XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
442 - Dunia Elf III [Revisi]


__ADS_3

Xiao Shuxiang kembali ke Sekte Pagoda Langit, dia tidak tertarik membantu persiapan pernikahannya dan lebih suka mengganggu Ling Qing Zhu.


Sama seperti sekarang, Xiao Shuxiang mengukur jarak antara dirinya dengan jendela kamar Kucing Putihnya dan seakan bersiap untuk melesat masuk.


Dalam hitungan ketiga, Xiao Shuxiang benar-benar melakukannya. Namun sayang dirinya malah menabrak dada bidang seseorang yang tidak lain adalah Ling Lang Tian.


!!


Sebelumnya, Ling Lang Tian datang ke kamar adiknya untuk membawakan beberapa kain yang baru saja dirinya beli.


Namun setelah memberikan kain tersebut dan bicara pada Ling Qing Zhu dengan posisi memunggungi adiknya, sesuatu melesat dan langsung menubruknya.


"Shuxiang..!"


Hampir saja Ling Lang Tian jatuh dengan tidak elegan karena pemuda ini, untunglah dia masih bisa memposisikan diri dengan baik walau kedua tangannya spontan melingkar di pinggang Xiao Shuxiang untuk mencegahnya jatuh.


Xiao Shuxiang merintih, hidungnya membentur keras dada bidang seseorang. Dia lalu mendongak dan langsung berkedip saat tahu yang ditabraknya adalah Ling Lang Tian.


"Apa begini caramu mengunjungi adikku?" Suara Ling Lang Tian dingin, sedingin tatapan matanya. Kedua tangannya masih berada di pinggang Xiao Shuxiang, samar-samar dia bisa mencium aroma lembut bunga.


Kening Ling Lang Tian berkerut. Dia tahu pemuda ini baru saja selesai mandi, namun aroma harum yang menampar-nampar hidungnya sekarang bukanlah aroma tubuh Xiao Shuxiang yang biasa, rasanya sangat berbeda.


Ling Lang Tian, "Kau... Apa kau mandi di tempat bordil?"


!!


Xiao Shuxiang tersentak, penciuman calon kakak iparnya benar-benar hebat. Dia bahkan tidak sanggup berkata-kata,"


Ling Qing Zhu ada di ruangan ini, namun dia hanya berdiri sambil memandangi Ling Lang Tian dan Xiao Shuxiang secara bergantian. Posisi kedua pemuda itu cukup dekat dan bisa membuat siapa pun salah paham.


"Shuxiang..?" Ling Lang Tian lama menunggu dan pemuda ini masih belum menjawab pertanyaannya. Dia sendiri belum menyadari posisi kedua tangannya berada.


"Aku memang mandi di sana, tapi bagaimana kau bisa tahu?" Xiao Shuxiang mulai mengambil jarak, dia merasa aura di tempat ini dingin dan kurang nyaman.


Sumber aura yang dirinya rasakan berasal dari tatapan Ling Qing Zhu. Xiao Shuxiang pun sadar bahwa dia terlalu dekat dengan Ling Lang Tian.


"Calon Kakak Ipar. Aku tidak melakukan apa pun di tempat semacam itu. Aku hanya mengunjungi paman angkatku. Kau pasti tahu siapa dia, kau pernah bertemu dengannya,"


Xiao Shuxiang membicarakan tentang Shuai Niao. Dia berkata, "Calon Kakak Ipar. Tidak perlu mengkhawatirkan apa pun, aku bukan pemuda yang mudah tergoda pada wanita cantik,"


Ling Lang Tian mengembuskan napas, dia tahu hal itu. "Selagi kau ada di sini, aku ingin mengingatkanmu sesuatu. Kemarilah.."


Xiao Shuxiang mengikuti Ling Lang Tian, dia duduk di salah satu kursi yang ada di kamar Kucing Putihnya. Ling Qing Zhu sendiri memilih untuk pergi ke sisi lain dan tidak ikut bergabung. Dia memang selalu seperti ini jika dengan kakaknya.


"Kucing Putih.."


"Biarkan dia. Kau dengarkan saja aku."


Suara Ling Lang Tian tegas, dia membuat Xiao Shuxiang menatapnya penuh keseriusan.


"... Empat hari dari sekarang merupakan Purnama Kedua. Para anggota keluarga sudah sepakat akan mengadakan acara pernikahan ini selama tiga hari di Benua Tengah, tiga hari di Benua Utara, dan jika memungkinkan Benua Timur akan melakukannya selama tujuh hari."


Memang bukan hal yang aneh bila acara pernikahan di Benua Timur berlangsung selama tujuh hari, yang paling lama bahkan sampai sepuluh hari. Namun saat Xiao Lu menikah dahulu, pesta pernikahannya dipercepat akibat serangan dari anggota Scarlet Bayangan.


"Tidak ada yang tahu apakah acara pernikahanmu nanti akan berjalan lancar atau tidak, tentu tidak ada yang mengharapkan hal yang buruk akan terjadi."


Xiao Shuxiang mengangguk, dia pun bersuara pelan. "Jadi.. Kau ingin aku melakukan apa..?"


"Mulai sekarang sampai seluruh acara pernikahanmu dengan Qing Zhu'Er selesai, kau jangan pernah terlibat dalam pertarungan."


"Tunggu. Itu mustahil. Mana mungkin aku diam saja jika ada yang mencari masalah selama acara pernikahanku, Xiao Shuxiang tidak sebodoh itu."


"Kalau begitu, apa kau bisa berjanji untuk tidak membunuh?"


!!


Xiao Shuxiang terkejut, namun sebelum dirinya menjawab----Ling Lang Tian sudah lebih dulu berujar.


"... Kau hanya perlu menahan diri selama 17 hari terhitung hari ini. Jangan membunuh siapa pun dan hewan apa pun selama rentang waktu itu, apa kau bisa melakukannya?"


Xiao Shuxiang berpikir sejenak sebelum menyanggupi permintaan Ling Lang Tian. Ini memang bukanlah hal yang patut dipertanyakan, sebab siapa pun tahu nasib buruk akan menimpa orang yang pada hari bahagianya telah mengambil nyawa orang lain.


Ling Qing Zhu yang berada di sebuah meja duduk nampak sangat tenang. Dia tidak ikut dalam pembicaraan kedua pemuda itu, dirinya hanya menjadi pendengar.


Pandangan Ling Qing Zhu lurus ke depan. Posisi tubuhnya tegap dengan mata yang teduh. Sulit untuk mengetahui apa yang sedang dipikirkan Ling Qing Zhu dari tatapan matanya.


Tidak ada gerakan apa pun yang dia lakukan. Gadis bercadar tipis dan berambut putih panjang itu nampak seperti patung giok yang sempurna.


Ling Qing Zhu baru terlihat mengerutkan kening saat mendengar dirinya mulai ikut dibahas dalam pembicaraan Xiao Shuxiang dengan Ling Lang Tian.


Xiao Shuxiang, "... Aku tidak bisa menjanjikan keselamatan Kucing Putih. Jujur saja, aku mungkin dapat menempatkannya ke dalam bahaya."


"Tidak ada yang bisa menentukan masa depan, tapi kuharap kau menjaganya dengan baik. Setidaknya jika tidak bisa menjanjikan kehidupan bahagia untuk adikku, kau jangan membuatnya bersedih hati."


Xiao Shuxiang mengangguk pelan, dia lalu meminta izin pada Ling Lang Tian untuk membawa Ling Qing Zhu pergi. Dirinya memanggil Kucing Putihnya mendekat.


"Kau jangan membawanya terlalu lama, itu tidak baik." Ling Lang Tian tidak menanyakan ke mana Xiao Shuxiang akan membawa adiknya, itu bukanlah hal yang penting. Hanya saja Koki Alkemis tersebut harus tahu kapan waktunya pulang.


"Baiklah, aku hanya pergi dengannya selama tiga hari. Kau tidak keberatan, kan?"


!!


Ling Lang Tian tersentak, dia memang tidak melarang jika Xiao Shuxiang membawa adiknya ke mana pun karena tahu pemuda ini tidak akan melakukan hal yang macam-macam, apalagi adiknya bukanlah gadis yang lemah. Namun definisinya akan berbeda jika memakan waktu tiga hari.


"Shuxiang, jangan berpikir karena aku memberimu kelonggaran, maka kau bisa berbuat seenaknya. Kau mau membawa Qing Zhu'Er ke mana? Dan kenapa harus selama itu?"


Xiao Shuxiang mencoba menenangkan Ling Lang Tian, dia tahu pemuda ini mencemaskan Kucing Putihnya, namun dirinya sama sekali tidak punya niatan untuk membawa lari Ling Qing Zhu apalagi melakukan hal yang aneh-aneh padanya.


"... Aku tahu Xiao Shuxiang ini tidak termasuk ke dalam orang yang baik. Kau mungkin tidak akan percaya, tapi aku bukanlah orang yang pernah berbohong. Kau juga tahu bagaimana sikapku selama ini, kan?"


"Patriarch, jangan khawatir. Aku akan baik-baik saja."


Ling Qing Zhu akhirnya buka suara. Dia membuat Ling Lang Tian mengangguk pelan dan memberinya izin pergi. Ling Qing Zhu lalu menyatukan tangan dan memberi hormat sebelum melangkah keluar dengan disusul oleh Wali Pelindungnya.


Ling Lang Tian menatap punggung adiknya yang semakin menjauh. Tidak berselang lama dua orang pelayan datang dan mengatakan padanya bahwa Grand Elder Sekte Pagoda Langit memintanya menghadiri pertemuan anggota keluarga.

__ADS_1


Ling Qing Zhu sendiri terlihat memperhatikan sebuah titik air yang terbentuk di udara. Titik-titik air itu kemudian memadat hingga membentuk sebuah cermin setinggi orang dewasa.


Langkahnya mulai melambat dan seperti membiarkan Wali Pelindungnya untuk masuk lebih dulu.


Dia pun mengikuti Xiao Shuxiang, cermin pemindah kembali memudar dan mereka telah berpindah tempat.


*


*


Mata Ling Qing Zhu secara spontan tertutup kala merasakan cahaya yang terlalu terang, dia bahkan berusaha menghalangi bagian matanya dengan punggung tangan.


Baru beberapa saat mata Ling Qing Zhu mulai menyesuaikan diri dengan cahaya di tempat ini. Tangannya pun diturunkan perlahan, hal pertama yang dilihatnya adalah danau besar dengan air yang begitu jernih.


!!


Ling Qing Zhu dapat melihat pantulan langit pada permukaan danau. Embun di sekitarnya sejuk dan membuatnya seakan berada di atas awan. Dia menatap ke bawah saat menyadari kedua kakinya tidak menyentuh tanah.


"Ini..."


Ling Qing Zhu menekan sedikit kakinya, apa yang dia injak ternyata dedaunan. Ini seperti dirinya berada di atas sebuah pohon besar dengan dedaunan kecil yang padat. Tetapi bagaimana mungkin di atas sebuah pohon terdapat sebuah danau?


"Tempat apa ini...?"


Sekeliling Ling Qing Zhu hanyalah embun sejuk dengan hamparan hijau. Dia merasakan angin yang berhembus menerpa tubuhnya. Dirinya tersentak saat mendengar suara yang aneh.


Itu suara ringkikan kuda.


!!


Ling Qing Zhu terkejut kala merasakan ada sesuatu yang melesat di sampingnya. Rasanya seperti kepakan sayap dan ternyata memang benar.


Ada enam ekor kuda, dua di antara mereka berwarna hitam sementara empat lainnya berwarna putih. Mereka adalah kuda dewasa dengan sepasang sayap yang mengembang. Ini pertama kalinya dia melihat kuda bersayap.


"Apa kau terkejut?" Xiao Shuxiang nampak tersenyum, dia mendapat anggukan dari Ling Qing Zhu.


"Kau membawaku ke tempat apa?"


"Mm.. Bisa kukatakan, ini salah satu dari rumah lamaku. Ayo,"


Tangan Ling Qing Zhu diraih Xiao Shuxiang dan lalu dipegang erat. Dirinya mengikuti pemuda tersebut ke arah tepi danau. Xiao Shuxiang berjongkok dan memintanya untuk melepas sepatu.


?!


Ling Qing Zhu mengerutkan keningnya, dia mungkin salah dengar tetapi Xiao Shuxiang mengulang kembali penyataannya.


"Ayo lepas sepatumu,"


"Untuk apa?" Ling Qing Zhu ikut berjongkok, dia melihat Wali Pelindungnya membuka sepatu.


"Berbeda dari dunia yang kau dan aku kunjungi sebelumnya, tempat ini sangat suci. Manusia yang datang kemari harus membersihkan dirinya dulu. Dan sebenarnya, kau orang pertama yang kuajak kemari."


Xiao Shuxiang menggunakan tangan kanannya untuk mengambil air. Dia membasuh wajah, rambut, telinga, dan lehernya sebelum membasahi kakinya. Perlahan, rambutnya mulai berubah putih.


!!


"Elf.." Ling Qing Zhu menggumam.


"Mn?" Xiao Shuxiang menoleh, dia terlihat antusias. "Jadi kau tahu?"


"Aku.. Pernah membacanya di buku.."


Ling Qing Zhu baru memperhatikan dengan baik. Warna mata Xiao Shuxiang kini berbeda satu sama lain. Kuning keemasan pada mata kanannya dan merah pada bagian mata yang lain, sungguh begitu mengagumkan.


"Shuxiang.."


"Apa?" Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya, dia memperhatikan Ling Qing Zhu. Tangan gadis berambut putih ini nampak terkepal. "Kau mau memegang telingaku?"


Seolah mengerti keinginan Kucing Putihnya, Xiao Shuxiang pun mengajukan pertanyaan itu. Dan benar saja, Ling Qing Zhu mengangguk pelan.


"Baiklah.. Silahkan," Xiao Shuxiang tersenyum, dia membiarkan gadis di sampingnya menyentuh dan menarik-narik telinganya.


Ling Qing Zhu terlihat serius, dia seperti baru saja menemukan sesuatu yang membuatnya sangat penasaran. Dia mengusap pelan, mencubit, dan menarik telinga kiri Wali Pelindungnya.


Rasa penasarannya juga ada pada rambut putih Xiao Shuxiang. Dia mengelus dan menarik-nariknya. Sampai saat dia ingin menyentuh mata Wali Pelindungnya----tangannya pun dipegang.


"Apa kau mau mencolok mataku?"


"Aku hanya ingin sentuh."


Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan. Dia membiarkan Ling Qing Zhu menepuk, mencubit, dan menarik-narik wajahnya. Dirinya hanya mengingatkan agar Kucing Putihnya tidak sampai mencolok matanya.


Saat mereka sedekat ini, angin yang menerpa seperti tidak terasa. Xiao Shuxiang bisa melihat mata biru Kucing Putihnya yang jernih, dia seperti baru memperhatikan dengan baik----Ling Qing Zhu ternyata memiliki warna mata yang indah.


"Gadis ini.. Sebenarnya seperti apa aku dalam benaknya?"


Sejauh pengetahuan Xiao Shuxiang. Para gadis selalu bisa lebih ekspresif, bahkan yang dingin sekali pun akan nampak merona bila berhadapan dengan pemuda sepertinya.


Namun, gadis di hadapannya ini lain. Tatapan mata Ling Qing Zhu tenang, raut wajahnya datar dan sama sekali tidak nampak merona. Kucing Putihnya pun tanpa ragu bertatapan mata dengannya.


"Mau sampai kapan kau mengacak-ngacak wajahku..?" suara Xiao Shuxiang pelan, namun sudah cukup menyadarkan Ling Qing Zhu.


Gadis berambut putih itu menjepit hidung Wali Pelindungnya dengan dua jari dan menariknya keras. Xiao Shuxiang spontan merintih dan menepuk keras lengan Kucing Putihnya hingga membuat gadis itu oleng ke depan.


!!


Xiao Shuxiang tersentak, dia mencoba menahan Ling Qing Zhu tapi penempatan posisinya salah hingga mereka berdua harus tercebur ke dalam danau.


!!


Suara cipratan air terdengar jernih, bak penuh kegembiraan yang tidak mengenal takut. Pakaian dan sekujur tubuh Xiao Shuxiang basah kuyup, dia terbatuk karena merasa seperti menelan air.


Ling Qing Zhu juga sama. Walau raut wajahnya masih tetap datar, namun dalam hatinya dia benar-benar sangat malu sekarang. Dirinya menatap tajam Wali Pelindungnya sambil bersiap melontarkan ucapan bernada keluhan.


"Semua salahmu."

__ADS_1


"Kau yang menarik hidungku lebih dulu. Lihat! Ini bahkan masih memerah," Xiao Shuxiang tidak ingin disalahkan begitu saja.


"Tapi kau memukulku,"


"Kucing Putih, itu karena kau yang mulai duluan."


"Aku tidak akan terjatuh jika kau tidak memukul,"


"Tapi aku kan juga ikut terjatuh. Anggap saja kita impas, oke?"


"Hmph, memalukan."


Ling Qing Zhu memercikkan air ke arah Xiao Shuxiang, menghalangi pandangan pemuda itu untuk sesaat selagi dirinya keluar dari danau.


Xiao Shuxiang mengusap wajahnya, Kucing Putihnya sudah berdiri tegap di pinggir kolam dengan pakaian dan rambut yang sudah kering. Ling Qing Zhu sepertinya menggunakan banyak Qi untuk mengeringkan seluruh tubuhnya dalam sekejap.


Xiao Shuxiang menenggelamkan separuh wajahnya ke dalam air, dia sedikit kecewa karena tidak bisa melihat keajaiban. Ling Qing Zhu sendiri mengembuskan napas dan berhasil memperoleh ketenangannya kembali.


"Biar kubantu," Ling Qing Zhu mengulurkan tangannya, dia membantu Xiao Shuxiang untuk keluar dari danau. Entah mengapa Wali Pelindungnya terlihat lucu dengan ekspresi wajah yang cemberut.


Xiao Shuxiang ikut memakai Qi untuk membuat seluruh tubuhnya kering. Dia menggaruk pipinya yang tidak gatal sembari menggumamkan sesuatu, samar-samar dirinya mendengar suara gemuruh.


Ling Qing Zhu juga mendengarnya, sesuatu yang menekan dan berbahaya mendekat. Dia pun langsung menghunuskan pedangnya.


!!


Suara gemuruh itu makin keras, Ling Qing Zhu terkejut kala melihat sosok hewan besar berwarna putih yang dirinya yakini adalah naga. Dia hendak menyerang, namun segera dihentikan oleh Wali Pelindungnya.


"Kau jangan takut, dia tidak berbahaya. Eins adalah temanku, jadi sarungkan kembali pedangmu.." Xiao Shuxiang berujar pelan, suaranya begitu menenangkan.


Naga putih yang dilihatnya mengeluarkan suara dengkuran, dia seperti menggeliat di udara sebelum tubuhnya berubah bentuk menjadi seekor burung hantu putih. Eins pun hinggap di lengan kanan Xiao Shuxiang saat pemuda itu mengulurkan tangannya.


Suara Eins yang sebelumnya terdengar bagai gemuruh, kini malah seperti suara anak ayam. Dia mengusap-usap pelan kepala burung hantu itu dengan penuh kelembutan.


Kruyuu~


"Maafkan aku karena baru datang mengunjungimu,"


Ling Qing Zhu melihat bagaimana Wali Pelindungnya begitu perhatian pada burung hantu putih ini. Xiao Shuxiang lalu memperkenalkan Eins dan tempat ini padanya.


Sungguh seperti mimpi saja, Ling Qing Zhu tidak menyangka benar-benar berada di sebuah dunia yang sangat jauh berbeda dari tempat tinggalnya. Dunia ini lebih mirip seperti alam para dewa atau sesuatu yang seperti itu.


Menyaksikan kuda bersayap dan Eins yang merupakan naga putih saja sudah membuat Ling Qing Zhu terkejut, apalagi ketika dia diajak berkeliling untuk melihat keindahan di dunia ini.


Eins yang berubah menjadi seekor naga memberi tumpangan pada Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu. Dia mengingatkan Koki Alkemis tersebut pada Lan Xiao, Sang Harimau Bulan.


Dunia Elf nampak bagai negeri di atas awan dan hanya satu gunung yang begitu tinggi serta besar di tempat ini. Eins lalu terbang cukup rendah hingga Ling Qing Zhu bisa melihat betapa subur tanah di dunia ini.


Xiao Shuxiang menceritakan tentang Dunia Elf pada Kucing Putihnya dan diperhatikan dengan seksama oleh gadis tersebut. Dia mengatakan bahwa tempat ini jauh lebih damai daripada Dunia Demon maupun Dunia Manusia.


!!


"Shuxiang, mereka memiliki sayap."


Ling Qing Zhu melihat beberapa makhluk yang bertubuh seperti manusia, namun berambut hijau muda. Para makhluk itu mempunyai sepasang sayap yang seakan terletak di belakang pinggangnya.


Ling Qing Zhu pernah membaca tentang dunia lain yang dihuni oleh makhluk bersayap dan bertelinga runcing. Tulisan dalam buku itu hanya karangan belaka, dan belum terbukti kebenarannya.


Namun sekarang, Ling Qing Zhu merasa seakan berada dalam buku yang pernah dibacanya. Danau yang sebelumnya dia lihat, merupakan danau dari Pohon Lindungan Awan. Xiao Shuxiang yang memberitahukan padanya.


Pohon tersebut mirip dengan yang ada dalam buku, hanya dibedakan nama saja. Dia pun tanpa ragu bertanya banyak hal pada Wali Pelindungnya tentang Dunia Elf ini.


"... Dunia ini dibagi dalam tiga wilayah dan ada tiga jenis Elf. Mereka yang kau lihat merupakan jenis Elf Tumbuhan, dua lainnya adalah Elf Cahaya dan Bulan. Nanti aku membawamu melihat dua wilayah lainnya."


"Apa kita bisa turun dan menyapa mereka?"


"Sebaiknya jangan sekarang. Elf Tumbuhan biasanya galak saat diganggu ketika sedang bekerja. Kita ke tempat tingggalku dulu, pegangan yang erat."


Ling Qing Zhu memegang kuat punggung tangan Wali Pelindungnya yang berpegangan pada surai Eins, ini pertama kali dalam hidupnya dia menunggangi seekor naga.


"Aku berharap Tuan Muda Lan ada di sini,"


"Mn? Lan Zhi?" Xiao Shuxiang tidak menyangka gadis yang duduk di depannya ini memikirkan teman baiknya, "Kenapa kau ingin dia ada di sini?"


"Tuan Muda Lan teman baikmu. Kau tidak mau mengajaknya kemari?"


"Lan Zhi memang temanku. Tapi aku ingin kau yang pertama mengenal tempat ini. Lagipula jika dia datang, pesonaku bisa saja berkurang. Lan Zhi akan merebut semua perhatian dariku, dia itu menyebalkan."


"Tuan Muda Lan tidak seperti itu,"


"Itu memang benar. Buktinya sekarang kau memikirkan dia, padahal aku yang saat ini bersamamu,"


!


Ling Qing Zhu tersentak, dia berkedip saat mendengar ucapan dari pemuda yang duduk di belakangnya ini. Dirinya seperti tidak bisa mengatakan apa-apa, tidak dapat mendebat Wali Pelindunya.


Ling Qing Zhu mendengar tawa Xiao Shuxiang, entah mengapa telinganya memanas, tidak terima dipermainkan. Dia pun mengembuskan napas dan berniat membalas orang ini.


"Apa sekarang kau cemburu karena aku memikirkan Tuan Muda Lan?"


"Tentu saja. Aku akan cemburu jika calon istriku malah memikirkan pemuda lain,"


!!


Wali Pelindungnya sangat tidak tahu malu. Dia pikir dengan memberi pertanyaan semacam itu membuat Xiao Shuxiang bungkam, namun ternyata dirinyalah yang sulit berkata-kata.


"Dia terlalu jujur untuk laki-laki. Sangat mempesona,"


"Mn? Apa kau baru saja memujiku?"


"Mana mungkin."


"Benarkah? Berarti hanya perasaanku," Xiao Shuxiang berujar pelan, dia mendengar suara dengkuran Eins yang seakan mengajaknya bicara.


Naga berwarna putih itu membawa Xiao Shuxiang dengan Ling Qing Zhu terbang memutari Gunung Kaisar Langit dan beberapa kali menembus awan.

__ADS_1


Kulit tubuhnya yang seputih giok nampak berkilau diterpa cahaya matahari, begitu pula dengan rambut Ling Qing Zhu dan Xiao Shuxiang.


***


__ADS_2