
Setelah menitipkan barang-barangnya di Sekte Kupu-Kupu.. Nie Shang bersama dengan Xiao Shuxiang, Hu Li, dan Jing Mi melakukan perjalanan ke wilayah netral yang ada di Kekaisaran Matahari Tengah.
Wilayah tersebut tidak dimiliki oleh ketiga Aliran maupun kaisar sendiri, itu adalah sebuah tempat yang jarang disinggahi manusia atau kultivator.
".. Ini akan menjadi petualangan yang membosankan jika kau terus saja diam, Nie Shang.."
Sepanjang jalan, Xiao Shuxiang dan Jing Mi terus menceritakan banyak hal sekaligus melontarkan pertanyaan pada Nie Shang. Namun temannya sama sekali tidak bersuara sedikit pun dan itu membuat Xiao Shuxiang kesal.
Hu Li membantu tuannya agar Nie Shang mau bicara, dia bertanya tentang alasan keluarga Nie Shang menyewa kultivator untuk melakukan pembunuhan, tapi Nie Shang malah semakin tertunduk.
Hu Li mendapat omelan dari Xiao Shuxiang, jelas Nie Shang sedang bersedih dan Hu Li malah menambah kesedihannya.
"Saudara Xiao, bagaimana sekarang..? Aku tidak pandai membujuk orang.."
"Aku juga tidak, Saudara Jing.."
Xiao Shuxiang memainkan poni rambutnya sambil berusaha memikirkan cara membuat Nie Shang kembali ceria, pandangan matanya menangkap salah satu papan pengumuman yang sedang mereka lewati.
"Itu dia..!"
Xiao Shuxiang menarik Nie Shang dan meminta Jing Mi serta Hu Li mengikutinya, dia ternyata membawa teman-temannya ke tempat hiburan, bordil terbesar di Kekaisaran Matahari Tengah.
Jing Mi tercengang saat melihat bangunan di tempat ini begitu luas, terdiri dari satu bangunan utama bertingkat lima yang jauh lebih besar dari dua bangunan lainnya yang bertingkat tiga.
Bukan hanya itu, Jing Mi dapat melihat tempat ini sangat ramai, didominasi dengan lampion berwarna merah dan bangunan yang terbuat dari kayu giok putih.
Banyak wanita dengan pakaian berbeda-beda warna membuat tempat ini seperti taman yang dipenuhi kupu-kupu cantik. Jing Mi merasa baru saja berpindah dunia.
"Sa..Saudara Xiao..? Aku jadi ingat perkataan pamanku tentang surga dunia, apa ini tempatnya?" Jing Mi beberapa kali menelan ludah, banyak wanita yang kecantikannya sama bahkan melebihi Xiao WeiWei, dirinya jadi malu sendiri karena diperhatikan oleh beberapa orang wanita.
"Bagi orang yang suka membuang-buang uang, ini adalah surga. Tapi bagiku tempat ini seperti neraka. Kalau bukan demi Nie Shang, mana mau Xiao Shuxiang menginjakkan kaki lagi ke tempat ini.."
Xiao Shuxiang membawa teman-temannya ke gedung utama, mereka disambut oleh lima orang wanita cantik yang bagian tubuh atasnya hanya ditutup setengah.
Jing Mi tersedak napasnya sendiri, dia refleks menutup hidungnya agar tidak sampai keluar darah.
Tubuh besar Jing Mi mencuri perhatian beberapa gadis. Lihat saja, Xiao Shuxiang dan Hu Li hanya setinggi pundak Jing Mi, sementara Nie Shang setinggi pundak Xiao Shuxiang.
Wajah Jing Mi sebenarnya biasa-biasa saja, tetapi ukuran tubuhnya mengundang godaan bagi primadona cantik penyuka otot besar.
!
__ADS_1
Jing Mi merasa tengkuknya dingin, dia memegang lengan Xiao Shuxiang dan meminta temannya agar mereka keluar dari tempat ini, dirinya merasa tidak nyaman.
"Tenanglah, Saudara Jing. Mereka tidak akan memakanmu,"
Bukan hanya Jing Mi yang menarik perhatian, tetapi juga Xiao Shuxiang, Hu Li, dan Nie Shang.
Tempat bordil ini sering dikunjungi oleh pendekar berpakaian hitam seperti Xiao Shuxiang, namun pria yang mereka lihat sekarang tidak seperti pendekar lainnya.
Xiao Shuxiang memiliki tatapan mata hangat yang menenggelamkan, senyuman dan wajahnya terlalu sayang untuk dinikmati bersama.
Andai ada wanita kurang waras, dia pasti akan mencegah Xiao Shuxiang tersenyum, menutupi seluruh wajah pria tersebut dan membawanya pulang.
Salah satu wanita yang menyapa Xiao Shuxiang samar-samar mencium aroma susu dan rempah-rempah menenangkan, bau tubuh pria di depannya ini seperti sebuah candu.
Secara tidak sadar, dia meminta Xiao Shuxiang untuk menghabiskan waktu bersamanya. Ucapannya tersebut membuat gadis yang lainnya terkejut, jelas mereka tidak ingin didahului.
Xiao Shuxiang menghembuskan napas pelan saat diperebutkan oleh enam orang gadis sekaligus, dia menggaruk pelan pipinya dan berusaha menghentikan pertengkaran yang tak seharusnya dilakukan.
Beberapa pelanggan di tempat ini menatap sinis ke arah Xiao Shuxiang dan teman-temannya. Wanita yang mendampingi mereka sebelumnya tiba-tiba saja pergi dan malah menuju ke tempat Xiao Shuxiang yang masih setia berdiri.
"Tu-Tuan Muda Xiao.. Tolong aku.."
Hu Li juga terlihat tidak baik, dia menyilangkan kedua tangan di depan dada untuk mencegah wanita-wanita cantik ini melepas pakaiannya.
"Nona-Nona, kalian jangan terlalu kasar pada teman-temanku. Setidaknya beri mereka ruang untuk bernapas, oke?"
Xiao Shuxiang menarik salah satu wanita agar lebih dekat dengannya, dia tersenyum sambil mengusap pelan dagu wanita tersebut. Tindakannya membuat wanita lainnya berebut ingin dipeluk oleh Xiao Shuxiang.
!!
"A-apa yang sudah kulakukan?! Padahal aku hanya mempraktekkan apa yang kulihat dari paman, tapi ternyata efeknya besar juga.."
Xiao Shuxiang menutup hidungnya, dia menyelamatkan ketiga temannya dengan mengorbankan dirinya sendiri, beruntung pemilik tempat ini segera datang.
"Apa yang sedang terjadi di sini?"
?!
Semua mata tertuju pada seseorang yang menuruni tangga. Wajahnya seputih salju, rona pipi selembut bunga persik dan bibir merah seperti hongzao membuat siapa pun yang memandangnya membeku seketika.
Shuai Niao, pemilik rumah bordil bernama Pesona Bunga ini menatap Xiao Shuxiang dan ketiga temannya. Setiap kali kakinya melangkah, akan ada aroma bunga menggoda dan angin menyegarkan yang terasa.
__ADS_1
Shuai Niao tersenyum lembut ke arah Xiao Shuxiang dan teman-temannya, dia menyapa pelanggan yang telah membuat keributan tidak terduga di tempatnya dengan sangat ramah.
Xiao Shuxiang hampir lupa bernapas dan berkedip melihat wajah Shuai Niao. Saat tersadar, dirinya langsung mengusap-usap dada sambil menghembuskan napas.
Pakaian Shuai Niao lebih tertutup daripada wanita-wanita ini, namun wajahnya sudah cukup membuat siapa pun tergila-gila, dan itu membuat Xiao Shuxiang kembali mengusap dadanya.
"A-Aku dan teman-temanku ingin memesan satu ruangan khusus,"
"Tentu saja, mari ikut denganku.."
Shuai Niao mengajak Xiao Shuxiang dan ketiga temannya ke salah satu ruangan di lantai dua, harga satu kamar beserta hiburannya membuat Xiao Shuxiang menangis di dalam hati. Dia menatap aneh ke arah Shuai Niao yang ternyata dibalas senyuman lembut dan ramahnya.
Xiao Shuxiang dan ketiga temannya duduk sambil menyaksikan tarian dari lima orang wanita cantik, dikedua sisi mereka juga ada wanita cantik yang berpakaian terbuka dan bertugas menuangkan arak.
Bisa dibilang, hanya Xiao Shuxiang yang terlihat santai dan menikmati hiburan di depannya, berbeda dengan ketiga temannya yang duduk dengan tubuh kaku sambil terus menatap ke arahnya, meminta agar mereka cepat pergi dari sini.
"Hm.. Apa ini pertama kali teman-teman Anda datang ke tempat seperti ini..?" suara Shuai Niao begitu lembut, dia duduk agak berjauhan dengan Xiao Shuxiang, Jing Mi, Nie Shang, dan Hu Li.
"Begitulah, mereka masih anak baru, tolong rawat ketiga temanku dengan baik.."
"Tentu saja, Tuan. Tapi sebelum itu.. Aku harus merawatmu lebih dulu,"
Xiao Shuxiang hampir tersedak araknya, dia menatap Shuai Niao yang memberinya tanda agar diikuti.
Xiao Shuxiang meminta teman-temannya untuk menunggu sebentar. Jing Mi, Hu Li, dan Nie Shang tidak tahu akan kemana teman mereka itu. Namun ketiganya.. walau hanya sekilas, dapat melihat telinga Xiao Shuxiang memerah.
"Ce-Cepatlah kembali, Saudara Xiao..." semua kesedihan Nie Shang berganti dengan kegugupan yang amat sangat, cara Xiao Shuxiang menghibur dirinya terlalu ekstrim.
Di tempat lain, Xiao Shuxiang terus berjalan di belakang Shuai Niao. Dia memperhatikan tempat ini yang begitu ramai dengan aroma lembut arak dan buah persik.
Beberapa kali Xiao Shuxiang berpapasan dengan wanita-wanita cantik di tempat ini sampai dirinya dibawa ke salah satu ruangan besar yang seperti milik pribadi Shuai Niao.
Ada satu set tempat tidur, kolam dalam ruangan, meja dan dua kursi serta meja rias. Nuansa ruangan ini dipenuhi dengan warna putih dan merah muda, Xiao Shuxiang melihat-lihat lukisan yang menempel di dinding serta membuka lemari kayu giok milik Shuai Niao.
"Pakaianmu banyak juga.."
"Tuan, aku tidak membawamu kemari untuk mengobrak-abrik lemariku.." Shuai Niao duduk di pinggir tempat tidurnya dan meminta Xiao Shuxiang mendekat. Pakaian luar Shuai Niao entah sejak kapan telah terlepas.
Xiao Shuxiang menutup kembali lemari Shuai Niao dan berjalan mendekatinya, dia lalu duduk di samping Shuai Niao sambil menghembuskan napas pelan.
"Tuan, kau mau mandi dulu atau langsung melakukannya..?" Shuai Niao mengusap pelan pipi Xiao Shuxiang dan menaikkan sebelah kakinya di atas paha pemuda tersebut.
__ADS_1
***