XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
248 - Belajar Bakat Yang Lain


__ADS_3

Mendapatkan Jubah Cahaya Pelindung dari ibunya memang sangat mudah bagi Xiao Shuxiang. Sekarang Tiga Pusaka Langit telah ada padanya.


Xiao Shuxiang tidak menyia-nyiakan waktu. Sementara teman-temannya sedang membantu para warga memperbaiki wilayah kekaisaran.. dirinya pergi mengunjungi Thian Zhai.


Pria tua yang merupakan salah satu dari pegawai Asosiasi Bangau Merak ini juga selamat dari insiden perang melawan Scarlet Bayangan dan naga Wyvern.


Saat ini, Thian Zhai sedang berada di dalam sebuah ruangan dan nampak menghitung kerugian dari cabang Asosiasi yang menjadi tanggung jawabnya.


Gedung tempatnya tinggal juga baru saja selesai diperindah. Barang-barang di sini sudah termasuk lengkap, tetapi sama sekali tidak terlihat senyum di wajah Thian Zhai.


Kedatangan Xiao Shuxiang rupanya ingin meminta diajari menjahit pakaian. Thian Zhai sampai mengorek-ngorek telinganya beberapa kali karena merasa sudah salah dengar dengan perkataan pemuda yang duduk di depannnya ini.


Xiao Shuxiang mengatakannya sekali lagi, dia memang datang untuk belajar menjahit.


Dia kini sudah memiliki bakat menempa, sudah mempunyai kemampuan memasak terbaik, bakat Alkemisnya tidak perlu ditanya lagi, dan dirinya juga ahli dalam membuat racun, sekarang tinggal satu lagi.. Dan itu adalah bakat menjahit.


"Tapi Saya hanya memiliki kemampuan menghitung uang, tidak ada bakat menjahit.."


"Setidaknya bantu aku mencari orang yang berbakat dan dapat mengajariku.."


Xiao Shuxiang tidak ingin mengatakannya pada Thian Zhai, tetapi sebelum dirinya pergi meninggalkan Benua Timur.. Dia ingin menyempurnakan kembali seragam pusaka Sekte Kupu-Kupu.


Thian Zhai berpikir sejenak sebelum akhirnya mengeluarkan pendapatnya. Sejauh yang dia ketahui, ada dua orang mungkin saja dapat membantu Xiao Shuxiang.


".. Pertama adalah Patriarch Ming Mei dari Sekte Pedang Langit, Beliau pandai membuat pakaian tetapi kekurangannya selalu berpatokan pada buku. Kedua adalah Walikota Embun Bunga, dia juga berbakat membuat pakaian, tetapi memiliki kekurangan pada bagian bahannya.."


!!


Xiao Shuxiang lupa bahwa Tianqi Mao adalah Demonic Beast yang dapat membantunya, tetapi dirinya terkejut sebab Ming Mei ternyata memiliki bakat yang tidak dia duga.


Setelah berpamitan dengan Tian Zhai, dirinya segera pergi untuk menemui Patriarch Keempat Sekte Pedang Langit tersebut.


Empat buah bukit yang sebelumnya menjadi kediaman keempat Patriarch Sekte Pedang Langit sebagian besar mengalami rusak parah. Meski demikian, perbaikan terus-menerus dilakukan.


Karena sekarang kekuatan Xiao Shuxiang telah kembali, maka kecepatan terbangnya juga lebih baik dari sebelumnya.


Dirinya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di Bukit Sungai Ketenangan, tempat kediaman Ming Mei.


Setelah kondisi tubuhnya membaik, Patriarch Keempat Sekte Pedang Langit ini memang kembali ke Bukit Sungai Ketenangan, dia juga perlu memperbaiki tempat tinggalnya.


Entah mengapa, kedatangan Xiao Shuxiang membuatnya sedikit resah. Padahal pemuda ini cukup dia kenal, tetapi ada sesuatu di dalam hatinya yang mengatakan bahwa dirinya telah kenal sangat lama dengan pemuda ini.


Xiao Shuxiang memperhatikan saat Ming Mei menuangkan teh ke dalam cawan giok di atas meja duduk di depannya. Wanita ini masih saja menutup mata, itu memang sudah menjadi ciri khas dari Patriarch Keempat Sekte Pedang Langit ini.


"Silahkan,"


"Terima kasih.."


Xiao Shuxiang meminum perlahan teh yang diberikan Ming Mei. Dia lalu tersenyum dan berkata bahwa rasa teh ini tetap sama meski telah lebih dari seratus tahun berlalu.


Mendengarnya membuat Ming Mei terkejut. Dia memang sudah sejak lama merasakan ini, dirinya merasa pernah mendengar suara Xiao Shuxiang mirip seseorang, tetapi dia tidak tahu siapa.


".. Nak, apa maksud ucapanmu?"


"Patriarch Ming, atau mungkin.. MingMing?"


!!


Ming Mei terkejut, dia sudah lama tidak mendengar sebutan itu. Seseorang di masa lalu pernah memanggilnya begitu, dia adalah orang yang dengan beraninya merusak namanya.


Meski sudah berusia dua ratus tahun lebih, namun Ming Mei masih terlihat seperti wanita berusia 35 Tahun. Dia memiliki rambut panjang berwarna cokelat gelap dan pakaiannya sekarang berwarna merah muda dengan motif kelopak bunga.


Perlahan, mata Ming Mei terbuka. Wajah pemuda yang dia lihat di depannya langsung membuatnya tidak sadar menahan napas.


Wajah yang bersih dan tampan, tatapan mata ramah namun mengandung ketegasan serta kegelapan tersembunyi di dalamnya, senyuman tipis yang lembut tetapi tidak membuatnya tenang. Wajah pemuda di depannya ini.. Dia adalah orang yang telah membuat kekacauan lebih dari seratus tahun yang lalu.


"Kau.. Ba-bagaimana mungkin kau.."


Xiao Shuxiang meminum teh pada cawan giok putih dengan tenang. Memang sudah seharusnya ekspresi terkejut ini yang terjadi setelah melihat dirinya.


Dengan sopan dirinya mengatakan agar Patriarch Sekte Pedang Langit mendengarkannya terlebih dahulu. Dia mulai menceritakan apa yang sudah dirinya alami setelah perang besar di masa lalu.


Ming Mei sebenarnya adalah Senior Xiao Shuxiang sekaligus wanita yang sering dia ganggu.


Ada satu hari dimana dirinya pernah melamar Ming Mei di masa lalu, namun sebelum dia menerima jawaban dari wanita cantik ini.. Dia langsung diseret pergi oleh Zhou Yuan.


"Bertemu dengan kekasih lama, rasanya canggung sekali.."


"Siapa yang kekasihmu, kau.. Kau pria brengsek,"

__ADS_1


!!


Xiao Shuxiang tersentak, dia tidak percaya mendengar kata itu bisa keluar dari mulut seorang gadis lembut yang jarang marah seperti Ming Mei.


".. Hidup memang berubah seiring berjalannya waktu. Perasaanku juga sepertinya begitu. MingMing, bagaimana denganmu..?"


Xiao Shuxiang menuangkan teh ke dalam cawan giok di depannya, dia mengatakan semakin wanita bertambah tua, maka semakin pemarah dirinya. Ming Mei tentu adalah bukti nyata dari ucapannya tadi.


"MingMing, apa kau masih menyimpan dendam padaku?"


Ming Mei jelas tidak percaya Xiao Shuxiang dapat bereinkarnasi kembali. Yang paling mengesalkan adalah pemuda ini masih memiliki wajah yang sama seperti dulu.


Dia jadi ingat hari-harinya yang selalu dikerjai oleh Xiao Shuxiang. Meski dirinya lebih tua, pemuda ini tidak pernah menganggapnya 'Senior'.


Xiao Shuxiang bahkan selalu mengganggunya dan berusaha membuatnya membuka mata, dia paling tidak suka pria ini.


"Apa yang kau inginkan?"


"Dinginnya. MingMing, sudah lebih dari seratus tahun dan sampai sekarang aku belum mendapat jawabanmu. Kau membuatku harus merasakan kematian sebelum aku tahu kau menolak lamaranku atau tidak. Mungkinkah, gara-gara itu aku bereinkarnasi?"


Satu yang Ming Mei ketahui, Xiao Shuxiang yang sekarang jauh lebih cerewet daripada di masa lalu. Dia tidak percaya reinkarnasi Xiao Shuxiang dapat terjadi karena dia yang tidak menjawab pengakuan cinta pemuda ini.


"Kau pernah hampir membunuhku. Pengakuanmu di masa lalu, jelas hanya candaan."


"Tapi aku tidak pernah berbohong, termasuk pada candaanku.."


Ming Mei kemudian memberi jawaban yang sudah lama membuat Xiao Shuxiang penasaran. Dia rupanya memiliki prinsip tidak akan menikah dengan pemuda yang mempunyai usia lebih muda darinya.


Mendengarnya membuat Xiao Shuxiang mengusap-usap dada pelan. Dia ternyata ditolak, padahal Ming Mei adalah wanita pertama yang dia lamar di kehidupan pertamanya.


".. Bagaimana dengan sekarang? Apa prinsipmu masih sama?"


Ming Mei perlahan menutup matanya kembali. Dia menjawab prinsipnya tidak berubah dan tak akan pernah berubah.


".. Bukannya sekarang kau sudah punya 'Suami dan Istri'? Hm, Lan Xiao juga anakmu, kan?"


!!


Xiao Shuxiang jadi tidak selera meminum teh-nya. Ucapan Ming Mei barusan terdengar aneh, tetapi sepertinya dia mengerti maksud wanita ini.


"MingMing, Lan Zhi itu hanya temanku. Dia sudah kuanggap sebagai saudara sekaligus keponakan sendiri. Kalau untuk Si Kucing Putih.. Aku tidak tahu. Saat ini aku tidak ingin memikirkan hal-hal semacam itu, biarkan langit saja yang mengaturnya.."


".. Itupun kalau kau mau. Tapi, kalau kau masih punya dendam padaku.. Maka kau bisa membalaskan dendamu sekarang,"


"Aku bukan orang yang pendendam,"


Ming Mei mengibaskan pelan tangannya dan sepuluh buku langsung muncul di atas meja duduk. Dirinya berkata tidak bisa melatih Xiao Shuxiang untuk saat ini, pemuda di depannya dapat melakukan latihan sendiri dengan mengikut pada buku-buku di depannya.


".. Aku tahu kau sangat malas membaca, jadi anggap ini latihan untukmu,"


"MingMing, kau ternyata mengenalku dengan baik.."


Xiao Shuxiang mengambil kesepuluh buku tersebut, dia mengucapkan terima kasih karena ternyata Ming Mei tidak membencinya.


Semua itu sudah masa lalu. Meski Ming Mei membalas dendam, semua saudara-saudara seperguruannya tidak akan bisa hidup kembali. Dia tahu bahwa dendam tidak akan bisa membuatnya tenang.


".. Kau memiliki keberuntungan langit. Jadi, kau harus menjalani hidupmu dengan lebih baik,"


Xiao Shuxiang tersenyum dan kemudian mengangguk pelan. Dia berkata memang sedang berusaha menjalani hidup yang baik. Dirinya lalu berpamitan karena masih ada tempat yang ingin dia kunjungi.


Tujuan keduanya adalah menemui Tianqi Mao. Demonic Beast tersebut rupanya tidak memiliki buku seperti Ming Mei. Dia lebih bisa menjelaskan apa yang dia ketahui tentang cara menjahit dan membuat sebuah pakaian.


Yang diinginkan Xiao Shuxiang bukanlah belajar menjahit biasa. Pemuda ini berniat membuat seragam yang kuat layaknya Pusaka Langit.


Masalahnya, dia sekarang hanya punya waktu dua setengah hari lagi. Di waktu yang begitu singkat ini.. Xiao Shuxiang berlatih giat dengan buku panduan yang diberikan Ming Mei dan arahan dari Tianqi Mao.


Sesuatu yang tidak terduga, rupaya selain bakat terpendam Xiao Shuxiang yang dapat menari.. Dia juga mempunyai bakat menjahit.


Awalnya, Xiao Shuxiang kesulitan menggerakkan jarum. Dia merutuk karena beberapa kali jarinya terluka. Memainkan pedang jelas lebih mudah daripada memainkan jarum.


Baru setelah dia mendapat bantuan dari teman-temannya seperti Zhi Shu dan Ro Wei.. Dirinya dapat melakukannya dengan baik.


Xiao Shuxiang terus menjahit seharian, dia istirahat sejenak saat Ling Lang Tian datang dan membawakan pangsit isi daging ayam buatan Xiao WeiWei.


Ling Lang Tian berkata dengan ketus bahwa tidak seharusnya kultivator seperti Xiao Shuxiang makan. Namun Koki Alkemis ini mengatakan dia punya perut dan lidah yang butuh dimanjakan.


".. Aku tidak akan menyiksa mereka saat ada makanan di depanku,"


Ini pertama kalinya Xiao Shuxiang dapat duduk berdua dengan Ling Lang Tian tanpa bersitegang. Dia lalu bertanya kapan Ling Lang Tian pulang ke Benua Tengah bersama adiknya, hanya saja jawaban pemuda di sampingnya ini membuatnya tersentak.

__ADS_1


".. Hanya aku yang akan pulang."


"Bagaimana dengan Si Kucing Putih?"


Ling Lang Tian menjawab bahwa adiknya sekarang adalah tanggung jawab Xiao Shuxiang. Lagipula, adiknya sendiri yang meminta untuk tetap tinggal di Benua Timur.


".. Dia mengatakan masih perlu membantu sampai kondisi benua ini mulai stabil."


Ling Lang Tian dapat melihat Xiao Shuxiang lebih pendiam dari biasanya. Sepertinya pemuda ini sedang memikirkan sesuatu, dan sepertinya itu akibat dari ucapannya.


".. Meski kukatakan adikku adalah tanggung jawabmu, tetapi kau tidak perlu menjaganya. Ling Qing Zhu bukanlah gadis yang lemah,"


"Aku tahu. Tapi bukankah ini tidak adil bagi Adikmu. Apa dia tidak bisa memilih masa depannya sendiri?"


Xiao Shuxiang tidak tahu harus keberatan atau tidak dengan dirinya yang menjadi 'Wali Pelindung' bagi Ling Qing Zhu.


Dia memang tidak pernah membenci gadis berambut putih tersebut, namun yang tidak disukainya adalah Ling Qing Zhu seakan dianggap barang yang dapat diserahkan pada siapapun asalkan orang itu dapat membunuh 'Wali Pelindung'-nya.


".. Aturan keluargamu terlalu kaku. Mereka tidak mengizinkan para perempuan untuk mengambil pilihannya sendiri,"


"Bukan tidak diizinkan, tetapi ini agar mereka dapat dilindungi. Hanya saja, adikku sedikit berbeda."


Xiao Shuxiang mendengarkan penjelasan Ling Lang Tian tentang adiknya, Ling Qing Zhu. Kucing Putih tersebut hanya menganggap pamannya sebagai keluarga sekaligus cahaya bagi kehidupannya.


Kematian seseorang yang dia kagumi tepat di depan matanya merupakan kejadian yang mengerikan. Masalahnya, Ling Qing Zhu tidak pernah mau memperlihatkan emosinya pada siapapun.


".. Dia anak yang menyimpan segala perasaannya di dalam hati."


"Biar kutebak. Adikmu pasti tidak punya teman? Kau juga, iya kan?"


Xiao Shuxiang menggaruk pelan pipinya. Jelas sekali bahwa Ling Bersaudara merupakan tipekal orang yang sulit percaya apalagi memberi kepercayaan pada orang lain.


"Anak Muda, kau harusnya meniruku sedikit.."


Xiao Shuxiang menepuk-nepuk pelan pundak Ling Lang Tian sambil berkata bahwa alangkah baiknya pemuda ini dapat ramah dan sedikit lebih cerewet seperti dirinya.


".. Kau sepertinya harus tinggal lebih lama di Benua Timur. Cobalah akrab dengan teman-temanku, mereka dapat mengisi kesuntukan hari-harimu,"


"Tidak perlu mengurusiku, ambil ini."


Ling Lang Tian meraih tangan kanan Xiao Shuxiang dan memberikan sebuah koin perak pada pemuda tersebut. Jelas sekali ini membuat Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya.


"Kenapa kau memberiku ini?"


Ling Lang Tian menjawab bahwa koin itu untuk menolong adiknya. Xiao Shuxiang akan pergi meninggalkan Benua Timur, dan adiknya masih belum bisa mengobati kesedihannya terhadap kematian Ling Hao Yu, pamannya.


".. Sudah menjadi tugasmu sebagai 'Wali Pelindung' untuk menghilangkan kesedihan adikku."


Ling Lang Tian menyuruh Xiao Shuxiang membeli sesuatu yang dapat mengobati kesedihan Ling Qing Zhu.


".. Mungkin kau juga bisa menemukan sesuatu untuk dirimu sendiri,"


Ling Lang Tian mengatakan diberitahu oleh Lan Guan Zhi tentang masalah Xiao Shuxiang yang kesulitan menemukan hal berharga yang dapat dia lindungi.


Tentu, Lan Guan Zhi tidak mengatakan apapun pada Ling Lang Tian mengenai temannya yang memiliki hubungan dengan Dunia Demon dan Dunia Elf.


"Tunggu, kau bicara pada Lan Zhi? Apa dia selingkuh denganmu?"


"Hmph, siapa yang tahu.."


Jawaban Ling Lang Tian membuat Xiao Shuxiang kaget. Dia menatap tak percaya saat pada pria berambut putih dengan warna mata ungu muda ini, pikirannya mulai kemana-mana.


"Kau ternyata punya bakat bercanda seperti Lan Zhi. Kalian memang cocok dijadikan pasangan karena sama-sama berwajah papan datar,"


Ling Lang Tian mendengus, dia lalu berdiri dan perlahan berjalan sambil mengatakan bahwa Xiao Shuxiang-lah yang lebih pantas.


"Kau mau pergi kemana? Apa yang harus kubelikan untuknya dengan satu keping perak ini? Hei..!"


"Pikirkan sendiri. Kau cerdas, bukan?"


Xiao Shuxiang berdecak sambil menggelengkan kepala pelan. Bagaimana dia bisa menghilangkan kesedihan Ling Qing Zhu hanya dengan satu keping perak.


"Padahal aku masih harus menjahit. Hmm.. Benar, pemuda itu lebih cerdas dariku. Akan kutanya pada Lan Zhi, tapi setelah ini selesai,"


Xiao Shuxiang menyimpan koin perak pemberian Ling Lang Tian dari dalam sakunya. Dia kembali melanjutkan membuat seragam pusaka yang lebih baik untuk saudara-saudara seperguruannya.


Dirinya tidak ingin mendengar nama Sekte Kupu-Kupu menghilang di Benua Timur saat dirinya bertualang nanti. Karena itulah dia menjahit seragam yang kelak dapat melindungi teman-temannya.


***

__ADS_1


__ADS_2