XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
152 - Ada Yang Mereka Rencanakan [Revisi]


__ADS_3

Pedang Xiao Shuxiang membentur pakaian Bian Que, kualitas kain terbaik hingga mampu menghasilkan suara seperti benturan pedang.


"Dari cara bertarungmu, aku jadi penasaran.. Apa kau memang Sang Bintang Penghancur? Karena ini lemah sekali.." Bian Que tersenyum meledek.


"Hmph, aku baru pemanasan..!" Xiao Shuxiang mengalirkan Qi pada pedangnya dan segera menerjang Bian Que dengan gerakan yang cepat.


TRAANG!


TRAANG!


Pertempuran keduanya tidak bisa ditangkap dengan mata telanjang Hu Li. Dia terkejut sebab Xiao Shuxiang dan Bian Que semakin lama semakin jauh dari tempat mereka sekarang.


Hu Li mengejar Xiao Shuxiang dan Bian Que sampai ke sebuah hutan yang memiliki kabut tebal. Sudah jelas Xiao Shuxiang dipancing ke tempat ini.


Tap


"Tidak usah bermain-main, aku tahu kau bukan yang asli..!" Xiao Shuxiang menunjuk Bian Que dengan pedangnya, wanita tersebut tersenyum dan sedikit mengibaskan pelan rambutnya.


"Kalau aku melawanmu langsung, kau pasti sudah menjadi mayat sekarang.. Hh, kau jadi lemah.. Sama sekali tidak menarik," Bian Que mencabut sehelai rambutnya, dia lalu meniup rambut tersebut yang langsung menghasilkan serangan asap tebal berwarna ungu gelap.


!!


Xiao Shuxiang sadar ini racun, dia segera melompat untuk menghindari asap tebal itu, tetapi detik berikutnya Bian Que menerjang dirinya dari balik kepulan asap tersebut.


Bian Que melukai lengan kanan Xiao Shuxiang hanya dengan tangannya. Walau tanpa dialiri Qi, tangan Bian Que begitu tajam seperti belati.


Xiao Shuxiang memutar tubuhnya di udara, dia memberi tendangan pada punggung Bian Que hingga membuatnya terhantam turun. Gerakan Xiao Shuxiang begitu cepat dan tidak dapat diduga.


Tidak ada suara hantaman keras yang terdengar, membuat Xiao Shuxiang memasang wajah serius. Pakaiannya merupakan jenis kain kualitas terbaik, namun mudah koyak seperti ini berarti tingkat praktik Bian Que sangat tinggi.


"Jadi, bisa dibilang aku sekarang bertarung dengan kultivator Forging Qi tahap Emas Kuning ke-atas, ya..? Hmm.. Tapi tingginya tingkat praktik saja bukan jaminan untuk menang.. Apalagi saat melawanku..!" Xiao Shuxiang dapat melayang di udara tanpa menggunakan pedang terbangnya.


Seorang kultivator memang dapat melakukan ini dengan cara menggunakan Qi yang dikumpulkan pada pusat kaki.


Tetapi risikonya adalah menguras banyak Qi dan orang yang bisa melakukannya minimal berada di Forging Qi tingkat 18 atau Master Foundation Tahap Emas Merah.


Sayangnya, itu tidak berlaku pada Xiao Shuxiang atau kultivator yang disukai Qi seperti Dai Chen. Kedua orang ini mampu melayang tanpa harus menunggu sampai praktik mereka berada di Master Foundation Tahap Emas Merah.


Xiao Shuxiang dengan menggunakan Pernapasan Air, mulai melesat masuk ke dalam kabut asap tebal menyusul Bian Que.


"Aliran Kelima.. Tusukan Gelombang Melengkung..!"


Kabut asap tebal langsung menyebar secara cepat dan menghilang bersamaan dengan suara tebasan dan tusukan yang tidak terhitung jumlahnya.


Hu Li bahkan terlempar bersamaan dengan menyebarnya asap tebal tersebut karena serangan Xiao Shuxiang. Dia baru berhenti ketika tubuhnya menghantam salah satu pohon.

__ADS_1


Menghilangnya asap tersebut membuat pemandangan mulai menjadi jelas, beberapa pohon terlihat bergoyang kencang dengan bekas sayatan pedang di batangnya.


Xiao Shuxiang berdiri di tengah-tengah banyaknya pohon, dia menyarungkan kembali pedangnya bersamaan dengan pepohonan yang bergoyang kencang tadi tumbang dengan serentak.


Di depan Xiao Shuxiang, terdapat banyak percikan darah, potongan daging, dan kain yang ternyata milik Bian Que. Perlahan potongan daging tersebut meleleh hingga menyisakan tulang-belulang.


Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan, telinganya seketika menangkap suara wanita yang dikenalnya.


"Kau sangat tidak kenal ampun, yaah? Bahkan pada Kakak Cantik sepertiku.."


Xiao Shuxiang tidak menolehkan kepalanya, dia hanya diam sambil memasang wajah yang tenang. Sudah tentu Bian Que tidak ada di tempat ini, hanya suaranya saja yang terdengar.


"Dia hanya menguji sejauh mana kekuatanku. Hmm.. Tidak berusaha menangkap saat kondisiku lemah, berarti.. Ada yang sedang mereka rencanakan.." Xiao Shuxiang mulai berjalan pergi saat suara Bian Que tidak terdengar lagi.


Dia segera melesat ke tempat di mana Hu Li menghantam pohon. Xiao Shuxiang membantu Hu Li berdiri dan memeriksa kondisi tubuhnya.


"Tuan Muda Xiao, dia tadi adalah seniorku. Namanya Bian Que, praktiknya ada di Master Foundation Tahap Emas Merah. Dia sangat terobsesi menjadi salah satu pilar dan dia sangat memusuhiku.."


Mendengar ucapan Hu Li, membuat Xiao Shuxiang menaikkan sebelah alisnya. "Tunggu dulu, bukannya tadi kau bilang Scarlet Bayangan memperlakukan semuanya dengan sama dan itu adalah makna dari kedamaian. Tetapi kenapa wanita tadi memusuhimu?"


!!


"Uhm.. I-itu karena dia iri pada kecantikanku.." Hu Li menggaruk pipinya yang tidak gatal, dia menjelaskan. "Bian Que tidak suka Rubah Salju karena bulunya yang berwarna putih dan penampilannya sangat cantik,"


Tangan Xiao Shuxiang perlahan terangkat, dia memeriksa wajah Hu Li dengan teliti. Dirinya lalu meminta Hu Li mengeluarkan ekor dan mengubah telinganya.


"Kau punya wajah yang begitu lugu, ditambah telinga dan ekormu.. Haiih.. Siapa pun juga akan iri, termasuk aku. Kau benar-benar cantik.." wajah Xiao Shuxiang terlihat pucat, dalam hati dia merasa kasihan pada anak di depannya ini.


"Te-terima kasih, Tuan. Pujian Tuan.. Uhm.. Sangat berarti bagiku.."


!!


Xiao Shuxiang terkejut saat Hu Li malah berterima kasih dan memperlihatkan wajah bersemu merah. Xiao Shuxiang secara tidak sadar melongo.


Pletak!


"Hu Li, bodoh! Kata 'Cantik' adalah Penghinaan Bagi Laki-Laki! Kau harusnya marah bukannya malah.. Haiih! Aku jadi ingin menelanmu hidup-hidup."


Hu Li mengusap-usap kepalanya yang dijitak Xiao Shuxiang, dia bersuara pelan. "Tuan Muda, aku sama tidak keberatan dikatakan 'Cantik'..."


"Tapi Aku Keberatan!" Xiao Shuxiang membentak, "Kau punya 'Kebanggaan' sebagai lelaki. Dan benda 'itu' bukan hanya pajangan di bagian bawahmu, Hu Li! Sekarang dengarkan aku! Sebelum kau menjadi lelaki sejati sepertiku, jangan pernah temui Xiao Shuxiang!"


!!


"A-apa maksudmu, Tuan..?" Hu Li terkejut, apa Xiao Shuxiang baru saja memberinya perintah? Apa tuannya mengusir dirinya?

__ADS_1


Perasaan Hu Li seketika menjadi tidak enak, dia sudah lama menunggu Xiao Shuxiang. Sangat lama! Seratus tahun lebih dia menunggu Tuannya ini. Hu Li tidak ingin berpisah lagi.


"Jika Tuan tidak mau bergabung dengan Scarlet Bayangan, maka aku akan keluar dari Sekte itu. Aku hanya ingin mengikutimu.. Tolong jangan buang aku, Tuan..!" Hu Li hampir menangis tetapi segera dihentikan oleh Xiao Shuxiang.


"Aku tidak membuangmu. Tapi aku mau kau bergantung pada dirimu sendiri. Kau harus menulis takdirmu dan menjalani hidup dengan kedua tanganmu sendiri. Dan saat kita bertemu lagi, jangan memanggilku 'Tuan'.. Tapi 'Saudara Xiao', mengerti?" Xiao Shuxiang menepuk-nepuk pundak Hu Li.


Xiao Shuxiang berkata, "Saat memeriksa tubuhmu dengan Qi, aku bisa merasakan ada banyak telur seperti telur ikan yang mengalir di dalam liran darahmu, Hu Li."


Xiao Shuxiang melanjutkan. "Telur-telur itu hampir mencapai waktu penetasan. Haiih, Entah apa yang terjadi jika mereka menetas sebelum kau bertenu denganku,"


Mendengarnya tentulah membuat Hu Li begitu terkejut. Andai orang lain yang mengatakan hal itu padanya, dirinya pasti tidak akan percaya. Tetapi yang mengatakannya adalah Xiao Shuxiang. Hu Li sangat tahu betul tuannya ini tidak pernah berbohong.


"Tu-Tuan Muda..."


"Kau jangan khawatir, aku sudah membunuh telur-telur itu dengan Qi sebelum mereka menetas."


"Tapi, kenapa aku tidak menyadarinya..?"


"Aku memiliki kemampuan Alkemis sekarang. Setelah menjadi tabib pribadi Dai Chan, aku menjadi peka terhadap perubahan sel-sel di dalam tubuh manusia. Sudahlah, ayo kembali ke pasar. Aku tidak anak-anak itu mencariku,"


Sepanjang jalan, Xiao Shuxiang menjelaskan tentang Scarlet Bayangan dari penglihatannya terhadap kondisi tubuh Hu Li.


".. Aku tidak bisa mengatakan kau harus keluar dari tempat itu, Hu Li. Tetapi menurutku Scarlet Bayangan bukanlah tempat yang cocok untukmu. Aku ingin kau bisa lebih berhati-hati mulai sekarang. Kau sudah hidup selama lebih dari seratus tahun, bukan? Jadi, renungkan jalan hidupmu selama ini dan ambil pelajarannya. Maka kau akan tahu maksudku.."


Ketika tiba di pasar besar, Xiao Shuxiang bisa melihat teman-temannya mulai mencari dirinya. Dia lalu menatap Hu Li dan menyakinkan anak tersebut untuk tidak ikut dengannya.


".. Aku.. Aku akan melakukannya.."


"Hmm, kau akan selalu tahu di mana aku." Xiao Shuxiang menepuk pelan lengan Hu Li, dia samar-samar mendengar seseorang memanggil nama Rubah Salju ini.


"Hm? Kau datang tidak sendiri, Hu Li?"


!


Hu Li baru tersadar, "Aku lupa bahwa. Aku membawa seorang teman dari Scarlet Bayangan. Karena terlalu rindu ingin bertemu Tuan Xiao, dia jadi meninggalkan rekanku "


Xiao Shuxiang mulai dapat melihat orang yang mencari Hu Li, pakaian orang tersebut begitu mencolok dan dirinya tahu siapa dia.


"Itu.. Bukannya Siu Yixin..?" bibir atas Xiao Shuxiang berkedut saat menyebutkan nama rekan Hu Li.


"Kau sebaiknya tidak mengikuti kelakukan orang itu dan berhati-hatilah. Aku harus pergi sekarang. Jangan katakan padanya kau menemuiku atau apa pun, kau mengerti?"


"Baik, Tuan. Kau juga harus jaga dirimu. Aku akan merenungkan semua yang kau katakan tadi, baru mengambil keputusan. Aku juga akan berhati-hati jika ingin pergi menemuimu.."


Xiao Shuxiang tersenyum kemudian mengangguk, dia lalu melangkah pergi dan mulai masuk ke dalam kerumunan orang untuk menemui teman-temannya.

__ADS_1


***


__ADS_2