XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
28 - Pendekar Walet Pelindung [Revisi]


__ADS_3

Xiao Shuxiang melihat punggung ketiga anak yang disapanya sudah tidak terlihat lagi, padahal dia masih ingin berkenalan dengan mereka.


Xiao Shuxiang sebenarnya penasaran dengan salah satu anak, dia tadi samar-samar mendengar ketiga anak tersebut sedang membicarakan Yang Shu dan juga teman-temannya.


Saat Xiao Shuxiang masih berdiri sambil menatap jalan yang ditapaki oleh ketiga anak tadi, Yang Shu kemudian memanggil dirinya.


"Xiao'Er."


Xiao Shuxiang menoleh, dia lalu berjalan ke tempat di mana Yang Shu dan teman-temannya berada. Xiao Shuxiang kembali duduk di bangkunya.


Xiao Lu dan Jing Mi mulai bertanya mengenai anak-anak yang Xiao Shuxiang temui tadi. Xiao Shuxiang berkata bahwa dia hanya ingin berkenalan dengan mereka.


Yang Shu tersenyum, dia memuji cucunya karena lebih aktif menyapa orang asing untuk diajak berkenalan. "Kalian harus mencontohi Xiao'Er, jangan malu-malu untuk berkenalan dengan siapa pun,"


"Iya Kek..." Xiao Lu dengan malas menjawab ucapan Yang Shu, dia melirik ke arah Xiao Shuxiang sambil mengerucutkan bibirnya, "Cih! Cari perhatian saja."


Qi Xuan menggangguk dan tersenyum ke arah Yang Shu, dia merasa bahwa dirinya memang sedikit kaku jika untuk mengawali pembicaraan dengan orang asing, apalagi jika untuk berteman dengannya. "Aku rasa... Aku harus mencobanya."


Berbeda dengan Xiao Lu dan Qi Xuan, ucapan Yang Shu membuat Jing Mi mengangguk penuh semangat, dia memantapkan hatinya untuk mencari lebih banyak teman.


"Saudara Xiao, kau dan aku akan bersaing dalam mendapatkan teman! Aku pasti akan mengalahkanmu!" Jing Mi mengepalkan tangan kanannya sambil menatap Xiao Shuxiang penuh semangat.


"Aah~ Saudara Jing, kau pasti akan mendapatkan lebih banyak teman daripada aku. Tapi aku juga akan berusaha. Maksudku berusaha mencari banyak orang untuk dikorbankan dalam jurus 'Kebangkitan Kembali' milikku yang selanjutnya.. he he he!" Xiao Shuxiang tersenyum tipis sebagai balasan kepada Jing Mi.


Yang Shu, "Baiklah. Itu hal yang bagus. Ayo habiskan makanan kalian. Kita akan pergi setelah selesai makan."


Perjalanan Yang Shu dan murid-muridnya kembali dilanjutkan. Kali ini mereka berlima berjalan bersama dengan rombongan pedagang.


Ada lima buah kereta, ditarik oleh masing-masing dua ekor kuda dan seorang kusir. Setiap kereta diisi oleh berbagai barang seperti pakaian, aksesoris, mainan, sampai buah-buahan.


Ada sekitar sepuluh orang pedagang yang menjadi pemilik dari masing-masing dagangan yang ada di dalam kereta tersebut. Para pedagang ini juga menyewa tujuh orang pendekar untuk menjaga dan melindungi mereka beserta dengan barang dagangannya.


Ketujuh pendekar ini termasuk ke dalam kelompok Walet Pelindung. Yang mana kelompok ini dibentuk oleh organisasi pemerintah yang bernama Persik Walet.


Persik Walet sendiri adalah organisasi yang mengurus berbagai misi pengawalan, mulai dari mengawal pedagang sampai mengawal keluarga bangsawan.


Para pendekar yang ingin menjadi pengawal, harus mendaftar dan mengikuti seleksi yang diadakan oleh Organisasi Persik Walet. Mereka yang lulus seleksi akan diberikan identitas berupa segel berbentuk burung walet kecil di keningnya.


Segel ini dapat meledakkan tubuh pendekar secara otomatis jika pendekar tersebut berencana merampok atau pun membunuh orang yang sedang mereka lindungi.


Segel ini juga akan meledakkan tubuh mereka jika para pendekar melarikan diri atau pun meninggalkan orang yang mereka lindungi di tengah-tengah bahaya.


Pendekar yang lulus seleksi juga diberikan seragam khusus berwarna cokelat kehitaman dan diberi kain selebar saputangan dengan corak bunga persik. Biasanya kain ini diselipkan di pinggang kanan atau pun diikat di lengan kiri pendekar.


Kain ini memiliki warna yang berbeda, tergantung dari kelas para pendekar. Putih melambangkan pendekar kelas 3, yaitu pendekar yang baru bergabung dalam organisasi. Ungu melambangkan pendekar kelas 2 dan warna merah melambangkan pendekar kelas 1.


Dari ketujuh pendekar yang mengawal para pedagang, dua di antaranya adalah pendekar kelas 2, sementara lima orang lainnya merupakan pendekar kelas tiga.

__ADS_1


Meskipun Yang Shu tidak dibayar untuk melindungi pedagang manapun, namun Yang Shu beserta murid-muridnya diizinkan untuk ikut ke dalam rombongan para pedagang.


"Kakek, mereka jalannya cepat sekali.." Xiao Lu merasa kakinya pegal sebab mereka sudah berjalan sepanjang hari tanpa beristirahat.


Selain Xiao Lu, nyatanya Jing Mi dan Qi Xuan juga terlihat kelelahan. Mereka terus mengikuti kereta para pedagang dari belakang sambil berjalan cepat agar tidak tertinggal oleh rombongan para pedagang.


"Guru, ayo istirahat sebentar.." Jing Mi dengan langkah lelah, berjalan dan kemudian duduk bersandar pada salah satu pohon didekatnya.


Yang Shu menghela napas, dia kemudian mengangguk dan berkata bahwa mereka akan beristirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan.


Xiao Shuxiang menggaruk tengkuknya, dia merasa bahwa teman-teman seperguruannya terlalu cepat lelah. "Stamina mereka payah, bisa-bisa kita tertinggal jauh oleh rombongan nanti..."


Dan benar saja, rombongan pedagang dan para pengawal mereka tidak menunggu Xiao Shuxiang, Yang Shu, maupun teman-teman seperguruannya. Mereka terus saja melanjutkan perjalanan.


Cukup lama Yang Shu dan keempat muridnya beristirahat, bahkan kereta para pedagang sudah tidak terlihat lagi. Baik Yang Shu dan keempat muridnya mengerti bahwa mereka telah ditinggalkan.


Yang Shu dan keempat muridnya pun kembali melanjutkan perjalanan, Xiao Lu dan Jing Mi berulang kali mengeluh sebab tak ada satu pun dari pedagang atau pendekar Walet Pelindung yang menunggu mereka.


Xiao Lu, "Pendekar walet-walet apalah itu sangat menyebalkan! Mereka berani meninggalkan anak-anak dan orang tua di tengah hutan seperti ini. Cih!"


Jing Mi, "Benar. Untuk apa gunanya menjadi pendekar hebat jika rasa simpati pada sesama manusia tidak ada. Aku tidak mau menjadi pendekar seperti itu."


Yang Shu berkata, "Kalian ini... Para pendekar itu hanya melindungi orang yang membayar mereka."


Xiao Shuxiang melanjutkan ucapan Yang Shu. "Artinya mereka tidak akan peduli pada kita atau pun menolong kita saat berada dalam bahaya. Benar kan, Kek?"


"Y-yaah, memang seperti itu tugas mereka."


"Mm... Begini. Ada manusia yang tidak bisa berkultivasi atau pun membentuk dantian mereka, namun manusia itu memiliki impian menjadi Pendekar. Sayangnya untuk masuk ke dalam sebuah sekte, minimal mereka harus berada pada Forging Qi tingkat dua. Sangat jarang bagi sebuah sekte untuk menerima orang yang sama sekali tidak bisa berkultivasi. Karena itulah Organisasi Persik Walet didirikan bagi mereka yang tidak memiliki bakat berkultivasi..."


Xiao Shuxiang, "Singkatnya orang-orang dalam Organisasi Persik Wali sebagian besar dari kalangan manusia yang bisa bertarung, tapi tidak punya bakat kultivasi."


Yang Shu kembali berkata, "Mn, benar. Dalam Organisasi Persik Walet, mereka hanya melihat usaha dan kerja keras seseorang. Mereka memperlakukan anggotanya dengan sama rata tanpa membeda-bedakan siapa pun."


Xiao Shuxiang, "Maksudnya adalah... Tunggu. kenapa aku harus mengartikan setiap kali tua bangka ini bicara? Sudahlah. Kalian pikirkan sendiri."


Xiao Lu menjitak kepala Xiao Shuxiang.


Jing Mi sendiri terlihat begitu penasaran, "Apa.. kultivator juga bisa masuk kedalam Organisasi itu, Guru?"


Yang Shu. "Tentu saja, namun jarang kultivator mau masuk ke sana. Sebab mereka hanya dibayar dengan kepingan perak atau emas, padahal para kultivator lebih membutuhkan Spirit Stone atau Demonic Core sebagai bayaran mereka."


Yang Shu memberi penjelasan sambil terus berjalan bersama murid-muridnya.


Perlu diketahui bahwa dalam Dunia Ini, 1 keping emas sama dengan 100 keping perak. Sementara untuk satu Spirit Stone, sama dengan 10 keping emas. Lain halnya dengan Demonic Core, harga persatuannya bisa sampai puluhan hingga ratusan Spirit Stone tergantung kemurnian Qi di dalamnya.


Organisasi Persik Walet hanya memberikan bayaran berupa kepingan perak atau emas, mereka tidak menyediakan pembayaran lain seperti Spirit Stone atau pun Demonic Core.

__ADS_1


Dalam melakukan pengawalan, para pendekar Walet Pelindung sering kali bertarung dengan Demonic Beast dan mendapatkan Demonic Core-nya.


Salah satu aturan dalam Organisasi Persik Walet adalah, jika dalam pengawalan para pendekar pelindung mendapatkan Demonic Core dari hasil pertarungannya, maka Demonic Core tersebut adalah milik Pendekar.


Mereka tidak diwajibkan untuk menyetor apa yang mereka dapatkan kepada Organisasi. Melainkan mereka dapat menjualnya dan Organisasi pun dapat membelinya sesuai dengan harga yang telah disepakati.


Begitu pula jika dalam pengawalan pendekar Walet Pelindung tewas, maka Organisasi tidak memiliki kewajiban untuk memberi kompensasi kepada pendekar tersebut maupun keluarganya.


Organisasi Persik Walet hanya memberi kompensasi jika pendekar Walet Pelindung dapat pulang dari misi pengawalan dalam keadaan cedera parah atau pun sekarat.


Meski Organisasi Persik Walet tidak memberi bayaran seperti spirit stone atau pun demonic core, namun bukan berarti kedua batu kristal itu tidak dibutuhkan.


Demonic Core yang dibeli oleh Organisasi dari anggotanya, dikumpulkan kemudian dikirim untuk dijual keberbagai sekte yang ada. Mereka menerima dibayar dengan menggunakan kepingan emas, spirit stone, atau pun barter.


Spirit Stone digunakan oleh Organisasi untuk membeli pil atau tanaman obat yang akan digunakan untuk mengobati anggotanya yang terluka.


Kultivator yang tergabung kedalam Organisasi Persik Walet biasanya hanya mencari pengalaman atau pun sekedar menghabiskan waktu. Sebab di dalam Organisasi ini, para pendekar tidak memiliki kewajiban untuk terus berada dalam Organisasi.


Mereka bebas memutuskan berhenti atau pun melanjutkan bekerja sebagai Pendekar Walet Pelindung.


Dari penjelasan Yang Shu, Xiao Lu, Qi Xuan, Xiao Shuxiang dan Jing Mi mengerti empat hal.


Pertama, Organisasi Persik Walet bukanlah sebuah sekte. Para anggotanya adalah manusia yang ahli berpedang namun tidak bisa berkultivasi.


Kedua, aturan Organisasi Persik Walet ini jelas. Apa pun yang didapatkan oleh Pendekar Walet Pelindung selama misi pengawalannya, baik itu bahaya atau pun keberuntungan adalah milik mereka pribadi.


Organisasi tidak memiliki hak apa pun dalam harta yang didapatkan pendekar, begitu juga jika pendekar tersebut tewas dalam misinya. Maka Organisasi tidak memiliki hak untuk memberikan kompensasi apa pun.


Ketiga, Kultivator dari berbagai sekte dapat bergabung ke dalam Organisasi Persik Walet, mereka juga bisa memutuskan untuk keluar ataupun tetap bergabung kedalam Organisasi.


Keempat, keamanan Walet Pelindung terjamin dari pemberontakan pendekar. Sebab dalam misi pengawalannya, para pendekar Walet Pelindung diberi segel di keningnya.


Xiao Shuxiang sendiri baru pertama kali mendengar tentang Organisasi Persik Walet ini. Setahu dirinya, tidak ada Organisasi seperti ini sebelumnya di Benua Timur.


Saat sedang berpikir, Xiao Shuxiang tidak sengaja menabrak punggung Qi Xuan. Ini membuat Xiao Shuxiang tersentak kaget sebab Qi Xuan tiba-tiba berhenti berjalan di depannya. Bukan hanya Qi Xuan yang berhenti, namun juga Yang Shu, Xiao Lu dan Jing Mi.


Xiao Shuxiang yang masih tidak mengerti, mengusap wajah dan hidungnya karena menabrak Qi Xuan tadi.


"Saudara Xuan, kenapa kau berhenti-!!" Xiao Shuxiang ingin bertanya mengenai penyebab Qi Xuan berhenti berjalan dengan tiba-tiba, namun ucapan Xiao Shuxiang seakan tercekat saat melihat sesuatu yang mengerikan di depannya.


Tiga buah kereta pedagang terbakar, tiga ekor kuda terlihat terbaring kaku ditanah. Dua orang kusir juga terbaring dengan bekas sayatan ditubuh dan lehernya.


Bukan hanya itu, dari sepuluh orang pedagang.. empat di antara mereka terbaring dengan bagian tubuh yang terpisah-pisah. Sementara enam pedagang lainnya duduk di tanah dengan wajah pucat serta tubuh yang gemetaran sambil menahan suara tangisannya.


Tujuh pendekar pelindung yang sebelumnya, kini hanya tiga orang yang masih hidup, mereka terlihat dalam posisi berlutut. Tubuh mereka dipenuhi oleh luka sayatan, empat rekan mereka yang lainnya sudah terbujur kaku tak berbentuk.


Belum sempat Xiao Shuxiang mencerna situasi, dia kembali dikejutkan dengan salah satu pendekar Walet Pelindung yang tiba-tiba diserang oleh sebilah pedang berukuran besar, membuat pendekar tersebut tewas dengan tubuh yang terbelah dua.

__ADS_1


Pedang besar itu sendiri tertancap cukup dalam pada batang pohon. Pedang yang terlihat mengkilap, bahkan darah yang ada di pedang tersebut tidak bisa tinggal lebih lama, darah itu secara perlahan jatuh dan mewarnai rumput.


***


__ADS_2