XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
339 - Wujud Dewi Giok [Revisi]


__ADS_3

*........*


Kedua tangan Bocah Pengemis Gila mencengkeram kuat pakaiannya, dia menatap Dewi Bulan dan dua wanita penghibur lainnya secara bergantian.


Ketiga wanita ini cantik, namun memiliki cukup banyak percikan darah di pipi dan leher mereka.


Pandangan mata Bocah Pengemis Gila lalu mengarah pada tongkat bambunya yang ada di tanah dan dalam kondisi patah menjadi dua.


Tangannya hendak meraih tongkat tersebut namun dengan kurang ajarnya salah satu wanita penghibur menendang tongkat bambu itu hingga membuat Bocah Pengemis Gila kembali terkejut.


"Hh, Nona... Kenapa kau harus membawa benda semacam itu? Ck ck, tidak ada kerjaan sekali..."


["Kakak tidak perlu basa-basi lagi dengannya, ayo kita makan saja dia."]


!!


Dewi Bulan dan kedua rekannya tersentak saat melihat tatapan mata Bocah Pengemis Gila yang tiba-tiba saja menajam.


Hanya saja detik berikutnya gadis cantik yang sedang mereka ledek ini mengatakan sesuatu yang tidak disangka-sangka.


"Waaa..." Bocah Pengemis Gila mengusap-usap matanya seperti sedang menangis, "... Kalian sangat jahat padaku. Aku tidak pernah melakukan apa pun, aku tidak melakukan apa pun! Waaa..."


!!


Jian Guang yang masih setia bertarung dengan dua wanita penghibur terkejut kala mendengar suara tangisan Nona Shu Su. Dia sekuat tenaga menyerang lawan untuk memberinya jeda sedikit dan melihat keadaan Kakak dari Nona Shu Xiang tersebut, raut wajahnya nampak khawatir.


Untuk Dewi Bulan dan kedua temannya sendiri----Awalnya mereka mengira gadis ini akan marah lalu menyerang, tetapi tidak disangka gadis tersebut malah menangis sambil mengucapkan banyak hal.


"... Kalian sudah mematahkan tongkatku, sudah menyerangku dan sekarang ingin memakanku? Waa~ Kalian orang jahat yang keterlaluan. Sudah kubilang aku tidak mau mati, kenapa kalian tidak mengerti itu..!"


Bocah Pengemis Gila meringkuk dan mengusap-usap kedua matanya, sambil menangis dirinya meminta dilepaskan. "... Masih banyak daun yang bisa kalian makan, dagingku tidak enak tahu..! Aku bahkan belum menikah dan kalian malah mau membunuh lalu memakanku? Apa salahku padamu?!"


Kedua rekan Dewi Bulan berkedip, ini pertama kalinya mereka berhadapan dengan pendekar yang begitu cengeng. Tetapi jika diperhatikan lebih seksama, nona ini memang terlihat sangat lemah.


Dewi Bulan baru saja ingin berujar kala menyaksikan betapa konyolnya gadis cantik yang meringkuk di depannya dengan tangan serta tubuh yang gemetar tersebut, tetapi salah satu rekannya tiba-tiba berseru dan refleks membuat Dewi Bulan berbalik ke belakang.


BAAAAM!


Di tempat yang cukup jauh, dia dapat melihat Dewi Giok menghantam tanah dengan keras, saudaranya itu sampai memutahkan darah. Sebuah selendang meluncur dari atas hingga membuat Dewi Giok harus berguling ke samping.


BAAAAM!


Selendang yang menghantam tanah itu telah membuat suara debaman keras. Serangan berikutnya kembali menerjang Dewi Giok tanpa bisa membuatnya mengambil napas sejenak.


"Nona, kau ini sangat kasar. Para pria tidak akan suka dengan gadis kasar sepertimu,"


"Bicara sekali lagi dan kau akan menjadi gumpalan daging," Xiao Shuxiang kembali menyerang Dewi Giok.


Dia tidak hanya fokus pada satu wanita saja, tetapi diam-diam juga memperhatikan pertarungan para pendekar Partai Pasak Bumi.


Serangan selendang Xiao Shuxiang kali ini hanya pancingan. Saat Dewi Giok melompat mundur, saat itu juga selendang biru muda Xiao Shuxiang berputar arah dan menyerang wanita penghibur yang hendak menyerang seorang pendekar dari belakang.


!!


Selendang itu melilit kaki kanan wanita penghibur dan hanya sekali sentakan----Wanita tersebut terlempar hingga nyaris menabrak Dewi Giok andai dirinya tidak segera menghindar.


CRAASH!


Xiao Shuxiang menarik kembali selendang miliknya dengan kuat dan itu membuat kaki kanan wanita penghibur terputus.


Aaaakh!


Jeritan pilu terdengar bersamaan dengan jatuhnya tubuh wanita penghibur yang cantik berpakaian ungu bercorak bunga kamelia itu ke tanah.


Tepat di depan matanya----Dewi Giok menyaksikan bagaimana tubuh rekannya menjadi gumpalan daging ungu kehitaman yang mengeluarkan aroma menyengat.


!!


Xiao Shuxiang tersenyum tipis saat melihat ekspresi wajah Dewi Giok yang penuh rasa keterkejutan. Perlahan, senyuman tipisnya berubah menjadi seringai jahat yang dapat membuat tubuh merinding sekaligus jantung berpacu dengan cepat bila melihatnya.


"Kau suka? Bagaimana jika kau juga merasakannya..." Xiao Shuxiang mengusap pelan pipi bagian bawah matanya dengan tangan kanan.


Dia mengusap percikan darah di pipinya dan tanpa ragu menjilat jari telunjuk kanannya sendiri. Rasa darah wanita bordil pemakan manusia cukup lumayan, walau aromanya tidak terlalu mengundang selera.


"Aku jadi lapar... Apa mungkin kali ini kugunakan tangan kosong untuk bertarung? Tapi dia tidak punya organ dalam..."


Xiao Shuxiang ingin meremas jantung lawannya hingga meledak, merontokkan ginjal dan menarik keluar usus lawan. Dia ingin membuat berantakan bagian dalam tubuh lawannya sambil mendengar jeritan pilu penuh keindahan mereka. Memikirkannya saja sudah membuat kedua tangannya gemetar.


Di dalam Gelang Semesta----Yīng xióng yang berada di samping mayat Penatua Da Lin bereaksi, dia mengeluarkan cahaya merah redup seolah menandakan bahwa Tuannya tengah memikirkan sesuatu yang buruk.


Rantai Pengekang Jiwa yang melilit tubuh Xiao Shuxiang juga ikut bereaksi. Dia hampir menekan dan membuat lemah pemuda ini andai Bocah Pengemis Gila tidak melempari kepala Xiao Shuxiang dengan kerikil kecil.

__ADS_1


!!


"Aduh,"


Bocah Pengemis Gila hanya menyentil pelan satu kerikil di dekatnya tanpa mengubah posisinya yang meringkuk ketakutan. Walau samar-samar, dia bisa melihat angin-angin halus yang seperti melilit tangan, lengan, leher dan tubuh Xiao Shuxiang.


Reaksi tersebut merupakan pertanda bawa Segel Pengekang Jiwa akan mulai aktif. Berbahaya bila segel tersebut aktif, sebab praktik Xiao Shuxiang akan diturunkan ke tingkat di mana dia akan kesulitan bertarung.


Selain itu, Segel Pengekang Jiwa juga membuat tubuh orang yang dililitnya mengalami rasa sakit sampai memuntahkan darah. Bocah Pengemis Gila tentu tidak mau ini terjadi.


Xiao Shuxiang mengusap-usap kepalanya, dia pikir kepalanya sudah berlubang, syukurlah dirinya baik-baik saja. Tetapi sungguh orang yang melakukan ini padanya benar-benar keterlaluan.


Awalnya dia ingin menoleh ke belakang untuk mengetahui siapa orang yang telah berani melempar sesuatu ke arahnya, namun Xiao Shuxiang lebih memilih menyerang Dewi Giok yang nampaknya masih diliputi rasa keterkejutan.


Selendang putih yang ternoda darah melesat hingga nyaris melilit tubuh wanita penghibur berpakaian hijau tua tersebut. Namun sayang, belum sempat menyentuh kulit Dewi Giok----Selendang tersebut langsung terbakar tanpa sebab.


!!


Xiao Shuxiang memakai tangan yang dialiri Qi dan segera memotong kain pakaiannya yang terhubung dengan selendang tadi. Dia melompat untuk mengambil jarak aman saat menyadari sesuatu.


"Gadis jal*ng.! Beraninya kau!" Dewi Giok menggunakan kekuatan penuhnya. Dengan cepat tubuhnya mengalami perubahan.


!!


Kulit tubuhnya yang putih mulus berubah warna menjadi hijau, ukuran tubuhnya membesar, tangan dan kakinya ikut memanjang.


Wajah cantik Dewi Giok berubah menjadi hijau, bertaring, dengan tiga pasang mata berwarna hijau mengkilap namun menyeramkan.


!!


Pendekar Partai Pasak Bumi yang melihat perubahan ini begitu terkejut. Wujud asli wanita yang begitu cantik tersebut rupanya adalah seekor Demonic Beast berwujud belalang sembah, namun begitu mengerikan.


Grrrr


"Jadi ini rupa aslimu..? Hmph, ternyata hanya serangga." bukan Xiao Shuxiang namanya bila takut dengan perubahan wujud lawannya, dia sama sekali tidak gentar.


Warna mata Xiao Shuxiang berkilat merah, dalam satu tarikan napas dia menghilang dan muncul tepat di atas kepala Dewi Giok dengan empat buah selendang membentang mengikuti gerakan tangannya.


Grrraaa..!


Dewi Giok mengeluarkan semburan asam berwarna hijau, namun dengan cepat Xiao Shuxiang kembali menghilang dan kali ini muncul tepat di depan Dewi Giok.


Empat selendang miliknya melesat ke arah dada monster belalang setinggi dua meter lebih tersebut.


TRAANG!


BAAAAM!


Di tempat lain, tiga orang pendekar Partai Pasak Bumi terpental hingga menghantam tanah dan pepohonan, mereka kewalahan sebab tiba-tiba saja wanita penghibur yang mereka serang menjadi semakin kuat.


Lihat saja, para wanita penghibur yang cantik tersebut kini memiliki garis hitam bagai akar merambat di sekitar leher, tangan dan kaki mereka.


Warna mata mereka menjadi hitam dengan pupil mata berwarna hijau. Jari-jari tangan yang awalnya lentik, kini berubah memanjang dengan kuku jari sehitam malam.


Yang lebih buruk, para wanita itu mempunyai gigi-gigi taring bak milik serigala, gerakan mereka cepat dan setiap luka yang mereka akibatkan mengandung racun reaksi lambat.


Senior Jian Guang berseru, ["Mereka keturunan Iblis..! Jangan biarkan seorang pun hidup! Meski kita harus mati, tapi bawa setidaknya dua atau tiga monster-monster itu mati bersama..!"]


Jian Guan menggunakan kekuatan penuhnya dan menerjang dua wanita penghibur yang sejujurnya sangat sulit untuk dibunuh.


Di sisi lain, Dewi Bulan merasa terkejut melihat perubahan adiknya. ["... Jika adik melakukan perubahan semacan ini, berarti lawannya sangat kuat. Kalian berdua, bunuh gadis itu dan biar aku yang membantu adik,]


[Baik,]


Dewi Bulan dengan cepat melesat, dia meninggalkan dua rekannya bersama dengan Bocah Pengemis Gila yang masih meringkuk ketakutan sambil menangis.


"Cih, gadis yang cengeng. Tidak ada alasan membiarkanmu hidup, lebih baik kami memakan kepalamu.."


Dua selendang berwarna ungu menghantam tepat ke arah pundak dan kepala Bocah Pengemis Gila, tetapi yang terjadi justru tongkat bambu yang sebelumnya telah patah dan di tendang entah ke mana kini menangkis selendang tersebut.


!!


Tentu saja ini mengejutkan, namun belum hilang rasa terkejut mereka... Tiba-tiba saja gadis yang awalnya menangis sambil meminta dilepaskan itu sudah menghilang entah bagaimana.


["Ke mana gadis itu?!"]


["Tetap waspada, dia pasti ada di sekitar sini,"]


["Benar... Tepat di belakangmu."]


!!

__ADS_1


Salah satu wanita penghibur mendengar suara asing, dia belum sempat berbalik dan langsung ditusuk dari belakang.


?!


Darah segar mengalir di sudut bibirnya, orang yang menyerangnya tidak lain adalah gadis yang sebelumnya meringkuk ketakutan.


Bocah Pengemis Gila menggunakan tangan kanannya untuk menusuk perut salah satu wanita penghibur dari belakang. Dia lalu memegang tulang wanita itu dan menariknya tanpa ragu sama sekali.


Aaaakh..!


Wanita cantik tersebut berteriak bersamaan dengan suara tulang yang dipatahkan. Bocah Pengemis Gila bahkan menarik tulang tersebut hingga keluar dari tubuh lawannya.


!!


Rekan wanita yang satunya terkejut dengan kejadian ini, segera dia menyerang Bocah Pengemis Gila namun yang terjadi justru dia menyerang temannya sendiri.


Craaash..!


Bocah Pengemis Gila menjadikan tubuh lawannya sebagai tameng, dia lalu dengan cepat menghilang dan muncul tiba-tiba di samping wanita penghibur dengan sebuah kepalan tangan yang terayun kuat.


BAAAM..!


Satu pukulan saja dan ternyata mampu meledakkan kepala lawannya bahkan sampai tulang tengkorak lawan menjadi kepingan. Bocah Pengemis Gila jelas tidak pernah memilih-milih lawan, dia bisa saja bertindak kejam pada siapa pun yang berani mencari masalah dengannya.


Sadar bahwa lawan dapat membentuk ulang tubuh mereka kembali membuat Bocah Pengemis Gila sekali lagi menyerang dua wanita penghibur tersebut dengan tinjuan dan tendangan miliknya.


BAAAM..!


Efek dari serangannya kali ini lebih besar, bahkan sampai membuat kain pakaian, kulit dan tulang lawan menjadi ceceran daging kecil. Serangan itu juga membuat tanah mengalami banyak sekali retakan.


Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas, dia tadi menggunakan Teknik Pernapasan Berat untuk menyerang dua wanita penghibur tersebut.


Kecepatannya yang seperti cahaya menghilang tiba-tiba juga merupakan satu dari enam Teknik Pernapasan. Meski terdapat Qi dalam Dantiannya dan dirinya merupakan kultivator pemula... Tetapi Bocah Pengemis Gila tidak pernah menggunakan Qi untuk bertarung, dia hanya memakai Teknik Tenaga Dalam.


"Tongkatku..." Bocah Pengemis Gila berjalan dan mengambil tongkatnya yang telah patah menjadi dua. Tongkat bambu berwarna hitam tersebut bergetar dan mengeluarkan cahaya redup kemerahan.


Bocah Pengemis Gila mengusap tongkat bambunya hingga benda yang awalnya patah menjadi dua itu menyatu kembali. Dia memeluk erat tongkat miliknya dan sesekali menciumnya.


"Kekasih pujaanku~ kupikir aku sudah kehilanganmu. Jangan pernah meninggalkanku lagi..." Bocah Pengemis Gila mengusap-usap lembut tongkat bambu miliknya, dia hendak berjalan namun seketika dirinya terperosok ke bawah tanah.


!!


"Nona Su..!" salah satu rekan Jian Guang berseru, dia meminta tolong pada saudaranya yang lain untuk menyelamatkan Nona Shu Su, tetapi para pendekar Partai Pasak Bumi sibuk bertarung dengan lawannya masing-masing.


TRANG!


TRANG!


Xiao Shuxiang sebenarnya melihat sekilas bagaimana Bocah Pengemis Gila memberi pukulan pada wanita penghibur dan juga ketika temannya itu terperosok ke bawah tanah. Tetapi sama seperti yang lain, dia juga sibuk mengurus lawan.


Demonic Beast jelmaan Dewi Giok kembali menyemburkan asam berwarna hijau, namun dengan cepat Xiao Shuxiang menghindarinya.


!!


Dewi Bulan datang dari arah belakang dan dengan cepat mengarahkan kuku jari tangannya yang tajam pada lawan.


Serangan kejutan tersebut berhasil melukai punggung Xiao Shuxiang hingga membuatnya terpental dan nyaris menghantam tanah andai dirinya tidak sanggup menjaga keseimbangan.


Xiao Shuxiang sedikit meringis, serangan kejutan tadi telah membuat robekan pada pakaiannya. Dan bukan hanya itu, tetapi rambutnya juga ikut terpotong.


Suara Dewi Bulan terdengar dingin, "Sudah cukup kau menyakiti adikku, sekarang saatnya menerima kematianmu..!"


Pakaian hijau Dewi Bula memperlihatkan kedua bahu dan sedikit bagian dadanya. Saat dia berjalan, kaki dan paha putih mulusnya terlihat begitu jelas.


Serangan dari Dewi Bulan sebelumnya telah mengandung racun, tetapi Xiao Shuxiang bisa mengobatinya hanya dengan sebutir Pil Embun Malam buatannya.


Sebenarnya, dibandingkan dengan terkena racun----Xiao Shuxiang lebih mempedulikan tentang rambutnya. Dia kesal, namun beruntung sebab dia memiliki pil aneh yang efeknya dapat menumbuhkan rambut dengan subur.


Tetapi bukan waktu yang tepat untuk melakukan perawatan untuk rambutnya. Xiao Shuxiang harus menyelesaikan ini terlebih dahulu.


Empat selendang kembali melesat ke arah Demonic Beast berwujud belalang sembah tersebut, tetapi memang sulit memberi luka pada monster itu. Padahal Xiao Shuxiang hanya butuh sedikit goresan saja dan Dewi Giok tidak akan bisa berkutik lagi.


TRAANG!


Bukan hanya Xiao Shuxiang yang merasa kewalahan, tetapi juga para pendekar Partai Pasak Bumi. Tidak sedikit dari pendekar yang meregang nyawa karena kalah bertarung dengan para wanita penghibur. Sementara di sisi lain, lawan mereka dapat hidup kembali meski sebelumnya telah ditebas.


!!


Mulai banyak pendekar yang tumbang, Xiao Shuxiang tahu ini adalah kondisi yang mengkhawatirkan. Karena itulah di waktu yang tepat dirinya mengeluarkan teman-temannya dari dalam Gelang Semesta.


!!

__ADS_1


***


__ADS_2