XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
452 - Murid Sekte Kupu-Kupu [Revisi]


__ADS_3

Nie Shang tidak ikut dalam kerumunan, apalagi menari bersama teman-temannya. Dia hanya menjadi penonton yang paling antusias dan bertepuk tangan saat lagu ketiga dari Siu Yixin selesai.


Konser aneh namun menghebohkan itu baru berhenti saat Ling Shen Yue dan Wang Rui Chang datang. Keduanya memang mendengar suara keributan, tetapi terlambat datang sebab menganggap itu hanya hal yang biasa.


Barulah setelah beberapa lama, kening mereka mengerut kala memfokuskan pendengaran dengan lebih baik. Segera keduanya bergegas dan sangat amat terkejut melihat ini semua.


Tidak ada yang menghentikan ini, bahkan beberapa murid Sekte Pagoda Langit juga ikut-ikutan dan malah melanggar banyak aturan. Xiao WeiWei yang melihat dalangnya adalah murid-muridnya sendiri bahkan tidak bisa berkata apa-apa.


Ibu dari Xiao Shuxiang itu nampak memperhatikan tempat di mana para orang tua berdiri dan melihat suami dan ayah mertuanya.


Yang Shu dan Yang Hao sama sekali tidak berniat menghentikan Jing Mi, Yi Wen, dan yang lainnya. Mereka justru membiarkan anak-anak itu melakukan apa pun yang diinginkan, toh tidak merugikan siapa pun.


Di Sekte Kupu-Kupu, para muridnya tidak terikat dengan aturan yang banyak dan ketat. Mereka bebas menjadi diri sendiri. Aturan yang ada pun hanyalah 'Saling menjaga antar saudara, setia, dan menghormati pertemanan mereka semua'.


["Aku tidak mempermasalahkan para pemuda itu, tapi melihat seorang gadis yang tidak tahu malunya menari di tengah-tengah mereka.. Bukankah ini tontonan yang tidak layak?"]


?!


Ling Lang Tian mendengar ucapan pendekar tua dari Partai Pasak Bumi, Tua Bangka berkumis dan berjanggut tebal itu membicarakan Yi Wen dengan para tetua lainnya.


Meski wajah Ling Lang Tian tenang dan dia tidak mengucapkan sepatah kata pun, bukan berarti dirinya setuju dengan Tua Bangka itu.


Ling Chu Zhen sendiri nampak tersenyum tipis, ["Gadis yang memiliki pribadi anggun, tenang, dan mampu menjaga sikapnya, melambangkan keindahan serta kehormatan. Nona muda yang di sana, dia mempunyai keberanian besar yang tidak semua gadis memilikinya."]


["Hmph, Tuan Ling Chu Zhen.."] seorang wanita berpakaian putih menyela, [".. Yang kulihat keberanian gadis itu mirip seperti wanita j****g di tempat bordil. Kehadirannya membuat noda di sini, apa Anda tidak peduli dengan kesucian sektemu?"]


["Bagaimana Nona bisa tahu?"] seorang pemuda berpakaian hitam dengan corak bunga mawar merah tiba-tiba saja bertanya. Dia merupakan pendekar dari Partai Paruh Rajawali yang dahulunya pernah bertemu dengan Xiao Shuxiang di Kota Relung Bunga.


["Nona, jika kau tidak pernah berkunjung di tempat semacam itu, sebaiknya jangan mengatakan sesuatu yang bukan-bukan. Kulihat kau dari keluarga terhormat, harusnya gunakanlah bahasa yang lebih lembut. Bukankah ada pepatah mengatakan, 'ucapan merupakan cerminan sifat seseorang'. Melihat dirimu, aku tidak yakin kau lebih baik dari nona yang di sana itu."]


!!


Nada suara yang terkesan meledek, serta senyuman sinis merendahkan dari pendekar Partai Paruh Rajawali itu mengundang reaksi dari siapa pun yang mendengar ucapannya barusan.


Partai Paruh Rajawali merupakan partai Aliran Hitam yang markasnya berada di Kekaisaran Langit Selatan. Pemuda ini jelas sedang memprovokasi dan ucapannya memang terdengar kasar, tetapi juga tidak sepenuhnya salah.


Yang Shu dan Ling Chu Zhen masuk ke dalam percakapan itu sebelum suasana menjadi tegang dan justru memicu keributan.


Malam itu berlangsung tidak seperti yang direncanakan. Nie Shang menceritakan segalanya pada Xiao Shuxiang saat mengunjungi saudaranya itu pada pagi hari.


Xiao Shuxiang sebenarnya sudah keluar dari dalam Gelang Semestanya kala mulai bosan hidup sendiri. Keenam kuda yang menjadi temannya jelas berbeda, mereka adalah binatang, bukan manusia.


Sebagus apa pun dunia dalam Gelang Semestanya, dia masih merindukan suasana di lingkungannya sendiri. Dan lagi, ini merupakan hari-hari terpenting dalam hidupnya.


Di kamar Xiao Shuxiang. Bukan hanya Nie Shang yang menceritakan kejadian seru semalam, tetapi juga Bocah Pengemis Gila. Sayang sekali dia tidak menyaksikan semuanya secara langsung.


".. Wajah ibu mertuaku dan nenek cantik itu pasti hebat. Apa mereka terkena serangan jantung?" Xiao Shuxiang tersenyum, dia mendengarkan cerita Nie Shang sambil bermain kartu dengan Jing Mi.


Di kamar miliknya ini, ada sebuah meja dan dua kursi yang diatur sedemikian rupa. Xiao Shuxiang duduk di salah satu kursi dan berhadapan dengan Jing Mi.


Nie Shang duduk di kursi lain yang jaraknya tidak terlalu dekat dengan meja serta kursi Xiao Shuxiang dan Jing Mi berada. Dia bersama dengan Bocah Pengemis Gila, Hou Yong, Hai Feng, Mo Huai, dan Siu Yixin.


Para pemuda yang memiliki ciri khas masing-masing itu seperti menjadi penonton dari permainan kartu yang dilakukan kedua teman mereka.


Nie Shang, "Saudara Xiao. Wajah mereka merah padam. Saat ini, para murid Sekte Pagoda Langit tengah menerima hukuman. Yang ikut menari mendapat cambukan kedisiplinan, sementara yang menjadi penonton harus menyalin buku tentang etika sambil handstand."


Jing tersenyum dan melempar satu kartunya untuk menyaingi kartu milik saudaranya. Dia terlihat berekspresi puas.


"Lalu kenapa kalian semua tidak dihukum?" Xiao Shuxiang begitu tenang dan melempar kartu di atas meja sambil mengatakan pada Jing Mi untuk tidak cepat puas.


Hou Yong ikut bicara, "Tentu saja kami juga mendapat hukuman. Tapi sebelum benar-benar terjadi, kami langsung melarikan diri kemari."


Hou Yong, Jing Mi dan Hai Feng tertawa. Xiao Shuxiang menggeleng pelan karena teman-temannya sangat nakal dan tidak bisa menjaga wibawa kakeknya.


Xiao Shuxiang, "Aiya. Kalian sudah mempermalukan sekte kita, tapi aku tetap tidak akan marah. Di mana pun kalian berada, jadikan sebagai tempat paling nyaman. Aturan ketat di sekte ini jangan sampai membuat kalian terkekang,"


"Inilah sebabnya aku menyukaimu Saudaraku. Kau adalah panutanku.." Jing Mi tersenyum lebar sebelum ekspresi wajahnya berubah serius, ".. Tapi sebenarnya ada sesuatu yang sangat ingin kukatakan.. Apa kau tidak terganggu dengan kedua gadis itu?"


Xiao Shuxiang berkedip. Dia memang duduk di sebuah kursi tunggal, namun dia berada di antara dua gadis cantik. Satunya memiliki rambut panjang dan berpakaian merah muda, kemudian gadis lainnya berambut sepanjang leher dan berpakaian ungu cerah.


Jing Mi bertanya, "Kau sekarang terlihat seperti mempunyai dua selir. Apa kau akan membentuk harem?"


Awalnya Jing Mi tidak mempermasalahkan ini. Tapi lama kelamaan rasanya sangat menyesakkan. Dia harus bermain kartu tanpa gadis pendamping sementara Saudara Xiao-nya malah diapit oleh dua gadis cantik.


".. Ini tidak adil. Yi Wen, Zhi Shu! Kalian mengganggu. Pergilah dan duduk di sana..!" Jing Mi menyuruh kedua gadis yang tak lain adalah saudara seperguruannya sendiri untuk ke tempat Hou Yong serta yang lainnya berada.


"Aku tidak mau.."


"Aku juga tidak mau.."

__ADS_1


!!


Xiao Shuxiang tersentak dan mengangkat sedikit kedua tangannya yang memegang lima buah kartu. Dia mendapat serangan paha mulus dari dua gadis cantik yang duduk di kedua sisinya ini.


"Kalian berdua jangan mengganggu. Singkirkan paha kalian dariku,"


"Saudara Xiao, aku tidak mau. Aku merindukanmu," Yi Wen memeluk Xiao Shuxiang dan menatap tajam ke arah Zhi Shu.


"Saudara Xiao~ aku juga tidak akan melakukannya. Tidak mungkin aku kalah dari gadis ini," Zhi Shu ikut memeluk Xiao Shuxiang.


Tingkah kedua gadis itu membuat Sang Koki Alkemis mengembuskan napas pelan. Xiao Shuxiang menutup sementara kartunya dan melepaskan dengan lembut pelukan Yi Wen dan Zhi Shu yang duduk di kedua sisinya.


"Terserah kalian saja, tapi jangan ganggu aku dan berhati-hatilah dengan kediaman 'Piton'. Mengerti?"


Yi Wen dan Zhi Shu saling bertatapan tajam tanpa menjawab pertanyaan Xiao Shuxiang. Tindakan mereka membuat Hou Yong dan Hai Feng terkejut.


Kedua pemuda itu masih bujangan, sementara Xiao Shuxiang sudah memiliki Ling Qing Zhu. Tetapi tetap saja Koki Alkemis itu dilimpahi keberuntungan langit.


Hou Yong, "Mengesalkan sekali..! Aku sangat berharap Saudara Xiao mati."


Hai Feng, "Keberuntungannya itu terlalu mengerikan. Kuharap Saudara Xiao menghilang dari dunia ini."


Mo Huai mendengar ucapan bernada kutukan dari kedua pemuda di dekatnya, perlahan wajahnya berubah pucat.


"Kalian berdua.. Jika Tuan Muda Xiao mendengarnya-"


"Aku sudah mendengar ucapan mereka, Mo Huai. Kau tidak perlu memperingatkan mereka, keduanya tidak akan mendengarkanmu." Xiao Shuxiang melempar kartu terakhir dan tersenyum lebar.


Dia pun memegang lipatan lutut Yi Wen dan Zhi Shu kemudian menyingkirkannya pelan. Xiao Shuxiang memajukan tubuhnya dan fokus menatap Jing Mi, senyumannya kini terasa janggal.


!!


Jing Mi tanpa sadar menelan ludah, dia sepertinya telah melakukan kesalahan dengan menerima tawaran Saudara Xiao-nya bermain kartu.


"Saudara Jing, kau harus memenuhi permintaanku. Nah sekarang.." Xiao Shuxiang menggeser kotak kayu yang ada di atas meja dan memperlihatkan isinya pada Jing Mi.


!!


Yi Wen, Zhi Shu, dan Jing Mi sendiri begitu terkejut saat tahu isi kotak itu adalah Pil Napas Naga.


Melihat ketiga teman mereka terkejut membuat Hai Feng, Hou Yong, dan yang lainnya mendekat. Mereka penasaran dengan apa yang diperlihatkan oleh Xiao Shuxiang.


"Ehm.. Saudara Xiao.. Kau tidak memaksaku untuk-"


"Tentu tidak, Saudara Jing. Aku tidak akan memintamu untuk menarik pedang dan membelah perutmu sendiri. Kau hanya perlu memotong satu jarimu secara perlahan dan tahan sakitnya selama sepuluh tarikan napas, itu saja."


!!


Jing Mi dan teman-temannya terlonjak. Zhi Shu bahkan nyaris terjatuh andai Mo Huai tidak menahannya. Mereka harusnya telah curiga sejak awal saat Xiao Shuxiang menyarankan permainan kartu ini.


"Kenapa diam, Saudara Jing? Hanya satu jari saja. Apa kau tidak mau memenuhi permintaan Xiao Shuxiang ini? Hiburlah aku.."


"Saudara Xiao! Kau memintaku memotong jariku sendiri? Apa kau gila? Rasanya pasti akan sakit.."


"Benar, dan aku suka melihat ekspresi orang yang kesakitan." Xiao Shuxiang tersenyum, dia nampak sangat mempesona. "Cepatlah, Saudara Jing. Atau kau ingin aku yang memotong jarimu, hm?"


Jing Mi mengembuskan napas, "Saudara Xiao.."


Yi Wen, "Saudara Jing, apa kau takut? Hanya satu jari saja, ini jelas permainan yang menyenangkan. Cepatlah, dan selanjutnya aku yang akan melawan Saudara Xiao."


Senyum seringai Yi Wen membuat teman-temannya merasa bahwa dia dan Xiao Shuxiang memiliki kemiripan. Jing Mi mulai memantapkan hati dan mulai meminta belati dari Mo Huai.


!!


Semua orang tegang, kecuali Xiao Shuxiang dan Yi Wen. Tatapan keduanya begitu semangat dan seolah sudah menunggu saat-saat semacam ini.


Jing Mi meletakkan tangannya di atas meja dan menatap jari telunjuk kirinya. Dia pun mengarahkan belati itu dengan perasaan takut-takut.


"Jangan alirkan Qi pada belati itu. Kau harus memotongnya dengan sangat pelan sampai terputus. Kalau kau curang, keempat jarimu yang lain akan menerima akibatnya,"


"Saudara Xiao, kau sangat kejam pada saudaramu sendiri. Baru saja aku menjadikanmu panutanku, sekarang aku menyesali itu."


"Melihat penderitaan saudara sendiri adalah hiburan untukku, Saudara Jing. Lakukanlah sekarang, aku sudah tidak sabar."


!!


Nie Shang tidak sanggup melihatnya. Dia membuka kipasnya dan menutupi wajahnya sendiri. Bocah Pengemis Gila, Siu Yixin, dan yang lainnya malah terlihat penasaran. Jantung mereka berdegub kencang.


Jing Mi mulai meringis, dia benar-benar melakukannya dan itu membuat Yi Wen kagum. Ekspresi serta teriakan jantan pemuda berotot itu membuatnya merinding.

__ADS_1


Dia bisa mendengar suara retakan tulang, saudaranya jelas menggunakan tenaga sendiri tanpa mengandalkan Qi.


Xiao Shuxiang terlihat senang. Jing Mi merupakan salah satu orang yang setia dan tidak pernah menolak apa pun keinginannya. Benar-benar teman yang baik.


"♩♬ Dia sungguhan melakukannya?♬♪"


Siu Yixin masih tidak percaya. Bocah Pengemis Gila sendiri nampak merinding ngeri. Permainan kartu ini menegangkan, tapi membuatnya juga ingin ikut serta di dalamnya.


Jing Mi berusaha menahan rasa sakitnya dan tidak berteriak keras. Urat tipis di dahinya menegang sejalan dengan ekspresi wajahnya yang begitu indah di mata orang seperti Xiao Shuxiang.


Jing Mi menahan rasa sakitnya selama sepuluh tarikan napas. Dia pun menelan satu Pil Napas Naga yang membuat jarinya tumbuh kembali dalam hitungan detik. Dirinya mencoba bangun dan mengatakan ingin menenangkan diri sejenak.


Mo Huai dan Nie Shang mengikuti Jing Mi yang berjalan ke arah tempat tidur Xiao Shuxiang. Keduanya berusaha menghibur pemuda itu.


Yi Wen berdiri dan kemudian duduk di kursi Jing Mi. Dia mengambil jari saudaranya tersebut dan memperhatikannya dengan saksama. Dirinya pun mulai menatap Xiao Shuxiang.


"Permainan kartu ini menarik juga. Yang kalah harus mengabulkan satu permintaan pemenang.." mata Yi Wen berkilat, ".. Saudara Xiao, kau harus mencongkel satu matamu untukku."


"Baiklah, tapi coba kalahkan aku dulu."


Xiao Shuxiang mulai mengocok kartu-kartu yang merupakan buatan dari Benua Barat tersebut. Hou Yong, Hai Feng, Bocah Pengemis Gila, dan Siu Yixin menggeser kursi mereka untuk lebih dekat.


Ketegangan terasa lebih pekat sekarang. Satu per-satu kartu mulai dilemparkan secara bergiliran oleh Xiao Shuxiang dan Yi Wen. Wajah mereka terlihat begitu serius, dan sesekali tersenyum jahat.


Siapa pun di antara Xiao Shuxiang dan Yi Wen yang kalah, maka pemenangnya berhak mengajukan satu permintaan yang tidak boleh ditolak oleh pihak yang kalah.


Zhi Shu tidak tahu harus mendukung siapa, sebab baik Yi Wen dan Xiao Shuxiang terlihat tidak ingin melepaskan kesempatan untuk menang.


"Yi Wen, terima kasih atas kerja samanya.." Xiao Shuxiang menyeringai dan kembali memenangkan permainan.


Yi Wen menggelembungkan pipi dan kemudian berdecak kesal. Dia pun diminta oleh Xiao Shuxiang agar dirinya mencabut kuku-kuku pada setiap jari di tangan kirinya.


!!


Permintaan yang jelas tidak wajar dan mengerikan itu mengagetkan yang lain, namun Yi Wen justru malah tertantang. Dia terengah-engah dengan mata yang sedikit berair karena semangat.


Hou Yong dan Hai Feng tidak sanggup berkata apa-apa melihat ekspresi Yi Wen yang terlihat sangat senang. Bocah Pengemis Gila dan Zhi Shu bahkan berkedip beberapa kali karena tidak percaya.


"Aku.. Sangat berdebar-debar. Ini membuatku terangsang~"


"Yi Wen, kau vulgar sekali. Cepat lakukan saja," Xiao Shuxiang merinding sendiri melihat gadis di hadapannya. Yi Wen kemungkinan telah tumbuh menjadi gadis yang mengerikan.


Jing Mi yang dikira syok oleh Nie Shang terlihat menutup mata dengan satu tangan sebelum akhirnya tertawa kecil.


Permainan dengan taruhan sebenarnya sudah biasa bagi murid Sekte Kupu-Kupu. Hanya saja, dibanding dengan menyuruh lawan melukai diri sendiri--mereka akan menyuruh lawan melakukan sesuatu seperti pergi menangkap satu penjahat dan membawanya ke sekte untuk dikuliti hidup-hidup.


Tidak disangka, Xiao Shuxiang menemukan cara bermain baru yang jauh lebih mendebarkan.


!!


Teriakan Yi Wen terdengar. Rasanya benar-benar menyakitkan saat jari kukunya ditarik keluar. Bahkan Yi Wen sudah kehilangan tenaga saat berhasil menarik satu.


Zhi Shu menutup mulutnya, dia merasa ini lebih menakutkan daripada menebas lawan. Yi Wen sendiri terengah-engah dan mulai menarik satu kuku jarinya lagi. Nie Shang yang tidak terbiasa, nampak menutup telinganya sambil berlari keluar kamar.


Xiao Shuxiang menikmati melihat gadis di depannya kesakitan. Dalam hati dia memuji dirinya sendiri karena telah menemukan cara lain untuk merasakan kebahagiaan.


"Aaaah..!"


"Yi Wen, kau ini berteriak atau mendesah? Suaramu dapat menimbulkan kesalahpahaman. Bagaimana jika ada yang mendengarnya?"


Xiao Shuxiang merasa terganggu. Gadis di depannya seperti menyukai rasa sakitnya sendiri. Semu merah bahkan terlihat di pipi Yi Wen di samping keringat yang mengucur membasahi pipinya.


"Hah.. Hah.. Saudara Xiao.. Aku tidak kuat melakukannya sampai selesai. Tolong.. Hah.." Yi Wen terkulai lemas di meja dan perlahan mengarahkan tangan kirinya kepada Xiao Shuxiang, ".. Saudara Xiao~ bantu aku.. Lakukan sisanya,"


Yi Wen tersenyum dengan wajah penuh kesakitan, dia hanya sanggup menarik keluar ketiga kuku jari tangannya.


Xiao Shuxiang berkedip, namun tidak menolak membantu gadis cantik berambut pendek ini.


!!


Yi Wen kembali menjerit kesakitan. Rasa saat kukunya ditarik perlahan hingga lepas teramat tidak tertahankan. Air matanya menetes dan jantungnya berdebar kencang.


Rasanya seperti rohnya ditarik keluar, "Aku akan mati.. Aku.. Sangat senang.." Yi Wen menjerit lagi. Tangan kanannya memegang kuat pinggiran meja saat kuku jari terakhirnya terasa mulai terlepas.


!!


Saat Yi Wen berteriak untuk kesekian kalinya, mendadak pintu kamar Xiao Shuxiang digeser keras. Hou Yong, Zhi Shu, Hai Feng, dan Siu Yixin spontan menolehkan pandangan mereka ke arah pintu.


***

__ADS_1


__ADS_2