XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
343 - Memulai Pelatihan Tertutup


__ADS_3

Xiao Shuxiang dan teman-temannya dilayani dengan sangat baik. Mereka semua dibantu membersihkan diri, diberi pakaian, dan disajikan makanan oleh para pelayan di kediaman Tianqi Mao.


Sekarang ini, Xiao Shuxiang tidak lagi berpakaian layaknya seorang gadis. Rambut yang sebelumnya terkena tebasan kini telah kembali panjang setelah dia mengkonsumsi pil aneh penumbuh rambut miliknya.


Dengan bantuan seorang pelayan wanita. Rambut Xiao Shuxiang kembali rapi. Dia lalu berkumpul dengan teman-temannya yang juga baru saja selesai membersihkan diri dan mengganti pakaian.


Cukup lama mereka menunggu sampai Tianqi Mao datang kembali. Anak berwajah menggemaskan layaknya perempuan itu mulai duduk sambil memperhatikan setiap wajah para tamu tidak diduganya ini.


Di antara Xiao Shuxiang dan teman-temannya.. Hanya Bocah Pengemis Gila yang nampak asing bagi Tianqi Mao.


Dia merasakan sesuatu yang aneh pada pemuda bertongkat bambu hitam tersebut, namun dirinya tidak mau berpikiran terlalu banyak.


"Sebelumnya aku melihat pakaian kalian kotor dan tercium bau darah. Kudengar kau juga tadi mengatakan berhasil lolos dari longsoran tanah. Sebenarnya apa yang kau lakukan di Benua Tengah? Apa kau membuat masalah lagi?"


Kedua pertanyaan dari Tianqi Mao jelas mengarah pada Xiao Shuxiang. Menurutnya, Kakak angkatnya ini dengan 'Masalah' adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan.


"Aku sekarang sudah sedikit bertobat dalam membuat masalah, hanya sedikit. Dan yang kulakukan di Benua Tengah tidak lain adalah melaksanakan misiku, ini sangat berat asal kau tahu itu.."


Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan dan lalu berkata bahwa mereka sebaiknya membahas hal lain yang jauh lebih penting.


".. Aku sangat yakin menggunakan Cermin Pemindah untuk pulang, tetapi kenapa kami bisa datang kemari? Jarak antara Benua Tengah dengan Benua Timur itu sangat jauh, dan ini benar-benar tidak bisa kupercaya,"


Tianqi Mao, "Kau berkata 'pulang' bukan? Kemungkinan jauh di dalam hatimu, kau menganggap benua ini sebagai rumahmu. Karena itulah kalian bisa sampai di sini,"


Ucapan Tianqi Mao mungkin saja benar, tetapi masih ada yang mengganjal di hati Xiao Shuxiang. Jika dia menganggap Benua Timur sebagai rumahnya, maka seharusnya dia dan teman-temannya tiba di Sekte Kupu-Kupu, bukan di kediaman wali Kota Embun Bunga.


Namun penjelasan Tianqi Mao selanjutnya telah membuat semuanya jelas.


"Entah kau sadari atau tidak, tetapi Cermin Pemindah milikmu telah mengalami peningkatan. Karena akulah yang mengajarimu teknik ini, maka Kediamanku menjadi titik kepulanganmu,"


Tianqi Mao menjelaskan bahwa Xiao Shuxiang harus berlatih secara tertutup mulai dari sekarang. Dia sendiri yang akan mempersiapkan semua keperluannya.


"Tapi.."


"Kau tidak punya pilihan dan tidak ada waktu bagi dirimu untuk berpikir lama. Aku yakin kalian masih ingin ke Benua Tengah, jadi sebaiknya kau mulai berlatih sekarang,"


"Aku sebenarnya tidak keberatan, tapi bagaimana dengan yang lainnya.."


Yi Wen dan Xiao Lu masih belum bisa percaya tiba di Benua Timur. Namun keduanya setuju akan menunggu Xiao Shuxiang selesai melakukan latihan tertutup, mereka tidak mungkin pergi ke Benua Tengah dengan memakai kapal layar, bisa-bisa perjalanan mereka akan memakai waktu enam bulan lebih.


Xiao Lu, ".. Kalau saat ini kita benar-benar ada di rumah. Maka aku harus menjenguk sayangku, entah bagaimana keadaannya sekarang,"


Yi Wen, "Aku juga akan pulang dan menjenguk ibuku, serta para saudara-saudaraku di sekte.."


Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan lalu mengangguk. Dia juga meminta Lan Guan Zhi pulang, temannya itu pasti merindukan rumahnya.


"Aku mau ikut dengan Lan'Er Gege. Boleh kan?"


Meski Xiao Shuxiang tidak suka Lan Guan Zhi dekat dengan Bocah pengemis Gila karena khawatir temannya itu ikut ketularan homo, namun apa boleh buat. Dia hanya berharap Bocah Pengemis Gila tidak bertindak aneh-aneh selama didekat Lan Guan Zhi.


"Kucing Putih, bagaimana denganmu?"


Xiao Shuxiang mengarahkan pandangannya pada Ling Qing Zhu. Gadis cantik berambut putih tersebut nampak terdiam sambil memandang ke arahnya.


"..."


"Kau juga mau ikut Lan Zhi ke Sekte Pedang Langit?"


"Mn, tapi tidak untuk menginap,"

__ADS_1


Ling Qing Zhu bisa saja pergi ke Sekte Pedang Langit. Dia memang punya keinginan mengunjungi Nenek Nian dan Duan De, tetapi dirinya tidak berniat tinggal lebih lama di sana.


"Kalau begitu tinggallah di Sekte Kupu-Kupu, Yi Wen akan membawamu bersamanya.."


"..."


Sama seperti Lan Guan Zhi--saat Xiao Shuxiang sedang bicara dengan Kucing Putih.. Mereka seakan memiliki dunia sendiri. Keberadaan teman-teman mereka bahkan nyaris bagai angin lalu.


Yi Wen menyipitkan matanya saat Ling Qing Zhu tidak merespon ucapan Xiao Shuxiang barusan. Dia memperhatikan mata biru gadis tersebut yang saling bertatapan dengan Saudaranya.


"Saudara Xiao, aku rasa.. Nona Ling ingin tinggal bersamamu.."


?!


Xiao Lu yang mendengar ucapan Yi Wen nampak tersentak, dia segera memperhatikan Ling Qing Zhu dan Xiao Shuxiang secara bergantian..


Adiknya tersebut nampak tidak mendengar ucapan dari Yi Wen barusan. Buktinya, Xiao Shuxiang sama sekali tidak memberikan respon apa pun.


Bocah Pengemis Gila, Lan Guan Zhi, dan Tianqi Mao juga memperhatikan Xiao Shuxiang dengan Ling Qing Zhu.


Mereka tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh kedua orang ini, tetapi yang jelas.. Xiao Shuxiang seakan bersaing tatap-tatapan dengan Kucing Putihnya.


"Apa kau.. Ingin tinggal di sini.. Bersamaku?"


Akhirnya Xiao Shuxiang mulai buka suara, dia rupanya mendengar ucapan Yi Wen tetapi tidak merespon. Dia ingin jawaban langsung dari gadis bercadar tipis yang sedang di tatapnya ini.


"Kau Wali Pelindungku,"


!


Ling Qing Zhu hanya mengucapkan tiga kata dan ini sudah membuat teman-temannya tersentak, bahkan termasuk Tianqi Mao.


"Ehem, tapi.. Aku akan melakukan pelatihan tertutup. Kau sebaiknya ikut bersama Lan Zhi atau Yi Wen.."


"Bukan masalah. Akan kutunggu,"


Ling Qing Zhu bicara seperti biasa, suaranya lembut, meneduhkan, dan dingin secara bersamaan. Xiao Shuxiang tanpa sadar menahan napas kala mendengar ucapan yang terlontar untuk dirinya.


Yi Wen berkedip beberapa kali, dia tersentak saat mendengar ucapan Ling Qing Zhu yang berkata akan menunggu Saudara Xiao-nya.


Dengan sedikit berbisik.. Dia menanyakan pendapat Xiao Lu mengenai Nona Ling yang dia perhatikan ini.


".. Tatapan matanya dingin dan meski tertutup cadar tipis.. Aku masih bisa pastikan Nona Ling juga memasang wajah datar. Dia tidak seperti gadis yang jatuh hati pada seorang pria, tetapi ucapannya barusan terdengar seperti pengakuan bagiku.."


"Yi Wen, kupikir ekspresi wajah Nona Ling yang dalam keadaan biasa dan saat berada di depan orang yang disukainya tidak jauh berbeda. Tetap tenang dan datar. Karena itulah kita tidak tahu bagaimana perasaannya pada adikku selama ini,"


Tianqi Mao mungkin terlihat seperti anak berusia 9 Tahun, namun untuk pakar ekspresi--dia termasuk salah satu ahlinya. Sangat disayangkan dia tidak mau berpendapat apa pun setelah membaca raut wajah Ling Qing Zhu.


Dia membiarkan gadis cantik berambut putih tersebut untuk tinggal di kediamannya, bahkan sampai Xiao Shuxiang selesai dengan latihan tertutupnya.


".. Anda juga bisa mengunjungi sekte yang lain, tinggal beritahu aku atau para pelayanku saja,"


"Mn, terima kasih."


Tianqi Mao cukup lama berbicara dengan Xiao Shuxiang dan teman-temannya. Baru sekitar lima jam duduk bersama-- Yi Wen dan Xiao Lu mulai berpamitan.


Tidak hanya keduanya, tetapi Lan Guan dan Bocah Pengemis Gila juga ikut. Mereka diantar oleh Tianqi Mao menggunakan Cermin Pemindah.


Setelah kepergian teman-temannya.. Xiao Shuxiang mulai dibawa ke sebuah pintu berwarna cokelat gelap bercorak rimbunan bambu.

__ADS_1


Pintu setinggi tiga meter itu dibuat khusus dan rupanya mengandung efek dari Cermin Pemindah. Tianqi Mao menjelaskan bahwa di dalam sanalah Xiao Shuxiang dapat memulai latihan tertutupnya.


"Menurutmu.. Kapan kira-kira aku selesai melakukannya?"


"Aku tidak tahu karena ini semua tergantung dengan kemampuanmu sendiri. Tapi seperti yang dulu pernah kukatakan, jika kau berhasil meningkatkan jurus Cermin Pemindah ini.. Maka kau bisa pergi ke tempat mana pun tanpa perlu menggunakan segel penanda terlebih dahulu,"


Xiao Shuxiang mengangguk pelan, dia mulai mengikuti Tianqi Mao saat Wali Kota Embun Bunga tersebut membuka pintu di depannya.


?!


Ruangan di balik pintu berwarna cokelat ini rupanya adalah sebuah ruangan berdinding batu hitam dengan sebelas pilar yang berdiri kokoh di antara banyaknya bara api.


?!


"Tianqi Mao, apa-apaan ini? Jangan bilang kau.."


"Tepat sekali. Kau akan melakukan pelatihan tertutup di tempat ini. Ambil sebuah papan kecil di sana dan seimbangkan dirimu memakai papan itu pada salah satu pilar yang ada.."


Cara ini untuk melatih fokus Xiao Shuxiang selama terus menggunakan Cermin Pemindah. Tianqi Mao menjelaskan segala hal yang harus dilakukan, dia bahkan tidak segan memberi sedikit praktek agar Xiao Shuxiang dapat memahaminya dengan baik.


Sambil mengembuskan napas.. Xiao Shuxiang berkata dia telah siap. Wali Pelindung Ling Qing Zhu tersebut melakukan seperti yang diarahkan oleh Tianqi Mao.


Dia mengambil papan kecil dan melompat ke salah satu pilar panjang. Xiao Shuxiang mulai duduk bersila di atas papan tersebut, dan perlahan menutup mata.


Dengan sekali gerakan kipasnya.. Bara api yang ada di bawah pilar-pilar itu mulai menyemburkan kobaran api. Tianqi Mao bisa melihat Xiao Shuxiang nyaris kehilangan keseimbangannya.


Untuk Ling Qing Zhu sendiri, dia mengikuti Xiao Shuxiang dan Tianqi Mao ke ruangan ini. Baginya, kobaran api yang ada ini sangatlah panas dan seakan mampu meleburkan tulang.


"Nona Ling, kita tidak bisa menganggunya selama tiga hari pertama. Mari ikut denganku dan biarkan Shuxiang sendirian di sini. Nona tidak perlu mengkhawatirkannya,"


Ling Qing Zhu mengangguk pelan, dia lalu mengikuti Tianqi Mao keluar dari ruangan ini. Mereka meninggalkan Xiao Shuxiang yang mulai fokus mengeluarkan Cermin Pemindah miliknya.


Pelatihan tertutup ini hanya dilakukan Xiao Shuxiang seorang diri. Untuk tiga hari pertama, Tianqi Mao tidak menjenguk atau pun membantunya, dia harus berusaha sendiri.


Di tempat lain, Xiao Lu berada di istana milik Kaisar Matahari Tengah. Kedatangannya cukup mengejutkan seisi istana, dia bahkan mendapat omelan dari suaminya karena telah berani pergi tanpa berpamitan dengan benar.


Dai Chen begitu khawatir dengan keadaan Xiao Lu, syukurlah istrinya ini pulang dalam kondisi yang sehat-sehat saja. Di sisi lain, Yi Wen disambut gembira oleh kedua orang tuanya dan juga para murid Sekte Kupu-Kupu.


Hal yang sama juga dirasakan oleh Lan Guan Zhi. Walau raut wajahnya masih memperlihatkan ketenangan, namun sebenarnya dia senang sebab dapat bertemu dengan para murid Sekte Pedang Langit, utamanya Patriarch Lan Xu Jian.


Duan De yang kebetulan sedang ada di sekte juga merasa gembira melihat kedatangan Lan Guan Zhi. Sayangnya dia tidak bertemu dengan Bocah Nakal Sang Pembuat Masalah itu.


Perhatian Duan De lalu teralihkan pada pemuda yang datang bersama Lan Guan Zhi. Dia mengerutkan kening sebab belum pernah melihat orang ini sebelumnya.


Awalnya dia berpikir pemuda ini adalah Xiao Shuxiang, namun bila diperhatikan dengan seksama.. Wajah pemuda ini nampak berbeda dengan Anak Nakal itu.


Duan De mengusap-usap janggut panjangnya, dia terus memperhatikan pemuda ini dari atas sampai bawah. Walau wajah yang dia lihat asing, namun entah mengapa dia merasa seperti pernah bertemu orang ini, hanya saja dia lupa di mana.


Bocah Pengemis Gila nampak gugup terus diperhatikan oleh Duan De. Dia sendiri bisa mengenali kakek tua bertubuh pendek ini dengan sekali pandang, itu dikarenakan ciri khas Duan De selain karena tinggi badannya.. Juga adalah janggut putihnya yang begitu panjang.


Duan De sebenarnya tidak benar-benar memiliki ingatan yang buruk. Dia dapat mengenali Bocah Pengemis Gila andai pemuda ini memakai riasan bak hantu gantung, tetapi karena sekarang wajah Bocah Pengemis Gila begitu bersih.. Dia jadi sulit mengenalinya.


"Anak muda, kalau boleh tahu.. Kau ini siapa?" Duan De akhirnya tidak bisa menahan rasa penasarannya lagi.


"Ehm.. Aku.. Teman Lan'Er Gege.."


Mata Duan De menyipit sebelum akhirnya membulat. Dia tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejutnya kala mendengar suara pemuda yang tampan ini.


***

__ADS_1


__ADS_2