XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
65 - Xiao Lu [Revisi]


__ADS_3

\*Chap sebelumnya\*..\



Xiao Lu melesat tanpa takut sedikit pun, kultivator Sekte Serigala Iblis juga mengalirkan Qi pada pedangnya dan melesat maju.



CRAAASH



Tug



Kultivator Sekte Serigala Iblis tersenyum lebar saat melihat wajah anak perempuan asing di depannya mengeluarkan air mata.


*


*


Hanya saja, senyuman kultivator Sekte Serigala Iblis bukanlah senyuman kemenangan, tetapi senyum keterkejutan yang amat sangat.


Matanya terbelalak dengan cahaya yang sudah tidak ada, tidak disangka dia harus mati di tangan seorang anak yang memakai pedang usang.


Xiao Lu menyarungkan kembali pedangnya, dia seketika berlutut dengan wajah pucat karena begitu terkejut dengan apa yang baru saja diperbuatnya.


"A-apa yang sudah kulakukan?!" Xiao Lu melihat tangan kirinya yang gemetar, dia... baru saja menebas leher orang dewasa!


Xiao Lu ingin berteriak karena baru saja melakukan pembunuhan, tetapi dia ingat dengan adiknya Xiao Shuxiang. Seketika Xiao Lu berdiri dan langsung berlari masuk ke gedung turnamen. Yang lebih penting baginya adalah keselamatan Sang Adik.


Sampai di dalam, Xiao Lu bertemu kembali dengan seorang kultivator Sekte Serigala Iblis. Kultivator tersebut tersenyum saat membunuh seorang peserta turnamen dan murid Sekte Bunga Lotus.


Xiao Lu kembali menarik pedangnya, dia tidak takut lagi melihat pembunuhan atau darah di depan matanya. Ini dikarenakan Teknik Penguatan Mental yang pernah dilakukan Ying Liu dan Zong Ming kepadanya.


Kultivator Sekte Serigala Iblis menatap tajam ke arah Xiao Lu, dia kemudian menyeringai dan seakan memberi isyarat bahwa Xiao Lu akan menjadi target selanjutnya.


Xiao Lu mengalirkan Qi pada pedangnya, dia harus bisa menemukan adiknya meski harus membunuh.


"Jangan halangi aku mencari adikku!"


Kultivator Sekte Serigala Iblis dan Xiao Lu sama-sama melesat. Gerakan Xiao Lu terbilang lambat tetapi serangannya berakibat fatal terhadap lawan.


Hanya dengan satu serangan, lengan kanan kultivator Sekte Serigala Iblis terlepas dari tubuhnya. Secara bersamaan, pedang di tangan kiri Xiao Lu hancur berkeping-keping.


"AAAKHH!!"


Kultivator Sekte Serigala Iblis tidak menyangka anak perempuan yang masih berada di Forging Qi tingkat 3 telah memutuskan lengannya hanya dengan satu serangan.


Memang mengejutkan, tapi itu semua bisa terjadi karena dia bertarung dengan seorang anak yang gaya serangannya berlainan dari kultivator pada umumnya.


Kultivator Sekte Serigala Iblis selama ini bertarung dengan lawan yang mengayungkan pedang dengan tangan kanan. Tentu saja akan terasa bedanya saat bertarung dengan lawan yang menggunakan tangan kiri.


Di Benua Timur, hanya beberapa orang kultivator yang bisa menyerang dan menggunakan pedang dengan tangan kiri, Xiao Lu adalah salah satunya.


Teknik berpedangnya memang biasa saja, bahkan jauh lebih buruk daripada anak yang berusia sama dengannya. Tetapi Xiao Lu adalah anak yang memiliki bakat seperti Qi Xuan dan Jing Mi. Yaitu mampu mengalirkan Qi pada senjata biasa, yang mana umumnya tidak bisa dilakukan oleh kultivator lain.


"AAKH!!" kultivator Sekte Serigala Iblis mengerang kesakitan, dia berusaha menghentikan darah pada bekas tebasan di tubuhnya dengan Qi.

__ADS_1


Xiao Lu menatap kultivator Sekte Serigala Iblis, wajahnya memperlihatkan kesedihan. Tatapan matanya kemudian mengarah pada mayat kultivator Sekte Bunga Lotus dan mayat seorang bocah yang berusia sama dengan adiknya.


Xiao Lu sebenarnya takut, dia ingin memeluk kakeknya dan berteriak kencang. Dunia yang dipenuhi oleh darah dan mayat, bukanlah dunia yang diinginkannya.


"... Kenapa... kenapa kau membunuh mereka? Apa ya-yang sudah mereka perbuat sampai kau melakukannya..?!" Suara Xiao Lu pelan dan juga serak, dia butuh penjelasan dari kultivator Sekte Serigala Iblis.


Namun kultivator Sekte Serigala Iblis tidak mengatakan apa pun, dia hanya mengerang kesakitan dan menatap Xiao Lu dengan tajam, bisa terlihat betapa dendamnya kultivator Sekte Serigala Iblis kepada Xiao Lu.


Xiao Lu takut melihat tatapan Sang Kultivator, dalam hati dia meminta maaf dan berjanji akan menebus semua dosanya. Dengan cepat Xiao Lu mengambil pedang kultivator Serigala Iblis yang tergeletak di tanah. Dan dengan satu tarikan napas, Xiao Lu menebas leher Sang Kultivator.


Tug


Suara kepala yang jatuh membuat jantung Xiao Lu hampir berhenti berdetak. Xiao Lu memejamkan erat matanya, dia lalu berusaha menyarungkan pedang di tangan kirinya.


"A-ayah... Ibu... Ka-Kakek... Lu'Er bukan lagi anak ya-yang baik..." Xiao Lu menangis, untuk pertama kali dalam hidupnya, dia menebas kepala pria dewasa.


TRAANG!


CRAASH!


AAAKH


Suara dari benturan pedang, suara tebasan, dan suara erangan kesakitan, seakan tidak didengar oleh Xiao Lu.


Ada sebuah beban di hatinya, beban karena sudah menghilangkan nyawa orang lain. Beban ini memang selalu ada saat kultivator atau pendekar lain melakukan pembunuhan untuk pertama kalinya.


"KAKAAK!!"


Xiao Lu tersentak saat mendengar teriakan dari salah seorang peserta yang berada di kepulan asap. Dia ingat dengan adiknya, Xiao Shuxiang. Segera, dirinya berlari sambil memanggil nama Sang Adik.


Traang! Traang!


"Xiao'Er...?! Kuharap kau baik-baik saja..."


Saat Xiao Lu sedang mencari-cari Xiao Shuxiang, dia tidak sengaja melihat Yang Shu. Xiao Lu pun mulai berlari ke arah Sang Kakek.


Di tempat lain, Qi Xuan berlari dengan wajah yang khawatir. Dia memikirkan keselamatan teman barunya, Huan Mei. Qi Xuan bisa melihat beberapa murid Sekte Bunga Lotus bertarung dengan kultivator Sekte Serigala Iblis.


Qi Xuan memilih jalan lain dan berusaha untuk tidak terlibat dalam pertarungan mereka. Qi Xuan menahan rasa ingin muntah dan perasaan tidak enaknya saat melihat pertarungan berujung saling menebas tersebut.


"Mei'Er... Semoga kau baik-baik saja.." Qi Xuan mempercepat larinya, secara tidak sadar dia mengumpulkan Qi di kedua kakinya, dan ini membuat larinya semakin cepat.


Qi Xuan sedikit menyipitkan mata saat samar-samar dia melihat sesuatu yang jauh di depannya.


"Apa itu...?" Qi Xuan semakin dekat, perlahan dia mulai melihat bahwa ada seseorang yang terbaring di tanah.


Saat sudah berjarak sekitar tujuh meter, Qi Xuan seketika berhenti secara mendadak. Wajahnya terlihat terkejut, matanya terbuka lebar.


Yang Dilihat Qi Xuan tidak lain adalah tubuh kaku seorang kultivator tanpa kepala.


"I-ini.."


Qi Xuan menahan napasnya, dia dengan kaki gemetar berjalan perlahan-lahan sambil mengalihkan perhatiannya dari mayat kultivator Sekte Serigala Iblis yang terbujur kaku.


"Ja-jangan melihat ke sana, jangan dilihat!"


Saat dirinya sudah melewati mayat tersebut, Qi Xuan segera berlari secepat mungkin. Dalam hati dia meminta maaf kepada mayat asing yang dilewatinya tadi.


Qi Xuan tidak menyadari kehadiran Xiao Shuxiang. Ini dikarenakan Xiao Shuxiang masih pingsan di semak-semak.

__ADS_1


Tap


Tap


Tap


Qi Xuan akhirnya melihat seseorang yang membopong Huan Mei, teman barunya. Dia berseru dan meminta agar kultivator tersebut melepaskan temannya.


"Berhenti...! Lepaskan Mei'Er...!"


Kultivator Sekte Serigala Iblis mendecih saat mendengar seruan Qi Xuan. Padahal dirinya sudah berlari begitu cepat, tetapi masih saja ada yang berhasil menyusulnya.


"Suaranya tidak seperti anak itu," kultivator Sekte Serigala Iblis berhenti dan mulai membalikkan badannya. Dia bisa melihat orang yang yang mengejarnya adalah anak berusia 14 tahun.


!!


"Bukankah dia anak yang memiliki jurus aneh itu?!" kultivator Sekte Serigala Iblis tersentak saat melihat anak di depannya adalah anak yang bertarung di panggung arena tadi.


Dia juga baru menyadari bahwa pakaian anak berusia 14 tahun ini sama dengan pakaian anak yang sedang bertarung dengan seniornya. Kultivator Sekte Serigala Iblis menggertakkan gigi.


"Lepaskan Mei'Er!!" Qi Xuan menarik pedangnya dan mulai melesat ke arah Sang Kultivator.


"Jika Kau Berani Menyerang, Maka Anak Ini Akan Mati!!" kultivator Sekte Serigala Iblis menurunkan Huan Mei dan memperlihatkan wajah cantik anak itu kearah Qi Xuan.


Kultivator Sekte Serigala Iblis mencengkeram leher Huan Mei. Seulas senyum terlukis di wajah Sang Kultivator saat dirinya bisa melihat kekhawatiran dan ketakutan yang dialami Qi Xuan.


"Anak ini... bisa kumanfaatkan..." kultivator Sekte Serigala Iblis merasa Huan Mei dapat menjadi tawanannya untuk mengalahkan Qi Xuan. Sebab menurutnya, Qi Xuan lebih mudah diancam daripada bocah berusia tujuh tahun tadi.


"Kalau Kau Tidak Ingin Dia Mati, Maka Sarungkan Pedangmu Dan Berjalan Perlahan Kemari..!!"


"Mei'Er..." tanpa banyak berpikir, Qi Xuan mulai menyarungkan pedangnya. Dia perlahan berjalan ke arah kultivator Sekte Serigala Iblis.


"Apa yang harus kulakukan...? Tidak ada jaminan dia akan melepaskan Mei'Er, malah kemungkinan aku yang akan dibunuhnya.."


Qi Xuan pernah melihat pembantaian yang dilakukan Perampok Bersaudara. Meski para pedagang memberi semua harta mereka, namun Perampok Bersaudara tetap berniat untuk tidak membiarkan siapapun hidup.


Qi Xuan bisa merasakan kultivator di depannya ini, memiliki sifat yang sama dengan Perampok Bersaudara. "Aku sebisa mungkin harus mencari cara untuk bisa menyelamatkan Mei'Er dan menyelamatkan nyawaku sendiri."


"Aku tahu apa yang kau pikirkan, Bocah. Sebaiknya kau jangan bertindak sembarangan jika ingin anak perempuan kni hidup." Kultivator Sekte Serigala Iblis mengancam.


Qi Xuan menelan ludah, dia merasakan napasnya tercekat. Tak disangka, niatnya terbaca oleh kultivator di depannya.


"A-apa mungkin ini akhir dariku..? Ayah... Ibu... Xuan'Er minta maaf, Xuan'Er tidak akan bisa pulang menemui kalian lagi. Kuharap... Huan Mei bisa diselamatkan oleh orang lain.."


Jarak Qi Xuan dengan Sang Kultivator tinggal lima langkah. Kultivator Sekte Serigala Iblis menyeringai, diam-diam dirinya mengumpulkan dan memadatkan Qi di kepalan tangannya.


"Akan kugunakan kekuatanku yang tersisa untuk menghancurkan kepala dan tubuhnya. Ini sebagai pembalasan dariku kepada bocah tengik itu!!"


Ketika Qi Xuan hanya berjarak dua langkah, segera kultivator Sekte Serigala Iblis melesatkan kepalan tangannya ke arah wajah Qi Xuan.


CRAAASH


Mata Qi Xuan terbelalak, jantungnya seperti berhenti berdetak, bahkan otaknya berhenti bekerja. Dia terkejut saat melihat kepalan tangan Sang Kultivator berhenti tiba-tiba di depan wajahnya.


Dan yang paling mengejutkan adalah sebuah garis tipis berwarna merah terlingkar pada leher Sang Kultivator. Detik berikutnya, kepala kultivator Sekte Serigala Iblis bergoyang dan langsung jatuh ke tanah.


Tug


Kultivator Sekte Serigala Iblis memperlihatkan seringai jahat, namun tatapan matanya mengandung keterkejutan. Seakan mengisyaratkan bahwa dia tidak percaya telah kehilangan nyawa.

__ADS_1


***


__ADS_2