
"Adik Ipar?!"
Dai Chen tentu saja kaget, jangan bilang Xiao Lu menganggap Lan Guan Zhi sebagai adik iparnya. Tidaak! Itu tidak bisa dibiarkan, bagaimana bisa seorang perempuan dapat menerima hubungan terlarang semacam ini. Langit akan murka jika sampai itu terjadi.
Dai Chen sepertinya tidak tahu, bahwa Xiao Lu adalah perempuan yang tertarik melihat sesuatu yang menyimpang. Sebenarnya, dia hanya tertarik dengan hubungan Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi.
Sejak Xiao Lu belajar di Sekte Pedang Langit, dialah yang telah meracuni pikiran para murid dengan mengatakan hal yang bukan-bukan tentang adiknya sendiri.
Murid-murid dari sekte luar terlalu naif dan malah menganggap benar apa yang dikatakan Xiao Lu.
Masalahnya, setiap kali mereka memperhatikan gerak-gerik Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi saat keduanya sedang bersama.. Memang ada yang aneh.
Padahal Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi hanya bersikap biasa-biasa saja. Yaah.. Xiao Shuxiang mungkin beberapa kali nakal dan sering menggodanya, namun Lan Guan Zhi tentu tidak akan bertindak bila bukan Xiao Shuxiang yang mulai duluan.
Adik dari Xiao Lu ini sebenarnya tidak hanya nakal pada Lan Guan Zhi saja, tetapi pada murid-murid yang lainnya. Paling jelas terlihat adalah saat bersama dengan Jing Mi, tetapi mereka menganggap hubungan tersebut wajar-wajar saja.
Masalahnya, dibanding hubungannya dengan Lan Guan Zhi.. hubungan Xiao Shuxiang dengan Jing Mi jelas lebih spontan serta terang-terangan.
Salah satunya adalah ketika Jing Mi mengatakan dia cemburu melihat Saudara Xiao-nya selingkuh di depan matanya saat mereka sedang berada di Pulau Demonic Beast dahulu.
Belum lagi, Xiao Shuxiang dan Jing Mi sering saling menggoda satu sama lain, tetapi tidak ada yang mempermasalahkannya. Mereka baru heboh bila itu menyangkut Lan Guan Zhi.
Dai Chen butuh penjelasan istrinya, namun Xiao Lu berkata akan menjelaskannya nanti.
Dia menarik tangan Dai Chen dan mengajaknya pergi, dia sebelumnya telah memberi jempol sambil tersenyum aneh ke arah Xiao Shuxiang yang masih setia merangkul lengan Lan Guan Zhi.
"Gadis Cerewet itu.. Seperti punya niat yang terselubung.."
"Bukan dia, tapi kau. Lepaskan rangkulanmu,"
Xiao Shuxiang memukul gemas lengan Lan Guan Zhi dan mengomeli temannya yang tidak bisa diajak bekerja sama. Dirinya lalu kembali berjalan diikuti oleh Lan Guan Zhi.
Di tempat lain, tepatnya di reruntuhan markas Kekaisaran Matahari Tengah.. Terlihat sebuah tangan menggapai-gapai keluar. Perlahan, tubuh seorang pria mulai keluar dari reruntuhan tenda.
Pria berjanggut dan berkumis panjang ini tidak lain adalah Yang Shu. Dia terlihat lebih mencemaskan kumis dan janggut panjangnya daripada pakaiannya yang berantakan serta koyak di beberapa bagian.
Sebuah tangan lainnya menggapai-gapai di tempat Yang Shu keluar tadi. Suara seseorang yang terdengar seperti milik laki-laki membuat Yang Shu segera membantunya keluar.
".. Kupikir aku sudah mati,"
Pria yang nampak berusia 40 Tahun tersebut begitu kelelahan saat berhasil ditarik keluar oleh Yang Shu, dia tidak lain adalah ayah dari Xiao Shuxiang dan Xiao Lu.
"Ayah juga merasa seperti itu. Tunggu, dimana Fu'Er?!"
Yang Shu mulai mencari adiknya, dia menyuruh Yang Hao untuk ikut membantu.
Sejak Wyvern menarik paksa energi kehidupan di tubuh mereka.. Yang Shu, adiknya, dan juga putranya tidak bisa berbuat apa-apa. Saat sadar, mereka langsung ada di dalam reruntuhan, beruntung tenaga mereka masih ada sehingga dapat merangkak keluar.
Rambut Yang Hao terlihat acak-acakan, dia mirip dengan Xiao Shuxiang namun wajahnya jauh lebih tegas.
Pakaian Yang Hao berwarna keperakan, berbeda dengan Xiao Shuxiang yang pakaiannya serba hitam. Setelah merapikan ikat rambutnya, Yang Hao mulai membantu ayahnya mencari Yang Fu dan GrandElder Sekte Bambu Perak.
Yang Shu dan rekan-rekannya termasuk putranya merupakan otak dari kubu pasukan Kaisar Matahari Tengah. Mereka mengatur gerak Dai Chen dan para pasukan dari kejauhan.
Yang Shu dan Yang Hao tidak terlalu berbakat dalam seni memainkan pedang, apalagi sampai menebas lawan.
Jika lawannya adalah Demonic Beast, tentu bukan masalah. Tetapi akan sangat jauh berbeda bila lawan mereka adalah manusia.
Yang Shu dan Yang Hao jelas memiliki kesamaan, mereka terlalu tidak tegaan bila mengambil nyawa seseorang. Tidak seperti Xiao WeiWei yang begitu berani berada di pasukan depan.
Satu-satunya yang bisa mereka lakukan adalah menyumbangkan kecerdasan mereka terhadap perang tersebut, tetapi siapa sangka musuh yang sebenarnya berada di antara pasukan mereka sendiri.
Setelah menemukan Yang Fu dan GrandElder Sekte Bambu Perak, Yang Shu dan Yang Hao beristirahat. Ada baiknya mereka memulihkan tenaga terlebih dahulu baru mengatur apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.
Jauh di tempat lain, kondisi yang sama juga dialami oleh Kaisar Matahari Tengah, Li Jing Hua.
Dia benar-benar bersyukur dapat hidup setelah istananya hancur tak bersisa. Padahal perang antara kedua pasukan kekaisaran berada di perbatasan wilayah dan jauh dari istananya.
Li Jing Hua jelas tidak mengetahui, bahwa hancurnya istana miliknya merupakan efek dari serangan pamungkas Xiao Shuxiang dari Pedang Kaisar Langit.
Tiga hari pertama, sedikit demi sedikit tanah di wilayah ketiga kekaisaran mulai diratakan. Demonic Beast dengan ukuran tubuh seperti Lan Xiao berperan penting dalam tugas ini.
Lan Xiao sendiri tidak menganggap pekerjaan tersebut melelahkan, malahan dirinya begitu senang karena merasa seperti bermain menginjak-nginjak tanah.
Dia bahkan jauh lebih senang karena Xiao Shuxiang ikut membantunya, walaupun pemuda yang dia anggap induk itu hanya duduk di punggungnya tanpa melakukan apapun.
Nyan nyawn!
"Lan Xiao, kau jangan protes. Aku ini sudah lama tidak memelukmu. Jadi bekerjalah, sementara aku tidur, oke?"
Xiao Shuxiang terlihat senang tidur tengkurap sambil membelai bulu-bulu halus Harimau Bulan. Rasanya begitu lembut dan nyaman. Tubuhnya sedikit berguncang karena gerakan Lan Xiao yang meratakan tanah, tetapi itu malah memberi sensasi yang jauh lebih nyaman.
Nyawn?
Lan Xiao berhenti bergerak saat mendengar suara dengkuran. Xiao Shuxiang yang ada di punggungnya ternyata sudah tidur, padahal baru saja dia mengajak pemuda ini untuk bicara.
"Ada apa?"
Nyawn nyan rrrr..
Lan Xiao seperti menjelaskan apa yang sedang terjadi saat Lan Guan Zhi datang dan bertanya padanya. Sepertinya, sudah lama Xiao Shuxiang tidak tidur, dan bisa dibilang tenaga temannya ini yang paling banyak terkuras.
Meskipun memiliki dua dantian dan termasuk Alkemis dengan pil buatan yang hebat, namun Xiao Shuxiang juga mempunyai batasannya sendiri. Dan kemungkinan saat ini dirinya telah mencapai batas tersebut.
Nyawn..
"Tenanglah, akan kubawa dia.."
Lan Guan Zhi dengan hati-hati menurunkan temannya dan mulai menggendong Xiao Shuxiang di punggungnya.
Beberapa kultivator ingin ikut membantu, tetapi sepertinya Lan Guan Zhi bisa mengatasinya seorang diri.
"Hm? Pembuat masalah kita sudah tidur.."
Patriarch Lan berujar pelan kala melihat adiknya membawa Xiao Shuxiang menuju ke tenda darurat.
Lan Xu Jian sepertinya tidak pernah mempermasalahkan hubungan adiknya dengan bocah nakal tersebut yang sering dikatakan memiliki hubungan terlarang.
__ADS_1
"Xiao'Er jika sedang tidur, dia terlihat tenang. Sangat berbeda kalau dia bangun,"
Zhi Shu dan beberapa kultivator yang pernah belajar di Sekte Pedang Langit bersama Xiao Shuxiang terlihat mengangguk kala mendengar ucapan Patriarch Yu Changhai.
Sayangnya, Zhou Yan malah merasa Xiao Shuxiang juga berisik saat sedang tidur. Pemuda itu memiliki dengkuran yang keras dan sangat sulit untuk dibangunkan.
Dia bertaruh, Xiao Shuxiang akan membuat repot temannya saat dibangunkan nantinya.
Tenda darurat para kultivator ini terbuat dari dedaunan serta kain dari pakaian yang menjadi bekal mereka sebelumnya. Xiao Shuxiang ditidurkan perlahan di dalam salah satu tenda, tempat ibunya, Xiao WeiWei berada.
Sejak menemukan ibunya, Xiao Shuxiang tersentak kala melihat pedangnya berubah. Bilah Yīng xióng tidak lagi berwarna hitam kemerahan, melainkan berwarna putih keperakan.
Setelah berubah, Yīng xióng malah lebih sulit Xiao Shuxiang kendalikan. Dia menjadi pedang yang lebih agresif dan seperti hanya menurut pada Xiao WeiWei saja. Meski demikian, segel pada sarung pedangnya masih bisa menekan Yīng xióng.
Xiao WeiWei berterima kasih pada Lan Guan Zhi karena telah mau repot membawa putranya kemari. Dia tidak habis pikir anak bungsunya ini punya kebiasaan tidur hanya dalam hitungan detik saja, dan saat tidur sangat sulit dibangunkan.
".. Dia seperti punya kebiasaan buruk ayahnya,"
Lan Guan Zhi tersenyum saat mendengar Xiao WeiWei mulai cerewet menceritakan semua pengalamannya saat mengandung Xiao Shuxiang. Dia sempat tersentak ketika ibu dari temannya ini memaksanya duduk dan mendengarkannya bicara.
Lan Guan Zhi sebenarnya ingin segera pergi karena masih ada banyak pekerjaan menunggu, tetapi Xiao WeiWei sepertinya tipe ibu yang tidak akan membiarkan dirinya kemana-mana.
Jika dilihat dari penampilan Xiao WeiWei, wanita ini seperti orang yang pemalu dan tidak banyak bicara.
Aura yang terpancar keluar dari tubuhnya bak putri bangsawan, tetapi siapa sangka dia adalah wanita yang bahkan lebih cerewet dari Xiao Shuxiang.
".. Saat usianya enam bulan, dia pernah mencakar kakaknya karena memanggilnya 'Xiang-Er'. Aku bahkan pernah dilempari batu sekepalan tangannya saat kupanggil begitu, meski lemparannya tidak sampai. Tapi bukankah tindakannya sudah keterlaluan? Aku tidak pernah mengajarinya bersikap seperti itu.."
Xiao WeiWei terus menyambung ceritanya. Lan Guan Zhi sama sekali tidak menimpali ucapan wanita ini, tetapi bukan berarti dirinya tidak tertarik.
Beberapa kali Lan Guan Zhi menghembuskan napas sambil tersenyum tipis. Sungguh, kejadian semacam ini termasuk langka dalam sejarah Sekte Pedang Langit.
Lan Guan Zhi sejak kecil selalu berwajah datar, setiap perkataannya singkat namun menyakitkan. Dia hanya pernah tersenyum sedikit jelas saat bertualang dengan Xiao Shuxiang ke Pulau Demonic Beast, itupun tidak terlalu kentara.
Xiao WeiWei sepertinya tak tahu bahwa dia baru saja membuat sebuah keajaiban. Sayangnya, Xiao Shuxiang terlalu pulas tertidur hingga tidak bisa menikmati keajaiban langka ini.
!
Sebuah suara tiba-tiba membuat cerita Xiao WeiWei terhenti. Itu rupanya adalah Ling Qing Zhu yang datang membawa teh dan makanan. Dia lalu mempersilahkan gadis bercadar tipis tersebut untuk masuk.
".. Ayo duduklah, kau ini temannya Xiao'Er, kan?"
Xiao WeiWei begitu senang, dia lalu mengulang kembali ceritanya hingga membuat Lan Guan Zhi harus duduk lebih lama lagi.
Lan Guan Zhi menatap Ling Qing Zhu yang duduk di sampingnya. Pandangan mata mereka bertemu satu sama lain.
Hanya saja, Ling Qing Zhu merasa tatapan mata pemuda di sampingnya ini seakan sedang mengatakan dirinya telah bersalah karena datang di waktu yang tidak tepat.
Sekarang, mereka berdua harus terperangkap untuk mendengarkan cerita Xiao WeiWei yang entah kapan akan berakhir.
Ketiganya seperti telah terhanyut dalam suasana hingga tanpa sadar di luar telah gelap gulita. Feng Ying dan salah seorang kultivator dari Sekte Tengkorak Darah datang membawa lentera serangga bercahaya ke tenda milik Xiao WeiWei.
Keduanya mengajak ibu Xiao Shuxiang tersebut, Lan Guan Zhi, dan Ling Qing Zhu untuk keluar dan makan malam bersama.
Feng Ying lalu membangunkan Saudara Xiao-nya, namun dia seketika terlonjat kala mengetahui tubuh Xiao Shuxiang sangat dingin.
!!
"Xiao'Er? Xiao'Er, ayo bangun.."
Xiao WeiWei menepuk pelan pipi putranya. Tangannya terasa dingin saat bersentuhan dengan kulit Xiao Shuxiang.
Dia lalu memeriksa nadi dan juga aliran darah putranya dengan Qi. Mata Xiao WeiWei terbelalak ketika dirinya tidak dapat merasakan nadi Xiao Shuxiang, bahkan jantung putranya telah berhenti berdetak.
"Ada apa ini?! Xiao'Er?! Nak?!"
Lan Guan Zhi dapat melihat wajah Xiao WeiWei berubah cemas. Dia kemudian ikut memeriksa kondisi Xiao Shuxiang, namun lebih lama dari yang Xiao WeiWei lakukan.
!!
Semua aliran darah di dalam tubuh temannya terhenti, namun api jiwa Xiao Shuxiang masih ada. Aliran Qi pemuda yang dia periksa ini berjalan sangat lambat, jantungnya masih berdetak, namun hanya sekali selama dua menit.
"Dia.. Kemungkinan hibernasi,"
!!
"Bagaimana itu bisa?! Dia ini manusia, bukan beruang. Hibernasi hanya dilakukan oleh binatang. Xiao'Er, ayo bangun. Kau jangan membuat Ibu takut, Nak. Bangunlah,"
Xiao WeiWei mengguncang-guncangkan tubuh Xiao Shuxiang, tetapi putranya tetap saja tidak bangun. Feng Ying mencoba menenangkan Xiao WeiWei dengan berkata saudaranya pernah hibernasi sebelumnya, dan ini tidak akan menjadi masalah.
".. Saudara Xiao pasti akan bangun, Bibi. Kau tenang saja,"
Xiao WeiWei baru ingat Xiao Shuxiang pernah memberitahunya tentang 'hibernasi', tetapi dia tidak terlalu memikirkannya.
"Berapa lama.. Berapa lama Xiao'Er akan terus seperti ini..?"
Feng Ying agak ragu menjawab. Di lalu menatap Lan Guan Zhi, namun pemuda tersebut tidak mengatakan apapun dan seakan memintanya untuk menjawab sendiri pertanyaan Xiao WeiWei.
"Eem.. Bibi, hibernasi pertama Saudara Xiao saat dia berusia 7 Tahun. Dan dia baru bangun ketika usianya menginjak.. 14 Tahun,"
!!
Xiao WeiWei seakan kesulitan bernapas. Bagaimana bisa ada orang yang dapat tidur selama itu, dia jelas tidak bisa percaya.. Tetapi Lan Guan Zhi membenarkan ucapan Feng Ying.
"Xiao'Er.."
Xiao WeiWei meminta Feng Ying untuk memanggil Zhou Yan dan siapapun yang dapat membangunkan putranya kembali. Xiao Shuxiang tidak boleh tidur selama itu, dia harus dibangunkan apapun yang terjadi.
Ling Qing Zhu sendiri juga terlihat tidak percaya. Hibernasi dan bertapa selama bertahun-tahun adalah dua hal yang berbeda. Bahkan seorang pertapa pun pasti akan makan dan minum, tetapi jika berhibernasi..
Dia jadi tidak yakin Xiao Shuxiang adalah manusia. Kemungkinan pemuda yang sedang tidur tersebut merupakan sejenis Demonic Beast yang telah mendapat wujud manusia sempurna, tetapi belum bisa melupakan kebiasaannya untuk berhibernasi.
Feng Ying datang membawa Zhou Yan, Patriarch Lan, dan Ling Lang Tian. Hanya ketiga orang ini yang cukup dikenalnya, sebab Yang Shu tidak dia lihat.
Feng Ying sebenarnya juga telah memberitahu GrandElder Sekte Pedang Langit, tetapi beliau berkata Zhou Yan saja sudah cukup. Tidak baik jika banyak orang yang tahu keadaan Xiao Shuxiang.
Zhou Yan melakukan hal yang sama dengan Lan Guan Zhi sebelumnya, dia lalu menggeleng dan berkata bahwa dirinya tidak bisa membangunkan Xiao Shuxiang.
__ADS_1
".. Yang bisa dilakukan sekarang hanyalah menunggu.."
"Tapi bagaimana jika dia terus tidur seperti ini selama bertahun-tahun?!"
Patriarch Lan mencoba menenangkan Xiao WeiWei. Dia yakin Xiao Shuxiang akan baik-baik saja, mereka harus percaya pada kemampuan Xiao Shuxiang.
"Boleh aku memeriksanya, Patriarch?"
Zhou Yan mengangguk dan mempersilahkan Ling Lang Tian untuk memeriksa kondisi Xiao Shuxiang.
Kakak dari Ling Qing Zhu tersebut melukai ibu jari tangan kanannya hingga berdarah, dia lalu meletakkan ibu jarinya tepat di tengah kening Xiao Shuxiang.
Ling Lang Tian perlahan memejamkan mata, dia seperti dapat masuk ke dalam alam bawah sadar pemuda yang terbaring ini.
!!
Ling Lang Tian segera membuka matanya, alam bawah sadar Xiao Shuxiang terlalu gelap dan dingin. Walau hanya sebentar, dirinya dapat merasakan seperti di serang oleh ribuan pedang beracun.
Ling Lang Tian menghembuskan napas dan mulai mencoba kembali. Sayangnya, dia kembali membuka mata dan berkata tidak sanggup menyadarkan Xiao Shuxiang. Dia belum pernah melihat ada kegelapan yang sangat menakutkan seperti ini sebelumnya.
".. Apa dia mutan?"
!!
Xiao WeiWei membantah, dia jelas yang melahirkan Xiao Shuxiang. Anaknya adalah manusia asli, berasal dari pabrik yang sama dengan Xiao Lu, mana mungkin putranya itu sejenis mutan.
"Tapi alam bawah sadarnya.. Bukan seperti milik manusia,"
!!
Ling Lang Tian pernah mendapati seseorang di Benua Tengah yang juga mempunyai alam bawah sadar yang sangat gelap, tetapi tidak semengerikan yang Xiao Shuxiang miliki.
"Tapi putraku itu manusia tulen. Aku bisa membuktikannya pada kalian,"
Xiao WeiWei meminta Ling Lang Tian bergeser sedikit. Dia baru akan membuka pakaian Xiao Shuxiang, namun segera dihentikan oleh Patriarch Lan dan Zhou Yan.
"Anda ingin melakukan apa?"
"Tentu saja memperlihatkan bahwa putraku itu manusia asli. Dia punya pilar surgawi yang membuktikan identitasnya,"
!!
Xiao WeiWei sepertinya sudah tidak waras. Bagaimana bisa ada seorang ibu yang berniat memperlihatkan 'benda milik putranya'. Apalagi di sini ada Ling Qing Zhu, itu akan sangat mempermalukan Xiao Shuxiang.
"Kenapa harus malu? Kalian juga punya, kan? Nona cantik itu bisa menutup matanya jika tidak mau melihat,"
"Tunggu,"
Ling Lang Tian menghentikan tangan Xiao WeiWei, dia berkata hal semacam itu tidak bisa menjadi bukti apakah Xiao Shuxiang benar-benar manusia atau bukan.
".. Kita harus menunggunya bangun terlebih dahulu,"
Feng Ying menghembuskan napas lega sambil mengusap-usap dadanya, hampir saja harga diri Saudara Xiao-nya hancur.
Baik Feng Ying, Lan Guan Zhi, Ling Lang Tian, serta orang-orang yang ada di dalam tenda ini tidak mengetahui bahwa Xiao Shuxiang sedang bermimpi, dan alam bawah sadarnya tidak bisa dimasuki sembarangan.
Xiao Shuxiang nampak berdiri di sebuah tempat yang luas. Langit di atasnya terlihat seperti cermin, dia dapat melihat pantulan wajahnya sendiri.
Di bawah kakinya juga seperti cermin, namun terdapat genangan air yang akan memercik dan bersuara saat dia melangkah.
"..."
Xiao Shuxiang memperhatikan sekelilingnya, tidak ada pohon atau benda apapun selain apa yang ada di bawah dan di atasnya.
"Ini sebenarnya tempat apa?"
Xiao Shuxiang mengusap-usap dagunya dan terus berjalan, dia bahkan tidak bisa merasakan Qi atau keluar dari sini.
"Permisi..?! Apa ada orang..?!"
Xiao Shuxiang tidak mendengar suara apapun selain gema dari ucapannya. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan mulai cemas, jangan bilang dirinya telah mati?!
Tak
!!
Xiao Shuxiang mendengar suara, itu bukan berasal dari langkahnya. Dia lalu memfokuskan pendengarannya dan ternyata suara itu kembali.
Segera dirinya mencari asal dari suara tersebut yang semakin lama, semakin terdengar jelas.
Penglihatan Xiao Shuxiang mulai menangkap sesosok manusia yang sedang duduk bersila dengan sebuah batu giok hitam di depannya.
?!
Langkah Xiao Shuxiang semakin mendekat, dia baru bisa melihat dengan jelas bahwa ada papan permainan yang mirip catur di atas batu giok hitam di depan orang yang seperti kakek tua ini.
"..."
Xiao Shuxiang tidak mengeluarkan suara dan malah duduk di depan kakek tua tersebut. Dia memperhatikan tampilan tua bangka di depannya yang tidak memiliki rambut dan terdapat dua buah warna agak kehitaman pada dahinya.
Xiao Shuxiang baru mengetahui kakek ini ternyata tidak bisa melihat, dia tua bangka yang buta. Tapi kenapa malah bermain catur di sini?
"Hmm.. Dari penampilan dan wajahnya.. Sepertinya aku pernah bertemu dengannya.."
Xiao Shuxiang mengusap-usap dagunya dan mencoba memanggil tua bangka di depannya. Dia bertanya apa mereka pernah bertemu sebelumnya atau tidak? Dan apakah nama tempat ini.
"Tua Bangka, kalau kau tidak menjawab Xiao Shuxiang. Aku akan membunuhmu. Jangan bersikap misterius dan segera jawab pertanyaanku, siapa kau? Dan apa maumu?"
"Xiao.. Shuxiang. Ternyata kau sudah melupakanku.."
!!
Xiao Shuxiang terkejut, dia merasa suara ini sangat tidak asing baginya. Tatapan matanya bertemu dengan mata yang semuanya putih milik tua bangka di depannya.
Seketika, mata Xiao Shuxiang membulat. Dia mulai ingat, orang tua di depannya tidak lain adalah manusia yang pernah memberikan Kitab Pernapasan Langit dan Bumi padanya.
***
__ADS_1