
Api biru yang sebelumnya menyelimuti Washi, Yuuichi, dan yang lainnya mulai menghilang.
Washi nampak kagum, semua luka yang dialaminya mulai dari luka dalam sampai luka luar telah pulih kembali.
Tidak hanya dirinya, tetapi juga luka pada tubuh teman-temannya. Kemampuan kultivator memang sudah seperti keajaiban.
Xiao Shuxiang menurunkan keturunan Penatua Da Lin dari gendongannya dan berkata bahwa ada baiknya mereka beristirahat sejenak. Ketika mengatakan hal tersebuy, Luka ditubuh Xiao Shuxiang nampak menutup kembali.
Mereka beristirahat sekitar 15 menit, dalam rentang waktu itu Xiao Shuxiang memberi Hu Li pil untuk dibagi-bagikan pada para anak yang terluka. Yīng xióng kembali dimaksukkan ke dalam Gelang Semesta miliknya.
Pada menit kedua puluh--Yuuichi bangun dan mengajak teman-temannya untuk pergi, tetapi Xiao Shuxiang menghentikan mereka dengan berkata masih ada hal yang harus dilakukan. Ucapannya membuat Washi dan yang lainnya merasa keheranan.
"Istana yang belum pernah ditaklukkan sebelumnya pasti punya harta berharga. Kalau kalian tidak mau, aku akan mengambil semuanya,"
!!
Washi dan Taiga terkejut, benar apa yang dikatakan Xiao Shuxiang. Keduanya menjadi semangat dan segera ke arah reruntuhan istana es. Mereka menyerahkan penjagaan anak-anak pada Yuuichi dan Yota.
Hu Li mengikuti Xiao Shuxiang, dia ikut membantu Tuan Mudanya untuk mencari barang berharga dari reruntuhan istana milik Tomoaki Maeno.
Yuuichi dan Yota sendiri menunggu teman-temannya, mereka bersama dengan keturunan Penatua Da Lin menjaga anak-anak yang lain.
Bila teman-teman mereka tidak segera cepat, keduanya akan memutuskan untuk membawa para anak ke tempat yang lebih baik.
Xiao Shuxiang sendiri nampak sedang mengangkat salah satu pecahan es yang cukup besar, dia tidak tertarik dengan singgasana Tomoaki Maeno walau O Zhan melompat-lompat kegirangan seakan menginginkan benda itu.
Singgasana yang terbuat dari giok putih tersebut telah pecah menjadi dua. Hu Li menyimpan sebagian potongan giok itu ke dalam Kantong Penyimpanannya, sementara sisanya diberikan pada Washi yang langsung menebas giok tersebut menjadi beberapa bagian kecil.
Washi dan teman-temannya hanya mengambil seperlunya saja, mereka sepertinya berniat melebur giok putih itu untuk menguatkan senjata mereka. Washi tidak lupa dengan bagian kedua temannya yang sedang menunggu dirinya.
Selain giok putih, kristal yang bercahaya juga diambil oleh Washi dan teman-temannya, namun Xiao Shuxiang sama sekali tidak tertarik.
Dia sudah membongkar dan menghancurkan beberapa tumpukan dinding es namun belum juga menemukan ruangan tempat Tomoaki Maeno menyimpan semua hartanya.
Satu-satunya yang dia temukan adalah periuk berukuran besar dan Xiao Shuxiang yakini mempunyai kegunaan merebus para anak-anak untuk dijadikan ramuan oleh Tomoaki Maeno.
Dia memang sudah lama mencari periuk yang bisa digunakan dalam pembuatan pil, dan menurutnya periuk ini cocok. Xiao Shuxiang memang bisa membuat pil tanpa bantuan periuk, namun sebagai seorang Koki Alkemis.. Tidak mempunyai periuk berkualitas rasanya ada yang kurang.
Xiao Shuxiang lalu memasukkan periuk berwarna hitam keunguan yang setinggi satu setengah meter tersebut ke dalam Gelang Semestanya. Dia kemudian mencari benda berharga lainnya.
Saat sedang serius mencari.. Xiao Shuxiang dikejutkan dengan lantai es yang dipijak Hu Li longsor dan menyebabkan temannya tersebut terjatuh ke dalam sebuah lubang.
"Hu Li..!"
!!
Washi dan Taiga tersentak mendengar suara seruan dari Xiao Shuxiang. Segera keduanya ke tempat pemuda tersebut berada dengan wajah yang nampak khawatir.
"Hu Li, apa kau masih hidup?!"
Suara Xiao Shuxiang menggema, lubang di bawahnya ternyata dalam. Dia merasa lega setelah mendengar suara Hu Li yang mengatakan dirinya baik-baik saja.
".. Tuan Muda..! Sebaiknya Anda juga ikut Turun..!"
Xiao Shuxiang tanpa ragu melompat turun, dirinya menapak indah pada sebuah genang air yang dingin.
Awalnya hanya gelap yang dia lihat, namun kemudian sekitarnya dipenuhi dengan cahaya merah muda yang keluar dari kristal es.
!!
Isi tempat ini membuat Xiao Shuxiang tidak bisa menyembunyikan kekagumannya. Di atas adalah es, namun apa yang lihat sekarang adalah rerumputan hijau dengan genangan air, bahkan tanaman seperti bunga juga tumbuh subur di tempat ini.
Rasanya hangat dan menenangkan, Xiao Shuxiang jelas tidak percaya tempat yang dipenuhi es serta salju menyembunyikan sesuatu yang semenakjubkan ini, salah satunya adalah bunga yang dapat mengeluarkan cahaya keemasan.
!!
Xiao Shuxiang mendekati salah satu bunga, dia menyentuhnya perlahan dan lalu berkata bahwa dirinya pernah melihat bunga semacam ini sebelumnya.
"Tuan Muda Xiao, bunga ini sepertinya tanaman herbal,"
"Mn, namanya Engelsblume.. Aku tidak percaya dapat melihatnya.."
Hu Li memperhatikan wajah Tuan Mudanya yang nampak sangat menyukai bunga emas tersebut, bahkan Tuannya begitu berhati-hati ketika menyentuh dan mengusap pelan bunga itu.
".. Tuan Muda seperti takut merusak bunga ini. Syukurlah Anda menyukainya.."
"Aku memang suka.. Bunga ini mengingatkanku pada rumah.."
Xiao Shuxiang tersenyum dan kemudian mengeluarkan sebuah buku dari dalam Gelang Semestanya. Dia memperlihatkan pada Hu Li isi buku tersebut yang memuat lukisan Engelsblume, namun tidak ada penjelasan tentang kegunaan bunga itu.
"Ini adalah salah satu buku yang ada di dalam One Ring, Penatua Da Lin memberikan cincin itu beserta isinya padaku. Kau pernah melihatnya?"
__ADS_1
"Tentu Tuan Muda. Saya yang merapikan tempat Anda, bukankah One Ring sudah menjadi Gelang Semesta?"
Xiao Shuxiang mengangguk, dirinya lalu menutup kembali buku bersampul cokelat kehitaman tersebut dan memasukkannya ke dalam Gelang Semesta.
Dia kemudian meminta Hu Li untuk membantunya mencabut tanaman Engelsblume, dirinya ingin menanam bunga tersebut di dalam Gelang Semestanya.
Washi dan Taiga yang masih berada di atas juga dipanggil oleh Xiao Shuxiang. Keduanya melompat turun, rasa kekaguman segera menyelimuti mereka.
Bersama-sama, Xiao Shuxiang mengumpulnya banyak tanaman Engelsblume. Dia juga mengambil tanaman herbal lainnya namun tentu menyisakan yang lebih muda, dirinya jelas tidak mau serakah.
Butuh waktu lebih dari satu jam sampai Xiao Shuxiang dan yang lainnya memutuskan untuk kembali ke atas. Mereka lalu pergi ke tempat Yuuichi dan seketika mendapat omelan dari Yota karena dirinya dibuat menunggu terlalu lama.
".. Kami hampir mati membeku gara-gara kalian. Untung saja aku memanggil peliharaan kesayanganku untuk membantu menghangatkan mereka,"
Ada tujuh ekor harimau putih dengan garis berwarna cokelat kehitaman, ukuran mereka cukup besar dan mampu ditunggangi oleh masing-masing lima orang anak secara sekaligus.
Bulu-bulu harimau ini sangat hangat, para anak yang dilihat Xiao Shuxiang begitu nyaman saat duduk di atas punggung harimau tersebut.
Karena urusannya sekarang sudah selesai, Xiao Shuxiang dan Hu Li memutuskan berpamitan pada Washi serta yang lainnya. Mereka masih harus melanjutkan perjalanan.
".. Kami akan bawa anak ini,"
Xiao Shuxiang menarik kerah belakang keturunan Penatua Da Lin. Anak berusia sepuluh tahun tersebut memukul tangan Xiao Shuxiang dan berkata bahwa dia bukanlah kucing yang harus diperlakukan seperti ini.
Washi tidak keberatan bila teman barunya akan pergi, namun lebih baik melanjutkan perjalanan besok saja.
".. Coba lihat kondisi kalian, apa pantas melakukan perjalanan dalam keadaan semacam ini?"
Washi memperhatikan Xiao Shuxiang dan Hu Li dari atas sampai bawah. Pakaian temannya ini memiliki banyak koyakan dan keduanya tentu sadar bahwa tubuh mereka terasa lengket serta berbau anyir darah.
Xiao Shuxiang tersenyum canggung, dia memang butuh membersihkan diri sebelum melanjutkan perjalanannya menuju ke Benua Selatan.
Washi kemudian mengajak Xiao Shuxiang dan Hu Li ke salah satu penginapan yang sudah akrab dengannya di Kota Giok Hitam, Kekaisaran Es Abadi.
Mereka berjalan tenang melewati wilayah milik Tomoaki Meino bersama dengan ketujuh harimau yang ditunggangi anak-anak.
Masih terdapat banyak sekali patung es yang Xiao Shuxiang dan teman-temannya lewati. Hu Li sedikit menyenggolnya dan dengan suara setengah berbisik dirinya meminta bantuan agar Tuan Mudanya juga membebaskan patung-patung es ini.
"Hu Li, aku tidak sebaik itu. Tuanmu akan mati kehabisan banyak darah bila melakukannya,"
Xiao Shuxiang dengan santainya menolak, sudah cukup dirinya berperan sebagai orang baik untuk hari ini. Dia lelah dan ingin segera melakukan ritual berendam serta mengisi perutnya dengan makanan.
Pii~
Pii~
Xiao Shuxiang merasa O Zhan jadi banyak bicara, tidak tahan mendengarnya dia lalu mengambil rubah kecil itu dari atas kepala Hu Li dan memeluknya gemas.
Pii~
"Baiklah, baiklah. Akan kulakukan karena kau yang memintanya, tapi nanti.."
Xiao Shuxiang mengusap lembut kepala O Zhan sambil terus mengikuti Washi dan yang lainnya. Dia sesekali mendapat tatapan aneh dari anak-anak yang menunggangi harimau karena nampak berbicara dengan seekor rubah kecil.
Washi, Xiao Shuxiang, dan yang lainnya baru sampai di tempat tujuan mereka tepat di tengah malam.
Meski demikian, penginapan bernama Bangau Pengelana tersebut tetap terbuka dan menyambut Washi serta yang lainnya dengan ramah-tamah.
Ada tiga orang pelayan yang menyambut Xiao Shuxiang dan teman-temannya, dua di antaranya adalah gadis cantik. Mereka sama sekali tidak terkejut melihat tampilan Xiao Shuxiang apalagi dengan kehadiran tujuh ekor harimau.
Para pelayan ini seakan telah terbiasa melihat hal tersebut. Mereka kemudian mengajak Xiao Shuxiang dan yang lainnya masuk, para anak-anak mulai satu persatu turun dari punggung harimau.
Hanya sekali siulan dari Yota dan ketujuh harimau itu segera pergi entah kemana. Yota meski lebih muda, namun dirinya seakan menjadi pemimpin bagi anak-anak ini.
Para pelayan memperlakukan tamu-tamunya yang kebanyakan anak-anak ini dengan sangat baik. Xiao Shuxiang juga mengeluarkan anak lainnya yang sebelumnya dia masukkan ke dalam Gelang Semesta.
Penginapan ini sebenarnya dibuat oleh pemimpin Washi, pemuda tersebut selalu menyebutnya sebagai Master. Tempat yang begitu besar dengan tiga lantai ini mempunyai banyak kamar, Xiao Shuxiang adalah salah satu yang menghuni kamar di lantai dua.
Meski tengah malam, namun setiap pelayan masih saja bekerja. Xiao Shuxiang dilayani dengan sangat baik, mulai dari dirinya dibantu mandi sampai berpakaian.
Para pelayan ini juga membawakannya makanan yang cukup banyak, Xiao Shuxiang jadi tidak bisa mengolah ular yang dia tangkap sebelumnya.
Hu Li dan O Zhan yang berada di kamar sebelah juga diperlakukan dengan baik. Setelah membersihkan diri dan mengisi perut.. Keduanya kemudian beristirahat.
Tepat di keesokan harinya, Xiao Shuxiang mendengar suara pintunya diketuk. Dia lalu mempersilahkan orang yang ada di luar untuk masuk setelah mendengar suara orang tersebut yang ternyata adalah milik Hu Li.
Baik Xiao Shuxiang maupun Hu Li hanya beristirahat sejenak, keduanya telah bersiap sejak dini hari tadi. Mereka sekarang sedang mengatur rencana untuk pergi ke Benua Selatan.
Xiao Shuxiang dan Hu Li nampak memperhatikan peta Benua Utara.
".. Kita hanya perlu ke pelabuhan setelah melewati satu kota lagi. Kemudian menaiki kapal dan menuju ke Benua Tengah, baru setelah itu kita pergi ke Benua Selatan,"
"Perjalanan ini benar-benar panjang.."
__ADS_1
"Justru inilah yang paling singkat, Hu Li. Aku sudah menyegel empat gerbang. Di Benua Tengah ada tiga Gerbang Dunia, saat ini teknik Cermin Pemindahku sudah semakin baik. Bila bisa mengembangkannya, kita tidak perlu menaiki kapal lagi untuk sampai ke Benua Selatan,"
Hu Li sejak awal memang kagum dengan Teknik Cermin Pemindah yang dimiliki Xiao Shuxiang. Tuan Mudanya dapat pergi kemanapun dalam sekejap jika dapat mengembangkan teknik tersebut hingga ke tingkat yang paling tinggi.
"Saat ini aku bisa menggunakan Cermin Pemindah hanya ke Dunia Elf, itu pun memakan konsentrasi yang tinggi.."
Xiao Shuxiang memiliki keinginan untuk semakin menyempurnakan tekniknya. Namun tentu melakukan hal tersebut haruslah hati-hati, dia tidak boleh sampai memaksakan diri.
Ketika masih berbicara dengan Hu Li.. Pintu kamarnya kembali diketuk. Kali ini yang melakukannya adalah keturunan dari Penatua Da Lin.
Anak yang nampak berusia 10 Tahun itu sebenarnya memiliki usia yang sudah sangat tua, kemungkinan lebih tua dari Hu Li dan Xiao Shuxiang.
Dia dikurung di dalam Es Abadi saat tubuhnya masih berupa bayi, namun seiring berjalannya waktu.. Tubuhnya mengalami pertumbuhan.
Hanya saja, pertumbuhan tersebut terhenti ketika usianya telah menginjak 10 Tahun. Dia sendiri tidak tahu mengapa, namun ada kemungkinan disebabkan karena tubuhnya diambil oleh Ratu Es, Tomoaki Maeno.
Xiao Shuxiang cukup lama menatap keturunan Penatua Da Lin sebelum akhirnya menceritakan tentang Tua Bangka yang telah memberinya misi merepotkan.
"Aku juga mempunyai misi menyelamatkan tempat tinggalku,"
"Jadi kau tahu?"
Keturunan Penatua Da Lin mengangguk, mata berwarna birunya menatap Xiao Shuxiang dan kemudian Hu Li. Dirinya lalu menceritakan bahwa dia memiliki kemampuan mengingat sesuatu sejak masih berada dalam kandungan ibunya.
".. Aku tahu dengan jelas apa yang terjadi dengan benua tempat tinggalku, dan tanggung jawab yang harus kupikul."
Ada tekad yang begitu besar di mata anak di depannya, Xiao Shuxiang menghembuskan napas dan berkata dirinya juga memikul tanggung jawab. Bukan hanya dirinya, tetapi juga setiap manusia.
".. Tanggung jawab itu akan berat bila kau menganggapnya beban. Aku melihat matamu terlalu berambisi, itu sebenarnya kurang baik.."
Xiao Shuxiang baru tersadar belum mengetahui nama anak ini dan rupanya memang keturunan Penatua Da Lin tersebut belum memilikinya sampai sekarang.
!!
"Apa harus aku yang memberimu nama?"
"Mn,"
Xiao Shuxiang tidak ahli dalam hal ini, dirinya menggaruk pipinya pelan dan kemudian meminta Hu Li memberikan sebuah nama pada keturunan Penatua Da Lin.
Hu Li tersentak namun dirinya tidak menolak permintaan Tuan Mudanya. Dia mulai memikirkan nama yang menurutnya bagus.
Cukup lama Hu Li berpikir dan kemudian memutuskan nama 'Yun Qing Yan' untuk dipakai oleh keturunan Penatua Da Lin.
"Bagaimana bisa dia miliki marga 'Yun'? Dia bukan bagian dari keluarga mereka, kau jangan asal-asalan memberinya nama marga,"
"Tuan Muda Xiao, kalau begitu beri dia marga keluarga Anda saja,"
!!
Xiao Shuxiang jelas tidak rela, setelah dipikirkan lebih baik ternyata Penatua Da Lin memang tidak pernah menyebutkan nama marganya.
Keturunan Penatua Da Lin yang memiliki ingatan luar biasa ini mengatakan bahwa marga kultivator yang menyelamatkannya adalah 'Xiao'. Jadi ada kemungkinan dirinya merupakan kerabat jauh Xiao Shuxiang.
".. Jadi sudah diputuskan, namaku sekarang adalah Xiao Qing Yan. Bagaimana menurutmu?"
Xiao Shuxiang mengusap pelan wajahnya dan kemudian menghembuskan napas. Karena sekarang anak berusia sepuluh tahun ini sudah memiliki nama.. Dirinya lalu merencanakan tentang pembebasan para warga yang menjadi patung es.
Xiao Shuxiang memasukkan kembali buku resep yang berisi peta Benua Utara ke dalam Gelang Semestanya. Dia meminta pada Xiao Qing Yan dan Hu Li untuk menunggu sebentar di tempat ini.
Xiao Shuxiang lalu berjalan ke arah jendela dan melompat turun. Hu Li dan Xiao Qing Yan meski penasaran namun keduanya tidak bertanya karena nanti pasti diberitahu oleh Xiao Shuxiang.
Butuh waktu sekitar sepuluh menit sampai pemuda berpakaian merah tersebut kembali dengan membawa dua batang bambu sepanjang 30 cm.
Xiao Qing Yan dan Hu Li memperhatikan Xiao Shuxiang meracik sesuatu. Keduanya mengerutkan kening ketika pemuda tersebut melukai tangan kanannya dan meneteskan darah ke dalam cawan berisi racikan.
Xiao Shuxiang mengisi kedua potong bambu yang dibawanya dengan racikan tadi, menutup bambu itu dengan selapis kain berwarna hitam dan memberikannya pada Hu Li serta Xiao Qing Yan.
"Tebas bambu ini di udara, isinya akan membuat manusia yang membeku kembali seperti semula,"
!!
"Anda meraciknya tidak butuh waktu lama, apa benar-benar segampang itu?"
Hu Li tidak percaya, namun Tuan Mudanya menjawab dia telah belajar Alkemis selama bertahun-tahun, jadi hal ini tidaklah mengejutkan.
Hu Li kemudian berpamitan, dia dan Xiao Qing Yan berjalan ke jendela lalu melompat turun, O Zhan ikut bersama mereka dan meninggalkan Xiao Shuxiang sendirian.
Selagi menunggu teman-temannya kembali, Xiao Shuxiang memutuskan menemui Washi di lantai bawah.
Teman barunya ternyata sedang bermain musik untuk menghibur anak-anak dan para pelanggan tempat ini. Alunan yang sangat merdu dan menenangkan, namun karena kamar Xiao Shuxiang berada di jarak yang cukup jauh.. Suara musik Washi dan teman-temannya tidak dia dengar tadi.
***
__ADS_1