
Pemuda dari Elf Cahaya yang berbicara dengan Nyonya Algen terkejut saat mendengar suara asing yang menimpali ucapannya.
Dia dan keempat temannya, serta para Elf yang hadir segera mengarahkan pandangan mereka pada seorang pemuda berambut putih yang baru saja menapak indah di tanah.
Pemuda ini berpakaian putih dengan jubah berwarna sedikit keemasan, sabuk pinggangnya berwarna cokelat keemasan yang memiliki corak awan.
Ikat rambut pemuda ini terbuat dari emas yang berbentuk layaknya kobaran api kecil. Warna matanya berbeda satu dengan yang lain dan ada dua garis biru di bagian pelipis sebelah kirinya.
Nyonya Algen juga terkejut, tetapi wajahnya segera berubah penuh kebahagiaan. Pemuda berambut putih ini tidak lain adalah Kaisar yang sudah lama dia tunggu.
"Yang Mulia,"
"Nona Algen, sudah lama tidak bertemu dan kau masih saja terlihat muda.."
Schönheit yang berjalan mendampingi Xiao Shuxiang nampak tersentak. Padahal Kaisarnya ini selalu salah menyebut namanya, tetapi begitu fasih menyebut nama Nyonya Algen, bahkan dapat mengenalinya dengan baik.
Banyak para Elf yang begitu terkejut melihat penampilan Xiao Shuxiang. Tidak ada aroma manusia yang mereka cium dari pemuda ini, dan telinga runcingnya tersebut jelas bukan milik manusia.
Xiao Shuxiang berjalan tenang dengan Schönheit di belakangnya. Dia sedikit melirik ke arah pemuda yang sudah berbicara dengan Nyonya Algen tadi, serta empat Elf yang sepertinya memang masih berusia muda.
Xiao Shuxiang dan Schönheit dapat mendengar ada beberapa Elf yang bertanya-tanya mengenai dirinya. Itu memang wajar karena mereka baru pertama kali melihat Xiao Shuxiang secara langsung.
Xiao Shuxiang menaiki tangga yang terbuat dari batu giok putih, dia perlahan mulai melihat tahta keagungan yang sebenarnya muat untuk tiga orang, tetapi itu adalah tempat duduknya seorang diri.
Tempat ini lebih tinggi dari yang lain, para Elf bahkan harus mendongak bila ingin melihatnya. Mereka jelas dapat terbang bila ingin sejajar, tetapi sepertinya tidak ada dari para Elf yang berpikiran untuk melakukan itu.
Xiao Shuxiang tidak duduk di tahta kebesarannya. Dia hanya memandangi Elf dari tiga wilayah dan lalu memperkenalkan dirinya pada para Elf muda.
".. Baru sehari tinggal di sini, dan sudah dua kali aku mendapati Elf berpenyakitan,"
Xiao Shuxiang dengan begitu ketus mengatakan bahwa pertama kali dia datang, para Elf juga bersikap angkuh. Tetapi kemudian mereka mulai menjadi keluarga tanpa mempedulikan dirinya yang berasal dari Dunia Manusia.
".. Dan sekarang, dunia yang kuanggap damai ini malah ternodai oleh makhluk angkuh seperti kalian. Jika tidak suka aku menjadi Kaisar, kenapa tidak maju dan coba rebut tahta ini dariku,"
"Yang Mulia..!"
Schönheit terkejut, dia baru ingin bicara namun Xiao Shuxiang menghentikannya. Pemuda berambut putih ini mengatakan bahwa para Elf muda akan terus berkelakuan seperti ini bila tidak diberi pelajaran.
".. Meski sebenarnya aku sangat ingin mematahkan sayap para Elf dan membuat organ dalam mereka berantakan, tetapi kau tenang saja.. Aku Kaisar tempat ini, jadi tidak mungkin Xiao Shuxiang akan bertindak kasar pada orang-orangnya sendiri,"
Xiao Shuxiang berbicara pelan sehingga hanya Schönheit yang mendengarnya. Dia lalu mengedarkan pandangan untuk melihat setiap rupa para Elf yang berasal dari Tiga Wilayah yang berbeda.
Xiao Shuxiang lalu berbicara cukup keras, dia mengatakan tidak pernah mau menjadi Kaisar tempat ini, para Elf-lah yang telah menunjuk dirinya.
Jadi, bila ada yang tidak suka atau ingin merebut Tahta darinya, maka silahkan saja.
".. Itu pun kalau kalian bisa,"
Beberapa Elf muda terlihat kesal kala mendengar nada suara Xiao Shuxiang yang seperti menantang mereka.
Hanya saja, para Elf lebih menjunjung tinggi menyelesaikan masalah secara lisan daripada melalui pertarungan.
"Aah~ jadi kalian ingin merebut tahtaku dengan cara pemilihan suara? Sayangnya aku tidak setuju. Biar kuberi tahu pada kalian, alasan mengapa makhluk rendahan ini menjadi seorang Kaisar,"
Xiao Shuxiang sepertinya ingin memberi sedikit pelajaran pada para Elf muda. Tanpa bergerak dari tempatnya berdiri, dia mulai merapalkan mantra yang membuat tanah di Dunia Elf bergetar.
Perlu diketahui bahwa para Elf sangat ahli dalam menggunakan sihir, sebuah kekuatan yang sebenarnya sedikit asing bagi kultivator di Benua Timur.
Sihir lebih menekankan pada kata-kata, hal ini membuat para Elf ahli dalam pertarungan jarak jauh. Xiao Shuxiang hanya tahu satu mantra sihir saja, dan itu adalah sihir yang memanggil Gunung Kaisar Langit.
Para Elf menunjuk Xiao Shuxiang menjadi Kaisar bukan karena mereka menyukainya, tetapi karena terpaksa.
Dunia Elf dapat musnah bila manusia tersebut mengayunkan Pedang Kaisar Langit, dan untuk mencegah hal itu mereka mengangkat Xiao Shuxiang.
Dengan cara tersebut, pemuda ini jadi mempunyai ikatan dengan mereka. Karena seperti yang diketahui, Kaisar adalah kedudukan yang paling tinggi bagi para Elf.
Jadi, mengangkat Xiao Shuxiang menjadi Kaisar berarti menyerahkan tanggung jawab pemeliharaan tempat ini padanya.
Hal itu akan membuat Xiao Shuxiang tidak mungkin merusak Dunia yang harus ia jaga. Meski sebenarnya, keputusan mau menerima atau tidak gelar 'Kaisar' tetap berada di tangan Xiao Shuxiang.
!!
Schönheit meminta pemuda berambut putih di sampingnya untuk berhenti. Xiao Shuxiang membuat 'Mana' di tempat ini menjadi tidak stabil dan juga membuat para Elf muda kesulitan menyeimbangkan tubuh serta tak mampu terbang.
"Yang Mulia, Tolong Hentikan..! Mereka masih anak-anak..!"
Hanya Nyonya Algen dan para Elf berusia seratus tahun ke atas yang dapat mengontrol 'Mana' dengan lebih baik sehingga masih bisa mempertahankan keseimbangannya, termasuk terbang.
Xiao Shuxiang tidak melafalkan sampai habis mantra untuk memanggil Pedang Kaisar Langit, dia segera menghentikan lafalannya saat melihat beberapa Elf muda tidak lagi memperlihatkan keangkuhan.
Dia memang hanya berniat menggertak para Elf itu sekaligus memberi mereka pemahaman bahwa dia adalah Kaisar yang terpilih.
Meski tubuh Xiao Shuxiang adalah pemuda yang sebentar lagi akan berusia 19 Tahun, namun usia dia yang sebenarnya jauh lebih tua. Mungkin karena ini jugalah dia tidak terpancing untuk mengayunkan Pedang Kaisar Langit.
__ADS_1
'Semakin tua usia seseorang, dia akan semakin bijaksana'.
Sebuah ungkapan yang sepertinya sedang terjadi pada Xiao Shuxiang sekarang ini. Dahulu dia adalah tipekal orang yang mudah tersulut emosi dan tak jarang langsung mengeluarkan usus perut seseorang yang membuatnya kesal, tetapi sekarang tidak lagi.
Xiao Shuxiang sebenarnya sedang berusaha menjadi manusia yang sedikit lebih baik, walau terkadang kedua tangannya masih sering gatal ingin merobek perut orang lain dan meremas organ dalamnya.
Telinganya juga entah sejak kapan tidak lagi mendengar suara jeritan pilu, padahal itu sudah seperti musik penenang bagi jiwanya.
".. Kalau terus memikirkannya, aku jadi ingin membantai mereka.."
Xiao Shuxiang menghembuskan napas pelan, dia mengusap-usap dadanya pelan sambil berusaha menenangkan diri.
"Schönheit, ayo selesaikan ini lebih cepat,"
!
Schönheit tersadar, dia lalu meminta para Elf untuk kembali duduk. Dia merasa harus memberi beberapa pelajaran pada para Elf yang berani menentang Kaisarnya, tetapi bukan sekarang. Dia akan melakukan itu nanti setelah upacara ini selesai.
Saat Xiao Shuxiang melakukan upacara 'Pertukaran Darah' di Dunia para Elf.. Perbaikan terus dilakukan di Dunia Manusia, tepatnya di Benua Timur.
Baru sehari Xiao Shuxiang dan Hu Li pergi, Yi Wen sudah merindukan mereka. Dia menemui Lan Guan Zhi beberapa kali di kamarnya dan melempari pemuda itu dengan puluhan pertanyaan karena merasa hanya pemuda inilah yang lebih dekat dengan Saudara Xiao-nya.
Yi Wen membuat hari menenangkan Lan Guan Zhi menjadi terganggu. Sepertinya tidak ada pilihan selain mengkuti kemauan gadis berambut sepanjang leher dan berpakaian ungu ini.
Lan Guan Zhi akhirnya menyerah, dia mengeluarkan bangau kertas yang sebelumnya telah diberikan oleh Xiao Shuxiang, dia lalu meminta Yi Wen untuk mengirim pesan memakai bangau tersebut.
"Tapi bagaimana caranya?"
"Bicara saja,"
Yi Wen meski masih bingung, namun dia tetap melakukan seperti yang dikatakan Lan Guan Zhi. Dia mengambil bangau kertas tersebut dan mulai berbicara seakan-akan dirinya sedang bicara dengan Saudara Xiao-nya.
Setelah kurang lebih lima menit berbicara, bangau kertas di tangan Yi Wen mulai mengeluarkan sinar redup berwarna putih. Bangau itu bergerak dan seperti mengepakkan sayapnya.
Hanya tiga kali kepakan dan bangau itu perlahan menghilang. Yi Wen bertanya pada Lan Guan Zhi tentang apa yang terjadi namun pemuda berseragam putih yang duduk di depannya ini hanya memintanya menunggu.
Bangau kertas Xiao Shuxiang dihuni oleh Api Biru kecil miliknya. Api ini seperti pendampingnya yang setia, dia akan menemukan Xiao Shuxiang di mana pun berada, termasuk saat pemiliknya ada di dunia lain.
Sama seperti Yīng xióng, Api Biru kecil Xiao Shuxiang juga mempunyai pemikirannya sendiri.
Hanya saja, kekuatan dari Api Biru kecilnya dapat meningkat seiring dengan bertambah kuatnya Xiao Shuxiang.
Tetapi ketika pemiliknya terluka parah atau tiba-tiba melemah, maka Api Biru tersebut tidak terpengaruh.
Sebenarnya, Alkemis muda tersebut tidak yakin bangau kertas yang dia titipkan pada Lan Guan Zhi dan Yang Shu dapat pergi ke Dunia Elf. Tetapi yang terjadi sekarang membuatnya kaget.
Setelah melakukan upacara 'Pertukaran Darah', Xiao Shuxiang mulai mengurus sepuluh tumpukan kertas yang menggunung di dalam sebuah perpustakaan besar di istana miliknya.
Lima hari bekerja dan Xiao Shuxiang baru menyelesaikan 15 lembar kertas. Semua yang tertulis di tumpukan kertas ini adalah laporan yang ditulis Schönheit dan rekan-rekannya selama Xiao Shuxiang pergi dari Dunia Elf.
Schönheit meminta Kaisarnya untuk membaca laporan tersebut dan membubuhkan pendapatnya bila ada yang tidak sesuai. Bisa dibilang, Xiao Shuxiang diminta untuk mengetahui kondisi Dunia Elf saat dirinya pergi.
Xiao Shuxiang baru saja ingin membakar semua tumpukan kertas di depannya, saat dia kedatangan tamu yang tak lain adalah bangau kertas miliknya.
Xiao Shuxiang tidak tahu bagaimana teman kecilnya ini bisa sampai kemari, namun melihatnya membuat dia mengerti bahwa ada kemungkinan untuknya pulang.
"Saudara Xiao. Ini aku, Yi Wen. Kau saat ini sudah sampai di mana? Bagaimana keadaanmu? Banyak yang menanyakanmu di sini.."
Xiao Shuxiang dapat mendengar suara Yi Wen dari bangau kertas di depannya. Saudara seperguruannya itu mengatakan sedang mendalami cara membuat racun, dia telah berhasil membuat apel yang lebih beracun dari sebelumnya dan itu dia lakukan dengan kerja keras tanpa henti.
".. Aku membuatkannya untukmu, jadi kau harus mencobanya Saudaraku,"
Xiao Shuxiang mendengus pelan, dia mendengarkan setiap keluh-kesah Yi Wen hingga selesai. Benar-benar tidak disangka, ada gadis yang begitu ingin menikah dengannya dengan maksud membunuh dirinya.
Xiao Shuxiang mulai membalas pesan dari Yi Wen, dia berkata baik-baik saja dan sedang bergulat dengan ratusan kertas. Dia meminta Yi Wen untuk tidak mengkhawatirkan dirinya.
".. Kau perlu belajar lagi membuat racun. Terakhir kali aku memakan apel beracunmu, sama sekali tidak mematikan. Kau juga harus belajar membuat penawarnya, kasihan nanti para kelinci percobaanmu.."
Xiao Shuxiang juga memberi pesan pada Lan Guan Zhi untuk mengirimkannya berita tentang kondisi di Benua Timur. Dia tidak dapat pulang untuk sekarang dan tidak tahu kapan bisa pulang.
Setelah selesai mengatakannya, bangau kertas tersebut kembali mengepakkan sayapnya dan lalu menghilang.
Datangnya burung kertas buatannya ke Dunia Elf membuat Xiao Shuxiang jadi bersemangat untuk mengembangkan Jurus Cermin Pemindah miliknya.
Setiap lima hari sekali, Xiao Shuxiang selalu mendapat pesan dari teman-temannya di Dunia Manusia. Dia juga mendapat pesan dari Lan Guan Zhi meski hanya beberapa kalimat saja.
17 hari di dunia asing membuat Xiao Shuxiang mulai akrab dengan para Elf. Ada dua hari dalam seminggu di mana Xiao Shuxiang menghentikan pekerjaannya di perpustakaan untuk dapat keluar menghirup udara segar.
Dia ditemani oleh Schönheit dan Eins untuk menyapa para Elf serta Demonic Beast yang ada. Tujuh belas hari adalah waktu yang menenangkan tanpa harus melihat atau bahkan terlibat dalam pertarungan.
Xiao Shuxiang tidak bersantai-santai di Dunia Elf, karena setiap malam dia berusaha keras mendalami karakteristik Jurus Cermin Pemindah miliknya.
Setiap pagi dan sore hari, dia juga selalu berlatih memainkan Seruling Giok Putih. Tidak adanya roh dalam pusaka langit ini.. Membuat Xiao Shuxiang gampang mempelajarinya.
__ADS_1
Dia bahkan dapat membuat lagu hasil karyanya sendiri dari berlatih memainkan Seruling Giok Putih. Walaupun dirinya lebih menyukai lagu 'Ketenangan' yang diajarkan Patriarch Lan.
Para Elf ternyata suka mendengar lagu yang dimainkan Xiao Shuxiang. Setiap pagi dan sore hari mereka selalu berkumpul untuk mendengar Kaisar bermain seruling, entah mereka sadar atau tidak saat melakukan ini.
Tidak ada lagi yang menentang Xiao Shuxiang. Para Elf yang sebelumnya sangat tidak suka padanya.. Menjadi orang-orang yang selalu berjalan di sampingnya.
Sebenarnya, para Elf adalah makhluk yang baik, bahkan sangat baik. Bila mereka tidak suka dengan sesuatu, mereka akan langsung mengatakannya, begitu juga dengan sebaliknya.
Elf tidak bisa menyembunyikan isi hatinya seperti manusia, karena itulah Xiao Shuxiang mendapat banyak pelajaran setiap hari saat bersama dengan para Elf ini.
Tidak ada Elf yang saling menutupi perasaan, mereka mengungkapkan hal yang disukai dan tidak secara langsung. Dan yang lebih penting, Elf adalah makhluk yang tahu cara mendengarkan.
Perbedaan pendapat tentu selalu terjadi saat sebuah kelompok mendiskusikan suatu, begitu juga dengan para Elf.
Tidak jarang mereka bahkan bisa sampai berdebat, tetapi tak pernah menimbulkan permusuhan. Para Elf makhluk yang berpikiran terbuka, mereka mau menerima dan mendengarkan pendapat.
Tidak ada Elf yang dihakimi saat pendapatnya tidak benar, jelas bila manusia dapat seperti ini, mungkin dunia akan jauh lebih baik.
Xiao Shuxiang meski memiliki kedudukan yang tinggi di Dunia Elf, dirinya tidak pernah merasa selalu benar. Bahkan, dia berani mengakui kesalahannya.
Xiao Shuxiang sebenarnya tidak merasa nyaman duduk di tahta kebesarannya yang begitu dingin dan sepi, dia lebih menyukai berjalan-jalan serta menunggangi Eins yang berubah menjadi seekor naga putih.
Beberapa Elf Bulan dan Elf Cahaya selalu datang ke istana untuk bertemu dengan Xiao Shuxiang, mereka hanya menyapa dan sekedar menanyakan kabar Sang Kaisar. Sepertinya, Xiao Shuxiang sudah sangat diterima dengan baik di tempat ini.
Hu Li selalu dikeluarkan saat Xiao Shuxiang hanya bersama Eins di kamarnya atau saat dirinya mandi di Pohon Lindungan Awan.
Beberapa Elf masih diam-diam mengintip Xiao Shuxiang mandi, hal yang membuat mereka penasaran adalah lukisan Phoenix Api di tubuh Sang Kaisar yang akan muncul bila terkena air.
Lukisan Phoenix tersebut selalu bergerak dan seakan mengisyaratkan bahwa dia makhluk hidup.
Hari ke 22, bangau kertas kembali datang saat Xiao Shuxiang dan Hu Li sedang mengusap-usap Eins yang berubah menjadi naga putih di dalam kamar Kaisar.
Suara yang keduanya dengar berasal dari Jing Mi, Hou Yong, Xiao Lu, Feng Ying, Zong Ming, dan Ying Liu. Teman-teman mereka rupanya sedang menggelar Festival 1000 Lentera, meski Benua Timur masih dalam perbaikan, namun tradisi tetap dijalankan.
".. Saudara Xiao, selamat ulang tahun."
"Saudaraku, kau jaga dirimu baik-baik di sana. Cepatlah pulang saat misimu selesai, kami merindukanmu.."
"Xiao'Er, Jing Mi benar. Kau harus cepat pulang, adik ipar dan anakmu menunggu di sini. Aku benar-benar akan menikahkan adik ipar bila kau tidak cepat pulang,"
!!
Hu Li tersentak saat mendengar suara Xiao Lu. Kapan Tuannya punya anak? Dan siapa adik ipar yang dimaksud Kakak dari Tuannya ini?
"Tuan Muda Xiao, apa Nona Ling melahirkan anakmu?"
"Hu Li, kau tidak waras. Bagaimana mungkin Kucing Putih punya anak dariku, memegang tangannya saja sangat jarang kulakukan. Kau ini,"
Hu Li mengangguk pelan, bila bukan Ling Qing Zhu, maka pasti Lan Guan Zhi. Dia adalah satu-satunya orang yang dianggap memiliki hubungan terlarang dengan Tuan Mudanya.
"Aku rasa juga begitu. Aih, dasar gadis cerewet.. Aku ingin sekali menampar bokongnya,"
Xiao Shuxiang mulai membalas pesan dari teman-temannya. Dia pertama-tama langsung mengomeli Xiao Lu, tidak boleh ada yang bicara sembarangan tentang Lan Guan Zhi.
".. Kau jangan menyebarkan berita tidak benar. Aku dan Lan Zhi hanya berteman, jadi jangan menggodanya terus. Lan Zhi, kawan, jika kau mendengarku.. Tolong tampar bokong gadis cerewet itu dengan keras,"
Xiao Shuxiang lalu menegur Feng Ying, usianya memang sudah menginjak 19 Tahun, tetapi ini bukan hari kelahirannya. Hu Li juga ikut berbicara, selama sekitar sepuluh menit dia dan Tuannya membalas satu persatu pesan dari teman-teman mereka.
Bangau kertas kembali menghilang saat Xiao Shuxiang dan Hu Li telah selesai berbicara. Keduanya hanya perlu menunggu balasan lima hari lagi.
Menyelesaikan pekerjaannya yang ditinggal pergi selama lebih dari seratus tahun bukanlah hal mudah bagi Xiao Shuxiang. Beruntung Schönheit dan Eins selalu menemaninya hingga dia tidak merasa bosan.
Butuh waktu 2 Tahun sampai Xiao Shuxiang menyelesaikan membaca laporan dari Schönheit dan menunaikan tugasnya yang ditinggal.
Waktu tersebut adalah singkat dan luar biasa menurut Xiao Shuxiang. Padahal dirinya merasa tugasnya baru akan selesai lima sampai sepuluh tahun lagi.
Sebenarnya, andai kata dirinya harus tinggal lima sampai sepuluh tahun di Dunia Elf.. Xiao Shuxiang pasti akan menolak. Dia kemungkinan akan pergi secara tiba-tiba lagi.
Dalam waktu dua tahun, Xiao Shuxiang telah berhasil mengembangkan sedikit Jurus Cermin Pemindahnya. Walaupun jurusnya ini hanya dapat menghubungkan Dunia Elf dengan Dunia Manusia, tetapi itu sudah cukup untuk sekarang.
***
-
-
-
Catatan Penulis :
Bila ingin mendengar ilustrasi dari suara seruling Xiao Shuxiang, bisa kunjungi
ig : @hamtaro_dasha
__ADS_1