
"Kau harus ingat, jangan memakai pusaka pribadi.." Ling Lang Tian menatap Xiao Shuxiang sebelum kembali mengedarkan pandangannya pada penantang Wali Pelindung adiknya ini.
".. Dan satu lagi, boleh membunuh tetapi jika lawan telah mengatakan 'menyerah', maka kalian harus berhenti," dia saat ini berdiri di panggung arena, tepat di antara Xiao Shuxiang dan kelima Pendekar Partai Pedang Tengkorak.
Dirinya berperan sebagai wasit dan sedang memberi tahu apa saja peraturan dalam pertarungan ini. Namun sepertinya kelima pendekar lebih tertarik pada Xiao Shuxiang daripada mendengarkan Ling Lang Tian bicara. Para pendekar ini tidak lain adalah Dersana dan teman-temannya.
"Aku ingin menanyakan sesuatu padamu," Dersana tiba-tiba saja buka suara, dia langsung mendapat tatapan dingin dari Ling Lang Tian. Sudah sejak awal kakak dari Ling Qing Zhu ini mencurigai maksud kedatangan Dersana yang jelas memiliki tujuan lain.
Xiao Shuxiang, "Katakan,"
Dia sama seperti Ling Lang Tian, perasaannya juga mengatakan kedatangan lawannya selain untuk merebut posisinya sebagai 'Wali Pelindung' dari Kucing Putih.. Juga untuk maksud yang lain.
"Hutan Tanah Senyap.. Apa kau ingat itu?" Dersana menimang-nimang pedangnya yang memiliki ujung gagang berbentuk tengkorak. Dia kembali menanyakan tentang pertarungan Xiao Shuxiang di hutan tersebut.
Di salah satu bangunan, tempat di mana Lan Guan Zhi, Jing Mi, Hu Li, dan teman-temannya berada.. Nampak memperhatikan panggung arena dengan serius.
Lang Guan Zhi sendiri terlihat menghembuskan napas, dia tahu cepat atau lambat Xiao Shuxiang akan berhadapan dengan Pendekar Partai Pedang Tengkorak. Dirinya tahu masalah yang dihadapi Xiao Shuxiang dikarenakan temannya tersebut pernah menceritakan petualangannya di Hutan Tanah Senyap.
Jing Mi, Hou Yong, Hu Li, dan Xiao Qing Yan juga demikian. Yang tidak mengetahui masalah Xiao Shuxiang dengan partai Aliran Hitam tersebut adalah Ling Qing Zhu, Xiao Lu, dan Yi Wen.
"Kakak Lu Yang Cantik, bagaimana ini..? Kudengar Partai Pedang Tengkorak bukanlah partai biasa, mereka adalah penyebab 20 % kekacauan di Benua Tengah,"
Yi Wen sebenarnya tidak meragukan kemampuan Saudara Xiao-nya. Tetapi yang membuatnya khawatir adalah jika saudaranya tersebut membunuh pendekar dari Partai Pedang Tengkorak, maka ini sama saja dengan mengibarkan bendera perang.
".. Tetapi jika Saudara Xiao tidak membunuh mereka, maka bendera perang itu akan semakin berkibar. Tidak ada pilihan lain, Saudara Xiao harus menolak bertarung dengan kelima pendekar itu,"
"Dia dilarang menolak,"
!!
Yi Wen terkejut saat mendengar Ling Qing Zhu bicara, dia menoleh dan memperhatikan bahwa gadis berambut putih di sampingnya ini terus melihat ke arah panggung arena.
Bulu mata Ling Qing Zhu sedikit bergetar dan kedua tangannya terkepal kuat. Dia seakan tahu bahayanya berhadapan dengan Pendekar Partai Pedang Tengkorak.
Bukan karena lawan tidak bisa dikalahkan, tetapi mau lawan kalah atau tidak.. Tetap saja akan berakhir dengan perang dua aliran.
?!
Ling Qing Zhu tersentak kala merasakan tangannya di pegang seseorang. Saat menoleh, dia mengetahui yang memegang tangannya adalah Xiao Qing Yan, anak yang sampai saat ini dia anggap sebagai laki-laki berusia 10 Tahun.
"Kau jangan khawatir, dia akan baik-baik saja. Melindungimu sudah menjadi tanggung jawabnya.."
Ling Qing Zhu mengangguk, untuk pertama kalinya dia memang merasa gelisah. Tetapi sekarang dirinya telah kembali tenang.
Xiao Lu sebenarnya sejak awal menginjakkan kaki ke Sekte Pagoda Langit--dia dan Yi Wen terus memperhatikan gerak-gerik Ling Qing Zhu.
Gadis bermata biru dengan rambut putih panjang tersebut memiliki pribadi yang tenangnya menyamai Lan Guan Zhi. Mereka berdua sama-sama hemat bicara, disiplin, dan jelas mempunyai wajah papan datar. Bisa dibilang.. Mereka berdua memiliki sifat yang mirip.
"Kakak Lu Yang Cantik.."
"Aku tahu yang kau pikirkan Yi Wen, tetapi mustahil dua orang yang sempurna bisa bersatu. Kau tahu Xiao'Er adalah anak nakal dan pembuat onar, sementara Nona Ling adalah gadis yang kaku, disiplin dan taat aturan. Adikku membutuhkan seseorang yang bisa mengendalikan sifatnya itu, sementara Nona Ling butuh orang yang membantunya belajar lebih ekspresif. Tuan Muda Lan jelas tidak cocok mendampingi Nona Ling karena dia juga sama kakunya, jadi kau mungkin tahu siapa yang bisa.."
Xiao Lu selama ini menyadari satu hal, adiknya merupakan seseorang yang mudah berubah-ubah sikap. Sangat sulit mengetahui kapan adiknya itu menjadi serius, dingin, dan kadang bertingkah kekanakan.
Sifatnya tersebut adalah tantangan untuk orang-orang seperti Ling Qing Zhu dan Lan Guan Zhi. Mereka dapat belajar sesuatu dari pribadi Xiao Shuxiang.
Mendengar penjelasan dari Xiao Lu membuat Yi Wen menghembuskan napas pelan. Dengan setengah berbisik dia mengatakan bahwa dirinya jauh lebih serasi disandingkan dengan Xiao Shuxiang daripada Ling Qing Zhu. Hanya saja Jing Mi dan Hou Yong yang mendengarnya langsung menolak.
".. Yi Wen, kau tidak pernah benar-benar menyukai Saudara Xiao. Dan satu yang perlu kau ketahui, dia pantang menikah dengan saudara seperguruan. Jadi lupakan saja,"
"Saudara Jing benar. Lebih baik kau memilihku.. Hou Yong yang tampan ini tidak punya pantangan,"
Bibir atas Yi Wen berkedut saat mendengar ucapan Hou Yong, dia lalu menjitak kepala pemuda yang lebih pendek dari dirinya itu.
Yi Wen, Jing Mi, dan Hou Yong seakan lupa bahwa saat ini Xiao Shuxiang telah membuat kelima pendekar yang menantangnya naik pitam.
Pemuda berseragam hitam tersebut mengeluarkan Pedang Penebas Bayangan milik pendekar Partai Pedang Tengkorak yang dia habisi. Tindakannya ini membuat Dersana yakin bahwa memang Xiao Shuxiang-lah pelaku dari tewasnya Saka Daksa.
"Sekarang aku tahu kau memang tidak pantas dibiarkan hidup,"
Salah satu pendekar memegang erat gagang pedangnya, dia bernama Lou Ming. Pemuda berusia sekitar 27 Tahun dengan sebuah bekas sayatan kecil di hidungnya.
Xiao Shuxiang mendengus saat mendengar ucapan Lou Ming, dia memperhatikan kelima pendekar ini seperti menatapnya penuh kebencian.
"Hmh, ini benar-benar aneh.. Kau begitu membenciku karena aku membunuh saudara seperguruanmu, tetapi apa kau tidak pernah memikirkan warga desa yang sudah mereka bantai habis-habisan? Harusnya saat melakukan pembunuhan, kalian juga harus siap dibunuh suatu hari nanti,"
"Masa bodoh dengan semua itu! Yang kami ketahui, kau membunuh Ketua Saka. Dan hari ini kami datang untuk mengambil nyawamu..!"
Pendekar yang berdiri di samping Lou Ming menunjuk Xiao Shuxiang dengan pedangnya. Dia nyaris menerjang namun dihentikan oleh Dersana.
Ling Lang Tian sendiri memberi peringatan agar Dersana dan keempat saudara seperguruannya mendengar ucapannya sebagai wasit, atau kalau tidak pertarungan ini akan ditunda.
Bocah Pengemis Gila sendiri tidak ikut bergabung dengan teman-teman Xiao Shuxiang di lantai salah satu bangunan, dia lebih memilih menyaksikan pertarungan dari dekat.
Murid Sekte Pagoda Langit yang melihat dirinya sama sekali tidak menaruh curiga, dia bahkan tidak dikenali sebagai Bocah Pengemis Gila karena memang saat ini dia tidak memakai riasan anehnya.
Beberapa murid perempuan malah ada yang berani mendekat untuk berkenalan dengannya. Namun memang Bocah Pengemis Gila tidak pernah tertarik dengan perempuan, dia jelas lebih suka laki-laki.
Bocah Pengemis Gila terus memeluk tongkat bambunya sambil sesekali menatap ke lantai bangunan tempat Grand Elder Sekte Pagoda Langit berada. Dia baru kembali mengalihkan pandangan ke arah arena saat dirinya mendengar suara pertarungan.
TRAANG!
Xiao Shuxiang memegang tangan salah satu pendekar dan menggunakan pedang pendekar tersebut untuk menangkis serangan dari Dersana.
Dia memberi tendangan pada dada Dersana dengan memakai tubuh pendekar yang dia pegang sebagai tumpuan. Dalam serangan yang cepat itu, Dersana terpental sejauh lima meter dan pendekar yang menjadi tumpuannya langsung menghantam tanah.
Belum sempat Xiao Shuxiang menarik napas, Lou Ming melesat dan langsung memberinya serangan beruntun. Untunglah dia dengan gerakan lincah mampu menghindari serangan tersebut.
__ADS_1
BAAAM!
Ling Lang Tian melihat bagaimana Xiao Shuxiang terus mengelak dan hanya sesekali melakukan serangan balik.
Pemuda berpakaian hitam itu saat ini tidak memegang senjata, bisa dibilang sebelum pertarungan.. Ling Lang Tian telah memberi segel berlapis pada Xiao Shuxiang karena yang dia lawan bukanlah kultivator.
Dirinya lalu meminta Wali Pelindung adiknya itu untuk memilih senjata di atas meja panjang. Namun Xiao Shuxiang langsung di serang bahkan sebelum dia menyentuh senjata yang dipilihnya.
BAAAM!
Xiao Shuxiang kembali menghindari serangan Dersana, Pedang Tebasan Bayangan yang sebelumnya dia keluarkan dari dalam Gelang Semestanya harus dia tarik kembali karena permintaan Ling Lang Tian.
BAAAM!
"Berhenti menghindar, sialan..!" Dersana mengumpat, dia sudah melakukan lima serangan kuat dan pemuda berpakaian hitam tersebut selalu saja bisa menghindarinya.
Xiao Shuxiang sebenarnya juga ingin mengumpat karena dirinya malah dikeroyok. Padahal Ling Lang Tian sudah memberi tahu bahwa pertarungan ini adalah satu lawan satu. Sayangnya kelima pendekar Partai Pedang Tengkorak tidak mengindahkan ucapan Ling Lang Tian.
BAAAM!
Xiao Shuxiang dan Dersana sama-sama menghantam tanah dengan keras. Namun memang dirinyalah yang paling kesulitan sebab rekan Dersana yang lain langsung memberinya serangan tanpa jeda.
!!
Xiao Shuxiang berguling menghindari serangan itu.
Akibat segel berlapis yang diberikan Ling Lang Tian padanya.. Dia jadi tidak bisa merasakan Qi apalagi menggunakannya untuk bertarung. Bahkan mengeluarkan Cermin Pemindah pun tidak bisa dia lakukan.
BAAAM!
Ling Lang Tian merasa ini sudah kelewatan, Dersana dan keempat temannya sama sekali tidak mendengarkannya sebagai wasit.
Dia baru akan menghentikan pertarungan ini namun mendadak dirinya mendapat tanda dari Ling Chu Zhen untuk tidak melakukan apa-apa.
Yang datang menyaksikan pertarungan Xiao Shuxiang ada sekitar enam orang tua, di antaranya adalah Ling Chu Zhen, Nenek Ling Qing Zhu, ketiga pamannya, dan satu orang bibinya. Sementara untuk anggota keluarganya yang lain saat ini sedang mengurus sesuatu hingga tidak ikut hadir menyaksikan pertarungan.
BAAAM!
Seorang pendekar menghantam pinggiran arena dengan begitu keras. Dia baru saja mendapat pukulan dari Xiao Shuxiang hingga membuatnya harus memuntahkan darah.
!!
Matanya terbelalak ketika pemuda berpakaian hitam tersebut melesat dan nyaris meledakkan kepalanya dengan sebuah tinjuan andai dirinya tidak diselamatkan oleh Luo Ming.
BAAAM!
Xiao Shuxiang terpental sejauh tujuh meter, namun dia masih bisa menjaga keseimbangannya agar tidak sampai menghantam tanah. Kedua lengannya terasa begitu sakit akibat menahan serangan dari Lou Ming.
Karena segel berlapis yang diberikan Ling Lang Tian, regenerasi tubuhnya melambat. Dia jelas harus berhati-hati dan tidak boleh melakukan serangan yang ceroboh bila tidak ingin mati. Apalagi lawannya mulai mengeluarkan Ajian Tapak Saktinya.
"Kau sangat suka mengeluarkan organ tubuh lawan, kan? Hari ini aku yang akan mengeluarkan ususmu dan menggunakannya untuk menggantung lehermu itu..!"
!!
Xiao Shuxiang sekuat tenaga menahan serangan itu, namun dia malah mendapat serangan dadakan dari Dersana dan Lou Ming. Pendekar Partai Pedang Tengkorak ini begitu bagus dalam kerja sama, apalagi mereka menyerangnya benar-benar sekuat tenaga.
BAAAAM!
Xiao Shuxiang menghantam dinding bangunan tempat di mana teman-temannya berada. Suara yang dihasilkan begitu keras bahkan membuat bangunan bergetar beberapa saat.
!!
"Saudara Xiao..!"
Jing Mi dan Hou Yong berseru, keduanya khawatir dengan kondisi Xiao Shuxiang. Pertarungan ini memang berat sebelah, dan yang terburuk Saudara Xiao mereka tidak diuntungkan.
Lan Guan Zhi dan teman-temannya juga terkejut dengan hal ini. Baru saja dia akan melesat turun untuk memeriksa kondisi temannya.. Namun seseorang lebih dulu mendahului dirinya.
!!
Yi Wen dan Xiao Lu yang berdiri di dekat langkan terlihat menengok ke bawah, tempat di mana Xiao Shuxiang menghantam dinding. Teman mereka itu masih terperangkap dalam kepulan debu tebal, namun keduanya tetap serius memperhatikan.
Bocah Pengemis Gila sendiri merasa jantungnya hampir berhenti. Dalam waktu sepersekian detik tadi.. Dirinya mampu menghindar hingga tidak ditubruk oleh Xiao Shuxiang. Kalau tidak.. Saat ini tubuhnya pasti sudah hancur berserakan.
Bocah Pengemis Gila mengusap-usap dadanya, dia lalu memperhatikan ke arah kepulan debu. Telinganya mendengar suara ledekan dari Dersana dan keempat rekannya yang jelas sedang menghina Xiao Shuxiang.
".. Gelar 'Wali Pelindung' tidak pantas untukmu..! Kau lebih baik membusuk di neraka..!"
"Tuan Muda Ling..! Bagaimana sekarang? Kami berlima sudah mengalahkan Wali Pelindung adikmu, bukankah itu artinya Nona Ling harus menikah dengan kami?"
!!
Wajah Ling Lang Tian memang masih tenang, tetapi tidak demikian dengan tatapan matanya. Ucapan kedua rekan Dersana seakan merendahkan harga diri adiknya.
"Lang Tian, jangan kehilangan ketenanganmu.." Ling Chu Zhen menasehati putranya meski tatapan matanya terus mengarah pada kelima pendekar Partai Pedang Tengkorak.
Di dalam kepulan debu yang tebal, Xiao Shuxiang merasakan seluruh tubuhnya sakit. Segel berlapis yang ada padanya menekan tidak hanya Qi yang tersimpan di kedua dantiannya.. Tetapi juga membatasi Kedua Teknik Pernapasannya.
"Ling Lang Tian keterlaluan.." pandangan Xiao Shuxiang memburam dan dia merasa seperti lingkungan sekelilingnya berputar.
Perasaan semacam ini sangat tidak nyaman, apalagi saat dirinya merasakan dinginnya darah yang keluar di kepala, punggung, dan dadanya.
"Kau masih hidup..?"
?!
Xiao Shuxiang masih bisa mendengar dengan jelas. Telinganya menangkap suara yang tak asing. Dalam pandangan mata yang memburam.. Dia melihat ada seseorang berdiri di depannya.
__ADS_1
!!
Dirinya memuntahkan darah bersamaan saat matanya mulai sedikit melihat dengan jelas. Dia cukup terkejut karena yang berdiri di depannya bukanlah Lan Guan Zhi, melainkan Ling Qing Zhu.
"Kucing Putih..?"
"Mn, rupanya kau masih hidup."
Ling Qing Zhu sebenarnya ingin berkata, 'Syukurlah, kau masih hidup.' namun entah mengapa malah kalimat tanpa perasaan itulah yang terlontar. Dan buruknya, pria yang seakan menempel di dinding ini mendengar ucapannya dengan jelas.
Belum sempat Xiao Shuxiang bereaksi, sebuah serangan kembali datang. Tanpa peduli dengan rasa sakit di tubuhnya.. Dia sekuat tenaga melompat ke arah Ling Qing Zhu hingga mereka harus terjatuh.
BAAAM!
Serangan mengejutkan itu menghantam dinding tempat Xiao Shuxiang menempel tadi. Retakan yang bertambah parah membuat dinding berlubang dan kembali menghasilkan getaran kuat.
Masih dalam kepulan debu tebal, Xiao Shuxiang terpaksa harus menelan kembali muntahan darahnya supaya tidak mengotori wajah gadis bercadar tipis di bawahnya ini.
Tangan kirinya sakit karena menjadi perisai bagi kepala Ling Qing Zhu agar tidak sampai menghantam tanah. Sementara tangan kanannya menjadi pelindung untuk punggung gadis ini.
"Kau tak harus menolongku," meski dalam keadaan ditindih, Ling Qing Zhu masih saja tenang. Ucapannya dingin namun dia sama sekali tidak meminta pemuda di atasnya untuk menyingkir.
"Mau bagaimana lagi.. Tubuhku bergerak sendiri,"
Ling Qing Zhu sebenarnya tahu dengan serangan tadi. Dia bisa menangkisnya dengan baik, namun belum sempat melakukannya.. Pemuda berseragam hitam ini lebih dulu menerjangnya.
Untuk Xiao Shuxiang sendiri, dia sebenarnya tidak berharap yang datang adalah Ling Qing Zhu. Karena memang hubungannya dengan gadis cantik ini tidak terlalu akrab.
Dengan suara yang dikontrol untuk tidak gemetar.. Xiao Shuxiang menanyakan alasan Ling Qing Zhu turun dari langkan, karena tak seharusnya gadis ini mendekatinya saat dirinya sedang dalam pertarungan.
Namun jawaban gadis berambut putih yang ditindihnya ini sama dengan ucapan miliknya tadi, yakni Ling Qing Zhu tidak tahu kenapa tubuhnya bergerak sendiri dan melompat dari langkan.
!!
"A-apa jangan-jangan.. Kau mulai jatuh hati padaku?"
Xiao Shuxiang seakan tidak lagi merasakan sakit pada tubuhnya dan dia seperti tidak peduli dengan darah di punggung dan dadanya yang masih mengalir keluar. Bahkan, dia malah seperti punya dunia sendiri dengan gadis di bawahnya ini.
"Mana mungkin,"
"Haih, kau bisa patah hati bila tidak jujur pada perasanmu sendiri,"
Xiao Shuxiang baru merasakan kembali sakit di tubuhnya. Dia tersentak saat Ling Qing Zhu tiba-tiba bergerak hingga dirinya yang sekarang berada di bawah.
!!
Tidak ada di antara keduanya yang berpikir ini hal romantis. Alasan Ling Qing Zhu bergerak adalah karena dia menyadari serangan kembali datang.
Sebanyak enam kali Ling Qing Zhu dan Xiai Shuxiang saling bergilir menindih satu sama lain. Keduanya baru berhenti saat efek serangan Lou Ming berhasil mereka hindari.
Xiao Shuxiang merintih kesakitan, tubuhnya beberapa kali ditekan secara tidak sengaja oleh tindihan Ling Qing Zhu. Gadis yang pernah dia gendong dan terasa begitu ringan kini malah menjadi berat saat dirinya dalam kondisi terluka parah. Dirinya merasa hampir mati.
Ling Qing Zhu mulai bangun, pakainnya kotor akibat debu dan juga darah Xiao Shuxiang. Dia mengulurkan tangan untuk membantu pemuda tersebut agar bisa berdiri kembali.
"Kucing Putih.. Sebaiknya kau pergi dari sini. Kembalilah ke tempat Lan'Er," Xiao Shuxiang mulai merasakan luka di punggung dan dadanya perlahan menutup, dia juga sudah bisa melihat dengan lebih jelas.
!!
Xiao Shuxiang menarik Ling Qing Zhu dengan cepat saat mendapat tiga serangan beruntun. Hanya saja salah satu serangan sedikit menggores pundak kanan Ling Qing Zhu hingga mengeluarkan darah.
Dersana berseru dan meminta Ling Qing Zhu untuk tidak ikut campur dalam pertarungannya dengan Xiao Shuxiang. ".. Kami tidak ingin melukai hadiah kemenangan secantik dirimu,"
Dia dan keempat temannya tersenyum mengejek. Mereka sudah membuat telinga Xiao Shuxiang panas karena mendengarnya. Mata Ling Qing Zhu juga nampak mengandung kekesalan.
Bocah Pengemis Gila yang berada tidak jauh dari tempat Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu berdiri nampak berkedip beberapa kali sambil tetap memegang tongkat bambunya.
Dia memperhatikan kedua anak muda tersebut yang sepertinya tidak sadar sedang dalam posisi seakan berpelukan.
Bukan hanya Bocah Pengemis Gila, tetapi Ling Chu Zhen dan keluarga 'Ling'nya, Lan Guan Zhi dan teman-temannya, serta para murid Sekte Pagoda Langit yang menjadi penonton juga nampak tak menyangka.
Lihat saja, setelah menarik Ling Qing Zhu ke dekatnya--tangan kanan Xiao Shuxiang merangkul pinggang gadis tersebut. Dia melakukannya secara spontan, sama halnya dengan tindakan gadis ini yang merangkul pinggangnya.
"Kau jangan mati," Ling Qing Zhu tidak menatap Xiao Shuxiang saat bersuara. Tatapannya terus mengarah pada kelima pendekar Partai Pedang Tengkorak yang ingin sekali dia tebas.
"Mn, aku juga tidak mau mati di tangan mereka."
Pandangan Xiao Shuxiang terus mengarah pada Dersana dan rekan-rekannya. Ekspresi wajahnya terlihat serius, dia lalu sekilas menatap pundak Ling Qing Zhu yang berdarah.
"Apa yang kau lihat?"
?!
Xiao Shuxiang segera mengalihkan pandangannya saat mendapat teguran dingin dari Ling Qing Zhu. Dirinya melepaskan rangkulannya pada gadis cantik tersebut dan mulai menggaruk pipinya yang tidak gatal.
Serangan kembali datang, namun dengan cepat Bocah Pengemis Gila melemparkan bambu miliknya yang tepat ditangkap oleh tangan Xiao Shuxiang.
BAAAM!
Dia menangkis serangan yang datang dan mengarahkannya ke tempat lain. Xiao Shuxiang lalu menoleh ke arah Ling Qing Zhu dan lalu memberinya tanda untuk pergi ke tempat yang aman.
"Jangan terlalu brutal menghabisi mereka,"
!!
Xiao Shuxiang terkejut karena mendengar suara lembut Ling Qing Zhu begitu dekat dengan telinganya.
Perasaan ini mirip saat dia dan Lan Guan Zhi mampu berkomunikasi dalam hati. Walau kejadian itu sudah sangat lama, yakni ketika mereka berada di pelelangan.
__ADS_1
***