XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
182 - Menyerang Sekte Pagoda Langit [Revisi]


__ADS_3

Sudah tiga hari Lan Guan Zhi tertidur di atas dipan milik Ping Gou. Kini kelopak matanya mulai bergerak perlahan.


Lan Xiao nampak tidur pulas di samping Lan Guan Zhi, ekornya sesekali bergoyang, dia begitu kelelahan. Sementara itu, Xiao Shuxiang tertidur sambil punggungnya bersandar pada pinggiran dipan.


Selama tiga hari ini Xiao Shuxiang membantu memperbaiki bangunan Sekte Pedang Langit serta mengobati murid-murid yang terluka. Walau dia bisa bertahan tanpa tidur sedikit pun, namun mentalnya bukan terbuat dari baja.


Mata Lan Guan Zhi perlahan terbuka, pandangan awalnya sedikit memburam, namun secara berangsur-angsur mulai jelas. Dia bisa melihat langit-langit gua kediaman Ping Gou. Di sekelilingnya terdapat lampion dengan cahaya biru, sudah pasti itu adalah api kecil milik Xiao Shuxiang.


Nnyan


Lan Xiao bersuara pelan saat Lan Guan Zhi bangun, walau mata Harimau Bulan tersebut masih terpejam.


"…"


Lan Guan Zhi menyentuh kepala Xiao Shuxiang dan menepuknya pelan, tindakannya membuat Xiao Shuxiang terbangun. Sedikit aneh, sebab biasanya pemuda tersebut sangat sulit dibangunkan.


"Lan Zhi...?" Xiao Shuxiang mengusap kedua matanya, "..... Bagaimana perasaanmu sekarang? Apa tubuhmu masih sakit?"


"Tidak.."


Xiao Shuxiang mengembuskan napas lega, "Kukira kau akan terus tertidur dalam waktu yang lama. Syukurlah kondisimu baik-baik saja,"


"Kau mau minum..?" Xiao Shuxiang bertanya kembali.


"Tidak.."


"Aiya, aku senang karena kau akhirnya bangun, tapi kau masih saja hemat bicara. Lan Zhi, tolong cobalah untuk sedikit lebih cerewet, setidaknya jawab pertanyaanku lebih dari satu kata. Aiya, jika kau terus begini... Kau benar-benar akan kehilangan temanmu, Nak."


"Pedangku.."


Bukannya mendengarkan Xiao Shuxiang, Lan Guan Zhi malah mencari pedangnya. Beruntung Xiao Shuxiang sedang dalam kondisi lelah mengomel, sehingga telinganya selamat.


Xiao Shuxiang mengeluarkan pedang Lan Guan Zhi dari Cincin Spasialnya. Dia berkata, "Tiga hari yang lalu, sebelum aku membantu para saudara seperguruanku yang terluka, aku kembali ke gua sekte milikmu dan mengambil dua pedang."


Xiao Shuxiang berkata, "Yang satu ini jelek sekali, sudah sangat tua dan aku tidak bisa menariknya. Sepertinya pedangmu ini mempunyai segel."


Xiao Shuxiang menyerahkan sebuah pedang yang sarungnya berwarna emas kepada Lan Guan Zhi. Saat memegang pedangnya, Lan Guan Zhi merasakan ada aura yang aneh. Dia perlahan menarik pedang tersebut dan ternyata berhasil.


!


Pedang ini tidak pernah bisa dikeluarkan sama sekali oleh Lan Guan Zhi sebelumnya. Bahkan Grand Elder di masa lalu dan yang sekarang juga tidak mampu menarik pedang tersebut.


Xiao Shuxiang tidak tahu pedang warisan ini serta keistimewaannya. Dia tercengang sebab bilah pedang di tangan Lan Guan Zhi sangat tua dan begitu rapuh, dia yakin pedang tersebut tidak bisa memotong wortel.


".. Kalau pedang itu punyaku, Xiao Shuxiang ini akan langsung membuangnya. Pedangmu sangat jelek dan sudah tidak berguna. Kewibawaan dan ketampananmu akan berkurang jika terus membawanya, sebaiknya kau buang saja dan ganti dengan yang baru, oke?"


Lan Guan Zhi hanya memasang wajah tenangnya sambil menatap Xiao Shuxiang dalam. Temannya ini sangat tidak menghargai dan menghormati pedang warisan leluhurnya.


!!


Pedang Lan Guan Zhi tiba-tiba bersinar kuning, bilah pedangnya mulai berubah. Sebuah garis keemasan membuat corak pada bilah pedang tersebut. Perlahan.. Baik bilah maupun gagangnya mengalami perubahan.


Bentuk pedang yang lurus dengan bilah selebar 4 cm berubah menjadi besar dan melengkung pada ujungnya.


Baru pertama kali Xiao Shuxiang melihat perubahan pedang sedrastis ini. Dia langsung memuji pedang yang begitu dihinanya tadi.


Lan Guan Zhi kembali menatap Xiao Shuxiang. Walau dia terkejut dengan perubahan pedangnya, namun dia lebih tak menyangka dengan perubahan sikap Xiao Shuxiang.


Andai Xiao Lu dan Lan Gaozu ada di sini, dia pasti akan mewakili Lan Guan Zhi dan mengomeli Xiao Shuxiang.


Manusia memang seperti itu, hanya menilai dari penampilan luar sebuah pedang tanpa pernah memikirkan apa yang terkandung di dalamnya.


Ejekan dari Xiao Shuxiang seperti tidak pernah ada, tanpa meminta maaf dan dengan muka tebalnya dia melontarkan berbagai pujian pada pedang warisan leluhur Lan Guan Zhi.


"Luar biasa..! Apa ini sejenis pusaka? Apa pedangmu salah satu dari tiga Pusaka Langit?! Ayo jawablah, Lan Zhi..! Kenapa kau diam?"


"Kau.. Tidak tahu malu.."


Xiao Shuxiang sama sekali tidak mengerti maksud ucapan Lan Guan Zhi. Sepertinya dia tak menyadari letak kesalahannya, dia hanya menatap Lan Guan Zhi keheranan.

__ADS_1


Setelah mengembuskan napas pelan, Lan Guan Zhi mulai menjawab. "Ini pedang leluhur sekteku. Tidak termasuk ke dalam Tiga Pusaka Langit."


"Jadi, pedangmu adalah Pusaka Bumi..? Tapi aku merasa itu terlalu hebat untuk dianggap sebagai Pusaka Bumi,"


"Lebih tinggi dari Pusaka Langit,"


Xiao Shuxiang terkejut, "Selama ini aku hanya tahu tingkat sebuah pusaka terkuat adalah yang berada di tingkat Langit. Dan kalau ada yang lebih tinggi, maka itu berada di tingkatan Semesta. Namun, tingkatan ini hanya ucapan asalku."


Xiao Shuxiang berkata, "Aku tak menyangka benar-benar ada pusaka yang lebih tinggi dari Pusaka Langit. Jadi.. Ini Pusaka Tingkat Semesta?"


"Bukan,"


"Eh? Jika bukan Pusaka Bumi, tidak masuk ke dalam Pusaka Langit dan juga bukan Pusaka Semesta, lalu apa..?" Xiao Shuxiang menatap Lan Guan Zhi dengan rasa penasaran. Pedang yang tingkatannya lebih tinggi dari Pusaka Langit, jelas bukanlah pedang biasa.


"Shǎndiàn.. Adalah Pusaka Abadi,"


Xiao Shuxiang tidak bisa menyembunyikan rasa kekagumannya. Apalagi saat ucapan Lan Guan Zhi selesai, pedang di tangan temannya tersebut kembali bersinar terang dan mengeluarkan bunyi seperti gemuruh petir.


Xiao Shuxiang. "Berarti ini sangat hebat..! Apa boleh kupinjam?!"


"Tidak,"


"Kalau kupegang sebentar?"


Lan Guan Zhi memberikan Shǎndiàn pada Xiao Shuxiang. Saat berada di tangan pemuda tersebut.. Shǎndiàn kembali pada bentuknya semula.


Xiao Shuxiang berdecak kagum. "Waah.. Tidak akan ada yang percaya jika pedang tua, jelek, dan rapuh seperti ini adalah sebuah Pusaka Abadi. Shǎndiàn sepertinya hanya bisa digunakan olehmu, ambillah.."


Lan Guan Zhi mengangguk. Itu memang benar, Shǎndiàn hanya mengakuinya sebagai 'Tuan'. Selama beratus-ratus tahun, Pusaka Leluhur Sekte Pedang Langit selalu berganti pemilik. Hanya pembuat pedang tersebutlah yang bisa mengeluarkan Shǎndiàn dari sarungnya, dan orang kedua yang berhasil diakui oleh Shǎndiàn adalah Lan Guan Zhi.


Sebelum mendapat pengakuan, Lan Guan Zhi harus mencapai tahap Grand Master dan harus bisa menahan sakitnya kematian.


Sekte Pagoda Langit tahu tentang murid berbakat dari Sekte Pedang Langit. Mereka memutuskan untuk membunuh Lan Guan Zhi sebelum pemuda tersebut benar-benar mencapai tingkat Grand Master.


Pagoda di tangan Ling Qing Zhu waktu itu hanya bisa digunakan setelah menyerap kekuatan dari Dantian termurni, dan karenanyalah Dantian Lan Guan Zhi harus hancur.


Dan anehnya, sekte di serang di waktu yang sangat tepat. Dimana kebanyakan murid senior menjalankan misi di luar dan pada saat yang sama keempat Patriarch sedang tidak mengunjungi sekte.


Apalagi penyerangan tersebut terjadi di Bulan Purnama, bertepatan dengan waktu kemunculan gua Sekte Pedang Langit. Sangat mustahil jika ini adalah kebetulan.


Mungkinkah salah satu murid Sekte Pedang Langit berkhianat? Tetapi tidak ada bukti yang menguatkan dugaan tersebut. Seseorang yang patut dicurigai sebagai pengkhianat adalah..


Xiao Shuxiang!


Jika ada yang harus dicurigai itu adalah Xiao Shuxiang. Pemuda tersebut bukanlah bagian dari Sekte Pedang Langit, dan dia selalu keluar-masuk sekte sesuka hati. Tidak ada siapa pun yang menghentikannya. Sangat banyak alasan yang bisa digunakan untuk menuduh Xiao Shuxiang dalang dari penyerangan tersebut.


Beruntung Chun Bai Dao bukanlah orang yang berpikiran sempit. Andai itu terjadi, Xiao Shuxiang sudah di cap sebagai musuh bebuyutan Sekte Pedang Langit dan pasti akan mendapat hukuman atas kesalahan yang sama sekali tidak dia lakukan.


Itu pasti! Tak ada seorang pun yang akan percaya pada Xiao Shuxiang. Apalagi Chun Bai Dao tahu identitasnya yang jelas-jelas adalah Sang Bintang Penghancur.


Identitas itulah yang akan semakin menguatkan kesalahan Xiao Shuxiang, tetapi Grand Elder Sekte Pedang Langit tidak mau asal menuduh.


'Semua orang dapat dan bisa berubah', hal yang sama berlaku juga untuk Sang Bintang Penghancur. Apalagi setelah melihat kepribadian pemuda tersebut.. Chun Bai Dao yakin, Xiao Shuxiang tidak sama seperti kabar yang terdengar.


Sekte Pedang Langit saat ini masih berada dalam perbaikan. Meski wajah dan tatapan mata Lan Guan Zhi tetap tenang, namun jika diperhatikan lebih saksama.. Ada kemarahan serta kesedihan yang nampak di matanya.


Bangunan Empat Arah masih dalam proses pembangunan, sementara Balai Peristirahatan, Pagoda Tingkat Sembilan, dan Balai Murid mengalami kerusakan yang cukup parah.


Tidak ada yang memikirkan untuk membalas perbuatan Sekte Pagoda Langit selain Xiao Shuxiang dan teman-temannya. Selama dua hari terakhir, Xiao Shuxiang memberi perintah pada Ping Gou untuk mencari letak keberadaan Sekte Pagoda Langit.


Xiao Shuxiang membawa Lan Guan Zhi dan Lan Xiao menemui Grand Elder yang ada di Balai Peristirahatan. Setelah mempertemukan mereka dengan Chun Bai Dao, dia pun berpamitan.


"Nak, tinggallah sedikit lebih lama.." Chun Bai Dao yang saat ini duduk bersama Duan De, dia meminta Xiao Shuxiang duduk bersama mereka.


"Nanti aku akan kembali, ada hutang yang harus aku bayar.." Xiao Shuxiang tersenyum ramah, "Kau rawat para muridmu saja."


"Bocah, kau jangan pergi sendirian. Bawa murid-murid senior sekte ini bersamamu," Duan De tahu Xiao Shuxiang akan pergi ke Sekte Pagoda Langit untuk membalas dendam sekaligus menyelamatkan kelima Patriarch yang diculik.


Chun Bai Dao sebenarnya ingin pergi, namun Duan De melarangnya. Xiao Shuxiang juga tidak ingin GrandElder Sekte Pedang Langit ikut, bisa dibilang.. Dia ingin menggila habis-habisan di Sekte Pagoda Langit.

__ADS_1


"Aku bisa melakukannya sendiri. Aku tidak butuh pengasuh,"


Xiao Shuxiang menepuk pundak Lan Guan Zhi, dia meminta agar temannya tetap tinggal dan membantu-bantu di sekte ini.


Lan Guan Zhi hanya diam dan menatap Xiao Shuxiang yang perlahan berjalan pergi meninggalkan dirinya.


Mana mungkin Lan Guan Zhi akan menurut begitu saja, apalagi dia bisa membayangkan apa yang akan dilakukan oleh temannya tersebut. Lebih baik dia membiarkan Xiao Shuxiang pergi lebih dulu, dia akan menyusul nanti.


Xiao Shuxiang memang ingin pergi sendiri, dia sudah diberitahu lokasi Sekte Pagoda Langit oleh seekor tikus kecil, pengikut Ping Gou.


Masalahnya..


Saat dirinya ada di pintu gerbang Sekte Pedang Langit, sudah ada delapan orang saudara seperguruannya yang menunggu. Bukan hanya mereka, tetapi delapan orang murid Senior Sekte Pedang Langit juga ada.


"Saudara Xiao, kau lama sekali.. Ayo berangkat..!" Hou Yong memperlihatkan pedangnya yang baru saja dia tajamkan sekaligus diberi lumuran racun, dia terlihat bersemangat.


"Kalian.." Xiao Shuxiang mengusap tengkuknya, berpikir sejenak dan akhirnya menyerah. Dia membiarkan kedelapan temannya dan murid-murid Sekte Pedang Langit ikut.


Mereka segera menaiki pedang terbang dan berangkat menuju ke Sekte Pagoda Langit. Waktu yang mereka butuhkan untuk sampai di tempat tujuan sekitar tiga hari, tentu dengan kecepatan tinggi.


Xiao Shuxiang bisa saja lebih cepat lagi, namun dia tidak ingin meninggalkan teman-temannya. Apalagi mereka juga butuh mengatur rencana.


Saat sampai, bangunan Sekte Pagoda Langit lumayan besar dan luas. Selain Ling Hao Yu dan Ling Qing Zhu.. Semua murid di sekte ini berjumlah sekitar 500 orang.


Bagi sekte yang masih baru di Benua Timur.. Memiliki 500 murid adalah sebuah pencapaian yang hebat.


Xiao Shuxiang. "Dari informasi yang kudapat, Sekte Pagoda Langit tidak memiliki Grand Elder, melainkan hanya mempunyai seorang Patriarch. Tapi jangan remehkan mereka,"


"Emm.. Saudara Xiao? Apa perlu kita menyamar menjadi rumput seperti ini..?" Hai Feng merasakan pipinya gatal akibat getah pohon yang dipakainya untuk menempelkan beberapa helaian daun.


Xiao Shuxiang meletakkan jari telunjuknya di bibir dan meminta Hai Feng agar memelankan suaranya. Dia menoleh ke arah murid-murid Sekte Pedang Langit yang begitu serius mengikuti penyamarannya.


Xiao Shuxiang mengembuskan napas, jelas dia ingin sekali tertawa keras. Kapan lagi dia bisa mengerjai murid-murid Sekte Pedang Langit yang terkenal dengan keanggunan dan kedisiplinannya itu. Yaah.. Sedikit hiburan sebelum melakukan pembantaian bukanlah hal yang buruk.


Jing Mi buka suara. "Saudaraku, aku tidak yakin kita bisa menang melawan begitu banyak murid. Kita seperti rayap yang masuk ke kandang ayam,"


"Kata-kata yang bagus, Saudara Jing. Sayangnya aku tidak berpikir demikian," Xiao Shuxiang tersenyum licik, dia mengeluarkan sepuluh butir pil dari Cincin Spasialnya.


Jing Mi dan yang lainnya menatap Xiao Shuxiang dengan heran. Mereka sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikiran pemuda ini.


"Haah.. Aku sangat menyukai bakat Alkemisku, membuatku hampir menangis.." Xiao Shuxiang sambil terus memuji dirinya sendiri, juga mulai mengeluarkan lima api biru kecilnya. Satu api miliknya mengambil dua butir pil, mereka lalu menghilang dan tiba-tiba muncul di lima titik bangunan Sekte Pagoda Langit.


"Permainan akan segera dimulai.. Kalian ingat rencananya, kan?" Xiao Shuxiang kembali buka suara.


"Tentu saja, Saudara Xiao..!" Yi Wen menyeringai, dia sudah tidak sabar mencincang habis murid-murid Sekte Pagoda Langit.


Seorang murid Sekte Pedang Langit berujar. "Ini cara curang dalam berperang.. Tidak seharusnya dilakukan,"


Xiao Shuxiang mengerutkan kening saat mendengar pendapat salah seorang murid itu. Dia mendengus dan berkata, "Kawan. Tidak ada yang namanya 'Curang' dalam peperangan. Kau jangan terlalu naif. Kalian tidak ingat apa yang dilakukan mereka pada tempat tinggal kalian..? Dengarkan, Nak.. Hutang harus dibayar, dengan cara yang sama atau lebih baik.."


Xiao Shuxiang memberi aba-aba pada Jing Mi dan teman-temannya. Salah satu murid Sekte Pedang Langit yang bertindak sebagai pemimpin juga memberi aba-aba pada saudara seperguruannya.


Api biru kecil Xiao Shuxiang yang berada di lima titik mulai membakar pil yang mereka bawa, perlahan asap tipis mulai menyebar.


Xiao Shuxiang memberi kedelapan temannya dan murid-murid Sekte Pedang Langit masing-masing sebuah pil berwarna hitam kelam. Pil itu adalah penawar dari racun pelumpuh miliknya.


Asap tipis tersebut memiliki efek melumpuhkan saat masuk ke dalam tubuh, baik melalui hidung maupun kulit.


!!


Hanya dalam waktu sepuluh tarikan napas, asap pelumpuh Xiao Shuxiang mulai bereaksi.


Xiao Shuxiang dan Yi Wen masih menunggu, sementara teman-temannya yang lain mulai melesat dan keluar dari penyamaran mereka.


"Saudara Xiao, saatnya menghitung.." Yi Wen menyeringai, dia dan teman-temannya telah merencanakan permainan yang menarik.


Di mana dirinya dan Xiao Shuxiang akan bertindak sebagai pembantai berdarah dingin, sementara rekan-rekan mereka berperan menjadi pembantai yang baik hati. Salah satu permainan aneh dan gila milik Xiao Shuxiang.


***

__ADS_1


__ADS_2