
!!
"Apa ini?!"
Ada keterkejutan yang nampak di wajah Xiao Shuxiang saat melihat sebuah patung setinggi sepuluh meter yang berdiri kokoh di depannya.
Xiao Lu ternyata memancingnya ke tempat dimana telah banyak orang yang berkumpul dan seakan menunggu kedatangannya.
Patung yang dilihat Xiao Shuxiang ini berdiri di atas sebuah batu giok hitam berbentuk persegi, tinggi batu ini mencapai lima meter.
Bila dirangkum semua, maka tinggi patung yang Xiao Shuxiang lihat dari atas sampai bawah adalah lima belas meter.
Tetapi bukan itu yang membuatnya terkejut. Patung yang terbuat dari batu itu sangat mirip dengan wajahnya. Berulang kali Xiao Shuxiang menggeleng dan menepuk-nepuk pelan pipinya, namun gambaran yang dilihatnya sama sekali tidak menghilang.
Jing Mi, Hou Yong, Hun Fung, dan murid-murid Sekte Kupu-Kupu yang lain nampak menyilangkan tangan mereka sambil tersenyum sombong.
Seperti yang mereka perkirakan sebelumnya, Xiao Shuxiang pasti akan sangat terkejut melihat ini, dan ternyata itu benar. Akhirnya, kerja keras mereka terbayarkan.
"Bagaimana menurutmu, Saudara Xiao?! Kami membuatnya untukmu, keren bukan?"
Xiao Shuxiang tidak tahu harus bilang apa setelah mendengar ucapan Jing Mi. Dia bahkan tidak tahu sejak kapan dirinya menahan napas, dibanding dengan terharu atau apapun.. Xiao Shuxiang jelas sangat terkejut.
Patung ini terbuat dari batu giok hitam, di tangan kirinya memegang pedang yang masih disarungkan. Wajah dan tatapan mata patung tersebut begitu tegas, penuh wibawa, dan seakan-akan dapat menggerakkan tangan kanannya untuk menarik pedangnya.
Xiao Shuxiang berjalan pelan ke arah patung dirinya. Dia lalu melihat ukiran nama serta riwayat hidupnya pada batu giok hitam. Benar-benar tidak disangka, gelar Sang Bintang Penghancur yang paling dia sukai telah berganti menjadi Sang Bintang Pelindung.
Para manusia biasa serta kultivator dari ketiga Aliran terlihat memperhatikan dirinya. Beberapa dari mereka rela berdempetan untuk melihat wajah asli dari patung yang mereka buat.
Itu memang benar, kebanyakan kultivator dan warga di Benua Timur masih samar dalam mengingat wajah Xiao Shuxiang. Apalagi untuk manusia yang Tianqi Mao selamatkan.
Ada anggapan bahwa kultivator yang dibuatkan patung seperti ini harusnya Zhou Yan, Ling Lang Tian atau Lan Guan Zhi. Beberapa dari mereka juga mengatakan Tianqi Mao-lah yang berhak.
Tetapi, setelah tahu bahwa Xiao Shuxiang-lah yang mengalahkan Wyvern dengan sekali serangan dan membantu mengembalikan energi kehidupan mereka.. Maka tidak ada lagi yang keberatan.
Sejak awal perang, memang Xiao Shuxiang yang berperan penting. Dia sudah menyumbangkan banyak pil sebagai bekal teman-temannya untuk menolong para warga.
Dia juga mengizinkan Lan Guan Zhi untuk memakai Gelang Semestanya agar dapat menyelamatkan orang-orang.
Tianqi Mao memiliki kekuatan yang lebih besar dari dirinya yang biasa juga karena bantuan Xiao Shuxiang.
Belum lagi makanan serta benih tanaman yang para manusia ini dapatkan darinya, jadi sudah tidak diragukan lagi bahwa Xiao Shuxiang sangat pantas diberi kehormatan ini.
"Saudaraku, kau sama sekali tidak bermimpi. Hanya ini yang dapat kami berikan. Mulai sekarang, semua orang akan mengingat namamu dan sekte kita juga akan terkenal,"
"Itu benar..!"
Jing Mi dan Hou Yong adalah yang paling antusias. Keduanya merasa Sekte Kupu-Kupu akan memiliki banyak murid mulai sekarang. Kemungkinan, sekte mereka dapat menjadi yang terbesar di Benua Timur.
"Saudara Jing.. Hou Yong.. Aku ini belum mati, kenapa kalian membangun patung diriku? Hancurkan sekarang juga..!"
!!
Jing Mi dan Hou Yong tersentak, Saudara Xiao mereka nampak sangat syok. Para manusia yang mendengarnya juga tersentak. Padahal bukankah harusnya Xiao Shuxiang bahagia karena telah berhasil mengukir kejayaan sebagai Pelindung Benua Timur? Tetapi kenapa pemuda ini terlihat tidak menyukainya?
Sebenarnya, bukan karena Xiao Shuxiang tidak suka, tetapi dia lebih senang mendapat gelar Sang Bintang Penghancur. Gelar itu terdengar luar biasa baginya. Sementara bila Sang Bintang Pelindung.. Dia jelas bukanlah orang yang baik.
Entah seperti apa definisi 'Orang Baik' bagi Xiao Shuxiang. Padahal di mata semua orang dirinya adalah Sang Penyelamat.
Lai Kuan Ye saja, yang sektenya selalu menjadi korban pelampiasan dari kekesalan Xiao Shuxiang tidak pernah merasa bahwa keponakan angkatnya itu orang yang jahat.
Meski di masa lalu, banyak orang yang menyebut Xiao Shuxiang 'Heretic', namun tidak bagi Lai Kuan Ye. Menurutnya, keponakannya itu hanya anak nakal yang tidak punya teman.
Dan sekarang, melihat Xiao Shuxiang memiliki banyak teman-teman di sampingnya membuat Lai Kuan Ye lega. Apalagi sekarang, keponakannya itu telah diakui semua manusia di wilayah Tiga Kekaisaran termasuk oleh para Demonic Beast.
Xiao Shuxiang terus mendesak Jing Mi untuk menghancurkan patung dirinya. Dia merasa kurang nyaman melihat pemandangan semacam ini, itu membuatnya seperti memiliki hubungan yang erat bagi warga Benua Timur.
"Apa maksudmu, Saudaraku? Bukankah itu baik. Kami semua adalah keluargamu, jadi meski kau berada di tempat yang jauh, kau akan selalu mengingat kami.."
"Saudara Jing benar. Jadi kemana pun kau pergi, jangan pernah ragu untuk pulang kemari. Tempat ini adalah rumahmu,"
Xiao Shuxiang tidak tahu harus mengatakan apa. Dia sepertinya telah melakukan kesalahan karena berbuat baik. Hanya beberapa orang yang tahu identitasnya, dan mereka juga sama sekali tidak membenci dirinya.
Trauma yang dirasakan seluruh warga Benua Timur juga adalah ulahnya, banyak dari mereka yang kehilangan orang-orang berharga karena dirinya, tapi sekarang..
"Aku jadi ingin menangis.."
Jing Mi dan Hou Yong mengusap-usap pelan punggung Xiao Shuxiang, keduanya meminta dia untuk meluapkan perasaannya.
".. Jangan menahannya, Saudaraku. Jangan menahannya.."
"Keluarkan saja, Saudara Xiao. Kami tidak akan menertawaimu.."
__ADS_1
Mendapat perlakuan seperti ini membuat air mata yang hampir keluar menjadi masuk kembali. Tingkah kedua temannya membuat dia merasa seperti seorang gadis yang sedang dibujuk untuk menangis.
Rasa terharu Xiao Shuxiang langsung menghilang, dia meminta Jing Mi dan Hou Yong untuk berhenti mengusap-usap punggungnya.
Yi Wen dan Zhi Shu yang baru saja sampai langsung berlari sambil menyerukan nama Xiao Shuxiang.
Saat pemuda tersebut berbalik, keduanya melompat kepelukan Xiao Shuxiang.
!!
Mendapat serangan tiba-tiba semacam ini membuat keseimbangan tubuhnya terganggu. Xiao Shuxiang terjatuh bersama dengan Yi Wen dan Zhi Shu.
"Ka-kalian..!"
"Saudara Xiao, kau tidak boleh pergi. Kau berjanji akan menikahiku, jadi jangan pergi..!"
"Saudara Xiao, aku pernah berjanji akan menyerahkan tubuhku padamu. Kau tidak boleh pergi sebelum aku menepati janjiku,"
!!
Xiao Shuxiang terkejut, dirinya langsung protes. Dia tidak pernah berjanji akan menikahi Yi Wen dan meski Zhi Shu memang pernah menjanjikan hal 'itu' padanya.. Dia juga menolak.
".. Kalian berdua membuat pakaianku kotor. Ayo beri ruang sedikit,"
Xiao Shuxiang mencoba berdiri, dia kembali dipeluk oleh Yi Wen dan Zhi Shu yang terus memaksanya untuk tidak pergi. Kalaupun pergi, mereka ingin dibawa juga.
Yi Wen merengek dan terlihat ingin menangis, ".. Kalau kau tidak mau, maka nikahi aku dulu. Baru setelah itu kau boleh pergi,"
Zhi Shu, "Saudara Xiao hanya akan menikah denganku, Yi Wen..!"
Xiao Shuxiang, "Sudah kubilang aku ini pantang menikahi Saudara Seperguruan. Jadi berhenti memelukku, rasanya sesak.."
Jing Mi, Hou Yong, Bao Yu, dan Hai Feng nampak kesal saat melihat keberuntungan Xiao Shuxiang yang dipeluk dua gadis cantik sekaligus.
Apalagi, bagian atas dari kedua saudara seperguruan mereka itu benar-benar berisi, dan bukit hangat tersebut sedang bersentuhan dengan lengan dan dada Xiao Shuxiang.
"Sialan.. Mati saja kau, Saudara Xiao..!"
"Kenapa bisa ada manusia sepertimu yang hidup di dunia ini?! Mati saja sana..!"
Bao Yu dan Hai Feng memiliki pikiran yang sama dengan Jing Mi dan Hou Yong. Sejak saudara perempuan mereka tumbuh menjadi gadis cantik bertubuh indah, sejak itu pula mereka sudah sangat jarang berpelukan.
Tetapi anehnya, Xiao Shuxiang selalu mendapat jatah dari Yi Wen dan Zhi Shu bila dia datang ke Sekte Kupu-Kupu.
Hai Feng, "Aku benar-benar kesal,"
Hou Yong, "Saudaraku, kau jangan khawatir. Saudara Xiao sebentar lagi akan pergi, kuharap saat dia berada dikapal.. Kapalnya hancur dan dia tenggelam ke dalam laut,"
Hai Feng dan Bao Yu mengangguk setelah mendengar nada penuh kekesalan serta sumpah serapah yang dilontarkan Hou Yong.
Nasib bujangan sepertinya telah membuat mereka sangat iri pada keberuntungan Xiao Shuxiang yang mendapat pelukan dari dua orang gadis.
Tidak ada yang menyenangkan bila dipeluk begitu erat, Xiao Shuxiang malah merasakan sesak. Dia sudah berulang kali meminta Yi Wen dan Zhi Shu melepaskannya, namun kedua gadis ini sama sekali tidak mendengar.
".. Kalau begitu peluk saja sepuas kalian,"
Xiao Shuxiang akhirnya menyerah, dia baru dapat bernapas lega saat Ro Wei dan beberapa junior Sekte Kupu-Kupu menolongnya.
Mereka rupanya juga ingin memeluk Xiao Shuxiang sebagai salam perpisahan. Alkemis muda yang sebelumnya dapat bernapas lega kini kembali merasa sesak.
Terlalu banyak yang memeluk Xiao Shuxiang, dia bahkan harus rela kakinya diinjak. Tetapi bukan itu hal terburuknya, ada salah seorang diantara saudara-saudara seperguruannya ini yang entah sengaja atau tidak malah menyentuh bagian bawahnya.
!!
Xiao Shuxiang segera mengeluarkan sedikit Aura Pendekarnya untuk menekan tubuh saudara seperguruannya supaya tidak dapat bergerak. Dia lalu melompat mundur dengan kaki yang menapak indah di batu giok hitam, tempat kaki patung dirinya berada.
"Ka-Kalian sangat tidak tahu malu..! Sekarang cepat mengaku, siapa di antara kalian yang menyentuhnya..!"
Xiao Shuxiang benar-benar lengah, dia sangat yakin ada salah satu di antara murid Sekte Kupu-Kupu yang telah berani menangkup 'Pilar Surgawinya'. Siapa pun itu.. Dia benar-benar orang yang sangat mesum!
Murid laki-laki Sekte Kupu-Kupu malah nampak bingung melihat Xiao Shuxiang yang seperti beraut wajah cemas, sementara murid-murid perempuan terlihat memandang ke arah lain sambil meletakkan tangan mereka di belakang tubuh.
Xiao Shuxiang bernapas pelan-pelan. Dia mulai khawatir dengan saudara-saudara seperguruannya ini. Mereka terlalu berbahaya!
Setelah menenangkan dirinya, Xiao Shuxiang mulai melompat turun dan menghampiri Xiao WeiWei yang kebetulan juga telah datang.
Dia berpamitan pada ibunya dan GrandElder Sekte Pedang Langit yang sedang berdiri di samping Xiao WeiWei.
Ibunya berpesan agar dia berhati-hati karena dunia luar sangat berbahaya, GrandElder Sekte Pedang Langit juga mengatakan hal yang sama.
Xiao Shuxiang lalu menghampiri satu persatu Patriarch Sekte Pedang Langit, dia sedikit berujar pelan kala dirinya berada di depan Zhou Yan.
__ADS_1
"Aku menyimpan sesuatu untukmu di tempat Ping Gou,"
Zhou Yan tersenyum dibalik cadar tebalnya. Dia menepuk pelan pundak Xiao Shuxiang sambil memberinya nasehat untuk semakin giat belajar Alkemis.
Zhou Yan mengeluarkan sebuah buku dari saku bajunya dan memberikannya pada Xiao Shuxiang. Dirinya menjelaskan bahwa sejak awal pertemuan mereka, Xiao Shuxiang hanya belajar Alkemis seorang diri tanpa arahan dari guru.
"Itu tidak mungkin, aku belajar dari buku yang Tetua tiga tulis. Meski malas mengakuinya, tetapi aku menganggapmu sebagai guru,"
Xiao Shuxiang merasa dadanya perih saat mengatakan itu. Zhou Yan jelas-jelas merupakan anak dari seniornya, harusnya dia menganggap pemuda bercadar tebal ini 'Keponakan', bukannya malah..
".. Haaih.. Sudahlah,"
Xiao Shuxiang memasukkan buku pemberian Zhou Yan ke dalam Gelang Semestanya karena khawatir Alkemis di depannya ini akan berubah pikiran.
Apa yang dia tinggalkan di tempat Ping Gou sebenarnya adalah 30 guci Arak Kaisar Naga berukuran sedang. Jelas sekali bahwa Zhou Yan pasti akan sangat menyukai ini.
Xiao Shuxiang juga berpamitan pada Ying Liu, Dai Chen, dan Shao Nu. Saat dihadapan Ying Liu, dirinya langsung meraih tangan gadis tersebut dan mengungkapkan perasaannya.
Melihat tindakan Xiao Shuxiang membuat Zong Ming dan Ying Liu sendiri tersentak. Xiao Shuxiang rupanya mengatakan dia menyukai nama gadis tersebut sampai kapanpun, jadi sebaiknya Ying Liu juga tidak melupakan namanya.
".. Kau mengerti?"
"Ehm, ba-baiklah. Kau jaga dirimu, Saudara Xiao."
Ying Liu menepuk pelan lengan kanan Xiao Shuxiang setelah pegangan pada kedua tangannya dilepaskan. Dia hampir merasakan jantungnya melompat keluar, syukurlah bukan pernyataan cinta yang dia dengar, kalau tidak.. Dirinya akan masuk ke dalam daftar hitam Yi Wen dan Zhi Shu.
Saat berpamitan dengan Dai Chen, entah mengapa suasananya menjadi dingin. Kakak ipar dari Xiao Shuxiang tersebut nampak ketus dalam berbicara.
"Bagus juga dirimu pergi, Tuan Muda Lan akan terbebas dari pria tidak tahu malu seperti dirimu,"
"Chen'Er, apa kau cemburu melihat kedekatanku dengan Lan Zhi? Tenanglah kawan. Hatiku ini luas, tidak hanya menampung Lan Zhi, tetapi kau juga."
Dai Chen merinding saat Xiao Shuxiang tersenyum aneh dan mengedipkan sebelah mata ke arahnya, dia benar-benar ingin menampar keras bokong pemuda ini.
"Kau jangan berwajah seperti itu, Dai Chen. Bagaimana saat aku kembali nanti, kita masuk ke Gua Sekte Pedang Langit. Mungkin ada telur Harimau Bulan lagi yang dapat ditemukan. Nanti beri dia nama Xiao Chen sebagai simbol hubunganku denganmu,"
"Xiao Shuxiang, kau sepertinya sangat suka bokongmu ditampar ya.. Berhentilah menggodaku,"
Dai Chen merutuk, sepertinya langit telah memberinya kutukan karena memiliki adik ipar seperti Xiao Shuxiang. Wibawanya sebagai seorang pria sekaligus Kaisar pengganti ayah Li Qian Xie seakan menghilang saat berhadapan dengan pemuda tidak tahu malu ini.
Meski dapat berpamitan dengan Dai Chen, nyatanya Xiao Shuxiang tidak dapat berpamitan dengan ayah dan adik Dai Chen.
Gadis yang pernah dia rawat di Sekte Akar Teratai itu sampai sekarang tidak sadarkan diri. Pohon Teratai Iblis yang sebelumnya muncul dalam perang adalah pohon yang sama dengan pohon di Sekte Akar Teratai.
Yang menjadi korban pertama saat kebangkitan pohon itu dan Wyvern tentu saja adalah murid-murid Sekte Akar Teratai dan para warga di sekeliling sekte tersebut. Jadi, bisa dipastikan Dai Chan masih dalam perawatan.
Xiao Shuxiang juga berpamitan dengan Qi Xuan serta Huan Mei, dia melakukan hal yang sama pada Siu Yixin dan Shuai Niao.
!!
Manusia biasa serta kultivator yang ada termasuk Jing Mi dan Hou Yong terkejut saat Shuai Niao memberi kecupan pada pipi kanan Xiao Shuxiang.
Seperti yang diketahui, Shuai Niao merupakan primadona sekaligus pemilik dari tempat bordil terbesar yang ada di Benua Timur. Dapat melihatnya dari kejauhan saja adalah anugerah terindah apalagi mendapat kecupan seperti itu.
Banyak pemuda dari sekte Ketiga Aliran, Pendekar, dan juga manusia biasa yang menjadi heboh sendiri. Bukan mereka yang dikecup, tetapi malah mereka yang merasakannya.
Beberapa bahkan menatap penuh rasa iri pada Xiao Shuxiang, sementara manusia yang nampak berumur terlihat tersedak napasnya sendiri.
Xiao Shuxiang tidak menyangka Shuai Niao akan melakukan itu. Dia menyentuh pipi kanannya dan mulai mengusap-usapnya pelan.
"Kau ini.. Kalau mencium jangan setengah-setengah, pipiku yang satunya malah terasa berat,"
Xiao Shuxiang malah memberi tanda agar Shuai Niao juga mengecup pipinya yang sebelah sebagai bentuk keseimbangan.
Melihat bahwa Saudara Xiao-nya memiliki bakat dalam merayu yang tidak biasa menimbulkan kehebohan pada Jing Mi dan teman-temannya.
Mereka secara bersamaan mengeluarkan sepatu mereka dan membantingnya ke tanah. Ingin sekali Jing Mi dan saudara-saudaranya melempari Xiao Shuxiang sekarang juga.
Tidak hanya ahli dalam menggoda laki-laki, Saudara Xiao-nya juga ahli merayu perempuan. Langit benar-benar tidak adil! Padahal mereka menganggap Xiao Shuxiang adalah pemuda yang polos, tidak disangka sifatnya ternyata seperti ini.
Jing Mi, saudara-saudaranya, serta kultivator yang lain kembali heboh kala Shuai Niao mengabulkan permintaan Xiao Shuxiang.
Di depan semua orang, ketika Shuai Niao mengecup pipi kiri Xiao Shuxiang, detik itu juga terdengar teriakan iri hati para bujangan.
Yi Wen dan Zhi Shu yang melihat ini merasa tidak mau kalah, keduanya juga ingin memberi Xiao Shuxiang kecupan, namun mereka segera dihentikan oleh Bao Yu, Hai Feng, dan Jing Mi.
Kultivator bujangan seperti Zhou Yan, Lan Xu Jian dan Yu Changhai hanya dapat menggeleng pelan saat melihat tingkah Xiao Shuxiang. Sementara itu, Duan De nampak berdecak kagum dan memuji keahlian bocah nakal tersebut.
Ling Lang Tian sendiri malah mendengus pelan, beruntung kecantikan Shuai Niao tidak mampu menipunya, dia tahu Si Cantik yang memberi kecupan pada Xiao Shuxiang ini adalah laki-laki. Jadi Shuai Niao telah tercoret dari daftar nama yang dia waspadai akan mengancam posisi adiknya.
Gara-gara kejadian tadi, tidak banyak pemuda yang mau mengucapkan salam perpisahan pada Xiao Shuxiang. Dalam hati mereka terus mengumpat dengan berkata agar Xiao Shuxiang cepat pergi dari Benua Timur dan kalau bisa tidak perlu pulang lagi.
__ADS_1
***