bercorak sayap kupu-kupu miliknya.
Dari postur tubuh dan wajahnya, sosok itu jelas sekali adalah perempuan. Siapa pun akan langsung tahu bahwa dia merupakan salah satu dari saudara seperguruan Xiao Shuxiang.
"Yi Wen..!"
?!
Sebuah seruan terdengar, Yi Wen sedikit tersentak dan kemudian menolehkan pandangan. Dia melihat seseorang yang menapak tanpa suara di atap ini, jaraknya hampir dua meter dari tempatnya duduk.
"Apa yang kau lakukan di sini, Yi Wen?"
Sosok tersebut merupakan pemuda aneh berpakaian hitam kemerahan dengan riasan wajah yang mirip seperti hantu gantung. Yi Wen mengembuskan napas kecewa saat tahu siapa yang dilihatnya.
"Ternyata kau, Bocah Pengemis Gila.."
Bocah Pengemis Gila mulai duduk di tempatnya berdiri, "Benar, ini aku. Memang kau mengharapkan siapa?" dia tidak berjalan mendekati gadis bertubuh bagus itu karena merasa kurang nyaman.
Siapa pun tahu Bocah Pengemis Gila memiliki perilaku yang menyimpang. Dia jelas tidak akan mau dekat dengan manusia yang berbeda jenis kelamin darinya, walau dia tidak pernah menghindar bila diajak bicara.
"Kupikir tadi kau Saudara Xiao.." Yi Wen mengernyit kala memperhatikan baik-baik wajah Bocah Pengemis Gila. Dia pun berkata, "Apa kau meninggalkan kamarmu dengan dandanan seperti itu?"
Bocah Pengemis Gila tersenyum menggoda, tapi malah membuat wajah Yi Wen memucat. Gadis itu berhenti memain-mainkan rambutnya dan berusaha menahan diri untuk tidak muntah.
"Yi Wen, kau kenapa? Ini adalah dandanan terbaik yang kupunya, dan butuh waktu lama untuk melakukannya. Bokongku bahkan sampai pegal terus duduk di depan cermin,"
"Kau membuatku merinding.." Yi Wen mengusap-usap lengannya, ".. Untuk apa kau merusak ketampanan wajahmu dengan riasan mirip hantu gantung itu..? Haah.. Aku jadi kasihan pada Saudara Xiao, entah bagaimana dia bisa sampai berteman denganmu,"
Bocah Pengemis Gila mendengus dan membelai pelan rambut poninya, dia menggunakan siku kanannya sebagai sandaran sambil menengadahkan pandangan ke arah langit.
"Yi Wen oh Yi Wen, aku tidak pernah merasa memiliki wajah yang tampan. Tapi karena kau mengatakan itu, apa mungkin kau mulai tertarik padaku?"
!!
Ucapan Bocah Pengemis Gila membuat Yi Wen merasa seperti digigit ular. Dia terlonjak kaget dan nyaris terjatuh, tingkahnya barusan membuat pemuda dengan tongkat bambu itu terkejut.
"Yi Wen, kau kenapa?! Salah tingkah sampai sebegitunya bukan hal baik, aku tidak akan pernah menolongmu meski kau terjatuh,"
"Siapa yang butuh pertolonganmu?! Kau wajah bebek sialan. Aku tidak akan pernah tertarik padamu, tidak bahkan dalam mimpi sekalipun..!"
"Oh, tapi kenapa wajahmu memerah?"
"Aku marah! Kalau aku marah, wajahku seperti ini tahu..!" Yi Wen spontan melepas sepatunya dan melemparkannya pada Bocah Pengemis Gila.
!!
__ADS_1
Refleks Bocah Pengemis Gila memang hebat, dia menangkap sepatu itu dengan sangat mulus. "Kau gadis menyebalkan! Kalaupun marah, jangan melempariku seperti ini. Kau pikir aku apa..?!"
"Kau pemuda tidak tahu malu, aneh, dan homo..! Pergilah jauh-jauh dariku..! Melihatmu membuatku gatal-gatal, pergi..!"
Bocah Pengemis Gila berkedip, dia tidak akan menuruti Yi Wen meski gadis itu memelototinya dan seperti ingin memakannya hidup-hidup. Dia masih ingin duduk serta bersantai di tempat ini.
"Bocah Pengemis Gila, kembalikan sepatuku..!"
"Kau sendiri yang melemparnya padaku, kenapa sekarang memintanya kembali?"
"Kau.." Yi Wen mengepalkan tangannya dan kemudian mengembuskan napas. Dia berusaha untuk menenangkan diri dan tidak berteriak pada pemuda menyebalkan bertongkat bambu itu.
Akhir-akhir ini Yi Wen memang sulit sekali mengontrol emosi saat bertemu Bocah Pengemis Gila. Bawaannya, dia ingin selalu menarik pedang dan menebas leher pemuda itu saat bertemu.
"Sudahlah.. Kalau kau memang tetap mau di sini, maka terserah." Yi Wen memperbaiki posisi duduknya, dia juga belum mau meninggalkan tempat ini.
Perdebatan antara Yi Wen dengan Bocah Pengemis Gila dapat didengar oleh Ling Qing Zhu. Itu karena keberadaan keduanya berada tepat di atap kamar adik dari Ling Lang Tian tersebut.
Ling Qing Zhu yang sedang melanjutkan tulisannya nampak menengadah, dia lalu mengembuskan napas dan berharap semoga dua orang yang ada di atap kamarnya tidak berakhir dalam pertarungan.
Sebenarnya, tidak hanya Ling Lang Tian. Dia juga menyadari keberadaan seseorang di atap namun tidak mengatakan apa-apa karena tahu orang tersebut tidak memiliki niatan membunuh.
Apalagi sekarang, dia bisa mengenali bahwa yang ada di atap kamarnya adalah Yi Wen dan Bocah Pengemis Gila. Suara kedua temannya itu tidak pernah dia lupakan.
"Yi Wen.." Bocah Pengemis Gila kembali bersuara, dia melempar kembali sepatu di tangannya dan langsung ditangkap oleh Yi Wen.
".. Kau belum menjawab pertanyaanku, apa yang kau lakukan di sini?"
Yi Wen memakai kembali sepatunya, "Kalau kubilang tidak ada, kau pasti tidak akan percaya. Maka dengarkan, aku kemari awalnya ingin mengunjungi Nona Ling, tapi Saudara Xiao sudah mendahuluiku. Makanya sekarang aku berakhir di sini,"
"Shuxiang? Apa dia bersama Lan'Er Gege?" Bocah Pengemis Gila seketika bersemangat, dia sudah lama menunggu kedatangan kedua pemuda itu.
"Tidak.. Aku tidak melihat Tuan Muda Lan, hanya Saudara Xiao. Tapi kenapa kau tanyakan itu? Apa seharian ini mereka berdua pergi?"
Bocah Pengemis Gila menatap Yi Wen yang terlihat menaikkan sebelah alisnya. Gadis itu sepertinya belum tahu kerenggangan hubungan Xiao Shuxiang dengan Lan Guan Zhi dan tentang keduanya yang terlibat pertarungan.
"Yaa.. Begitulah, Shuxiang menculik Lan'Er Gege dan pergi berkencan. Mereka meninggalkanku sendirian di tempat ini.." Bocah Pengemis Gila merasa tidak perlu memberi tahu Yi Wen yang sebenarnya, gadis itu nantinya menjadi banyak bertanya.
"Bocah Pengemis Gila, kau terus saja menyebut 'Lan'Er Gege', 'Lan'Er Gege'.. Itu menggelikan. Lagipula, kau tak terlihat lebih muda dari Tuan Muda Lan. Aku bahkan tidak bisa menebak berapa usiamu."
Yi Wen terlihat serius, kualitas tulang Bocah Pengemis Gila sangat tidak wajar. Dia bisa menebak usia orang lain dari kualitas tulangnya, tetapi pemuda bertongkat bambu itu sama sekali berbeda. Dia jadi penasaran dengan identitas Bocah Pengemis Gila yang sebenarnya.
"Yi Wen, untuk membuatmu terlihat lebih muda adalah dengan menyebut orang lain sebagai kakak, apa kau tidak tahu aturan ini?"
"Bagus sekali.." ucapan Yi Wen terdengar meledek, ".. Dari sekian banyaknya pria, hanya kau yang benar-benar sangat memalukan.." Yi Wen menggelengkan kepalanya, dia lalu bertanya mengenai usia Bocah Pengemis Gila.
Yi Wen berkata, "Jujur saja, aku tidak bisa menebak berapa usiamu. Kau seperti 25 Tahun, tapi kurasa itu tidak benar. Menurutku.. Usiamu lebih tua dari Grand Elder Sekte Pagoda Langit,"
Bocah Pengemis Gila mengusap-usap tengkuknya dan mengembuskan napas. Gadis berjubah mirip sayap kupu-kupu berwarna ungu tersebut nampak seperti mencari tahu tentang dirinya.
"Mm.. Entahlah, aku tidak ingat hal-hal sepele begitu.. Kenapa kau menanyakannya?" Bocah Pengemis Gila tersenyum aneh, "Aku sekarang jadi semakin yakin bahwa kau benar-benar tertarik padaku."
Yi Wen tersentak, "Mana mungkin aku tertarik padamu, kau-"
"Buktinya kau menanyakan tentang usiaku. Kalau tidak tertarik, lalu apa..? Kau sudah suka padaku, kan?" Bocah Pengemis Gila memeluk erat tongkat bambunya, dia memasang ekspresi yang seakan takut pada gadis berambut pendek tersebut.
"Yi Wen.." suara Bocah Pengemis Gila terdengar pelan, ".. Mm.. Walau kau tertarik padaku, tapi aku sama sekali tidak suka padamu. Tipeku itu.. Pria bertubuh bagus seperti Lan'Er Gege dan punya otot besar seperti Saudara Jing. Kau perempuan, jadi.."
"Siapa yang tertarik padamu..!" Yi Wen benar-benar syok mendengar ucapan Bocah Pengemis Gila, "Bahkan jika kau pria terakhir di dunia ini, aku tetap tidak akan memilihmu. Kau pria homo yang menyebalkan!"
__ADS_1
"Mm.. Hati-hati dengan ucapanmu. Kau seorang gadis dan yang kutahu, hati perempuan itu mudah sekali luluh. Hari ini mungkin kau tidak suka padaku, tapi masa esok tidak ada yang tahu.."
Yi Wen bergidik, dia tidak ingin membayangkan hal yang bukan-bukan tentang dirinya atau tentang Bocah Pengemis Gila. Dia menyukai Saudara Xiao-nya dan hatinya masih tertuju pada Koki Alkemis itu.
"Oh ya, kapan kau kembali?" Bocah Pengemis Gila teringat sesuatu, "..Bukannya kau mengunjungi Xiao Lu?"
"Benar. Aku kembali sore tadi, Kakak Lu Yang Cantik tidak dibiarkan pergi jauh oleh Dai Chen. Karenanya aku pulang kemari.."
Bocah Pengemis Gila sedikit mengerutkan keningnya. Yi Wen pergi ke Benua Timur dibantu oleh Hu Li, tetapi sepertinya gadis itu hanya mengunjungi Xiao Lu dan kembali kemari. Yi Wen pasti tidak lama berada di benua tersebut, karenanya dia tidak tahu Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi ada di sana.
Sebenarnya, Bocah Pengemis Gila menduga Xiao Shuxiang mendorong Lan'Er Gege-nya ke dalam Cermin Pemindah adalah untuk membuat mereka pulang ke Benua Timur. Hanya tempat itu yang menurutnya nyaman untuk menyelesaikan permasalahan di antara keduanya.
"Kau masih mau di sini, kan?" Bocah Pengemis Gila mulai berdiri, "Aku ingin mengunjungi Jing Mi dan sebaiknya kau jangan berkeliaran ke mana-mana, apalagi duduk di atap kamar orang lain."
Yi Wen menatap langit dengan ekspresi wajah yang serius, "Bukankah lebih baik kau juga jangan berkeliaran? Monster sepertimu apa tidak punya gunung suci sendiri?"
Bocah Pengemis Gila baru akan pergi, namun dia mengurungkan niat saat mendengar ucapan Yi Wen. Dia berbalik dan menatap gadis itu dengan wajah yang keheranan.
Bocah Pengemis Gila, "Kau ini bicara apa..? Aku tidak mengerti maksudmu,"
"Tidak perlu berpura-pura. Sejak awal melihatmu, aku sudah merasa aneh. Kau jelas-jelas memiliki kemampuan, tapi masih saja bertingkah lemah di depan saudaraku dan Tuan Muda Lan. Sebenarnya apa yang kau inginkan dari mereka?"
Bocah Pengemis Gila memperhatikan Yi Wen. Entah sejak kapan langit telah berhias ribuan bintang, tetapi meski suasana gelap--dirinya masih bisa melihat wajah gadis berambut pendek itu.
"Yi Wen, daripada kau mencampuri urusanku--bukankah lebih baik kau pedulikan urusanmu sendiri. Jika kau terus bermain-main dengan api, kemungkinan kau akan terbakar. Kau tahu jelas apa maksudku,"
Bocah Pengemis Gila berjalan menghampiri Yi Wen dan berdiri tepat di dekat gadis itu. Dia menatap lurus ke depan dan kembali bersuara, ".. Aku berharap kau tidak membuat masalah dalam acara pernikahan Shuxiang."
Yi Wen sama sekali belum beranjak dari tempat duduknya. Ucapan terakhir Bocah Pengemis Gila terdengar dingin dan menekan. Dia bisa merasakan pemuda itu mulai melompat pergi meninggalkannya.
"Bocah Pengemis Gila.. Aku juga tidak ingin ada yang menjadi pengganggu dalam pernikahan Saudaraku. Itu tidak boleh sampai terjadi."
Yi Wen masih tetap duduk di tempat yang sama. Tidak ada yang tahu apa yang dia pikirkan jika melihat dari ekspresi wajahnya. Namun yang jelas, Yi Wen tidak berniat membuat masalah.
"Wen'Er.. Pemuda itu.. Dia sepertinya curiga padamu."
Suara Tua Bangka terdengar di telinga Yi Wen, dia tidak lain adalah Kakek dari gadis tersebut.
"Aku juga curiga padanya. Ada yang aneh pada Bocah Pengemis Gila.. Aura yang kurasakan darinya sama seperti.. Seperti.."
"Kenapa kau harus berpikir keras? Dia adalah salah satu dari Pilar Dunia."
!!
Yi Wen terkejut, mulut terbuka saking tidak percayanya. "Kakek, kau yakin? Dia pemuda homo, bagaimana bisa menjadi bagian dari Pilar Dunia?! Dia Homo Kakek..!"
"Itu yang kurasakan dan aku benar-benar yakin. Jika dia serius, kau tidak akan pernah bisa menyembunyikan apa pun darinya."
Yi Wen berkedip, dia pun mendengus pelan dan lalu tersenyum. Tidak disangka Saudara Xiao-nya memiliki teman yang merupakan seorang Pilar Dunia. Awalnya dia pikir Saudaranya itu mewarisi gelar tersebut dari Duan De, karenanya dia ingin menguji Koki Alkemis itu.
"Mengejutkan. Bocah Pengemis Gila membuatku terkejut. Dia dapat menjadi penghalang dari rencana Qian Kun, ini tidak bisa dibiarkan."
"Apa kau akan membunuhnya? Aku memperingatkanmu, Wen'Er. Kau tidak akan bisa mengalahkannya. Pemuda itu memiliki kemampuan yang lebih tinggi darimu,"
Yi Wen memang berniat melakukannya, tetapi dia juga memikirkan ucapan dari roh kakeknya. Perlahan, seringai muncul di wajah cantiknya.
"Tua Bangka, apa kau pikir membunuh orang harus selalu tentang pertumpahan darah? Aku akan menggunakan bakat terpendamku, Siasat Gadis Cantik. Pemuda homo dan menjijikkan itu.. Aku akan menaklukkannya," Yi Wen mengibaskan pelan rambutnya, dia terlihat begitu percaya diri.
***
__ADS_1