XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
418 - Shouxing


__ADS_3

"Ayah..!!"


Raut wajah anak laki-laki itu terlihat panik, dia sekuat tenaga menarik tangan ayahnya yang sebagian tubuhnya terkena reruntuhan bangunan.


"Ibu..!! Ayah..!!"


Anak itu menarik tangan kedua orang tuanya secara bergantian. Sayang sekali tubuhnya terlalu kecil untuk menyelamatkan dua orang dewasa yang begitu dekat dengannya ini.


"Pergilah Xiao'Er..! Selamatkan dirimu..!"


"Ibu, aku tidak bisa meninggalkan kalian. Ayo berusahalah..!"


"Pergilah, Nak..!"


!!


Bagian dari atap bangunan kembali terjatuh. Api semakin menyebar dan ini membuat anak laki-laki yang dilihat Lan Guan Zhi kelabakan. Dia terus memanggil ayah dan ibunya sambil berusaha menarik mereka.


Mata Lan Guan Zhi sedikit menyipit kala melihat wajah anak tersebut yang tidak terasa asing di ingatannya. Dia seperti pernah melihat anak itu di suatu tempat.


Lan Guan Zhi hendak berjalan untuk menyelamatkan keluarga kecil tersebut, namun langkahnya terhenti saat mendengar ucapan dari Shouxing.


"Kau tidak bisa menyelamatkan mereka meski kau ingin. Ini adalah salah satu ingatan yang ingin kutunjukkan padamu, jadi perhatikanlah."


Lan Guan Zhi tidak punya pilihan walau perasaannya tidak nyaman karena tak dapat berbuat apa pun untuk menyelamatkan kedua orang tua dari anak laki-laki yang dilihatnya.


"Ayah..! Kau pasti bisa, ayo bergeraklah..!"


!!


Bagian bangunan kembali runtuh dan ini membuat penglihatan anak tersebut terhalang. Kobaran api yang amat panas di sekelilingnya sama sekali tidak dia pedulikan, bahkan termasuk kondisi tubuhnya yang tidak dalam keadaan baik saat ini.


"Xiao'Er.. Kau harus tetap hidup. Walau apa pun yang terjadi, jangan pernah mati. Berjanjilah untuk tetap hidup." genggaman erat tangan Sang Ayah membuat raut wajah anak laki-laki itu berubah.


"Aku berjanji, aku tidak akan pernah mati. Ayah juga harus menjanjikan itu. Ayo Ayah..! Bergeraklah..! Ibu.. Ibu juga..! Kumohon bergeraklah..! Ayo kita pergi dari sini."


!!


Anak laki-laki itu menggunakan lengan kirinya untuk menutupi matanya. Dia terbatuk karena asap yang ditimbulkan oleh rumahnya yang tengah terbakar. Sekarang di sekelilingnya hanya ada api.


Dia tidak bisa membawa ayah dan ibunya keluar dari kobaran api ini, namun dirinya harus mencari cara. Dia tidak ingin pergi tanpa membawa serta kedua orang tuanya.


Pandangan mata anak tersebut diedarkan ke segala arah. Dia mencari sesorang yang bisa menolong atau sesuatu yang dapat dirinya gunakan demi membebaskan ayah dan ibunya.


Sayang dia tidak melihat apa pun selain kobaran api dan reruntuhan rumahnya. Banyak balok kayu dan pakaian yang terbakar. Satu-satunya yang bisa dia gapai hanyalah tangan ayah dan ibunya serta pedang yang cukup dekat dengannya.


!!


Mata anak laki-laki tersebut membulat. Tanpa pikir panjang dia meraih pedang besar dan tajam tersebut, lalu berusaha mengayunkannya sekuat tenaga.


CRAAASH..!


!!


Lan Guan Zhi yang tidak terpengaruh dengan kobaran api di sekelilingnya nampak terkejut kala menyaksikan bagaimana anak berusia 7 Tahun itu menebas leher ayahnya sendiri tanpa ragu.


Tindakan tersebut juga membuat ibu dari Sang Anak terkejut bukan main. Sakit pada tubuhnya yang ditimpa reruntuhan bangunan seakan menghilang saat matanya menjadi saksi dari kematian suaminya--tepat dihadapannya sendiri.


"Xiao'Er... A-apa yang kau-!!"

__ADS_1


Belum sempat ucapannya terselesaikan, tiba-tiba saja pandangannya menggelap. Dia tidak percaya bisa mati ditebas oleh putranya sendiri.


!!


Lan Guan Zhi tanpa sadar menahan napas. Dia memperhatikan bagaimana anak laki-laki itu mengangkat kepala Sang Ayah dan melemparnya keluar dari kobaran api. Anak tersebut juga melakukan hal yang sama pada kepala ibunya.


Sekuat tenaga anak itu berlari menerjang kobaran api. Dia terengah-engah, namun tetap berusaha mengambil kembali kepala kedua orang tuanya yang dirinya lempar barusan.


"Ayah.. Ibu.. Kalian baik-baik saja, kan?"


!!


Untuk kesekian kalinya Lan Guan Zhi dikejutkan dengan tingkah anak laki-laki itu.


Dia tidak habis pikir bagaimana seorang anak mengayunkan pedang dan menebas kepala kedua orang tuanya sendiri tanpa ragu, melempar kepala itu, dan sekarang mengajak kedua kepala tersebut untuk bicara seolah tidak ada yang terjadi.


"Apa yang kau coba perlihatkan padaku-"


"Dia Xiao Shuxiang."


!!


Jawaban Shouxing membuat Lan Guan Zhi lagi-lagi terkejut. Dia pasti sudah salah dengar. Dia tahu teman baiknya adalah reinkarnasi dari Sang Bintang Penghancur, namun bagaimana mungkin anak yang masih amat sangat muda tega berbuat hal mengerikan semacam ini.


"Ayah? Kenapa kau tidak bicara?"


!!


Suara Xiao Shuxiang kecil membuat Lan Guan Zhi menoleh ke arahnya. Dia terus memanggil-manggil nama ayahnya dan sesekali menepuk pelan pipi Sang Ayah.


"Ibu? Kau baik-baik saja, kan? Aku tidak melemparmu terlalu keras, kan? Ibu?"


Xiao Shuxiang mengusap pelan pipi ibunya. Dia meminta maaf karena telah membuat ibunya terluka. Hanya saja, Sang Ibu sama sekali tidak bersuara.


Karena dantian Phoenix Apinya, api yang sebelumnya diterobos Xiao Shuxiang kecil hanya membakar sebagian pakaiannya dan itu pun tidak meninggalkan luka bakar yang parah pada kulit tubuhnya.


"Ayah.. Ibu.. Apa kalian benar-benar mati? Ayah.." Xiao Shuxiang kesulitan menelan ludah, dibanding dengan menangis--wajah dan tatapan matanya lebih kepada mengandung keterkejutan.


"Bagaimana ini mungkin..? Kepala Demonic Beast yang pernah kutebas dapat menumbuhkan kembali bagian tubuhnya yang hilang dan hidup lagi. Tapi kenapa kalian tidak bisa melakukannya? Ayah..? Ibu? Jawab aku..! Kenapa kalian tidak bisa melakukannya?!"


Xiao Shuxiang mencengkeram rambut ayah dan ibunya. Dia menatap wajah kedua orang tuanya yang tewas dalam keadaan mata terbuka.


"Tsk, sialan. Begini saja kalian sudah mati? Benar-benar lemah. Aku jadi tidak yakin kalian adalah orang tuaku. Memalukan."


!!


Itu merupakan kalimat yang tidak seharusnya diucapkan oleh seorang anak kecil, apalagi anak yang jelas-jelas sudah membunuh kedua orang tuanya sendiri.


"Kau tidak perlu terkejut, Tuan Muda Lan. Yang kau lihat ini baru permulaan.." Shouxing menyipitkan sedikit matanya dan suasana di sekelilingnya kembali berubah.


Dia memperlihatkan segala kelakuan tidak manusiawi dari Xiao Shuxiang pada pemuda berpakaian serba putih di sampingnya. Sesekali dia memberi penjelasan mengenai apa yang dirinya perlihatkan ini.


Semua yang diketahui Lan Guan Zhi adalah kisah tentang kehidupan teman baiknya saat masih menjadi Sang Bintang Penghancur. Dia baru melihat bagaimana temannya itu tumbuh menjadi manusia haus darah hingga mendapat gelar 'Heretic' dari sesama kultivator Aliran Hitam di masa lalu.


".. Xiang'Er tidak segan membunuh bayi yang suara tangisnya menganggu pendengarannya. Dia bahkan tidak ragu menarik keluar lidah anak kecil dan memotongnya hanya untuk kesenangan pribadinya,"


Shouxing memperlihatkan tampilan dari Xiao Shuxiang yang dewasa pada Lan Guan Zhi dan sesekali meneliti raut wajah pemuda yang terkesan datar baginya ini.


"Wajahnya memang sama, tapi aku tidak mengenal orang itu. Dia bukanlah Shuxiang yang kukenal," suara Lan Guan Zhi dingin, namun jujur saja--dia marah melihat kelakuan tidak beradab sosok yang wajahnya mirip dengan teman baiknya itu.

__ADS_1


"Xiang'Er yang bersamamu sekarang adalah Xiang'Er yang baru. Namun bukan tidak mungkin, dia bisa kembali menjadi dirinya yang dahulu. Sosok yang sedang kuperlihatkan padamu sekarang. Jika itu sampai terjadi, apa kau akan tetap berjalan di sisinya?"


?!


Lan Guan Zhi menatap Shouxing, pemuda tersebut menanyakan sesuatu yang tidak terduga padanya.


"Saat ini, Xiang'Er berada dalam kebimbangan. Ada seseorang di masa lalunya yang datang dan menumpuk keraguan di hatinya untuk mempercayai manusia. Ucapan dari orang itu senada dengan isi hati terdalamnya.."


Yang dimaksud Shouxing tidak lain adalah Lumière, makhluk bersayap yang begitu indah dari Dunia The Fallen Angel sekaligus gadis yang dicintai Xiao Shuxiang di masa lalu.


Tanpa diketahui, Shouxing selama ini berada di tubuh Koki Alkemis itu sejak pertama kali Cahaya Roh Leluhur milik Sekte Pagoda Langit menyentuh dirinya. Karenanya, setiap hal yang dia lakukan--dapat disaksikan oleh Shouxing.


"Xiang'Er tidak pernah menganggapmu sebagai teman. Kau berharga dan dia menghormatimu karena menurutnya hanya kau yang bisa menghentikan dirinya. Segel ciptaanmu yang membuat siapa pun tidak bisa merasakan Qi itu adalah hal yang paling diwaspadai olehnya. Tapi andai Xiang'Er tahu caramu mengeluarkan segel tersebut, kau tidak lagi dibutuhkan."


Shouxing terdiam sejenak. Sebelumnya, dia ingin meminta Lan Guan Zhi untuk berhati-hati. Namun saat dipikirkan lagi, pemuda ini sepertinya lebih butuh hal yang lain.


"Xiang'Er.. Dia sekarang sudah mendapatkan kembali seluruh kekuatannya dan itu ditambah dengan bakat yang dirinya miliki dalam kehidupan ini. Kurasa.. Kau bahkan tidak bisa lagi menghadapinya,"


Lan Guan Zhi tidak mengatakan apa pun selain mengangguk pelan. Dia setuju dengan ucapan Shouxing. Dipikirkan bagaimanapun, teman baiknya memiliki lebih banyak keberuntungan dibandingkan dirinya.


Andai mereka bertarung, mustahil Lan Guan Zhi bisa menang melawan Xiao Shuxiang. Dia memang pernah berjanji akan membunuh teman baiknya, namun saat sebenarnya dirinya yakin--keraguan pasti akan menghantuinya.


"Anda benar. Aku terlalu lemah. Shuxiang tidak akan mendengar orang yang jauh lebih lemah darinya." Lan Guan Zhi menatap sosok dewasa teman baiknya yang saat ini sedang menyeringai sambil mencengkeram leher seorang pendekar.


Xiao Shuxiang sendiri tidak melihat Lan Guan Zhi ataupun menyadari kehadiran pemuda tersebut. Dia hanyalah wujud dari ingatan yang diperlihatkan Shouxing.


"Dia memang tidak akan mendengarmu. Kau harus lebih kuat atau paling tidak, sebanding dengannya. Barulah Xiang'Er akan menaruh hormat padamu."


Shouxing mengedipkan matanya pelan dan semua gambaran yang dia perlihatkan pada Lan Guan Zhi menghilang. Sekarang, hanya mereka berdua-lah yang ada di hamparan tanah ini.


"Kau belum menjawab pertanyaanku. Jika di kehidupan ini Xiang'Er kembali menjadi dirinya yang dahulu, apa kau tetap akan berada di sisinya?"


"Shuxiang tidak mungkin melakukan itu. Tapi jika apa yang Anda katakan benar, maka aku akan menghentikannya. Aku sudah berjanji,"


"Tapi saat ini.. Kau sudah mati, Tuan Muda Lan."


!!


Shouxing mengingatkan tubuh Lan Guan Zhi yang terkena racun dari Paku Penembus Tulang. Apalagi, dantian milik pemuda itu sudah menjadi serpihan dan menghilang.


Kalaupun dapat kembali pada tubuh tersebut. Hanya akan ada rasa sakit tidak terhingga dan kelumpuhan yang permanen. Lan Guan Zhi jelas tidak dapat menjadi kultivator atau pendekar lagi.


"Kalau kau menjawab pertanyaanku ini, aku mungkin bisa membantumu untuk kembali pada duniamu lagi."


"Apa yang ingin Anda tanyakan?"


"Kenapa kau begitu percaya pada Xiang'Er? Dia merupakan monster dengan hati paling gelap yang pernah ada. Dia tidak pernah tulus berteman denganmu,"


Lan Guan Zhi menatap sosok pemuda berwibawa di hadapannya. Tatapan mata teduh dan sikap tenangnya membuat dia terlihat mempesona.


"Aku tidak tahu.." Lan Guan Zhi terdiam sejenak sebelum melanjutkan ucapannya. ".. Bagiku, Shuxiang adalah teman pertama yang kumiliki. Dia berharga dan aku ingin selalu melindunginya,"


"Kau tidak punya alasan lain?"


"Dia hanya tersesat. Shuxiang tidak mempunyai tempat yang disebut keluarga, tapi sekarang dia memilikinya. Aku hanya dapat berharap bisa ada dan terus mengingatkannya,"


Lan Guan Zhi bicara dengan tulus. Yang dia ketahui, walau Xiao Shuxiang adalah pemuda yang nakal atau bahkan teramat kejam seperti gambaran yang dilihatnya tadi--namun teman baiknya itu sosok yang tidak pernah berbohong.


".. Tidak ada penjahat yang sejujur Shuxiang. Alasan itu saja sudah cukup membuatku percaya padanya."

__ADS_1


"Kau terlalu baik, Tuan Muda Lan. Aku hanya berharap kau tidak akan pernah menyesal karena menaruh kepercayaan tinggi pada sosok seperti Xiang'Er." ucapan Shouxing terdengar dingin, dia terlihat tidak suka karena Lan Guan Zhi terlalu mempercayai Sang Bintang Penghancur.


***


__ADS_2