XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
92 - Zhou Yuan [Revisi]


__ADS_3

Catatan Penulis :


Narasi dengan mode italic merupakan bagian dari mimpi. Selamat menyaksikan^^


*


*


*


Xiao Shuxiang menatap langit-langit kamarnya. Tidak disangka wajah Patriarch Ketiga mengingatkan dirinya pada seseorang di masa lalunya.


"Mereka... mirip sekali..."


Perlahan, mata Xiao Shuxiang terpejam. Sebuah ingatan di hari saat dirinya berhadapan satu lawan satu dengan seorang kultivator Aliran Putih yang merupakan satu-satunya kultivator tingkatan Immortal, Zhou Yuan terlintas.


Pakaian dan rambut panjang Zhou Yuan berwarna putih, matanya ditutup oleh pita tebal yang memiliki warna sama dengan pakaiannya.


Rambut putih Zhou Yuan berkilau di bawah sinar bulan dan sedikit dimainkan oleh tiupan angin. Jika orang melihatnya, mereka pasti akan mengira bahwa dia adalah malaikat yang turun dari langit.


Sementara itu, Xiao Shuxiang memiliki rambut panjang dan pakaian berwarna hitam. Mata yang awalnya berwarna cokelat kehitaman, kini berubah menjadi merah menyala.


Andai tidak ada percikan darah pada wajah Xiao Shuxiang dan dia tidak memperlihatkan seringai jahat, maka siapa pun yang melihatnya akan menganggap bahwa dia adalah malaikat kegelapan yang baik hati.


Zhou Yuan terlihat berumur 38 tahun. Meski matanya tertutup pita, dia tetap terlihat tampan. Zhou Yuan adalah kultivator dari Aliran Putih, Sekte Bangau Air.


Sayangnya sekte itu sudah tinggal nama, Xiao Shuxiang yang menjadi pelaku utama dari musnahnya sekte ini.


Zhou Yuan merupakan satu-satunya kultivator yang selamat. Itu karena saat kejadian, dia sedang menjalankan misi seorang diri dan tidak berada di sekte ketika hal mengerikan tersebut terjadi.


Zhou Yuan memiliki mata yang seluruhnya hitam. Namun saat diperhatikan lebih dekat, matanya seperti langit malam yang penuh bintang-bintang.


Saat melihat orang lain dengan matanya, Zhou Yuan mampu mengetahui masa lalu dan masa depan orang itu. Keadaan ini membuat Zhou Yuan memutuskan untuk menutup matanya sebab melihat masa depan manusia sangat bertentangan dengan hukum langit.


"Kenapa... Kau melakukan ini, Xiao'Er..?" Zhou Yuan menggenggam erat pedangnya, nampak kekecewaan di wajahnya.


Dia mengingat pertama kali bertemu Xiao Shuxiang. Itu adalah saat Xiao Shuxiang terluka dan terbaring lemah di antara rumput liar. Dia akhirnya menggendong Xiao Shuxiang di punggunggnya dan membawanya untuk diobati.


Hanya saja, saat itu Zhou Yuan tidak tahu bahwa Xiao Shuxiang bisa menyembuhkan lukanya dengan Qi, namun membutuhkan waktu yang cukup lama.


Sejak pertemuan itu, keduanya menjadi semakin dekat dan mulai menjalin persahabatan.


Zhou Yuan memiliki pribadi yang tenang, bijaksana dan tidak banyak bicara. Sangat berbeda dengan Xiao Shuxiang yang setiap harinya selalu berbuat keributan. Walau begitu... setiap duduk bersama, keduanya bisa saling memahami.


Xiao Shuxiang yang berdiri cukup jauh di depannya dengan kedua tangan dan pedang berlumuran darah kental, pemuda itu melihat dirinya sambil tersenyum.


Xiao Shuxiang. "Senior Zhou, selama ini... Kau adalah satu-satunya yang kuanggap teman. Walaupun berbeda Aliran, kita bisa menjalin hubungan yang dekat..."


Xiao Shuxiang ingat saat Zhou Yuan mengetahui identitasnya sebagai Sang Bintang Penghancur.


Waktu itu, awal terbenamnya matahari...


Xiao Shuxiang mengakui semuanya. Namun Zhou Yuan sama sekali tidak benci atau menaruh dendam padanya. Sangat jarang kultivator memiliki hati yang sebesar Zhou Yuan, Xiao Shuxiang beruntung memiliki sahabat seperti dirinya.


"Lalu mengapa kau menjadi seperti ini... Xiao'Er?"

__ADS_1


Zhou Yuan bisa merasakan sakit di dalam hatinya saat orang yang selama ini berteman dengannya...


Xiao Shuxiang yang sering menemaninya memancing di malam sinar bulan...


Yang selalu berlatih tanding dengannya...


Xiao Shuxiang yang sering bergurau dan tertawa lepas bersamanya...


Kini menjadi Xiao Shuxiang yang tidak dikenalinya... menjadi seperti monster.


Xiao Shuxiang, "Senior Zhou. Kita sering duduk bersama, bertukar pikiran dan membicarakan tentang 'Kedamaian' benua ini. Bagimu... Kedamaian bisa terwujud jika semua orang bisa saling memahami, terlepas dari Aliran mana dia berasal. Kau membuktikannya dengan menjadikan Xiao Shuxiang temanmu.. Aku sangat menghargai itu,"


Xiao Shuxiang tersenyum tulus, sebelum dia melanjutkan kembali ucapannya. "Namun, pemikiranku tentang 'Kedamaian' berbeda denganmu, Senior. Benua ini tidak akan pernah damai, Jika Masih Ada Kultivator!"


Ada penekanan dalam kata-kata Xiao Shuxiang. Tatapan matanya memperlihatkan ketegasan. Dia begitu yakin dengan ucapannya.


!!


Zhou Yuan terkejut, perasaannya semakin tidak enak. Dia khawatir dan takut dengan apa yang dirasakannya.


Xiao Shuxiang kembali bicara, kali ini ada nada ejekan yang terdengar. "Benua ini... Ah~tidak, tapi Dunia ini... terdapat hukum kuat dan lemah, yang menindas dan tertindas, pemenang dan pecundang! Selama aturan itu masih ada, maka tidak akan ada 'Kedamaian'..." Xiao Shuxiang memain-mainkan pedang di tangannya.


"Xiao'Er, berhentilah. Aku tidak ingin kau-"


"Senior Zhou, hanya boleh ada satu kultivator yang berada di atas dan mengatur benua ini. Dan itu adalah... Xiao Shuxiang!!"


!!


"Kau keterlaluan...! Apa kau ingin membunuh semua kultivator, sehingga hanya tersisa kau satu-satunya?! Itu bukanlah kedamaian...! Apa kau tidak melihat dampak dari ketidak-warasanmu ini..?!" Zhou Yuan tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Xiao Shuxiang benar-benar tidak bisa diperingati lagi.


"Apa yang terjadi adalah langkah awal perubahan. Pengorbanan dibutuhkan untuk mencapai impian, Senior Zhou.." Xiao Shuxiang melihat darah kental yang mengalir di pedangnya. Dia menjilat sedikit darah tersebut sebelum melanjutkan ucapannya kembali.


"Dan untuk mewujudkan impianku akan 'Kedamaian', semua ini dibutuhkan."


"Kau salah, Xiao'Er!! Cara mencapai impianmu salah!"


"Tindakanku benar, Senior! Jika kultivator menghilang, maka kedamaian akan tercipta. Xiao Shuxiang yang menjadi satu-satunya kultivator akan semakin ditakuti...! Kau harus membunuhku jika ingin aku berhenti."


Xiao Shuxiang memperlihatkan senyum lebar yang bisa membuat siapa pun menahan napas ketika melihatnya. Sayangnya, mata Zhou Yuan tertutup pita tebal sehingga tidak melihat senyuman itu.


Zhou Yuan hanya mengepalkan tangannya, terdengar pedangnya sedikit bersuara. "Aku pasti akan menghentikanmu, kau harus membalas kesalahanmu Xiao'Er."


"Aku tidak merasa berbuat kesalahan, Senior. Tapi silahkan hentikan aku, jangan menahan kekuatanmu..!"


Xiao Shuxiang dan Zhou Yuan saling melesat, mereka saling bertukar serangan. Pertarungan keduanya membuat ledakan dan suara debaman keras.


TRAANG!!


Tidak ada seorang pun yang bisa masuk dalam pertempuran keduanya. Bahkan para Grand Master tak bisa ikut membantu Zhou Yuan untuk melawan Xiao Shuxiang.


TRAANG!!


Semua kultivator hanya melihat kilatan cahaya hitam dan putih yang saling berbenturan. Tekanan angin yang dihasilkan dari pertarungan Xiao Shuxiang dan Zhou Yuan dapat dirasakan oleh seluruh kultivator di sekitar tempat mereka bertarung.


TRAANG!

__ADS_1


Xiao Shuxiang dan Zhou Yuan seakan berada di tingkatan yang berbeda dengan semua kultivator Tiga Aliran. Tidak akan ada yang menduga... bahwa kedua orang ini adalah sepasang sahabat sebelum menjadi musuh yang hanya dapat berhenti bertarung ketika salah satu di antara keduanya tewas.


TRAANG!


Xiao Shuxiang perlahan membuka mata, suara pedang yang saling berbenturan masih mengiang-ngiang di telinganya. Sambil mengusap wajah pelan, dia mulai bangun dari tempat tidurnya.


"Gara-gara melihat wajah Patriarch Ketiga, aku jadi memimpikan tentang Senior. Wajah mereka sangat mirip. Andai Patriarch Ketiga berambut putih dan menutup matanya dengan pita.... mungkin aku akan menganggap dia Senior Zhou."


Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan, dia lalu mengusap tengkuknya dan mulai pergi untuk membersihkan diri sekaligus menyiapkan sarapan untuk Patriarch Ketiga.


Semua pekerjaan dilakukan oleh Xiao Shuxiang seorang diri. Patriarch Ketiga hanya mengawasi Xiao Shuxiang dari cermin pusakanya, dia sangat jarang keluar kamar.


"Hm? Apa yang dilakukan bocah itu?" sebelah alis Patriarch Ketiga terangkat saat melihat Xiao Shuxiang memandangi buku resep obatnya sambil terdiam. Dia lalu melihat Xiao Shuxiang membawa buku tersebut dan berjalan menuju kamarnya.


Segera, Patriarch Ketiga mengibaskan tangannya sehingga penampakan kegiatan Xiao Shuxiang pada cermin di depannya menghilang.


Tidak lama, terdengar suara ketukan pintu dan suara Xiao Shuxiang yang meminta izin untuk masuk.


"Tetua Tiga," Xiao Shuxiang dengan ekspresi wajah yang serius berjalan ke arah Patriarch Ketiga dan baru berhenti melangkah saat dia sudah berada didekatnya.


"Tetua Tiga, apa-apaan ini..?" Xiao Shuxiang memperlihatkan sebuah buku tua yang sudah rusak karena dimakan rayap. Dia terlihat kesal, "Tetua Tiga. Kenapa kau tidak bisa merawat buku resep obatmu dengan baik?"


Xiao Shuxiang, "Aku mengaku memang orang yang malas membaca buku dan sering sekali membakarnya untuk mengusir kejenuhan. Tapi berbeda jika buku itu adalah resep obat. Aku tidak akan pernah terima melihat buku seperti ini lecet apalagi sampai dimakan rayap."


Xiao Shuxiang kembali berkata, "Aku bahkan hampir menangis melihat ruanganmu yang dipenuhi buku resep obat tidak terawat dengan baik. Aku bisa melihat debu tebal menutupi buku-buku itu dan membayangkan mereka menangis minta dibaca. Tetua Tiga, kau ini sungguh sangat... Menyebalkan!"


Patriarch Ketiga memandangi Xiao Shuxiang yang masih setia mengomelinya. Dia tidak menyangka akan mendapat teguran dari seorang bocah yang menurutnya begitu menggilai buku.


"Kalau begitu bersihkan, bukankah itu tugasmu?"


!!


Xiao Shuxiang terkejut saat Patriarch Ketiga malah terlihat biasa-biasa saja dan tidak merasa menyesal sama sekali. Dalam hati, dia ingin sekali menjitak kepala Patriarch Ketiga dan menampar bokongnya.


"Aku tahu dia anak Senior Zhou, tetapi sifatnya sangat berbeda dengan ayahnya. Sungguh menyedihkan aku menjadi pelayan dari anak Seniorku sendiri... Haah .." Xiao Shuxiang menghela napas, "Kalau begitu aku ingin meminta izinmu untuk mempelajari buku resep obat yang ada."


"Kau ingin menjadi Alkemis?" Patriarch Ketiga memandang Xiao Shuxiang dari atas sampai bawah, praktik bocah ini hanya berada di Forging Qi tingkat 3 dan dia tidak terlihat memiliki bakat Alkemis.


Xiao Shuxiang, "Aku ingin mencoba sesuatu yang baru."


"Aku tidak menerima murid." Patriarch Ketiga begitu ketus, "Aku tidak akan mau menghabiskan waktu untuk mengajari seorang bocah yang tidak berguna."


Xiao Shuxiang berusaha menahan kemarahannya. Selama ini dia sudah bekerja dengan baik, membersihkan dan merawat tanaman herbal Patriarch Ketiga, bahkan menyiapkan makanan untuknya dan sekarang dia disebut tidak berguna?!


"Huuuf, sabar Xiao Shuxiang.. sabar.." Xiao Shuxiang dalam hati mengusap-usap dadanya.


"Kau tidak perlu mengajariku Tetua, aku hanya butuh izinmu..." Xiao Shuxiang baru bisa bicara setelah menenangkan sedikit dirinya.


"Kau hanya boleh mempelajari buku di rak paling bawah."


"A-baiklah.." Xiao Shuxiang awalnya ingin protes, sebab buku resep di rak bawah hanya tiga buku tua dan kertasnya pun banyak yang terkoyak, tapi karena Xiao Shuxiang baru belajar... maka itu tidak menjadi masalah.


Xiao Shuxiang mulai pamit berjalan kembali menuju ruangan dimana rak-rak buku serta tanaman herbal Patriarch Ketiga berada.


Patriarch Ketiga sendiri mulai mempersiapkan peralatan melukisnya, dia baru saja mendapatkan inspirasi.

__ADS_1


***


__ADS_2