XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
283 - Menuju Pelabuhan Hitam


__ADS_3

Setiap kota di Kekaisaran Es Abadi selalu diselimuti dengan segel pelindung, kondisi ini membuat kultivator seperti Xiao Shuxiang dan Hu Li tidak bisa terbang di atasnya.


Segel tersebut juga berfungsi mencegah orang yang tidak mempunyai persetujuan dari penjaga atau token khusus yang membantu mereka untuk masuk.


Keadaan yang selalu turun salju membuat banyak warga tidak pernah melakukan perjalanan ke luar kota jika perjalanan itu tidaklah penting, karenanya saat sebuah kota diserang dari dalam.. Informasi tersebut akan lambat sampai di telinga warga kota lain.


Washi masih baru menerima misi membantai Demonic Beast sebelum binatang-binatang itu memasuki Kota Rumpun Bulan dan membuat kekacauan. Namun rupanya misi itu sudah terlalu lambat dia terima. Kota Rumpun Bulan telah jatuh ke tangan para Demonic Beast.


"Sialan," suara Washi terdengar menggeram, tangan kanannya yang memegang katana nampak mengepal kuat. Dia memperhatikan salah satu Demonic Beast yang memegang potongan tangan manusia dari sebuah atap.


Taiga yang berada di sampingnya juga terlihat penuh amarah, keduanya baru akan bergerak namun sesuatu tiba-tiba melintas dan menghantam Demonic Beast tersebut.


!!


Washi dan Taiga terkejut, sesuatu itu tidak lain adalah Xiao Shuixang. Teman baru mereka seperti menyerahkan diri untuk mati karena menyerang kumpulan Demonic Beast tanpa rencana apa pun.


"Apa dia tidak sayang nyawa?!"


Washi tidak habis pikir dengan kegilaan teman barunya. Belum hilang rasa terkejut dari wajahnya, mendadak Yuuichi melesat dari salah satu gedung dan bersama-sama dengan Xiao Shuxiang dirinya menyerang para monster tersebut.


TRAANG!


Percikan api terlihat ketika dua senjata berbenturan dengan keras. Demonic Beast bertubuh manusia itu menggunakan pedang lebar dan bergerigi, senjata yang ampuh untuk merobek tubuh lawan.


"Manusia tidak sadar diri! Besar juga nyalimu menyerang tempatku,"


"Oh, rupanya kau bisa bicara?"


Hanya sekali hentakan senjata dari Xiao Shuxiang, Demonic Beast tersebut terdorong sejauh tujuh meter. Padahal ukuran tubuhnya tiga kali lipat lebih besar daripada pemuda berpakaian merah itu.


Para Demonic Beast ini berusia 2000 sampai 3000 Tahun. Bisa memiliki tubuh manusia dan juga mampu berbicara lancar hanya ada satu kemungkinan, mereka telah menggunakan sebuah Teknik Terlarang.


"Tidak hanya di Benua Timur.. Teknik itu juga ada di Benua ini.."


Xiao Shuxiang sambil menangkis dan membalas serangan yang datang.. Dirinya juga sedang berpikir, bagaimana mungkin Teknik Terlarang bisa semudah itu ditemukan dan dipelajari? Apalagi oleh Demonic Beast yang notabenenya adalah binatang. Kemungkinan terburuknya ada yang menjadi dalang dari semua ini.


TRAANG!


Yuuichi sendiri sedang bertarung dengan dua monster sekaligus, teman-temannya yang lain mulai keluar dari tempat persembunyian saat melihat dirinya kewalahan.


"Kau baik-baik saja, Yuuichi?" Washi bertanya saat dia berada di dekat temannya, namun tatapannya tetap fokus mengarah pada lawan.


"Mn, kau urus bagian belakang. Serahkan yang di sini padaku,"


Setelah berkata demikian, Yuuichi segera melesat. Dia menyerang dua Demonic Beast tanpa rasa takut sedikit pun. Matanya bahkan memperlihatkan sekelebat kilatan, dia seakan memang sudah lama menginginkan pertarungan semacam ini.


TRAANG!


Washi tidak mau kalah, dia dan Taiga menggunakan teknik berpedang andalan mereka. Keduanya bukanlah kultivator, karenanya dibanding dengan Qi.. Mereka memakai Teknik Pernapasan.


"Manusia kurang ajar! Mati kalian..!"


Salah satu monster menggeram, sebuah asap tipis berwarna hitam keluar dari bawah kakinya. Aura ini begitu pekat dan dengan cepat mulai menyebar luas, Washi dan Taiga yang melihatnya langsung melompat mundur ke belakang.


Ada sekitar tiga monster yang dapat mengeluarkan aura sepekat ini, mereka tidak pernah main-main bila bertarung dengan pendekar.


BAAAM!


Satu Demonic Beast menghantam sebuah pohon hingga tumbang. Belum sempat dirinya berdiri, mendadak serangan kembali datang dan tepat mengenai tengah dadanya.


"Aaakh..!" pekikannya tertahan, dalam sekejap dia telah kehilangan nyawa dengan mata yang terselip ke atas.


Tangan yang menembus dadanya mulai tertarik. Pemuda berpakaian merah yang tidak lain adalah Xiao Shuxiang mulai menarik napasnya, "Pil pelumpuh yang kubakar sepertinya tidak mempan pada monster-monster ini, dan malah sangat mempan pada manusia.."


Xiao Shuxiang merasa telah berbuat kesalahan. Dia kemudian melesat ke arah Demonic Beast yang lain dan sesekali memperhatikan warga Kota Rumpun Bulan yang masih terkurung, mereka terkulai lemas sambil sekuat tenaga berdiri.


Sayangnya usaha mereka sia-sia belaka, asap tipis dari pil pelumpuh yang dibakar oleh Api Biru kecil Xiao Shuxiang akan terus berefek selama lebih dari tiga jam. Berusaha sekeras apa pun, mereka tetap tidak akan sanggup melepaskan diri.


"A-apa ini..?!"


?!


Xiao Shuxiang tersentak saat mendengar seruan dari Washi, teman barunya terjatuh tiba-tiba dan kesulitan berdiri. Dia baru tersadar belum memberikan penawar dari pil pelumpuh miliknya pada teman-teman barunya selain keturunan Penatua Da Lin.


Lokasi Xiao Qing Yan bertarung cukup dekat dengan Washi, melihat pemuda itu mendapat serangan dari belakang membuat dia melesatkan sarung katana miliknya yang tepat mengenai pergelangan tangan Demonic Beast hingga senjatanya itu terlepas.


Washi berguling sekuat tenaga demi menghindari serangan yang datang. Bukan hanya dirinya yang tiba-tiba terjatuh, tetapi Taiga, Yuuichi, Yota, dan Hu Li juga demikian.


Kaki mereka mendadak lemas, ini sangat berbahaya. Apalagi lawan ternyata tidak hanya berjumlah sepuluh, mereka benar-benar dalam kondisi yang mengkhawatirkan.


TRAANG!

__ADS_1


Yuuichi masih berusaha menahan serangan meski kedua kakinya sulit digerakkan, dia mendengar seruan Xiao Shuxiang yang menyuruhnya menangkap sesuatu.


Tangannya menangkap benda yang dilemparkan Xiao Shuxiang, tanpa bertanya terlebih dahulu dia mulai menelan benda yang rupanya adalah pil berwarna putih susu.


Xiao Shuxiang juga melemparkan pil pada Washi, Hu Li, dan teman-temannya yang lain. Dia tidak merasa kesulitan saat melakukannya walau melawan dua Demonic Beast sekaligus.


TRAANG!


Hanya dalam satu tarikan napas, kaki Yuuichi mulai bisa digerakkan kembali. Meski demikian, sebuah serangan dari salah satu monster mengenai lengan kirinya.


Api biru Xiao Shuxiang yang masih membakar pil pelumpuh langsung terbang ke arah Yuuichi dan menyelimuti tubuhnya. Tidak butuh waktu lama sampai semua luka di tubuh pemuda itu pulih seketika.


!!


"Siapa kau sebenarnya?!" Salah satu Demonic Beast yang menghadapi Yuuichi memperlihatkan rasa keterkejutan, sangat disayangkan dia bertanya pada pemuda yang hemat bicara.


Yuuichi seketika menghilang dari pandangannya, belum sempat dia menoleh.. Sebuah serangan datang dari arah kirinya.


Dalam waktu sekedipan mata, lengan kanan Demonic Beast tersebut terjatuh bersamaan dengan pecahnya suara pekikan karena rasa sakit yang dideritanya.


"Aaaak..!"


Yuuichi kembali menebas lengan Demonic Beast tersebut, kekuatannya meningkat sejak tubuhnya diselimuti oleh api biru kecil milik Xiao Shuxiang.


"Aaaaak..! Manusia.. Kurang Ajar..!"


Pekikan kembali terdengar, Yuuichi tidak segera menghabisi Demonic Beast itu. Dia malah pergi menjauh dan mengarahkan serangan pada Demonic Beast yang lain. Yuuichi seakan membiarkan monster yang dia tebas tadi mati karena kehabisan darah.


TRAANG!


Bukan hanya Yuuichi yang suka mendengar pekikan pilu lawan-lawannya, tetapi Xiao Shuxiang juga demikian. Entah sejak kapan Seruling Giok Putih di tangannya berganti menjadi Yīng xióng, dengan pedang tersebut dirinya mampu memberi tebasan mematikan pada lawan.


CRAASH!


Yīng xióng sama sekali tidak bermurah hati ketika lawannya merupakan Demonic Beast. Dia seperti pedang yang kelaparan dengan daging dan darah.


Hanya sekali tebasan, Demonic Beast yang dilawan Xiao Shuxiang berubah menjadi gumpalan daging busuk. Dan hanya sekali tusukan, lawan langsung menjadi tulang-belulang karena daging serta darahnya dihisap oleh Yīng xióng.


TRAANG!


Ada sekitar tiga puluh Demonic Beast yang harus mereka hadapi, Yota yang paling nampak kesulitan. Tubuh kecilnya mampu mengelak lincah untuk menghindari serangan yang datang, namun dirinya sulit membunuh lawan dengan tubuh dan tenaga sekecil ini.


"Tsk, sejak tadi aku sulit membunuhnya. Benar-benar lemah..!" Yota merutuki dirinya sendiri, dia melompat ke belakang dan mulai mengumpulkan napas.


"Bocah sepertimu hanya pantas menjadi santapanku..!"


"Jangan pernah memanggilku 'Bocah', binatang jelek..! Panggil aku 'Tuan Muda'..!"


Yota dan lawannya saling melesat, saat berada di pertengahan.. Tiba-tiba saja Yota menghilang. Demonic Beast yang dia hadapi nampak terkejut, namun detik berikutnya sebuah serangan datang dari arah bawah.


!!


Sebuah tebasan mengenai area vital Demonic Beast bertubuh manusia itu, dia memekik kesakitan sambil berguling-gulingan di tanah. Urat pada leher dan juga dahinya terlihat dengan jelas, begitu tegang seakan hampir keluar dari kulit.


"AAAAAKH..!"


Teriakannya begitu nyaring, kedua tangannya mencengkeram kuat bagian bawah tubuhnya. Yota dapat melihat ada darah yang mengucur pada sela-sela jari Demonic Beast tersebut.


Yota mendengus sambil mengusapkan katananya pada kain yang membalut lengan kirinya, nampak darah pada bilah katananya perlahan menghilang.


"Sepertinya sekarang kau tahu, untuk tidak macam-macam dengan seorang bocah," suara Yota begitu dingin. Dia masih memperhatikan bagaimana Demonic Beast di depannya berteriak kesakitan.


Detik berikutnya, Yota menebas kepala Demonic Beast tersebut tanpa ragu sama sekali. Usianya yang masih 6 Tahun.. Benar-benar merupakan tipuan mematikan bila lawan menganggapnya hanya 'Bocah'.


TRAANG!


Bukan hanya Yota, tetapi ini juga berlaku pada Xiao Qing Yan. Rambutnya yang pendek dan wajah menggemaskan layaknya anak laki-laki berusia 10 Tahun menyembunyikan identitas aslinya yang seorang perempuan.


Xiao Qing Yan sangat pandai dalam mengelak, setiap serangannya juga terukur dan tajam. Teknik berpedangnya dia dapatkan saat berada di tempat Tomoaki Maeno, dan sebagian besar adalah buatannya sendiri.


"Awas lehermu..!"


!!


Demonic Beast yang melawan Xiao Qing Yan segera menggunakan senjatanya untuk menangkis serangan dari atas, sayang peringatan dari bocah ini hanyalah tipuan. Serangan yang sesungguhnya berada di bagian perut.


CRAASH..!


Demonic Beast itu tidak sempat menghindar, katana milik Xiao Qing Yan membuat garis indah nan dalam di area perutnya, darah memuncrat keluar bersamaan dengan suara pekikan yang nyaring.


TRAANG!

__ADS_1


Bertarung dalam waktu lebih dari satu jam sama sekali bukan masalah bagi Xiao Qing Yan dan teman-temannya yang lain. Hanya saja orang yang paling menikmati pertarungan ini adalah Yuuichi dan Xiao Shuxiang.


CRAASH..!


Senyum tidak pernah menghilang dari wajah keduanya, mereka mempermainkan lawan dengan hanya menebas bagian seperti lengan dan paha, kemudian membiarkan lawan menghembuskan napas terakhir karena kehabisan darah.


Xiao Shuxiang dan Yuuichi sepertinya sedang bersaing, mereka saling bertanya tentang seberapa banyak Demonic Beast yang sudah dibunuh.


"Kita akan mati jika terus melawan mereka, ayo pergi."


"Mau ke mana kalian?"


!!


Tiga orang Demonic Beast berniat melarikan diri, namun tiba-tiba Hu Li menghadang jalan mereka. Pemuda berambut putih itu juga seekor Demonic Beast, namun berwujud rubah.


Usia Hu Li lebih muda dari para Demonic Beast itu dan dirinya juga memakai Teknik Terlarang untuk dapat menjadi manusia, tetapi kemampuan bertarungnya jauh di atas monster-monster tersebut.


"Jangan harap kalian bisa pergi tanpa meninggalkan kepala di tempat ini,"


Pii..!


O Zhan yang berada di atas kepala Hu Li juga bersuara, dirinya seketika melompat dan menyerang salah satu Demonic Beast dengan ganas. Tubuhnya yang semula hanya berwujud anak kucing tiba-tiba menjadi besar, hampir dua meter.


Hu Li tidak tinggal diam, dirinya menggunakan kepalan tangan yang dialiri Qi untuk menyerang lawannya. Setiap pukulannya mengandung tenaga besar dan menghasilkan suara nyaring kala berbenturan dengan senjata.


TRAANG!


Di antara para pendekar yang mereka lawan, hanya Xiao Shuxiang yang sangat mereka hindari.


Pemuda itu dapat membunuh mereka dalam sekejap, ini dikarenakan pedang miliknya mengandung racun yang sangat mematikan. Apalagi sekarang, tidak hanya Yīng xióng di tangannya.. Namun Xiao Shuxiang juga mengeluarkan Pedang Jiwanya.


"Jika tidak mati menjadi gumpalan daging, maka pasti akan mati menjadi tulang-belulang. Senjata mengerikan itu.. Bagaimana bisa dimiliki seorang kultivator dari Aliran Putih?!"


"Pedang merahnya juga sangat mengerikan, aku melihat tubuh lawan menjadi hitam legam seperti baru saja di sambar petir karena efek serangannya,"


Para Demonic Beast ini sepertinya telah salah menduga Xiao Shuxiang, pemuda itu memang mempunyai wajah yang ramah dan gaya bicaranya juga nampak bersahabat. Namun bukan berarti dirinya adalah kultivator Aliran Putih.


CRAASH..!


Xiao Shuxiang menusuk seorang Demonic Beast lagi, tubuhnya sendiri penuh dengan bekas sayatan pedang. Tetapi dalam tiga tarikan napas kondisinya kembali seperti semula, meski pakaiannya nampak koyak di beberapa bagian.


Para Demonic Beast merasa gusar, mereka kewalahan dan jelas terdesak. Ada kondisi di mana salah satu di antara mereka melihat Taiga terkena luka parah dan hampir menghembuskan napas terakhir, tapi sebuah api biru kecil membakar tubuh pemuda itu dan kemudian luka-lukanya sembuh seketika.


"Lawan hanya beberapa orang, tetapi mereka seakan tidak bisa mati. Padahal hanya ada dua kultivator di antara mereka, ini tidak menguntungkan kita.."


"Aku juga tahu itu, tapi bagaimana caranya agar kita bisa pergi?"


Dada dua orang Demonic Beast terlihat naik turun, keduanya mendapat banyak bekas luka. Mereka tidak bisa berbuat apapun selain menyerang sekuat tenaga, aura yang mereka keluarkan sama sekali tidak berpengaruh dan ini tentu mengkhawatirkan.


"Sialan..!"


Hanya umpatan dan tatapan penuh amarah yang dapat mereka keluarkan. Di depan sebuah kekuatan mutlak, para Demonic Beast ini tidak mampu berbuat apa-apa. Hanya tinggal menunggu waktu sampai mereka mendapat giliran ditebas.


Salah satu Demonic Beast yang tidak ingin mati menggunakan manusia di dalam kurungan menjadi sandera. Sayangnya kecepatan Xiao Shuxiang dalam mengayunkan Yīng xióng, membuat rencana Demonic Beast itu gagal.


CRAASH..!


Tepat setelah Xiao Shuxiang membelah tubuh Demonic Beast itu menjadi dua bagian serta menebas kepalanya.. Pertarungan menemui akhirnya.


Xiao Shuxiang menghembuskan napas, dia mengedarkan pandangan ke sekeliling untuk melihat bangkai para Demonic Beast yang dia dan teman-temannya bunuh.


Tidak jauh di belakangnya, Yuuichi juga nampak menghembuskan napas. Dirinya kemudian menyarungkan kembali katana miliknya dan lalu berkumpul bersama teman-temannya. Api biru yang menyelimuti tubuhnya tidak dia ketahui sejak kapan menghilang.


Xiao Shuxiang sendiri memasukkan kembali Yīng xióng ke dalam Gelang Semestanya. Pedang Jiwanya juga perlahan menjadi asap tipis berwarna kemerahan dan perlahan menghilang.


Warga kota Rumpun Bulan masih belum bisa bergerak. Sejak pertarungan para pendekar ini, mereka merasa penyelamat telah datang.


Dalam pertarungan tadi, tidak seorang pun dari warga Kota Rumpun Bulan yang mengeluarkan suara karena khawatir mengganggu konsentrasi para pendekar.


Beberapa dari mereka yang sebelumnya berteriak ketakutan karena ulah Demonic Beast juga nampak diam ketika penolong mereka bertarung.


Washi dan Taiga mulai mengeluarkan para warga, namun memang efek dari pil pelumpuh Xiao Shuxiang masih belum menghilang.


"Tuan Muda, sepertinya urusan kita di sini sudah selesai,"


"Benar. Kita istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan,"


Hu Li mengangguk setuju dengan ucapan Tuan Mudanya. Setelah beristirahat selama 15 menit dan mengganti pakaian dengan yang lebih baik--Xiao Shuxiang, Xiao Qing Yan, Hu Li dan O Zhan mulai melanjutkan perjalanan.


Mereka di antar oleh Washi ke Pelabuhan Hitam dengan menunggangi harimau milik Yota. Sementara itu, Yuuichi dan kedua temannya memutuskan tetap berada di Kota Rumpun Bulan untuk membantu para warga.

__ADS_1


***


__ADS_2