XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
237 - Dunia Elf (Vol. 3 'Identitas')


__ADS_3

Detik saat pedang cahaya terbentuk dengan mantra sihir yang dirapalkan Xiao Shuxiang tidak hanya membuat sembilan gerbang di Dunia Manusia bereaksi, tetapi juga membuat guncangan hebat di Dunia para Elf.


Bila dunia manusia dan dunia demon setiap harinya selalu ada saja keributan serta kekacauan, maka Dunia Elf bisa dibilang jauh lebih damai dan tenang.


Setiap dunia memiliki keindahannya masing-masing, namun jika salah seorang dari Dunia Manusia dan Dunia Demon datang ke Dunia Elf, mereka pasti akan menganggap dunia ini seperti Alam Para Dewa.


Anggapan itu bisa saja terjadi bila mereka melihat kehidupan di dunia ini. Embun segar selalu menyelimuti tanah dan rerumputan di Dunia Elf tanpa ada jeda. Tidak seperti tempat tinggal Xiao Shuxiang yang hanya diselimuti embun setiap pagi, dan kadang-kadang di malam hari.


Hewan-hewan di tempat ini kebanyakan berbulu putih, mereka merupakan binatang langka di Dunia Manusia dan beberapa diantaranya tidak pernah ditemui oleh manusia manapun.


Di Dunia Elf juga ada Demonic Beast. Yang paling sering ditemui adalah Phoenix, Naga, dan Harimau Bulan.


Ketiga jenis Demonic Beast ini sangat langka di Dunia Manusia dan Dunia Demon, tetapi mudah ditemukan di Dunia para Elf. Mereka sering menjadi tunggangan dari makhluk di tempat ini, walau kadang para Elf lebih suka menunggangi Bangau.


Ada tiga jenis Elf dan mereka menempati wilayahnya masing-masing.


Wilayah Timur, dihuni oleh para Elf Bulan. Sama seperti namanya, mereka lahir dari cahaya bulan. Jenis Elf ini memiliki rambut berwarna biru, terkadang sedikit gelap dan kadang seperti langit di siang hari.


Elf Bulan mempunyai mata berwarna merah, ada pola bulan di tengah dahi mereka. Bentuknya akan berbeda tergantung jenis bulan yang muncul saat mereka lahir.


Wilayah Barat dari dunia ini, dihuni oleh jenis Elf Cahaya. Mereka terlahir dari cahaya matahari pertama, memiliki rambut berwarna kuning emas dan bermata hijau giok.


Sementara itu, di Wilayah Tengah adalah tempat tinggal Elf Tumbuhan. Mereka lahir dari Pohon Lindungan Awan, memiliki rambut berwarna hijau muda dan bermata biru.


Ada sebuah pola keperakan berbentuk seperti lengkungan ombak atau mungkin mirip dengan akar tumbuhan pada permukaan perut sisi kanan Elf ini. Pola tersebut merupakan tanda yang didapatkan setelah Elf Tumbuhan menginjak usia 21 Tahun.


Ketiga jenis Elf ini memiliki ciri fisik seperti manusia, hanya saja warna kulit mereka adalah putih susu, bertelinga runcing, dan mempunyai tiga pasang sayap di bagian belakang pinggang mereka.


Sayap yang dapat dihilangkan dan dimunculkan kembali berdasarkan keinginan pemilik tubuh.


Walau terbagi ke dalam tiga wilayah, para Elf ini sangat menjunjung tinggi keharmonisasian, persaudaraan, dan kesetaraan.


Tidak ada Elf yang disebut pelayan dan budak di sini, tiga jenis Elf selalu hidup rukun satu sama lain. Kalaupun ada yang bertengkar, mereka selalu menyelesaikan masalah itu secara damai di bawah Pohon Lindungan Awan.


Bisa dibilang, dunia Elf adalah tempat ideal yang selalu diimpikan bagi semua makhluk hidup yang menginginkan kedamaian.


Tidak ada yang disebut sebagai kepala desa, wali kota, bahkan raja di Dunia Elf. Kedudukan semacam ini hanya akan mengotori makna dari kesetaraan. Karenanya dunia ini tidak ada yang dinamakan 'Pemimpin'.


Setidaknya, itu terjadi sebelum Sang Bintang Penghancur datang ke dunia ini.


Benar, Xiao Shuxiang pernah datang ke Dunia para Elf. Tepat dikehidupan pertamanya, saat dia mengunjungi salah satu saudara angkat Wu Yu di Dunia Demon.


Demonic Beast yang memiliki ratusan selir dan jago dalam merayu tersebut mempunyai istana dengan ribuan buku sajak percintaan yang sering membuat Xiao Shuxiang mual ketika membacanya.


Pernah ada satu buku yang ditarik Xiao Shuxiang secara asal saat mengunjungi saudara angkat dari Wu Yu, itu menceritakan tentang kelinci keramik yang dapat hidup setelah diberi mantra sihir oleh seorang gadis kecil.


Mantra tersebut menarik perhatian Xiao Shuxiang, dia lalu mempelajarinya sebagai pembunuh waktu. Siapa sangka, dirinya malah terinspirasi membuat mantra sihir sendiri yang ternyata dapat mengguncangkan Dunia para Elf.


Walau Dunia Elf tidak mempunyai pemimpin, tetapi mereka sebenarnya memuja satu-satunya gunung sebagai pemimpin mereka, para Elf menamakannya 'Gunung Kaisar Langit'.


Menurut mereka, jauh lebih baik mengangkat sebuah gunung sebagai Pemimpin daripada makhluk bernyawa. Dengan begini, makna 'Kesetaraan' tetap terjaga.


Gunung ini tidak lain adalah pasak Dunia Elf. Karena mantra sihir yang dirapalkan Xiao Shuxiang, gunung tersebut menghilang dan membuat seluruh tanah di Dunia Elf bergetar hebat.


Untuk pertama kalinya, satu orang Elf dapat meninggalkan dunianya dan pergi mencari makhluk yang telah membuat Gunung Kaisar Langit menghilang. Dialah yang membawa Xiao Shuxiang ke dunia asing nan indah ini.


Meski para Elf terlihat rukun dan harmonis, namun sebenarnya mereka sangat memandang rendah makhluk bernama manusia.


Dibawanya Xiao Shuxiang untuk pertama kalinya ke Dunia Elf tidak lain agar bisa dieksekusi. Masalahnya, bukan Xiao Shuxiang namanya bila mau menerima hukuman begitu saja.


Dunia Elf pernah terancam hancur berantakan saat Xiao Shuxiang menjadikan pasak dunia tersebut sebagai senjata miliknya. Elf mana yang mampu mengalahkannya? Meski ketiga jenis Elf mengerahkan kekuatan sihir terkuat mereka.. Tetapi kendali dunia ini berada di genggaman tangan Xiao Shuxiang.


Sejak hari itu, dengan sangat berat hati.. Para Elf mengangkat Xiao Shuxiang sebagai Kaisar mereka. Ini supaya manusia tersebut mau menyerahkan kembali Gunung Kaisar Langit agar Dunia para Elf tidak lagi berguncang.


Benar, dikehidupan pertamanya.. Xiao Shuxiang selain memiliki gelar Sang Bintang Penghancur, dia juga memiliki gelar yang lain.. gelar Kaisar Langit.


Awal-awal, Xiao Shuxiang tidak disukai. Namun lama-kelamaan para Elf mulai bisa menerima dirinya. 'Kesetaraan' yang selalu mereka junjung tinggi telah dikalahkan dengan rasa 'Keadilan' yang diterapkan Xiao Shuxiang.

__ADS_1


Sangat pantas bila Xiao Shuxiang sering bersikap angkuh pada para murid Sekte Kupu-Kupu dan mengatakan bahwa dirinya adalah 'Hukum' di sekte itu.


Perannya sebagai kaisar Dunia Elf terlalu mendarah daging di samping dirinya yang seorang kultivator dari Aliran Hitam.


Tiga tahun memerintah, Xiao Shuxiang merasa bosan dan ingin pulang ke dunianya.


Hanya saat gerhana matahari berlangsung, dirinya dapat kembali ke Dunia Manusia. Gerhana tersebut ada sekali selama seratus tahun, dan kebetulan gerhana itu terjadi setelah Xiao Shuxiang tinggal selama tiga tahun enam bulan di Dunia para Elf.


Dia pergi tanpa berpamitan, jelas ini membuat para Elf terkejut, risau, sekaligus cemas. Kaisar mereka pergi begitu tiba-tiba, dan tidak ada yang bisa kembali ke Dunia Manusia sebab gerbang dunia tersebut telah tertutup.


Gunung Kaisar Langit harus kembali menghilang jika mereka ingin membuka gerbang dunia dan membawa Xiao Shuxiang pulang.


Namun, gunung itu tidak pernah lagi menghilang. Kedatangan Xiao Shuxiang seperti layaknya angin. Datang tidak diduga dan pergi begitu saja setelah meninggalkan kesejukannya.


Dan sekarang, setelah seratus tahun lebih berlalu.. Gunung Kaisar Langit kembali menghilang dan tanah Dunia Elf kembali berguncang hebat. Gerbang yang selama ini mereka tunggu akan kembali terbuka dalam tiga puluh hari lagi.


".. und wenn sich die Tore öffnen. Ich werde dich zurückbringen, Majestät. Dieses Mal werde ich dich nicht wieder gehen lassen.."


[.. dan saat gerbang terbuka. Aku akan membawamu kembali, Yang Mulia. Kali ini aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi..]


Seorang pria dari jenis Elf Tumbuhan, terlihat berusia 20 Tahun dengan pakaian berwarna hijau keputihan nampak sedang menatap ke arah tempat Gunung Kaisar Langit pernah berdiri dengan kokoh.


Dia saat ini sedang terbang bersama teman-temannya, di bawah mereka.. Tanah masih terus berguncang.


*


*


*


"Ukh! Kepalaku sakit.."


Jing Mi berusaha bangun, perutnya terasa seperti dililit sesuatu. Dia merasa ada sesuatu yang ingin keluar dari bokongnya.


"Tunggu, ini.. Tempat apa ini..?!"


Dirinya terkejut melihat salah satu rekannya, Ro Wei terbaring dan dengan suara pelan berkata bahwa mereka telah berada di neraka.


!!


"Apa?! Ka-Kau yang benar saja?! Aku ini anak baik, sopan santun pada orang tua, dan menghargai sesama manusia. Bagaimana bisa aku-"


"Kau membunuh terlalu banyak orang. Itu sudah cukup membuatmu masuk ke neraka, jadi selamat datang hahaha..!"


!!


Jing Mi dan Ro Wei terkejut kala mendengar gema suara seseorang. Keduanya entah mengapa merasa ketakutan.


Ro Wei langsung bangun dan segera ke tempat Jing Mi, dia memeluk erat saudaranya sambil meminta dilindungi.


"Kumohon paman penjaga neraka, siapapun dirimu. Ka-Kami anak yang baik, tolong lepaskan kami..! Aku hanya pernah berbohong beberapa kali, yang kubunuh juga tidak banyak. Aku masih muda, sama sekali belum pernah menikah, mohon Paman Neraka berbelas kasih membiarkanku kembali ke dunia.."


"A-Aku juga, masih banyak yang ingin kukatakan pada Bibi WeiWei. Aku belum menyatakan perasaanku padanya, mohon belas kasih Paman.."


Ro Wei dan Jing Mi saling berpelukan dengan posisi meringkuk. Suasana di sekitar mereka cukup gelap dan begitu dingin, keduanya benar-benar takut.


"Baiklah manusia rendahan. Sekarang panggil aku 'Tuan Muda Xiao', merangkaklah kemari dengan kedua tangan kalian..!"


!!


Jing Mi dan Ro Wei tersadar ketika mendengar suara seseorang yang mereka anggap penjaga neraka mengatakan ingin dipanggil 'Tuan Muda Xiao'. Ini.. Apa mungkin mereka salah dengar?!


"Kenapa tidak menyahut? Sebut 'Tuan Muda Xiao'..!"


?!


"Sudah pasti. Ini suara Saudara kita,"

__ADS_1


Ro Wei meng-iyakan ucapan Jing Mi. Dia juga dapat mendengarnya dengan jelas, ini adalah suara Xiao Shuxiang, saudaranya.


Kegelapan di sekitar mereka perlahan menghilang saat datang sebuah api biru kecil, keduanya mendongak ke atas dan baru menyadari bahwa mereka berada di dalam sebuah lubang.


Sedikit menyipitkan mata, Jing Mi dan Ro Wei baru dapat melihat seseorang berambut panjang sedang mengajak keduanya bicara. Itu tidak lain adalah Xiao Shuxiang.


"Saudaraku.."


"Saudara Xiao..?!"


Jing Mi dan Ro Wei segera berdiri dan memanggil Xiao Shuxiang, keduanya meminta di keluarkan dari lubang yang bau anyir darahnya sangat menyengat ini.


Mereka terlalu lelah untuk terbang, tubuh keduanya bahkan masih begitu lemas. Api kecil biru di depan Jing Mi dan Ro Wei mulai membentuk segel di tanah yang secara perlahan memunculkan butiran air, memadat hingga membentuk sebuah cermin.


Jing Mi dan Ro Wei saling membahu untuk dapat berjalan. Keduanya memasuki cermin tersebut yang langsung muncul di samping Xiao Shuxiang yang menunggu di atas lubang gelap tadi.


Tempat di sini rupanya sama kacaunya dengan yang di bawah. Hanya beberapa pohon saja yang masih berdiri, itupun terlihat miring. Sementara lainnya tumbang, dan beberapa ada yang hancur berkeping-keping.


Tanah yang mereka pijak rusak parah, Ro Wei dengan suara pelan bertanya apa dirinya telah mati? Sebab tempat yang dia lihat ini seperti bukan Benua Timur.


Xiao Shuxiang menjawab bahwa sayangnya mereka belum mati dan ini adalah Benua Timur, tepatnya di perbatasan wilayah Kekaisaran Matahari Tengah dengan Kekaisaran Matahari Tenggelam.


Tidak hanya Ro Wei dan Jing Mi yang terkejut melihat tempat kacau-balau ini adalah Benua Timur. Yi Wen, Lai Kuan Ye, Hou Yong, dan beberapa kultivator yang energi kehidupannya berhasil di kembalikan oleh Xiao Shuxiang juga ikut terkejut.


Beberapa diantara mereka sampai mencubit keras diri sendiri karena saking tidak percayanya masih hidup setelah apa yang terjadi.


"Sa-Saudara Xiao.."


"Kau terlihat buruk, Saudara Jing. Beristirahatlah, aku masih harus menyapa yang lainnya sekaligus mencari pedangku,"


Xiao Shuxiang menepuk pelan pundak Jing Mi, dia lalu mengusap pelan kepala Ro Wei dan meminta gadis tersebut untuk ikut beristirahat.


Jing Mi dan Ro Wei mengangguk, keduanya menatap Xiao Shuxiang yang mulai berjalan pergi. Saudara mereka terlihat baik-baik saja, tanpa luka, cedera, atau apapun.


".. Aku tahu Saudara Xiao hebat, tapi bukankah keterlaluan jika dia masih punya banyak tenaga seperti itu?"


"Saudara Jing, aku setuju denganmu. Lihat saja penampilan Saudara Xiao, tidak banyak koyakan pada pakaiannya, dan dia bahkan masih bisa terbang. Aku tidak tahu lagi Saudara kita itu jenis manusia yang seperti apa.."


Ro Wei dan Jing Mi perlahan duduk. Keduanya saling bersandar dan seperti berusaha menenangkan diri. Aliran darah serta Qi di dalam tubuh mereka terasa tidak stabil.


Sebenarnya, bukan hanya Jing Mi dan Ro Wei yang merasakan hal semacam ini, tetapi para kultivator yang sebelumnya menjadi korban Wyvern juga demikian.


Jauh di tempat lain, tepatnya di sebuah pulau pengungsian. Nampak Tianqi Mao, Siu Yixin, Hu Li, Nie Shang, Shuai Niao, dan warga Benua Timur sedang terlihat menikmati kekayaan laut berupa ikan serta kerang yang dibakar dan buah-buahan di alam sekitar yang mereka kumpulkan sebelumnya.


Mereka bersenang-senang di tempat ini dan seakan lupa kekacauan yang terjadi di Tiga Kekaisaran.


Pada awalnya, Tianqi Mao menggunakan Cermin Pemindah untuk melihat kondisi Benua Timur sekarang, namun dirinya dengan cepat kembali ke Pulau Pengungsian karena tidak tahan melihat betapa kacau tempat tinggalnya itu.


Dia lebih memilih tetap berada di pulau bersama yang lain dan menyerahkan perbaikan Benua Timur pada Xiao Shuxiang serta kultivator yang selamat.


".. Aku pasti akan meminta semua orang membakar dupa sebagai bentuk penyemangat bagi kalian.."


Tianqi Mao terlihat memejamkan mata sambil tersenyum senang. Dia menikmati ikan bakar di tangannya dengan penuh kebahagian.


Rasa ikan ini sangat gurih dan manis di saat yang bersamaan. Benar-benar kenikmatan yang tidak akan pernah dirinya dustakan.


Andai Xiao Shuxiang tahu kelakuan adik angkatnya serta semua orang di pulau ini.. Mungkin dia akan mengayunkan Pedang Kaisar Langit untuk memusnahkan mereka semua dalam sekejap.


***


.


.


.


__ADS_1


__ADS_2