
Qi Xuan memegang lengan kanannya, terlihat bekas sayatan pedang milik Huan Ran saat dia sedang mati-matian bertahan dari serangan gadis tersebut.
"I-ini sakit!" Qi Xuan menyarungkan pedangnya, dia lalu berjalan tertatih sambil berusaha menahan sakit pada punggung dan lengannya.
Qi Xuan menuruni panggung, dia berjalan ke arah Huan Ran yang saat ini sedang berusaha untuk berdiri.
Huan Ran mengepalkan kuat kedua tangannya, tidak dia sangka harus kalah hanya dengan satu jurus saja, itu pun hanya terkena anginnya.
"AAH! Kurang Ajar!!" Huan Ran meninju tanah didekatnya, dia sangat marah karena sudah dikalahkan oleh anak yang dianggapnya lemah.
"Kau... apa bisa berdiri...?"
!!
Sebuah suara membuat Huan Ran tersentak, dia lalu melihat bahwa ada seseorang yang berdiri di depannya. Huan Ran kemudian mendongak dan akhirnya mengetahui bahwa suara tadi berasal dari anak laki-laki yang baru saja mengalahkannya.
Dia benar-benar kesal, dia sangat marah bercampur sedih. Seumur hidupnya dia tidak pernah kalah dengan cara yang begitu memalukan.
"Apa Yang Kau Inginkan Hah?! Sekarang Kau Mau Mengejekku?!"
Qi Xuan terkejut saat melihat gadis yang masih terduduk di tanah ini menangis sambil menatap kesal ke arahnya.
Dia tidak tahu harus berkata apa. Selama ini... dia tidak pernah membuat seorang pun menangis, apalagi itu adalah seorang gadis.
"Ka-kau jangan menangis, aku tidak berniat mengejekmu a-atau apa pun..." Qi Xuan berusaha berlutut dan membantu Huan Ran untuk berdiri, dia mengulurkan tangan kirinya sambil menahan sakit pada punggung dan juga bagian dalam tubuhnya.
Belum sempat Huan Ran meraih tangan Qi Xuan, kumpulan asap tebal tiba-tiba merembet dan memenuhi seluruh tempat di dalam lokasi turnamen.
"SERAAANGAN!!"
Seorang murid Sekte Bunga Lotus berteriak, semua penonton mulai panik dan segera berlari keluar menyelamatkan diri. Semua kultivator, baik peserta turnamen maupun wali mereka menarik pedangnya.
TRAANG! TRAANG!
TRAANG!
Sembilan belas orang Sekte Serigala Iblis menyerang secara membabi buta, di kepulan asap ini, mereka lebih diuntungkan sebab sebelumnya mereka telah menyelimuti tubuh mereka dengan aroma Bunga Karang, yaitu bunga yang hanya ada diwilayah Aliran Hitam.
Dengan aroma bunga ini, kultivator Sekte Serigala Iblis tidak akan menyerang temannya sendiri di dalam kepulan asap tebal tersebut.
TRAANG!
CRAASH
AAKH!
Terdengar suara benturan pedang, suara tebasan, dan erangan kesakitan dari dalam kepulan asap.
Huan Ran mencoba untuk berdiri, tetapi tidak bisa. Padahal dirinya harus segera pergi dari kepulan asap ini.
__ADS_1
Qi Xuan sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi dia yakin bahwa ini bukanlah bagian dari turnamen. Sambil menahan sakit, Qi Xuan segera mengangkat Huan Ran dan menggendongnya.
"A-Apa Yang Kau Lakukan?! Le-lepaskan Aku!" Huan Ran terkejut saat tiba-tiba digendong oleh Qi Xuan, dia mencoba memberontak.
"Jangan banyak bergerak, kita harus segera pergi ke tempat yang aman,"
Huan Ran langsung diam dan tidak memberontak lagi saat melihat wajah Qi Xuan yang agak pucat. Dia merasa bahwa anak laki-laki yang menggendongnya ini sedang menahan sakit.
Qi Xuan membawa Huan Ran ke samping bangunan tempat para peserta berada, dia menurunkan Huan Ran pelan-pelan dan kemudian meminta gadis ini untuk tidak pergi ke mana-mana.
"Tetaplah di sini, aku harus menyelamatkan teman-temanku." Qi Xuan berdiri dan mulai melangkah pergi, namun seketika Huan Ran meraih tangannya.
"Ada apa?" Qi Xuan menghentikan langkahnya dan melihat ke arah Huan Ran.
"Ambil ini..." Huan Ran memberikan sebuah bungkusan berwarna merah muda kepada Qi Xuan, di dalamnya ada sebuah pil berwarna putih susu.
Huan Ran, "Itu adalah pil terbaik, dan berguna untuk mengobati luka ringan."
Qi Xuan berniat menolaknya, namun Huan Ran langsung berkata ketus dan mengancam akan menebas Qi Xuan jika tidak menerimanya.
"Baiklah, terima kasih." Qi Xuan menelan pil berwarna putih tersebut, hanya dengan tiga tarikan napas... semua luka pada luar tubuh dan juga luka dalamnya sembuh. Meski begitu, Qi Xuan masih bisa merasakan sakit di punggungnya, tetapi tidak sesakit yang tadi.
Dia kemudian melangkah pergi dan meninggalkan Huan Ran yang kini juga terlihat menelan sebuah pil.
TRAANG! TRAANG!
SAAASH
TRAAANG!
Patriarch Lan terlihat bertarung dengan tiga orang kultivator Sekte Serigala Iblis, beberapa kali dia tidak sengaja melawan murid Sekte Bunga Lotus, "Sepertinya ini bukanlah kepulan asap biasa..."
TRAAANG!
!?
"Hei! Kau melawan orang salah!"
"Maaf, aku tidak tahu!"
Tidak hanya Patriarch Lan, tetapi juga para wali peserta yang juga ikut bertarung di dalam kepulan asap tersebut.
Huan Fei yang sedang berbicara dengan sahabatnya Yang Shu di sebuah ruangan tersentak mendengar suara keributan, apalagi ketika mereka mendengar teriakan yang mengatakan bahwa Sekte Serigala Iblis menyerang.
Huan Fei segera berlari keluar, disusul oleh Yang Shu. Keduanya terkejut melihat kondisi yang benar-benar kacau.
Beberapa murid Sekte Bunga Lotus bahu membahu membawa para peserta ke tempat yang aman, terlihat Xiao Lu dan Jing Mi digendong oleh seorang murid.
Xiao Lu dan Jing Mi sebenarnya tidak tahu apa yang terjadi, mereka juga terlalu syok dengan kepulan asap yang tiba-tiba memenuhi seluruh tempat, serta kepanikan yang terjadi.
__ADS_1
"Kalian tunggu di sini," murid Sekte Bunga Lotus menurunkan Xiao Lu dan Jing Mi, dia kemudian melesat cepat dan masuk kembali ke dalam kepulan asap tersebut untuk menyelamatkan peserta lainnya.
TRAANG!
TRAANG!
"Saudara Jing?! Kakak Lu?!" Qi Xuan memanggil nama saudara seperguruannya, sesekali dia menangkis serangan yang entah datang darimana.
"Saudara Jing?! Kakak Lu?!"
Qi Xuan tidak bisa melihat dengan jelas karena kepulan asap ini, namun samar-samar dirinya melihat Yang Shu bersama dengan seseorang.
"Tetua?!" Qi Xuan berlari menuju ke arah Yang Shu sambil memanggil namanya, ini membuat Huan Fei dan Yang Shu menoleh.
"Xuan'Er?! Kenapa kau tidak pergi ke tempat yang aman?!" Yang Shu menyentuh pundak muridnya ketika Qi Xuan berada didekatnya.
Huan Fei mengetahui bahwa anak laki-laki inilah yang sudah membuatnya kagum tadi. Tidak dia sangka, bahwa anak ini seumuran dengan cucunya.
"Sekarang bukan waktunya merekrut murid," Huan Fei awalnya berniat menyapa Qi Xuan, namun dia tersadar bahwa turnamen saat ini sedang dikacaukan oleh kultivator Sekte Serigala Iblis.
SAAASH
Kepulan asap kembali menipis saat Yuen Liang mengibaskan kipasnya, dia sebenarnya kelelahan karena harus menggunakan banyak Qi hanya untuk menghilangkan asap. Dalam hati, Yuen Liang merutuki GrandElder dan juga saudara seperguruannya yang tidak datang kesini.
?!
"Yang Tadi Bertarung Denganku Itu Kau?!"
"Apa Kau Tidak Bisa Membedakan Orang, Hah?!"
"Hei! Kau Punya Dendam Apa Padaku?! Kenapa Kau Menyerangku?!"
"Kau Bod*h Atau Apa?! Kalau Bukan Karena Asap Si*lan Ini, Aku Tidak Akan Menyerangmu!"
Beberapa kultivator beradu mulut ketika melihat bahwa yang selama ini diajaknya bertukar serangan bukanlah kultivator Aliran Hitam.
Qi Xuan kini bisa melihat dengan jelas, beberapa orang berpakaian cokelat telihat berlari cepat, salah satu diantara mereka ada yang membawa seorang anak.
Dia begitu terkejut, dia lupa bahwa memiliki seorang teman baru bernama Huan Mei.
"Huan Mei?!" Qi Xuan langsung berseru saat melihat anak digendongan salah satu pria berpakaian cokelat itu. Huan Fei begitu terkejut ketika mendengar seruan dari Qi Xuan.
Qi Xuan mulai berlari dan berniat menyusul pria berpakaian cokelat tersebut. Namun seketika bahunya dipegang oleh Huan Fei.
"Kau tadi menyebut siapa?"
"Mei'Er, dia temanku. Aku harus menolongnya!" Qi Xuan tidak tahu siapa orang yang bersama tetuanya ini, namun dia tidak memiliki waktu sekarang. Orang-orang yang membawa Huan Mei terlihat seperti bukan orang baik.
"Kau tadi menyebut 'Huan Mei', apa itu benar?!" Huan Fei menatap khawatir kearah Qi Xuan, semoga dia salah dengar ucapan anak laki-laki ini.
__ADS_1
***