XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
440 - Kunjungan [Revisi]


__ADS_3

Xiao Shuxiang menemui Patriach Pertama Sekte Pedang Langit, Yu Changhai. Dia sudah lama tidak bertemu dengan kultivator penghuni Bukit Salju Tanpa Musim itu.


Salah satu bukit yang mengapit Sekte Pedang Langit tersebut dipenuhi salju dengan tiga warna berbeda. Bagian kaki bukit mempunyai salju berwarna hijau. Semakin ke atas, warnanya mulai putih dan pada puncaknya berwarna sebiru langit.


Kediaman Yu Changhai berada di puncak bukit, penandanya adalah pohon wisteria merah dan terdapat kebun ginseng es di tempat ini.


Xiao Shuxiang mengembuskan napas, kediaman luas yang dilihatnya tidak pernah berubah. Dia pun melangkah masuk tanpa permisi.


Yu Changhai sedang berada di dalam kediamannya, dia memakai pakaian bulu berwarna putih dan beberapa kali menggigil kedinginan. Untuk seorang kultivator, dia mempunyai kepribadian yang aneh.


Yu Changhai terlihat seperti pria berusia 32 Tahun, memiliki wajah bersih dan rambut sedikit putih dari atas dahinya.


Dia kultivator yang mempunyai Dantian Es, pedang dinginnya dapat membuat lawan membeku.


Walau demikian, Yu Changhai selalu terlihat seperti orang yang tidak tahan dingin. Padahal dengan dantiannya itu, dia seharusnya telah terbiasa dengan suasana bukit salju ini.


"Tetua..!"


?!


Yu Changhai mendengar suara seseorang, dia yang duduk di atas tempat tidurnya mulai berdiri dan lalu berjalan untuk melihat orang tidak sopan yang telah berani memasuki kediamannya.


Dirinya tersentak saat tahu siapa yang datang. Hanya satu orang yang memang selalu menganggap kediamannya ini seperti rumah sendiri, dan orang itu adalah Xiao Shuxiang.


"Tetua, apa yang terjadi padamu? Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya, dia melihat kondisi Yu Changhai sangat menyedihkan.


"Xiao'Er.. Kapan kau pulang..?" Yu Changhai tidak bisa menahannya lagi, dia selalu bersin-bersin bahkan hidungnya begitu memerah. Suhu di bukit ini terlalu ekstrim saat malam hari.


"Tetua, kau payah sekali. Bukankah kau seorang kultivator, bagaimana bisa kau kedinginan?" Xiao Shuxiang menuntun Yu Changhai dan membantu pria tersebut untuk kembali duduk di tempat tidur.


"Tetaplah di sini, akan kubuatkan sup hangat untukmu,"


"Tidak, aku tidak mau. Kau buatkan aku salju yang manis itu saja, aku ingin salju itu."


"Tetua, wajahmu terlihat hampir membeku dan kau malah ingin makanan dingin?"


"Aku akan membaik setelah memakannya. Kau buatkan cepat.."


Yu Changhai meringkuk ke dalam pakaian berbulunya, dia memiliki pesona tidak terbantahkan walau dalam keadaan dingin. Xiao Shuxiang bahkan berkedip dan sekilas menganggap pria itu sebagai kucing yang kedinginan.


Dia lalu membuatkan sesuatu yang diinginkan oleh Yu Changhai dan benar saja, kondisi Patriarch itu membaik setelah memakan Salju Kemalangan Manis buatan Xiao Shuxiang.


"Tetua, apa kau tidak pernah turun bukit?"


"Hanya sesekali, tempat ini tidak bisa ditinggal lama. Akibat perang dengan naga Wyvern, aku harus berdiam diri di sini,"


Xiao Shuxiang menuangkan teh pada sebuah cawan giok hitam dan memberikannya pada Yu Changhai. Keningnya berkerut dan menanyakan apa Yu Changhai terluka parah.


Patriarch dari Sekte Pedang Langit itu menggelengkan kepalanya pelan, dia tidak menderita luka yang serius. Hanya saja, ada sesuatu yang memang membuatnya harus tetap tinggal di Bukit Salju Tanpa Musim. Dia tidak bisa memberitahukan pada Xiao Shuxiang lebih jauh sebab ini adalah hal yang rahasia.


"Jadi Tetua tidak akan datang kepernikahanku?"


"Aku akan datang, tapi tidak lama.." Yu Changhai meminum tehnya dan lalu memberikan cawan itu pada Xiao Shuxiang lagi, ".. Kau serius ingin menikah?"


!


Xiao Shuxiang tersentak, dia berkedip dan menatap pria di hadapannya. Raut wajah Yu Changhai seperti tidak percaya jika dirinya akan menikah, "Kenapa aku harus tidak serius? Tetua bisa lihat sendiri bagaimana persiapannya, aku hanya tinggal menunggu hari."


"Tidak.. Bukan semacam itu. Usiamu masih sangat muda untuk menikah, apa kau tidak mau menunggu sampai berusia lima ribu tahun?"


Xiao Shuxiang hampir menyemburkan teh ke wajah Yu Changhai saat mendengar pertanyaan barusan. Dia tidak mungkin akan menunggu selama lima ribu tahun baru setelahnya menikah, itu mustahil sekali.


Yu Changhai mengerutkan kening, dia mengatakan usia lima ribu tahun bahkan masih termasuk muda. Dirinya sendiri memiliki target pernikahan di usia kesepuluh ribu tahun, itu sudah ada dalam rencana masa depannya.


Xiao Shuxiang memijat keningnya, dia bergumam bahwa kultivator memang berbahaya. Mereka menganggap ribuan tahun seperti puluhan tahun saja, padahal bisa jadi Yu Changhai mati bahkan sebelum berusia 300 Tahun.


"Tetua, aku akan menikah di usiaku yang sekarang. Terserah Tetua ingin menikah di usia keberapa, aku tidak mau mencampuri urusan pribadimu."


"Itu bagus. Jadi kau mau hadiah pernikahan apa dariku?"


"Mn? Kau akan memberikannya?"


"Kenapa tidak?"


Yu Changhai tidak terlihat berbohong, dia serius mengatakannya dan ini pertama kalinya orang yang Xiao Shuxiang temui mengajukan pertanyaan yang langka semacam ini.


"Xiao'Er..?"


"Tunggu, Tetua. Aku harus memikirkannya baik-baik.."


Yu Changhai menelan ludah, firasatnya mengatakan Xiao Shuxiang akan menguras harta berharganya. Dia jadi berdebar menanti keinginan pemuda ini.


"Xiao'Er, kau minta satu saja. Aku juga bukan orang yang suka menumpuk uang, jadi emas dan Demonic Core tidak ada di sini.."


"Aku tahu.. Aku kan pernah menggeledah isi rumahmu.." Xiao Shuxiang bergumam sambil mengusap-usap dagunya. Ucapannya membuat Yu Changhai tersentak karena merasa sudah salah dengar.


"Kau tadi bilang apa?"


Xiao Shuxiang mengembuskan napas. Semakin lama berpikir, dirinya jadi tidak tahu harus meminta apa pada Yu Changhai.


Dia sebenarnya sudah lama mengincar ginseng es milik Patriarch Pertama Sekte Pedang Langit ini, namun ginseng itu banyak di Benua Utara dan kakeknya bisa memberikan sekarung benih ginseng es padanya jika dia mau.


Sementara pohon wisteria merah merupakan tanaman langka yang juga disukai Xiao Shuxiang. Hanya saja pohon semacam itu tumbuh subur bahkan memiliki hutannya sendiri di Sekte Pagoda Langit. Dia bisa mencabutnya kapan saja.


"Haaah.. Aku tidak tahu harus meminta apa.." Xiao Shuxiang terlihat lesu, dia tidak butuh pusaka hebat karena sudah punya, padahal ini kesempatan yang mungkin tidak bisa dirinya dapatkan di masa depan.


?!


Xiao Shuxiang akhirnya tahu hadiah yang dia inginkan. Dia meminta agar Yu Changhai mengabulkan satu keinginannya di masa depan dan kultivator ini tidak boleh menolak.

__ADS_1


Yu Changhai mengerutkan kening, terlihat penasaran tapi dirinya tetap menyanggupi. Dia lalu kembali berbincang-bincang dengan Xiao Shuxiang.


*


*


Malam itu seperti sebuah malam yang panjang. Setelah menemui Zhou Yan dan mengunjungi Yu Changhai, Xiao Shuxiang pergi ke rumah bordil terbesar di Kekaisaran Matahari Tengah.


Dia menemui primadona tercantik yang selalu bisa membuat jantungnya berdebar, sosok yang hanya dengan tatapan mata saja--sudah bisa membuat tekanan darahnya naik.


Kedatangan Xiao Shuxiang jelas sebuah kejutan, dia disambut meriah oleh para wanita cantik dan bahkan tak jarang mendapat kecupan di pipi.


Kedua lengan dan punggungnya entah bersentuhan dengan apa namun rasanya sangat empuk hingga membuat sesak. Karena wajah dan senyuman ramahnya, Xiao Shuxiang tanpa sadar bahkan merebut wanita yang sedang melayani beberapa pelanggan.


Keributan yang terjadi karenanya jelas mengundang kemarahan para pelanggan. Nyaris saja ada yang menyerang, namun tiba-tiba seseorang berseru karena tahu identitasnya.


"Tuan Muda Xiao..?"


"Koki Alkemis Itu.."


"Dia Sang Bintang Pelindung.."


"Pahlawan Benua Ini.."


"TUAN MUDA XIAO..!!"


!!


Terlalu banyak suara, namun teriakan yang didengar Xiao Shuxiang jelas memanggil dirinya. Dalam menit-menit pertama itu saja, dia bahkan sudah diperebutkan banyak orang hingga tidak tahu harus melakukan apa.


"Aduh..! Kaki.. Jangan injak kaki-Ah!" Xiao Shuxiang kewalahan, dia seperti makanan yang diperebutkan ikan-ikan.


"Terlalu banyak suara.." Xiao Shuxiang juga banyak mencium aroma wewangian yang berbeda, dia meminta diberi sedikit kelonggaran namun tidak ada yang mendengarkannya.


Ada pelanggan di bordil ini yang tidak ikut berkerumung, mereka memilih duduk dan menikmati arak terbaik tempat ini sambil melihat hiburan tidak terduga.


Salah satu yang duduk merupakan anak gadis dari Lai Kuan Ye, Lai Mian. Dia datang ke bordil ini bersama dua orang murid Sekte Tengkorak Darah dan sedang beristirahat.


Kedua rekan Lai Mian sebenarnya sangat ingin ikut berkerumun, atau paling tidak dapat menyentuh Xiao Shuxiang. Mereka mengagumi kultivator yang sudah banyak berjasa dalam menyelamatkan Benua Timur itu, namun tidak berani beranjak karena mendapat pelototan dari Lai Mian.


Keributan masih terjadi, bahkan sampai membuat Shuai Niao yang sedang bersama Tianqi Mao dalam sebuah ruangan di lantai dua tersentak.


Banyak wanita cantik yang berlarian di depan kamar sambil menyebut nama Xiao Shuxiang. Mendengarnya membuat Shuai Niao dan Tianqi Mao bergegas keluar ruangan.


Saat sampai, keduanya hanya berdiri di langkan sambil melihat ke bawah. Terlalu banyak kerumunan hingga Shuai Niao sulit melihat sosok Xiao Shuxiang.


"Tunggu dulu.. Pelan-pelan..! Kalian menginjak kaki-aduh!" Xiao Shuxiang sekarang menyesal karena masuk lewat pintu utama, harusnya dia memakai jendela atau atap.


!!


Xiao Shuxiang seperti baru saja digigit ular, dia spontan mengeluarkan Aura Pendekarnya yang membuat orang-orang yang mengerumuninya terjatuh.


!!


Xiao Shuxiang melompat ke lantai dua dan berdiri tepat di pembatas langkan. Napasnya terengah-engah dengan wajah yang memucat.


"Kalian.. Ada seseorang di antara kalian yang menyentuhnya!" Xiao Shuxiang tidak mempedulikan betapa kacau penampilannya sekarang.


Ujung telinganya memerah, dia menatap kerumunan di bawahnya sambil berseru. Ada seseorang di antara mereka yang telah berani menangkup bagian bawah tubuhnya.


Para wanita cantik dan pelanggannya yang mengerumuni Xiao Shuxiang tadi mulai berdiri saat tidak lagi merasakan berat pada punggung mereka.


"Katakan, siapa di antara kalian yang menyentuhnya..!" Xiao Shuxiang menatap waspada ke arah kerumunan di lantai bawah, yang tadi itu sangat mengagetkan.


Tidak ada dari orang-orang ini yang mau mengaku. Mereka memalingkan pandangan ke arah lain sambil menyembunyikan tangan di belakang punggung. Xiao Shuxiang mendengus tak percaya.


Shuai Niao yang kebetulan berdiri di belakang Xiao Shuxiang nampak menggeleng pelan.


"Xiao'Er, apa kau tidak bisa kemari tanpa menimbulkan keributan?" Shuai Niao menyentuh bokong Xiao Shuxiang hingga pemuda itu terkejut dan tanpa sengaja terjatuh.


!!


Tianqi Mao dan Shuai Niao kaget, mereka bergegas melihat ke bawah dan menemukan Xiao Shuxiang yang rupanya menghantam lantai. Kejadian itu mengejutkan semua orang.


"Aiya, kau kejam sekali.." Xiao Shuxiang merasakan punggung dan bokongnya sakit, dia merintih dan berusaha bangun.


!!


Baru saja Xiao Shuxiang sedikit tenang, namun tiba-tiba saja Shuai Niao melompat dari langkan. Pakaian panjang wanita jadi-jadian itu berkibar hingga Xiao Shuxiang yang berada di bawahnya dapat melihat sesuatu yang tak seharusnya dilihat.


!!


Shuai Niao merupakan Demonic Beast berwujud ular putih. Dia mempunyai wajah putih bersih menyerupai salju tak tersentuh atau giok putih sempurna.


Hidungnya indah, tercetak sempurna, halus dan mungil. Dia memiliki mata secerah bulan dan bibir yang melengkung ke atas hingga mampu menggoda orang lain untuk mencoba rasa.


!!


Xiao Shuxiang berkedip, dia tidak bisa bergerak saat lutut mulus Shuai Niao berada di dekat pinggulnya, sementara lutut lainnya ada di antara pahanya. Keadaan semacam ini terlalu sulit untuk dideskripsikan.


Jika secara kasat mata, Shuai Niao memang nampak memakai pakaian yang lebih sopan dari para wanita di tempat ini. Namun sebenarnya, Shuai Niao memakai pakaian yang lebih longgar hingga gerakan sederhana saja--dapat membuat bagian tubuhnya terlihat.


"Benar-benar keponakan yang liar, apa kau akan mati jika tidak membuat keributan selama sehari?" Shuai Niao berujar pelan, dia duduk di salah satu paha Xiao Shuxiang hingga membuat orang yang menyaksikannya tidak bisa mengatakan apa-apa.


!!


Mereka semua terkejut, tidak sedikit yang mimisan bahkan sampai tak sadarkan diri karena melihat tindakan Shuai Niao.


Sebenarnya, sangat langka bagi para pengunjung bordil ini untuk melihat wajah Shuai Niao, apalagi bagian tubuhnya.

__ADS_1


Namun sekarang, pundak kanan, kaki hingga paha putih mulus itu terpampang nyata di depan mereka. Apalagi posisi duduknya itu terlalu mengesankan hingga membuat sesak.


"Paman.." Xiao Shuxiang berujar pelan, namun tangan Shuai Niao langsung membekap mulutnya.


"Shhh.. Kau bilang apa tadi?"


Xiao Shuxiang merasakan paha kirinya ditekan, dia masih berbaring di lantai dengan Shuai Niao di atasnya. Dirinya segera mengganti kata 'Paman'.


"Nona, bisakah Anda melepaskanku?"


Xiao Shuxiang berusaha keras untuk memaku fakta di dalam hati dan pikirannya. Shuai Niao merupakan laki-laki. Secantik dan semenggoda apa pun orang di atasnya ini, dia tidak akan pernah menyimpang.


Shuai Niao mulai bangun, dia menoleh ke arah para pelanggannya dan meminta maaf atas keributan yang terjadi.


Xiao Shuxiang juga ikut bangun dan langsung ditarik oleh Shuai Niao, dia tidak punya pilihan selain mengikuti wanita jadi-jadian tersebut.


Tianqi Mao menggelengkan kepala sambil memainkan kipas hijau bercorak daun bambu miliknya. Dia menatap Shuai Niao yang menaiki tangga sambil memegang tangan Xiao Shuxiang.


Tianqi Mao nampak seperti anak perempuan berusia 10 Tahun, dia memakai pakaian berwarna senada dengan kipasnya. Sebuah pakaian kualitas terbaik yang mempunyai rok mengembang bagaikan bunga.


Wajahnya manis dan menggemaskan, sebuah pita besar yang menghiasi rambut panjangnya, dan tidak ada yang akan percaya bahwa Tianqi Mao merupakan laki-laki dengan penampilannya itu.


"Kau terlihat kacau sekali.." Dia berujar kala Xiao Shuxiang telah berada di dekatnya.


Penampilan Koki Alkemis itu berantakan.


Pita selebar tiga jari yang sebelumnya mengikat rambut Xiao Shuxiang kini menggelantung di ujung rambutnya yang kusut. Beberapa sobekan terlihat pada pakaiannya, wajah Xiao Shuxiang sendiri penuh pewarna bibir milik para wanita cantik di tempat ini.


Tianqi Mao berdecak kagum, "Kau sangat tampan meski penampilanmu berantakan begitu. Padahal awalnya, aku ingin sekali meledekmu."


"Maaf karena membuatmu kecewa.." Xiao Shuxiang mencoba merapikan pakaiannya, ".. Walaupun aku sekarat, ketampananku tidak akan berkurang. Tapi tadi menyebalkan sekali.. Lihat! Ini pakaian kualitas terbaik dan koyak begitu saja?! Gila.."


Xiao Shuxiang tidak habis pikir dengan orang-orang yang memperebutkannya. Pipinya bahkan terasa lengket, tangannya penuh pewarna bibir saat dia mengusapnya.


Shuai Niao dan Tianqi Mao mengantar Xiao Shuxiang ke salah satu ruangan. Koki Alkemis itu diminta membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.


Ruangan yang digunakan Xiao Shuxiang tentu merupakan kamar pribadi Shuai Niao. Tempat ini luas dengan sebuah kolam di dalamnya.


Sekat yang ada hanya bisa menutupi separuh kolam hingga meski Xiao Shuxiang berendam di dalamnya, Shuai Niao dan Tianqi Mao masih bisa melihat tubuhnya.


Pemilik dari bordil besar ini memang sangat licik dalam mengatur kamar. Kursi untuk menerima tamu berada tepat di bagian kolam yang tidak tertutup sekat. Apalagi sekarang, Shuai Niao dan Tianqi Mao sengaja mengatur kursi itu tepat di belakang punggung Xiao Shuxiang.


"Xiao'Er, kapan kau pulang?" Shuai Niao bertanya, ekspresi wajahnya biasa saja meski dalam hati dirinya sedikit kecewa sebab punggung keponakan angkatnya tertutup oleh rambut.


!


Shuai Niao baru merasa tertarik saat Xiao Shuxiang berbalik sedikit dan memandangnya. Dia spontan menjepit hidungnya yang terasa hampir meneteskan darah.


Pipi dan telinga Shuai Niao memerah, dia memalingkan wajah dan berusaha menenangkan diri. Tidak disangka tindakannya salah karena berani mengganggu keponakan angkatnya yang tengah mandi.


Xiao Shuxiang memiliki tubuh tanpa cela, mata terangnya memancarkan semu hangat, menenggelamkan siapa pun dalam pesona tak terbantahkan. Baik wajah dan tubuhnya terlalu indah sampai orang lain tidak akan percaya dia makhluk dari dunia fana.


"Paman, aku merasa pertanyaan itu sudah tidak asing lagi. Awalnya aku dan Lan Zhi datang kemarin, namun pergi lagi ke Benua Tengah menemui Kucing Putih sejenak sebelum datang kembali lagi kemari.." Xiao Shuxiang menggeleng sambil berdecak kagum, dia memuji dirinya karena dapat berpindah tempat antar benua dalam waktu yang amat sangat singkat.


Tianqi Mao, "Kau sudah menguasai teknik Cermin Pemindah melebihi perkiraanku, apa sekarang kau senang karena bisa pergi ke tempat yang jauh dalam waktu singkat? Dari sini ke Benua Tengah, butuh waktu setidaknya enam bulan dan kemampuanmu sudah melampaui batas kewajaran.. Benar-benar keterlaluan."


Tianqi Mao mengipas wajahnya, dia mendapat percikan air dari Xiao Shuxiang namun segera ditangkis dengan ayunan kipasnya. "Shuxiang, apa kau bisa berhenti bercanda? Kau hampir membasahi pakaianku,"


"Salahmu karena duduk di sana," Xiao Shuxiang merutuki Tianqi Mao dan Shuai Niao karena kedua orang ini sudah tidak tahu malu dengan mengintipnya berendam secara terang-terangan.


Shuai Niao membela diri, ini tidak bisa dianggap mengintip sebab baik dirinya, Tianqi Mao, dan Xiao Shuxiang sama-sama lelaki. Walau dia akui, tubuh keponakan angkatnya mampu merangsang sadisme siapa pun yang melihat.


Shuai Niao mengembuskan napas, Xiao Shuxiang memiliki tubuh yang sangat bagus hingga dia tidak sanggup untuk menahan diri agar tak menggoda keponakannya.


!


Xiao Shuxiang merasakan dingin pada belakang lehernya, dia menatap ke arah Shuai Niao yang seperti tersenyum aneh padanya. "Paman.. Kau kenapa?"


"Xiao'Er, kau terlalu lama berendam. Biarkan aku membantu menggosok punggungmu."


!!


Jantung Xiao Shuxiang seperti runtuh, dia melonjak kaget dan berusaha menghindar. Dirinya spontan menjauhi bibir kolam dan semakin ke dalam, tidak ingin dekat dengan Shuai Niao.


"Xiao'Er, kau jangan takut. Aku hanya membantumu," Shuai Niao mulai meletakkan kaki kanannya di bibir kolam, paha putih mulusnya terlihat hingga membuat Xiao Shuxiang berwajah pucat.


"Paman.. Aku memperingatkanmu.. Jangan mendekat. Singkirkan kakimu..! Ka-kau jangan kemari.."


Jika ada orang yang begitu ahli menggoda Xiao Shuxiang, maka itu tidak lain adalah Shuai Niao. Walau seorang pria dengan wajah yang cantik, tidak ada siapa pun yang akan geli melihatnya. Justru mereka semua tak sanggup mengalihkan pandangan darinya.


Xiao Shuxiang bahkan hampir belok dikehidupannya yang dahulu karena Shuai Niao. Dan sampai sekarang pun, dia selalu menghindari untuk bersentuhan lebih dari sepuluh menit dengan wanita jadi-jadian itu.


Shuai Niao sendiri suka melihat ekspresi Xiao Shuxiang. Koki Alkemis itu nampak menggemaskan saat sedang tersudutkan, "Xiao'Er. Bukankah sebentar lagi kau menikah? Jadi biarkan aku mengajarimu cara melayani istrimu dengan baik,"


"Apa kau harus melakukannya di tempat semacam ini?!" telinga Xiao Shuxiang memerah, punggungnya menyentuh dinding lain kolam.


Shuai Niao nampak berjalan ke arahnya dengan tubuh bagian atas yang terbuka. Dia tersenyum menggoda. "Tentu saja. Bukankah itu alasan kau kemari? Aku bisa mengajarimu semua teknik yang bagus,"


!


Pakaian Shuai Niao mulai terlepas, Xiao Shuxiang bisa merasakan pertanda bahaya. Tianqi Mao entah sejak kapan telah pergi, dia jadi tidak bisa meminta bantuan.


"Aku.." Xiao Shuxiang sulit menelan ludah, dia bisa melihat bahwa Shuai Niao tidak sedang bercanda.


"Jangan mendekat..! Kolam bukan tempat yang baik untuk melakukan itu."


"Jadi mau pindah?"


!!

__ADS_1


***


__ADS_2