XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
94 - Mulai Berburu [Revisi]


__ADS_3

"Haaah... Aku yang sudah kelelahan karena meracik pil seharian, dan orang 'itu' malah..." Xiao Shuxiang beberapa kali mengembuskan napas, dia merasakan perih di dalam hatinya. Mungkin ini yang dikatakan, sakit tapi tidak berdarah.


"Aku bahkan belum puas meminumnya..." Xiao Shuxiang cemberut, dia hampir menangis.


Di saat sedang mempersiapkan bahan untuk membuat air bening kembali, Patriarch Ketiga nampak berdecak kagum sambil terus meminum air buatan Xiao Shuxiang.


"Setelah beberapa kali mencobanya, ini memang mirip arak. Bahkan lebih baik daripada arak yang biasa kuminum, mengagumkan."


Patriarch Ketiga sebenarnya penasaran, bagaimana mungkin racikan yang gagal bisa menjadi seperti ini.


"Mari kita lihat, apakah bocah itu bisa mengulang kembali kegagalannya..."


Patriarch Ketiga sambil minum, dia terus memperhatikan Xiao Shuxiang dari cermin pusaka miliknya.


Xiao Shuxiang terlihat berdiri di depan periuk dengan jari telunjuk mengetuk-ngetuk pelan dahinya. Dia berusaha mengingat bahan yang dimasukkannya ke dalam periuk untuk menghasilkan air bening nan harum.


"Baiklah, mari kita mulai kembali..."


Xiao Shuxiang menghaluskan satu persatu bahan herbalnya, lalu memasukkannya ke dalam periuk. Ia kemudian menambahkan rempah-rempah serta buah-buahan yang menurutnya dia masukkan tadi.


Meski awalnya air bening tersebut adalah ketidaksengajaan Xiao Shuxiang, nyatanya dia mampu mengingat setiap rempah dan buah yang dimasukkannya secara asal-asalan.


Dan ternyata, hanya dengan sekali percobaan----Xiao Shuxiang mampu membuat kembali air tersebut. Tapi bukannya senang, dia malah terlihat membatu.


"Padahal saat meracik herbal, aku gagal berkali-kali. Tapi ketika meracik sesuatu yang bisa dikatakan aneh, malah berhasil dengan sekali mencoba. Haiih... sepertinya aku punya bakat Sang Pengacau..."


Xiao Shuxiang mulai mencicipi air bening buatannya. Air ini lebih terlihat keperakan, aroma dan rasanya jauh lebih enak dari yang tadi. Tidak tahu kenapa, tapi dia sangat yakin bahwa air bening di cawannya ini mirip sekali dengan arak.


"Bukankah membuat arak itu tidak semudah ini..?" Xiao Shuxiang terlihat bingung sendiri, dia bertanya-tanya mengenai tanaman atau buah mana yang membuat air beningnya seperti arak. Bahkan kandungan alkohol pada air di cawan Xiao Shuxiang begitu pekat.


"Ck ck ck... sangat aneh..."


Ketika Xiao Shuxiang sedang berpikir, Patriarch Ketiga lagi-lagi datang secara tiba-tiba. Dia berkata, "Aku membutuhkan air beningmu sebagai perbandingan dari air yang tadi."


"Tetua, kau jangan membohongiku. Aku tahu kau pasti meminumnya..." Xiao Shuxiang memunggungi periuknya, "... Aku menolak memberikannya kepadamu Tetua,"


Sayang sekali, Patriarch Ketiga bisa dengan mudah mengambil air pada periuk Xiao Shuxiang. "Kau harusnya ingat bahwa semua bahan yang kaupakai ini adalah tanaman milikku. Jadi kau tidak berhak untuk melarangku, sekarang minggir."


Xiao Shuxiang sangat tidak rela, namun apa yang dikatakan Patriarch Ketiga tidak salah. "Tetua, kau tega sekali... Setidaknya biarkan aku menyimpan sedikit, jangan diambil semua..."


"Kau masih bocah, tidak baik minum minuman seperti ini." Patriarch Ketiga lalu memberikan sebuah botol labu kepada Xiao Shuxiang, "Ambil ini sebagai ganti dari air yang kuambil."


Xiao Shuxiang mencium bau yang tidak asing, saat meminum isi dari botol labu tersebut.. Dia tersentak.


"Tetua...! Ini hanya susu..!"


"Benar. Dan sangat cocok untuk pertumbuhanmu." Patriarch Ketiga menepuk pelan kepala Xiao Shuxiang dan mulai melangkah pergi dengan senyum kemenangan di wajahnya.


"Hh! Keterlaluan..! Ingin sekali kutampar bokongnya..!"

__ADS_1


Xiao Shuxiang malah secara tidak sadar menghabiskan susu yang ada di dalam botol labu, pemberian dari Patriarch Ketiga. Dia kemudian mencoba untuk meracik kembali.


Sejauh ini, jika racikan Xiao Shuxiang menghasilkan air bening. Maka Patriarch Ketiga akan mengambilnya dan menukarnya dengan susu.


Xiao Shuxiang pernah menyembunyikan satu buah guci kecil air bening buatannya dari Patriarch. Namun ketika dia melihatnya kembali, isi dari guci itu berubah menjadi susu. Mungkin, dia baru bisa menyembunyikan air buatannya saat dirinya memiliki pusaka berupa cincin penyimpanan.


Selama lima hari berikutnya, Patriarch Ketiga selalu duduk memperhatikan Xiao Shuxiang yang sedang belajar meracik pil di depannya sambil meminum air bening yang diberi nama Arak Anak Linglung.


"Kau payah. Racikanmu tidak akan berhasil jika tidak menggunakan Api Ungu. Kau sama sekali tidak berbakat menjadi Alkemis."


Xiao Shuxiang meniup poni depannya, dia sangat kesal karena Patriarch Ketiga hanya duduk sambil terus mengeluarkan ucapan yang membuat semangat menurun saja.


"Kau selalu saja mengulangi kegagalan yang sama, meski resep yang kau pelajari berbeda. Bocah, apa di kehidupan pertamamu, kau itu pembuat arak? Atau nenek moyangmu adalah arak? Kau selalu saja membuat arak, apa kau tidak bosan, hah?!"


Xiao Shuxiang menoleh ke arah Patriarch Ketiga, dia lalu menggeleng pelan. "Tetua Tiga jelas sedang melantur sekarang... Haaaiih.. Tetua, sebaiknya kau tidur. Aku rasa, kau sudah mabuk.."


"Siapa yang mabuk? Kau yang mabuk? Seluruh keluargamu adalah pemabuk?! Lain kali, kalau membuat arak... Buatlah yang lebih enak. Minuman ini sama sekali tidak enak... Sangat tidak enak..!"


Xiao Shuxiang memijat-mijat keningnya. Bisa dipastikan Patriarch Ketiga benar-benar mabuk. Dia lalu berjalan menghampiri Patriarch Ketiga dan mengambil cawan di tangannya.


"Kalau ini tidak enak, seharusnya kau tidak usah meminumnya..." Xiao Shuxiang menghabiskan arak di cawan Patriarch Ketiga dengan sekali tegukan.


Patriarch Ketiga hanya diam dan tidak mengatakan apa pun. Dia hanya memukul-mukul pelan pundak kanan Xiao Shuxiang sambil menggumamkan sesuatu.


"Tetua, ayo kuantar ke kamarmu..." Xiao Shuxiang meletakkan cawan di tangannya kemudian berniat menuntun Patriarch Ketiga menuju kamarnya.


"Tetua, kau sudah sangat mabuk... Pergilah ke kamarmu dan tidur, Tetua..." Xiao Shuxiang menarik-narik tangan Patriarch Ketiga dan berusaha untuk membuatnya bangun.


"Kau ini terus memaksaku pergi ke kamar. Apa kau ingin berbuat sesuatu padaku?"


!!


Xiao Shuxiang terkejut dan seketika berhenti menarik tangan Patriarch Ketiga. Dia kemudian menatap Patriarch dengan pandangan tak percaya.


Patriarch Ketiga juga terlihat menatap Xiao Shuxiang. Bulu matanya tebal dan lentik dengan tatapan yang sendu. Tidak akan ada yang percaya bahwa Tetua Tiga adalah seorang laki-laki jika hanya menatap matanya saja.


Apalagi, wajah Patriarch Ketiga yang tanpa noda dan sedikit feminim. Memandanginya terlalu lama hanya akan membuat jantung berdegub tidak karuan.


"Kau sangat mirip dengannya..." Xiao Shuxiang menghembuskan napas pelan, "Tetua. Ayo ikut denganku..."


"Aku tidak mau. Kau akan melakukan sesuatu padaku,"


"Oh, ayolah Tetua..! Aku hanya memintamu untuk kembali ke kamarmu dan tidur..! Tidak ada yang lain. Aku tidak akan berbuat apa pun padamu, sungguh..!"


Patriarch Ketiga malah menatap curiga ke arah Xiao Shuxiang, dia lalu memalingkan pandangannya kemudian sedikit membelai rambutnya.


"Kenapa kau tidak mau melakukan sesuatu padaku...?"


!!

__ADS_1


Xiao Shuxiang terkejut, dahinya berkedut-kedut. "Tetua...! Haaah.. tidak baik mendebat orang yang mabuk."


"Lalu kau ingin aku melakukan apa, Tetua?" Xiao Shuxiang mengusap-usap wajahnya, dia lalu menatap Patriarch Ketiga yang sedang terdiam.


"Jangan memikirkan apa pun, sebaiknya kau istirahat. Ayo," Xiao Shuxiang mulai membujuk Patriarch Ketiga, "Ini sudah waktunya untuk tidur."


Saat Xiao Shuxiang sudah membantu Patriarch Ketiga menuju kamarnya, dia mulai membersihkan dapur dan mempersiapkan dirinya untuk berburu.


Kali ini, Xiao Shuxiang berniat membuat pil penawar dari sepuluh jenis racun mematikan. Namun pertama-tama, dia butuh tanaman beracun.


"Ada kemungkinan aku akan bertemu dengan Demonic Beast..." Xiao Shuxiang membawa dua belati dan satu pisau dapur. Dia sebenarnya ingin meminjam pedang Patriarch Ketiga, tetapi khawatir jika pedang Patriarch retak ketika dialiri Qi miliknya.


Sebelum pergi, Xiao Shuxiang memastikan kembali keadaan Patriarch Ketiga. Dia mengangguk saat melihat Patriarch sudah tertidur pulas.


"Saatnya pergi."


Xiao Shuxiang mulai melangkah meninggalkan kediaman Patriarch Ketiga. Dia beberapa kali menapak di antara dahan-dahan pepohonan. Suara kaki Xiao Shuxiang saat menapak cukup terdengar.


Patriarch Ketiga sebenarnya berbagi wilayah dengan Demonic Beast dan menurut Xiao Shuxiang----Demonic Beast di Gunung Induk ini memiliki usia yang sudah tua. Bisa saja, dia bertemu dengan Demonic Beast berusia 1000 sampai 3000 tahun.


"Sebaiknya, aku menghindari wilayah yang rentang.."


Tap


Tap


Walaupun Xiao Shuxiang tidak takut pada Demonic Beast berusia ribuan tahun, namun bertemu dengan mereka dalam kondisi praktik berada di Forging Qi tingkat 3 sama saja dengan menyerahkan diri sebagai makanan mereka. Xiao Shuxiang tentulah tidak sebodoh itu.


Tap


Xiao Shuxiang berhenti melangkah saat melihat seekor Serigala Bertanduk Perak. Usia hewan ini bisa dibilang sudah memasuki seratus tahun. Sedikit berpikir, dia mungkin akan kesulitan untuk mengalahkannya, tetapi Xiao Shuxiang membutuhkan Demonic Core Serigala itu.


"Ingin mendapatkan sesuatu, maka harus mengambilnya sendiri..!"


Xiao Shuxiang segera melesatkan sebuah belatinya ke arah Serigala dan tepat mengenai sebelah matanya.


Serigala Bertanduk Perak tersebut terlalu keasyikan memakan hewan hasil buruannya hingga tidak menyadari keberadaan Xiao Shuxiang. Dia begitu terkejut ketika mendapat serangan yang begitu tiba-tiba.


GROOAAA


GROOAAA


Serigala Bertanduk Perak meronta, dia berlarian sambil membenturkan dirinya pada pepohonan. Seakan tidak tahan dengan rasa sakit yang diakibatkan Xiao Shuxiang.


Belati yang dilesatkan Xiao Shuxiang tadi terjatuh, terlihat darah Serigala Demonic Beast pada belati tersebut.


Segera Xiao Shuxiang melompat turun dan mengambil belatinya, dia lalu melesat dan menyerang Serigala Bertanduk Perak kembali.


***

__ADS_1


__ADS_2