XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
107 - Mereka Anak Yang Mengerikan [Revisi]


__ADS_3

Traang!


Traang!


"Tsk, kenapa serangan anak ini begitu kuat..!"


Salah satu kultivator Sekte Tengkorak Darah berdecak kesal, dia belum pernah menghadapi anak kecil yang memiliki gerakan bertarung seperti hewan buas.


Meski pun keempat kultivator ini kuat, namun mereka tidak bisa bertarung dengan baik karena kedua anak yang mereka lawan selalu memancing mereka merunduk.


Ada yang salah dengan tubuh mereka. Secara tidak sadar mereka berusaha mengikuti gaya serangan Xiao Shuxiang dan Yi Wen.


Traang!


Yi Wen dan Xiao Shuxiang begitu lincah memanfaatkan tubuh kecil mereka. Keduanya menyerang dari jarak begitu dekat, terkesan seperti anak yang bermain-main di kaki ibunya.


Teknik semacam ini membuat keempat Kultivator Sekte Tengkorak Darah kesulitan menyerang, sebab jika salah menebas.. mereka bisa saja menebas diri mereka sendiri atau pun tubuh bagian bawah teman mereka.


Salah satu di antara keempat kultivator Sekte Tengkorak Darah berseru, dia memberi perintah agar teman-temannya memperpanjang jarak dari Xiao Shuxiang dan Yi Wen.


Hanya saja, cuma dua di antara mereka yang bisa. Dua lainnya harus menjadi sasaran dari serangan Xiao Shuxiang dan Yi Wen.


"Bocah Kurang Ajar! Berani Kau Melukaiku?!" Kultivator Sekte Tengkorak Darah terlihat marah saat Xiao Shuxiang berhasil memberi luka pada pahanya.


"Tentu saja berani. Kau saja berani mau membunuh kami, ini bahkan belum seberapa.. Sebaiknya kau jaga 'Adik Kecilmu'..!"


!!


Kultivator Sekte Tengkorak Darah langsung berjungkir balik ke depan dan melesat naik ke atas pohon. Dia begitu terkejut saat mendengar ucapan anak kecil yang melawannya.


Untunglah dia bisa mempertahankan 'Adik Kecilnya', salah sadikit saja.. dirinya pasti akan tamat.


Traang!


Kultivator yang bertarung dengan Yi Wen berusaha melakukan serangan dan langsung melesat naik ke atas pohon. Dia juga terkejut saat mendengar apa yang Xiao Shuxiang katakan tadi.


"Mereka anak yang mengerikan,"


"Jadi itu alasan mereka berdua menyerang sedekat itu.."


Salah satu kultivator Sekte Tengkorak Darah merinding ngeri. Seumur hidup dia menjadi kultivator Aliran Hitam, tidak pernah sekali pun dia memikirkan untuk mengebiri lawan bertarungnya, tetapi kedua anak yang kecil itu malah..


"Tsk, Saudara Xiao? Kau terlalu cepat mengatakannya.." Yi Wen berdecak kesal, padahal dirinya tadi sudah hampir mengucapkan selamat tinggal pada 'Adik Kecil' salah satu kultivator yang di lawannya.


"Tenanglah, aku akan mengajarimu cara menebas yang lebih bagus.." Xiao Shuxiang menyeringai sambil menepuk pelan pundak Yi Wen, dia lalu melanjutkan ucapannya.


".. Yi Wen, kau pasti belum pernah menghitung lekukan usus, bukan? Kau akan segera mengetahui jumlahnya."


Xiao Shuxiang dengan cepat melemparkan tiga butir pil berwarna hitam ke arah empat Kultivator Sekte Tengkorak Iblis. Pil tersebut langsung meledak dan berubah menjadi kepulan asap tipis beraroma sangat menyengat.


Inilah yang disukai Xiao Shuxiang dari belajar menjadi Alkemis. Dia bisa menciptakan pil berbahaya tanpa perlu takut keracunan.


Kemampuan meracik racun dikehidupan pertamanya harus kandas akibat dirinya tidak ahli membuat penawar. Namun kini, semua itu tidak lagi menjadi masalah.


Xiao Shuxiang, di samping bisa menjadi Alkemis Obat Terhebat, juga bisa menjadi Alkemis Racun Terkuat. Sekarang, tinggal bagaimana praktiknya meningkat dan kekuatan aslinya bisa digunakan.


Keempat kultivator Sekte Tengkorak Darah terbatuk-batuk dan merasakan tenggorokannya kering. Aroma rempah yang begitu menyengat membuat penciuman dan penglihatan mereka terganggu.


"Cih, meski sudah menghindar. Aromanya tetap saja tercium..!"


"Ohok hok, se-sebenarnya bau apa ini..? Mataku juga perih..!"


"Sialan! Beraninya Kalian Bermain-Main Dengan Kami..!!"

__ADS_1


"Kita tidak perlu buang waktu lagi, Senior. Ayo bunuh saja mereka langsung!"


!!


Yi Wen dan Xiao Shuxiang tersentak saat keempat Kultivator Sekte Tengkorak Darah mengeluarkan Aura Pembunuh mereka.


Yi Wen menelan ludah, dia benar-benar sudah membuat kesalahan besar. "Saudara Xiao, apa kata-kata terakhirmu..?"


"Tetap di sampingku, Yi Wen."


Xiao Shuxiang tidak merasa takut sama sekali, apalagi berniat untuk lari. Tatapan mata Xiao Shuxiang begitu tajam, dia memegang Yi Wen sambil berkata bahwa mereka berdua akan baik-baik saja.


Xiao Shuxiang mengeluarkan Aura Pendekarnya, yang ternyata sebanding dengan Aura Pembunuh keempat Kultivator Sekte Tengkorak Darah.


!!


Belum sempat keempatnya terkejut, mendadak mereka dikejutkan lagi dengan sebuah serangan yang entah berasal dari mana.


CRAAASH!


"AAAKKH!"


!!


Xiao Shuxiang dan Yi Wen terbelalak saat melihat salah satu tangan kultivator Sekte Tengkorak Darah jatuh ke tanah.


Terdengar suara pakaian berkibar bersamaan dengan kaki seseorang menapak begitu anggun di depan Xiao Shuxiang.


"Entah kenapa, tapi aku pernah merasakan hal semacam ini sebelumnya.." Xiao Shuxiang bisa mencium aroma kayu cendana pada sesosok orang di depannya.


"Itu... Tuan Muda Lan, kita selamat!" Yi Wen terlihat begitu senang. Setiap kali dia melihat Lan Guan Zhi, akan ada angin sejuk yang menerpa hatinya.


Xiao Shuxiang langsung melepaskan tangan Yi Wen dan mulai mengambil sedikit jarak. Dia tahu ekspresi Yi Wen ini, di kehidupan pertamanya----Xiao Shuxiang bisa melihat ekspresi yang sama dengan gadis-gadis di wilayah Aliran Hitam.


"Saudara Xiao?!"


Sebuah seruan terdengar, itu berasal dari Jing Mi dan Zong Ming yang sedang melesat ke arah Xiao Shuxiang. Tidak hanya mereka berdua, tetapi Qi Xuan, Xiao Lu dan Wen Tian juga ada.


"Kenapa kalian bisa ada di sini?" Xiao Shuxiang yang sudah menarik kembali Aura Pendekarnya bertanya pada Jing Mi saat anak itu sudah ada di dekatnya.


"Kami menjalankan misi berburu manusia monster di desa ini. Harusnya aku yang bertanya, kenapa kau ada di sini, Saudaraku? Bukankah kau memiliki misi berburu anjing liar..?"


"Ya, ta-"


BAAAAM!!


!!


Xiao Shuxiang, Jing Mi dan teman-temannya terlonjak kaget saat mendengar suara debaman keras. Pandangan mata mereka mengarah pada Lan Guan Zhi yang saat ini sedang bertarung dengan keempat kultivator Sekte Tengkorak Darah.


Lan Guan Zhi menatap Xiao Shuxiang dan yang lainnya. Tatapannya seakan mengatakan agar Xiao Shuxiang dan teman-temannya tidak bicara dulu.


Qi Xuan, "Se-sebaiknya... kita bicara nanti saja, Saudara Xiao.."


"Kau benar."


Xiao Shuxiang, Jing Mi dan teman-temannya mulai menyerang para kultivator Sekte Tengkorak Darah. Yang berhasil mereka bunuh lebih dulu adalah kultivator yang sudah kehilang satu tangannya.


Traang!


Traang!


Pertarungan ini menyudutkan kultivator Sekte Tengkorak Darah. Anak-anak yang mereka lawan bukanlah anak biasa.

__ADS_1


Dari delapan orang anak, hanya satu yang terllihat biasa saja. Sementara tujuh lainnya memiliki bakat berpedang yang tidak boleh diremehkan.


"Aku sudah cukup tertekan karena harus menjalankan misi dengan Tuan Muda Lan dan anak-anak ini, sekarang aku malah bertemu dengan orang yang paling tidak ingin kutemui.."


Wen Tian begitu pucat, rasanya berada di antara anak-anak berbakat begitu mengerikan. Ingin sekali dirinya mencari lubang dan bersembunyi.


Traang!


Traang!


Xiao Shuxiang mulai merubah tempo serangannya menjadi lebih lambat. Dia tidak langsung menebas leher kultivator yang dilawannya, melainkan memberi beberapa sayatan pada perut, lengan dan punggungnya.


Ketiga kultivator Sekte Tengkorak Darah mengeluarkan seluruh kemampuan mereka, namun tetap saja tidak mampu menandingi kerjasama kedelapan anak ini.


Praktik mereka memang tinggi dan pengalaman bertarung mereka lebih banyak. Namun untuk kerjasama dan kepercayaan terhadap rekan sendiri berada di bawah angka satu.


Jing Mi, Yi Wen, Qi Xuan dan Xiao Lu memang berasal dari desa yang sama dan akrab satu sama lain. Apalagi keempatnya berasal dari Sekte Kupu-Kupu.


Tetapi semenjak Qi Xuan dan Xiao Lu diangkat menjadi murid sekte lain, mereka sudah jarang bertemu dan latihan bersama. Kerjasama mereka----tentulah mengalami kelonggaran.


Sementara Zong Ming dan Wen Tian tidak saling mengenal, kerjasama kedua anak ini dengan Xiao Lu, Jing Mi dan yang lainnya terkesan tidak beraturan.


Hanya saja, cacat pada kerjasama mereka tertutupi dengan adanya Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi.


Traang!


Traang!


Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi menangkis serangan kultivator Sekte Tengkorak Darah yang menyerang dari titik buta teman-temannya.


Sambil menangkis, keduanya memberi serangan secara bergiliran. Cara keduanya bertarung seperti saling melengkapi satu sama lain ini membuat teman-temannya mudah mempertahankan tempo serangan mereka sehingga tidak ada gerakan-gerakan berlebihan.


Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi sebenarnya merasa heran, bagaimana mungkin keduanya bisa bekerjasama dengan baik. Padahal selama ini, saat Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi memegang pedang----maka keduanya tidak akan bisa akur.


CRAAASH!!


Xiao Shuxiang menebas satu orang kultivator Sekte Tengkorak Darah secara brutal. Bagian-bagian tubuhnya benar-benar terpisah satu sama lain.


!!


Jing Mi dan teman-temannya terkejut saat Xiao Shuxiang menebas kembali mayat kultivator yang sudah menjadi potongan-potongan itu. Segera, Jing Mi dan Zong Ming menghentikannya.


"Kau Jangan Gila, Saudaraku! Dia Sudah Tidak Bernyawa Lagi..!"


"Kepalanya masih utuh, Saudara Jing."


"Saudara Xiao, Hentikan..! Itu Sudah Cukup..!"


Zong Ming dan Jing Mi mendekap Xiao Shuxiang. Jika saja Jing Mi tidak pernah memakai Teknik Penguatan Mental, mungkin dia sudah sekarat karena melihat kejadian mengerikan ini.


Bukan hanya Jing Mi, Zong Ming dan teman-temannya yang terkejut karena tindakan Xiao Shuxiang, tetapi dua kultivator Sekte Tengkorak Darah juga tak kalah terkejutnya.


Tidak mereka sangka, salah satu bocah yang bertarung dengan mereka merupakan anak mengerikan. "Senior, sekarang bagaimana?"


"Ayo pergi..!"


!!


Lan Guan Zhi menyadari kedua kultivator tersebut mencoba kabur. Segera, dia melesat dan menyerang mereka berdua. Qi Xuan dan Xiao Lu juga melesat secara bersamaan, mereka tidak ingin kultivator itu lolos.


Xiao Shuxiang, setelah meminta Zong Ming dan Jing Mi melepaskannya----dia juga ikut menyusul Lan Guan Zhi, Qi Xuan dan Xiao Lu.


"Ayo, kita juga harus ke sana!"

__ADS_1


Jing Mi, Yi Wen, dan Wen Tian mengangguk. Mereka bersama Zong Ming mengikuti Xiao Shuxiang dari belakang.


***


__ADS_2