XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
271 - Penyamaran


__ADS_3

"Apa?!" Hu Li terkejut, "Tuan Muda, apa yang barusan Anda-!!"


Dirinya belum selesai bicara dan Xiao Shuxiang sudah melesat dengan Seruling Giok Putihnya. Wajahnya berubah pucat ketika melihat Tuan Mudanya sudah mengambil satu nyawa prajurit.


CRAASH!


Xiao Shuxiang menggunakan Seruling Giok Putihnya untuk menebas lengan kiri prajurit lain. Bersamaan saat prajurit tersebut ingin berteriak--dirinya langsung memberi pukulan tepat di belakang leher prajurit tersebut.


Tiga ekor anjing yang sebelumnya melolong keras kini meringkuk ketakutan dan mengeluarkan suara layaknya kucing kecil.


Tubuh mereka nampak gemetar setelah mendapat tatapan dingin dari Xiao Shuxiang. Ketakutan tersebut wajar sebab ketiga anjing itu seakan melihat pemuda berambut panjang tersebut dapat menelan mereka hidup-hidup.


Sebelumnya, ada enam orang prajurit yang melawan Xiao Shuxiang. Namun reaksi mereka terlalu lambat dengan gerakan lincah Alkemis Muda itu.


Hu Li yang sadar bahwa jika Tuannya tidak dihentikan, maka ini dapat mengundang bahaya. Dia segera melesat dan menyerang para prajurit yang melihat dirinya.


Hu Li menahan tangan Xiao Shuxiang dan memukul belakang leher seorang prajurit hingga membuatnya pingsan. Dia lalu menatap wajah Tuannya yang hampir saja kehilangan kendali.


"Kita tidak datang untuk mencari masalah, Tuan Muda. Anda jangan gegabah. Dan kupikir Anda sedang belajar menjadi kultivator yang baik, tindakan barusan sama sekali tidak baik,"


"Hu Li, tidak ada orang yang benar-benar baik di dunia ini. Kultivator Aliran Putih juga sering kali membunuh, kenapa kau mempermasalahkannya kalau aku yang melakukannya?! Aku sudah lama tidak melakukan pembunuhan, Hu Li. Tanganku ini gatal,"


"Itu dia alasannya. Jadi aku tidak mau melihat Anda melakukan pembunuhan lagi,"


Hu Li khawatir bila pembunuhan yang dilakukan Xiao Shuxiang akan membuat Tuannya ketagihan. Sulit baginya jika harus menghentikan Tuan Muda Xiao-nya saat penyakit berbahaya itu kambuh.


"Anda harus bisa mengendalikan diri, Tuan Muda,"


Pii..!


O Zhan juga setuju, dia belum lama mengenal Xiao Shuxiang, tetapi dirinya bisa merasakan pemuda di depannya ini menyimpan sesuatu yang mengerikan jauh di dalam tubuhnya.


"Sebaiknya kita bersihkan tempat ini sebelum ada prajurit yang datang,"


Bersamaan saat Hu Li berucap, Xiao Shuxiang mendengar suara langkah kaki beberapa orang. Dia dan pemuda berambut putih di depannya mendadak panik, namun otak cerdasnya masih bekerja.


Dengan cepat Xiao Shuxiang memasukkan semua prajurit yang pingsan dan yang tewas, termasuk senjata mereka ke dalam Gelang Semesta miliknya. Hu Li memakai api rubahnya untuk menghilangkan jejak darah dan kemudian menyusul Tuannya mencari tempat yang aman.


Ketiga anjing yang sebelumnya meringkuk ketakutan tidak berani melolong lagi. Mereka memilih bungkam dan bertingkah seakan tidak terjadi apa-apa.


Istana Kaisar Salju Putih jauh lebih luas dan besar daripada istana yang biasa Xiao Shuxiang kunjungi. Ada banyak gudang harta di tempat ini, namun satu keping emas pun tidak pernah berhasil dicuri. Padahal prajurit yang berjaga tidak terlalu banyak, bahkan bisa dibilang sangat sedikit.


Sebuah hal yang wajar ketika di dalam istana ada sebelas orang kultivator yang bertugas menjadi mata bagi Kaisar. Satu diantara mereka memiliki praktik di tingkatan Immortal, sementara yang lainnya berada di Grand Master Tingkat Langit.


Para kultivator ini berada di dalam ruangan khusus dan hanya Kaisar yang mengetahuinya. Mereka duduk tenang sambil melihat ke arah meja panjang di hadapan mereka.


Di meja inilah seluk-beluk istana dan setiap sudutnya terpampang jelas. Tidak ada kejadian apapun yang terlewat bagi para kultivator ini termasuk tindakan yang dilakukan Xiao Shuxiang dan Hu Li.


Salah satu kultivator yang nampak seperti pemuda berusia 39 Tahun merasa terkesan melihat cara bertarung Xiao Shuxiang dan kemampuannya menghilangkan para prajurit hanya dalam sekali kibasan tangan.


"Wajahnya tidak seperti penjahat. Tapi tetap saja dia penyusup, apa kita langsung tangkap saja?"


"Tunggu, sebaiknya perhatikan dahulu. Kita lihat apa yang sebenarnya mereka inginkan,"


Para kultivator berpakaian putih dengan corak walet ungu tersebut begitu serius melihat Xiao Shuxiang, Hu Li, dan O Zhan dari meja besar nan panjang di depan mereka.


Xiao Shuxiang dan Hu Li tidak mengetahui sedang diawasi saat ini. Keduanya berjalan biasa sambil sesekali bersembunyi ketika melihat prajurit yang berpatroli.


"Istana ini terlalu luas, sulit mencari kamar pribadi Kaisar jika terus-terusan sembunyi,"


Hu Li mengerti apa yang dimaksud Tuannya. Mereka tidak memiliki denah istana, jadi sangat memungkinkan bila mereka akan tersesat, atau lebih buruknya tertangkap sebelum bisa menemui Sang Kaisar.


Saat Hu Li sedang memikirkan sebuah cara--mendadak dirinya mendengar langkah kaki dan suara lembut perempuan. Dia dan Xiao Shuxiang segera bersembunyi di balik pilar besar yang ada.


".. Aku sangat menantikannya, pangeran kecil begitu tampan, namanya nanti pasti akan indah,"


"Setiap kali ada upacara pemberian nama, entah mengapa membuatku gugup~"


Dua gadis yang dilihat Hu Li dan Xiao Shuxiang begitu seriusnya membicarakan tentang upacara pemberian nama. Keduanya tidak sadar sedang ditargetkan.


Setelah melewati pilar tempat Hu Li dan Xiao Shuxiang bersembunyi, kedua gadis ini langsung dipukul dari belakang. Mereka hampir menubruk tanah andai tidak ditahan oleh Sang Pemukul.


Xiao Shuxiang dan Hu Li membawa kedua gadis yang pingsan karena terkena pukulan mereka ke sebuah ruangan terdekat. Syukurlah ruangan tersebut kosong.


Kedua pemuda ini tanpa ragu melucuti pakaian dua gadis pelayan hingga menyisakan hanya satu lapisan saja. Kedua gadis yang pingsan itu pun dimasukkan ke dalam Gelang Semesta Xiao Shuxiang.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama sampai Hu Li dan Tuan Mudanya keluar dengan berpakaian pelayan. Postur tubuh mereka benar-benar cocok dengan pakaian berwarna ungu muda milik pelayan wanita tadi.


"Hu Li, kau yakin kita tidak akan dikenali?"


"Kurasa tidak jika Tuan Muda tak berucap sepatah kata pun. Ini karena suaramu terlalu jantan,"


Xiao Shuxiang baru memperhatikan Hu Li dengan baik, penampilan temannya bisa menipu banyak pemuda. Hu Li memang memiliki wajah manis dan menggemaskan, suaranya tidak terlalu jantan sehingga dia bisa menyamar menjadi perempuan dengan cukup baik.


"Rambutmu masih putih, Hu Li. Kurasa tidak ada pelayan yang berambut putih di tempat ini,"


"Aku bisa mengubahnya,"


Xiao Shuxiang mengeluarkan sebuah pil dari Gelang Semestanya sambil menatap Hu Li yang warna rambutnya perlahan berubah menjadi hitam.


Xiao Shuxiang lalu memakan pil yang dia keluarkan dan hanya butuh tiga tarikan napas sampai suaranya berubah menjadi lebih feminim. Hu Li dan O Zhan bahkan mengerjap beberapa kali.


"Tu-Tuan Muda Xiao? Dari mana Anda bisa mendapat pil semacam itu?"


"Ini pil aneh dari salah satu kegagalanku. Bagaimana? Luar biasa, bukan?"


Hu Li tanpa sadar menatap penuh kagum ke arah Xiao Shuxiang. Dia kemudian berkata bahwa andai tuannya bisa membuat pil pembesar dada rata, itu akan semakin luar biasa.


"Aku memilikinya tapi tidak akan kupakai."


"Anda punya?! Ini mengejutkan," Hu Li tersenyum senang serta begitu antusias, "Tuan Muda, Anda harus memakainya. Lihatlah, Anda memiliki wajah bersih dan mempesona, hanya butuh sedikit polesan di arena dada dan penyamaranmu akan sempurna,"


Xiao Shuxiang menyentil dahi Hu Li, dia memang mempunyai pil yang dapat memperbesar bagian atas tubuh perempuan, namun pil tersebut bersifat permanen dan dirinya belum menemukan cara membuat penawarnya.


".. Tidak mungkin aku akan memakan pil semacam itu. Aku tidak ingin disebut mempunyai kelainan. Lagipula, gadis berdada datar juga mempesona. Ayo pergi,"


Xiao Shuxiang mengibaskan pelan rambutnya dan kemudian melangkahkan kaki dengan begitu percaya diri. Hu Li mengikutinya dari belakang dan kemudian berkata agar sebaiknya dia mengepang rambutnya.


"Benar juga, kalau begitu bantu aku,"


Hu Li memang ahlinya dalam menata rambut. Masih sambil berdiri namun tidak butuh waktu lama dirinya telah berhasil merapikan rambut Tuan Mudanya.


Pakaian yang berwarna ungu muda tanpa corak apapun tidak membuat Xiao Shuxiang memiliki aura pelayan.


Rambut panjangnya yang dikepang tidak terlalu rapi namun memiliki daya tarik tersendiri, wajah bersih dan mempesona dengan mata indah Xiao Shuxiang dapat memikat setiap orang. Tidak disangka, berpakaian wanita pun sangat cocok untuknya.


Walau berpakaian pelayan, Xiao Shuxiang dan Hu Li tetap waspada. Keduanya hampir saja ketahuan oleh seorang pelayan karena lupa menyembunyikan O Zhan, beruntung dengan cepat Xiao Shuxiang memasukkan pelayan tersebut ke dalam Gelang Semestanya bersama O Zhan.


Selama kurang lebih dua jam, Xiao Shuxiang dan Hu Li belum menemukan satu orang pun anggota kerajaan. Sampai akhirnya mereka tanpa sadar berada di kediaman para pangeran.


Istana Kaisar Salju Putih sebenarnya terbagi-bagi dalam beberapa kediaman, namun tetap satu lingkungan.


Pertama adalah kediaman khusus yang dijadikan Aula Pengadilan serta penerimaan tamu, tempat tersebutlah yang dijelajahi Xiao Shuxiang dan Hu Li tetapi tidak menemukan siapa-siapa.


Kedua merupakan kediaman para selir, tempat itu dijaga ketat dan hanya pelayan yang memegang token tertentu yang diizinkan masuk. Xiao Shuxiang dan Hu Li jelas tidak dapat memasukinya.


Tak jauh dari kediaman para selir, terdapat kediaman khusus bagi para putri. Kediaman itu juga sama, yakni tidak bisa dimasuki sembarangan.


Keempat ialah kediaman para pangeran, disinilah Xiao Shuxiang dan Hu Li berada. Keduanya dapat melihat para pangeran sedang berlatih pedang di halaman yang begitu luas, ada sekitar 16 orang pemuda berusia sekitar 23 sampai 25 Tahun, tiga anak-anak berusia 11 Tahun dan lima orang yang berusia sekitar 6 sampai 9 Tahun.


Orang-orang yang dilihat Xiao Shuxiang dan Hu Li merupakan para pangeran. Mereka dilatih oleh lima orang pria dewasa yang seusia ayah Xiao Shuxiang.


Ada tiga orang Tua Bangka yang juga dilihatnya, Xiao Shuxiang memperhatikan lebih teliti dan memang menemukan beberapa wajah yang mengingatkannya pada Kakek dan Ayahnya.


Trang!


Trang!


Suara pedang terdengar saling berbenturan. Para pangeran ini nampak berduel dengan saudaranya sendiri. Pangeran yang masih kecil juga melakukannya.


Xiao Shuxiang dan Hu Li terus berjalan sambil sesekali menoleh untuk memperhatikan latihan para pangeran. Beberapa pelayan nampak berlalu di samping keduanya, kondisi ini menguntungkan karena tidak akan ada orang yang mencurigai mereka.


Trang!


"Cukup."


?!


Xiao Shuxiang berhenti melangkah, diikuti oleh Hu Li. Dia nampak memperhatikan arahan salah satu Tua Bangka yang berjanggut tebal pada dua orang pangeran. Cara Tua Bangka itu menjelaskan lumayan dimengerti Xiao Shuxiang.


"Tuan Muda, kita tidak datang untuk menyaksikan pelatihan para pangeran, kan?"

__ADS_1


"Mn,"


Xiao Shuxiang memperhatikan setiap wajah keluarga dari Kakeknya, dia kembali menoleh dan mulai melanjutkan langkah. Meski terlihat tidak ada yang curiga, namun Xiao Shuxiang dan Hu Li terus berada dalam pantauan 11 kultivator rahasia milik Kaisar.


Semakin lama berjalan, Xiao Shuxiang dan Hu Li kini melihat kediaman utama yang mereka yakini adalah tempat tinggal Kaisar. Keduanya baru akan melangkah namun mendadak sebuah suara teriakan tertahan terdengar.


Tidak jauh dari lokasi Xiao Shuxiang berdiri, dia dapat melihat seorang pemuda berpakaian biru dengan sabuk pinggang hitam--sedang berlatih memanah.


Pria itu memiliki paras tampan, namun tatapan matanya tajam dan mengandung ambisi yang begitu besar. Dia begitu fokus menatap sasarannya yang sebuah apel di atas kepala seorang pelayan.


Anak panah kemudian melesat dan bukannya mengenai apel merah tersebut malah mengenai leher pelayan hingga membuatnya jatuh dengan keadaan sekarat dan hanya dua tarikan napas--pelayan itu pun tewas.


!!


Hu Li kaget, tetapi yang membuatnya lebih kaget adalah ketika pemuda itu seakan tidak merasa bersalah sama sekali.


"Cih, gagal lagi."


Pemuda yang nampak berusia 23 Tahun itu bernama Yang Ni, dia merupakan cucu dari Pangeran Kelima, salah satu Saudara Yang Shu.


Wajahnya begitu kesal, dia ahli dalam memainkan tombak namun kesulitan ketika harus berhadapan dengan busur dan anak panah.


Sudah lebih dari lima orang yang menjadi korban dari latihan memanah Yang Ni. Namun sampai sekarang dia belum berhasil mengenai apel di kepala pelayannya. Dan sekarang dia butuh orang lagi.


"Kau, cepat kemari dan bantu latihanku,"


?!


Xiao Shuxiang tersentak saat tiba-tiba ditunjuk oleh Yang Ni. Hu Li juga tidak menyangka dengan hal ini.


"Ayo cepat kemari. Berdiri di sana dan ambil sebuah apel di kotak itu,"


Xiao Shuxiang memperhatikan Yang Ni dari atas sampai bawah. Pemuda itu hanya sekilas meliriknya dan dia yakin Yang Ni tidak benar-benar melihat wajahnya.


Hu Li mendekat ke arah Xiao Shuxiang dan kemudian berbisik pelan, "Tuan Muda Xiao, apa Anda akan ke sana? Orang itu terlihat buruk dalam memanah,"


"Kalau tidak menurutinya, kita akan dalam masalah."


Xiao Shuxiang mulai berjalan dengan hati-hati, Hu Li baru memperhatikan cara jalan tuannya yang terlalu menggoyangkan bokong, hampir mirip dengan ekor itik.


Tuan Muda Xiao-nya seperti meniru cara jalan perempuan, hanya saja malah terlihat berlebihan dan membuat Hu Li merasa ingin sekali menampar keras bokong Tuannya itu.


Yang Ni sedang memilih anak panah terbaiknya, ketika telah menentukan yang akan dia pakai--di saat itu jugalah Xiao Shuxiang telah berdiri tenang dengan sebuah apel di kepalanya.


Yang Ni telah bersiap memakai busurnya untuk melesatkan sebuah anak panah ke arah pelayan yang dia panggil tadi--namun seketika matanya membulat.


!!


Hu Li tersentak ketika pangeran tampan di depannya membuang busurnya dan berjalan cepat ke arah Tuannya. Ada sesuatu di dalam dirinya yang merasa gelisah, kemungkinan penyamaran Tuannya sudah terungkap.


Saat berada di depan Xiao Shuxiang, Yang Ni menyuruhnya untuk mendongak. Dengan ragu-ragu, dirinya menuruti hal tersebut.


Kedua mata mereka saling bertemu pandang, Yang Ni tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Pelayan di depannya ini memiliki wajah cantik dengan semburat kemerahan di pipinya.


Tatapan mata pelayan di depannya sendu, namun ada ketegaran kuat yang dapat dirasakannya. Yang Ni bahkan tidak sadar menahan napas.


"Siapa.. Namamu?"


".. Shu.. Xiang.."


Hu Li membuka mulut setelah menyaksikan Xiao Shuxiang benar-benar dapat bertingkah seperti seorang gadis. Efek dari pil yang dimakan Tuan Mudanya membuat suara yang semula jantan berubah menjadi feminim, keadaan tersebut didukung oleh pakaian wanita dan wajah bersemburat Tuannya. Jelas saat ini sandiwara Tuan Muda Xiao-nya berada di tahap sempurna.


Yang Ni tidak bisa mengalihkan pandangannya pada tatapan mata pelayan di depannya. Ini pertama kali dirinya merasakan sesuatu bergejolak di dalam dadanya, dan rasa itu sangat tidak nyaman.


"Apa.. Kau pelayan baru di tempat ini..? Aku merasa baru melihatmu.."


Xiao Shuxiang sudah menduga akan ditanyai hal semacam itu, dia juga sudah menyiapkan jawabannya. Yakni dengan cara menjatuhkan diri seolah kakinya lemas menopang berat tubuhnya.


Yang Ni menangkapnya sebelum dirinya benar-benar terjatuh, Hu Li yang melihat sandiwaranya hanya bisa mematung dengan mulut yang terbuka.


"A-aku minta maaf, Tuan.."


Suara Xiao Shuxiang sedikit gemetar namun lembut secara bersamaan. Yang Ni sudah banyak memegang tangan gadis ataupun merangkulnya, namun baru kali ini dia merasakan sensasi berbeda.


"Sebenarnya apa yang terjadi padaku?"

__ADS_1


***


__ADS_2