
Xiao Shuxiang dibawa ke sebuah ruangan yang begitu mewah, terlihat jelas bahwa ruangan ini digunakan untuk menerima tamu penting.
Seorang pria pendek, berambut putih dengan kumis tipis memberi salam kepada Xiao Shuxiang sambil memperkenalkan namanya.
Pria ini bernama Thian Zai, alasannya hormat kepada Xiao Shuxiang adalah karena dia tidak bisa membaca tingkat praktik anak tersebut.
Bukannya membaca tingkat praktik Xiao Shuxiang, Thian Zai malah merasakan aura misterius yang seperti tertidur di dalam tubuh anak laki-laki ini.
"Aku tidak suka membuang waktu, kedatanganku kemari untuk menjual beberapa pil padamu,"
!!
Suara Xiao Shuxiang begitu serius dan terdengar tegas. Entah kenapa, Thian Zai merasa ciut berhadapan dengan Xiao Shuxiang, dia tidak pernah mengalami hal semacam ini sebelumnya.
Xiao Shuxiang mengeluarkan dua botol giok putih sambil menjelaskan pil apa saja yang ada di dalamnya. Dia mengatakan pil tersebut bisa diuji terlebih dahulu.
Transaksi keduanya berlangsung cukup lama, semuanya dikarenakan pil buatan Xiao Shuxiang yang unik dan berbeda dari pil pada umumnya.
Thian Zai meneteskan air mata saat mencoba salah satu pil buatan Xiao Shuxiang. Kejadian ini membuat Xiao Shuxiang dan Nona Cantik tercengang.
"Maafkan aku, Tuan Muda. Tapi rasa pilmu mengingatkanku pada masakan buatan ibuku,"
Xiao Shuxiang tersenyum canggung, dia mengusap dada sambil mengembuskan napas lega. Syukurlah pil itu bukan salah satu pil aneh buatannya.
Jing Mi dan teman-temannya duduk di lantai sambil bertopang dagu, mereka menunggu kedatangan Xiao Shuxiang sambil melihat orang yang berlalu-lalang.
Sudah lima kali Jing Mi dan teman-temannya hampir diusir. Kalau bukan karena melihat pedang di tangan mereka, mungkin Jing Mi dan yang lainnya sudah di tendang keluar. Mengingat pakaian anak-anak tersebut adalah pakaian lusuh dan tingkah mereka yang tidak wajar.
Ro Wei berseru saat melihat Xiao Shuxiang berjalan ke arah mereka bersama dengan seorang pria tua.
"Saudara Xiao..!"
Xiao Shuxiang menggeleng pelan, teman-temannya seperti menganggap tempat ini sebagai rumah mereka. Dia meminta agar Jing Mi dan yang lainnya tidak berisik.
Thian Zai dengan bantuan tiga orang pegawainya----berusaha melayani Xiao Shuxiang dan teman-temannya dengan baik.
Kehadiran Xiao Shuxiang dan teman-temannya, membuat tempat Thian Zai ramai. Para pelanggan yang berasal dari berbagai kalangan tidak bisa lepas pandangan dari kesembilan anak yang dilayani langsung oleh Thian Zai.
Yi Wen dan Ro Wei membuat dua pegawai Thian Zai kebingungan, mereka meminta Yi Wen dan Ro Wei berbicara dengan pelan.
"Kakak, kau gambar saja seperti yang kami kataka dan buat sebagus mungkin..!" Yi Wen begitu semangat menjelaskan detail seragam Sekte Kupu-Kupu yang telah disepakati bersama saudara-saudaranya.
Sementara itu, Xiao Shuxiang dan yang lainnya sedang mencari senjata pusaka terbaik milik Thian Zai. Mereka di bawa ke lantai dua, Xiao Shuxiang membeli pedang terbang karena desakan Jing Mi dan Hou Yong.
"Kita tidak butuh yang terlalu bagus, karena aku akan mengajari kalian cara terbang tanpa memakai pedang. Jadi, ambil yang ini saja..." Xiao Shuxiang menyerahkan pedang yang memiliki sarung bercorak gelombang angin kepada Jing Mi dan Hou Yong.
"Saudaraku, kau serius dengan ucapanmu tadi?"
"Tentu saja, tapi tergantung tingkat praktik kalian. Ayo, ke sana..!" Xiao Shuxiang memilih mencari senjata pusaka yang cocok untuknya, dia meminta Thian Zai menunjukkan pedang pusaka terbaiknya.
"Tuan Muda, pedang yang kau lihat ini bernama Pedang Harimau Bulan, terbuat dari taring Demonic Beast terlangka di Benua Timur.."
!!
Xiao Shuxiang, Jing Mi dan teman-temannya tersentak saat Thian Zai menjelaskan salah satu koleksi pusakanya.
"Saudaraku, Lan Xiao bukannya.." Jing Mi langsung merapatkan mulutnya saat Xiao Shuxiang menatapnya, dia merasa saudaranya tidak ingin dirinya membicarakan apa pun tentang Harimau Bulan.
Xiao Shuxiang meminta Thian Zai menjelaskan pedang pusaka lainnya. Feng Ying merengek dan meminta Xiao Shuxiang membelikannya pedang besar yang lebih tinggi dari dirinya.
__ADS_1
"Kau tidak akan bisa mengayungkannya," Hai Feng dan Bao Yu mencoba memberi penjelasan pada Feng Ying.
Pada akhirnya, tidak ada senjata yang benar-benar sesuai dengan keinginan Xiao Shuxiang. Dia hanya membeli pedang yang dibutuhkan dirinya dan teman-temannya.
Meski demikan, kesemua pedang itu adalah Pusaka Tingkat Tinggi yang fungsi dan kekuatannya sama dengan Pedang Terbang milik Sekte Pedang Langit.
"Tuan Muda, semua pesananmu sudah ada dalam cincin ini. Tetapi untuk pakaian, kami membutuhkan dua hari untuk menyelesaikannya.." Thian Zai menyerahkan Cincin Spasial kepada Xiao Shuxiang.
"Itu tidak masalah. Dua dari temanku akan datang kemari dan mengambilnya, sekaligus membawakan pil yang kujanjikan. Terima kasih, Paman Thian."
Xiao Shuxiang dan teman-temannya memberi hormat. Mereka lalu melanjutkan perjalanan untuk membeli bibit tanaman serta barang lainnya.
Jing Mi bertanya harga pil milik Xiao Shuxiang, sebab setiap barang yang dibeli saudaranya di tempat Thian Zai bukanlah barang murah.
Xiao Shuxiang tidak ingin memberi tahu Jing Mi, dia juga awalnya sangat terkejut dengan harga yang disebutkan Thian Zai. Xiao Shuxiang tidak menyangka bahwa menjadi seorang Alkemis dapat membuatnya sekaya ini.
Satu pil kualitas rendah milik Xiao Shuxiang sama dengan dua butir pil kualitas menengah. Kemurnian pil Xiao Shuxiang bahkan melebihi kemurnian pil pada umumnya.
Xiao Shuxiang mengetahui hal itu, sebab tanaman yang digunakannya untuk membuat pil adalah tanaman berusia tua.
Setelah melengkapi semua keperluan mereka, Xiao Shuxiang dan teman-temannya segera melesat menuju Sekte Pedang Langit dengan tujuan mengembalikan pedang yang mereka pinjam.
Jing Mi dan teman-temannya belum bisa menjemput Yang Shu, mereka masih harus membenahi Sekte Kupu-Kupu agar layak di huni.
Saat mereka pulang kembali, Xiao Shuxiang, Jing Mi dan saudara-saudaranya kembali melanjutkan pekerjaan. Kali ini mereka membuat perabot seperti kursi dan meja.
Ro Wei, Bao Yu dan Feng Ying langsung pergi ke halaman belakang untuk menanam bibit yang mereka beli. Sementara Zhi Shu dan Yi Wen merapikan bagian dalam bangunan.
"Saudara Jing, kalian bisa melanjutkan ini, kan? Ada yang harus kulakukan.." Xiao Shuxiang segera berjalan pergi dan mengikuti salah satu tikus pengikut Ping Gou.
"Saudara Xiao..?!" Jing Mi belum menanyakan kepergian Xiao Shuxiang, saudaranya itu memang suka sekali pergi begitu saja.
Xiao Shuxiang mengeluarkan tiga api biru kecilnya, terlihat api tersebut melayang-layang di sekitar Xiao Shuxiang dan menjadi penerang bagi langkahnya.
Xiao Shuxiang seperti berjalan di sebuah terowongan besar nan gelap, banyak lubang-lubang kecil di sekelilingnya. Lubang ini setidaknya di isi oleh beberapa ekor tikus kecil.
Dia akhirnya sampai ke tempat Ping Gou, bagian paling terdalam dari terowongan ini. Ada sebuah dipan giok hitam dan Ping Gou nampak tertidur di atasnya.
Ping Gou membuka mata, ketika menyadari kehadiran Xiao Shuxiang. Dia lalu turun dari dipan dan segera menghampiri anak laki-laki tersebut.
"Apa kau sudah mendapatkan yang kuminta?"
Ping Gou mengeluarkan suara decitan, beberapa tikus mulai keluar dan membawa sebuah gulungan yang diberikan kepada Xiao Shuxiang.
Xiao Shuxiang membaca isi gulungan tersebut, dia tersenyum karena Ping Gou melaksanakan tugasnya dengan baik.
"Aku akan memberimu hadiah kecil."
Xiao Shuxiang menarik pedangnya, dia lalu melukai tangan kirinya hingga berdarah. Xiao Shuxiang lalu meneteskan darahnya tepat ke dalam mulut Ping Gou.
Dalam tiga tarikan napas, tubuh Ping Gou mengalami perubahan. Ekornya yang berwarna perak berubah menjadi merah dengan bulu tebal putih di ujungnya.
Bulu-bulu perak di kedua sisi Ping Gou berubah warna menjadi hitam, bagian atas tubuh dan perutnya berwarna putih. Ping Gou kini menjadi Demonic Beast berusia 3000 tahun, di mana pada usia ini... Ping Gou dapat berbicara bahasa manusia.
"Tu-Tuan.."
Suara Ping Gou terdengar seperti anak kecil. Dengan terbata-bata, Ping Gou terus menyebut Xiao Shuxiang sebagai tuannya.
Xiao Shuxiang menyuruh Ping Gou untuk semakin melatih bicaranya, dia lalu berjalan keluar dan menemui teman-temannya.
__ADS_1
Xiao Shuxiang berniat memberikan gulungan yang didapatnya dari Ping Gou kepada teman-temannya, tetapi sebelum itu dia harus memberi beberapa latihan pada mereka.
Butuh waktu dua hari agar semua perabot di dalam ke-empat bangunan lengkap, mereka juga telah mendapatkan seragam baru yang telah dipesan sebelumnya.
Yi Wen dan Ro Wei begitu senang, seragam yang terlihat seperti sayap kupu-kupu dengan warna berbeda nampak sesuai dengan keinginan mereka.
Xiao Shuxiang tidak terlalu peduli dengan corak pada seragamnya, yang terpenting seragam ini nyaman, kuat dan berwarna gelap.
"Berhenti memandangi seragam kalian, lihat kemari dan dengarkan aku..!"
Jing Mi, Hou Yong, dan saudara-saudaranya mulai menatap Xiao Shuxiang. Mereka mendengarkan ucapannya dengan serius.
Xiao Shuxiang mengatakan sudah saatnya dia memberi latihan pada Jing Mi dan yang lainnya.
"Setelah latihan ini selesai, ada tugas yang harus kalian lakukan.."
Jing Mi bertanya-tanya, namun Yi Wen mengatakan padanya untuk menuruti Xiao Shuxiang saja.
"Dia adalah murid didikan langsung dari Patriarch Ketiga, jadi tidak perlu banyak bertanya." Ucap Yi Wen setengah berbisik.
Xiao Shuxiang, selama seminggu penuh melatih teman-temannya bermain pedang serta berburu Demonic Beast di Gunung Induk.
Kekompakan kedelapan anak ini semakin terasah, Xiao Shuxiang menjadi tahu bakat masing-masing temannya.
"Mereka memang pantas menjadi Pewaris dari Delapan Pedang," Dia menyeru teman-temannya untuk berhenti sejenak.
Xiao Shuxiang kemudian meminta Jing Mi dan yang lainnya bertarung melawan dirinya. Sambil menarik pedangnya, dia memberi penjelasan bahwa mereka berdelapan harus menyerangnya sekuat tenaga.
".. Kalian harus menyerangku dengan niat membunuh. Jika tidak, kalian yang akan mati..!"
Setelah berucap, Xiao Shuxiang langsung melesat dan menyerang teman-temannya sekuat tenaga. Jing Mi bisa merasakan pedangnya retak saat menangkis serangan Xiao Shuxiang.
!!
Yi Wen dan Bao Yu terkejut, pedang Jing Mi merupakan Pedang Pusaka Tingkat Tinggi. Bisa retak hanya dengan satu serangan Xiao Shuxiang, bukankah harusnya mustahil?! Apalagi Xiao Shuxiang sama sekali tidak menyelimuti pedangnya dengan Qi.
TRAANG!
BAAAM!
Hai Feng dan Yi Wen terlempar sampai menabrak pepohonan, kerjasama mereka benar-benar dikacaukan oleh serangan Xiao Shuxiang yang terkesan liar.
"Kalian Semua Lemah..! Cepat Berdiri..!"
Zhi Shu dan Hou Yong langsung melesat dan menyerang Xiao Shuxiang sambil saling membantu. Jing Mi dan yang lainnya juga ikut menyerangnya.
Suara benturan pedang, pohon yang tumbang serta debaman keras terus mengalun meriah sepanjang hari.
Tidak ada waktu istirahat yang diberikan Xiao Shuxiang pada teman-temannya. Dia beberapa kali memberi sayatan dan luka serius pada siapa pun yang tidak bisa menangkis serangan miliknya.
Jika ada temannya yang terluka parah sampai hampir mengembuskan napas terakhir, Xiao Shuxiang langsung memberikan Pil Napas Naga buatannya.
Inilah yang di sukai Xiao Shuxiang dari belajar Alkemis, dia bisa sedikit lebih serius bertarung tanpa perlu takut lawannya menemui ajal, apalagi jika lawannya ini adalah teman-temannya sendiri.
"Tubuh Kalian Sebesar Ini, Tapi Belum Bisa Menang Melawanku..? Dasar Pengecut..!"
Ro Wei dan Jing Mi mengalirkan Qi pada pedangnya, diikuti oleh Hou Yong dan yang lainnya. Mereka lalu membentuk formasi baru dan menyerang Xiao Shuxiang.
***
__ADS_1