XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
298 - Pengakuan II


__ADS_3

Pemuda berpakaian hitam tersebut menderita banyak luka di tubuhnya, pipi sebelah kanannya hancur dan lengan kirinya sudah tidak ada. Belum lagi darah mengucur dari kepalanya, tetapi tetap saja pemuda itu masih bisa tertawa dan berdiri kembali.


!!


"Si-Siapa sebenarnya pemuda itu?!"


"Sialan, terima seranganku..!"


Salah satu pendekar kembali melakukan serangan penghabisan, efek serangannya berhasil membuat darah memuncrat pada dada Xiao Shuxiang. Jing Mi, Xiao Lu, dan Hou Yong nampak berseru memanggil nama saudara mereka.


Melihat Wali Pelindung Ling Qing Zhu masih berdiri.. Seorang kultivator yang praktiknya berada di tingkat Langit memberi serangan dengan hanya satu jari telunjuknya.


Pusaran angin melesat seperti anak panah dan tepat mengenai bagian samping kiri kepala Xiao Shuxiang hingga menembus ke dalam tengkoraknya. Xiao Lu dan Jing Mi ingin melompat turun namun keduanya ditahan oleh Yi Wen.


"Kalian tidak boleh mengacaukan pertarungan Saudara Xiao," suara Yi Wen terdengar dingin. Di saat seperti ini.. Siapa pun yang berani tidak mengindahkan peringatannya, maka dada orang tersebut akan berlubang.


Nyawn!


Lan Xiao juga memperhatikan Xiao Shuxiang, namun dirinya sama sekali tidak nampak gelisah. Lan Guan Zhi yang memangkunya hanya mengepalkan tangan sambil memperhatikan setiap wajah orang yang telah menyerang temannya sampai separah itu.


"Apa masih ada lagi yang mau mencobanya? Selagi aku masih baik, maka coba tebas kepalaku,"


!!


Rasanya tidak bisa dipercaya, pemuda yang harusnya sudah mati masih mampu bicara dengan normal. Seakan sakit yang dia derita tidak ada apa-apanya.


"Ini tidak mungkin..! Apa dia Immortal?!"


"Dia seperti monster..!"


Xiao Shuxiang dapat melihat dengan jelas raut wajah terkejut para pendekar dan kultivator.


Dia sendiri bisa merasakan betapa dinginnya udara yang memasuki dadanya, dan dirinya dapat merasakan darahnya mengucur keluar.


Salah satu pendekar tanpa peringatan terlebih dahulu, langsung melayangkan serangan tak terelakkan ke arah Xiao Shuxiang.


Tindakannya membuat tanah retak sekaligus menciptakan debaman di sertai angin berdebu yang cukup pekat.


Pendekar tersebut bernama Gong Zitao, dia merupakan putra sulung dari keluarga Gong yang terkenal dengan bisnis perdagangannya. Dirinya juga adalah salah satu dari murid Luar Sekte Pagoda Langit.


"Ling Qing Zhu hanyalah milikku. Akulah satu-satunya yang pantas menjadi pendampingnya,"


Wajah Gong Zitao seperti orang yang telah memenangkan pertarungan, dia mulai melirik beberapa kultivator dan pendekar yang akan dia targetkan selanjutnya.


Bukan hanya Gong Zitao yang berpikiran demikian, tetapi juga pendekar dan kultivator yang lain.. Khususnya mereka yang berasal dari Aliran Hitam.


Senyum penuh kemenangan karena telah menghabisi Wali Pelindung yang begitu sombong tersebut tiba-tiba saja membeku.


?!


Mereka melihat cahaya merah giok dan kuning emas dari balik angin berdebu, detik berikutnya sebuah suara lengkingan keras terdengar bersamaan dengan seekor burung Phoenix melesat ke langit.


!!


Semua tatapan mata mengarah pada roh Phoenix tersebut. Sayap lebar dengan tatapan mata yang tajam. Tubuh yang berselimut api, seakan-akan dapat mengubah siapa pun menjadi debu hanya dengan sekali kepakan saja.


"Bukan dia yang harusnya kalian waspadai..!"


!!


Raksa Geni terkejut ketika mendapat serangan yang tiba-tiba dari Xiao Shuxiang. Lawannya terlihat dalam keadaan baik, bahkan lengan kiri yang jelas telah putus kini tumbuh kembali.


"Kau ini sebenarnya apa?!"


"Tentu saja laki-laki,"


Xiao Shuxiang memberi tendangan yang kuat pada Raksa Geni hingga pedang besar milik lawannya retak. Dia lalu melawan pendekar yang lain dan kali ini adalah gilirannya melakukan serangan.


"Teknik Pernapasan Api.. Lesatan Phoenix Api..!"


Roh Phoenix milik Xiao Shuxiang meluncur turun dan menyelimuti tubuh pemiliknya, detik berikutnya dia melesat dari arah pedang pemuda berambut panjang tersebut dan menyerang siapa pun yang ada di depannya.


BAAAM!


Lima orang pendekar langsung hangus di tempat dengan posisi berdiri, mereka tidak sempat menghindar dari serangan kejut barusan.


Pertarungan kembali terjadi, kali ini Xiao Shuxiang tidak membiarkan serangan lawan memberinya luka.


CRAASH!


Bertarung melawan banyak orang sama sekali tidak menyulitkan Xiao Shuxiang, malahan dirinya diuntungkan dalam hal ini, dia jadi bisa menyerang ke berbagai arah secara liar.


"Awas kepala!"

__ADS_1


"Kau berbohong,"


Xiao Shuxiang melompat naik dan memberi tendangan pada seorang pendekar yang mencoba mengacaukan konsentrasinya.


Bukan kepala yang diincar pendekar itu, tetapi kaki Xiao Shuxiang. Merasa tidak berhasil melakukan tipuan, dirinya kembali menggunakan cara lain.


TRAANG!


"Ajian Cakar Rajawali..!"


BAAAM!


Seorang pemuda berdecak kesal saat serangannya tidak mengenai Xiao Shuxiang dan malah menghantam tanah. Dirinya mengepalkan tangan erat dan kembali menyerang pemuda tersebut.


Xiao Shuxiang menargetkan lima orang, dua diantaranya merupakan kultivator yang praktinya berada di Master Foundation tingkat Emas merah.


Dia membentuk Segel Cermin Pemindah pada memakai tangan kiri miliknya, detik berikutnya dia melesat memasuki cermin tersebut dan muncul di belakang target dengan Pedang Pemenggal yang terayun kuat.


AAAKH..!


CRAASH!


Xiao Shuxiang menebas lawannya menjadi sembilan bagian. Dia juga mendapat serangan dari kultivator tingkat Grand Master namun berhasil ditangkis.


"Usia kalian masih terlalu bocah untuk menantang Xiao Shuxiang..!"


TRAANG!


Xiao Shuxiang menggunakan Teknik Pernapasan Api, dia membuat Roh Phoenixnya bangkit dan langsung melesat cepat hingga membakar beberapa pendekar.


Warna mata Xiao Shuxiang berubah merah, kepulan asap tipis terbentuk di kedua kakinya. Dia mengeluarkan Teknik Pengendalian Darah yang sudah lama tidak dia gunakan.


Segel Pengekang Jiwa yang melilit tubuh Xiao Shuxiang mendadak mengalami perubahan, salah satu rantainya putus hingga membuat praktik Xiao Shuxiang tidak bisa lagi dibaca oleh kultivator yang berada di Grand Master tingkat Immortal.


Semua pendekar dan kultivator yang berada di arena tidak bisa menggerakkan tubuh mereka. Detik berikutnya, suara tebasan dan organ tubuh manusia bertebaran di mana-mana.


"Saudara Xiao..! Aku mencintaimu..! Kau luar biasa..!"


Yi Wen berseru kegirangan, dia berniat melompat dan membantu saudaranya menebas para penantang, tetapi Xiao Lu, Jing Mi, dan Hou Yong segera menghentikannya.


"Saudara Wen, kau jangan ikut-ikutan dengan Saudara Xiao..!"


"Yi Wen, kau tetap di sini..!"


Jing Mi menahan Yi Wen dari arah belakang, sementara Xiao Lu menahan lengan kirinya. Hou Yong sendiri memeluk saudaranya dari depan, wajahnya secara tidak sengaja membentur bagian atas tubuh Yi Wen.


CRAASH!


AAAKH..!


Dia memang bisa meledakkan tubuh mereka semua, tetapi Xiao Shuxiang tidak mau melakukannya.


"Tu-Tunggu..! Jangan bunuh A-AAKH..!"


Xiao Shuxiang jelas tidak mengindahkan permohonan pendekar dihadapannya. Dia ingin dihentikan oleh Ling Dong Hun, namun pria itu mendapat tatapan dingin dari Ling Lang Tian.


Pendekar serta kultivator yang masih berada di langkan dan tidak ikut melawan Xiao Shuxiang nampak menahan napas.


Entah teknik apa yang digunakan pemuda itu hingga semua lawannya mematung dan tidak bisa bergerak, mereka jelas beruntung karena tidak mencari gara-gara dengan Wali Pelindung Ling Qing Zhu.


Raksa Geni berusaha melepaskan diri, dia bahkan menggeram kuat, namun tetap saja tubuhnya tidak mampu digerakkan. Saat pedang pemenggal Xiao Shuxiang sampai padanya, dia sudah pasrah dengan nasibnya.


Raksa Geni memejamkan mata erat, namun sudah tiga detik berlalu--detak jantungnya masih bisa dia dengar. Secara hati-hati, dirinya mulai membuka mata.


!!


Hal pertama yang dilihat Raksa Geni adalah wajah Xiao Shuxiang yang tersenyum. Dia merasa bulu kuduknya merinding karena melihat rupa pemuda yang wajahnya penuh dengan percikan darah kental tersebut.


"Apa kau.. Takut?"


Suara Xiao Shuxiang membuat jantung Raksa Geni berhenti berdetak beberapa saat, sebelum memacu dengan kencang. Dia juga merasakan seperti jantungnya akan keluar dari telinga, jelas pemuda ini adalah orang paling berbahaya yang pernah dia temui.


Xiao Shuxiang menyisakan sekitar dua puluh orang lawannya, dia hanya membunuh pendekar dan kultivator yang aroma kebohongannya pekat.


Dirinya menancapkan pedang pemenggal Surya Loka, sejak pertarungan tadi.. Dirinya tidak mengalirkan Qi pada senjatanya, jadi bisa dibilang.. Dia sejak tadi belum memakai seluruh kekuatannya.


Xiao Shuxiang tiba-tiba saja menghilang dan muncul tepat di depan Ling Qing Zhu. Kehadirannya tidak disadari dan jelas membuat semua orang terkejut.


Tanpa permisi, dirinya menarik tangan gadis berambut putih tersebut, menggendongnya dan seketika muncul di depan para pendekar serta kultivator yang masih berdiri kaku.


!!


Ling Qing Zhu sendiri tidak bisa percaya dengan tingkah Xiao Shuxiang. Dia jelas menahan napas dan merasa bahwa ini bukanlah hal yang nyata.

__ADS_1


"Dengarkan. Selagi aku masih menjadi Wali Pelindung Kucing Putih, jangan harap kalian bisa menyentuh apalagi memiliknya.."


Ling Qing Zhu dapat merasakan getaran pada dada Xiao Shuxiang saat sedang bicara. Dia juga mendengar detak jantung pemuda ini yang jelas sedang berpacu kencang.


Dirinya memperhatikan wajah pemuda yang menggendongnya ini dari dekat, dia bisa melihat banyak percikan darah pada pipi kanan Xiao Shuxiang.


Para pendekar dan kultivator telah terlepas dari Teknik Pengendalian Darah Xiao Shuxiang. Mereka tidak ada lagi yang berusaha melawan, ini karena yang melepaskan teknik tersebut adalah pemiliknya sendiri.


".. Jika ingin menantangku sebaiknya pikirkan baik-baik. Aku mengenali wajah dan suara kalian semua, jadi tidak ada lagi kesempatan hidup kedua untuk kalian bila nekat melawanku."


Xiao Shuxiang menatap sejenak Ling Qing Zhu dan kembali mengarahkan pandangannya pada para pendekar serta kultivator, baik yang ada dihadapannya.. Maupun yang berada di pinggir langkan.


".. Kucing Putih adalah milikku, jadi tidak akan kuberikan pada siapa pun. Berani merebutnya dariku, kalian akan mati."


!!


Yi Wen tanpa sadar membuka mulut lebar, itu pengakuan perdana dari Saudara Xiao-nya. "A-Aku pasti salah dengar, telingaku mungkin salah menangkap suara. Mustahil Saudaraku berkata begitu.. Tidak mungkin.."


"Yi Wen, aku mendengarnya dengan jelas. Akhirnya Saudara Xiao mengatakan itu juga, sejak dulu aku memang sering mengawasi gerak-geriknya.." Jing Mi meletakkan kedua tangannya ke belakang kepala sambil menceritakan saat Ling Qing Zhu masih menjadi sandera di Sekte Pedang Langit.


".. Saudaraku sering mencari masalah dengan Nona Ling hanya agar gadis itu tidak melupakannya. Saudara Xiao tidak tahu bersikap romantis, dia menunjukkan rasa sayangnya dengan cara menghina dan bertingkah nakal pada Nona Ling. Kasihan calon Saudara Iparku itu.."


"Saudara Jing, aku tidak setuju dengan pendapatmu. Saudara Xiao selalu bertingkah nakal dan menghina siapa pun, bukan berarti dia menyukai mereka. Kau tidak akan bisa mengerti jalan pikiran Saudara Xiao.."


Pandangan Hou Yong tidak pernah lepas dari arena pertarungan, dia terus memperhatikan Xiao Shuxiang yang masih menggendong Ling Qing Zhu. Sementara itu, Xiao Lu yang berdiri di sampingnya nampak menatap Lan Guan Zhi.


Pemuda berpakaian putih tersebut terlihat serius menatap ke arah Xiao Shuxiang. Samar-samar, dirinya nampak tersenyum.


Di tempat Ling Lang Tian sendiri.. Beberapa perwakilan keluarga memberi teguran padanya. Mereka merasa Xiao Shuxiang tidak cocok menjadi Wali Pelindung Ling Qing Zhu karena tindakannya dalam membunuh terlalu liar.


".. Dia akan membuat semua orang takut dan menjauhinya. Qing Zhu'Er juga akan merasa tertekan saat bersamanya. Kau harus mengirim pemuda terkuat yang bisa membunuh orang itu,"


"Bibi, kau tidak mengerti. Shuxiang membuat dirinya terlihat sombong dan kejam adalah agar tidak ada orang lagi yang berani mengajukan tantangan padanya. Dia melakukan ini untuk menjaga kehormatan adikku yang tak seharusnya diperlakukan sebagai benda taruhan klan. Apa Bibi mengerti sekarang?"


Ling Lang Tian menatap dingin ke arah wanita yang nampak berusia 40 Tahun. Suaranya dingin dan mengandung ketegasan.


Dia berani berkata seperti itu karena dirinya adalah pengganti sementara ayahnya, jadi segala keputusan berada di tangannya.


".. Shuxiang adalah satu-satunya pemuda yang memperlakukan adikku sebagai manusia, di saat aku.. Yang adalah kakaknya sendiri.. Tidak pernah peduli pada Qing Zhu'Er."


Ling Lang Tian berdiri dan mulai melangkah pergi, dia merasa tidak perlu lagi menutup acara sebab para penonton sudah tidak ada. Saat berjalan, tatapannya selalu tertuju pada Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu.


"Maaf sudah membuat pakaianmu kotor," Suara Xiao Shuxiang terdengar lembut, dia sebenarnya agak gugup, ini pertama kali dirinya menggendong seorang gadis dewasa dari arah depan.


"Hm? Tunggu. Sebelumnya aku pernah menggendong gadis ini, jadi ini kedua kalinya.."


"Mn.. Kapan kau.. Akan menurunkanku?"


Bagi Ling Qing Zhu, ini kedua kalinya dia digendong oleh Xiao Shuxiang. Tapi tetap saja, dirinya tidak biasa. Dia gugup sampai berkeringat dingin, namun wajah tenangnya masih bisa menutupi segalanya.


"Aku lapar.. Apa kau tidak mau mengajakku mengelilingi kota tempat tinggalmu? Sebenarnya aku yang harus mengajakmu karena aku laki-laki. Tapi aku tidak mengenal dengan baik kota ini, nanti kita malah tersesat."


Jika diperhatikan dengan baik, Xiao Shuxiang adalah sama sekali tidak nampak menyeramkan. Ling Qing Zhu sekilas tak melihat percikan darah pada pipi pemuda ini, melainkan sebuah wajah bersih nan polos.


"Bagaimana? Mau mengajakku berkelililing atau tidak? Sejak tadi kau diam saja, apa kau takut?"


"Tidak. Aku akan mengajakmu, tapi turunkan aku,"


Bukannya diturunkan, Xiao Shuxiang malah berjalan pergi sambil terus menggendongnya. Xiao Qing Yan dan Hu Li yang sejak tadi diam merasa bahwa teman mereka itu seperti memiliki dunianya sendiri saat sedang bersama Ling Qing Zhu.


".. Tuan Muda Xiao bahkan tidak peduli pada para penantangnya dan Tuan juga tidak menyapa teman-temannya. Dia berubah sejauh ini hanya karena bersama Nona Ling.." Hu Li menggeleng sambi berdecak pelan, di atas kepalanya.. O Zhan juga melakukan hal yang sama.


"Kuharap dia tidak melupakan misinya yang harus mengantarku ke Benua Selatan. Jika dia melupakannya, aku akan membunuh gadis itu,"


Xiao Qing Yan begitu serius dalam ucapannya, dia bahkan mengeluarkan katana dari ruang hampa dan kemudian memegangnya erat. Pundaknya segera ditepuk pelan oleh Hu Li.


"Nona Qing Yan, Tuan Mudaku tidak akan melupakan itu. Bagaimana jika kita menyusulnya? Ayo hentikan Tuan Muda untuk dekat dengan Nona Ling,"


Yi Wen mendengar kalimat terakhir Hu Li, dirinya baru saja mendapat semangat baru. "Selagi Saudara Xiao belum menikah, maka kesempatan masih terbuka lebar untukku.."


Yi Wen segera melompat turun dari langkan dan menyusul Xiao Shuxiang, Jing Mi serta Hou Yong mengikutinya dari belakang.


"Aku juga tidak akan membiarkan Xiao'Er, kasihan adik iparku.."


Xiao Lu menatap Lan Guan Zhi dan kemudian melompat turun dari Langkan. Dirinya mendapat gelengan pelan dari pemuda berpita di dahi tersebut.


Tidak sedikit pendekar dan kultivator yang menaruh dendam pada Xiao Shuxiang, salah satunya adalah Gong Zitao. Dia telah memantapkan hati untuk membalas perbuatan Xiao Shuxiang dan membuat Ling Qing Zhu menjadi miliknya.


Selain arena pertarungan, bangku penonton juga mengalami kerusakan. Di samping itu semua, seorang pemuda masih setia duduk di bangkunya meski sekitarnya telah menjadi puing-puing.


Pemuda itu berpakaian hijau muda dengan corak daun bambu. Dirinya memiliki wajah bersih dan tatapan layaknya pemuda biasa, namun jika diperhatikan lebih dalam.. Tatapan mata itu menyembunyikan sesuatu.


Bibirnya mulai tertarik membentuk senyuman tipis, pemuda yang terlihat berusia 19 Tahun itu lalu berdiri dan kemudian melangkah pergi.

__ADS_1


Tidak ada seorang pun yang memperhatikannya, dia memang tak melakukan apapun sejak tadi. Dirinya hanya menonton pertarungan dari awal hingga akhir. Hanya saja senyuman tipisnya membuat siapa pun merasa terganggu.


***


__ADS_2