XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
501 - Pertarungan Akhir II (Vol. 4 Sang Bintang Penghancur END!)


__ADS_3

BLAAAAR..!!


Bangunan, bukit, tanah, hutan, bahkan manusia yang terkena petir itu tidak ada yang dapat selamat. Para warga masih ada yang belum diselamatkan oleh Bocah Pengemis Gila, mereka berlarian mencari perlindungan dan terus berteriak meminta tolong.


Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi tidak mengetahui sekacau apa keadaan yang jauh di tempat mereka--tetapi jika makhluk ini tidak segera dihentikan.. Dampaknya akan semakin buruk.


"Dia sudah memanggilku, Lan Zhi. Kau pergilah dan lindungi yang lain," Xiao Shuxiang sudah bisa menggerakkan kakinya, luka robek pada perutnya sudah tertutup kembali dan dia dapat merasakan setiap tulangnya mulai berada pada posisi yang benar.


Lan Guan Zhi menahan tangan teman baiknya saat Xiao Shuxiang melangkah, firasatnya buruk jika temannya ini nekat bertarung sendiri. Dia dengan serius berkata akan ikut membantu.


Xiao Shuxiang menolak, tetapi teman baiknya mendesak. Saat baru akan bicara--serangan mulai dilancarkan oleh Raka Daksa.


BLAAAAAR...!!


!!


Lan Guan Zhi bergerak cepat menarik teman baiknya dan menghindari serangan tersebut. Dia melayang di udara dan dalam keadaan memegang tangan Xiao Shuxiang.


"Kawan, karena kau sangat keras kepala--maka baiklah. Kita akan bertarung melawannya. Tapi berjanjilah kau tidak boleh mati." Xiao Shuxiang menatap Lan Guan Zhi, tetapi dia tetap waspada terhadap lawannya.


"Aku tidak bisa menjaminnya,"


"Lan'Er..! Katakan saja."


"Mn, baiklah. Aku berjanji."


Kegelisahan jelas terlihat di wajah Xiao Shuxiang, namun itu sudah agak berkurang ketika mendengar ucapan tegas dari teman baiknya.


Lan Guan Zhi mengeluarkan pedang yang dalam perjalanan kemari--dia simpan ke dalam Cincin Spasialnya. Dia menyerahkan pedang itu pada Xiao Shuxiang dan membuatnya nampak sangat terkejut.


!!


"Ini.." Xiao Shuxiang mengambil pedang itu dan merasa seperti bermimpi, "Ini.. Yīng xióng..! Dari mana kau mendapatkannya?! Ah! Tidak masalah. Itu tidak penting,"


Ada kelegaan pada Lan Guan Zhi ketika teman baiknya tersenyum senang memegang pedang pusaka itu. Bahkan sekarang, warna mata Xiao Shuxiang tidak lagi memiliki pupil seperti monster. Itu adalah warna mata merah yang biasa dirinya lihat.


!!


Serangan kembali datang dari Raka Daksa dan kali ini jauh lebih besar. Xiao Shuxiang yang sadar langsung menahan serangan itu dengan pedangnya yang belum dia tarik keluar dari sarungnya. Dia memegang tangan kiri Lan Guan Zhi dan melindungi teman baiknya.


!!


Hanya ada suara nyaring, bukan ledakan petir yang biasanya ketika serangan Raka Daksa ditahan. Mengejutkannya, Xiao Shuxiang justru membuat Yīng xióng menyerap serangan yang besar barusan.


"Ti-Tidak Mungkin..!!" Raka Daksa menggeram, dia melesatkan serangan dari mulutnya dan kali ini kedua pemuda yang dilihatnya berpencar ke dua arah.


Xiao Shuxiang menarik Yīng xióng dari sarungnya, sementara Lan Guan Zhi mengeluarkan Shǎndiàn. Sepuluh buah Cermin Besar tercipta di sekeliling Raka Daksa dan hanya isyarat tatapan mata--kedua pemuda itu tiba-tiba menghilang.


!!


Raka Daksa menyerang sepuluh cermin besar itu, dia ingin menghancurkannya. Tetapi yang terjadi adalah serangannya masuk ke dalam cermin dan keluar dari cermin yang lain dengan kekuatan sama besar.


BLAAAAAR..!!


Ukuran tubuh Raka Daksa terlalu besar hingga dia mudah menjadi target serangan. Walau demikian, tubuhnya sekarang ini mempunyai kelebihan yang bisa dikatakan mirip dengan Yīng xióng--yakni menyerap kekuatan.


Bersamaan dengan serangan yang keluar dari kesepuluh cermin itu--dua cahaya berbeda warna juga mulai terlihat dan memberikan serangan yang mampu melukai lengan Raka Daksa.


Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya. Dalam hati, dia mendebat Yīng xióng karena pedangnya sama sekali tidak mau mengeluarkan racun. Inilah yang paling tidak dia sukai dari pusakanya tersebut--Yīng xióng selalu punya keinginan sendiri.


Raka Daksa terlihat menggeram, aura hitam menyeruak dan rupanya juga mengandung racun. Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang berusaha menghindar, namun tetap saja mereka terkena aura itu. Keduanya merasakan tekanan yang amat kuat.


BAAAAAM..!!


Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang tiba-tiba terjatuh. Keduanya dalam posisi berdiri, tetapi kaki mereka seakan tertanam di tanah. Sekarang baru terlihat bahwa sebenarnya Lan Guan Zhi berada dalam kondisi yang kurang baik.


Pemuda berpakaian serba putih itu telah banyak menggunakan tenaganya untuk menghadapi musuh di Benua Timur. Dia sudah sangat kelelahan, tetapi masih memaksakan diri ke Benua Tengah karena khawatir pada kondisi teman baiknya.


Di sisi lain, Xiao Shuxiang juga sudah hampir mencapai batas. Dia memberikan sebagian besar Qi miliknya pada Raka Daksa dengan harapan makhluk itu akan meledak karena tidak mampu menahan kekuatan dari Qi uniknya--siapa yang tahu setelah tubuhnya meledak.. Raka Daksa justru berubah menjadi monster.


!!


Xiao Shuxiang terengah-engah, ada udara hitam di sekelilingnya dan mengandung racun. Dia bisa melihat racun tersebut masuk melalui pori-pori kulitnya. Secara perlahan, kesepuluh cerminnya ikut memudar.


"Sialan, ini terlalu berat.." Xiao Shuxiang menggenggam erat Yīng xióng, seberapa semangatnya pun dia--tubuhnya memang tidak bisa berbohong.


Tawa Raka Daksa meledak hingga terdengar menggema, "Sepertinya kau tidak bisa lagi bergerak, Xiao Shuxiang! Aku senang melihatmu begitu rendah..!"


Tangan Raka Daksa terangkat dan segera memukul tepat ke arah lawannya. Lan Guan Zhi terkejut dan menyerukan nama teman baiknya saat dia dengan jelas melihat telapak tangan monster itu menghantam tepat tubuh temannya.


"Ha ha ha..! Terlalu kecil dan lemah!" Raka Daksa menyeringai lebar, tangan kanannya terangkat dan dia langsung mencengkeram tubuh pemuda berambut panjang tersebut.


"Lihat dirimu.. Aku bahkan bisa meremukkan tulang-tulangmu saat ini.."


!!


Xiao Shuxiang tidak bisa bergerak, dia memuntahkan darah, dia merasakan sakit pada setiap tulangnya. Seruan dari teman baiknya tertutupi oleh tawa dan suara menggema monster besar ini.


Lan Guan Zhi ingin menyelamatkan Xiao Shuxiang, tetapi udara yang mengandung racun ini membuat tubuhnya melemah. Meski begitu, dia terus memaksakan diri sampai tiba-tiba terdengar gemuruh di dalam dadanya.


!?


Shǎndiàn yang ada di tangan Lan Guan Zhi terasa berdenyut, pedang itu nampak mengeluarkan cahaya putih redup dan perasaan aneh mulai menyelimutinya.


Angin seketika berubah arah, bahkan Raka Daksa bisa merasakannya. Dia membuat pemuda yang dicengkeramnya tersenyum tipis.


"Kau terlalu tertarik padaku hingga melupakan seseorang, Raka Daksa.." Xiao Shuxiang juga masih memegang Yīng xióng saat ini, pedangnya itu berdenyut dan seakan memberinya isyarat.


Di sisi lain, tanpa melepaskan Xiao Shuxiang dari tangannya--Raka Daksa menumpuk kekuatan dan melesatkan serangan besar dari mulutnya pada Lan Guan Zhi.


BLAAAAAR..!!


Dia berhasil mengenai lawan, tetapi justru penampakan aneh terlihat di hadapan matanya.

__ADS_1


!!


Ada cahaya putih dan sosok makhluk tercipta dari cahaya tersebut. Tubuh makhluk itu panjang dan memiliki ekor, terlihat berwarna putih dengan surai yang senada warna kulitnya. Tatapan matanya mengandung ketegasan dan sebuah kumis bagai cambuk di wajahnya nampak membuatnya semakin perkasa.


!!


Raka Daksa terkejut, matanya terbelalak. Namun belum hilang perasaan itu--suara geraman disertai lesatan dari makhluk itu membuatnya terdorong hingga tanpa sengaja dia melepaskan cengkeraman tangannya pada tubuh Xiao Shuxiang.


Koki Alkemis itu tidak jatuh, dia melayang di udara dengan tubuh diselimuti Qi. Punggungnya yang penuh bekas darah dan keringat menampakkan sebuah lukisan Phoenix yang seakan bergerak.


Serangan Lan Guan Zhi merupakan seluruh tenaga yang dia miliki saat ini. Shǎndiàn telah mengakuinya sebagai 'Tuan' dan mulai menampakkan roh-nya yang ternyata adalah seekor naga putih tanpa sayap.


Naga itu terbang ke langit dan melayang perlahan setelah menyerang Raka Daksa. Dia terlihat seperti hewan agung yang begitu mempesona dengan warna putihnya.


Mata Naga itu melirik ke bawah, dia pun melesat dan mulai mengelilingi Xiao Shuxiang. Dia bertatapan mata dengan manusia kecil tersebut dan saat pemuda itu melesatkan serangan dari ujung pedangnya naik ke udara--dengan cepat Naga itu terbang mengejarnya.


!!


Lesatan serangan itu berwarna merah keemasan dan saat berada pada titik tertentu--ia membentangkan sayapnya yang mana memperlihatkan seekor Phoenix Api.


Mata Xiao Shuxiang berkilat merah ketika Yīng xióng mulai diayunkan. Gerakannya seperti menggiring kedua makhluk besar itu untuk datang kepadanya dan dengan cepat menyatu.


!!


Roh Phoenix Api menyelimuti tubuh Naga itu dan membuat kulit makhluk tersebut berwarna hitam bagai batu yang dialiri lahar panas.


Matanya berwarna keemasan, namun mengandung kekejaman. Surai putih Naga itu masih ada, tetapi wajahnya berubah menjadi sosok yang ganas.


Raka Daksa melihat makhluk itu dan menggeram. Dia sama sekali tidak memperlihatkan ketakutan. Justru dirinya berteriak dan melesat dengan tubuh yang besar tersebut bersamaan saat lawannya juga ikut melesat.


Naga besar itu menyerang Raka Daksa dengan mengikuti pergerakan Xiao Shuxiang. Semakin lama.. Semangat yang memuncak membuat Koki Alkemis melampaui batasannya.


Inilah yang terakhir..!


Lan Guan Zhi terlihat bagai keluar dari tubuh Naga itu, dia melayang turun dan saat kakinya menapak di tanah--dirinya menggunakan Shǎndiàn sebagai penopang tubuh. Tatapan matanya seperti menyerahkan sisanya pada teman baiknya.


Di udara, dengan dua roh yang menyatu dan membentuk wujud seekor naga yang teramat ganas berselimut Api Phoenix--Xiao Shuxiang mengarahkannya tepat menuju monster itu.


!!


Serangan terbesar Raka Daksa keluar, tetapi justru serangan itu tidak mempan pada musuhnya. Dia bisa melihat mulut Naga itu terbuka lebar dengan sosok manusia di dalamnya.


"Tidak ada kata terakhir untukmu Raka Daksa..!!"


BLAAAAAAAR..!!


Puluhan petir kemerahan menyambar dengan kuat disertai ledakan yang teramat Dahsyat. Naga itu menggeram hebat saat melahap tubuh Raka Daksa hanya dengan sekali serangan.


Getaran pada tanah serta suara dari ledakan ini menggemparkan hingga mencapai seluruh tempat di Benua Tengah. Bersamaan dengan itu--kedua roh yang menyatu tersebut terbang ke langit dan memecah awan.


Suasana masih gelap, tetapi sekarang langit terlihat dihiasi ribuan bintang dan sebuah bulan yang bersinar hangat. Xiao Shuxiang tidak tahu berapa hari telah berlalu akibat kekacauan yang dilakukan oleh Scarlet Darah dan Partai Pedang Tengkorak--tetapi yang jelas, pertarungan ini berakhir di malam hari.


Yīng xióng tidak lagi bersinar redup, dia bahkan memanggil sarung pedangnya kembali. Hal ini membuat Xiao Shuxiang merasa bahwa Raka Daksa sudah benar-benar tiada sekarang ini.


Dengan perlahan, Xiao Shuxiang pun melayang turun. Wajahnya tidak memperlihatkan perasaan lega, justru begitu pucat. Pandangan matanya memburam dan dia berusaha keras memegang kuat pedangnya.


!!


"Shuxiang..?"


"Pergi.." suara Xiao Shuxiang lemah, dia memegang bahu Lan Guan Zhi dan mendorongnya. Urat-urat tipis kehitaman yang cukup banyak mulai terbentuk di seluruh tubuh termasuk leher dan wajahnya.


"Melenyapkan Raka Daksa.. Sebenarnya memperburuk keadaan Lan Zhi.." Xiao Shuxiang kembali memuntahkan darah, warna matanya yang sebelumnya merah kini memiliki warna hijau dengan pupil menakutkan seperti awalnya dia berubah.


"Pergilah Lan Zhi.. Pergi sejauh mungkin.."


"Apa maksudmu..?" Lan Guan Zhi menggenggam tangan teman baiknya. Dia melihat perubahan pada kuku jari tangan Xiao Shuxiang yang memanjang, runcing, dan kehitaman.


"Sebelum aku benar-benar kehilangan kendali, maka Pergilah! PERGI..!!"


Suara Xiao Shuxiang meninggi, dia mendorong teman baiknya tetapi justru Lan Guan Zhi memegang erat tangannya dan membuat mereka terjatuh bersama.


!!


Punggung Lan Guan Zhi menghantam tanah, dadanya ditekan oleh tubuh Xiao Shuxiang dan teman baiknya ini seperti sedang mengalami masalah serius. Dia mendengar suara geraman rendah dan suasana tiba-tiba saja menjadi tegang.


!!


Angin mengembuskan aura yang teramat jahat bersamaan dengan kemunculan sosok berpakaian serba hitam dan bertudung di udara.


Tangan sosok itu terulur dan hendak menapak punggung Xiao Shuxiang saat Lan Guan Zhi melihatnya. Dengan sekuat tenaga dia membalik posisi dan menjadi perisai untuk melindungi teman baiknya.


BAAAAAAM..!!


!!


Tapak itu menciptakan angin kejut bercampur debu tebal. Ketika pandangan mulai terlihat jelas--sosok bertudung dengan topeng rubah di wajahnya itu memperlihatkan warna mata yang merah.


Lan Guan Zhi membuka matanya saat merasakan punggungnya tidak terkena serangan. Seseorang hadir di sampingnya dan kemungkinan besar menahan tapak dari sosok bertudung itu.


!!


Lan Guan Zhi baru melihat ada tangan yang menyentuh dahi teman baiknya. Sebuah simbol bunga terbentuk di dahi Xiao Shuxiang bersamaan dengan urat-urat kehitaman pada wajahnya perlahan memudar.


Ada mata yang tajam sedang bertatapan dengan sosok bertudung hitam itu, jelas sekali bahwa ini bukan tatapan mata Lan Guan Zhi apalagi Xiao Shuxiang. Seorang pria dengan pakaian hitam kemerahan telah melindungi mereka.


"Menyerang seseorang dari belakang merupakan tindakan yang pengecut. Dan adalah sebuah kesalahan besar saat kau berani menyentuh Lan'Er Gege-ku."


!!


Suara itu, Lan Guan Zhi mengenalnya. Dia perlahan menoleh dan mulai melihat seorang pria yang sangat dia kenali. Sosok di sampingnya ini tidak lain adalah Bocah Pengemis Gila.


Pria itu bertatapan mata dengan sosok bertudung hitam. Bocah Pengemis Gila menahan serangan tapak dengan memakai tongkat bambu miliknya.

__ADS_1


Detik berikutnya, dia mengeluarkan Tenaga Dalam yang amat besar disertai dengan mantra penyegelan. Dia tidak melontarkannya dengan kata-kata, tetapi dampaknya membuat lawan terpental dan seketika meledak di udara.


BAAAAAM..!!


Suaranya amat keras. Tubuh sosok itu meledak dan menjadi semburan asap kehitaman yang perlahan memudar. Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas dan lalu mengusap dahinya.


Di sisi lain, warna mata Xiao Shuxiang kembali normal. Dia seperti mulai sadar dengan posisinya yang berada di bawah tubuh teman baiknya.


"Lan Zhi.."


Lan Guan Zhi mendengar suara Xiao Shuxiang, tetapi penglihatannya memburam hingga wajah teman baiknya tidak nampak jelas. Walau demikian, dia masih menanyakan kondisi temannya sekarang.


"Kau baik-baik saja, kan?"


"Kurasa.."


"Mn, baguslah.."


!!


Xiao Shuxiang terkejut ketika teman baiknya ambruk dan menimpanya. Dia baru merasakan bahwa seluruh tubuhnya begitu pegal dan sakit, apalagi sekarang semakin terasa ketika tubuh Lan Guan Zhi menimpanya.


"Lan.. Lan'Er..! Apa kau pingsan? Lan Zhi..!" Xiao Shuxiang menepuk pelan punggung teman baiknya, dia berusaha menyadarkan pemuda di atasnya ini namun tidak bisa.


Pandangan Xiao Shuxiang mulai mengarah pada pria yang masih memasang wajah serius. Di lantas memanggil pria itu walau suaranya terdengar lemah.


"Bocah Pengemis Gila..? Hei..! Tolong bantu aku.." Xiao Shuxiang berusaha mengatur napasnya, dia sulit bergerak apalagi mendorong tubuh teman baiknya menjauh.


Bocah Pengemis Gila yang sadar akan suara tersebut mulai menoleh yang mana langsung membuat mulut dan matanya terbuka lebar. "Aku Tidak Tahu Apa-Apa..!! Aku Sama Sekali Tidak Melihat Lan'Er Gege Menindihmu! Sungguh..!"


Pria itu menatap matanya, tetapi masih mengintip dari sela-sela jarinya. Suguhan di hadapannya jujur saja terlalu luar biasa untuk tidak dilihat.


"Bocah Pengemis Gila, kau jangan bercanda. Tolong.. Bantu aku..! Tubuh anak ini sangat padat dan berat sekali. Astaga.. Angkat dia cepat!"


"Aih, Shuxiang! Kau tadi menahan serangan monster itu dan sama sekali tidak mengeluh, kenapa baru sekarang? Padahal dibandingkan Lan'Er Gege, serangan monster itu jauh lebih kuat."


"Bocah Pengemis Gila..! Lan Zhi ini berat sialan!" Xiao Shuxiang baru akan menggunakan kakinya saat Bocah Pengemis Gila memberinya peringatan yang membuatnya terkejut.


"Xiang'Er, kalau kau banyak bergerak--kau bisa membangunkan 'sesuatu' yang terlarang dan aku tidak akan dapat menolongmu."


!!


Xiao Shuxiang menatap tajam ke arah Bocah Pengemis Gila dan dengan berat hati dia tidak lagi bergerak. Dirinya berusaha mengatur napas sambil menepuk-nepuk pelan punggung Lan Guan Zhi dan berharap temannya ini bisa sadar kembali.


"Lan'Er Gege tidak sadarkan diri, tapi dia tidak apa-apa.." Bocah Pengemis Gila ikut berbaring di samping Xiao Shuxiang, tatapan matanya memandang ke langit. "Aku rasa pertarungan di Benua Timur sudah menguras banyak tenaganya, ditambah dia masih harus membantumu melawan monster itu."


"Aah, kau benar.." suara Xiao Shuxiang pelan, dia tahu sudah banyak menyusahkan teman baiknya ini.


Bocah Pengemis Gila menoleh dan menatap pemuda di sampingnya sejenak sebelum kembali memadang langit, "Kekuatan yang tidak dapat kau kendalikan sekarang tersegel di dahimu. Kau dapat mengeluarkannya sedkit demi sedikit, mengendalikannya, atau terserah padamu. Sementara itu, Qian Kun tidak akan menganggumu selama beberapa tahun ke depan,"


"Kau punya kekuatan yang besar, kenapa tidak melakukannya sejak awal? Mungkin saja kau juga bisa mengalahkan orang itu,"


Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas saat mendengar ucapan Xiao Shuxiang, "Ini adalah segel yang hanya dapat dilakukan sekali pada satu orang. Aku menggunakannya sekarang karena melihat kekuatanmu sudah kembali, iya kan?"


!!


"Sembilan puluh sembilan persen. Dan sosok itu datang ingin menjadikannya genap seratus hingga aku meledak dan menjadi gila." Xiao Shuxiang merasakan kepalanya sakit. Akan sangat berbahaya bila hal tersebut sampai terjadi.


Bukan hanya Dunia Manusia, dia bahkan bisa membawa banyak kerusakan di dunia yang lain. Bahaya seperti ini--untunglah dapat dihindari.


"Kau menunggu sampai kekuatanku kembali untuk menggunakan segel ini, kan?" Xiao Shuxiang menoleh, di saat yang sama pria di sampingnya juga menatap ke arahnya.


"Yah, itu perjuangan. Aku harus sabar menunggu,"


"Hmph, tapi terima kasih. Kau benar-benar menyelamatkanku kali ini. Nyaris saja aku hampir membunuh Lan Zhi. Anak ini terlalu keras kepala, kusuruh dia untuk pergi--tapi dia justru ngotot tidak mau melepaskan tanganku."


"Aku juga heran padanya. Sebenarnya kenapa Lan'Er Gege begitu peduli padamu? Kau lakukan apa padanya hingga dia bersikap demikian?"


"Entahlah, aku juga tidak tahu. Awalnya kupikir karena dia seperti ini karena aku pernah menyelamatkan nyawanya, tapi kalau kuingat-ingat lagi.. Dia juga pernah menyelamatkan nyawaku. Bisa dibilang hutang itu sudah impas."


"…"


Bocah Pengemis Gila menatap Xiao Shuxiang. Pemuda itu sepertinya sudah tidak mengeluhkan posisinya yang tengah ditindih oleh tubuh Lan Guan Zhi--justru Xiao Shuxiang terlihat mengusap-usap pelan punggung teman baiknya dengan penuh kelembutan.


"Kurasa sekarang sudah berakhir.."


"Apanya?" Xiao Shuxiang menoleh, tatapan matanya bertemu pandang kembali dengan pria bertongkat bambu itu.


"Raka Daksa sudah lenyap, Partai Pedang Tengkorak juga sudah hancur. Sisa-sisa muridnya tewas dengan tubuh meledak, dan aku telah memberi Qian Kun itu pelajaran yang sangat berharga. Jadi.. Bukankah semuanya sudah berakhir?"


"Aku setuju dengan ucapanmu tentang Raka Daksa dan riwayat partainya. Tapi Qian Kun.. Aku merasa tidak yakin."


"Aku tahu, tapi sudah kukatakan bukan? Dia tidak akan mengganggumu selama beberapa tahun ke depan. Kau bisa menjalani hidup yang tenang.. Ehm.. Untuk.."


"Untuk sementara? Ha ha ha.. Baiklah, baiklah. Terima kasih bantuanmu Senior.." Xiao Shuxiang tertawa ringan, dia lantas menggelengkan kepalanya pelan dan lalu menatap langit.


".. Hidup tenang selama beberapa tahun, ya? Tapi sepertinya aku masih harus menyelesaikan beberapa hal sebelum menjalani ketenangan itu."


*


*


...* * * * * S E K I A N * * * * *...


-


-


-


Catatan Penulis :


Xiao Shuxiang Arc 4 (Terakhir) sudah selesai di sini. Tapi masih ada EXTRA PART-nya yah, sekaligus part CATATAN PENULIS tentang NOVEL ini dan Kelanjutannya. (⌒▽⌒)/

__ADS_1


Jika Teman-Teman ada pertanyaan seputar Novel ini bisa di tuliskan di kolom komentar, nanti 'Kami' akan rangkum dan jawab di kesempatan berikutnya. Arigatou Gozaimasu..! ( ´ ▽ ` )ノ



__ADS_2