XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
428 - Lui Me Tian II


__ADS_3

Xiao Shuxiang benar-benar menyiapkan segala perlengkapan mandi untuk Ling Qing Zhu, dia juga tidak lupa membawa pakaian ganti untuk gadis itu.


Walau terkadang suka bertindak tidak tahu malu, namun dirinya merupakan pemuda yang bertanggung jawab.


"Kau bersih-bersihlah, akan kubawakan makanan."


"Shuxiang,"


"Mn? Ada yang kau inginkan?"


Ling Qing Zhu menggeleng pelan, dia tidak tahu harus mengatakan apa pada Wali Pelindungnya. Dia memang butuh membersihkan diri, tetapi pemuda ini mengetahui itu tanpa dia katakan adalah sesuatu yang layak mendapat ucapan terima kasih.


Ling Qing Zhu menyatukan kedua tangannya, dia sedikit membungkuk dan bersikap seperti seorang pendekar sejati. "Terima kasih,"


"Kau ini apa-apaan.." Xiao Shuxiang mengembuskan napas, ".. Antara aku denganmu tidak perlu kata 'terima kasih'. Itu terdengar seperti kau menekankan jarak batas antara kita. Kau jangan ucapkan lagi, mengerti?" dia tersenyum dan segera melangkah keluar dari kamarnya.


"…"


Ling Qing Zhu bisa melihat punggung Wali Pelindungnya yang perlahan menghilang setelah terhalangi oleh pintu kamar. Dia lantas menatap bak mandi yang tadi disiapkan untuknya.


Xiao Shuxiang sendiri tidak ingin menganggu Kucing Putihnya dalam membersihkan diri. Dia lebih memilih mencari sesuatu yang bisa dimakan oleh calon istrinya itu. Kebetulan sekali, telinganya mendengar suara samar yang asalnya lumayan jauh dari tempatnya berada.


Pendengaran Xiao Shuxiang memang tidak salah. Pintu istana Lui Me Tian yang masih diperbaiki kembali rubuh, para pelayan terkejut sebab rubuhan kali ini membuat pintu itu hancur tidak berbentuk. Untunglah mereka bisa menghindari reruntuhan tersebut.


"Nan Shui Gong dan gurunya Si Kambing Jantan itu..! Berani sekali mereka kabur sebelum aku mengeluarkan jantungnya!"


Jeritan kesal penuh amarah membuat para pelayan yang ada merinding ketakutan. Sosok wanita berpakaian serba merah terlihat melangkah masuk sambil menghentakkan kakinya dengan keras. Raut wajahnya seperti akan menelan siapa pun yang dilihatnya hidup-hidup.


"Ya ampun, adik.. Kau sudah memberi mereka pelajaran, apa perlu kau sekesal ini? Kecantikanmu bisa-!!"


Wu Yu, paman angkat Xiao Shuxiang yang berjalan di belakang wanita bergaun merah di depannya spontan menutup mulut. Jika sudah menyangkut masalah 'kecantikan', wanita di depannya bisa memberinya tatapan maut, seperti yang terjadi sekarang.


"Aku sedang marah, jangan membuatku tambah marah lagi atau aku akan mematahkan tulangmu."


"Tenanglah adik.."


"Bagaimana aku bisa tenang?! Jika mereka terus dibiarkan, hal yang buruk mungkin dapat terjadi..!"


"Dunia ini sudah buruk, Bibi. Memang ada yang bisa membuatnya lebih buruk lagi?"


!!


Lui Me Tian dan Wu Yu terkejut mendengar suara yang rasa-rasanya seperti mereka kenali. Saat menoleh, keduanya dapat melihat sosok pemuda berseragam serba hitam yang sedang berjalan menuruni tangga. Mata mereka langsung terbuka lebar.


"Xiao'Er..?"


Wu Yu mengusap-usap matanya lantaran tidak percaya dengan apa yang dilihatnya ini, "Keponakan? Apa itu benar-benar kau..?"


Xiao Shuxiang berjalan menghampiri paman angkatnya dan langsung menyerang pria berotot itu. Wu Yu kaget, namun masih bisa menghindar.


!!


Tongkat pusakanya berbenturan dengan kepalan tangan Xiao Shuxiang. Dia menyeringai karena tahu gerakan bertarung lawan dan tenaga ini merupakan milik dari keponakan angkatnya.


"Paman Wu, apa kau sudah semakin tua hingga tidak mengenaliku?"


"Heh, dasar anak nakal. Kau terlihat berbeda dari terakhir kali aku melihatmu. Sekarang kau sudah tumbuh menjadi belalang,"


Wu Yu menggerakkan tongkatnya dengan gesit. Beberapa kali pusaka itu memanjang dan membesar sesuai keinginannya. Setiap serangannya cepat dan tajam, dia memberi hantam keras pada Xiao Shuxiang.


!!


Lui Me Tian kaget, entah bagaimana pertarungan antara Wu Yu dengan keponakan angkatnya berakhir sengit seperti ini.


Dia mencoba memperingatkan mereka supaya tidak lagi bertarung, namun yang ada justru dinding istananya hancur akibat mendapat serangan nyasar dari Xiao Shuxiang.


"Paman Wu..! Kau jangan menghindar, aku belum mengangkat tulang ekormu."


"Anak Nakal, sebelum kau melakukannya--kau harus berkenalan dulu dengan tongkat Ruyi milikku!"


!!


Xiao Shuxiang melompat menghindar, dia menendang tongkat Wu Yu dan memutar tubuhnya. Paman angkatnya ini sangat sulit ditumbangkan bila memakai senjata.


"Apa Kalian Berdua Tidak Bisa Berhenti?! Kalian Mengacaukan Kediamanku..!"


BAAAM..!!


Lui Me Tian terkejut bukan main saat salah satu pilar istananya hancur berkeping-keping. Pandangannya tiba-tiba menggelap dan tubuhnya mulai diselimuti asap tipis kemerahan.


"Xiao'Er.. Dan Kera Tua Sialan..! Beraninya Kalian.." Lui Me Tian mengepalkan tangan kanannya, dia lantas meninju dinding di belakangnya sambil berteriak dan memerintahkan kedua orang itu untuk berhenti.


Dinding yang terbuat dari batu yang amat kuat tersebut langsung meledak sampai menghasilkan getaran. Ling Qing Zhu yang sedang membersihkan tubuhnya di kamar Wali Pelindungnya bahkan bisa merasakan getaran tersebut.


Xiao Shuxiang dan Wu Yu mendadak berhenti bertarung kala merasakan aura pembunuh yang keluar dari tubuh Lui Me Tian. Keduanya jika terlalu bersemangat menjadi tidak peduli pada lingkungan sekitar, dan inilah yang terjadi.


"Aku sekarang sedang sakit kepala dan kalian--paman dan keponakan malah mengacaukan tempat ini. Jika ingin bertarung, setidaknya jangan di kediamanku. Pergi ke tempat lain..!"


Raut wajah Lui Me Tian benar-benar buruk. Sekali di pancing lagi dan kemungkinan dia bisa meledakkan tempat ini.

__ADS_1


"Adik.. Kau jangan marah, Xiao'Er yang mulai duluan. Aku hanya melindungi diriku,"


Xiao Shuxiang berkedip, dia menatap Wu Yu dan mendengus pelan. Paman angkatnya sekarang sudah mampu bersilat lidah, entah belajar dari siapa.


Lui Me Tian tidak mau mendengar apa pun, "Aku sudah terlalu lelah. Aku ingin istirahat dan sebaiknya kalian jangan membuat kegaduhan lagi,"


Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya, tidak biasanya Lui Me Tian mengabaikannya seperti ini. Jelas sekali bahwa bibi angkatnya itu memang sedang dilanda masalah.


"Paman Wu, sebenarnya apa yang terjadi? Kudengar dari salah satu pelayan bibi, ada perang melawan pemimpin Lembah Terlarang. Bagaimana hasilnya?"


"Haah.. Parah," Wu Yu menggelengkan kepala dan berjalan ke arah salah satu kursi, dia menyingkirkan sedikit reruntuhan yang ada si kursi tersebut sebelum mendudukkan bokongnya.


".. Nan Shui Gong dan gurunya itu sangat licik. Karena mereka, banyak pasukanku yang mati begitu saja. Bibimu bahkan hampir masuk ke dalam jebakannya, perang itu benar-benar kacau.."


"Bagaimana itu bisa terjadi? Bukannya Paman Xi Fan sudah membunuh-"


"Nan Shui Gong? Hah, selama kambing tua itu masih hidup--bahkan membunuh Nan Shui Gong ribuan kali, dia tetap akan hidup kembali. Dan kau tahu apa yang paling menyebalkan? Entah bagaimana orang itu mempunyai pusaka hebat, Mutiara Pelahap Maut. Kami hampir tidak bisa melarikan diri, untunglah pamanmu ini cerdas,"


Wu Yu meniup kasar rambut poni depannya. Dia mengusap-usap tongkat pusakanya sambil memanggil keponakan angkatnya untuk ikut duduk.


Xiao Shuxiang begitu patuh, dia duduk di salah satu kursi sambil mendengarkan penjelasan dari paman angkatnya ini. Dirinya tidak lupa menanyakan keberadaan Yan Xi Fan pada Wu Yu, namun pamannya menjawab bahwa Yan Xi Fan tidak bisa ditemui.


".. Pamanmu itu sedang menjalani hibernasi, dia mungkin akan bangun seratus atau dua ratus tahun lagi. Kau tidak perlu mencarinya,"


"Hebat sekali. Di saat kalian sedang berperang, paman Xi Fan malah enak-enakan tidur. Apa perlu bantuanku untuk membangunkannya?"


"Kau jangan meledek. Jika pamanmu itu tahu, kau bisa jadi daging bakar saat ini juga. Pamanmu melakukan hibernasi untuk meningkatkan kekuatannya, dia adalah harapan dunia ini.."


Suara Wu Yu tiba-tiba menjadi sangat serius. Tanpa sepengetahuan Xiao Shuxiang, Dunia Demon sedang dilanda masalah yang besar. Jika masalah itu tidak mampu diselesaikan, maka dampaknya jauh lebih buruk dan sulit dibayangkan.


Kehadiran Nan Shui Gong dan gurunya di dunia ini merupakan penyakit berbahaya, apalagi sekarang mereka memiliki pusaka yang begitu hebat. Jika Nan Shui Gong dapat mengusai pusaka itu dengan baik, maka berakhir sudah kedamaian yang dipelihara oleh Tiga Pemimpin Wilayah di dunia ini.


Wu Yu baru saja terpikirkan sesuatu, dia menatap Xiao Shuxiang dan memperhatikan baik-baik keponakan angkatnya itu.


Aura yang dipancarkan pemuda di depannya sudah bukan aura manusia yang lemah seperti terakhir kali mereka bertemu. Daripada menunggu Yan Xi Fan bangun, jauh lebih baik membawa keponakannya ini untuk melenyapkan Nan Shui Gong selamanya.


"Xiao'Er, kau sedang senggang, kan? Ayo ikut denganku."


"Paman.." Xiao Shuxiang tahu dia akan diajak ke mana oleh Wu Yu, pasti lagi-lagi mencari masalah. "Aku datang ke sini tidak sendirian-"


"Xiao'Er..!!"


Xiao Shuxiang dan Wu Yu tersentak saat mendengar seruan dari Lui Me Tian. Keduanya menoleh dan melihat wanita berpakaian serba merah itu sedang terburu-buru berjalan.


"Xiao'Er..! Xiao'Er..!"


"Xiao'Er, siapa yang ada di dalam kamarmu? Aku ke sana untuk menenangkan pikiran tetapi malah menemukan sosok.."


Lui Me Tian seperti tidak bisa meneruskan ucapannya saat mendengar suara langkah kaki. Dia berbalik dan memegang erat lengan kanan keponakan angkatnya.


Seorang gadis berpakaian serba merah bercorak daun api, dia memiliki kulit yang putih nan halus, serta mata sebiru langit.


Xiao Shuxiang berkedip, dia memperhatikan gadis berambut putih itu dari atas sampai bawah. Pakaian merah ternyata cocok dengan Kucing Putihnya tersebut, dan memang harus cocok--sebab dia sudah membuat isi lemari Lui Me Tian berantakan.


"Xiao'Er.." Lui Me Tian tahu gadis itu manusia, hanya saja tatapan mata tenang dan ekspresi wajah yang datar tersebut membuatnya tidak nyaman.


"Dia yang ingin kuperkenalkan pada kalian, calon istriku.."


!!


Wu Yu tersedak napasnya sendiri. Dia terbatuk beberapa kali dan langsung berdiri. Telinganya masih berfungsi baik, jadi pendengarannya tentu tidak salah lagi.


"Kau.. Akan menikah?! Sejak kapan kau jadi senormal ini?!"


"Xiao'Er.. Kau benar-benar Xiao Shuxiang yang kukenal, kan?" Lui Me Tian membalik tubuh keponakan angkatnya dan memeriksa suhu tubuh pemuda mempesona ini.


"Kau baik-baik saja, kan? Apa ada yang meracunimu?"


"Bibi, apa aku salah jika ingin menikah?" Xiao Shuxiang menurunkan tangan Lui Me Tian di dahinya, dia lalu meminta Kucing Putihnya untuk berdiri di sampingnya.


Ling Qing Zhu masih bisa berwajah tenang, namun sebenarnya dia sangat tegang saat ini. Dua orang yang bersama Wali Pelindungnya terlihat berbahaya walau mereka mempunyai wajah mirip manusia.


Wanita berpakaian serba merah itu nampak tidak mempunyai aura kehidupan. Meski ditutupi riasan dan membuatnya sangat cantik, Ling Qing Zhu masih dapat tahu bahwa wanita itu sudah lama mati.


Yang satunya lagi merupakan pria berotot dengan tongkat yang pada kedua ujungnya mempunyai cincin emas, pusaka yang jelas-jelas sepadan bahkan mungkin lebih tinggi dari Pusaka Langit.


Postur wajah dan sorot mata pemuda itu entah bagaimana membuatnya mirip dengan seekor kera. Dan itu memang semakin terbukti saat dirinya melihat pemuda tersebut yang rupanya benar-benar mempunyai ekor.


Ling Qing Zhu bernapas pelan-pelan, dia berdiri di samping Wali Pelindungnya dan berusaha bersikap senormal mungkin. Xiao Shuxiang memiliki hubungan dengan kedua makhluk berbahaya ini merupakan hal yang tidak pernah dia duga sebelumnya.


"Kucing Putih, kenalkan. Dia Paman Wu Yu, dan ini Bibi angkatku--Lui Me Tian. Kau juga harus memanggilnya paman dan bibi mulai sekarang," Xiao Shuxiang juga memperkenalkan Kucing Putihnya pada kedua keluarga angkatnya ini.


Wu Yu baru melihat dengan baik gadis di samping Xiao Shuxiang, dia mengendus sedikit bau gadis bercadar tipis itu dan bisa menarik kesimpulan bahwa manusia ini merupakan makanan yang enak.


Lui Me Tian sedikit mengusap rambut putih dari Ling Qing Zhu, tindakannya membuat gadis itu tersentak namun tidak menolak.


"Dia terlihat baik.. Kualitas daging yang bagus, kau mendapatkannya dari mana?"


"Bibi, Kucing Putihku bukan makanan. Awas jika kalian berani menyentuhnya," Xiao Shuxiang memegang erat tangan Ling Qing Zhu dan memperingatkan paman serta bibi angkatnya untuk tidak bertindak yang bukan-bukan.

__ADS_1


"…"


Ling Qing Zhu tidak mengeluarkan sedikit pun suara, namun dia tahu bahwa kedua sosok yang dilihatnya ini merupakan makhluk yang suka memakan manusia. Aroma darah pekat yang dia cium sudah sangat memberinya penjelasan.


Wu Yu, "Aku tidak akan melakukan apa pun padanya meski dia terlihat enak. Tapi kenapa dia tidak mau bicara?"


"Dia memang gadis yang hemat bicara, Paman. Dan memang sifatnya yang satu ini agak menyebalkan.." Xiao Shuxiang memelankan ucapan terakhirnya, namun masih bisa didengar baik oleh Ling Qing Zhu.


"Xiao'Er.. Bagaimana kau bisa mengatakan kau akan menikah?" Lui Me Tian terlihat hampir menangis, sudah lebih dari seratus tahun dia memendam ini dan berharap agar keponakan angkatnya tahu perasaannya, tetapi ternyata tidak.


"Adik.. Tenanglah, Xiao'Er sudah dewasa.. Lagipula mereka terlihat serasi," Wu Yu mengusap-usap punggung Lui Me Tian dan menepuknya pelan.


Dia tahu bagaimana perasaan Lui Me Tian dan keponakannya juga bukan orang yang tidak peka. Hanya saja Xiao Shuxiang tidak mungkin mengikat hubungan semacam itu dengan sosok yang sudah dianggap sebagai bibi.


Lui Me Tian mencoba menenangkan diri. Dia kembali memperhatikan gadis di samping keponakannya dan bertanya siapa nama gadis tersebut. Ling Qing Zhu menjawab sambil memberi hormat.


Suara Ling Qing Zhu tenang, jernih, dan lembut. Untuk sejenak Lui Me Tian dan Wu Yu bisa merasakan kedamaian saat mendengar suaranya. Mereka jadi meneliti bagaimana kepribadian calon istri dari keponakan angkat mereka ini.


Xiao Shuxiang, "Paman, Bibi.. Kedatanganku kemari tidak untuk membantu kalian, aku di sini hanya ingin memperkenalkan Kucing Putihku. Kalian adalah keluarga, jadi kupikir ini harus kulakukan."


"Sebaiknya duduk dulu.." Lui Me Tian tahu dengan benar seperti apa Xiao Shuxiang. Pemuda itu datang ke tempat ini hanya jika ada sesuatu yang dibutuhkan, setelah urusannya selesai--pasti sudah mau pulang.


"Kau belum memperkenalkan gadis ini dengan baik.." Lui Me Tian masih memperhatikan Ling Qing Zhu, ".. Seperti apa kalian bertemu dan bagaimana bisa kalian berakhir ingin menikah? Xiao'Er, kau tidak sedang bercanda, kan?"


Xiao Shuxiang menggaruk pipinya yang tidak gatal, dia sama sekali tidak berbohong. "Bibi.. Pertemuanku dengan Kucing Putih adalah takdir dan jika langit berkehendak, kami akan disatukan dalam jalinan pernikahan. Mana mungkin aku bermain-main jika menyangkut masalah semacam ini.."


Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan, ".. Di samping itu, bukankah kalian punya urusan yang lebih mendesak? Fakta bahwa Nan Shui Gong masih hidup dan memiliki Mutiara.. Ehmm"


"Mutiara Pelahap Maut,"


"Ah, benar. Mutiara Pelahap Maut. Kalian bukannya harus melakukan sesuatu?" Xiao Shuxiang hanya pernah mendengar kabar angin tentang pusaka tersebut, dan sejauh yang diketahuinya--pusaka itu sudah lama menghilang.


Mutiara Pelahap Maut mempunyai kekuatan yang amat besar dan dampaknya sangat mengerikan. Satu dunia dapat berakhir hanya dalam setengah hari bila menggunakan pusaka ini. Kehadirannya jelas akan memicu keguncangan.


".. Dua kemungkinan yang kuambil dengan memperhatikan keadaan kalian. Pertama, pusaka yang dimiliki Nan Shui Gong adalah imitasi. Kedua, pusaka itu asli--namun dia belum mampu menguasainya."


Wu Yu, "Aku sependapat denganmu. Andai Nan Shui Gong menguasai pusaka itu, maka Dunia Demon harusnya sudah ada di bawah kakinya dan kami sendiri mungkin telah menjadi abu."


"Tepat sekali, jadi lebih baik kalian atasi masalah ini.. Sementara aku dan Kucing Putih pulang karena kami harus bersiap untuk pernikahan-!!"


Xiao Shuxiang baru saja akan bangun dari tempat duduknya dan menarik Ling Qing Zhu, namun langkahnya terhenti saat dihadang oleh tongkat besi paman angkatnya.


"Kau tidak boleh pergi dari sini begitu saja.." Lui Me Tian ingin sekali menarik keras telinga Xiao Shuxiang.


Keponakannya benar-benar tidak punya simpati sama sekali. Bukannya menawarkan diri untuk membantu, Xiao Shuxiang malah ingin pulang dengan alasan pernikahannya.


Ling Qing Zhu lebih memilih menjadi penonton dan memperhatikan bagaimana Wali Pelindungnya didesak oleh dua sosok makhluk ini. Dia tidak bisa melakukan apa pun karena khawatir situasi akan bertambah runyam bila dirinya juga ikut terlibat.


"Paman, membantu kalian sama saja dengan melibatkan diriku ke dalam masalah. Aku sedang ingin menikmati hidup tenang dan memilih akhir bahagia. Setidaknya di kehidupan ini.. Tanganku bisa sedikit terbersihkan dari darah,"


"Tidak ada akhir bahagia jika Nan Shui Gong dibiarkan. Apa kau pikir setelah dia menguasai dunia ini, dan duniamu sendiri akan baik-baik saja? Kau harus tahu, Demonic Beast di sini ingin membuka gerbang agar bisa pergi ke duniamu. Bayangkan saja jika pusaka mengerikan itu berada di Dunia Manusia, kau tidak akan pernah mempunyai pernikahan yang indah."


Xiao Shuxiang mengepalkan tangannya saat mendengar ucapan Wu Yu, dia mengembuskan napas dan lalu mengusap-usap wajahnya. Dipikirkan bagaimanapun juga, Wu Yu memang ada benarnya.


Lui Me Tian juga setuju. Saat ini Yan Xi Fan sedang hibernasi dan selain dirinya, hanya Xiao Shuxiang yang dianggap mampu menghadapi Nan Shui Gong.


Lui Me Tian dan Wu Yu sebenarnya juga bisa, namun keduanya tidak mempunyai jurus mengerikan seperti Pengendalian Darah milik keponakan angkat mereka. Jadi tugas semacam ini, Xiao Shuxiang adalah yang paling cocok.


Xiao Shuxiang juga tidak mau bila dunia tempat tinggalnya terkena imbas karena Nan Shui Gong. Lagipula dia sebenarnya penasaran dengan wujud serta kekuatan Mutiara Pelahap Maut ini.


Andai pusaka tersebut memang sehebat kisahnya, maka mungkin dapat digunakan untuk melawan Qian Kun. Memikirkannya membuat Xiao Shuxiang diam-diam tersenyum. Sudah diputuskan, dia harus mendapatkan pusaka itu.


"Baiklah.. Sepertinya aku tidak punya pilihan. Jadi bagaimana rencana kalian?"


Wu Yu, "Tidak perlu pakai rencana, lakukan seperti yang sering kita lakukan, pergi ke sarang mereka dan langsung menyerangnya."


!!


Lui Me Tian dan Ling Qing Zhu tersentak mendengar ucapan Wu Yu barusan. Xiao Shuxiang sendiri mendengus sebelum akhirnya tertawa. Dia menggeleng dan menunjuk paman angkatnya karena tahu benar apa yang harus dilakukan.


".. Ha ha ha.. Tentu, tentu saja. Lebih menyenangkan menyerang mereka langsung dari depan.." seringai mulai muncul di wajah mempesona Xiao Shuxiang. "Bibi, kau jaga istriku. Kami pergi tidak akan lama, ayo Paman!"


?!


Lui Me Tian berkedip, dia menatap Xiao Shuxiang dan Wu Yu yang mulai bangun dari tempat duduk mereka dan segera berjalan pergi. Pernikahan keponakan angkatnya itu belum dilangsungkan tetapi pemuda tersebut sudah menyebut gadis di depannya sebagai 'istri'.


"Haaah.. Saat bersemangat Xiao'Er kadang menjadi tidak waras.." Lui Me Tian mengarahkan pandangannya pada gadis bercadar tipis di depannya ini, "Kau.. Tadi siapa namamu?"


?!


Ling Qing Zhu tersentak, dia kembali memberi hormat dan memperkenalkan dirinya. Saat ini dia membutuhkan pedangnya dan ingin pulang, tetapi Wali Pelindungnya malah meninggalkannya begitu saja tanpa mengatakan apa pun.


"Nona, kau tidak perlu khawatir. Aku tidak akan memakanmu meski kau memiliki bau yang enak, kau adalah calon istri Xiao'Er--dia keponakan kesayanganku."


!!


Ucapan Lui Me Tian sama sekali tidak membuat Ling Qing Zhu tenang, namun gadis cantik itu masih berusaha untuk menghilangkan kecemasannya.


***

__ADS_1


__ADS_2