XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
334 - Menyusun Rencana


__ADS_3

Penginapan yang dipilih Xiao Shuxiang dan teman-temannya termasuk penginapan kecil dan sama sekali tidak mencolok di Kota Matahari Emas.


Harga sewa kamar untuk satu malamnya cukup murah, dan kebanyakan pelanggan di tempat ini bukan dari golongan pendekar, kultivator, maupun bangsawan. Jadi Xiao Shuxiang dan teman-temannya bisa beristirahat dengan tenang di penginapan ini.


Mereka memesan tiga kamar, Ling Qing Zhu sekamar dengan Xiao Lu dan Yi Wen, sementara Xiao Shuxiang sekamar dengan Lan Xiao dan Bocah Pengemis Gila. Untuk Lan Guan Zhi.. Dirinya bersama dengan Xiao Qing Yan.


Walau termasuk penginapan kecil, namun mereka mendapat pelayanan terbaik di penginapan ini. Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaian.. Xiao Shuxiang serta teman-temannya menikmati sarapan pagi bersama.


".. Mandi di pagi hari benar-benar menyegarkan.. Aku merasa seperti hidup kembali~"


Xiao Lu yang nampak paling bahagia, dia begitu lahap memakan hidangan yang ada di depannya. Yi Wen yang duduk di sampingnya juga ikut senang, dia akhirnya dapat terbebas dari tubuh yang bau tanah.


"Saudara Xiao, apa menurutmu kita bisa menemukan yang kita cari di kota ini? Kudengar Kota Matahari Emas sangat luas dan juga berbahaya,"


Yi Wen cepat sekali mendapat informasi, dia menceritakan pada teman-temannya bahwa kota ini lebih banyak dihuni para pendekar yang berasal dari Aliran Hitam.


".. Walau terlihat aman-aman saja, tapi aku merasa kota ini seakan menyembunyikan wajah aslinya, kita harus selalu berhati-hati.."


"Kau benar, Yi Wen. Tetaplah waspada setiap saat dan jangan sampai lengah, aku juga sebenarnya merasa tidak nyaman di kota ini. Seperti.. Ada bahaya besar yang sedang menunggu kita,"


Ucapan Xiao Shuxiang terdengar begitu serius, dia memang tidak pernah bercanda bila menyangkut dengan misinya. Mereka harus mengatur rencana dengan matang sekaligus mempersiapkan diri sebaik mungkin.


Selesai makan bersama, Bocah Pengemis Gila dan Xiao Qing Yan memilih kembali ke kamar untuk beristirahat, mereka butuh tidur. Sementara Yi Wen dan Xiao Lu pergi untuk melihat-lihat keadaan kota.


Yang tinggal sekarang hanyalah Lan Guan Zhi, Xiao Shuxiang, Ling Qing Zhu, dan Lan Xiao. Untuk Harimau Bulan sendiri.. Dia nampak tertidur lelap di salah satu sudut ruangan setelah merasa kenyang, dia begitu pulas tertidur bahkan sampai mengeluarkan suara dengkuran khas anak kucing.


Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu memilih duduk bersila lalu berkonsentrasi mengumpulkan Qi. Sayangnya, selama satu jam melakukannya.. Mereka hanya bisa menyerap tidak lebih dari 1 % Qi alam, ini jelas tidak sebanding dengan Qi yang mereka habiskan.


"Gunakan ini," Xiao Shuxiang mengeluarkan sebuah kotak kayu kecil yang di dalamnya terdapat dua butir pil berukuran sebesar Tanghulu.


Pil tersebut berwarna putih susu namun begitu mengkilap dan jauh lebih indah dari mutiara. Xiao Shuxiang menjelaskan pil itu dia buat secara khusus di suatu tempat dan sudah disimpan cukup lama.


".. Pil tanpa nama ini tidak memiliki khasiat apa pun padaku, tapi kurasa ini akan sangat berguna untuk kalian.."


Sebenarnya, Xiao Shuxiang membuat pil tersebut ketika dirinya berada di dunia para Elf, dia banyak melakukan ekperimen selama dua tahun lebih di dunia tersebut, kemampuan memasak dan meracik obat miliknya terasah dengan sangat baik di sana.


Tidak ada alasan bagi Xiao Shuxiang untuk bersikap pelit sekarang ini. Lagi pula membantu temannya sama juga dengan membantu dirinya sendiri, dan kedua orang yang berwajah papan datar di depannya ini merupakan kultivator yang tidak pernah mengecewakan.


Lan Guan Zhi mengambil satu, dia menatap Xiao Shuxiang seolah ingin menanyakan bagaimana cara menggunakan pil ditangannya ini, karena tidak mungkin dia menelan pil keras nan besar tersebut.


"Tunggu sebentar,"


Ekspresi semangat Xiao Shuxiang membuat Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu saling berpandangan sejenak. Entah mengapa.. Tetapi keduanya merasa was-was dengan pil buatan Koki Alkemis di depan mereka ini.

__ADS_1


Xiao Shuxiang mengambil dua gelas yang terbuat dari bambu dan lalu mengisinya dengan air. Dia kemudian mengambil pil kedua yang ada di dalam kotak dan memasukkannya ke dalam gelas.


Hanya butuh satu tarikan napas dan pil putih itu melebur. Air yang sebelumnya bening berubah menjadi putih susu. Xiao Shuxiang lalu memberikan gelas di tangannya pada Ling Qing Zhu dan meminta gadis tersebut meminum habis airnya.


Xiao Shuxiang memberikan gelas yang satunya pada Lan Guan Zhi. Temannya itu mempraktekkan apa yang dirinya lakukan tadi, yakni memasukkan pil putih ke dalam gelas.


"Tunggu apa lagi, ayo minum.."


Ling Qing Zhu masih ragu melakukannya, tetapi tidak untuk pemuda berpakaian putih di sampingnya. Lan Guan Zhi mengangguk pelan saat mendengar ucapan Xiao Shuxiang dan meminum air di dalam gelas bambu tersebut meski awalnya dia merasa was-was.


Melihat Lan Guan Zhi yang tidak apa-apa membuat Ling Qing Zhu memberanikan diri untuk meminum juga air di dalam gelasnya.


Xiao Shuxiang memperhatikan kedua temannya dan lalu terpikirkan untuk memberikan pil yang sama pada Xiao Lu, Yi Wen, Xiao Qing Yan, dan Lan Xiao bila ternyata pil buatannya berkhasiat pada Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu.


".. Pil tanpa nama itu tidak memiliki khasiat apa pun padaku, jadi aku tidak tahu pil buatanku ini baik tau malah sebaliknya. Tetapi kalau dugaanku benar.. Maka pil ini mempunyai khasiat menguatkan tulang.."


?!


Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu merasakan tubuh mereka menghangat dan sedikit berbeda dari hangat yang biasa mereka alami. Segera keduanya mengambil posisi dan kemudian memejamkan mata perlahan.


!!


Efek dari pil buatan Xiao Shuxiang sama seperti dugaannya, yakni menguatkan tulang dan lebih daripada itu.


Pil tersebut juga meningkatkan kualitas tulang hingga ke tahap yang lebih tinggi, ini jelas pil yang sangat mengejutkan.


Baik Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu bisa merasakan tulang-tulang mereka lebih kuat dari sebelumnya. Tingkat praktik keduanya bahkan naik satu tingkatan, padahal mereka tidak sampai satu jam meminum pil buatan Xiao Shuxiang yang dileburkan.


!!


Lan Guan Zhi yang pertama membuka mata, dia bisa melihat mata Xiao Shuxiang yang berbinar sambil mencatat sesuatu di buku miliknya. Temannya ini rupanya melakukan mencatat khasiat pil yang baru saja dikonsumsinya.


"Kau menjadikan kami kelinci percobaanmu?"


"Hm? Tidak juga, kalian yang ketiga memakan pil Tanghulu itu.." Xiao Shuxiang menjawab pertanyaan Lan Guan Zhi tanpa menoleh ke arah temannya, dia terlalu fokus menulis.


Lan Guan Zhi sendiri hanya menghembuskan napas pelan dan lalu menggeleng, pemuda berpakaian hitam di depannya sama sekali tidak pernah berubah.


Setelah memasukkan kembali bukunya dalam Gelang Semesta--Xiao Shuxiang berkata pada Lan Guan Zhi untuk menunggu teman-teman mereka kembali.


".. Kita akan berangkat sore nanti, aku juga harus tidur.."


Xiao Shuxiang berdiri dan mulai berjalan pergi, dia meninggalkan Lan Guan Zhi bersama dengan Ling Qing Zhu dan Lan Xiao.

__ADS_1


Sebuah kesalahan Xiao Shuxiang pergi, ruangan yang disewa ini hanya terdengar dengkuran Harimau Bulan saja. Sementara baik Lan Guan Zhi maupun Ling Qinh Zhu--tidak ada yang berminat bersuara lebih dulu.


Keduanya sama-sama diam, seakan mereka memiliki dunia ketenangan masing-masing. Andai bukan dengkuran Lan Xiao, ruangan ini sudah seperti taman pemakaman.


*


*


?!


"Apa benar ini tempatnya?"


Xiao Shuxiang bingung sendiri, dia berulang kali menatap peta Benua Tengah yang pernah digambarnya dan lalu mendongak pada sebuah gerbang terbuka di depannya.


Yi Wen juga melakukan hal yang sama. Dirinya seakan membandingkan titik yang di tandai Saudara Xiao-nya di peta dengan tempat yang dirinya lihat ini.


"Xiao'Er, kau yakin kita akan menemukan gerbang itu di sini? Maksudku.. Tempat ini terlalu.." raut wajah Xiao Lu memperlihatkan rasa tak percaya, baginya mustahil gerbang dunia ada di tempat semacam ini.


".. Kalau aku yang jadi gerbangnya.. Aku akan memilih tempat paling berbahaya yang dihuni banyak Demonic Beast, tapi ini..! Hmmh, Xiao'Er.. Jangan bilang ini hanya keinginan pribadimu,"


"Gadis Cerewet, kau tidak lihat raut wajahku? Aku yang paling tidak menyangka titik yang sudah kuberi tanda sudah menjadi sebuah bordil. Padahal harusnya di sini adalah bukit dan hutan."


"Aku rasa.. Peta yang kau bawa sudah lama. Kau tahu.. Banyak tempat yang telah berubah di Benua Tengah.. Ini semua diakibatkan karena pertarungan para pendekar,"


Bocah Pengemis Gila berujar pelan, dia memeluk erat tongkat bambunya sambil sesekali membelai rambut depannya. Wajahnya terlihat memerah karena malu, dirinya selalu seperti ini bila tempat yang dia datangi adalah bordil.


Tidak salah lagi, Xiao Shuxiang dan teman-temannya saat ini berada di pintu gerbang bordil terkenal di Kota Matahari Emas. Tulisan berwarna merah giok bertuliskan 'Rumah Besar Dewi Surgawi' seakan menyambut kedatangan para pengunjung.


"Saudara Xiao, apa benar kita akan masuk ke sana..? Aku khawatir kita malah menjadi pusat perhatian,"


Xiao Shuxiang hanya diam tanpa menjawab pertanyaan dari Yi Wen. Dirinya seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Aku bisa saja membaur, tapi tidak dengan Lan Zhi dan Kucing Putih. Mereka berdua bisa menarik perhatian banyak orang.."


Memikirkan hal lainnya.. Xiao Shuxiang berpendapat bahwa menjadi pelanggan di bordil ini akan membatasinya. Dia butuh sesuatu di mana dirinya dapat pergi ke mana pun dan ruangan apa pun di bordil ini.


Xiao Shuxiang butuh sebuah penyamaran.


".. Aku punya rencana gila,"


?!


***

__ADS_1


__ADS_2