
Saat sedang serius, Xiao Shuxiang terlihat sangat dewasa, mempesona dan meski samar----Ada aura aneh yang terpancar keluar dari tubuhnya.
Sebuah aura dengan kebanggaan yang tinggi. Sosok penuh wibawa, mirip seorang raja, padahal yang dia lakukan hanyalah memasak.
Yi Wen, "Akan jadi berita besar jika seorang Raja turun ke dapur dan mengolah makanan seperti yang dilakukan Saudara Xiao,"
Zhi Shu, "Dari awal Saudara kita itu memang aneh. Kepribadiannya seperti badai, tidak bisa ditebak,"
Ling Qing Zhu bisa mendengar pembicaraan kedua gadis ini, dia juga merasakannya.
Ketika sedang serius memasak----Pemuda di sampingnya seperti tidak mempedulikan hal lain. Kemungkinan ucapan dari Yi Wen barusan tidak didengar oleh Xiao Shuxiang.
Baik Ling Qing Zhu atau pun Xiao Shuxiang tidak ada yang ingin membicarakan masalah 'Wali Pelindung' dan aturan mutlak keluarga 'Ling'.
Sepertinya, memang bukan waktu yang tepat membahas hal itu. Dan lagi, Ling Qing Zhu tidak yakin pemuda di sampingnya akan mau menerimanya begitu saja.
Dia sadar bahwa dirinya dalah orang yang sudah melukai Lan Guan Zhi. Sebagai teman dari kultivator tampan tersebut, jelas sekali bahwa Xiao Shuxiang membenci dan menaruh dendam padanya.
Selain itu, ada kemungkinan Xiao Shuxiang menyukai seseorang. Kecantikannya memang dapat meluluhkan hati siapa pun, namun sepertinya itu tidak berlaku bagi Xiao Shuxiang.
!
Ling Qing Zhu tersadar saat pemuda itu tiba-tiba bicara bahwa bantuan yang dia berikan di sini sepertinya sudah cukup. Xiao Shuxiang memintanya untuk melanjutkan yang tersisa, sementara dia akan pergi ke tempat yang lain.
Xiao Shuxiang, "... Kau bisa, kan?"
"Mn,"
"Baiklah, kalau begitu semangat. Kuserahkan semuanya padamu,"
!!
Ling Qing Zhu tersentak ketika Xiao Shuxiang menepuk pelan punggungnya. Pemuda itu segera bergegas pergi setelah berpamitan pada Yi Wen, Zhi Shu dan beberapa wanita yang bertugas di tempat ini.
Xiao Shuxiang lalu menghampiri temannya, Lan Guan Zhi. Menurut perkiraan kultivator dari Sekte Pedang Langit itu, bahan makanan yang tersisa tinggal persediaan selama tiga hari. Setelah itu para manusia biasa dan pendekar tidak akan dapat mengisi perut mereka lagi.
Xiao Shuxiang mengatakan akan pergi ke suatu tempat, semoga saja dia bisa pulang dengan banyak bahan makanan. Lan Guan Zhi tidak tahu tempat apa yang akan dikunjungi temannya, namun dia percaya Xiao Shuxiang dapat melakukannya.
Dia sendiri akan pergi ke laut bersama beberapa kultivator. Menangkap beberapa hewan laut sepertinya dapat sedikit membantu para manusia dan pendekar agar tidak sampai kelaparan.
Setelah memiliki kembali Gelang Semestanya, Xiao Shuxiang perlahan mulai melayang, dia lalu terbang menjauh dan meninggalkan Lan Guan Zhi.
Lokasi yang ditujunya adalah sebuah hutan di daerah Kekaisaran Matahari Tenggelam. Tidak banyak orang ataupun Demonic Beast pekerja di sini, tempat yang sesuai untuk pergi ke Dunia Demon.
Kali ini dia tidak perlu mengorbankan sepuluh nyawa manusia agar bisa pergi ke dunia tersebut, kekuatan Xiao Shuxiang sekarang telah kembali.
Rantai Pengekang Jiwa yang melilit tubuhnya hanya mengunci kekuatan Xiao Shuxiang saat dia lepas kendali. Selain daripada itu, dirinya dapat dengan leluasa menggunakan teknik dan jurusnya.
Bersamaan dengan selesainya segel tangan milik Xiao Shuxiang, tubuhnya perlahan mulai menjadi butiran cahaya dan kemudian menghilang.
Xiao Shuxiang rupanya muncul di wilayah Gunung Kaisar Hitam, kali ini lokasi kemunculannya bukanlah di istana milik Wu Yu, melainkan sebuah kediaman megah yang terbuat dari batu berwarna keperakan.
Tidak ada penjaga yang dilihat Xiao Shuxiang. Ini memang bukan sesuatu yang aneh, mengingat pemilik dari kediaman yang berdiri megah di depannya merupakan Demonic Beast pemalu.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas lega karena dia tidak berteleportasi di tempat yang salah. Dia segera berjalan ke depan pintu gerbang dan memanggil-manggil pamannya.
"Paman..! Paman Tian Feng..! Paman, keponakanmu datang berkunjung..! Pamaan..!"
Xiao Shuxiang berdecak, tidak ada jawaban meski sudah menggedor-gedor pintu dengan cukup keras.
"Paman..! Aku tahu kau di dalam, cepat buka pintunya..!"
Masih tetap tidak ada jawaban, Xiao Shuxiang mulai kesal. Dia berseru dengan mengancam akan mendobrak pintu gerbang secara paksa jika masih tidak ada yang mau membukakan pintu untuknya.
"Baiklah, kau yang meminta ini. Jadi jangan salahkan aku,"
Xiao Shuxiang mulai mengumpulkan Qi di tangan kanannya, detik berikutnya sebuah kepalan tangan dengan keras mendarat mulus dan langsung meledakkan pintu gerbang yang begitu kokoh berdiri.
BAAAM!
Serangan itu tidak hanya menimbulkan suara yang keras, tetapi juga getaran. Dia sendiri tidak peduli dengan kondisi pintu gerbang yang setinggi empat meter tersebut kini hancur dan menjadi kepingan.
Kedatangan Xiao Shuxiang di Dunia Demon rupanya di sadari oleh Yan Xi Fan. Demonic Beast berwujud Naga Putih itu memiliki penciuman yang sangat tajam bahkan mencapai tiga wilayah Gunung Kaisar bila dia ingin berkonsentrasi.
Karena di kehidupan sebelumnya, Xiao Shuxiang pernah memberikan darah padanya, maka Yan Xi Fan dapat menyadari keberadaan keponakan angkatnya bahkan tanpa menajamkan penciumannya.
?!
"Yang Mulia?! Yang Mulia, Anda mau kemana?"
Seorang pelayan tersentak ketika Yan Xi Fan segera pergi tanpa mengatakan apapun. Tuannya bahkan berubah menjadi naga dan malah lewat atas untuk keluar, alhasil langit-langit istana yang begitu indah dengan ukiran naga putih langsung hancur begitu saja.
"Yang Mulia..!"
Pelayan Yan Xi Fan tidak tahu lagi harus berbuat apa, Tuannya berubah banyak semenjak kehabisan arak pemberian keponakan angkatnya.
Mereka sudah banyak memperbaiki bagian gedung yang dihancurkan Yan Xi Fan sebagai pelampiasan atas kekesalannya. Dan sekarang, pekerjaan mereka kembali bertambah satu, namun lebih parah.
Di tempat lain, Xiao Shuxiang menggelengkan pelan kepalanya saat tidak ada seorang pun pelayan yang dia lihat. Kediaman yang begitu bagus tidak mungkin tak memiliki penghuni, tetapi dimana semua orang?!
"Paman Wu yang satu ini benar-benar membuat kesal. Ke mana dia pergi..?"
Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan, dia lalu menutup matanya. Penciuman dan pendengarannya mulai menajam, samar-samar dirinya mendengar kebisingan.
"Hm?"
Xiao Shuxiang membuka mata, pandangannya mengarah pada lantai yang dia injak. Dia lalu mengetuk lantai tersebut dan juga menempelkan telingannya.
Keningnya mengerut, memang benar yang dia dengar. Ada kebisingan di bawah lantai ini.
Pendengaran Xiao Shuxiang tidak salah, saat ini ada sebuah pesta besar-besaran di ruang bawah tanah kediaman pamannya.
Seorang pria dengan tubuh pendek, namun berisi nampak duduk di sebuah kursi giok putih panjang. Di kedua sisinya ada gadis-gadis cantik berpakaian lumayan terbuka.
Di depan pria ini terdapat sepuluh orang penari yang begitu lihai meliuk-liukkan tubuhnya sambil mengikuti irama dari musik yang terdengar.
Pria yang memiliki wajah bulat dengan perut buncit tersebut merupakan saudara angkat Wu Yu, dia bernama Tian Feng.
__ADS_1
Dia adalah Demonic Beast berwujud b*bi hutan. Usianya lebih tua dari Wu Yu, namun dia memanggil Wu Yu sebagai 'Kakak' karena kekuatannya jauh lebih lemah.
Sebenarnya, ada lebih dari tiga puluh gadis yang saat ini bersama Tian Feng. Mereka berasal dari jenis Demonic beast yang berbeda-beda. Menariknya, para gadis ini tidak lain adalah selirnya.
Tian Feng jelas adalah Demonic Beast yang mengalahkan Yan Xi Fan dan Wu Yu dalam hal memiliki selir. Sebab kedua paman angkat Xiao Shuxiang tersebut sampai sekarang masih bujangan.
Bila ada yang dikatakan 'Keluarga Bahagia', mungkin inilah deskripsi yang mampu melukiskan makna tersebut. Lihat saja, meski Tian Feng memiliki banyak istri----nyatanya tidak bahkan sehari pun para istri-istrinya ini bertengkar satu sama lain.
Entah bagaimana caranya, tetapi Tian Feng dapat berlaku adil dan memelihara keharmonisan keluarganya yang sepertinya tidak akan mungkin bisa dilakukan oleh semua orang.
?
"Suamiku~ apa kau mendengar suara itu?"
Salah satu istri Tian Feng yang berada di sisi kanan tubuhnya mengatakan mendengar sesuatu.
Tian Feng mengusap lembut dagu istrinya dan berkata, "Kau hanya salah dengar,"
"Benarkah? Tapi telinga kelinciku ini tidak pernah mengecewakan, Suamiku~ memang ada yang mencarimu~"
"Istri Kesembilan Sayangku~ orang itu akan segera pergi saat tahu aku tidak ada-!!"
BAAAM!
!!
Langit-langit di atas para selir Tian Feng yang sedang menari langsung runtuh. Beruntung mereka semua mampu melompat menghindar. Debu menutupi hampir seisi ruangan ini, beberapa selir termasuk Tian Feng terbatuk-batuk.
"Siapa Yang Berani Menyerang Kediamanku?!"
Asap hijau kelam seakan keluar dari pori-pori kulit Tian Feng. Warna matanya berubah menjadi hijau giok yang bersinar, dia seperti sangat marah karena ada orang kurang ajar yang berani mencari masalah dengannya.
"Jadi kau di sini..? Berani sekali kau tidak menjawab saat kupanggil.."
!!
Tian Feng terkejut, suara ini seperti tidak asing di telinganya. Saat debu mulai perlahan menipis, dia bisa melihat seseorang berpakaian putih dengan rambut hitam terikat yang berdiri membelakanginya.
Pemuda itu nampak masih muda, mungkin sekitar 19 Tahun. Ketika pemuda tersebut perlahan berbalik dengan warna mata merah menyala, detik itu juga nyali Tian Feng menciut.
"Xiao.. Shuxiang.."
"Bagus karena kau masih ingat aku, Paman,"
Ada penekanan saat Xiao Shuxiang menyebut kata, 'Paman'. Dia seperti dapat memakan hidup-hidup siapapun dengan hanya tatapan mata saja.
Bahkan gara-gara melihatnya, Tian Feng dan ketiga puluh selirnya tidak sadar menahan napas.
"Xiao'Er..?! Apa Benar Ini Kau..?!"
"Siapa lagi kalau bukan aku. Paman tidak merindukanku?"
Warna mata Tian Feng kembali normal, dia langsung melompat dan memeluk Xiao Shuxiang. Dia begitu senang karena bertemu lagi dengan keponakan angkatnya.
Xiao Shuxiang sebenarnya tidak benar-benar kesal, warna matanya belum berubah namun raut wajahnya masih tetap sama, yakni terlihat ramah.
"Waktu itu aku terburu-buru, Paman. Kau terlihat makin sehat,"
Warna mata Xiao Shuxiang kembali normal, dia mengusap-usap perut buncit Tian Feng. Perut pamannya ini hampir sebesar perut wanita yang mengandung selama delapan bulan, rasanya sedikit keras dan hangat.
"Coba kulihat wajahmu, apa kau makan b*bi di Dunia Manusia, hm?"
"Tentu saja tidak. Aku jauh lebih suka ayam,"
Xiao Shuxiang harus membungkuk sedikit saat Tian Feng mencubit gemas pipinya. Sudah sejak lama mereka tidak pernah bertemu, jelas lebih dari seratus tahun.
Tian Feng memperkenalkan Xiao Shuxiang pada para selirnya. Ketiga puluh gadis cantik tersebut baru pertama kali melihat manusia yang begitu tampan seperti Xiao Shuxiang. Apalagi, senyum pemuda ini sangat mempesona, mereka tentu ingin mengenal keponakan angkat dari suaminya.
Seperti yang diketahui, di Dunia Demon juga ada manusia. Namun keadaan mereka tidak terurus dan malah seperti ternak bagi para Demonic Beast ini.
Para manusia itu tidak bisa bicara dan memiliki kepribadian layaknya hewan, yakni memakai insting tanpa bisa menggunakan otaknya untuk berpikir.
Sebenarnya, di Dunia Demon. Kehidupan manusia di sini jauh dari kata baik. Kalaupun ada yang bisa bicara, itu karena beberapa Demonic Beast menjadikan mereka pelayan, para manusia tersebut mulai mendapat didikan dari majikannya.
Memang miris, tetapi Xiao Shuxiang tidak mau ikut campur dengan hukum yang ada di Dunia Demon, apalagi melakukan tindakan untuk menolong para manusia yang dijadikan ternak.
Dia bukanlah orang bodoh yang mau membahayakan diri sendiri demi sesuatu yang tidak memiliki hubungan apapun dengannya. Xiao Shuxiang tidak sebaik itu.
"Kau tampan sekali~ aku banyak mendengar cerita tentangmu dari Suamiku~ kau begitu manis~"
"Aah~ aku suka tubuhnya, dia berotot~"
Xiao Shuxiang agak risih karena dikerumuni banyak gadis cantik berpakaian terbuka. Apalagi beberapa diantara mereka mengambil kesempatan untuk memeluk dan menciumi pipinya.
"Istri-istriku, jangan seperti ini pada Xiao'Er. Ayo beri ruang sedikit pada keponakanku~"
Tian Feng tentu tahu sifat keponakannya. Akan sangat berbahaya bila Xiao Shuxiang mendadak kehilangan kendali dan malah membantai habis para selirnya. Dia kemungkinan juga akan kehilangan nyawa.
Meski tidak rela, nyatanya para selir Tian Feng menuruti permintaan suami mereka. Xiao Shuxiang akhirnya dapat mengambil napas sekarang.
Kemampuan Xiao Shuxiang dalam mengendalikan emosi mungkin mulai membaik.
Meski sebelumnya dia risih, namun dirinya tidak marah. Memang siapa yang tidak mau dipeluk gadis cantik? Xiao Shuxiang jelas masih pria normal, mendapat keberuntungan seperti ini tentu dia tidak menolaknya. Hanya saja, Xiao Shuxiang harus tetap menjaga wibawa dan harga dirinya sebagai seorang pria.
Tian Feng mengajak keponakannya untuk ke tempat yang lebih baik. Sambil berjalan, dia mengatakan perasaannya yang begitu senang karena akhirnya bisa bertemu Xiao Shuxiang.
"Aku juga senang bertemu denganmu, Paman. Kau memiliki banyak selir dan mereka semua begitu cantik,"
"Xiao'Er, yang kau lihat ini belum seberapa. Keseluruhan istriku sekarang adalah 179 orang, itupun masih terlalu sedikit.."
!!
Xiao Shuxiang berhenti sejenak dan menatap pamannya dari atas sampai bawah. Dia lalu berdecak kagum sambil kembali berjalan. Entah jurus apa yang dipakai pamannya ini sampai bisa memikat banyak perempuan.
"Kau ini tampan, mana mungkin tidak disukai gadis-gadis. Perlakuan para istri kesayanganku tadi, sudah membuktikan bahwa kau juga bisa seperti Pamanmu ini,"
"Paman, benar. Tapi aku tidak bisa mengatasi sebanyak itu, aku tidak yakin bisa bersikap adil,"
__ADS_1
Xiao Shuxiang jelas dapat memiliki banyak pasangan hidup kalau mau. Sayangnya, dia pemuda yang sangat pemilih. Masalahnya sekarang, dia belum mau menjalani hubungan pernikahan.
"Paman, kedatanganku kemari bukan untuk membahas nasib bujanganku. Ada hal yang ingin kuminta darimu,"
"Hm?"
Xiao Shuxiang menceritakan bagaimana keadaan tempat tinggalnya di Dunia Manusia pada Tian Feng, dan tentang tujuannya yang ingin meminta makanan untuk para manusia serta Demonic Beast di Benua Timur.
".. Kau yang kutahu memiliki banyak makanan. Jadi apa kau bisa membantuku?"
"Kau memang kebiasaan, hanya datang saat butuh saja,"
Tian Feng memanggil selir kesebelas dan selir kedelapannya untuk menyiapkan permintaan Xiao Shuxiang. Dia tidak bisa menolak keinginan keponakannya.
Bukannya Tian Feng baik, namun Xiao Shuxiang tidak termasuk ke dalam orang yang mudah ditolak. Pemuda di sampingnya memiliki prinsip meminta baik-baik. Bila tidak diberikan, baru memaksa dengan kekerasan.
".. Sebenarnya beberapa hari yang lalu memang terlihat sebuah gerbang di langit. Banyak Demonic Beast yang mencoba terbang dan masuk ke dalam gerbang tersebut, tetapi mereka dihalangi oleh angin aneh. Dan saat ada yang berhasil mencapai gerbang itu, tiba-tiba saja gerbangnya menghilang. Tubuh para Demonic Beast itu langsung terjatuh dengan bagian kepala yang terpenggal.."
Tian Feng mengembuskan napas dan berkata, "Aku tidak menyangka bahwa gerbang yang muncul itu disebabkan oleh naga Wyvern. Namun mendengar kondisi salah satu benua di Dunia Manusia darimu juga membuatku merasa bahwa kakacauan yang terjadi bukan hanya disebabkan Wyvern itu, iya kan?"
Xiao Shuxiang menggaruk pipinya pelan dan berkata, "Ehm.. Sebenarnya aku juga ikut terlibat, tapi hanya sedikit."
"Ha ha, aku sudah menduganya. Mana mungkin kau tidak ikut mengambil bagian dari kekacauan yang ada."
"Pa-paman..."
Tian Feng ternyata mengajak Xiao Shuxiang ke halaman belakang kediamannya. Tempat ini sangat luas dan dipenuhi taman bunga yang indah.
Ada empat buah kolam ikan berukuran sedang yang dihiasi oleh Bunga Teratai Hantu, sebuah teratai berwarna putih yang ketika mekar mengeluarkan asap tipis berwarna biru.
Walau namanya sedikit membuat merinding, namun Teratai Hantu merupakan tanaman yang indah dan Xiao Shuxiang suka memakan biji teratai tersebut.
Ada sekitar dua belas pohon berbagai jenia yang tumbuh di halaman belakang kediaman Tian Feng. Bisa dibilang, tempat ini merupakan lokasi favorit bagi Tian Feng dan para selirnya untuk bermain kejar-kejaran serta melakukan hal yang romantis.
Hanya ada tiga puluh selir Tian Feng yang tinggal di sini. Sementara selir-selirnya yang lain tinggal di kediaman berbeda.
Xiao Shuxiang tahu semua lokasi kediaman pamannya yang satu ini. Dia tentu akan mencari Tian Feng di kediamannya yang lain andai dirinya tidak mendengar suara kebisingan dari bawah tanah sebelumnya.
Karena dibantu oleh para selir Tian Feng, akhirnya tidak sampai lima jam, bahan makanan yang diinginkan Xiao Shuxiang sudah dikemas ke dalam lima kantong penyimpanan yang luasnya masing-masing sekitar lima puluh meter.
Xiao Shuxiang berterima kasih dan lagi-lagi mendapat ciuman di pipi. Dia merasa kedua pipinya sudah tidak perawan lagi.
Dirinya memindahkan bahan makanan yang ada di kantong penyimpanan ke dalam Gelang Semesta miliknya. Dia lalu menyerahkan kembali kantong tersebut dan berterima kasih kepada pamannya, Tian Feng.
Selain bahan makanan, ternyata di dalam kantong penyimpanan sebelumnya juga terdapat bibit tanaman. Jelas ini akan sangat membantu manusia di Benua Timur untuk bisa bertahan hidup.
Tian Feng memang adalah paman angkat Xiao Shuxiang yang selain ahli dalam hal memikat hati wanita, juga memiliki keahlian bercocok tanam.
Bahan makanan sebanyak ini jelas bukanlah apa-apa bagi Tian Feng. Dia bahkan mengatakan bahwa bila Xiao Shuxiang ingin lebih banyak lagi, maka segera dia akan mempersiapkan semuanya.
"Terima kasih, Paman. Kurasa ini sudah jauh lebih dari cukup,"
Xiao Shuxiang tersenyum dan memuji pamannya yang bisa mempersiapkan kebutuhannya dalam waktu yang singkat. Dia merasa lega karena tidak membuang banyak waktu berada di tempat ini.
"Kau jangan salah, para selirku kebanyakan adalah Demonic Beast yang punya gerakan lincah. Jadi, apa kau sekarang akan pulang?"
Xiao Shuxiang mengangguk, dia menjawab masih banyak pekerjaan yang harus dilakukannya.
"Padahal aku ingin kau tinggal lebih lama,"
"Mungkin lain kali. Lagipula, aku merasa kurang nyaman berada di dekat para istrimu. 'Pilar Surgawiku' dapat terancam,"
Xiao Shuxiang berbisik saat mengatakannya. Dia membuat Tian Feng tersenyum dan lalu mengusap punggungnya pelan. Pamannya berkata akan mengantarnya keluar.
"Bibi-bibimu itu baru pertama kali melihat manusia seperimu, karenanya mereka begitu antusias. Tapi aku merasa kau berubah, biasanya jika ada gadis yang menyentuhmu sedikit.. Kau akan langsung membunuhnya,"
"Jangan mengingatkanku pada masa lalu, Paman. Saat ini aku sedang belajar menjalani hidup yang normal, mungkin.."
Xiao Shuxiang agak ragu saat mengatakannya. Dia tidak benar-benar yakin akan dapat hidup normal.
Mengobrol dengan Tian Feng sepanjang jalan membuat Xiao Shuxiang tanpa sadar telah berada di luar. Dia segera mengalihkan pandangannya ke arah lain saat melihat pintu gerbang kediaman Tian Feng yang telah menjadi kepingan.
!!
"Apa kau tidak bisa membuka pintu dengan baik?! Pintunya tidak terkunci, Shuxiang. Kenapa kau harus menghancurkannya..!"
Tian Feng menggeleng pelan sambil memijat keningnya. Pria yang tingginya hanya se-dada Xiao Shuxiang ini protes dengan berkata pintu kediamannya terbuat dari kayu berkualitas dan sangat langka, dan sekarang malah hancur berkeping-keping.
"Itu.. Sudah kebiasaan.."
Xiao Shuxiang memang selalu merusak sesuatu bila datang ke Dunia Demon. Jadi, saat dia tidak melakukannya.. Rasanya akan sangat berbeda.
!!
Xiao Shuxiang dan Tian Feng tersentak saat melihat tiga orang yang berdiri di luar kediaman Tian Feng. Ketiganya tidak lain adalah Wu Yu, Lui Me Tian, dan Yan Xi Fan.
"Kau akhirnya datang, aku sudah lama menunggumu..!"
"Paman Wu.."
Xiao Shuxiang merasa ingin melarikan diri sekarang. Namun Wu Yu tiba-tiba bergerak cepat dan langsung berdiri di belakangnya sambil memegang bahunya erat.
"Kenapa kau ingin lari dari Pamanmu, hm? Tinggallah lebih lama, kami merindukanmu.."
Senyum Wu Yu jelas mencurigakan. Xiao Shuxiang hampir menjerit dalam hati. Kalau dia memberontak, dirinya tidak akan dapat datang kemari lagi.
"Xiao'Er, kau jangan bersikap begini pada Paman dan Bibimu sendiri~"
Lui Me Tian mengatakan telah bersusah payah berdandan cantik hanya untuk Xiao Shuxiang. Sangat terlihat bahwa wanita ini memiliki niatan tersembunyi.
"Ehm.."
!!
Xiao Shuxiang segera di tarik oleh Wu Yu dan Lui Me Tian. Keduanya berpamitan pada Tian Feng dan kemudian langsung melesat cepat bersama dengan Yan Xi Fan.
***
__ADS_1