
PERINGATAN!
Episode mengandung adegan ambigu. Jika tidak suka, sebaiknya jangan mengganggu. Terima kasih atas perhatiannya.
*
*
*
"Apa kau menemukannya, Hu Li?"
"Tidak, Tuan Muda. Saya minta maaf..." Hu Li menggeleng pelan, "Washi dan teman-temannya adalah samurai, sulit menemukan mereka di satu tempat. Dan lagi, wilayah Kekaisaran Salju Putih amat luas. Saya tidak bisa mengunjungi setiap tempatnya dan mencari mereka,"
Nyawn..!
Pii..!
"... Lan Xiao dan O Zhan juga sudah lelah" Hu Li mengusap pelan kepala Harimau Bulan dan adiknya secara bergantian. Dia lalu melihat Tuan Mudanya cemberut.
"Menyebalkan. Kalian baru mencari mereka selama dua hari dan dua malam. Berusahalah lebih keras lagi. Aaah... Aku tidak mau tahu..! Jelasnya kalian harus cari lagi..!"
Lan Xiao tersentak saat melihat induknya itu berguling-gulingan di atas tempat tidur. Ini untuk pertama kalinya dia kesal karena Xiao Shuxiang seakan tidak peduli bahwa sekarang ini dia, Hu Li, dan O Zhan sudah sangat kelelahan.
Rrrrr.. Rrraow!
Lan Xiao menggeram, dia lantas melompat ke atas tempat tidur dan menerjang pemuda yang dianggapnya induk itu.
!!
Xiao Shuxiang terkejut saat Lan Xiao yang tubuhnya sekarang seukuran harimau dewasa itu menerkam dan menjilatinya hingga membuatnya geli.
Nyawn~
"Baiklah... Baiklah. Aku salah, ayo hentikan. Berikan ruang untuk ibumu ini.. Oke? Ha ha ha, Lan Xiao..! Geli..! Tolong ampuni aku.. Ha ha ha..!"
Nyawn~
Melihat bagaimana Tuan Muda Xiao-nya begitu bahagia membuat beban Hu Li terangkat. Dia senang dengan ini dan berharap bahwa Tuan Mudanya akan selalu bahagia.
"Kau semakin nakal, Lan Xiao~" Xiao Shuxiang mengusap gemas kepala Harimau Bulan saat Demonic Beast itu mulai membiarkannya bangun kembali.
Pii..!
"Kau juga sangat menggemaskan~" Xiao Shuxiang mengangkat tubuh O Zhan dan membelai gemas pipi hewan tersebut.
Hu Li berjalan dan duduk di pinggir tempat tidur Tuan Mudanya. Dia melihat Lan Xiao mengubah ukuran tubuhnya menjadi seperti anak kucing dan mengajak O Zhan bermain.
"......."
"......."
Sejenak Hu Li dan Xiao Shuxiang tidak saling bicara. Keduanya seperti fokus memperhatikan dua hewan menggemaskan tersebut sambil tersenyum senang.
"Ini pertama kalinya Saya bisa duduk berdua dengan Tuan Muda tanpa gangguan Tuan Muda Jing dan yang lainnya.." Hu Li akhirnya buka suara, ucapannya membuat Xiao Shuxiang setuju.
"Kau benar. Dahulunya hanya kau yang kumiliki dan selalu kuajak bicara, tapi sekarang berbeda."
"Iya... Sekarang Tuan Muda juga tidak kesepian lagi. Jujur saja, Saya masih belum percaya Anda menikah."
Xiao Shuxiang menatap Hu Li, entah kenapa dia sekarang risih mendengar kata terakhir yang diucapkan pemuda di sampingnya. Itu mengingatkannya pada prosesi pernikahan yang panjang dan membuat kaki serta bokongnya mati rasa.
"Kau tahu, Hu Li. Aku benar-benar ingin lari sekarang juga. Sungguh, sepertinya sekarang aku mengerti kenapa banyak kultivator memilih membujang selama berpuluh-puluh tahun bahkan ada yang sampai lebih dari seratus tahun..."
Xiao Shuxiang membicarakan Zhou Yan dan Yu Changhai. Dua patriarch dari Sekte Pedang Langit itu memiliki postur tubuh dan wajah rupawan. Namun meski usia mereka telah mencapai lebih dari satu abad, keduanya belum juga mempunyai pasangan.
Xiao Shuxiang, "Prosesi pernikahan sangat melelahkan, Hu Li. Aku serasa hampir mati,"
"Anda terlalu berlebihan Tuan Muda. Tahanlah sebentar lagi. Satu kali lagi prosesi di Benua Timur dan Anda serta Nona Ling akan resmi menjadi suami-istri. Kalian akan mulai berbagi tempat tidur, berbagi hidup, dan berbagi segalanya."
Hu Li tidak ikut serta menyaksikan bagaimana prosesi pernikahan Tuan Muda Xiao-nya. Tetapi jika dilihat dari raut wajah Tuannya yang sedikit pucat dan belum tidur banyak itu, jelas sekali prosesi pernikahan berlangsung sangat panjang.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan lalu menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur. Dia menggelengkan kepala sambil berdecak pelan.
"Haiih.. Menikahi satu gadis saja prosesinya amat panjang, apalagi jika lebih. Haah.. Hu Li.. Aku tidak mau melakukannya lagi. Impian Tuan Mudamu ini untuk bisa membuat harem benar-benar sudah lenyap."
Hu Li berusaha menahan tawanya, "Tuan Muda Xiao. Saya rasa alasan dari prosesi pernikahan yang dibuat panjang nan melelahkan memang agar supaya mempelai pria jera dan tidak berminat menikah lagi untuk yang kedua kalinya."
!!
__ADS_1
Xiao Shuxiang tersentak, sebelum akhirnya tertawa pahit. Dia seperti baru saja menemukan kebenaran tersembunyi dari ritual pernikahan yang dijalankannya. Ini.. Sungguhan tidak terduga.
Hu Li, "Tuan Muda beristirahatlah, saya masih harus menemui Tuan Muda Ling dan memulangkannya serta Grand Elder Sekte Pagoda Langit kembali ke Benua Tengah,"
"Tunggu Hu Li," Xiao Shuxiang menghentikan pemuda berambut putih itu saat Hu Li hendak bangun dari duduknya. "Kau masih belum membantuku mencari Washi. Besok sore aku harus ke Benua Timur, dan aku ingin menemuinya sebelum itu."
"Tuan Muda, sulit menemukan Tuan Washi dan teman-temannya dengan waktu yang amat singkat. Mereka mungkin mendengar pernikahan ini, namun bisa saja mereka terikat misi hingga tidak dapat datang. Tapi kenapa Tuan Muda ingin sekali bertemu dengannya?"
Washi merupakan warga asli dari Benua Utara, seorang pemuda yang nampak berusia 27 Tahun dengan rambut pirang pendeknya. Pemuda itu pernah secara tidak sengaja bertemu Xiao Shuxiang saat Koki Alkemis itu dan Hu Li untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di tempat ini.
"Washi adalah kenalan kita, jadi aku ingin bertemu dengannya. Juga.. Salah satu temannya yang memiliki wajah mirip denganku itu.. Dia mempunyai hubungan dengan tua bangka penulis Kitab Pernapasan Langit dan Bumi. Aku harus menemuinya,"
"Teman tuan Washi yang wajahnya mirip dengan Anda..." Hu Li berpikir sejenak, dia berusaha mengingat masa lalu dan mulai mengerti. "Ah, saya ingat. Pemuda yang mirip dengan Anda adalah Yuuichi. Tuan Muda dan dia hanya dibedakan warna mata serta tinggi badan saja,"
"Benar, dia orangnya. Dia merupakan murid dari kakek buta yang pernah memberiku kitab pernapasan. Aku pernah menceritakan tentangnya padamu dahulu,"
Hu Li mengangguk, ingatan mengenai dia dan Tuan Muda Xiao-nya tentang kehidupan mereka lebih dari seratus tahun yang lalu masih sangat jelas.
Hu Li, "Tua Bangka itu yang pernah memberi Anda buku kitab dengan isi dua lembar saja. Dia seorang penipu, tapi..."
"Tapi karena buku itu aku jadi belajar tentang salah satu Teknik Pernapasan dan dia termasuk orang yang menanamkan modal kehancuran Benua Timur padaku,"
Hu Li menatap tajam Xiao Shuxiang, ucapan Tuan Mudanya barusan membuat dirinya tersinggung. "Meski Tua Bangka itu memberi Anda sebuah kitab pernapasan, bukan berarti dia meminta Anda menggunakannya untuk berbuat kekacauan. Tuan Muda keterlaluan jika melimpahkan kesalahan Anda pada orang lain, apalagi padanya."
"Hu Li, aku adalah Tuanmu. Kau harusnya membela Tuanmu ini meskipun dia salah. Itu tugasmu sebagai pengikut, mengerti?"
!!
Hu Li terkejut, sekarang gilirannya yang tahu kenapa Lan Guan Zhi selalu menyebut Tuan Mudanya ini 'memalukan'. Itu karena Xiao Shuxiang benar-benar memalukan.
"Aku ingin bertemu Yuuichi.." Xiao Shuxiang berekspresi serius, dia memanggil Lan Xiao dan O Zhan, kemudian meminta dua Demonic Beast itu untuk bermain di luar.
Nyawn?
Lan Xiao bertanya, tetapi Xiao Shuxiang mengatakan dia perlu bicara hanya berdua dengan Hu Li. Lan Xiao meski enggan pergi meninggalkan induknya, tetapi dia tetap melakukannya.
"Kenapa Tuan Muda tidak ingin mereka berdua mendengar kita bicara? Apa ini pembahasan yang sensitif?" Hu Li bertanya saat adiknya dan Lan Xiao telah keluar dari kamar ini. Kedua hewan itu pun sangat pintar dalam membuka dan menutup pintu.
"Mn, Lan Xiao dan O Zhan terlalu baik. Aku tidak ingin meracuni pikiran mereka dengan apa yang akan kita bahas."
Hu Li menatap Tuan Mudanya, dia memperhatikan wajah Xiao Shuxiang dengan teliti dan menemukan sesuatu. Dirinya pun tanpa ragu mengutarakan pendapatnya.
"Sekarang Tuan Muda Xiao telah banyak berubah. Dibandingkan yang dulu, Anda sekarang terlihat lebih manusiawi."
"Tuan Muda Xiao, saya sudah lama bersama dengan Anda. Senyuman itu terakhir kali saya lihat sekitar lebih dari seratus tahun yang lalu. Senyuman yang penuh siasat licik.." tatapan Hu Li menggelap, detik berikutnya dia menerjang pemuda di sampingnya.
!!
Xiao Shuxiang tersentak karena tiba-tiba saja tubuhnya ditindih. Dia menatap pemuda berwajah manis di atasnya ini dan sama sekali tidak melakukan perlawanan.
"Tuan Muda Xiao, apa yang akan Anda lakukan?!" Hu Li mencengkeram pundak Xiao Shuxiang, dia menatap wajah mempesona di bawahnya. "Sekarang ini Anda sudah menikah dengan Nona Ling. Anda akan memiliki kehidupan yang bahagia dengannya, tolong jangan merusak itu semua dan jangan kembali pada jalan itu lagi."
"Hu Li, selama musuhku masih ada di bawah langit ini.. Aku tidak akan bisa hidup tenang. Kalau bukan mereka yang mati, maka kau.. Kucing Putih.. Saudara Jing.. dan kalian semua yang kuhargailah.. Yang akan mati."
Xiao Shuxiang tidak menyebut dia yang akan mati, karena memang itulah tujuan dari musuhnya. Sebagai seseorang yang hidup lama di lingkungan Aliran Hitam, menyiksa seorang musuh dengan memperlihatkan kematian orang yang disayanginya merupakan hal yang lebih menyakitkan daripada apa pun.
"Hu Li, apa kau tahu apa yang sedang kupikirkan? Setiap saat .... Dalam penglihatanku .... Xiao Shuxiang ini selalu membayangkan bagaimana teman-temannya mati. Aku selalu berpikir, bagaimana perasaanku saat kalian mati? Apa aku akan sedih? Merasa lega? Atau justru marah. Jujur saja, aku masih tidak tahu apa yang akan kurasakan nanti."
Hu Li melonggarkan cengkeraman tangannya saat melihat pemuda yang ditindihnya memejamkan mata sambil menggigit bibir.
Dia pun perlahan mengembuskan napas dan lalu berujar pelan. "Bukan ini yang ingin Anda katakan. Saya .... Jauh lebih tahu Anda daripada Tuan Muda Lan. Tuan saya, yakni Xiao Shuxiang.. Yang telah lama hidup di lingkungan Aliran Hitam, tidak mungkin bisa berubah menjadi baik hanya karena permintaan orang lain."
Hu Li tersenyum pahit, rasanya amat menyesakkan. Dia bahkan merasakan sakit saat menelan ludah. Matanya pun berair dan penglihatannya sedikit memburam.
Hu Li, "Sayalah yang bodoh .... Karena meski tahu Anda orang yang seperti apa, saya masih tetap berharap Anda memiliki kehidupan yang baik."
Xiao Shuxiang membuka matanya, dia melihat pemuda berambut putih di atasnya meneteskan air mata. Bahkan beberapa tetesan itu jatuh menimpa pipinya.
Hu Li, "Saya yang bodoh. Saya sendiri tidak pernah berubah, tetapi justru mengharapkan perubahan dari diri Anda.."
"Hu Li.."
"Pasti berat .... Menjalani kehidupan yang tidak kita inginkan. Rasanya teramat menyakitkan .... Saat menjalani hidup yang bukan berasal dari pilihan hati kita. Anda jauh lebih merasakannya dibandingkan dengan saya.."
Xiao Shuxiang mulai menggerakkan kakinya, kini giliran dia yang menindih Hu Li. Gerakannya gesit dan tidak dapat ditebak, namun sama seperti dirinya----Hu Li juga tidak melakukan pemberontakan.
"Bodoh, kenapa kau jadi secengeng ini? Aku menyukai hidupku yang sekarang. Walau memang benar, rasanya ada yang kurang. Kita sekarang jadi tidak bisa sembarangan membunuh orang, menyebarkan banyak ketakutan dan mencari masalah dengan sekte lain. Kemampuanmu juga pastinya melemah, iya kan?"
Beberapa helai rambut Xiao Shuxiang menggelitik pipi Hu Li. Dia memicingkan mata saat Tuan Mudanya mengusap pelan air di sudut kiri bawah matanya.
__ADS_1
Hu Li, "Saya masih bisa menang jika bertarung dengan Tuan Muda Jing. Bahkan jika Anda menginginkannya, saya bisa menebas satu lengan dari Tuan Muda Ling sekarang juga,"
"Hu Li, kita tidak akan membuat masalah dengan orang-orang kita sendiri. Simpanlah kekuatanmu untuk hal besar yang menanti,"
"Tuan Muda, apa Anda pikir saya akan mengangguk setuju? Sebaiknya sekarang katakan, apa rencana Anda?"
Yang Hu Li tahu tentang Tuannya, pemuda di atasnya ini tidak pernah benar dalam membuat sebuah rencana. Jika bukan rencana yang gila, maka pasti rencana yang lebih gila lagi.
Xiao Shuxiang tersenyum, dia merendahkan tubuhnya dan lalu berbisik tepat di telinga Hu Li. Posisinya masih menindih Demonic Beast Rubah Putih itu, namun tidak ada di antara keduanya yang berpikiran bahwa posisi ini dapat menimbulkan kesalah-pahaman.
Hu Li mendengarkan Xiao Shuxiang tanpa bicara, tangannya bahkan entah sejak kapan berada di punggung Tuan Mudanya itu. Dia melotot saat tahu rencana yang akan Tuannya ini perbuat.
"Kita melawan Scarlet Darah, melawan Qian Kun dan Partai Pedang Tengkorak. Tuan yakin ingin melakukan ini?" Hu Li bersuara pelan, bisa dikatakan dia setengah berbisik. Dia sekarang mulai merasakan betapa hangatnya tubuh Tuan Mudanya.
"Mn, hanya kau yang kuberi tahu, jadi jangan sampai menghalangiku. Ini adalah pertaruhan yang berbahaya," suara Xiao Shuxiang rendah, dia mengatakan bahwa Hu Li tidak boleh sampai membuat kesalahan.
"Tuan Muda Xiao, lalu bagaimana dengan Nona Ling? Apa Anda akan membuatnya menjadi korban?"
Hu Li merasakan tubuh Tuan Mudanya kian memberat. Pertanyaannya barusan membuat Xiao Shuxiang bergerak dan dadanya seakan ditekan. Sekarang dia sudah sadar bahwa posisi ditindih ini amat berbahaya.
"Hu Li, kau jangan membuatku terlihat buruk dengan mengatakan aku akan membuat Kucing Putih sebagai korban. Justru dialah yang akan kuandalkan sebagai penentu masa depanku."
!!
Hu Li terkejut bukan main sekarang. Dia mengerti maksud dari 'masa depan' yang dikatakan oleh Xiao Shuxiang. Dirinya mengingatkan agar Tuan Mudanya tidak sampai lupa diri, apalagi jika melupakan tentang darah 'Sang Bintang'.
Hu Li, "Nona Ling akan mati jika sampai tidak bisa menahannya. Saya saja yang pernah mendapat setetes darah Anda, sampai sekarang masih dapat mengingat sakitnya."
"Kalau dia tidak bisa, maka dia memang selemah itu." Xiao Shuxiang mendengus.
Dia bernapas tepat di telinga Hu Li dan itu membuat Demonic Beast Rubah tersebut mulai merasa tidak nyaman.
"Tuan Muda Xiao..." Hu Li sebenarnya ingin kembali mengingatkan pada Xiao Shuxiang tentang posisi ambigu mereka, tetapi jika dia mengatakannya secara terus terang----rasanya akan sangat malu sekali.
"Kau tahu apa yang harus kau lakukan, kan Hu Li?"
"Ehm... I-iya,"
Suara Hu Li terdengar bergetar, dia gugup dan wajahnya terasa panas saat ini. Dia seakan baru mendapati pikiran warasnya yang telah kembali.
Posisi ditindih semacam ini sangat memalukan. Apalagi dia tidak boleh sampai bergerak sembarangan karena khawatir akan membangunkan 'sesuatu' yang berbahaya di bawah sana. Dalam hati dia merutuki Tuan Muda Xiao-nya dan berharap agar pemuda ini bisa cepat sadar, lalu bangun dari atas tubuhnya.
"Tu-Tuan Muda Xiao..." Hu Li kembali bersuara pelan. Dia tidak akan kuat dengan detakan jantungnya yang berpacu kencang dan seperti lari dari detak jantung Xiao Shuxiang yang lambat.
Pintu kamar Xiao Shuxiang tiba-tiba dibuka pelan. Seorang gadis cantik berambut pendek dengan pakaian ungu muda nampak masuk dengan ekspresi semringah.
"Saudara Xiao..! Aku ingin mengajakmu bermain-AAAAHH..!!"
!!
Teriakan nyaring dari gadis yang adalah Yi Wen tersebut mengejutkan Xiao Shuxiang dan Hu Li.
Namun Koki Alkemis itu bukannya menjauh dari tubuh Hu Li, malah justru bergeser sedikit untuk menengok ke belakang.
Hu Li sendiri hanya menjulurkan kepalanya dan mengintip sosok yang berteriak itu dari balik bahu Xiao Shuxiang.
"Ya Ampun, Astaga, Apa-Apaan Ini..?!" Yi Wen tidak bisa menyembunyikan ekspresi kagetnya. Mulut dan matanya terbuka lebar, dia bahkan tanpa sadar menahan napas.
"Sa-Saudara Xiao... Ka-kau praktek adegan malam pertama dengan bantuan... Hu Li?!" Yi Wen baru memperhatikan dengan baik siapa yang ditindih oleh Saudara Xiao-nya dan dia kembali terkejut.
"Hu Li adalah laki-laki..!! Kenapa kau praktek dengannya?! Astaga, Astaga..! Sulit dipercaya..!" Yi Wen menjambak rambutnya, dia berulang kali mengusap wajah, berteriak dan menggelengkan kepala seakan tidak terima dengan apa yang ada di depannya saat ini.
"Saudara Wen?! Ada apa?!" Jing Mi buru-buru masuk. Dia sebelumnya berada tidak jauh dari kamar Saudara Xiao-nya saat dia mendengar teriakan Yi Wen.
Jing Mi pun berlari dan bertemu oleh Yang Shiju serta Hou Yong yang kebetulan juga mendengar teriakan itu. Mereka bertiga lalu kemari dan langsung mematung kala melihat ada dua orang yang begitu dekat berada di atas tempat tidur. Apalagi salah satu dari dua orang itu berperan sebagai sosok yang menindih.
!!
Jing Mi dan Hou Yong melotot, sementara Yang Shiju langsung membuka kipas di tangannya dan menggunakannya untuk menutupi mulutnya yang menganga. Dia benar-benar kaget melihat adegan luar biasa ini.
"Sa-Saudara Xiao..." suara Jing Mi pelan dan raut wajahnya begitu pucat.
"Hu Li..." Hou Yong membekap mulutnya dengan tangan. Dia syok berat saat tahu siapa yang berada di bawah tubuh Saudara Xiao-nya.
"Woah... Sebuah terobosan dan berita baru." Yang Shiju mengatakannya sambil menatap lurus ke depan. Dia merupakan sepupu Xiao Shuxiang yang gemar membuat rumor dan bergosip.
Kehadiran Yang Shiju di tempat ini jelas tidak akan berakhir baik.
Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali, ekspresi wajahnya seperti orang yang tidak melakukan kesalahan. Dia berwajah polos dan butuh waktu baginya untuk mulai mengerti apa yang baru saja dia lakukan.
__ADS_1
"Ya ampun..."
***