XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
236 - Akhir Perang (Vol. 2 'Sang Bintang Pelindung' END!)


__ADS_3

Para manusia dan Demonic Beast yang selamat hanyalah yang berada di dalam Gelang Semesta dan yang telah dipindahkan Tianqi Mao ke sebuah pulau nan jauh dari Benua Timur.


Ternyata masih banyak orang yang belum bisa diselamatkan tempat waktu. Xiao Shuxiang dapat melihat cahaya putih kebiruan yang melayang dari berbagai arah dan masuk ke dalam tubuh Wyvern.


Gerbang di langit mulai terbuka, Hal ini membuat tanah di Dunia Demon bergetar. Suara aneh dapat didengar oleh seluruh kaum Demonic Beast di tiga wilayah termasuk Lembah Terlarang.


Wu Yu, salah satu paman angkat Xiao Shuxiang terlihat sedang meminum arak sambil duduk di dahan dan bersandar pada sebuah pohon.


Dia hampir menyemburkan keluar Arak Anak Linglung yang diminumnya kala pohon tempatnya duduk bergetar bersamaan dengan sebuah gerbang aneh muncul dari langit.


!!


"Apa itu..?"


Wu Yu terlihat keheranan, bukan hanya dirinya.. Tetapi seluruh Demonic Beast yang melihat benda aneh di langit juga merasa demikian.


Di wilayah Gunung Kaisar Putih, tepatnya di kediaman Yan Xi Fan.. Demonic Beast ini langsung melempar kuasnya ke arah dinding hingga membuat sebagian bangunan kediamannya meledak.


Yan Xi Fan nampak berada dalam suasana hati yang buruk. Dia sudah melukis wujudnya yang agung selama lebih dari seminggu dengan penuh ketenangan. Tetapi sekarang, sebuah coretan tak diinginkan membuat lukisannya sudah tidak sempurna lagi.


BAAAAM!


!!


"Yang Mulia! Tolong Tenanglah..! Tenangkan Diri Anda..!"


Para pelayan Yan Xi Fan gemetar ketakutan saat tuan mereka hanya meletakkan kepalan tangannya di meja dan membuat benda tersebut hancur, bahkan sampai membuat lantai serta dinding retak.


"Yang Mulia..!!"


Banyak orang di dalam istana ini, mereka tentu tidak akan bisa keluar hidup-hidup bila Yan Xi Fan mengamuk. Sejak Arak Anak Linglungnya habis, tuan mereka ini sering tidak dapat mengontrol emosinya.


Banyak Demonic Beast yang dibunuh Yan Xi Fan karena tidak bisa membawakan arak yang sama dengan Arak Anak Linglung.


Menunggu sampai Xiao Shuxiang datang adalah hal mustahil, anak nakal itu hanya akan datang bila ada maunya saja.


Untuk menahan emosinya, Yan XI Fan belajar melukis. Dan saat hampir mencapai goresan terakhir kuasnya.. Mendadak sebuah getaran datang hingga mengacaukan karya seninya.


Berbeda dengan Yan Xi Fan yang memperlihatkan tatapan mata penuh keinginan membunuh tersebut.. Demonic Beast yang berada di Lembah Terlarang malah terlihat senang. Akhirnya, gerbang dunia yang telah mereka tunggu-tunggu kini datang.


Satu demi satu Demonic Beast melayang, mereka ingin lebih dekat dengan gerbang tersebut dan menunggunya sampai terbuka. Namun sebuah getaran susulan serta angin kuat yang berhembus menyulitkan mereka.


Di wilayah Gunung Kaisar Merah, kediaman Lui Me Tian. Dirinya hanya memandangi gerbang di langit tanpa ada niatan untuk terbang mendekat.


Angin aneh yang berhembus entah dari mana ini telah membuktikan bahwa gerbang tersebut tidak ditujukan untuk dimasuki oleh para Demonic Beast.


"Angin ini.. Apa mungkin Xiao'Er..? Anak itu.. Kekacauan apa lagi yang dia lakukan,"


Lui Me Tian menghembuskan napas pelan. Menurutnya, Xiao Shuxiang sekarang pasti telah menyelesaikan masalah Dantian Berakarnya dan saat ini tengah membuat banyak kekacauan.


Namun salah satu kekacauan menciptakan gerbang aneh di langit dan keponakan nakalnya sekarang sedang berusaha menutupnya kembali.


".. Usianya sudah tidak muda lagi, tapi dia masih saja kekanakan. Xiao'Er, apa kau tidak bisa menikmati hidupmu dengan tenang? Apa kau akan mati bila tidak membuat kacau selama sehari?! Haah.. Anak itu.. Kapan dia bisa bertindak dewasa.."


Lui Me Tian malah mengomel sendiri. Dia mengadukan kelakukan Xiao Shuxiang pada dua pelayan di sampingnya. Pelayannya tersebut hanya mendengar ucapannya dan sesekali mengangguk setuju.


Di Dunia Manusia, Xiao Shuxiang meminta Lan Gaozu untuk berhenti bersikap angkuh. Naga tersebut tidak bisa bergerak karena sedang memakai Jurus Pengorbanan.


Wyvern harus tetap diam di atas Pohon Teratai Iblis sampai gerbang di langit terbuka sempurna. Ini adalah kesempatan yang tepat bagi Xiao Shuxiang untuk membunuh Wyvern.


".. Haah, aku paling tidak suka menggunakan jurus ini. Karena mereka pasti akan menyadari keberadaanku.."


Xiao Shuxiang menarik napasnya, dia mengulurkan tangan kanannya dan mulai berkonsentrasi.


Kini, setiap kata yang keluar dari bibirnya membuat angin berhembus kencang dengan gemuruh petir yang menyambar, seakan badai kedua akan datang.


Asap hitam tipis seperti keluar dari bawah kaki Xiao Shuxiang. Perlahan, asap itu semakin pekat dan berubah warna menjadi merah.


Ada dua garis berwarna biru yang mulai terbentuk di pelipis kiri Xiao Shuxiang. Asap merah yang menyelimutinya perlahan berubah warna menjadi putih.


".. Akulah yang menebas dan menangkap para dewa,


Akulah yang menebas hubungan ilusi dan kenyataan,


Dalam sepuluh kehidupan,


Lima dunia.


Namaku abadi sebagai Sang Penghancur,


Yang tidak diinginkan akan binasa dengan tanganku,


Pergi ketempat yang lebih jauh dari kebohongan.."


Xiao Shuxiang mengangkat tangan kanannya, kilatan cahaya berkumpul di satu titik, tepat di atasnya.

__ADS_1


!!


Angin berubah arah, terasa begitu kencang hingga ikat rambut Xiao Shuxiang longgar, jatuh lalu berhenti sedikit di ujung rambutnya.


Sebuah tempat di Lima Benua mulai terlihat cahaya kemerahan, tanah mendadak bergetar. Ini bukan lagi hanya Benua Timur, apa yang dilakukan Xiao Shuxiang sekarang adalah sesuatu yang besar.


Ada 2 cahaya kemerahan berada di Benua Timur, 3 berada di Benua Tengah, 2 di Benua Utara, 1 di Benua Selatan, dan 1 lagi di Benua Barat.


Tidak seperti gerbang yang ada di langit. Cahaya kemerahan ini adalah sembilan Gerbang Dunia yang sebenarnya.


Gerbang yang pernah menghubungkan Dunia Demon dengan Dunia Manusia di masa lalu, namun telah disegel, lalu waktu membuatnya menghilang dan tidak pernah ditemukan.


Sekarang, karena kekuatan dari Xiao Shuxiang.. Sembilan gerbang ini bereaksi, segel yang sudah lama akhirnya melemah. Inilah yang membuat banyak tempat bergetar, bahkan salah satu lautan di Benua Utara juga seperti diaduk kencang.


Xiao Shuxiang sepertinya tidak tahu mengenai sembilan gerbang ini. Dia memang belum pernah melihat mereka ataupun menyentuhnya. Dan reaksi dari gerbang tersebut karena jurus yang Xiao Shuxiang lakukan hanyalah sebuah kebetulan.


Apa yang dirapalkan Xiao Shuxiang bukanlah sebuah jurus ataupun teknik. Ini tidak lain adalah mantra sihir yang berasal dari dunia selain Dunia Manusia dan Dunia Demon.


Sihir yang sebenarnya tidak ingin Xiao Shuxiang gunakan sebab makhluk di dunia itu dapat menyadari keberadaannya, dan pasti dirinya akan diburu oleh mereka.


".. Dengarlah! Datang melalui aliran darahku dan buka jalanmu!


Binasakan dan akhiri satu lingkaran kehidupan di depanku,


Pedang Kaisar Langit..


Penuhi takdirmu,


Tuanmu.. Telah memanggil dirimu..!"


Petir saling bersahut-sahutan, cahaya keemasan mulai membentuk sebuah pedang yang besar di langit.


!!


Munculnya pedang ini membuat cahaya kemerahan di Lima Benua semakin terang. Seluruh manusia termasuk Demonic Beast yang ada tersentak. Beberapa diantara mereka meringkuk ketakutan.


Warna mata Xiao Shuxiang berubah, kanan berwarna merah dan bagian kirinya berwarna emas. Meski hanya tiga detik, telinganya menjadi sedikit runcing dan rambutnya berubah putih sebelum akhirnya kembali normal.


Tampilan Xiao Shuxiang yang sebelumnya, sedikit mirip seperti makhluk di dunia lain itu. Mereka sejenis dengan Elf, makhluk yang sangat tidak ingin Xiao Shuxiang lihat apalagi temui.


"Lan Gaozu atau siapapun kau! Dunia ini adalah milik Xiao Shuxiang! Akulah yang akan menghancurkan atau melindunginya! Kau.. Tidak kuizinkan hidup di tempat ini, jadi matilah..!"


!!


Gerbang dilangit telah terbuka sempurna, namun pedang yang terbuat dari cahaya serta petir milik Xiao Shuxiang sudah membelah tubuh Wyvern beserta Pohon Teratai Iblis.


Pedang cahaya yang membelah tubuh Wyvern menghilang.


Detik berikutnya, Wyvern mulai berteriak kesakitan dan tubuhnya secara cepat berubah menjadi butiran cahaya, lalu perlahan menghilang bersama dengan Pohon Teratai Iblis yang juga bernasib demikian.


Tanah tempat Pohon Teratai Iblis pernah ada langsung retak, itu menyebar ke berbagai tempat di Tiga Kekaisaran.


BAAAM!


Gunung berapi yang laharnya pernah dihisap habis oleh Wyvern kini meledak akibat efek dari pedang raksasa yang terbuat dari cahaya dan petir tadi.


Ledakan gunung tersebut mengawali ledakan gunung berikutnya di berbagai tempat. Xiao Shuxiang melayang lebih tinggi dan menyaksikan kerusakan dari efek serangan terakhirnya.


Dia kini tidak dapat melihat tubuh ibunya atau tubuh teman-teman, serta kultivator yang lain. Dirinya sama sekali tidak menampakkan kesedihan karena ini belum berakhir.


Xiao Shuxiang mengangkat sedikit tangan kanannya saat dia melihat titik cahaya kebiruan yang perlahan melayang ke arahnya. Itu tidak lain adalah Dantian Berakar milik Xiao Shuxiang yang sudah berevolusi.


Dantian Berakarnya sekarang memiliki diameter delapan sentimeter, lebih besar dari dantian pada umumnya.


Tidak ada lagi akar kehitaman di dalam dantiannya, tetapi ada pola seperti gulungan air berwarna merah di pinggiran dantian miliknya, itu merupakan kekuatan dari Wyvern.


Xiao Shuxiang menundukkan kepalanya, ada sebuah tetesan air di ujung rambutnya. Akibat dari memanggil Pedang Kaisar Langit.. Seluruh awan hitam seakan meledak dan menciptakan percikan air.


Xiao Shuxiang diam-diam tersenyum, dia lalu mengangkat kepalanya dan sedikit membelai poni depannya dengan tangan kiri.


"Hidup itu indah, tapi tanpa Xiao Shuxiang akan terasa hambar. Para makhluk dari Benua Timur.. Bersyukurlah dengan hati terdalam kalian karena aku.. Xiao Shuxiang, akan menunjukkan satu kebaikanku yang tidak akan mungkin kalian dapatkan untuk kedua kalinya.."


Xiao Shuxiang mengigit pergelangan tangan kirinya hingga berdarah. Dia lalu meneteskan darah tersebut pada Dantian Berakar di tangan kanannya.


Seketika, cahaya tipis berwarna putih, hijau, dan biru yang tidak terhitung jumlahnya langsung menyeruak dan keluar dari Dantian milik Xiao Shuxiang.


Cahaya ini merupakan energi kehidupan setiap makhluk yang sebelumnya dihisap oleh Wyvern.


Xiao Shuxiang mengembalikan energi kehidupan tersebut dan menyembuhkan luka mereka secara sekaligus dengan darahnya.


Kekuatan Xiao Shuxiang kini kembali. Dia dapat melakukan hal besar tanpa khawatir tubuhnya kesakitan.


Setelah sempat kehilangan Dantian Berakarnya, Xiao Shuxiang menjadi sadar bahwa dantian keduanya yang paling kecil ternyata jauh lebih kuat. Meski demikian, dia tetap harus mengambil dantian utamanya kembali.


Banyak tubuh kultivator yang berubah menjadi potongan daging karena terkena efek dari serangan mematikan Xiao Shuxiang tadi, begitu juga dengan tubuh Jing Mi dan saudara-saudaranya.

__ADS_1


Tetapi setelah cahaya yang keluar dari dantian Xiao Shuxiang menyentuh bekas darah mereka.. Tubuh Jing Mi dan kultivator yang lain mulai terbentuk ulang kembali.


Ini bukanlah Teknik Terlarang, Xiao Shuxiang hanya mengembalikan energi kehidupan yang tersimpan di dalam Dantian Berakarnya.


Manusia dan Demonic Beast yang terbunuh sebelum Wyvern memakai jurus pengorbanan akan tetap mati.


"Kenapa aku harus begitu baik pada kalian semua..? Aku ini Xiao Shuxiang, Sang Bintang Penghancur bukan Sang Bintang Pelindung yang pernah dikatakan kedua Tua Bangka itu. Aku ini pembuat kekacauan yang luar biasa, tak seharusnya bertindak bodoh begini dengan mengembalikan energi kehidupan kalian.."


Pikiran jernih Xiao Shuxiang mulai kembali. Dia bisa memakai energi kehidupan pada Dantian Berakarnya untuk membuat kekacauan di benua lain.


Benua Timur jelas sudah bisa dikatakan benua yang mati, dia tidak membutuhkan benua yang rusak parah seperti ini.


".. Tapi ibuku masih ada di bawah sana, Saudara Jing, Yi Wen, dan yang lainnya juga. Apa aku tidak perlu menolong mereka..? Aku bisa mencari ibu baru dan teman-teman yang baru-!!"


"Kau berani berpikiran seperti itu, aku akan membunuhmu,"


Xiao Shuxiang tersentak saat pundak kanannya di sentuh oleh seseorang yang tak lain adalah Zhou Yan. Dia tersenyum canggung dan merutuk di dalam hati karena terlalu lengah sampai tidak menyadari kehadiran Zhou Yan dan Lan Guan Zhi.


"Sebaiknya kau buang jauh-jauh pikiran kotormu. Sebagian kekacauan ini adalah salahmu, jadi tebus kesalahanmu itu,"


Zhou Yan tahu bahwa Xiao Shuxiang tidak serius saat mengeluarkan kata-kata itu. Meski hanya sekilas, dia dapat melihat betapa leganya Xiao Shuxiang karena dapat melakukan sesuatu untuk menolong orang-orang yang dekat dengannya.


Dia dan Lan Guan Zhi sebelumnya telah berada di tengah laut. Dengan kemampuan Alkemisnya, dia dapat terbang sejauh mungkin tanpa istirahat.


Namun, setelah melihat cahaya aneh di langit.. Dirinya dan Lan Guan Zhi memutuskan untuk kembali dan ternyata Xiao Shuxiang telah menyelesaikan masalah Wyvern.


Zhou Yan sebenarnya terkejut karena Xiao Shuxiang memiliki kemampuan untuk mengembalikan energi kehidupan yang diambil Wyvern, teknik semacam ini bahkan untuk dirinya sendiri akan sangat mustahil.


"Jangan mengira bahwa kau menyelamatkan benua ini, maka semua kesalahanmu akan diampuni. Kau tetap akan dihukum karena kenakalanmu itu,"


Zhou Yan tersenyum dari balik cadar tebalnya, dia menanyakan pendapat Lan Guan Zhi yang ternyata juga setuju Xiao Shuxiang dihukum.


"Kalian ini tega sekali, tapi baiklah.."


Xiao Shuxiang tersenyum, dia kini bisa lebih fokus mengembalikan energi kehidupan para manusia dan Demonic Beast.


Zhou Yan dan Lan Guan Zhi berdiri di sampingnya sambil melihat saat tubuh para manusia di bawah mereka mulai terbentuk kembali.


".. Hmm, kira-kira.. apa aku boleh memilih hukumanku sendiri? Aku ingin hukuman menghangatkan tempat tidur saja,"


"Kau masih berani berpikiran mesum seperti itu, dasar tidak tahu malu..!"


"Tetua Tiga, maksudku menghangatkan tempat tidur dengan api biru milikku. Anda yang mesum, bukannya aku. Tapi kalau mau.. Aku tahu satu orang yang sangat ahli dalam hal 'itu', aku belajar banyak darinya.."


!!


Zhou Yan langsung menyentil dahi Xiao Shuxiang saat pemuda di sampingnya menyenggolnya sedikit sambil tersenyum dan berkedip penuh arti.


Pemuda ini sudah tidak waras karena membahas hal semacam itu dalam kondisi sekarang. Dia menyuruh Xiao Shuxiang untuk fokus pada tekniknya.


"Kalau Tetua Tiga tidak mau, aku akan mengajak Lan Zhi saja. Kau mau kan, LanLan?"


"Dalam mimpimu,"


Xiao Shuxiang menyenggol pelan Lan Guan Zhi dan terus membujuk temannya. Tentu semua ini dilakukan sebagai hiburan agar mereka tidak terlalu tertekan dengan kondisi sekarang.


Xiao Shuxiang tidak menginginkan Zhou Yan dan Lan Guan Zhi terus mengingat kekacauan yang diakibatkan oleh Scarlet Bayangan dan Wyvern.


".. Tempat itu bagus dan ada banyak gadis cantik. Mereka bisa menyelamatkan keperjakaan kalian. Tipe-tipe gadis di sana juga banyak, dan aku suka yang pemberani,"


"Bocah, jika kau berani membahas tempat semacam itu lagi.. Kupastikan kau akan melahirkan Lan Xiao kedua,"


Xiao Shuxiang terdiam sejenak sebelum akhirnya tertawa. Dia sepertinya harus meluruskan masalah Harimau Bulan yang selalu memanggilnya 'ibu' dan hubungannya dengan Lan Guan Zhi yang sepertinya dianggap aneh oleh orang-orang terdekatnya.


***


.


.


.



.


.


.


Catatan Penulis :


Arigatou Gozaimasu karena sudah mengikuti perjalanan Xiao Shuxiang sampai sejauh ini. Gomen kudasai bila masih terdapat banyak typo bertebaran (revisi akan dilakukan setelah karya ini selesai).


'Karya' kami memiliki unsur bromance, jadi untuk yang tidak suka, diharapkan agar tidak membaca dan ikut nimbrung di sini.^^

__ADS_1


Bila di antara banyaknya kekurangan 'Karya' ini ada sesuatu yang menarik perhatianmu dan dapat membuat orang lain ikut suka, maka mari bantu Hamster Gembrot ini promosi dengan mengajak Teman-Teman yang lain untuk ikut mampir di sini. (⌒▽⌒)


Dan jika ingin memberi dukungan lain yang lebih istimewa lagi. Kamu bisa mendukung penulis melalui k@ryak@rsa. Tentu saja, kami tidak pernah memaksa. Kamu menikmati cerita ini pun, Penulis sangat bersyukur. Semoga tetap sehat dan semangat selalu..! (*^▽^*)ノ


__ADS_2