
Di dalam Gelang Semesta yang saat ini ada pada Lan Guan Zhi.. Murid-murid Sekte Pedang Langit dengan kultivator dari sekte lain nampak duduk bersama para manusia biasa dan Demonic Beast.
Mereka bersuara pelan saat berbicara, tidak ingin mengganggu mayat dari dalam peti kayu giok hitam itu.
Mereka yakin mayat tersebutlah pemilik dari tempat ini sekaligus apa yang ada di dalamnya.
Pernah ada salah satu diantara mereka yang nampak serakah, dia tergiur melihat banyaknya kepingan emas dan mencoba mengambil segenggam. Namun yang terjadi adalah tangannya mendadak melepuh seperti baru saja terkena air panas.
Rupanya semua harta berharga dari Gelang Semesta, baik mutiara roh sampai tanaman herbal hanya dapat disentuh oleh Xiao Shuxiang dan orang-orang yang mendapat izinnya terlebih dahulu.
Sejak One Ring disucikan dengan darahnya dan ditingkatkan menjadi Pusaka Semesta.. Maka sejak saat itulah dia menjadikan Xiao Shuxiang sebagai 'Tuannya'.
Gelang Semesta mirip dengan Yīng xióng, yakni tidak memiliki roh di dalamnya tetapi punya pemikiran sendiri. Hanya saja, Yīng xióng jauh lebih liar.
Pedang buatan Xiao Shuxiang dan telah disempurnakan Duan De ini mempunyai satu tujuan, yakni mengendalikan kekuatan dan niat membunuh 'Tuannya'.
Dunia di dalam Gelang Semesta nampak tidak terbatas, Xiao Shuxiang sendiri belum pernah menjelajahi lebih dari dua kilo meter dari tempatnya menaruh peti mayat Penatua Da Lin dan ladang herbalnya.
Xiao Shuxiang sebenarnya ingin mengatur barang-barang di dalam Gelang Semesta dengan lebih baik. Mungkin membuat bangunan khusus untuk kumpulan senjata pusakanya dan gundukan mutiara rohnya, namun dia selalu tidak punya waktu.
Mana dirinya tahu bahwa Gelang Semestanya akan bermanfaat sebagai tempat pengungsian oleh para manusia serta Demonic Beast di Benua Timur, dia benar-benar tidak habis pikir akan terjadi hal sebesar ini.
Salah satu yang menghuni Gelang Semesta sekarang adalah Qi Xuan, dia bersama dengan Ling Qing Zhu dan beberapa kultivator lain sudah siap bertarung, mereka menunggu sampai dikeluarkan dari tempat ini.
Cukup mengejutkan, diantara kultivator rupanya ada GrandElder dari Sekte Serigala Iblis, Sim Hi Ji. Dia bersama dengan sepuluh orang muridnya terlihat diobati oleh dua api biru kecil milik Xiao Shuxiang.
Kedua api ini mengenali Sim Hi Ji dan murid-muridnya dari seragam yang mereka kenakan.
Tidak ada hutang apapun antara Sim Hi Ji dengan tuan mereka, Xiao Shuxiang. Lagipula saat Sekte Serigala Iblis menyerang Sekte Kupu-Kupu di masa lalu, Xiao Shuxiang dan saudara seperguruannya telah membalas hutang itu beserta bunganya.
Qi Xuan dan Ling Qing Zhu melihat sekeliling. Masing-masing kultivator ketiga Aliran duduk dengan saudara seperguruan mereka sendiri, begitu juga dengan para pendekar.
Untuk manusia biasa, mereka duduk berkelompok berdasarkan nama kota tempat tinggal mereka.
Rasanya rapi jika dilihat dari atas, ada tempat orang-orang yang terluka parah sampai luka ringan. Kedua api milik Xiao Shuxiang-lah yang mengatur mereka, tentu saja dibantu oleh beberapa kultivator.
Selain mengatur para manusia, kedua api biru tersebut juga mengatur para Demonic Beast. Tempat di dalam Gelang Semesta jauh lebih tenang daripada di luar, yang mana saat ini sedang terjadi pertempuran besar-besaran.
BLAAAR!
Sudah banyak korban yang berjatuhan pada pasukan Kaisar Matahari Tengah, ada beberapa yang terkena tebasan di lengan, kaki, termasuk leher.
Sebagian yang lain terkena tusukan di perut dan dada. Hanya tinggal menghitung mundur sampai mereka menghembuskan napas terakhir. Sungguh.. Perang ini sama sekali tidak menguntungkan bagi mereka yang hanya manusia biasa.
BAAAM!
Jing Mi, Bao Yu, dan Hai Feng menangkis serangan yang datang dari atas, ketiganya melindungi dua orang prajurit Kaisar Matahari Tengah yang sudah sangat sekarat.
"Hei, apa kau masih hidup?!"
Yi Wen menepuk pelan pipi salah satu prajurit, dia langsung memberikan Pil Napas Naga saat tahu bahwa prajurit ini masih bernapas.
BLAAAR!
"Sebenarnya apa yang terjadi di atas sana?"
Yi Wen dapat mendengar gemuruh petir dan suara keras yang saling berbenturan.
Di balik awan yang hitam diatasnya pasti sedang terjadi pertarungan sengit.
"Lan Xiao tidak ada di sini untuk mengalirkan energi kehidupannya, ini tidak menguntungkan untuk kita,"
Jing Mi sebenarnya ingin melawan Wyvern, namun saat dirinya terbang menembus awan hitam beberapa waktu lalu.. Dia merasa kekuatannya belum cukup untuk menghadapi Demonic Beast tersebut.
Kekuatan Wyvern terlalu besar dan setiap serangannya dapat berakibat kematian. Jika dirinya nekat, dia yakin tidak akan lagi melihat Xiao WeiWei ataupun mendengar suara lembut ibu dari saudara seperguruannya itu.
Dia juga pasti hanya akan menjadi beban bagi Lan Xiao dan Ling Lang Tian. Memutuskan untuk menyerahkan urusan Wyvern dan percaya bahwa kedua rekannya dapat seimbang dengan naga tersebut merupakan pilihan tepat yang diambil Jing Mi.
Yi Wen dan saudaranya yang lain setuju dengan keputusan Jing Mi. Mereka akan fokus menyelamatkan orang-orang yang terluka dan menyerahkan sisanya pada Ling Lang Tian dan Lan Xiao.
"Zhi Shu, apa pembekuanmu dapat mengulur waktu kematian bagi mereka?"
Zhi Shu mengerti maksud dari Yi Wen, namun dia tidak yakin apakah dengan membekukan tubuh manusia yang sekarat akan baik-baik saja atau malah bertambah buruk. Namun Yi Wen mengatakan dia ingin mencobanya.
".. Tidak mungkin kita dapat mendatangi mereka satu persatu, lagipula pil yang dibagikan Saudara Xiao sangat terbatas. Kumohon, Zhi Shu. Tolong cobalah.."
"Tidak perlu memohon, Saudaraku. Akan kulakukan. Aku juga ingin mencoba sesuatu.."
Tubuh Zhi Shu merendah, lutut kaki kirinya menyentuh tanah bersamaan dengan kedua tangannya, dia memfokuskan Qi miliknya pada genangan air hujan dan mulai memakai jurusnya.
Secara cepat, sepuluh orang prajurit yang terbaring dengan luka parah langsung membeku, tubuhnya seperti ditutupi es tebal nan dingin.
!!
__ADS_1
Zhi Shu, Yi Wen dan teman-temannya terkejut saat es tersebut langsung retak saat terkena serangan nyasar.
Es tersebut kemudian pecah berkeping-keping beserta tubuh prajurit di dalamnya.
Yi Wen seketika membentak Zhi Shu, dia mengatai saudaranya bodoh dan bertanya apa yang telah saudaranya ini lakukan.
".. Kau itu tidak menolong, tapi malah membunuhnya!"
"Yi Wen, kurang ajar! Mana kutahu akan jadi begitu,"
Zhi Shu memegang kembali busurnya dan berdiri. Es miliknya ternyata memiliki karakteristik seperti kaca, yakni terlalu rentang terhadap sentuhan. Sedikit gerakan pelan saja, seseorang yang terkurung di dalam es milik Zhi Shu bisa mati.
Bao Yu mengusulkan untuk mencari cara lain, namun seketika dirinya tersentak saat Lan Guan Zhi menapakkan kakinya diantara mereka.
!!
Lan Guan Zhi menyentuh tubuh prajurit yang terbaring dan seketika membuatnya menghilang entah kemana, ini membuat Yi Wen dan teman-temannya terkejut.
"Tuan Muda Lan?"
"Bantu aku,"
Yi Wen dan teman-temannya tidak tahu harus membantu Lan Guan Zhi seperti apa.
Tetapi ketika melihat pemuda tersebut dapat membuat prajurit yang sekarat menghilang hanya dengan sentuhan pelan.. Mereka mulai menyadari satu hal, Lan Guan Zhi kemungkinan memiliki cara menyelamatkan nyawa para prajurit tersebut.
Tanpa lama-lama, Yi Wen dan saudara seperguruannya melesat menuju para prajurit yang terluka, dan mengumpulkan mereka di satu titik sambil menangkis serangan yang datang.
TRAANG!
Zhou Yan sendiri saat ini sedang bertarung dengan pilar atas Scarlet Bayangan yang menduduki kursi kedua, Zhe Eryu.
Pertarungan keduanya bisa dibilang yang paling sengit setelah pertarungan Wyvern melawan Ling Lang Tian dan Lan Xiao.
BAAAM!
Belum ada diantara mereka yang bicara sejak pertarungan di Kekaisaran Matahari Tenggelam sampai ke tempat ini.
Zhe Eryu menganggap Zhou Yan misterius, begitu juga sebaliknya. Keduanya tidak dapat melihat wajah masing-masing dengan jelas, sebab Zhe Eryu memakai ropeng rubah dan Zhou Yan memakai cadar tebal.
TRAANG!
Hanya saja, Zhe Eryu beranggapan lawannya seorang wanita.
".. Aku jadi ingin melepas cadarmu,"
"Hmp, coba saja kalau kau bisa."
!!
Zhe Eryu tersentak, barusan dia mendengar suara laki-laki. Dirinya sedikit lengah hingga terkena serangan dari Pedang Phoenix Api milik Zhou Yan.
"Apa sudah selesai?"
Zhou Yan menatap tubuh pilar atas Scarlet Bayangan yang menjadi abu karena terkena serangan dari pedang pusaka miliknya.
Kekuatan dari Pedang Phoenix Api dapat membakar lawan sampai ke tulang dan yang tersisa hanya abu saja.
!!
Zhou Yan sedikit berdecak kesal, pilar atas Scarlet Bayangan memiliki teknik yang merepotkan. Sudah beberapa kali dibunuh, tetap saja dapat hidup kembali.
".. Entah berapa banyak orang yang telah dia bunuh demi mempelajari Teknik Terlarang ini.. Tapi aku akan terus melawanmu sampai kau tidak bisa hidup kembali,"
Zhou Ya melesat, dia menggunakan kekuatan penuhnya untuk mengayunkan Pedang Phoenix Apinya.
TRAANG!
Benturan senjata miliknya dengan senjata lawan menghasilkan angin kejut yang menumbangkan beberapa pohon dan memberi retakan cukup dalam pada tanah.
BAAAM!
Tidak ada yang mengganggu pertarungan keduanya sebab mereka berada jauh dari medan perang yang sebenarnya.
!!
Sesuatu yang buruk terjadi, lima ekor Demonic Beast yang berusia 2000 Tahun datang dari arah hutan, wilayah Kekaisaran Matahari Tenggelam.
Dua diantara mereka adalah ular bersisik baja, sementara tiga lainnya merupakan singa bersurai api. Mata kelima Demonic Beast ini berwarna putih pucat, mereka rupanya juga dikendalikan.
!
Bukan pilar atas Scarlet Bayangan yang mengendalikan para binatang ini, tetapi Pohon Teratai Iblis.
__ADS_1
Sudah banyak daun yang gugur dari pohon itu dan digantikan oleh kuncup bunga teratai, terlihat satu demi satu mulai mekar sempurna.
Bila seluruh pohon telah ditutupi bunga dan daun terakhir jatuh.. Maka Wyvern dapat membuka Gerbang Dunia Demon.
BAAAM!
Di tempat lain, Ming Mei dan Bai Wu Dang kesulitan menghadapi Meng Yaoya serta tiga orang GrandElder dari sekte Aliran Hitam yang ada di Kekaisaran Matahari Tenggelam.
Keduanya mendapat luka di bagian lengan, dada, dan punggung. Senjata para kultivator ini dilumuri racun, dan tidak ada Alkemis Zhou yang dapat membantu mereka.
!!
Bai Wu Dang yang biasanya selalu tenang kini nampak memperlihatkan keterkejutan saat Ming Mei memuntahkan darah kental kehitaman.
Hidung dan telinga Ming Mei juga mengeluarkan darah, racun ditubuhnya bukanlah racun biasa. Meski telah menekan penyebarannya hingga tidak sampai pada paru-paru dan jantung, namun racun ini tetap saja merusak.
"Senior Ming-"
"Bukan masalah, Dang'Er.."
Ming Mei adalah kultivator wanita yang jarang membuka matanya. Bahkan dalam perang ini pun.. Dirinya selalu menutup mata. Walau demikian, target dari serangannya tidak pernah meleset.
Andai kekuatannya tidak pernah dihisap oleh pagoda milik Ling Qing Zhu dahulu, mungkin saat ini Ming Mei dan Bai Wu Dang bisa mengeluarkan teknik berpedang terbaik mereka.
Efek samping dari meningkatkan praktik secara instan membebani tubuh keduanya, dan sekarang mereka tidak berkutik dengan racun lawan.
"Aah~ sepertinya ini akhir perlawanan kalian. Baiklah, ayo selesaikan secepatnya,"
Meng Yaoya terlihat begitu angkuh, dia menatap merendahkan ke arah Bai Wu Dang yang saat ini sedang diinjaknya.
Tubuh pilar atas Scarlet Bayangan yang menduduki kursi keenam ini sama sekali tidak terluka.
Kain merah tipis yang membalut tubuhnya dapat menangkis serangan kultivator yang berada di bawah GrandMaster Tingkat Bumi, jadi jelas tidak banyak kultivator yang bisa melukainya.
"Kalian harusnya senang, karena aku sudah memberi kalian kesempatan melawan. Jadi sekarang, matilah dengan tenang.."
Meng Yaoya mengambil pedang salah satu kultivator Aliran Hitam yang dikendalikan tanpa menggerakkan kaki kanannya dari menginjak punggung Bai Wu Dang.
Dia memainkan rambut panjangnya dan mulai mengayunkan pedang untuk menebas kepala Bai Wu Dang.
Sayangnya, sebuah pedang langsung menangkis bilah pedang Meng Yaoya yang hampir mengenai telinga kanan Bai Wu Dang.
!!
Tatapan mata Meng Yaoya bertemu dengan tatapan seorang wanita berambut panjang yang berpakaian putih keunguan, dia langsung melompat dan berputar diudara saat wanita itu tiba-tiba menyerangnya.
Tap
"Tsk, mengganggu saja.."
!!
Meng Yaoya baru ingin mengumpati wanita ini, namun matanya terbelalak ketika wanita di depannya menusuk punggung Bai Wu Dang hingga Patriarch dari Sekte Pedang Langit tersebut memuntahkan darah.
"Dia tidak dikendalikan, tapi.."
"Kenapa? Apa kau kebingungan?"
Wanita ini mendengus pelan dan menggerakkan pedang yang tertancap di punggung Bai Wu Dang dengan kasar. Dia menatap dingin ke arah Meng Yaoya.
Ming Mei sendiri tidak dapat bergerak untuk menolong Bai Wu Dang, dirinya bahkan kesulitan bernapas akibat racun yang menggerogoti tubuhnya ini.
Wanita yang belum menarik pedangnya dari punggung Bai Wu Dang kini membuka satu lapis pakaian luarnya dan melemparnya kasar ke arah Meng Yaoya hingga bagian depan tubuh pilar atas Scarlet Bayangan tertutup.
"Kau wanita menjijikkan. Berani sekali kau keluar rumah dengan pakaian tipis yang seperti tidak menutupi apapun itu. Apa orang tuamu tidak mengajarimu sopan santun? Apa kau tidak pernah belajar cara berpakaian yang baik? Kau ini tidak tinggal di hutan, kan?"
Wanita yang begitu cerewetnya mengomeli Meng Yaoya tidak lain adalah Xiao WeiWei, ibu Xiao Shuxiang dan Xiao Lu.
Dia tidak habis pikir ada perempuan yang begitu berani memakai selembar kain tipis dan berjalan-jalan di luar rumah.
Bahkan menurutnya, wanita di tempat bordil lebih tahu cara berpakaian yang pantas daripada Meng Yaoya.
".. Kau itu bisa merusak pikiran generasi muda dan juga para Tua Bangka seperti orang ini. Aku tidak akan pernah membiarkan mata putraku kotor melihat dirimu. Jadi pakai itu dan merangkak kemari,"
Xiao WeiWei menginjak punggung Bai Wu Dang ketika menarik Yīng xióng. Dia sepertinya tidak tahu bahwa kultivator yang diinjaknya adalah seorang Patriarch dari sekte ternama.
Ada kemungkinan Xiao WeiWei tidak peduli sebab darahnya lebih awal mendidih melihat pemandangan merusak otak di depannya ini.
Nalurinya sebagai ibu tidak akan membiarkan Meng Yaoya mengumbar bagian tubuh wanita yang tak seharusnya diperlihatkan.
".. Kalau kau tidak mau memakai itu, lebih baik mati sekarang juga. Kau benar-benar sudah merendahkan kehormatan para wanita,"
***
__ADS_1