
Pemuda bertelinga runcing dan begitu menawan ini telah berada di depan Xiao Shuxiang, kedua kakinya tidak menapak, melainkan melayang sekitar 5 cm dari permukaan tanah.
Sebenarnya, untuk bangsa Elf. Dunia Manusia adalah dunia yang kotor. Jangankan menapakkan kaki di tanah, melihat pemandangannya saja sudah membuat mereka jijik.
Suasana gelap bagai malam di sekitar Xiao Shuxiang jelas merupakan ulah dari Elf ini. Dengan cara tersebut, pemuda bertelinga runcing di depannya tidak akan melihat apapun selain Xiao Shuxiang.
"Ehm.."
Xiao Shuxiang merasa canggung, dia sudah lama tidak berhadapan dengan makhluk yang benar-benar berbeda dengan para Demonic Beast dan manusia yang sering dirinya temui.
"Majestät, Sie müssen erklären, warum Sie gerade gegangen sind, ohne es mir zu sagen. Wir machen uns alle Sorgen um dich.."
[Yang Mulia, Anda harus menjelaskan mengapa Anda pergi begitu saja tanpa memberi tahu saya, kami semua mengkhawatirkanmu..]
Elf berambut panjang dan bermata biru ini nampak mengomeli Xiao Shuxiang. Jelas saja Elf ini kesal, Kaisar mereka pergi tanpa pemberitahuan selama lebih dari seratus tahun. Tidak bisa dibayangkan bagaimana hari-hari mereka berlalu.
Tidur tidak pernah nyenyak, makan tak pernah kenyang, mandi ala kadarnya, terbang pun tidak bersemangat, semua ini karena mereka terus memikirkan nasib Sang Kaisar yang entah kapan akan pulang.
"Schwein.."
"Schönheit, Majestät. Du hast meinen Namen falsch verstanden,"
[Schönheit, Yang Mulia. Anda salah dalam menyebut namaku,]
Xiao Shuxiang menggaruk pipinya pelan, dia sedikit tersenyum canggung dan meminta maaf. Nama-nama orang di Dunia Elf cukup rumit untuk lidahnya, dan karena hal inilah yang membuat Elf di depannya nampak semakin kesal.
"Schwein, du hättest nicht an diesen Ort kommen sollen,"
[Schwein, tidak seharusnya kamu datang ke tempat ini,]
"Schönheit, Majestät. Schönheit..!"
[Schönheit, Yang Mulia. Schönheit..!]
Aiya, Xiao Shuxiang salah menyebut nama lagi. Dia kembali meminta maaf, hal ini membuat Schönheit menghembuskan napas untuk menenangkan dirinya.
Namanya jelas jauh berbeda dengan yang Xiao Shuxiang sebutkan, tetapi entah mengapa panggilan yang keluar dari mulut Kaisarnya ini selalu nama 'Schwein'.
Setelah merasa tenang, Schönheit lalu meraih lengan Xiao Shuxiang dan kemudian terbang membawa Kaisarnya.
Xiao Shuxiang berusaha membujuk Schönheit untuk melepaskannya, dia masih harus menjalankan misi di Benua Utara. Namun Schönheit mengatakan ada kewajiban yang jauh lebih penting di Dunia Elf.
Xiao Shuxiang sebenarnya bisa saja memberontak, tetapi melakukannya hanya akan mengundang pertarungan. Buruk bagi tempat ini bila dia nekat melawan Schönheit.
Untuk sekarang, sebaiknya Xiao Shuxiang mengikut saja. Dia akan memikirkan cara lain agar dapat pulang nanti.
Hu Li yang saat ini berada di dalam Gelang Semesta Xiao Shuxiang tidak mengetahui bahwa Tuannya sedang dibawa ke Dunia Elf.
Dirinya hanya duduk sambil menunggu kapan akan dikeluarkan. Ada raut wajah penuh tanda tanya yang nampak pada Hu Li, ini tentu terjadi sebab Tuannya tidak memberinya penjelasan apa-apa dan malah memasukkan dirinya ke dalam Gelang Semesta.
*
*
Dunia Elf terlihat begitu indah, nuansa hijau alam, lembutnya awan, dan sinar keemasan matahari menjadi suasana pertama yang menyambut kedatangan Xiao Shuxiang.
Rumah para Elf Tumbuhan terbuat dari tanaman rambat dan batang pohon, diselimuti oleh embun tipis yang menyejukkan.
Xiao Shuxiang memang di bawah ke Wilayah Tengah, tempat dimana istana dan tahta kebesarannya berada.
Istana tersebut seperti dibangun di atas awan, begitu besar, megah, dan juga mewah. Ada sekitar 30 pasang pilar dengan ukuran sebuah pohon besar berusia ribuan tahun yang berjejer rapi di sisi kanan dan kiri Xiao Shuxiang.
Pilar-pilar ini setidaknya memiliki tinggi 50 meter, jarak antara sisi kanan dan kiri ialah sekitar 40 meter. Istana ini seakan lebih cocok disebut tempat tinggal raksasa.
__ADS_1
Baru pilar-pilarnya saja yang dilihat dan Xiao Shuxiang sudah ingin pulang. Dia baru melewati dua pasang pilar, namun tubuhnya sudah seperti dihantam batu besar.
"A-apa tidak bisa aku datang lain kali saja ke tempat ini..?"
"Yang Mulia, semua orang sudah menunggu. Anda menghilang selama lebih dari seratus tahun, banyak pekerjaan yang menumpuk dan harus Anda selesaikan,"
Schönheit tahu pemuda yang dia rangkul lengannya ini sangat tidak biasa tinggal di tempat yang terlalu besar.
Istana Kaisar memang dirancang besar dan begitu tinggi, sebab setiap Elf beraktifitas dengan cara terbang dan cukup jarang menapakkan kakinya di tanah.
Aula istana yang paling luas, terdapat karpet membentang berwarna merah dengan pinggirannya berukir naga emas. Terlihat ada banyak Elf berambut hijau muda yang berbaris rapi dengan pandangan mata mereka mengarah pada Xiao Shuxiang dan Schönheit.
Para Elf ini nampak mengerutkan keningnya saat melihat pemuda yang dibawa Schönheit memiliki rambut berwarna hitam dan warna mata yang asing bagi mereka.
"Apa itu Yang Mulia?"
"Aku tidak tahu.."
Para Elf yang bertanya-tanya tentang identitas Xiao Shuxiang merupakan Elf berusia muda. Lukisan kaisar yang sering mereka lihat nampak memiliki rambut putih dan bertelinga runcing, jelas mereka penasaran dengan siapa pemuda yang mereka lihat ini.
Cukup lama mereka memperhatikan Xiao Shuxiang sebelum salah satu di antara mereka berseru dan mengatakan bahwa pemuda itu adalah manusia.
!!
Seruannya mengejutkan semua orang termasuk Xiao Shuxiang dan Schönheit. Lima orang perwakilan Elf terbang dan lalu berhenti di depan Schönheit, kelimanya terlihat marah dan memperlihatkan raut wajah yang seakan baru saja melihat sesuatu yang menjijikkan.
"Pangeran, kenapa Anda membawa makhluk kotor ini kemari? Dan Anda juga menyentuhnya?!"
!!
Xiao Shuxiang tidak percaya dengan apa yang dia dengar ini. Elf perempuan yang terlihat berusia 25 Tahun di depannya, yang begitu cantik ini baru saja menghinanya.
Tidak hanya perempuan tersebut, tetapi empat Elf yang lain juga melakukannya. Salah satu dari mereka bahkan menyarankan pada Schönheit untuk membunuh dirinya.
Xiao Shuxiang mendengus pelan sambil menatap Schönheit, dia tidak datang kemari untuk mendengar omong kosong para makhluk menyebalkan di depannya.
"Beraninya kau mengeluarkan suaramu di tempat yang suci ini, Dasar Manusia Menjijikkan..!"
"Lancang sekali kau menyebut nama Pangeran..!"
"Berhenti,"
Schönheit meminta keempat Elf di depannya untuk kembali ke tempat, dia mengatakan bahwa pemuda di sampingnya ini adalah Yang Mulia Kaisar. Mendengarnya jelas membuat para Elf terkejut.
Bagaimana bisa seorang manusia rendahan, kotor, dan menjijikkan menjadi Kaisar Dunia Elf. Ini tentu tidak bisa diterima. Mereka protes dan meminta Schönheit untuk membunuh Xiao Shuxiang dan membuangnya kembali ke Dunia Manusia.
".. Melihat wajahnya saja sudah membuatku muak."
"Dia lebih buruk dari binatang,"
Xiao Shuxiang nampak mengepalkan tangannya. Wajahnya masih memperlihatkan ketenangan, namun tidak begitu dengan tatapan matanya.
Schönheit memarahi keempat Elf ini yang berani lancang dengan Kaisar. Dia melakukannya saat menyadari Xiao Shuxiang sedikit menggerakkan lengannya.
Schönheit tahu pemuda di sampingnya ini sensitif dengan para kaum Elf. Bisa dibilang, Xiao Shuxiang kurang suka dengan sifat angkuh para Elf yang begitu mengagungkan diri sendiri, dan menganggap bahwa makhluk lain adalah rendah.
"Pangeran, Anda-"
"Berhenti bicara, kau wanita memuakkan. Aku tidak datang kemari untuk mendengar suara dari mulut kotormu,"
!!
Elf berwajah cantik dan bermata biru ini terkejut saat mendengar suara dingin Xiao Shuxiang. Dia seketika merasakan tubuhnya memberat dan sedikit gemetaran.
__ADS_1
Xiao Shuxiang melepaskan pegangan tangan Schönheit pada lengannya, dia dapat terbang seperti Elf walau tanpa sayap.
Energi di Dunia Elf bernama Mana, ini seperti Qi di Dunia Manusia. Sifat keduanya sama, yakni bila di alam seperti keperakan dan bila terkumpul di dalam Dantian akan berubah menjadi biru.
Xiao Shuxiang sedikit maju, dia memperhatikan Elf perempuan di depannya yang menurutnya masih terlihat muda.
"Kau pikir aku mau datang ke Duniamu, huh? Kalau bukan karena menghargai Schönheit, aku juga tidak berminat datang kemari. Dan berani sekali kau menyebut Xiao Shuxiang ini makhluk kotor. Apa kau mau mati?"
"Yang Mulia,"
Schönheit segera memegang tangan Xiao Shuxiang sebelum pemuda ini melakukan sesuatu yang bukan-bukan. Dia menggelengkan kepalanya pelan saat Xiao Shuxiang menatap ke arahnya.
"Schönheit, didik lebih baik kaummu ini. Ajari mereka untuk tidak bersikap keterlaluan,"
Xiao Shuxiang berniat melayang pergi, namun dirinya dihadang oleh tiga dari empat orang Elf yang menghina dirinya tadi.
"Kau pikir siapa dirimu! Berani sekali kau memerintah Pangeran..!"
!!
Ketiga Elf tersebut langsung mematung dan tak sadar menahan napas saat melihat warna mata Xiao Shuxiang yang berubah merah. Mereka seperti tidak dapat bergerak sehingga Xiao Shuxiang bisa lewat dengan mudah.
Schönheit tidak berusaha mengejar Xiao Shuxiang karena dia tahu pemuda tersebut akan pergi kemana. Dirinya lebih memilih memarahi keempat Elf serta memahamkan para Elf yang lain bahwa manusia yang mereka anggap kotor dan rendahan tersebut adalah Kaisar dunia ini.
Sangat buruk sebenarnya bila Xiao Shuxiang berada dalam suasana hati yang kesal. Keempat Elf ini beruntung karena tindakan mereka tadi tidak langsung dihukum oleh Xiao Shuxiang, sebab di masa lalu.. Pemuda berambut hitam tadi dapat melakukan hal yang mengerikan bila sedang marah.
"Pangeran, tapi bagaimana bisa seorang manusia dapat menjadi Kaisar di dunia ini?!"
"Kau tidak mengerti, Verzaubern. Dia manusia yang bahkan lebih baik dari dirimu,"
!!
Gadis yang menghina Xiao Shuxiang tadi terkejut setelah mendengar ucapan bernada dingin Schönheit. Dia meminta penjelasan, namun pemuda di depannya mengatakan dirinya akan mengerti nanti.
Gadis bernama Verzaubern ini sebenarnya adalah tunangan dari Schönheit. Awalnya, dia berpikir bahwa lukisan Kaisar yang tertempel di samping Tahta Keagungan merupakan ayah dari Schönheit, karena tunangannya ini selalu terlihat memandangi lukisan tersebut dengan mata yang seperti begitu rindu.
Tetapi setelah melihat pemuda yang dibawa oleh Schönheit, Verzaubern jadi tidak yakin. Bagaimana bisa manusia menjadi ayah dari tunangannya ini, tidak ada Elf yang akan mengikat hubungan dengan makhluk rendahan semacam itu.
"Pangeran, pangeran..?!"
Verzaubern baru akan menyusul Schönheit, namun dirinya berhenti kala ditatap dingin oleh pemuda ini dan seakan memberi tahu bahwa dia sebaiknya tidak ikut.
Hanya kaum Elf yang berumur lebih dari seratus tahun dan hidup saat Xiao Shuxiang pertama kali datang ke Dunia ini yang menerima dirinya sebagai seorang Kaisar. Schönheit yang nampak berusia 20 Tahun ini sebenarnya memiliki usia lebih tua dari yang terlihat.
Schönheit terbang ke tempat dimana Xiao Shuxiang berada, itu adalah sebuah kamar besar milik kaisar. Meski tidak pernah pulang selama lebih dari seratus tahun, nyatanya Xiao Shuxiang masih ingat letak kamarnya.
Tempat ini penuh dengan nuansa putih dan ungu, terdapat banyak kain tipis layaknya selendang yang menjadi penghias dari kamar ini.
Penerang kamar Xiao Shuxiang merupakan hewan kecil berbulu dengan bentuk bulat seperti bola. Hewan ini mengeluarkan cahaya putih keemasan pada tubuhnya, mereka nampak melayang perlahan dan sama sekali tidak mengganggu Xiao Shuxiang.
"Yang Mulia, apa Anda baik-baik saja?"
Schönheit mewakili Verzaubern serta para Elf yang lain untuk meminta maaf pada Xiao Shuxiang. Ini salahnya karena tidak menjelaskan identitas Kaisar yang sebenarnya adalah seorang manusia.
"Bukan masalah, Schönheit. Yang lebih penting, kapan aku akan dilepaskan? Aku tidak mungkin tinggal selamanya di tempat ini, kau harus tahu itu.."
Xiao Shuxiang duduk di pinggir tempat tidurnya, warna matanya sudah kembali normal. Dia mengatakan Dunia Elf terlihat damai-damai saja, bahkan meski tanpa dirinya.
".. Jadi kapan aku bisa pulang?"
"Yang Mulia, Anda sebaiknya membersihkan diri dahulu. Kemudian beristirahatlah, besok Anda harus bangun pagi-pagi untuk memulai upacara,"
Schönheit mengatakan akan mengirim empat pelayan segera, dirinya lalu pamit dan mulai berjalan pergi tanpa menjawab pertanyaan dari Xiao Shuxiang.
__ADS_1
***