XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
365 - Danau Teratai


__ADS_3

Walau belum bisa termasuk tidur yang cukup, tetapi setidaknya Xiao Shuxiang dapat beristirahat dengan tenang. Tidur dalam keadaan perut kenyang benar-benar membuatnya bahagia.


Lihat saja, Koki Alkemis itu bangun lebih awal dan terlihat sedang merenggangkan otot-ototnya. Rambut panjangnya begitu rapi terikat dan dirinya pun telah berpakaian lengkap. Jelas sekali bahwa Xiao Shuxiang sudah siap memulai hari.


Semalam, dirinya menghabiskan cukup banyak waktu menceritakan berbagai macam perjalanan kepada Ling Ya Bing. Anak kecil tersebut nampak antusias dan begitu serius mendengarkannya.


Sampai pada akhirnya karena sudah terlalu larut, keponakan dari Ling Qing Zhu tersebut terlelap tanpa disadari, dan sekarang ini Ling Ya Bing masih berada di tempat tidur Xiao Shuxiang.


".. Baiklah, jadi siapa yang harus kuganggu saat masih pagi-pagi begini..?" Xiao Shuxiang mengusap-usap dagunya sambil mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang bisa disapa.


Pertanyaan yang barusan Xiao Shuxiang ucapkan ditujukan untuk dirinya sendiri. Kemungkinan salah satu kebiasaan anehnya mulai nampak kembali ke permukaan.


Nama pertama yang terlintas di pikiran Xiao Shuxiang adalah 'Lan Guan Zhi'. Pagi ini dia tidak melihat teman baiknya tersebut, padahal 'Kedisiplinan' dengan 'Lan Guan Zhi' adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan.


".. Selelah apa pun Lan Zhi, dia tidak pernah terlambat bangun. Itu sangat mustahil.." Xiao Shuxiang menggelengkan kepalanya pelan, tatapan matanya seketika menangkap seseorang berpakaian putih dengan corak bunga wisteria merah.


Dari postur tubuh, cara berjalan, dan rambut putih panjang yang terurai indah--Xiao Shuxiang bisa tahu sosok tersebut adalah Kucing Putihnya. Siapa lagi bila bukan Ling Qing Zhu.


"Anak itu mau ke mana?" Xiao Shuxiang menyipitkan sedikit matanya, Kucing Putihnya nampak berjalan semakin menjauh, seakan hendak pergi ke suatu tempat.


Dia berkedip beberapa kali dan akhirnya memutuskan untuk membuntuti Ling Qing Zhu.


Hawa keberadaan Xiao Shuxiang mulai disembunyikan agar gadis berambut putih panjang tersebut tidak menyadari sedang dibuntuti.


Meski Ling Qing Zhu memang tidak menyadarinya, namun sebelum Xiao Shuxiang menyembunyikan hawa keberadaannya--Dua orang pelayan yang sedang berjalan bersama melihat dirinya mengikuti Bibi dari Ling Ya Bing tersebut.


Hanya saja kedua pelayan itu tidak mempermasalahkannya sebab tahu bahwa Xiao Shuxiang adalah Wali Pelindung Nona Muda mereka.


..


Ling Qing Zhu terus berjalan, sesekali ada murid dalam dari Sekte Pagoda Langit yang hormat dan menyapanya. Dirinya sendiri hanya mengangguk pelan lalu melanjutkan langkahnya sampai tiba di depan rimbunan pohon bambu.


Tanpa ragu Ling Qing Zhu berjalan memasuki hutan bambu tersebut, ini merupakan hutan buatan yang masih berada di dalam wilayah Sekte Pagoda Langit.


Xiao Shuxiang sendiri tidak pernah menjelajahi seluruh tempat di sekte ini, karenanya hutan bambu yang dimasukinya terasa begitu asing.


"Sebenarnya mau ke mana Kucing Putih ini..?"


Walau bertanya-tanya, tetapi Xiao Shuxiang masih tetap menyembunyikan hawa keberadaannya. Dia terus mengikuti Ling Qing Zhu dari belakang.


Bila diperhatikan, cara berjalan Ling Qing Zhu anggun dan berwibawa secara bersamaan. Tangan kirinya terus memegang pedang yang terselip di pinggang bagian kiri, dan seakan memberi isyarat bahwa dirinya selalu siap bertarung setiap saat.


Ling Qing Zhu tiba-tiba berhenti berjalan dan bersamaan dengan itu--jempol tangan kirinya mendorong pedangnya sedikit keluar. Sedetik itu juga, sebuah pohon bambu yang berada di dekat Xiao Shuxiang tertebas secara sempurna.


!!


Untuk sesaat, jantung Xiao Shuxiang seakan berhenti berdetak. Reaksi terkejutnya pun lebih lambat daripada apa yang terjadi barusan. Dia tidak percaya bila tak mengalaminya sendiri.


Ling Qing Zhu berbalik ke belakang dan berjalan ke arah di mana satu batang pohon bambu yang berusia muda tumbang.


Dengan tenangnya, dia menarik bambu tersebut dan kemudian mengeluarkan pedangnya, kali ini pedang tersebut benar-benar keluar dari sarungnya.


Xiao Shuxiang baru bisa bernapas, dia mengusap-usap dadanya sebab berpikir bahwa Ling Qing Zhu telah menyadari keberadaannya, tetapi rupanya belum. Sungguh, yang barusan itu sangat tidak terduga.


"Ya Tuhan.. Itu tadi sangat menegangkan. Tapi gadis ini luar biasa.. Dia sepertinya sudah banyak berlatih keras,"


Xiao Shuxiang terus memperhatikan Ling Qing Zhu yang begitu serius melakukan sesuatu pada bambu tadi. Gadis cantik tersebut rupanya membuat keranjang dari anyaman bambu. Ini membuat Xiao Shuxiang merasa bingung sekaligus penasaran.


Tidak butuh waktu lama sampai keranjang bambu buatan Ling Qing Zhu selesai. Xiao Shuxiang berdecak kagum saat tahu bahwa Kucing Putihnya punya bakat yang dirinya sendiri tidak bisa lakukan.


Ling Qing Zhu mengangguk mantap saat melihat betapa sempurna keranjang buatannya, dia seperti sedang memuji diri sendiri tanpa mengeluarkan suara apa pun.


Pedangnya kembali disarungkan, Ling Qing Zhu melanjutkan perjalanan sambil membawa keranjang bambu tersebut dan tetap diikuti oleh Xiao Shuxiang.


Di tempat lain, Yi Wen berjalan bersama Jing Mi, Hou Yong, dan Hu Li. O Zhan sendiri nampak berada di atas kepala Hu Li sambil sesekali mengeluarkan suara menggemaskan.


Mereka berada di wilayah Murid Dalam Sekte Pagoda Langit dan nampak berjalan ke arah kamar Xiao Shuxiang. Karena sudah dikenal baik dan merupakan tamu di tempat ini, Yi Wen dan teman-temannya bebas keluar-masuk sekte.


Teman-teman Xiao Shuxiang memang dibebaskan berjalan-jalan, tidak ada yang mencegah mereka. Namun tentu tidak semua tempat boleh dikunjungi begitu saja.


Sama seperti Sekte Pedang Langit, di tempat ini ada banyak aturan yang jelas tidak tidak mungkin dibaca apalagi dihapalkan semua oleh makhluk seperti Yi Wen dan teman-temannya. Satu hal yang mereka terapkan adalah, 'Di mana pun raga berada, sikap harus tetap dijaga'.


"Saudara Xiao..!" Jing Mi memanggil-manggil Xiao Shuxiang, ".. Dia tidak ada di kamarnya. Ke mana Saudaraku pergi? Saudara Xiao..!"


Suara Jing Mi terlalu keras hingga membuat para pelayan serta murid Dalam Sekte Pagoda Langit yang ada di sekitarnya memberikan tatapan aneh.


Hou Yong, "Ayo cari di kamar Tuan Muda Lan. Mungkin saja Saudara Xiao ada di sana,"


Pii~


Hu Li, Jing Mi, dan Yi Wen juga setuju, mereka bersama-sama pergi menemui Lan Guan Zhi. Sesekali Jing Mi dan Yi Wen memanggil-manggil Saudaranya.


Hu Li tahu dengan sangat bahwa Tetua Sekte Kupu-Kupu selalu mengajarkan agar para muridnya dapat selalu menjaga sikap. Namun sepertinya teman-temannya ini melupakan ajaran dari Yang Shu.


Murid Sekte Pagoda Langit hanya menggeleng pelan melihat tingkah Jing Mi dan teman-temannya. Beruntung awal para tamu dari Ling Lang Tian itu datang--mereka sudah diberitahu akan kedatangan tamu yang berisik, jadi melihat tingkah Jing Mi, Yi Wen, dan Hou Yong sekarang itu hal yang biasa.


Xiao Shuxiang rupanya tidak ada di kamar Lan Guan Zhi. Pemuda berpakaian serba putih dan berpita dahi itu tidak melihat teman baiknya pagi ini.


Bocah Pengemis Gila juga menggeleng, "Mungkin saja Shuxiang sedang ada di kolam ikan,"


"Tidak.. Saudara Xiao tidak di sana," Yi Wen berdecak, dia lalu mengajak teman-temannya untuk mencari Xiao Shuxiang.


Nyawn!


Lan Xiao berseru, dia mengusap-usapkan kepalanya pada kaki Lan Guan Zhi sambil menggoyang-goyangkan ekornya. Dirinya lalu berjalan pelan bersamaan dengan ukuran tubuhnya semakin membesar layaknya harimau dewasa.


Nyawn~


"Ikuti Lan Xiao," Lan Guan Zhi berucap pelan. Dia berjalan mengikuti Harimau Bulan bersama teman-temannya.


Lan Xiao memang sangat hapal dengan bau tubuh Xiao Shuxiang, dia juga bisa merasakan dadanya sakit andai induknya tersebut mengalami luka parah. Jadi menemukan keberadaan Xiao Shuxiang adalah hal yang mudah baginya.


Hu Li sebenarnya juga tahu betul bau Tuan Muda Xiao-nya. Namun saat Xiao Shuxiang berubah wujud kala di Benua Selatan--Hu Li jadi kesulitan mendeteksi bau Tuan Mudanya tersebut.


Bagi Demonic Beast seperti Hu Li, O Zhan, dan Lan Xiao.. Aroma tubuh seseorang tidak pernah sama dengan orang lain dan tidak pernah berubah. Namun dari sekian banyak orang yang mereka temui, hanya Xiao Shuxiang yang aroma tubuhnya kadang berubah-ubah.


Nyawn~


Pii~

__ADS_1


O Zhan melompat dari atas kepala Hu Li ke punggung Harimau Bulan. Dia dan Lan Xiao seperti berbincang-bincang sambil memandu teman-teman mereka ke tempat di mana Xiao Shuxiang berada.


*


*


*


Wajah dan tatapan mata Xiao Shuxiang terlihat cerah, dia tidak menyangka di balik hutan bambu ada sebuah danau teratai yang luas. Ini merupakan salah satu pemandangan terbaik yang begitu disukainya.


"Luar biasa~ kau mau memetik teratai?"


Hawa keberadaan Xiao Shuxiang kembali, ini membuat Ling Qing Zhu dapat merasakan kehadirannya.


Karena tidak ada niatan membunuh, gadis cantik berambut putih itu tidak merasa terkejut apalagi langsung menghunuskan pedang. Dan juga.. Suara barusan cukup dikenalnya.


"Mn,"


"Kau mau memetiknya untukku?"


"Tidak.."


Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan. Walau dia lumayan kagum dengan Ling Qing Zhu, namun tetap saja gadis ini menyebalkan.


"Kalau kau tidak datang memetik teratai untukku, lalu untuk apa kau bangun pagi-pagi dan datang kemari?"


Ling Qing Zhu menoleh ke arah Xiao Shuxiang dan memperhatikan wajah mempesona pemuda ini yang rasa-rasanya seakan menuntut jawaban dari dirinya.


"Aku selalu bangun pagi. Dan ingin memasak sup teratai,"


"Benarkah?" Xiao Shuxiang berkedip, ".. Apa sup teratainya untukku?" dia mengajukan pertanyaan secara asal, jelas sedang menggoda Ling Qing Zhu.


"..."


Diam sesaat sebelum Ling Qing Zhu mengangguk pelan. Ini membuat Xiao Shuxiang tersentak karena tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya.


"Ka-Kau yakin ingin memasak sup teratai untukku?"


"Kalau kau mau makan,"


!!


Tidak bisa dipercaya. Seseorang seperti Ling Qing Zhu, gadis yang notabenenya begitu sulit diajak bicara, berwajah papan datar, sifatnya begitu mirip dengan Lan Guan Zhi mengatakan kata keramat seperti itu pada Xiao Shuxiang, dan ini masih pagi!


"Hah, mungkin aku masih bermimpi. Ini jelas adalah mimpi-ah!"


Xiao Shuxiang spontan merintih saat lengannya dicubit keras, dia mengusap-usap lengannya yang terasa bagai terbakar.


Ling Qing Zhu, "Kau mau lagi?"


"Tidak perlu. Kau menyebalkan, gadis paling menyebalkan yang pernah ada! Baru saja aku ingin tersipu dan menyanjungmu, tetapi tidak jadi."


Melihat raut wajah Wali Pelindungnya yang sedang kesal membuat Ling Qing Zhu mendengus pelan. Walau tertutup cadar tipis, namun dirinya sedikit tersenyum samar.


Ling Qing Zhu lalu berjalan ke arah salah satu perahu. Danau teratai ini sangat luas dan sebenarnya ada sebuah segel pembatas yang tidak terlihat. Segel tersebut bagai gerbang wilayah Sekte Pagoda Langit.


?!


Xiao Shuxiang menoleh saat mendengar pertanyaan Ling Qing Zhu. Dia benar-benar tidak bisa mengerti gadis berwajah papan datar ini.


"Kenapa harus naik kapal? Kau bisa langsung jalan di atas air,"


"Ini perahu. Bukan kapal,"


?!


Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya, dia pernah melihat benda semacam ini dalam pelayarannya ke Benua Utara, tetapi tidak pernah menaikinya.


".. Yang kunaiki itu berukuran besar. Kapal kecil ini bahkan tak ada kabinnya,"


"Namanya perahu. Ingin ikut atau tidak?" Ling Qing Zhu mengulurkan tangannya, ekspresi wajahnya begitu tenang. Dia tahu benar bahwa orang seperti Xiao Shuxiang akan asing dengan hal-hal yang sederhana semacam ini.


Untuk seorang kultivator, peluang menaiki kapal atau bahkan perahu sangatlah kecil. Mereka lebih memilih terbang dengan pedang, atau bahkan hanya berada di daratan saja.


Xiao Shuxiang menaiki perahu dan sedikit mendapat bantuan dari Ling Qing Zhu. Dirinya tersentak kala perahu tersebut bergoyang, beruntung tangannya dipegang cukup kuat.


"Duduk dengan baik,"


"I-ini menegangkan.." Xiao Shuxiang berusaha mengatur napas, tidak disangka menaiki perahu kecil cukup memacu adrenalinnya.


Saat merasa posisi duduknya mulai pas, Xiao Shuxiang kembali menatap Ling Qing Zhu dan bertanya mengapa perahu ini tidak juga bergerak. Gadis cantik tersebut mengatakan mereka harus mengayuh.


"Tapi aku tidak pernah melakukannya. Bagaimana caranya mengayuh?"


"Kau duduk saja,"


Ling Qing Zhu tahu pemuda di depannya sedang tegang, jelas sekali karena menaiki perahu kecil semacam ini adalah pengalaman pertama Xiao Shuxiang. Dia tidak mungkin menyuruh pemuda tersebut mengayuh perahu ini.



Bunga teratai begitu indah, warnanya yang cerah dan menenangkan membuat tempat ini terasa mengagumkan.



Perahu bergerak pelan dan hal ini membuat keindahan bungai teratai bisa dinikmati begitu lama.


Perlahan, Xiao Shuxiang mulai terbiasa menaiki perahu. Dia memetik teratai muda di sekitarnya dan memasukkannya ke dalam keranjang bambu. Ling Qing Zhu sendiri yang menggerakkan perahu, dia nampak memakai dua dayung.



"Ini luar biasa. Kalau memetik teratai sambil berjalan di air, rasanya pasti tidak akan sehebat ini. Benar, kan?"


"Mn, benar."


Xiao Shuxiang tersenyum, pengalaman baru untuknya karena bisa memetik teratai yang paling dia sukai tanpa harus mabuk air.



Perahu terus bergerak pelan, Xiao Shuxiang sesekali memakan biji teratai dan menawarkan beberapa pada Ling Qing Zhu. Gadis berambut putih itu mengambilnya tanpa ragu.

__ADS_1


"Lain kali aku yang akan mengayuh kapal kecil ini untukmu,"


"Namanya perahu.."


"Oh, baiklah. Namanya perahu. Aku akan mengayuh lain kali,"


Xiao Shuxiang benar-benar menikmati biji teratai di tangannya. Dia sesekali menceritakan bahwa dirinya pernah begitu tidak suka danau dan laut, namun sangat menyukai teratai.


Memetik tumbuhan indah tersebut secara langsung dan di tengah-tengah danau semacam ini adalah keinginan kecil yang tidak pernah terwujud.


"Mimpimu..?" Ling Qing Zhu bertanya tanpa rasa canggung sama sekali.


Dia tahu Xiao Shuxiang adalah Wali Pelindungnya, dan awal-awal dirinya merasa gugup. Namun bila terbiasa dengan pemuda ini.. Rasanya cukup nyaman.


"..."


".. Mungkin.." Xiao Shuxiang memperhatikan pantulan wajahnya dari air danau yang begitu jernih, ".. Kupikir hari semacam ini tidak akan pernah datang.."


Ada senyum yang terlukis di wajah pemuda tampan dan mempesona itu, namun senyuman tersebut mengandung kesedihan yang dapat dengan jelas diketahui Ling Qing Zhu.


"Kau tahu, dunia pendekar sangat melelahkan. Jalan yang penuh kesulitan dan kebanyakan dari mereka tidak mengetahui apa yang benar-benar mereka inginkan.."


Ling Qing Zhu mengangguk, dia tahu perasaan semacam itu. Namun dirinya juga sangat tahu bahwa tidak mudah mengubah pemikiran orang-orang.


Padahal yang akhirnya dicari oleh pendekar bukanlah kekuatan dan juga keabadian, tetapi 'Kebahagiaan' dan 'Rasa Damai'.


".. Tidak ada yang tahu seperti apa wujud 'Kebahagiaan'. Tapi mereka lupa bahwa hal sederhana dan kadang diabaikanlah yang membawa kebahagiaan. Aku.. Merasa bahagia bertemu denganmu," Xiao Shuxiang tersenyum.


!!


Itu adalah senyuman paling menawan yang pernah ada. Ling Qing Zhu bahkan terkejut dan spontan menghentikan gerakan mengayuhnya.


Pendengarannya masih jernih dan dirinya sungguh sudah bangun, jadi tidak mungkin apa yang dia lihat dan dengar merupakan sebuah mimpi.


"Aku.. Tidak melakukan banyak hal untukmu," tatapan mata Ling Qing Zhu masih sama. Teduh dan menyimpan ketegaran yang amat besar.


"Mn? Benar juga. Tapi aku hanya bahagia saat bersamamu, itu saja." Xiao Shuxiang mengangkat bahunya sedikit, dia menjawab spontan dan sesuai dengan apa yang dia rasakan.


Xiao Shuxiang, "Oh ya. Kalau dipikir-pikir.. Ini seperti kencan. Bagaimana pendapatmu?"


!!


Ling Qing Zhu berkedip, dia baru sadar dengan posisinya saat ini. Menaiki perahu hanya berdua dengan seorang pemuda, dan dikelilingi tumbuhan bunga teratai yang indah.



Angin sejuk dan langit yang cerah, benar-benar sebuah kondisi bagai dua insan yang menghabiskan waktu bersama. Mengetahui ini membuat Ling Qing Zhu mengepalkan kedua tangannya.


"Me-memalukan,"


!!


Xiao Shuxiang mendengus singkat, "Rasa-rasanya kau ini adalah Lan Guan Zhi, tapi versi perempuan. Sifat dan sikap kalian itu mirip, tidak ada bedanya.." dirinya menggelengkan kepala pelan, ".. Aah. Bedanya hanya sedikit, Lan Zhi dapat membalas godaanku. Dia paling menyeramkan kalau melakukan itu.."


Xiao Shuxiang mengusap-usap lengannya karena merasa merinding bila mengingat bagaimana Lan Guan Zhi membalas godaan tidak tahu malunya.


"Tuan Muda Lan pemuda yang hebat. Dia bisa mengatasi, orang memalukan seperti dirimu."


Ling Qing Zhu berucap pelan namun cukup menusuk di telinga Xiao Shuxiang. Dia mengeluarkan kata-kata semacam itu tanpa rasa bersalah sama sekali, dirinya bahkan membuat Wali Pelindungnya tidak bisa mengatakan apa-apa.


Xiao Shuxiang hanya menggelembungkan sedikit pipinya dan nampak cemberut. Dia tidak mau meladeni Kucing Putihnya sebab biar bagaimanapun.. Dirinya akui sedikit keterlaluan karena menggoda Lan Guan Zhi, meski itu hanya candaan.


"Kau pasti tidak suka pemuda sepertiku, iya kan..?"


"..."


Ling Qing Zhu merasa Wali Pelindungnya ini adalah pemuda yang ekspresif. Raut wajahnya cepat berubah dari yang sebelumnya kesal, kini menjadi menggemaskan.


"Tidak juga,"


!!


"Benarkah? Jadi kau suka padaku?"


Lihat kan. Ekspresi wajah pemuda tampan di depannya kembali bersemangat. Ini adalah sesuatu yang cukup menarik.


Ling Qing Zhu tersenyum samar. Karena tertutup cadar tipis dan tidak duduk cukup dekat dengan Wali Pelindungnya--senyumannya tersebut tidak mudah disadari.


"Entahlah.."


Xiao Shuxiang melemparkan buah teratai yang bijinya sudah dia makan semua pada Ling Qing Zhu. "Kenapa kau tidak bisa mengatakan kalau sebenarnya kau suka padaku? Aku tidak akan memakan apalagi menindihmu di tempat ini. Aku bukan pemuda yang seperti itu.. Haiih"


"Mn, aku tahu.."


!!


Xiao Shuxiang tersentak, dia baru akan bicara namun mendadak terdengar suara seruan memanggil-manggil namanya.


"Saudara Xiao..!!"


"Saudaraku..!!"


Suara itu tidak lain berasal dari Yi Wen dan Jing Mi. Dia juga mendengar suara seruan Hou Yong dan Bocah Pengemis Gila. Teman-temannya juga menaiki perahu, sama seperti dirinya.


Yi Wen satu perahu dengan Lan Guan Zhi. Gadis itu membuat Teman Baiknya harus mengayuh sendirian. Sementara Hou Yong satu perahu dengan Bocah Pengemis Gila.


Jing Mi menaiki perahu seorang diri. Sementara Hu Li bersama dengan Xiao Qing Yan, Lan Xiao, dan O Zhan. Melihat mereka semua membuat Xiao Shuxiang juga ikut berseru. Dia merasa senang karena teman-temannya datang kemari.


***


-


-


-


Catatan Penulis :


Gomenkudasai bila gambar tidak sesuai nama yang sebenarnya. Silahkan imajinasikan sendiri.

__ADS_1


__ADS_2