
Gong Ru begitu kecewa dengan kenyataan pahit yang dilihatnya. Kenapa harus ada benda asing menggantung di antara kedua paha anak cantik ini? Kenapa anak ini harus berjenis kelamin laki-laki? Takdir macam apa ini?!
"Kau membuatku patah hati. Adik, bunuh anak ini..." Gong Ru tertunduk lesu, dia lalu berjalan lemas untuk menjauhi Xiao Shuxiang.
Gong Ru kemudian berdiri di samping Yang Shu, dia ingin menyaksikan adiknya membunuh anak yang telah membuat hatinya terluka.
Yang Shu begitu terkejut saat mendengar bahwa cucunya, Xiao Shuxiang ingin dibunuh. Dia sangat ingin menolong cucunya, namun seluruh tubuhnya terlalu gemetar hingga tidak bisa digerakkan.
Apalagi saat Gong Ru menyentuh pundaknya sambil mengeluarkan sedikit aura pembunuh, Yang Shu menyadari bahwa jika dia menolong cucunya----maka ketiga anak yang terbaring pingsan di tanah itu akan tewas.
Xiao Shuxiang juga agak tersentak saat mendengar ucapan Gong Ru, namun tidak ada rasa ketakutan sedikit pun yang terlihat di wajahnya. "Ingin membunuhku, Xiao Shuxiang? Hah! Tidak semudah itu."
Gong Peng tersenyum lebar saat Gong Ru menyuruhnya untuk membunuh anak kecil cantik ini. "Hei... Nak. Perlu kau tahu bahwa aku memang tidak suka anak laki-laki karena suara mereka tidak semanis anak perempuan. Aku hanya membunuh anak laki-laki dengan sekali tebasan saja karena mereka membosankan. Namun jika anak perempuan... Aku akan menyiksanya secara perlahan-lahan sambil mendengarkan jeritan mereka. Tapi kupikir aku akan memberi pengecualian untukmu. Aku akan menyiksamu sama seperti caraku menyiksa anak perempuan. Ini karena kau sudah membuat hati Kakakku terluka..." Gong Peng kembali tersenyum lebar, dia kemudian mencengkeram kerah anak laki-laki manis itu.
"......" Xiao Shuxiang sendiri berkedip. Dalam hati dia merasa heran dengan pria berotot yang mencengkeram kerahnya ini. Kenapa Gong Peng harus menjelaskan hal seperti itu padanya? Jika ingin tebas, yaah... Tinggal tebas saja. Untuk apa memberi pengecualian padanya. Bukankah ini sama saja dengan...
"Mm... Orang berotot besar ini sepertinya kurang cerdas. Aku tahu kalian berdua hebat. Tapi membunuh anak kecil sepertiku, hah! Bukankah itu tindakan pengecut?" Xiao Shuxiang dengan santainya berbicara sambil menatap ke arah Gong Peng dan Gong Ru.
Salah satu taktik ketika berhadapan dengan bahaya adalah tetap tenang dan jangan pernah terlihat takut sedikit pun.
Bersikap angkuh di depan lawan yang lebih kuat juga merupakan sebuah taktik. Itu membuat lawan merasa, kita memiliki semacam rahasia untuk mengalahkannya, sehingga lawan akan menjadi ragu dan waspada.
Untuk Xiao Shuxiang? berhadapan dengan bahaya seperti ini sama sekali tidak membuat nyalinya menciut, meski pun saat ini bisa dibilang dirinya sangat lemah.
Dan untuk sikap angkuh Xiao Shuxiang? Itu sudah ada sejak kehidupan pertamanya. Bahkan keangkuhannya sudah seperti aliran darah yang mengalir di dalam tubuhnya.
"Kau bilang apa, anak kecil? Pengecut? Ha ha ha ha!" Gong Peng tertawa saat mendengar ucapan Xiao Shuxiang, "Bagus sekali. Aku kagum karena kau berani menatapku tanpa merasa gentar sedikit pun."
Gong Ru, "Aku juga kagum padanya. Selama ini, belum pernah ada seorang pun yang bisa berbicara selancar itu saat mengetahui kami adalah Perampok Bersaudara. Baik orang dewasa maupun anak kecil pasti akan ketakutan, menangis, dan memohon dengan tubuh dan suara gemetar agar dibiarkan hidup. Kau punya murid yang pemberani, sayang nasibnya buruk bertemu kami."
Gong Peng mulai menghentikan tawanya, dia kini tersenyum lebar sambil perlahan menempelkan pedang besarnya tepat di pipi kiri Xiao Shuxiang, berniat untuk mengirisnya pelan-pelan.
"Anak kecil..." suara Gong Peng pelan. "Biarkan aku melihat raut wajah bocah tujuh tahun yang sedang ketakutan. Ayo perlihatkan padaku,"
Bukan wajah ketakutan anak kecil yang dilihat Gong Peng, tetapi justru sebuah senyuman sinis.
__ADS_1
"Kau...?!" Gong Peng tersentak, padahal nyawa bocah ini bisa dibilang berada di tangannya. Kenapa bocah ini tidak memperlihatkan wajah ketakutan sama sekali? Apalagi memperlihatkan raut wajah penuh tangisan, apakah ada yang salah dengan saraf anak ini?
Gong Ru yang melihat Xiao Shuxiang kemudian tertawa. "Ha ha ha, bagus sekali! Kau benar-benar anak yang sangat berani, aku kagum padamu!"
Dia berjalan ke dekat Gong Peng dan menyuruh adiknya untuk melepaskan cengkeraman tangan adiknya dari kerah anak itu.
Xiao Shuxiang merapikan pakaiannya dan juga mengencangkan ikat rambutnya dengan begitu santai. Dia kemudian menatap Gong Ru dan Gong Peng dengan wajah polos miliknya.
Gong Ru berjongkok di depan Xiao Shuxiang, "Hei, Nak? Apa kau tidak takut pada pria berotot ini...? "Apa kau tidak takut jika pedang besarnya memotong tangan dan lehermu?"
"Dibanding dengan takut, aku lebih merasa kasihan dan kecewa dengan tindakan kalian. Dibalik nama kalian yang terkenal, kalian melakukan pembunuhan terhadap anak kecil dengan cara pengecut seperti ini tanpa membiarkannya melakukan perlawanan. Haaah... sangat disayangkan..." Xiao Shuxiang mendesah pelan sambil menggelengkan kepalanya.
Gong Peng yang mendengarnya tertawa begitu keras, Gong Ru sendiri terlihat cekikikan saat mendengar ucapan bocah tujuh tahun di depannya.
"Memang perlawanan apa yang bisa dilakukan oleh anak kecil, hah? Mereka hanya akan melakukan perlawanan yang sia-sia..." Gong Ru menertawakan Xiao Shuxiang.
Mendengar ucapan pria di hadapannya Xiao Shuxiang menghembuskan napas pelan dan kembali menggeleng, tindakannya membuat Gong Ru keheranan.
Xiao Shuxiang, "Pemikiranmu terlalu dangkal untuk seorang perampok yang memiliki nama seterkenal itu..."
Xiao Shuxiang, "Perlawanan seorang anak kecil sepertiku memang hanya sia-sia. Mustahil bagiku mengalahkan pria dewasa, apalagi pria dengan tubuh kekar dan berotot seperti dia. Tapi itulah bagian menariknya! Membuat anak kecil berusaha keras mempertahankan hidupnya, lalu menunggu sampai dia putus asa dan kemudian menertawakan usahanya yang sia-sia itu... Bukankah jauh lebih menghibur daripada mendengar jeritannya?! Itu yang seharusnya dilakukan penjahat terkenal, bukan seperti kalian."
Raut wajah Gong Ru dan Gong Peng sedikit berubah. Mereka tidak menyadari niatan Xiao Shuxiang yang sebenarnya.
Dengan kedua perampok ini mendengarkan celotehannya barusan, maka sama saja mereka telah mengundang kematian bagi diri sendiri.
Harusnya sebagai penjahat, Gong Ru dan Gong Peng langsung saja membunuh Xiao Shuxiang tanpa perlu mendengarkannya. Apa sebegitu berefeknya wajah polos anak kecil ini, sampai-sampai mereka lupa dengan tujuan awal mereka yaitu merampok dan membunuh?
"Tidak, mereka berdua terlalu meremehkanku. Meremehkan bocah berusia tujuh tahun ini, meremehkan.. Xiao Shuxiang!"
Yang Shu juga mendengar ucapan Xiao Shuxiang. Dia cukup kaget saat cucunya mengatakan hal semacam itu.
Ini sama saja seperti cucu kesayangannya memberi tahu cara melakukan penindasan dan pembunuhan yang benar kepada kedua Perampok Bersaudara ini. Apalagi cara ini bahkan lebih kejam daripada langsung membunuh dengan memenggal kepala.
"Hao'Er... Kuharap ini bukan ajaran darimu.." Yang Shu menganggap bahwa anaknya-lah yang mengajari cucunya.
__ADS_1
Gong Ru mengelus-elus dagunya, dia memikirkan ucapan Xiao Shuxiang. Gong Peng juga terlihat memikirkan ucapan anak ini, dia memang merasa butuh hiburan lain selain memotong kecil tubuh anak-anak tanpa membiarkan mereka melawan.
Para pedagang yang menyaksikan Gong Ru dan Gong Peng berbicara dengan anak kecil, tidak berani bergerak sedikit pun apalagi mencoba untuk kabur. Mereka tidak yakin akan selamat meski lari sekuat tenaga, mereka lebih memilih untuk menunggu sambil berharap ada seseorang yang bisa menolong mereka.
Xiao Shuxiang terus saja berbicara dan mengeluarkan pendapatnya kepada kedua perampok di depannya ini. "... Jangan marah yah, tapi menurutku kalian belum termasuk ke dalam perampok yang ditakuti, meski pun kalian berdua hebat."
Gong Ru manggut-manggut, dia kemudian tersenyum sambil menatap Xiao Shuxiang. "Jadi maksudmu, aku harus memberimu kesempatan untuk membela diri? Ha ha ha, tapi kau terlalu lemah, Nak! Kau tidak akan bisa menghiburku sama sekali."
Xiao Shuxiang, "Tapi apakah ada anak yang seberani diriku sebelumnya? Aku tidak tahu apakah ini bisa menghiburmu atau tidak, tapi pria besar ini... Aku ingin melawannya."
"Kau...? dan Adikku...? Ha ha ha ha!" Gong Ru merasa bahwa anak kecil ini tidak waras, sampai-sampai ingin bertarung dengan adiknya, Gong Peng.
"Hei, Nak...? Apa kau tidak salah memilih Adikku sebagai lawanmu, huh?"
"Adikmu yang mencengkeram kerahku lebih dulu, bukan kau. Karena itulah aku ingin melawannya! Kenapa? Apa tidak boleh?"
Ada nada ejekan dari cara bicara Xiao Shuxiang, seolah mengatakan kepada Gong Ru bahwa Gong Ru takut jika adiknya melawan Xiao Shuxiang, yang notabenenya hanyalah seorang bocah.
"Anak kecil? Aku ini kultivator, aku tahu tingkat praktikmu yang bahkan belum mencapai Forging Qi tingkat satu itu... Bernyali juga kau!"
Gong Ru kemudian berdiri, "Baiklah, untuk menghargai keberanianmu maka aku akan mengabulkan permintaanmu itu. Adik, kau lawan anak ini, buat tubuhnya terpisah-pisah menjadi dua puluh bagian. Aku ingin lihat potongan keberapa anak ini tidak bisa bernapas lagi." Gong Ru menyeringai ke arah Xiao Shuxiang, namun anak itu hanya memasang wajah yang biasa saja.
Gong Peng tertawa, "Tentu saja, Kakak."
Dia kemudian berjalan ke depan, tempat di mana mayat kuda serta potongan tubuh pendekar dan pedagang yang dibunuhnya berada.
Gong Peng, "Anak kecil. Tarik pedangmu dan datanglah padaku. Biar kuperlihatkan mimpi yang paling menakutkan padamu,"
Xiao Shuxiang mengangguk, dia kemudian menarik pedang yang terselip di pinggang kirinya. Belum sempat dia melangkah, Gong Ru tiba-tiba saja menghentikannya.
"Tunggu, apa itu pedangmu?" Gong Ru sedikit tersentak saat melihat pedang Xiao Shuxiang yang begitu tua dan juga usang, bahkan ujung pedangnya pun sudah tidak ada.
Xiao Shuxiang mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Gong Ru. Dia juga cukup heran saat Gong Ru tiba-tiba saja menghentikannya. "Apakah ada yang salah dengan pedang ini?".
***
__ADS_1