XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
50 - Yang Shu (2) [Revisi]


__ADS_3

Tak ada yang tahu keberadaan Yang Shu dan Yang Fu, ini membuat seluruh rakyat merasa cemas karena Kaisar mereka menghilang. Ibu Suri memberi perintah untuk mencari Sang Kaisar dan juga pangeran, dia hanya ingin Yang Shu mengatakan kepada seluruh rakyat bahwa dirinya telah turun dari tahta Kaisar.


Jika Yang Shu pergi seperti ini, maka seluruh rakyat tetap menganggapnya sebagai Kaisar Benua Utara. Dan tak ada seorang pangeran pun, bahkan putra mahkota yang bisa menduduki tahta jika Yang Shu belum memberikan maklumatnya.


Ibu Suri dan Permaisuri sebenarnya ingin membunuh Yang Shu, namun Kaisar yang dulu memberi maklumat yang berisikan bahwa jika Yang Shu kehilangan nyawa, maka seluruh orang yang menentang diangkatnya Yang Shu sebagai pengganti dirinya adalah yang bersalah. Dan kursi kekaisaran tidak akan diserahkan kepada pangeran mana pun di istana.


Maklumat ini membuat Ibu Suri dan yang lainnya tidak bisa melakukan pembunuhan kepada Yang Shu. Meskipun nanti Yang Shu tewas karena kesalahannya sendiri, tetap saja Ibu Suri dan yang lainnya akan dinyatakan bersalah.


Benua Utara sebenarnya memiliki dua wilayah kekaisaran. Kepergian Yang Shu membuat Benua Utara menjadi riuh. Seluruh tempat dijelajahi untuk menemukan Sang Kaisar Muda, bahkan mereka mencari hingga ke Benua Lain. Namun Yang Shu dan Yang Fu seakan ditelan bumi, mereka sama sekali tidak bisa ditemukan.


Tak ada yang tahu bahwa Kaisar Muda dan saudaranya bersembunyi di wilayah paling terpencil di Benua Timur. Saat perjalanan, Yang Shu dan Yang Fu harus berpisah, disebabkan karena pelarian mereka memiliki banyak hambatan.


Pencarian Ibu Suri dan yang lainnya berhenti setelah 10 tahun. Tahta kembali di duduki oleh Kaisar yang lama, tak ada berita atau pun bukti tentang kematian Yang Shu dan saudaranya... mengakibatkan Yang Shu tetaplah menjadi Kaisar.


Di Benua Timur, Yang Fu bertemu dengan kultivator aliran putih, dia kemudian diangkat untuk menjadi anggota Sekte Bambu Perak. Sementara itu, Yang Shu tinggal di sebuah desa paling terpencil di wilayah Kekaisaran Matahari Terbit.


Warga desa ini awalnya tidak tahu bahwa Yang Shu adalah Kaisar, mereka memperlakukan Yang Shu layaknya pemuda biasa. Kehidupan yang biasa saja bahkan sederhana ini awalnya membuat Yang Shu kesulitan. Namun lama kelamaan dia mulai terbiasa.


Beberapa kali dia keluar desa bersama seorang warga untuk membantu menjual kentang ke tempat lain, di perjalanan Yang Shu bertemu banyak orang termasuk para kultivator.


Dia juga mendengar tentang berita pencarian dirinya, namun berita itu cepat tertutupi dengan cerita sejarah kekacauan Benua Timur yang diakibatkan oleh seorang Kultivator Aliran Hitam, Sang Bintang Penghancur.


Cerita ini seakan menyelamatkan Yang Shu, karena tak butuh waktu lama sampai berita pencarian dirinya sama sekali tidak terdengar lagi.


Yang Shu sadar dia tinggal di tempat yang mana kekuatan adalah segalanya, banyak demonic beast dan manusia jahat yang bisa saja mengancam nyawanya. Yang Shu memang tidak pernah ikut berperang sekali pun, memegang pedang termasuk jarang Yang Shu lakukan.


Cerita tentang Sang Bintang Penghancur membuat Yang Shu memiliki keinginan untuk menjadi kultivator. Dia memang tidak yakin, tetapi ada baiknya jika dicoba lebih dulu.


Anehnya, Yang Shu ternyata memiliki bakat untuk menjadi kultivator. Di usia kedelapan belas tahun, Yang Shu bertemu dengan Huan Fei. Orang yang ditolongnya ini menjadi sahabatnya, sebuah petualangan yang sama sekali tidak pernah Yang Shu bayangkan dilalui olehnya dan Huan Fei.


Dan bahkan salah satu petualangannya mempertemukan Yang Shu dengan seorang gadis yang kelak menjadi isterinya.


Huan Fei baru tahu bahwa sahabatnya ini adalah seorang Kaisar saat Yang Shu menyebutkan marganya. Tak ada marga 'Yang' di Benua Timur, ini membuat Huan Fei sadar bahwa sahabatnya merupakan seorang Kaisar. Meski tahu ini berita besar, namun Huan Fei merahasiakannya.


Yang Shu menceritakan semuanya, dia sama sekali tidak menutupi apa pun. Cerita Yang Shu membulatkan tekad Huan Fei untuk melindungi sahabatnya. Ini juga salah satu tekad yang mendorong Huan Fei agar menjadi lebih kuat dan memiliki pengaruh penting di sektenya kelak, sehingga dia memiliki kuasa untuk melindungi Yang Shu dan keluarganya dari serangan prajurit istana Kekaisaran Benua Utara.

__ADS_1


Bertahun-tahun berlalu, kelahiran putra Yang Shu membuat seluruh warga desa begitu gembira. Namun kegembiraan tidak berlangsung lama sebab isteri Yang Shu ternyata tidak selamat setelah melahirkan putranya.


Isteri Yang Shu sebenarnya adalah gadis sebatang kara, ditolong oleh Yang Shu saat desanya kebakaran. Hanya gadis itu yang selamat dari tragedi tersebut. Betapa banyak kesulitan dan kesedihan yang dialami oleh gadis ini, membuat Yang Shu bertekad untuk membahagiakannya.


Sayang sekali, takdir ternyata berkata lain. Bukannya membahagiakan, Yang Shu malah sering membuat gadis itu berada dalam bahaya. Sebab setiap petualangannya dengan Huan Fei, gadis ini selalu ikut bersama mereka.


Para warga desa berusaha membuat Yang Shu tidak larut dalam kesedihan. Putra Yang Shu kemudian dirawat dan diberi kasih sayang oleh seluruh warga desa, membuat Yang Hao tumbuh tanpa kekurangan kasih seorang ibu. Bahkan Yang Hao tidak pernah merasa sendirian sama sekali, warga Desa Tani... begitu sangat baik kepada dirinya.


Yang Hao baru mengetahui latar belakang Yang Shu setelah dia berusia 17 tahun. Yang Shu berkata bahwa Tahta Kaisar adalah milik Yang Hao sekarang, dia merasa tidak pantas menjadi Kaisar lagi.


Yang Hao tentu saja bingung, dia tidak mungkin datang ke Benua Utara dan langsung menduduki tahta begitu saja. Belum lagi pelarian Yang Shu membuatnya yakin bahwa dia hanya mengantar nyawa ke sana.


Yang Shu meminta putranya untuk pergi ke Benua Utara sebab dirinya khawatir keadaan rakyat Benua Utara saat ini. Sudah bertahun-tahun sejak pelariannya, entah apa yang terjadi dengan seluruh rakyatnya.


Yang Hao berkata dia harus menjadi kuat terlebih dahulu dan biarkan takdir mengatur nasibnya.


Setiap tahun, tepat di hari kelahiran Yang Hao... Yang Shu selalu bertanya apakah Yang Hao sudah siap pergi ke Benua Utara sekarang, namun Yang Hao hanya memberikan alasan yang sama. Yaitu dia masih belum cukup kuat.


Bahkan saat Yang Hao telah menikah dengan Xiao WeiWei, Yang Shu tetap saja bertanya padanya... namun Yang Hao tetap memberikan alasan seperti itu lagi.


Yang Hao juga mengatakan bahwa alasan kenapa Yang Shu melarikan diri adalah karena banyak pihak yang menolaknya menjadi Kaisar. Jika mereka tahu bahwa Yang Shu dan dirinya ada di sini, maka rakyat Desa Tani akan berada dalam bahaya.


Bukti bahwa saat ini Yang Shu masih bersembunyi adalah dirinya, Yang Hao selalu dilarang untuk keluar dari desa dan tak sembarangan mengatakan marga-nya kepada orang asing.


Yang Hao terima dengan larangan itu dan memang dirinya lebih menyukai berada di desa daripada di luar. Namun bukan berarti anaknya akan seperti dirinya. Sebab itulah untuk melindungi anaknya, Yang Hao memberikan marga isterinya untuk digunakan kepada putrinya 'Lu'.


Yang Hao meminta agar Sang Ayah menghargai keputusannya, dan ini membuat Yang Shu merasa bangga padanya. Memang lebih baik marga 'Yang' tidak boleh sampai berkembang di Benua Timur, bisa-bisa mereka akan ketahuan.


Kehidupan Yang Shu dan Yang Hao sangat tenang di Desa Tani, meski sebenarnya Yang Shu dan Yang Hao masih memikul beban rakyat Benua Utara.


Yang Shu dan Yang Hao sering membicarakan ini, walau Yang Shu terus membujuknya namun Yang Hao tetap tidak yakin ingin pergi. Mereka berdua juga tidak mungkin menyerahkan kepada Xiao Lu, sebab Xiao Lu masih terlalu kecil.


Yang Shu mengatakan bahwa ini adalah keputusan cucunya nanti, mereka tidak bisa merahasiakannya dari gadis kecil ini. Yang Shu akan mengatakan kebenarannya setelah cucunya berusia matang.


Kelahiran kedua dari Xiao WeiWei, membuat Yang Hao dan Yang Shu berdebat tentang pemberian nama bayi laki-laki ini. Yang Hao tidak ingin putranya diberi nama yang dapat membebaninya di Benua Timur, sementara Yang Shu merasa bahwa nama itu sangat cocok untuk cucu laki-lakinya.

__ADS_1


Anehnya, bayi laki-laki digendongan Yang Hao tertawa saat Yang Shu memberinya nama 'Shuxiang', sementara dia menangis keras saat Yang Hao, Sang Ayah memberinya nama 'Chen'.


Warga desa juga ikut kebingungan dengan hal ini, mereka sebenarnya juga tidak setuju dengan nama yang disematkan Yang Shu pada cucunya. Sebab nama tersebut adalah pengingat dari Kekacauan yang ada di Benua Timur dahulu.


Namun apa pun nama yang diberikan kepada bayi laki-laki ini, tetap saja dia akan menangis keras. Seakan-akan bayi ini sudah memutuskan sendiri namanya.


Yang Shu tertawa keras, dia memiliki cucu yang luar biasa. Dia yakin, cucu laki-lakinya ini akan membawa perubahan yang baik bagi Benua Timur, dan bisa saja cucunya inilah yang akan menghilangkan beban dipunggungnya dan Yang Hao.


***


-


-


-


Catatan Penulis :


Terima Kasih Sudah Setia Membaca Karya Ini. Jangan Lupa Untuk Terus Meninggalkan Jejak Kalian Berupa Like Dan Sekaumnya, Ajak Teman-Teman Yang Lain Untuk Ikut Nimbrung Di Sini! Tetap Semangat Dan Jangan Lupa Bersyukur Minna!ヽ(´▽`)/


.


.


saatnya Sesi Pantun dimulai..


.


.


Anak Ayam Turun Sembilan


Mati Satu Tinggal Delapan


Ilmu Boleh Sedikit Ketinggalan

__ADS_1


Tapi Jangan Sampai Putus Harapan


__ADS_2