XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
162 - Perubahan Yang Tidak Disadari III [Revisi]


__ADS_3

"Saudara Xiao..! Jangan gunakan Yīng xióng lagi..!" Jing Mi berseru, dia khawatir Xiao Shuxiang akan kesulitan mengontrol pedangnya kembali.


"Jangan khawatir, aku tahu apa yang kulakukan." Xiao Shuxiang bergerak begitu cepat, dia membuat dirinya tiba-tiba muncul dan menghilang berulang kali.


Waktu yang pas! Xiao Shuxiang muncul dan menusuk punggung laba-laba jelmaan Bian Que. Namun dia tersentak saat punggung Bian Que begitu keras, segera dirinya mengambil jarak aman dan mencoba menyerang lagi.


TRAANG!


TRAANG!


Xiao Shuxiang dan Jing Mi menyerang Bian Que, sementara Lan Guan Zhi dan Dai Chen bertarung dengan monster laba-laba yang satunya.


Xiao Shuxiang mengeluarkan lima api biru kecilnya, sayangnya kelima api tersebut tidak memberikan efek yang berpengaruh banyak.


Dua ekor monster laba-laba yang memiliki ukuran sama ini bergerak lincah dan tidak seperti laba-laba yang dilawan mereka tadi.


!!


Xiao Shuxiang merasakan pedangnya berdengung lagi, dia segera menyarungkan pedangnya kembali.


Xiao Shuxiang mengumpulkan Qi di kedua kepalan tangannya, dia tiba-tiba menghilang dan muncul kembali tepat di bawah perut monster laba-laba jelmaan Bian Que.


BAAAM!


Xiao Shuxiang memberi tinjuan kuat pada perut Bian Que, hingga membuatnya terangkat naik. Merasa belum cukup, Xiao Shuxiang terus meninjunya dan beberapa kali memberinya tendangan.


Gerakan Xiao Shuxiang terlalu cepat, Bian Que tidak dapat memberi serangan balasan. Merasa nyawanya akan terancam jika terus begini, dia pun mengeluarkan cairan asam dari perutnya.


Xiao Shuxiang cepat menghindar, dia menangkap salah satu kaki Bian Que dan menebasnya dengan tangan kanan yang dialiri Qi.


Kini, Bian Que hanya memiliki 7 kaki.. Namun dirinya masih saja lincah bergerak. Xiao Shuxiang terlalu memaksakan diri menebas kaki Bian Que, dia melemparkan kaki tersebut yang langsung di tangkap oleh Dai Chen.


Dai Chen menggunakan kaki laba-laba yang di lempar Xiao Shuxiang tadi sebagai senjata untuk menyerang monster laba-laba satunya.


Mereka sudah berhasil menebas tiga kepala kultivator yang tertanam di perut laba-laba tersebut karena menganggap itu adalah kelemahannya. Tetapi sepertinya bukan..


TRAAANG!


Jing Mi memiliki pedang yang bergerigi, tetapi tebasan pedangnya hanya mampu menggores sedikit salah satu kaki Bian Que.


"Saudaraku..! Jika Seperti Ini, Kita Hanya Akan Kelelahan..!" Jing Mi berseru sambil beberapa kali menghindari tusukan dari kaki-kaki milik Bian Que.


"Pasti ada kelemahannya.. Berpikirlah Xiao Shuxiang. Dia menguasai Teknik Terlarang.. Nyawanya pasti ada di benda lain.. Seperti anggota Scarlet Bayangan yang pernah kulawan waktu itu, di mana nyawanya ada di dalam tengkorak.."


Xiao Shuxiang terus berpikir sambil memberi serangan pada Bian Que, dia lalu memprovokasi monster laba-laba tersebut agar dapat menunjukkan sedikit titik lemahnya.


"Kubilang juga apa, kau punya wajah yang buruk. Sangat pantas jika Tetuamu lebih suka Xiao Shuxiang. Dan aku yakin, kau pasti butuh waktu lama untuk berubah kembali menjadi manusia. Teknik Terlarang yang diajarkan Tetua kesayanganmu itu sangat payah..!"


BAAAM!


"Berani Sekali Kau Menghina Tetuaku..!"


"Tentu saja aku berani. Kudengar anggota Scarlet Bayangan lebih banyak berada di tingkat GrandMaster. Hah! Menurutku itu hanya bualan! Kalau kalian begitu kuat, kenapa masih tetap saja bersembunyi seperti pengecut..!"


Xiao Shuxiang menggunakan Pernapasan Api dan melesat memberi tendangan pada kepala laba-laba jelmaan Bian Que hingga membuatnya menabrak monster laba-laba yang satunya.


".. Asal kau tau, praktik yang ditingkatkan dengan Teknik Terlarang jauh lebih lemah. Buktinya kami yang belum mencapai tingkat GrandMaster, dapat membuat kalian seperti ini. Dan biar kuberitahu padamu, Bian Que. Tetuamu sudah menipu dirimu..!"


Bian Que tidak terima dengan ucapan Xiao Shuxiang, matanya mendadak bersinar merah. Dia menyemburkan cairan asam dari seluruh tubuhnya, berniat melenyapkan seluruh kediaman termasuk Xiao Shuxiang dan teman-temannya.


!!


Roh Phoenix Api kembali muncul, kali ini pakaian Xiao Shuxiang bagian punggung tidak berlubang. Roh tersebut membelah diri dan segera melesat menuju tempat teman-teman Xiao Shuxiang berada.


Memang tubuh mereka meleleh karena terkena cairan asam, tetapi detik berikutnya tubuh mereka terbentuk kembali dari Api Phoenix.


"Waah, tidak kusangka rencana ini berhasil. Rasanya seperti penglihatanku tertutup kemudian terbuka kembali. Ini keren.." Xiao Shuxiang berdecak kagum, dia memiliki pelindung yang tidak biasa.

__ADS_1


Jing Mi merasa ini kedua kalinya dia mati dan hidup kembali. Memang benar yang dikatakan Xiao Shuxiang, dirinya juga merasakannya. Rasanya memang mirip dengan menutup mata selama tiga tarikan napas dan kemudian membuka mata kembali.


".. Tapi aku tidak akan berkata 'keren', melainkan 'mengerikan', kurasa.. Aku akan sulit melupakan kejadian ini.." Jing Mi mengusap-usap dadanya, dia bernapas lega karena Mo Huai masih dalam keadaan baik.


Jika Xiao Shuxiang dan teman-temannya masih hidup tanpa kekurangan satu anggota badan pun, maka lain halnya dengan monster laba-laba di samping Bian Que.


Tubuhnya terluka parah akibat terkena cairan asam yang di semburkan Bian Que. Regenerasinya begitu lambat hingga Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang dapat dengan mudah menebasnya menjadi sepuluh bagian.


Dai Chen membentak Xiao Shuxiang yang memiliki rencana tidak waras. Saat dirinya menangkap kaki Bian Que yang dilempar Xiao Shuxiang lalu menggunakannya sebagai senjata..


Dia dan Lan Guan Zhi mengetahui bahwa monster laba-laba yang mereka lawan hanya dapat terluka parah oleh Bian Que.


Keduanya tidak mungkin membuat Bian Que melawan pengikutnya sendiri. Saat sedang berpikir cara yang akan mereka gunakan, ternyata Xiao Shuxiang telah memberikan jawaban yang tidak biasa.


"Xiao Shuxiang, apa kau yang mengontrol Roh Phoenix itu?" Dai Chen mengepalkan tangannya, dia berharap Xiao Shuxiang tidak mengatakan yang dia pikirkan saat ini.


Xiao Shuxiang cengengesan, "Tidak, aku hanya menguji apa benar ada roh Phoenix Api di dalam tubuhku, karena aku tidak bisa merasakannya. Ternyata memang benar ada.. Luar Biasa..!"


"Kau! Kau menjadikan nyawa kita sebagai taruhan atas rasa penasaranmu itu?!" Dai Chen sudah menduga Xiao Shuxiang akan berkata seperti itu, tetapi dia tidak percaya temannya bisa berkata tanpa beban, seolah ini bukanlah masalah besar.


"Dasar Gila..!" Dai Chen ingin sekali menampar bokong Xiao Shuxiang sampai merah, namun dia tidak punya waktu sebab mereka masih harus mengalahkan satu monster laba-laba lagi.


Jing Mi juga sebenarnya terkejut, tetapi dia harus menyimpan keluhannya terlebih dahulu. Dirinya pun menyerang Bian Que dengan segenap tenaga.


TRAANG!


TRAANG!


Cairan asam yang disemburkan Bian Que merusak seluruh kediaman wali kota. Apa yang dikatakan Xiao Shuxiang memang benar, praktik Bian Que tidaklah kuat walau berada di GrandMaster tahap Fana.


TRAANG!


Bian Que tersudutkan, dirinya tadi mengeluarkan cairan asam yang begitu banyak hingga untuk mengeluarkannya lagi.. Dia butuh waktu sekitar lima menit.


Melelehnya semua tempat dikediaman wali kota, membuat Xiao Shuxiang dan ketiga temannya dapat dengan mudah menemukan titik lemah Bian Que.


"Di sana..!"


Sarang tersebut sama sekali tidak meleleh walau terkena cairan asan Bian Que, sudah pasti itulah titik lemahnya.


Xiao Shuxiang segera melesat untuk menebas sarang laba-laba yang membungkus mayat tersebut, namun dia tiba-tiba berubah haluan ke arah Mo Huai saat melihat sebuah jaring berwarna merah darah akan menangkap pemuda itu.


!!


Mo Huai terkejut ketika Xiao Shuxiang memeluk seperti melindungi dirinya. Lan Guan Zhi yang juga sadar dengan jaring laba-laba itu langsung bergerak cepat menjadi tameng bagi Xiao Shuxiang dan Mo Huai.


CRAASH!


Roh Phoenix Api tidak melindungi mereka lagi, seakan dia mempunyai batas waktu sebelum muncul kembali.


Xiao Shuxiang terbelalak saat dia merasakan punggungnya hangat dan sedikit berat. Lan Guan Zhi memuntahkan darah, dia terluka karena jaring laba-laba merah tersebut begitu kuat dan tajam.


Walau dia menyelimuti belakang tubuhnya dengan Qi, namun tetap saja dirinya terluka. Andai tulang Lan Guan Zhi tidak kuat, kemungkinan tubuhnya telah terpotong-potong sekarang.


Xiao Shuxiang sebenarnya terkejut dengan dua hal. Pertama adalah tubuhnya bergerak sendiri melindungi Mo Huai, dan yang kedua karena Lan Guan Zhi melindungi dirinya.


"Lan-Lan Zhi.. Kau masih hidup kan?" Xiao Shuxiang merasakan punggungnya semakin memberat, dia dapat mendengar suara napas yang semakin melemah di dekat telinganya.


"Mn.."


"Lan Zhi.." Xiao Shuxiang melepaskan pelukannya dari Mo Huai dan perlahan membalikkan tubuhnya untuk menjaga Lan Guan Zhi agar tidak terjatuh.


Tangan Xiao Shuxiang bisa merasakan ada darah yang begitu banyak, mengalir pada punggung Lan Guan Zhi.


Dengan hati-hati dia mendudukkan Lan Guan Zhi dan membuatnya bersandar pada dadanya. Xiao Shuxiang mengeluarkan Pil Napas Naga miliknya dan meminta Lan Guan Zhi menelan pil tersebut.


Dai Chen dan Jing Mi masih belum sadar apa yang terjadi di tempat Mo Huai berdiri, serta keadaan kedua temannya. Mereka sebenarnya terkejut karena Xiao Shuxiang hampir menebas titik lemah Bian Que tetapi mendadak pergi.

__ADS_1


"Sekarang Jing Mi..!" seru Dai Chen yang untuk pertama kalinya mengeluarkan sepuluh akar menjalar miliknya dan memerangkap Bian Que.


Jing Mi yang seluruh tubuhnya sudah sangat berat untuk digerakkan, dia memukul-mukul kedua pahanya dengan keras agar dapat bergerak walau sebentar saja.


Jing Mi sudah hampir kehabisan Qi, namun dia masih memaksakan diri. Sambil menggertakkan gigi, dia berlari semampu yang dia bisa dan kemudian memberi tebasan pada sarang Bian Que yang membungkus sebuah mayat.


Bian Que menjerit pilu, dalam mayat yang telah berubah menjadi tulang itu, ada sebuah gumpalan daging berdetak layaknya jantung.


Jing Mi menebas gumpalan daging tersebut yang langsung membuat monster laba-laba jelmaan Bian Que meleleh dan mati seketika.


Dai Chen dan Jing Mi langsung tumbang, keduanya masih tetap mempertahankan kesadaran, tetapi tubuh mereka sulit digerakkan.


Dai Chen yang sedang terbaring dengan napas tersengal-sengal melihat Xiao Shuxiang begitu dekat dengan Lan Guan Zhi.


Dia ingin berteriak sebab temannya itu telah berani mengambil kesempatan di saat dirinya dan Jing Mi mati-matian bertarung dengan Bian Que. Sayangnya, dia terlalu kelelahan untuk melakukannya.


Mereka beristirahat selama kurang lebih enam jam. Tetapi belum ada yang bergerak di tempatnya masing-masing.


Mo Huai berniat mengambilkan air, namun Xiao Shuxiang melarangnya. Dia mengeluarkan dua buah pot ukuran sedang dari Cincin Spasialnya dan meminta pada Mo Huai agar memberikan pot tersebut pada Dai Chen dan Jing Mi.


"Kau juga minumlah, itu adalah air."


Mo Huai mengangguk, dia segera ke tempat Dai Chen dan Jing Mi. Meninggalkan Xiao Shuxiang yang masih duduk bersama Lan Guan Zhi.


Setelah menelan Pil Napas Naga pemberian Xiao Shuxiang, hanya dengan tiga tarikan napas.. Seluruh luka Lan Guan Zhi langsung sembuh.


Dirinya mengambil sikap duduk bersila dan mulai mengumpulkan Qi kembali. Sampai sekarang, Lan Guan Zhi masih tetap melakukannya.


Xiao Shuxiang dan teman-temannya baru melanjutkan perjalanan kembali setelah keesokan harinya, tujuan mereka sekarang adalah Kota Embun Bunga.


Mo Huai ikut bersama Xiao Shuxiang dan teman-temannya sebagai ganti dari surat izin wali kota.


Mereka tidak mendapat informasi tentang markas Scarlet Bayangan dari Bian Que, tetapi dari gulungan yang ada pada Lan Guan Zhi.. Masih ada satu kultivator Scarlet Bayangan yang menduduki kursi wali kota.


Sepanjang perjalanan, Dai Chen mengeluarkan dua akar menjalar yang setia berjalan di kedua sisi kaki Lan Guan Zhi.


Dai Chen berwajah gelap dan tatapan matanya terus mengarah pada Xiao Shuxiang. Jing Mi dan Mo Huai saling berpandangan heran dengan sikap Dai Chen.


"Saudara Xiao, memang apa yang sudah kau lakukan? Dai Chen sepertinya menargetkanmu, Saudaraku.." Jing Mi berbisik pelan sambil berjalan di samping Xiao Shuxiang.


"Dai Chen tidak suka aku dekat dengan Lan Zhi, kurasa.. Dia cemburu." Xiao Shuxiang menoleh ke arah Lan Guan Zhi yang berjalan di belakangnya, namun seketika Dai Chen dengan raut wajah hitamnya menghalangi pandangan Xiao Shuxiang.


Jing Mi juga menyadarinya, dia tersenyum canggung dan meminta Xiao Shuxiang untuk lebih cepat berjalan.


"Saudara Xiao, menurutmu.. Apa Duan De masih hidup sekarang..? Aku takut jika kita sudah terlambat menyelamatkannya,"


"Saudara Jing, Kakek Janggut Panjang pasti masih hidup. Scarlet Bayangan membutuhkan kemampuannya menempa," Xiao Shuxiang saat ini lebih memikirkan tentang tindakannya yang melindungi Mo Huai tanpa dia sangka-sangka sebelumnya.


Dan perasaan aneh yang menghampirinya saat menyadari Lan Guan Zhi terluka karena melindungi dirinya.


Xiao Shuxiang memiliki regenerasi yang lebih baik dari kultivator manapun. Dan dirinya juga seorang laki-laki, tidak seharusnya dia dilindungi seperti itu.


Jing Mi menyadari perubahan raut wajah Xiao Shuxiang, dia menepuk pundak saudaranya sambil bertanya apa yang sedang dia pikirkan.


"Aku bingung, Saudara Jing. Kenapa aku harus melindungi Mo Huai? Aku tidak sempat berpikir saat melakukannya, tubuhku bergerak begitu saja.. Hmm.. Aneh.."


Xiao Shuxiang mengusap-usap dagunya, dia sudah pernah mengalami kejadian di mana tubuhnya bergerak sendiri melindungi orang-orang yang seharusnya tidak dia pedulikan.


Untuk bisa sampai ke Kota Embun Bunga, Xiao Shuxiang dan teman-temannya harus melewati hutan kecil terlebih dahulu. Mereka baru tiba di pintu gerbang Kota Embun Bunga saat hari mulai gelap.


"Sepertinya kita telah ditunggu.." Xiao Shuxiang bisa melihat ada sekitar delapan orang yang berdiri di depan pintu gerbang Kota Embun Bunga.


Salah satu diantara mereka nampak seperti anak kecil berusia 9 Tahun dengan rambut panjang berpita merah besar dan memakai kipas.


Pakaian anak tersebut memiliki model seperti milik Bian Que, namun berwarna hitam dengan corak bunga teratai, ada topeng rubah berwarna merah darah yang terikat di sisi kanan kepalanya menandakan dia berasal dari Scarlet Bayangan.


"Selamat datang, di kota milikku.." anak kecil tersebut tersenyum dan memberi salam hormat pada Xiao Shuxiang dan teman-temannya.

__ADS_1


!!


***


__ADS_2