XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
108 - Kelebihan Dari Belajar Alkemis [Revisi]


__ADS_3

CRAAASH!


Tuk


!!


Satu di antara kedua kultivator Sekte Tengkorak Darah harus kehilangan nyawanya akibat pedang terbang milik Lan Guan Zhi. Kini, hanya satu orang yang tersisa dari Sekte Tengkorak Darah.


"Sialan! Sialan, Sialan..! Apa yang harus kulakukan sekarang?! Aku pasti akan mati dibunuh oleh bocah-bocah itu!!"


Kultivator Sekte Tengkorak Darah menggertakkan giginya, dia merutuk karena tidak membawa bekal yang lebih banyak.


Persediaan racunnya sudah habis dari tiga hari yang lalu dan dia tidak yakin bisa bertahan melawan delapan orang anak secara sekaligus.


"Aku harus bisa kabur dan melapor pada Tetua. Anak-anak itu harus disingkirkan sebelum mereka dewasa. Kalau tidak, mereka pasti akan menjadi bahaya untuk kami..!"


?!


Kultivator Sekte Tengkorak Darah sedikit tersentak saat melihat seorang bocah laki-laki yang sedang berjalan sendirian. Dari pakaiannya, bocah tersebut seperti teman kedelapan anak yang mengejarnya.


Dengan segera, dia melesat dan menangkap bocah itu dari belakang.


!!


Feng Ying terkejut ketika seseorang menyentuh pundaknya dan menempelkan pedang tajam ke lehernya.


Feng Ying sebenarnya baru bangun dari tidur. Dia tidak melihat Yi Wen atau pun Xiao Shuxiang di kamar yang mereka tempati. Feng Ying takut ditinggal sendiri, dia lalu berlari dan mencari Yi Wen serta Xiao Shuxiang.


Untung saja, ada salah seorang warga desa yang berjalan-jalan di malam hari. Dia mengatakan kepada Feng Ying bahwa dirinya melihat Xiao Shuxiang dan Yi Wen. Feng Ying segera menuju ke tempat yang ditunjuk warga tersebut.


Di perjalanan, Feng Ying bisa merasakan sesuatu yang aneh. Hati kecilnya berkata, Xiao Shuxiang dan Yi Wen berada dalam bahaya.


Dia lalu mengikuti kata hatinya dan malah sampai ke hutan ini. Namun, ketika hendak mempercepat langkahnya----dia langsung disodori pedang oleh orang asing yang tidak dikenalnya.


!!


Lan Guan Zhi, Xiao Lu dan Qi Xuan terkejut saat kultivator yang mereka kejar ternyata menyandera seorang anak kecil. Dan itu adalah...


"Feng Ying?!" Xiao Lu semakin terkejut saat yang disandera oleh kultivator Sekte Tengkorak Darah adalah Feng Ying, saudaranya.


Tap


Tap


Xiao Shuxiang, Jing Mi dan yang lainnya baru sampai. Mereka juga terkejut melihat Feng Ying bersama dengan kultivator Sekte Tengkorak Darah.


"Kau Pengecut! Berani Menjadikan Anak Kecil Sebagai Sandera!!" Zong Ming menunjuk kultivator di depannya, "Tidak seharusnya kultivator menggunakan cara licik seperti ini..!"


"Lepaskan Saudaraku Sekarang!!" Jing Mi meradang, dia berniat melesat dan melawan kultivator Sekte Tengkorak Darah, namun kultivator tersebut langsung memberi ancaman.


"Jika kalian menyerang, akan kupastikan bocah ini kehilangan kepalanya..!"


!!


Kultivator Sekte Tengkorak Darah menyeringai. Walau anak-anak di depannya berbakat, mereka masih terlalu polos mengenal Dunia Yang Kejam ini.


Jing Mi, Qi Xuan, Yi Wen dan Xiao Lu menggertakkan gigi sambil mengenggam erat pedang mereka. Jika mereka menyerang, maka nyawa Feng Ying akan menjadi taruhannya.


"Ibuu..." mata Feng Ying berair, ini pengalaman pertamanya menjadi sandera. Dia mendongak ke atas, terlihat wajah garang dan tatapan mata pembunuh dari orang di belakangnya.


"Ibuu..." Feng Ying menatap teman-temannya, dia takut tidak bisa bertemu dengan mereka lagi.


"Tsk, Inilah Sebabnya Aku Tidak Suka Dia Ikut. Lihat, Kan? Sekarang Dia Menjadi Beban Kita..!" Xiao Shuxiang menjadi marah.


Dia menatap Feng Ying dan merutukinya, "Kenapa kau tidak tinggal di dalam rumah Kepala Desa? Jika saja kau tidak di sini, mungkin kami sudah menebas leher kultivator itu. Semuanya Salahmu!"

__ADS_1


"Saudara Xiao, kau jangan menyalahkan Ying'Er. Dia masih kecil dan tidak tahu apa-apa.." Jing Mi berusaha menenangkan Xiao Shuxiang, dia mengusap pelan punggungnya.


Feng Ying menangis karena Xiao Shuxiang menyalahkannya. Tangisannya mendadak terhenti saat kultivator Sekte Tengkorak Darah menggertaknya.


"Kalau kalian ingin bocah ini selamat, segera jatuhkan senjata kalian dan berjalan perlahan kemari..!" Kultivator Sekte Tengkorak Darah memiliki rencana untuk membunuh ke-delapan anak di depannya saat mereka berjalan perlahan ke arahnya.


Qi Xuan dan Xiao Lu saling bertatapan, keduanya merasa bimbang harus melakukan apa. Sambil menarik napas perlahan, Qi Xuan dan Xiao Lu mulai menjatuhkan pedangnya.


Tindakan mereka berdua membuat kultivator Sekte Tengkorak Darah menyeringai, apalagi dia melihat Jing Mi, Wen Tian dan Zong Ming juga ikut menjatuhkan pedang mereka.


"Bagus, selanjutnya kalian bertiga. Jatuhkan pedang kalian!" kultivator Sekte Tengkorak Darah menyuruh Xiao Shuxiang, Yi Wen dan Lan Guan Zhi sebab hanya ketiganya yang belum menjatuhkan pedang.


Untuk Lan Guan Zhi sendiri, dia menjatuhkan pedang yang terselip di pinggangnya, tetapi tetap memegang satu pedangnya yang lain.


Xiao Shuxiang menatap Yi Wen dan Lan Guan Zhi, dia lalu merunduk untuk meletakkan pedangnya di tanah dengan begitu hati-hati.


Xiao Shuxiang mengambil sedikit rumput saat meletakkan pedangnya dan dengan cepat dia melakukan sesuatu yang tidak diduga oleh kultivator Sekte Tengkorak Darah atau pun teman-temannya.


!!


Rumput yang lunak menancap tajam tepat mengenai dada Feng Ying hingga membuat jantung dan napasnya langsung berhenti seketika.


Kultivator Sekte Tengkorak Darah beserta teman-teman Xiao Shuxiang begitu terkejut. Apalagi setelah mereka melihat Feng Ying dengan mata yang masih terbuka nampak mengeluarkan darah kental di kedua sudut bibirnya.


"Ka-Kau Membunuhnya?!" kultivator Sekte Tengkorak Iblis bisa merasakan anak yang disanderanya sudah tidak lagi bernyawa.


bruk


"Feng Ying..." Jing Mi dan Xiao Lu merasa seperti jantung mereka berhenti berdetak, mereka melihat tubuh Feng Ying dijatuhkan oleh kultivator Sekte Tengkorak Darah.


Dengan wajah pucat, Jing Mi, Qi Xuan dan Yi Wen menatap ke arah Xiao Shuxiang. Mereka tidak percaya saudaranya bisa setega itu.


Qi Xuan, "Sa-Saudara Xiao... A-apa yang su-sudah kau lakukan?"


Jing Mi, "Ke-Kenapa kau me-membunuh Feng Ying..?"


"Sekarang kau tidak punya sandera lagi, kan? Kau tidak punya perlindungan lagi." Xiao Shuxiang melirik Lan Guan Zhi seakan memberi isyarat padanya.


Dengan cepat, Lan Guan Zhi menyerang kultivator Sekte Tengkorak Darah. Dia membuat kultivator tersebut menjauh dari Feng Ying.


Xiao Lu, Jing Mi dan yang lainnya segera menghampiri Feng Ying. Saat memeriksa tubuh saudaranya, Feng Ying benar-benar tidak bernapas, bahkan tubuhnya begitu dingin.


"Ying'Er? Ying'Er, ayo bangun.. Feng Ying..!" Xiao Lu menepuk-nepuk pelan pipi Feng Ying, dia lalu memeluknya begitu erat.


Jing Mi memegang erat pundak Xiao Shuxiang dan sedikit menggoyangkannya. "Kenapa Kau Melakukan Ini, Saudaraku...?!"


"Xiao'Er... Apa yang sudah kau lakukan?!" Xiao Lu tidak kuasa menahan tangisnya, dia menatap tak percaya ke arah adiknya, Xiao Shuxiang.


"Jangan menatapku seperti itu, minggir." Xiao Shuxiang mendekati dan menyuruh Xiao Lu untuk sedikit memberi ruang padanya.


Dia mencabut rumput yang tertancap di dada Feng Ying, seketika napas Feng Ying seperti tertarik ke atas. Xiao Lu dan yang lainnya terkejut, mereka segera memeriksa kembali keadaan Feng Ying.


"Ibuu..."


Xiao Lu dan Yi Wen terkejut mendengar Feng Ying memanggil ibunya. Tubuh saudaranya ini sudah tidak dingin lagi, mereka begitu senang dan merasa lega karena Feng Ying baik-baik saja.


Zong Ming, "Saudara Xiao? Apa yang kau lakukan pada Feng Ying tadi?"


Xiao Shuxiang, "Itu adalah salah satu kelebihan dari belajar Alkemis. Aku menjelaskannya pun, kalian tidak akan mengerti. Sebaiknya kita susul saja Lan Guan Zhi, ayo..!"


*


*


Lan Guan Zhi baru saja selesai menebas leher kultivator Sekte Tengkorak Darah. Dia menyadari kedatangan Xiao Shuxiang dan yang lainnya.

__ADS_1


Xiao Shuxiang lalu mengajak mereka semua untuk beristirahat di rumah Kepala Desa. Sepanjang jalan, Jing Mi menceritakan pengalamannya bertarung di desa seberang.


".. Demonic Beast di sana, ukurannya besar-besar..! Dan setelah selesai, kami kemari secepat mungkin."


Mendengar cerita Jing Mi, membuat Xiao Shuxiang yakin bahwa ada yang sedang mengerjainya. Saat dia bertanya tentang keberadaan Sian Ru, Jing Mi berkata gadis itu sedang menjalani misi yang lain.


"Sian Ru yang meminta kami untuk mencari kalian, dia terlihat khawatir sekali."


?


Xiao Shuxiang dan Yi Wen saling berpandangan, apa yang baru saja Jing Mi katakan? Sian Ru khawatir dengan mereka..?


Xiao Shuxiang, "Tidak mungkin, bukankah dia yang menjebak kami?!"


Yi Wen mengangguk setuju, "Sian Run bukanlah gadis baik dan selalu membuat kita terlibat masalah di Sekte Pedang Langit. Kalian apa tidak menyadarinya?"


"Itu mana mungkin terjadi," Jing Mi tidak percaya. "Selama ini dia memperlakukanku dengan baik. Aku tidak pernah melihatnya menjahili siapa pun termasuk teman-temanku yang lain."


Jing Mi, "Memang, saat kita dituduh melanggar aturan. Sian Ru tidak pernah membela kita sama sekali, namun itu bukan berarti dia adalah gadis yang jahat."


Tidak ingin berdebat, Jing Mi langsung membahas tentang keberhasilannya menemukan tempat yang cocok untuk membangun Sekte Kupu-Kupu.


"Mari jangan membicarakannya lagi. Aku punya kabar yang lebih bagus. Kami menemukan tempat yang sesuai untuk membangun sekte baru kita. Tempatnya ada di sekitaran Gunung Induk. Tuan Muda Lan yang membantuku." Jing Mi begitu senang.


Yi Wen tersentak, "Benarkah?!"


Xiao Shuxiang tersenyum. "Baguslah, berarti tinggal memberi tahu Kakek."


"Kalian yakin ingin membangun sebuah 'Sekte'?" Qi Xuan sebenarnya tidak mau menurunkan semangat saudaranya, tetapi dia harus mengatakan ini.


Xiao Shuxiang, "Apa maksudmu?"


Qi Xuan, "Saudara Xiao. Sekte Kupu-Kupu baru bisa diakui jika minimal memiliki lima puluh orang murid dan berdiri di wilayah sendiri. Itu.."


Xiao Shuxiang, "Kau benar. Bahkan wilayah yang akan kita tempati masih termasuk milik Sekte Pedang Langit dan murid-murid kakek memang tidak sampai sepuluh orang, tapi semua itu bukanlah masalah. Kita butuh tempat tinggal sekarang dan untuk merekrut murid-murid, biarkan Saudara Jing yang melakukannya."


?!


"Sa-Saudara Xiao, kenapa harus aku?!"


"Yang lain akan membantumu."


Yi Wen menepuk punggung Jing Mi, dia menghibur saudaranya dengan mengatakan bahwa dia dan saudara-saudaranya yang lain akan ikut membantu.


Qi Xuan dan Xiao Lu juga menawarkan diri. Meski kini mereka berada di sekte lain, tetapi Sekte Kupu-Kupu adalah rumah mereka yang sebenarnya.


"Ehm... maaf merusak waktu kalian... tapi..."


Jing Mi, Qi Xuan dan yang lainnya menoleh ke arah Wen Tian saat anak tersebut berbicara. Mereka baru sadar bahwa ada anak yang asing bagi mereka.


"Kau... siapa...?" Yi Wen menatap Wen Tian dari atas sampai bawah.


"Astaga... rasanya sakit. Aku mengenal mereka semua, tapi mereka tidak mengenalku."


Wen Tian dalam hati mengelus dada. Selama dia berada di Sekte Pedang Langit, dirinya selalu dekat dengan murid Sekte Kupu-Kupu. Walau hanya sesekali bertegur sapa dengan mereka.


Tetapi setidaknya anak-anak ini mengenal wajahnya, bukankah mereka terlalu muda untuk menjadi pikun?!


"Dia Wen Tian, anak yang pernah kutemui di Desa Peristirahatan. Dia salah satu temanku, kalian harus akrab dengannya..!" Xiao Shuxiang terlihat senang memperkenalkan Wen Tian, namun tidak begitu dengan Wen Tian sendiri.


Yi Wen, Jing Mi dan Xiao Lu ber-oh ria. Mereka tidak peduli Xiao Shuxiang bertemu Wen Tian di mana, tetapi yang jelas saudaranya itu mengenal anak bernama Wen Tian ini.


"Jadi, apa yang ingin kau katakan, Saudara Wen?" Jing Mi merangkul Wen Tian. Tubuhnya yang lebih besar dan berotot membuat Wen Tian menelan ludah. Dia merasa sedang dirangkul oleh Demonic Beast yang buas.


Wen Tian dengan gugup berkata, "A-akan mu-mustahil membangun sebuah sekte tanpa modal. Ka-kalian harus membeli wilayah di Sekte Pedang Langit, ti-tidak bisa langsung membangun begitu saja."

__ADS_1


"Kalau masalah itu..! Sudah lama terselesaikan. Kalian punya aset berharga," Xiao Shuxiang menunjuk dirinya sendiri, kemampuan Alkemisnya akan sangat berguna dalam perkembangan Sekte Kupu-Kupu kedepannya.


***


__ADS_2