XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
68 - Pemilihan Sang Murid (2) [Revisi]


__ADS_3

Yang Shu mengelus pelan dadanya, "Tidak disangka cucuku Lu'Er lebih cepat belajar saat Tuan Gu Ta yang mengajarinya. Padahal apa yang dijelaskan oleh Gu Ta Sian sedikit mirip dengan penjelasan yang kuberikan selama ini. Di mana letak kesalahanku?"


Yang Shu, ".. Haah, sepertinya aku tidak cocok menjadi Grand Elder.."


Gu Ta Sian berusaha menenangkan Yang Shu dan mencoba memberi semangat kepadanya. Hanya saja, Yang Shu malah menghela napas panjang dan mengeluarkan gumaman yang tidak jelas sama sekali.


Xiao Lu merasa lebih baik, tubuh dan pikirannya lebih ringan sekarang. Dia tidak lagi merasakan beban berat dan penyesalan terhadap pembunuhan yang dilakukannya.


Yang Shu dan Gu Ta Sian kembali berbicara, kali ini mereka memasukkan Xiao Lu dalam perbincangan mereka. Xiao Lu sedikit tersentak karena mengetahui bahwa Gu Ta Sian berniat untuk membawa dirinya ke Sekte Bambu Perak.


"Semua keputusan ada di tanganmu, Lu'Er? Kau harus memikirkannya baik-baik," ucap Yang Shu sambil mengelus kepala Xiao Lu.


"Aku tentu saja senang Kek, karena bisa belajar di tempat yang sama dengan Ying Liu. Tapi aku ingin meminta izin kepada ayah dan ibu terlebih dahulu,"


"Perjalanan pulang ke Desa Tani akan memakan waktu yang lama. Tapi jika itu keinginanmu, Kakek masih bisa meminta bantuan Tetua Huan Fei atau Patriarch Lan." Yang Shu yakin, kedua orang ini bisa menyelesaikan masalahnya.


Ying Liu begitu senang karena Xiao Lu akan menjadi saudara seperguruannya mulai sekarang. Selama ini, tidak banyak murid-murid Sekte Bambu Perak yang mengajaknya mengobrol atau bermain bersama. Dan lagi, mungkin hanya Zong Ming dan Xiao Lu sajalah yang bisa membuatnya nyaman dan menjadi teman bicaranya.


Saat Ying Liu dan Xiao Lu sedang berpelukan, terdengar suara Qi Xuan yang memanggil dan berkata bahwa Grand Elder Sekte Bunga Lotus datang berkunjung.


Gu Ta Sian dan Yang Shu segera berdiri dan menyambut Huan Fei. Mereka berdua memberi hormat. Yang Shu mempersilahkan tamunya untuk masuk dan duduk, dia juga meminta agar Qi Xuan ikut masuk dengannya.


"Mei'Er, ayo masuk..." ajak Qi Xuan kepada Huan Mei.


Huan Mei yang sedang berbicara dengan Jing Mi dan Xiao Shuxiang, langsung mengangguk senang saat Qi Xuan memanggilnya.


"Aku pergi dulu yah" ucapnya, sambil melompat kegirangan dan langsung memegang tangan Qi Xuan dan mengikutinya untuk masuk.


Jing Mi juga mengajak Xiao Shuxiang untuk ikut ke dalam, hanya saja Yang Shu menghentikan mereka.


"Kalian tunggu saja di luar, ya. Ini perbincangan orang tua..." Yang Shu mengelus dan mencubit pelan pipi Jing Mi dan Xiao Shuxiang secara bergantian.


Jing Mi, "Ta-tapi Guru, saudara Xuan dan Kakak Lu Yang Cantik bisa masuk, kenapa kami tidak boleh?"


Xiao Shuxiang, "Itu benar. Aku juga ingin masuk..!"


Jing Mi dan Xiao Shuxiang protes, namun Yang Shu hanya menggelembungkan pipinya sambil menggeleng, "Tidak bisa... Kalian bermain saja di luar yaah."


Yang Shu segera menutup pintu, tindakannya membuat Jing Mi dan Xiao Shuxiang membuka mulutnya lebar.


"A-Apa-apaan itu..."


"Dasar Tua Ba-hmp"

__ADS_1


Jing Mi membekap mulut Xiao Shuxiang saat sadar bahwa saudara seperguruannya akan mengumpati Yang Shu.


"Saudara Xiao, kau tidak boleh melakukan itu,"


Xiao Shuxiang melepaskan bekapan Jing Mi. "Aku tidak peduli..! Apa Kau Tidak Kesal, hah?!"


"Sudahlah. Ayo kembali duduk,"


Jing Mi mengajak Xiao Shuxiang untuk duduk di rumput bersamanya, dia terlihat tidak memiliki niat untuk membalas ucapan anak laki-laki tersebut.


Xiao Shuxiang menyadari ada yang berbeda dengan Jing Mi, dia lalu duduk didekatnya sambil bertanya. "Kau terlihat sedikit aneh. Ada apa?"


Jing Mi menarik napas pelan kemudian menghembuskannya perlahan. "Kita tidak akan bertemu dengan saudara Xuan dan Kakak Lu Yang Cantik lagi..."


"Apa maksudmu?"


"Saat aku istirahat setelah bertanding, aku mendengar bahwa Turnamen Kultivator Muda juga adalah ajang untuk perekrutan murid. Seorang murid Sekte Bunga Lotus mengatakan bahwa saudara Xuan akan direkrut oleh Grand Elder mereka.."


Ada kesedihan di balik ucapan Jing Mi, "... Aku sebenarnya senang jika saudara Xuan berada di tempat seperti ini. Aku yakin... Saudara Xuan akan menjadi pendekar yang hebat. Tapi aku sedih karena akan berpisah dengannya."


Xiao Shuxiang menepuk-nepuk pelan pundak Jing Mi dan berusaha menenangkannya. "Sudahlah Saudara Jing, aku yakin saudara Xuan tidak akan pernah melupakanmu-"


!!


Xiao Shuxiang dan Jing Mi tersentak saat menyadari bahwa ada orang yang sedang berjalan ke arah mereka.


Jing Mi dan Xiao Shuxiang berdiri ketika Patriarch Lan dan keempat anak yang mengikutinya semakin mendekati mereka.


Jing Mi memberi hormat, Xiao Shuxiang juga mengikutinya... tentu sama seperti sebelumnya, yaitu dengan ogah-ogahan.


Lan Guan Zhi menyadari bahwa Xiao Shuxiang tidak memberi hormat dengan tulus, dia lalu menatap anak laki-laki berusia tujuh tahun tersebut dengan aneh.


!!


Xiao Shuxiang tersentak saat anak yang pernah dia temui menatap ke arahnya. Dia lalu membalas tatapan Lan Guan Zhi, seakan-akan menantangnya untuk bertarung.


Lan Guan Zhi memalingkan sedikit pandangannya, kemudian kembali menatap Xiao Shuxiang. Kali ini, Xiao Shuxiang membuka mulutnya lebar saat mengetahui arti dari tatapan Lan Guan Zhi.


"Memalukan,"


!!


"KAU?! BILANG APA TADI, HAH?!" Xiao Shuxiang berteriak sambil menunjuk Lan Guan Zhi. Tindakannya membuat Jing Mi, Patriarch Lan, serta ketiga muridnya yang lain tersentak kaget.

__ADS_1


"Sa-Saudara Xiao?! Kau Ini Kenapa?!" Jing Mi segera memeluk Xiao Shuxiang dari belakang, dan berusaha menghentikan Xiao Shuxiang yang terlihat akan melompat dan menyerang Lan Guan Zhi.


Jing Mi, Patriarch Lan dan ketiga muridnya terlihat heran. Mereka tidak mendengar Lan Guan Zhi mengucapkan sepatah kata pun, namun entah bagaimana Xiao Shuxiang menjadi tersinggung dan terlihat kesal sekali.


Teriakan Xiao Shuxiang tadi cukup keras, bahkan Yang Shu, Gu Ta Sian dan Huan Fei tersentak kaget ketika mendengarnya.


Segera ketiganya berjalan keluar untuk memeriksa penyebab Xiao Shuxiang berteriak. Zong Ming dan yang lainnya juga ikut memeriksa.


"Patriarch Lan...?!" Gu Ta Sian berkedip beberapa kali, tidak dia sangka bisa bertemu dengan salah satu Patriarch Sekte Pedang Langit, apalagi sekarang ada Huan Fei, yang notabenenya adalah Grand Elder Sekte Bunga Lotus.


Yang Shu, "Patriarch Lan? Mari silahkan masuk." dia sedikit heran karena menerima kunjungan yang tidak biasa.


Patriarch Lan mengangguk, dia dan keempat muridnya mulai melangkah menuju Yang Shu dan meninggalkan Jing Mi dan Xiao Shuxiang.


Xiao Shuxiang dan Jing Mi tetap dilarang untuk masuk. Ini membuat keduanya merasa seperti di anak-tirikan oleh Yang Shu.


Jing Mi nyaris menangis. "Saudara Xiao, sepertinya Guru tidak menyayangi kita..." Jing Mi mengusap kedua matanya, "Aku bertanya-tanya mengenai kesalahan apa yang kuperbuat sampai-sampai Guru memperlakukanku seperti ini..."


Xiao Shuxiang, "Sudahlah, disuruh masuk pun aku tidak mau. Karena aku tidak suka melihat orang-orang dari Sekte Pedang Langit, apalagi harus melihat anak berwajah datar dengan pakaian berkabung itu, cih!"


Xiao Shuxiang lalu mengajak Jing Mi untuk duduk dan berbincang-bincang dengannya. Dalam hati, dia merasa bahwa Yang Shu bukanlah orang yang biasa. Ini dikarenakan Grand Elder dan Patriarch Lan datang berkunjung bahkan terkesan hormat kepada Yang Shu.


Xiao Shuxiang, "Tua Bangka itu seperti memiliki latar belakang yang tidak biasa..."


Xiao Shuxiang tidak pernah tahu... Bahwa kakeknya, Yang Shu merupakan seorang Kaisar dari Benua Utara. Bukan hanya Xiao Shuxiang, tetapi juga Xiao Lu, Jing Mi dan saudara seperguruannya yang lain tidak mengetahui latar belakang dari tetua mereka ini.


Meskipun warga Desa Tani sebagian besar mengetahui latar belakang Yang Shu, namun mereka tidak pernah mau mengatakannya kepada siapapun.


Orang yang mengenal Yang Shu seperti Nenek Tian dan pedagang barang bekas di Desa Peristirahatan juga tidak pernah membuka mulut mereka. Seakan identitas Yang Shu adalah rahasia yang harus mereka bahwa hingga mati.


Semua ini adalah demi melindungi Sang Kaisar. Yang Shu begitu bahagia karena memiliki orang-orang yang bisa dia percayai dan juga melindungi dirinya.


Kedatangan Patriarch Lan ternyata memiliki tujuan yang tidak jauh berbeda dengan Huan Fei dan Gu Ta Sian.


Yaitu Patriarch Lan ingin merekrut seseorang dari sekte milik Yang Shu. Tentu saja Yang Shu terkejut dan merasa sangat senang, sebab seorang patriarch dari sekte yang begitu terkenal, menaruh perhatian kepada sekte kecilnya.


***


-


-


-

__ADS_1


Catatan Penulis :


Jangan Lupa Untuk Terus Mendukung Karya Ini Dengan Cara Like Dan Sekaum Dengan Itu. Serta Masukkan Karya Ini Ke Dalam Daftar Favorit Kalian! Ajak Teman Yang Lainnya Untuk Ikut Nimbrung Di Sini! Arigatou Karena Masih Setia Mampir!ヽ(´▽`)/


__ADS_2