XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
312 - Pemuda Bertopeng Rubah


__ADS_3

Hari sudah sore ketika Xiao Shuxiang dan teman-temannya tiba di Sekte Pagoda Langit. Mereka memutuskan untuk beristirahat dan kembali mendiskusikan apa yang akan mereka lakukan esok hari.


"Tubuhku terasa lengket, aku ingin segera mandi.." Xiao Qing Yan merentangkan kedua tangannya dan lalu berjalan keluar dari kamar Xiao Shuxiang, dirinya diikuti oleh O Zhan.


Cermin Pemindah yang ada di dalam ruangan ini perlahan menjadi butiran air dan kemudian menghilang. Sekarang yang tersisa hanya Hu Li, Xiao Shuxiang, Lan Guan Zhi, dan Lan Xiao.


"Tuan Muda Xiao, Saya juga pamit untuk pergi ke kamar. Tapi.. Bagaimana dengan.. Umm.. Orang ini?"


Hu Li memberi tatapan aneh pada Bocah Pengemis Gila. Dia masih tidak nyaman dengan keberadaan pemuda yang wajahnya penuh riasan tersebut.


Bocah Pengemis Gila sendiri nampak tak mempedulikan tatapan Hu Li, wajahnya tidak henti-hentinya kagum dengan apa yang baru saja dia alami. Siapa yang tidak terkejut saat kau berada di sebuah lembah panas dan tidak sampai tiga detik kau telah menginjakkan kaki di tempat lain. Bocah Pengemis Gila jelas merasakannya.


"Teleportasi yang mengagumkan. Ck ck ck.. Anak ini punya kemampuan hebat. Tidak banyak orang yang memiliki bakat berpindah tempat hanya dalan waktu singkat, apalagi bisa membawa orang bersamanya.."


Bocah Pengemis Gila menatap Xiao Shuxiang dan memperhatikan pemuda tersebut dari atas sampai bawah. ".. Sepertinya sekarang aku mengerti kenapa Tua Bangka itu memilihmu,"


?!


Sadar sedang diperhatikan membuat Xiao Shuxiang berujar dengan ketus. Dia mengatakan pada Bocah Pengemis Gila untuk tidak menatapnya jika masih ingin merasakan hangatnya matahari esok.


Dia juga sebenarnya tidak merasa nyaman dengan kehadiran pemuda ini. Namun apa boleh buat, Lan Guan Zhi tidak memperbolehkannya membunuh pemuda aneh ini.


"Hu Li, kau antar dia pu-!"


Xiao Shuxiang tersentak saat Hu Li sudah tidak berdiri di sampingnya lagi. Sepertinya dia tidak sadar bahwa pemuda berambut putih tersebut telah pergi dari kamarnya.


Dirinya menghembuskan napas panjang dan lalu meminta Lan Guan Zhi untuk menendang Bocah Pengemis Gila keluar dari kamarnya sekaligus dari Sekte Pagoda Langit, tetapi temannya menolak.


".. Biarkan Tuan Muda ini istirahat, akan kubawa dia,"


"Mn?! Membawanya? Ke mana?"


"Kamarku,"


!!


Xiao Shuxiang langsung menolak. Dia meraih tangan Bocah Pengemis Gila dan menarik pemuda tersebut ke dekatnya. Sontak saja Bocah Pengemis Gila merasa terkejut.


"Aku tidak akan membiarkan orang ini satu kamar denganmu. Dia bisa saja menggerayangimu saat kau lengah. Tidak boleh, dia akan tetap bersamaku. Lan Xiao, antar ayahmu ke kamarnya.."


Nyan!


Lan Guan Zhi menatap Xiao Shuxiang sedikit lebih lama, pemuda ini terlalu menjaganya tetapi dia tidak menolak. Dia akan menyerahkan Bocah Pengemis Gila pada Xiao Shuxiang jika memang itu yang diinginkan temannya.


Bocah Pengemis Gila merasa Xiao Shuxiang sudah salah sangka padanya. Sambil menunduk sedikit dan membelai pelan rambut depannya.. Dia mulai berkata, "Meski aku suka pria.. Tapi aku tidak semurah itu untuk menggeranyangi siapa pun. Aku ini.. Masih punya harga diri.."


Xiao Shuxiang, "Huh? Harga dirimu tidak sampai dua keping emas. Sudahlah.. Kau di sini saja selagi aku masih cukup baik untuk tidak menendangmu keluar,"


Lan Guan Zhi memperhatikan Xiao Shuxiang mengomeli Bocah Pengemis Gila. Dia merasa kedua pemuda ini memiliki sedikit kemiripan, tentu dalam hal yang tidak dimiliki kebanyakan orang normal.


Lan Guan Zhi menghembuskan napas pelan dan kemudian melangkah menuju pintu, dirinya disusul oleh Lan Xiao, Sang Harimau Bulan.


Mereka meninggalkan Xiao Shuxiang bersama Bocah Pengemis Gila di ruangan ini. Tidak ada yang tahu kepulangan mereka, termasuk Ling Lang Tian, Ling Qing Zhu, maupun penghuni Sekte Pagoda Langit yang lain.


Ini jelas tidak mengapa, sebab besok mereka akan bertemu Ling Lang Tian lagi. Yang terpenting sekarang adalah membersihkan diri dan beristirahat.


Bocah Pengemis Gila mandi di salah satu sudut ruangan, tepat di balik sekat kayu yang ada di dalam kamar Xiao Shuxiang. Dirinya terdengar begitu senang bahkan sesekali bersenandung.


Xiao Shuxiang menghembuskan napas pelan, ".. Suaranya lumayan tetapi apa perlu berendam sambil bernyanyi? Benar-benar.. Hei..! Cepat selesaikan mandimu,"


"Lima menit lagi,"

__ADS_1


Xiao Shuxiang berdecak pelan dan mulai mengeluarkan satu set pakaian dari dalam lemari. Dia menyiapkan ini untuk Bocah Pengemis Gila tanpa berpikir panjang. Dirinya lalu mengeluarkan sebotol pot kecil Arak Anak Linglung sambil menunggu Bocah Pengemis Gila selesai mandi.


Tidak berlangsung lama, pemuda yang ditunggunya nampak berjalan dari balik sekat kayu. Pakaian Bocah Pengemis Gila berwarna putih, sedikit terbuka pada bagian atas dan agak basah.


!!


Xiao Shuxiang tersedak arak yang diminumnya saat melihat tampilan Bocah Pengemis Gila. Masih terus terbatuk.. Dirinya memperhatikan pemuda yang berjalan ke arahnya mulai dari bawah sampai atas.


"Kenapa.. Kau melihatku begitu..?" Bocah Pengemis Gila bersuara pelan, dia terlihat malu karena ditatap Xiao Shuxiang.


".. Ohok, wajahmu tampan tapi kenapa menutupinya dengan riasan seperti hantu gantung? Aiih, kau sudah menyia-nyiakan ketampananmu sendiri,"


"Uhm.. Aku tidak setampan itu.."


Xiao Shuxiang menggeleng pelan dan kemudian memijat pelan dahinya. Dia lalu menyuruh Bocah Pengemis Gila untuk memakai pakaian yang telah disiapkannya. Dirinya sendiri akan mandi dan sebaiknya Bocah Pengemis Gila tidak melakukan hal yang aneh.


".. Setelah berpakaian, kau harus segera tidur. Besok pagi akan kuminta seseorang mengantarmu pulang,"


Xiao Shuxiang meletakkan pot kecil Arak Anak Linglung miliknya di atas sebuah meja. Dia kemudian berjalan ke arah sekat kayu, tempat di mana bak berisi air bekas mandi Bocah Pengemis Gila berada.


Sedikit ayunan pelan tangan kanannya, dua tanaman yang ternyata Rumput Kuning keluar dari Gelang Semesta Xiao Shuxiang. Rumput tersebut terjatuh ke dalam bak air dan tak beberapa lama.. Air bekas mandi Bocah Pengemis Gila kembali bersih.


Saat Xiao Shuxiang mulai melepas pakaiannya dan kemudian berendam.. Bocah Pengemis Gila sendiri nampak duduk di tepi tempat tidur dan mulai memperhatikan pot arak berwarna putih susu tersebut.


Ada aroma wangi yang dia cium dan ini berbeda dari aroma arak yang biasa dirinya temukan. Tanpa meminta izin, Bocah Pengemis Gila langsung mengambil pot kecil tersebut, menghirup aromanya sejenak, dan kemudian mencicipinya.


!!


Mata Bocah Pengemis Gila berkedip beberapa kali, ekspresi wajahnya nampak tak percaya, dia kembali menenggak Arak Anak Linglung dan kali ini sampai habis.


"Arak yang enak, benar-benar enak. Di mana anak itu menemukannya..?"


Bocah Pengemis Gila jadi ingin minum arak lagi. Dia berpakaian dan kemudian menunggu Xiao Shuxiang selesai mandi.


"Kupikir kau sudah tidur,"


"Aku meminum arakmu,"


Xiao Shuxiang sama sekali tidak merasa kesal apalagi marah saat tahu bahwa Arak Anak Linglung miliknya diminum oleh Bocah Pengemis Gila. Dia bahkan mengeluarkan dua pot kecil lagi dan seakan mengajak Bocah Pengemis Gila untuk minum bersama.


Ajakan ini dengan senang hati diterima Bocah Pengemis Gila. Dia nampak kegirangan dan mulai menanyakan di mana Xiao Shuxiang mendapatkan arak seenak ini.


"Hmm, kau tidak akan bisa menemukannya di tempat mana pun karena aku yang membuatnya,"


"Mmn? Benarkah?" Bocah Pengemis Gila terlihat tak percaya, namun Xiao Shuxiang berkata dia tidak berbohong.


"Baiklah, baiklah. Aku percaya apa yang kau katakan. Kau pembuat arak yang hebat," Bocah Pengemis Gila berdecak kagum, dia jadi ingat sesuatu. Tongkat bambunya masih ada pada Xiao Shuxiang.


"Ah, kau benar.." dalam sekali kibasan, Xiao Shuxiang mengeluarkan tongkat bambu milik Bocah Pengemis Gila dari dalam Cincin Spasialnya. Dia tak menanyakan apa pun pada pemuda ini karena merasa tidak ada yang penting.


Lain halnya dengan Bocah Pengemis Gila, dia tertarik mengenai identitas Xiao Shuxiang namun tidak mungkin dirinya memberi pertanyaan yang sensitif, karenanya dia memakai teman pemuda ini sebagai bahan pembicaraan.


"Apa aku boleh bertanya? Di mana kau bertemu dengan Lan'Er Gege?"


?!


Xiao Shuxiang tersentak saat mendengar panggilan Lan Guan Zhi dari mulut Bocah Pengemis Gila di sampingnya. Entah mengapa dia merasa geli sendiri.


"Untung saja kau tidak menyebut namanya dengan wajah penuh riasan, kalau tidak aku sudah menendang bokongmu,"


Xiao Shuxiang mulai mengatakan bahwa dia dan Lan Guan Zhi adalah teman, namun awal pertemuan mereka tidak berjalan baik.

__ADS_1


".. Dia itu murid yang terlalu kaku, selalu taat pada aturan, dan begitu menyebalkan. Tapi pada beberapa kesempatan.. Dia baik padaku.."


"Jadi hubungan kalian hanya sebatas teman? Kenapa..?"


Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya saat mendengar pertanyaan Bocah Pengemis Gila Barusan. Memang apa lagi yang pemuda ini harapkan dari hubungannya dengan Lan Zhi?


".. Jangan samakan aku denganmu. Xiao Shuxiang ini masih normal dan asal kau tahu. Aku sudah punya calon istri, dia seorang perempuan asli dan sekte ini adalah tempat tinggalnya,"


Bocah Pengemis Gila memang sejak awal merasa familiar dengan kamar yang dia tempati, dan sepertinya dia tahu nama sekte yang dimaksud pemuda ini.


Xiao Shuxiang, "Kau beristirahatlah, jangan terlalu banyak minum. Aku pergi sebentar.."


Bocah Pengemis Gila mengangguk pelan, dia memperhatikan Xiao Shuxiang berjalan menuju pintu. Duduk di samping pemuda itu walau hanya sebentar membuatnya yakin bahwa pemuda tadi benar-benar memiliki sembilan rantai Segel Pengekang Jiwa, sekaligus adalah 'Wali Pelindung' dari Ling Qing Zhu.


Bocah Pengemis Gila menghembuskan napas pelan dan lalu tersenyum. Dia masih nampak menikmati Arak Anak Linglung di saat Xiao Shuxiang berjalan ke arah kamar Lan Guan Zhi.


Jauh di tempat lain, tepatnya di Hutan Hujan Bunga.. Nampak Gong Zitao, Ge Yu Han, dan empat pendekar pembunuh bayaran sedang berdiri sambil menunggu seseorang.


Di hadapan mereka telah ada dua mayat manusia yang bagian tubuhnya terpisah-pisah, bahkan salah satunya memiliki usus yang menyembul keluar.


Wisesa, "Kakak Pertama, apa orang itu akan datang? Kita sudah menunggu lama di tempat ini.."


"Kakak Pertama, bagaimana jika orang itu menipu kita?


Papat Yada dan Wisesa adalah pria yang sebenarnya tidak suka menunggu lama. Namun, mereka ingin tahu apa yang akan dilakukan pemuda bertopeng rubah itu terhadap mayat kedua temannya.


"Tuan Muda Gong, kita sudah menunggu lebih dari tiga jam dan orang itu masih belum datang. Sebaiknya kita pulang saja Tuan Muda.."


Ge Yu Han membujuk Gong Zitao untuk meninggalkan tempat ini, dia merasa percuma mereka menunggu. Pemuda bertopeng rubah yang mereka temui sebelumnya seakan hanya mempermainkan mereka.


"Aku juga merasa begitu.. Lebih baik kita pergi,"


Sri Anyar baru akan melangkah bersama saudara-saudaranya saat mereka mendengar suara kaki yang menapak disertai kibaran jubah.


!!


Orang tersebut tidak lain adalah pendekar bertopeng rubah yang telah menyembuhkan Gong Zitao, Ge Yu Han, Sri Anyar dan ketiga saudaranya.


"Kenapa kau lama sekali..? Untuk apa kau mengumpulkan kami di sini dan mau kau apakan mayat kedua saudaraku?" Karasu memberanikan diri bertanya.


"Hmph, aku sudah lama ada di tempat ini.. Tapi kusembunyikan hawa keberadaanku.."


Pemuda bertopeng rubah tersebut mulai terdengar serius. Dia berkata ingin menunjukkan kemampuannya, sebuah bakat yang akan membuat Gong Zitao mau bekerja sama dengan dirinya.


Sambil mengangkat tangan perlahan dan sejajar dada.. Pemuda bertopeng rubah itu mulai menggumamkan kata-kata yang tidak dimengerti baik oleh Gong Zitao, Karasu, maupun Sri Anyar.


Titik keemasan terbentuk dan melayang di telapak tangan pemuda bertopeng rubah. Perlahan, warna keemasan tersebut berubah menjadi Api Kecil berwarna Biru.


!!


Api itu melayang ke arah mayat Hawa Raynar, pendekar wanita yang kepalanya ditebas oleh Lan Guan Zhi. Api tersebut membakar tubuh serta kepala Hawa Raynar. Melihat kejadian ini meembuat Sri Anyar dan yang lainnya merasa terkejut.


Dibandingkan dengan mayat Tong Due.. Tubuh Hawa Raynar jauh lebih baik. Setidaknya, bagian tubuhnya yang terpisah hanya paha kanan dan kepala saja. Tidak seperti Tong Due yang meski tubuhnya menjadi tiga bagian.. Namun organ dalamnya seperti usus benar-benar berantakan.


Jantung Tong Due bahkan terbelah dua, orang yang menyerangnya seakan dipenuhi oleh dendam kesumat. Padahal andai mereka tahu.. Xiao Shuxiang sangat jarang melakukan tebasan yang rapi, dirinya tidak seperti Lan Guan Zhi.


Itu memang benar, yang membunuh Tong Due, Kakak Kelima dari Wisesa adalah Xiao Shuxiang. Dan sebenarnya Gong Zitao juga nyaris saja tewas akibat terkena serangan Wali Pelindung Ling Qing Zhu tersebut.


Di dalam tubuh Hawa Raynar.. Seluruh organnya telah berhenti bekerja. Jantungnya sudah mati, begitu pula dengan ginjal dan yang lainnya. Darahnya pun seperti telah mengering, namun saat dibakar oleh Api Biru kecil tersebut.. Secara mengejutkan tubuh Hawa Raynar mengeluarkan darah segar.


!!

__ADS_1


***


__ADS_2