XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
444 - Keangkuhan [Revisi]


__ADS_3

Butuh waktu sekitar setengah jam sampai rona di pipi Schönheit menghilang. Dia berusaha untuk tidak mengingat hal memalukan itu. Namun saat melihat Ling Qing Zhu, pipinya kembali memerah.


"Schwein.."


Xiao Shuxiang tidak tahu harus mengatakan apa untuk menghibur pemuda di sampingnya ini. Jika dia mengatakan, 'itu hanya kesalahan' dan meminta Schönheit melupakannya--jelas hal tersebut sangat mustahil.


"Ya ampun, Kucing Putih benar-benar keterlaluan. Kalau kukatakan bahwa menyentuh sayap para Elf sama dengan melecehkan mereka, maka Schwein tidak akan punya muka dan Kucing Putih lebih buruk lagi.." Xiao Shuxiang merasakan sakit pada belakang lehernya, dia pun mencoba menenangkan diri.


"Haah.. Baiklah, tidak akan kukatakan. Kucing Putih tidak boleh tahu, ini adalah rahasia. Tapi kuharap mulutku tidak terlalu cerewet untuk menyinggung masalah ini di masa depan."


Meski menyakinkan diri, namun nyatanya Xiao Shuxiang diam-diam tersenyum penuh arti. Dia lalu menatap Kucing Putihnya yang sama sekali tidak nampak berdosa.


["Yang Mulia.."] Schönheit mulai bersuara, ["Bagaimana bisa Anda bertemu manusia seperti Nona itu? Dia.. Dia begitu.. Me-mesum."]


Kepala Schönheit berdenyut, sayapnya perlahan menghilang dan ini membuat Ling Qing Zhu tersentak. Gadis itu berjalan mendekat yang sontak membuat Schönheit naik ke tempat tidur Xiao Shuxiang dengan wajah yang kembali pucat.


["Yang Mulia..! Ma-mau apa dia?!"]


!?


Xiao Shuxiang tidak tahu harus tertawa atau kasihan pada tingkah Schönheit. Dia pun mencegah Kucing Putihnya dan menenangkan Elf Tumbuhan itu.


"Kucing Putih, dia takut padamu.. Jangan dekati dia, oke?"


"Shuxiang, sayapnya menghilang. Bagaimana itu bisa terjadi?"


"Kucing Putih, rasa penasaranmu bisa membuat trauma orang lain. Nanti biar aku yang menjelaskan semuanya padamu,"


"Mn,"


Sebenarnya, merupakan sesuatu yang wajar bila Ling Qing Zhu seantusias ini. Dia berada di Dunia yang berbeda. Banyak hal di tempat ini yang baru pertama kali dirinya lihat. Dan bila dibandingkan dengan Dunia Demon yang mencekam----Di sini Ling Qing Zhu merasa nyaman dan seakan ada di rumah sendiri.


"Shuxiang, kenalkan aku dengannya." Ling Qing Zhu menatap Wali Pelindungnya.


Saat seperti ini, dia memang terlihat seperti seekor kucing.


"Aku sudah memperkenalkanmu padanya tadi. Schwein mengatakan kau sangat cantik.. Dan mesum,"


"Apa hanya itu? Tapi kenapa dia seperti tidak ingin kudekati?"


"Itu karena kau sudah menyentuh bagian 'terlarang' di tubuhnya. Sebab itulah dia takut dan menganggapmu mesum!"


Xiao Shuxiang ingin sekali mengatakannya, dia sampai menjerit di dalam hati. Jika Ling Qing Zhu saja dapat bersikap begini, maka teman baiknya kemungkinan akan lebih buruk lagi.


"Kucing Putih, Schwein tidak terbiasa dengan manusia. Apalagi jika sayapnya disentuh tanpa izin, para Elf akan bertingkah seperti itu. Jadi kau harus berhati-hati mulai sekarang. Jangan sembarangan menyentuh mereka,"


Ling Qing Zhu berkedip, dia mengangguk pelan dan kemudian menoleh ke arah Schönheit. Hewan kecil yang mirip seperti bola bulu terlihat masih dipelukannya.


"Maaf atas ketidaksopananku, Tuan Muda." Ling Qing Zhu membungkuk hormat sebelum kembali menoleh ke arah Wali Pelindungnya dan meminta agar pemuda ini menerjemahkan ucapannya dalam bahasa yang dimengerti Schönheit.


Xiao Shuxiang melakukannya, dia juga mengatakan pada Schönheit bahwa Ling Qing Zhu tidak akan menyentuh apa pun lagi tanpa izin terlebih dahulu.


Walau Schönheit memaafkan manusia yang bersama Kaisarnya, namun dia tetap bersikap waspada. Dirinya pun kembali duduk di pinggiran tempat tidur dan penuh hati-hati kala menatap gadis yang berdiri di hadapannya.


Tidak ingin membuat Schönheit merasa gugup dan sangat malu, Xiao Shuxiang pun mulai membahas tentang pernikahannya dengan Ling Qing Zhu yang akan diadakan empat hari lagi.


Schönheit baru saja teringat dan kembali terkejut, dia sudah menerima banyak surat lamaran untuk Kaisarnya belakangan ini dari berbagai Elf dan sampai sekarang belum memberi jawaban sebab Kaisarnya tidak ada.


["... Yang Mulia sekarang sudah kembali, jadi bagaimana keputusan Anda tentang ini?"]


["Surat lamaran? Memang ada berapa banyak Elf yang melamarku?"] Xiao Shuxiang merasa ini kejadian langka, matanya pun sedikit menyipit sebelum kembali berujar.


[".. Bukankah para Elf membenci manusia? Lalu bagaimana bisa mereka mengajukan lamaran padaku?"]


Meski Xiao Shuxiang adalah Kaisar di dunia ini, namun tidak menutup kemungkinan ada sebagian besar Elf yang tidak suka dengan kehadirannya.


Schönheit, ["Yang Mulia, kemarin adalah surat yang ketiga puluh dalam seminggu ini. Jika dihitung-"]


["Tunggu. Kau pikir aku akan menikahi mereka semua dan membentuk harem? Tidak mungkin. Di dunia ini masih banyak Elf bujangan, aku tidak akan seegois itu dan memonopoli para Elf cantik di tempat ini. Lagipula, Kucing Putih saja sudah cukup bagiku."]


["Yang Mulia, tapi.."]


["Schwein, kau juga memiliki tunangan saat ini. Apa kau akan menerima jika ada Elf lain yang datang dan memintamu untuk menikahinya? Kuyakin tunanganmu Verkrausen itu tidak akan setuju,"]


["Yang Mulia..! Verzaubren! Nama gadis itu adalah Verzaubren, bukan Verkrausen. Kenapa Anda tidak pernah benar menyebut nama orang lain?"]


Aiya, bukannya begitu.. Hanya saja lidah Xiao Shuxiang tidak pernah bisa akrab dengan nama-nama sulit di tempat ini. Apalagi para Elf di sini mempunyai nama yang rumit hingga nyaris membuat lidahnya tergelincir.


Alis Ling Qing Zhu nampak bertaut, dia keheranan sekaligus penasaran dengan pembicaraan dua orang di hadapannya ini. Entah dirinya yang tengah dibicarakan atau tidak, tetapi dia merasa tersindir.


["Baiklah, siapa pun nama tunanganmu.."] Xiao Shuxiang memilih mengalah, [".. Yang jelas aku tidak bisa menerima lamaran itu. Kau harus tolak mereka semua."]


Xiao Shuxiang lalu menatap Kucing Putihnya yang masih tetap memeluk hewan kecil berbulu lebat itu.


Seulas senyum mulai terlukis di wajah tampannya.


Dia pun melanjutkan ucapannya tanpa mengalihkan pandangan dari Kucing Putihnya, ["Schwein. Aku hanya akan menikahi gadis ini. Dialah satu-satunya. Sama seperti ayahku yang hanya memiliki ibuku di hidupnya."]

__ADS_1


?


"Kenapa kau menatapku?" suara Ling Qing Zhu dingin, dia tidak suka jika Wali Pelindungnya menatap dirinya sambil bicara dengan bahasa yang sama sekali tidak dia mengerti. Apalagi, pemuda ini bahkan tersenyum.


"Apa kau meledekku?"


"Tentu saja tidak. Aku hanya merasa.. Diperhatikan dengan seksama, ternyata kau cantik juga. Tinggimu tidak jauh berbeda dariku, jadi kau memang cocok."


"Hmph. Kau baru sadar?" Ling Qing Zhu mengibas pelan rambutnya. Walau nada bicaranya masih dingin dan raut wajahnya datar, namun dia cukup bangga dengan pujian dari Wali Pelindungnya itu.


Xiao Shuxiang berkedip sebelum menggeleng pelan, dia tersenyum dan bangun dari tempat duduknya.


"Kucing Putih, ayo. Saatnya pergi,"


"Mn,"


Xiao Shuxiang menoleh ke arah Schönheit dan mengajak Elf tersebut untuk pergi bersama. Dia mengatakan ingin membawa Ling Qing Zhu berkeliling, mereka akan menetap selama tiga hari di sini.


["Yang Mulia, kurasa saya tidak bisa ikut. Saya harus mengabarkan pada semuanya bahwa Anda sudah pulang, dan juga.. Tentang berita Anda akan menikah."]


["Jangan. Itulah sebabnya aku masuk kemari lewat jalan lain karena tidak ingin ada yang tahu. Dan tentang kabar aku akan menikah, kau harus menggunakan kata-kata yang bagus untuk mereka terima. Kau juga harus memastikan bahwa para Elf bisa menjaga ucapannya. Jika satu saja di antara mereka yang mengucapkan kata tidak baik apalagi sampai membuat suasana hatiku memburuk, maka kupastikan akan ada pengulitian hidup-hidup di kaki Gunung Kaisar Langit. Dan kau tahu benar, aku tidak akan bercanda soal itu."]


Xiao Shuxiang bicara dengan nada yang biasa saja. Namun pada kalimat terakhirnya, Schönheit bisa melihat Kaisarnya tersenyum dengan mata yang berkilat.


Ling Qing Zhu sendiri merasa itu adalah ucapan Wali Pelindungnya yang paling panjang, entah apa yang Xiao Shuxiang bahas. Namun melihat senyuman Koki Alkemis ini yang lebih mirip seringai jahat, dia pun mengambil kesimpulan bahwa Xiao Shuxiang mengatakan sesuatu yang buruk.


["Schwein, ayo ikut."]


["Yang Mulia, bukankah hal yang tidak baik jika Anda hanya mengadakan pesta pernikahan di Dunia Manusia? Tempat ini juga rumah Anda,"]


Schönheit mengikuti Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu saat keduanya mulai naik ke punggung Eins yang telah berubah menjadi naga. Schönheit memunculkan sayapnya dan terbang di samping naga putih tersebut.


["Schwein, aku juga memikirkannya.."]


Awal membawa Ling Qing Zhu kemari, Xiao Shuxiang memang berencana untuk mengenalkan Kucing Putihnya pada rakyatnya di dunia ini sekaligus mengumumkan tentang pernikahannya.


Namun jika dia melakukannya tanpa persiapan lebih dulu, para Elf akan melemparinya dengan berbagai pertanyaan dan kemungkinan terburuk, dia harus menetap sangat lama di tempat ini.


"Shuxiang, apa yang sebenarnya kalian bicarakan?" Ling Qing Zhu tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya. Bahasa kedua pemuda ini berbeda dan dia merasa seperti sedang disinggung.


"Ini tentang kita. Schwein ingin memberi kabar pada seluruh rakyatku tentang kedatangan Xiao Shuxiang yang membawa calon istrinya kemari. Tapi aku tidak mengizinkan,"


"Rakyatmu?"


?!


Ling Qing Zhu menoleh kala mendengar pertanyaan dari Wali Pelindungnya barusan. Namun belum beberapa detik, dia pun kembali memandang lurus ke depan saat sadar bahwa wajah pemuda di belakangnya tadi begitu dekat.


"Jangan katakan kau seorang Raja,"


"Tentu saja bukan. Dunia Elf tidak punya 'Raja', tetapi 'Kaisar'. Gelarku yang satu itu sangat luar biasa, aku sampai merinding. Bagaimana? Apa kau terkejut?"


"Mn? Kau seorang Kaisar?"


"Kenapa? Tidak percaya?"


Ling Qing Zhu terlihat biasa saja. Dia memang sejak awal bertanya-tanya tentang kediaman Xiao Shuxiang yang mengagumkan, tetapi sebelum dirinya mencari tahu----hewan yang nampak seperti bola bulu sudah lebih dulu menarik perhatiannya.


Ling Qing Zhu membawa serta bola bulu yang dia beri nama Peri. Dirinya nampak mengusap-usap bola bulu itu dengan tangan kiri, sementara tangannya yang lain berpegangan pada punggung tangan Xiao Shuxiang.


"Aku sebenarnya akan lebih terkejut jika kau adalah penguasa Dunia Demon dan merupakan keturunan Iblis."


"Ya ampun. Kucing Putih, kau kejam sekali. Mana ada Iblis yang setampan diriku? Kau tidak akan bisa menemukannya," Xiao Shuxiang tidak mau di sama-samakan dengan makhluk kotor itu, di sampai bergidik jijik.


"Jadi kau bukan?"


"Apa aku terlihat seperti itu?"


Ling Qing Zhu ingin menjawab, 'benar'. Ini karena dalam beberapa keadaan Xiao Shuxiang terlihat mengerikan, apalagi saat Wali Pelindungnya tengah terlibat pertarungan. Namun dia cukup lama terdiam dan memperhatikan pemandangan yang ada di bawahnya.


"Kau.. Terlihat seperti malaikat kegelapan." Ling Qing Zhu berterus terang, dia mengatakannya tanpa ragu dengan eskpresi yang datar.


"Apa seperti itu aku dalam benakmu?"


"Mn,"


"Berarti aku luar biasa mempesona..." Xiao Shuxiang tersenyum, dia mulai lagi. "Bukankah artinya itu termasuk pengakuanmu? Kau suka padaku, kan?"


"Mustahil."


"Ayolah... Kenapa kau tidak mau mengaku Kucing Putih? Aku hanya ingin mendengarmu mengatakan bahwa kau menyukaiku, apa ucapan semudah itu sulit bagimu?"


"Itu kata yang memalukan."


"Astaga. Mengatakan 'suka' kau bilang memalukan? Kau tahu tidak, kata sederhana itu bisa saja membuat orang bahagia."


"Hmph, kau sudah biasa mengucapkan kata yang tidak tahu malu, aku berbeda denganmu."

__ADS_1


Xiao Shuxiang cemberut, untunglah kedua tangannya sedang memegang surai Eins sehingga Ling Qing Zhu terhindar dari cubitannya.


Schönheit yang terbang di sisi kanan Eins tidak mengerti dengan pembicaraan kedua manusia ini. Namun melihat dari ekspresi Kaisarnya, dia merasa Xiao Shuxiang sudah kalah dari Ling Qing Zhu.


[Yang Mulia, apa semua gadis di Dunia Manusia memiliki sifat seperti dia? Jika bukan, apa kau memaksanya untuk menikah denganmu?"]


Xiao Shuxiang menoleh kala mendengar suara Schönheit, ["Apa maksudmu?"]


Menurut Schönheit, ada dua alasan dibalik gadis yang bersikap dingin pada Kaisarnya ini. Pertama, Kaisarnya dengan kejam membantai seluruh anggota keluarga gadis tersebut dan memaksa gadis itu untuk menikah dengannya. Kemudian alasan kedua adalah keyakinannya pada alasannya yang pertama.


["Yang Mulia, jujurlah padaku. Bagaimana Anda bisa bertemu Nona ini dan berakhir akan menikah? Anda tidak mengancamnya, kan?"]


["Schwein, bagaimana kau bisa berpikir begitu..? Apa Xiao Shuxiang semenyedihkan itu sampai harus mengancam seorang gadis dulu baru bisa menikah?"]


Walau memiliki wajah yang ramah, namun tidak menutup fakta bahwa Xiao Shuxiang bisa bertindak sekejam yang dibayangkan Schönheit. Pemuda itu bisa melakukan apa pun, dia tidaklah sepolos wajahnya.


Ling Qing Zhu dibawa mengelilingi Wilayah Tengah oleh Eins, Xiao Shuxiang, dan Schönheit. Dia menyukai setiap pemandangan yang dilihatnya apalagi saat malam hari.


Di waktu yang bersamaan, di Dunia Manusia----Gong Zitao mengamuk di dalam rapat anggota pilar Scarlet Darah.


Rapat ini bertempat di Partai Pedang Tengkorak. Dihadiri oleh Enam Pendekar Bayangan, Nona Darah Madu, Rou Mei Qi, Gou Yun Fei, dan Ge Yu Han.


Qian Kun, sosok berjubah hitam dengan topeng rubah di wajahnya itu tetap diam dan seakan menunggu sampai Gong Zitao selesai meluapkan kemarahannya.


Pria dengan postur tegap itu mendesak agar Qian Kun cepat mengambil tindakan untuk menghentikan pernikahan Ling Qing Zhu dengan Xiao Shuxiang. Dia tidak rela gadis yang begitu dicintainya dinikahi oleh orang lain.


"... Kau punya kekuatan, kenapa masih belum bergerak?! Apa kau akan menunggu sampai pernikahan mereka selesai?! Sampai Qing Zhu'Er-ku menjadi milik orang lain?!"


"Tuan Muda Gong.." suara Qian Kun terdengar berat, ini adalah suara dari pria dewasa. ".. Sangat penting untuk mengatur rencana dengan matang sebelum melakukan tindakan. Mereka akan bersikap waspada dan memperketat keamanan dalam pernikahan nanti karena tahu kita akan menyerang, kau jelas lebih tahu bagaimana keamanan di sekte itu."


"Jadi kau akan membiarkan pernikahan itu?! Kau akan membiarkan Ling Qing Zhu dan Xiao Shuxiang menikah?!" Tangan Gong Zitao terkepal kuat.


Akhir-akhir ini Qian Kun terlalu tenang dan lebih mempedulikan tetua Partai Pedang Tengkorak. Entah di mana orang itu hingga tidak ikut hadir di ruangan ini.


Gou Yun Fei, "Tuan Muda. Nona Ling dan Xiao Shuxiang bisa saja menikah, tapi kau yang akan memiliki gadis itu. Ini adalah pertaruhan yang besar, tidak mungkin kita akan melewatkannya."


"Itu tentu saja, lagipula aku suka Xiao Shuxiang. Dia sendiri akan menjadi milikku," Rou Mei Qi tersenyum, dia masih ingat kali pertama dirinya bertemu Koki Alkemis itu saat di pemakaman.


Xiao Shuxiang adalah pemuda yang menarik perhatiannya dan tentu saja, dia tidak menyukai Ling Qing Zhu. Gadis berambut putih dari Sekte Pagoda Langit itu merupakan saingan beratnya, jelas saja Rou Mei Qi tidak akan biarkan Ling Qing Zhu bisa hidup tenang.


"Hah, Baiklah. Sekarang aku bisa melihat keyakinan kalian. Kuharap kalian tidak membuatku kecewa. Ayo pergi Yu Han," Gong Zitao berjalan pergi meninggalkan anggota Scarlet Darah yang lain begitu saja. Di belakangnya menyusul Ge Yu Han.


Gong Zitao bisa seangkuh itu sebab dia telah ditunjuk sebagai tangan kanan dari tetua Partai Pedang Tengkorak. Di tangannya, Gong Zitao memegang Pedang Pembeku Jiwa dan merupakan orang kepercayaan dari Qian Kun.


Saat Gong Zitao dan Ge Yu Han telah pergi, salah satu dari Enam Pendekar Bayangan mendengus kesal, dia adalah Hawa Raynar.


"Maafkan aku, Tuan Qian Kun. Tapi aku sangat tidak suka dengan orang itu. Anda ada di sini, tapi dia sama sekali tidak sopan padamu. Aku benar-benar tidak tahan ingin mematahkan lehernya."


"Nona, kalian sekutu dalam hal ini. Jadi tidak baik untuk bertengkar satu sama lain." Qian Kun tidak peduli dengan sifat para anggotanya yang kadang bersikap arogan. Karena memang, itu sudah menjadi sifat alami manusia.


Hawa Raynar mengembuskan napas, jika Qian Kun sudah berkata demikian----dia tidak punya alasan untuk memperkeruh suasana, tetapi tetap saja----dia tidak suka Gong Zitao.


"Aku juga tidak menyukai orang itu. Harusnya dia sudah lama kita habisi, tetapi Kakak Pertama malah melepaskannya dan melupakan prinsip dasar dari kelompok kita." Wisesa sejak tadi diam, tetapi sekarang dia ikut menyuarakan rasa ketidaksukaannya pada Gong Zitao.


Semua orang tahu, Enam Pendekar Bayangan mempunyai prinsip di mana saat gagal menjalankan misi----mereka akan membunuh orang yang sudah menyewa mereka. Namun sejauh ini, hanya Gong Zitao yang tetap dibiarkan hidup.


"Adik..." Sri Anyar mulai bersuara, "Prinsip kita tidak akan mungkin kulupakan. Saat itu, Xiao Shuxiang merupakan musuh kita dan dia menetap di Sekte Pagoda Langit. Kubiarkan Gong Zitao hidup supaya dia bisa menjadi mata-mata di sekte itu.."


Sri Anyar bukan orang yang bodoh. Dia tidak mungkin mengampuni nyawa Gong Zitao begitu saja. Dirinya mengatakan pada saudaranya untuk jangan khawatir, prinsip Enam Pendekar Bayangan masih dia pegang teguh hingga sekarang.


"... Gong Zitao pasti akan mati. Suatu hari nanti... Dengan tanganku sendiri... Aku akan membunuhnya." Sri Anyar tersenyum, namun tidak berlangsung lama sebab terdengar suara tawa kecil dari wanita berpakaian merah yang duduk di sampingnya.


Nona Darah Madu, "... Maafkan aku, tak seharusnya aku menyela. Tapi ini lucu sekali.. Kau memanfaatkan Gong Zitao, sementara kita semua yang ada di sini dimanfaatkan olehnya,"


Nona Darah Madu memakai tatapan matanya untuk menunjuk Qian Kun, dia pun kembali tertawa. "Bukankah ini lucu? Ini seperti ungkapan, 'ular yang mengincar tikus namun tidak menyadari ada burung pemangsa yang mengawasinya'."


Qian Kun mendengus, "Ungkapan yang bagus. Tapi bukankah aku tidak pernah memaksa kalian untuk bergabung denganku? Aku hanya memberi kalian tawaran, keputusan akhirnya... Tentu ada di tangan kalian."


"Tuan Qian Kun~ Aku hanya bercanda. Lagipula, saling memanfaatkan sudah menjadi salah satu aturan dasar dari Dunia Persilatan. Bukankah begitu?"


Qian Kun tidak menentangnya, tidak seorang pun di dalam ruangan ini yang menentang ucapan Nona Darah Madu. Mereka jelas sangat mengerti maksud dari wanita berpakaian merah itu dan memang yang dikatakannya tidaklah salah.


"Baiklah, jika kalian semua sudah mengerti rencananya dan tidak ada lagi yang mau mengeluarkan keluhan, maka kalian bisa bubar. Ingat, jangan lakukan tindakan yang terlalu mencolok."


Sri Anyar dan kelima saudaranya mulai bangun dari tempat duduk mereka. Keenamnya membungkuk hormat pada Qian Kun dan melangkah keluar. Mereka di susul Nona Darah Madu, Rou Mei Qi dan Gou Yun Fei.


Qian Kun kembali duduk sendirian, mata merahnya bersinar di balik topeng rubah yang dia pakai. Saat semua anggotanya tidak terlihat lagi, dia pun mulai bersuara.


"Kau semakin baik dalam menyembunyikan hawa keberadaanmu. Apa sekarang kau bisa keluar... Yi Wen?"


Asap merah tipis mulai muncul di seberang meja Qian Kun, sosok gadis berambut sepanjang leher dan memakai jubah ungu bercorak sayap kupu-kupu muncul di hadapannya.


Gadis itu duduk di seberang Qian Kun, dia nampak memain-mainkan rambutnya sambil tersenyum ramah. "Aku suka wanita cantik berpakaian merah itu. Ungkapannya mirip seperti kisah belalang sembah dan burung kepodang, tapi dia bodoh. Dia tahu kau memanfaatkan mereka semua, namun masih ingin membantumu. Apa mereka tidak tahu bahwa bisa saja mereka semua tewas?"


"Apa yang kutawarkan pada mereka sulit untuk ditolak, sekali pun mereka tahu sedang dimanfaatkan..." Qian Kun mulai membuka topengnya, wajahnya membuat mata Yi Wen membulat.


***

__ADS_1


__ADS_2