XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
366 - Yang Pantas Disandingkan


__ADS_3

Ujung perahu yang dinaiki Yi Wen sedikit berbenturan dengan perahu Xiao Shuxiang. Gadis berambut pendek dan berseragam ungu dengan corak sayap kupu-kupu itu terlihat mengomel.


"Saudara Xiao, kenapa Nona Ling yang mengayuh perahu untukmu. Harusnya sebagai lelaki, kau yang melakukan itu! Dasar memalukan!"


Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya, "Kenapa kau marah? Yang mengayuhkan bukan kau, dan Kucing Putih juga tidak keberatan. Kau sendiri? Kenapa menyuruh Lan Zhi mengayuh untukmu? Kau pikir dia pelayanmu?"


"Haaiih, Saudara Xiao. Kau pemuda yang sama sekali tidak romantis, kasihan Nona Ling.."


Hanya Yi Wen yang berpikir demikian. Dia kesal sebab dirinya menganggap akan melihat sesuatu yang menarik seperti memergoki Saudara Xiao-nya berpelukan dengan Ling Qing Zhu, tetapi ternyata tidak. Sangat disayangkan.


Xiao Shuxiang menatap Yi Wen dengan aneh kemudian mulai menggeleng pelan. Ling Qing Zhu sendiri hanya diam karena tidak tahu harus bicara apa pada gadis yang satu perahu dengan Tuan Muda Lan ini.


Bocah Pengemis Gila yang mendengar ucapan Yi Wen barusan nampak menaikkan sebelah alisnya, "Bukannya kau suka Shuxiang..? Lalu kenapa seperti kau mendukung hubungan mereka? Kau ini sangat aneh.."


Jing Mi dan Hou Yong mengangguk setuju, Bocah Pengemis Gila sudah mewakili apa yang ingin mereka sampaikan.


Yi Wen terdiam dan lalu memandangi Xiao Shuxiang, saudaranya memiliki wajah ramah yang tidak akan pernah bosan terus dipandangi. Perlahan, bibir merah Yi Wen tertarik dan membentuk senyuman manis.


"Aku suka Saudara Xiao, tapi kebahagiaannya lebih penting untukku. Kalau dengan Nona Ling dia bisa bahagia, aku akan merestui mereka menikah.."


Meski ucapan Yi Wen terdengar tulus, namun tetap saja Bocah Pengemis Gila tidak percaya. Selama ini yang dia perhatikan, gadis berambut pendek tersebut selalu menempel pada Xiao Shuxiang dan begitu menyukai pemuda tersebut. Jadi tidak mungkin Yi Wen bisa bersikap sedewasa ini.


Jing Mi dan Hou Yong juga tidak percaya, sementara Xiao Shuxiang terlihat bersikap biasa saja. Koki Alkemis tersebut tahu bahwa ucapan Yi Wen barusan tidak mengandung kebohongan, dan juga dirinya tahu betul rasa suka gadis ini padanya berbeda dengan gadis lain pada umumnya.


"Aku juga lebih suka Saudara Xiao menikah dengan Nona Ling. Jika bersama Yi Wen.. Akan jadi apa dunia ini nanti," Jing Mi merinding sendiri, dia tidak mau membayangkannya.


Hu Li dan Xiao Qing Yan memperhatikan bagaimana Jing Mi dengan Hou Yong membicarakan tentang pernikahan, kedua pemuda itu sangat antusias dan sesekali Yi Wen ikut dalam pembicaraan mereka.


Bocah Pengemis Gila dan Xiao Shuxiang malah terlihat asyik memetik buah teratai dan memakannya, kedua pemuda itu lebih memilih menjadi pendengar.


"Lan Zhi, tangkap!"


Lan Guan Zhi spontan menangkap buah teratai yang dilempar Xiao Shuxiang. Sejak tadi dirinya memang hanya duduk tenang dan memperhatikan punggung Yi Wen sambil tetap bersiaga andai perahu ini terbalik karena tingkah gadis tersebut yang tidak pernah diam.


Xiao Shuxiang sambil memakan biji teratai, dia juga menawarkan satu pada Ling Qing Zhu. "Biarkan mereka bicara sampai lelah, kita makan dan dengarkan saja.."


"Mn, tapi mereka membicarakanmu."


"Mereka selalu seperti itu, jadi tidak masalah. Kau mau lagi?"


Ling Qing Zhu memperlihatkan buah teratai di tangannya yang menandakan bahwa punyanya masih ada. Melihat cara makan Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila yang begitu lahap membuatnya kenyang.


Nyawn~


Pii~


"Kalian berdua kalau tidak suka, maka jangan makan," Hu Li mengusap pelan kepala Lan Xiao dan O Zhan, dia terlihat seperti induk kedua hewan berbeda jenis tersebut.


Ada empat perahu yang saling berdekatan, Xiao Shuxiang dan teman-temannya menikmati hari memetik buah dan bunga teratai. Untuk sesaat, mereka bagai kumpulan anak muda yang bermain bersama.


Selain memetik teratai, Xiao Shuxiang dan teman-temannya juga saling berlomba mengayuh perahu. Orang tercepat adalah Jing Mi, pemuda yang hampir berusia 28 Tahun tersebut memiliki kemampuan mengayuh yang hebat dibandingkan dengan teman-temannya.


Xiao Shuxiang yang paling lambat, dia kesulitan dalam mengayuh perahu meski sudah diajari oleh Ling Qing Zhu. Beberapa kali bahkan perahunya sempat oleng dan nyaris terbalik, untunglah Lan Guan Zhi selalu membantunya.


Perahu pemuda yang hampir berusia 24 Tahun tersebut cukup berdekatan dengan perahu yang dinaiki Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu. Dia dengan kayuh-nya membuat perahu temannya kembali seimbang saat perahu tersebut mulai oleng.


Sikap Lan Guan Zhi yang begitu perhatian pada teman baiknya tersebut membuat Yi Wen dan Hou Yong gatal bila tidak menggodanya. Kedua orang itu mengatainya memiliki rasa dengan Ling Qing Zhu dan Xiao Shuxiang hanyalah sebuah alasan.


Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila tentu tidak menyangka dan jelas merasa heran. Keduanya menanyakan hal yang sama, apakah Lan Guan Zhi memang suka pada Ling Qing Zhu?


".. Tentu saja," Hou Yong mulai memanas-manasi, ".. Dibandingkan denganmu, Tuan Muda Lan yang paling banyak menghabiskan waktu dengan Nona Ling. Mereka berdua punya banyak kesamaan, jadi bagaimana mungkin tidak suka satu sama lain?"


"Apa benar begitu..?" Jing Mi merasa keheranan, ".. Tuan Muda Lan, kau tidak akan cemburu kan, andai Saudaraku menikah dengan Nona Ling suatu hari nanti?"


Pertanyaan dari Jing Mi membuat teman-temannya memfokuskan pandangan mereka pada Lan Guan Zhi. Mereka cukup lama menunggu pemuda berpita dahi itu membuka suara.


"Cemburu,"


!!


Xiao Shuxiang tersentak, teman baiknya menjawab pertanyaan Jing Mi dengan tenang. Raut wajah Lan Guan Zhi tidak pernah berubah, namun tatapan matanya seakan mengisyaratkan sesuatu yang tidak bisa dimengerti olehnya.


"Kau.. Suka Kucing Putih?" Xiao Shuxiang bertanya karena penasaran, teman-temannya yang lain juga nampak penasaran.


"Tidak,"


Jawaban Lan Guan Zhi singkat dan spontan. Seakan dia tahu maksud dari rasa 'Suka' yang diucapkan teman baiknya ini.


"Lalu, apa kau suka padaku?" Xiao Shuxiang bertanya secara asal, tidak disangka Lan Guan Zhi malah mengangguk dan menggumam pelan.


!!


Bocah Pengemis dan Hu Li tersedak, sementara itu Jing Mi dan Hou Yong tanpa sadar membuka mulut mereka lebar. Yi Wen juga terlihat tidak menyangka, dia spontan menutup mulutnya dengan tangan sambil menatap Lan Guan Zhi.

__ADS_1


Ling Qing Zhu sendiri hanya berekspresi tenang, dia berkedip dan lalu memperhatikan raut wajah Xiao Shuxiang yang sedikit pucat.


"Ka-Kau.. Benar-benar.. Suka padaku? Suka yang semacam itu..?"


"Mn,"


!!


Jing Mi, Hou Yong, dan Bocah Pengemis Gila yang paling ekspresif. Mereka tidak percaya bila tidak mendengar dan melihatnya sendiri. Sementara itu Xiao Qing Yan hanya tetap fokus memakan biji teratai, dirinya seakan tidak peduli dengan apa yang dibicarakan oleh teman-temannya ini.


"Sa-Saudara Xiao.. Tuan Muda Lan baru saja mengaku padamu. Kau harus menerimanya, Saudaraku!" Jing Mi akhirnya berseru, dirinya didukung oleh Hou Yong.


"Ini akan jadi berita besar. Sudah terima saja! Nona Ling, kau setuju, kan?!"


Ling Qing Zhu tersentak karena tiba-tiba mendapat pertanyaan dari Hou Yong. Dia memperhatikan Lan Guan Zhi dengan seksama. Hanya orang seperti dirinya yang tahu maksud dari tatapan Tuan Muda Lan tersebut.


"Kurasa.. Tidak masalah,"


!!


Xiao Shuxiang spontan menoleh ke arah Ling Qing Zhu. Dia lalu menyentuh dahi gadis berambut putih tersebut, ini membuat Ling Qing Zhu terkejut dan berkedip beberapa kali.


"Suhu tubuhmu normal, tapi kenapa kau mengucapakan kata tidak waras begitu? Lan Zhi dan aku adalah laki-laki, apa kau pikir kami dapat menikah?"


"Mn.. Mungkin saja,"


!!


Ling Qing Zhu tersentak, dia mengusap-usap dahinya saat mendapat sentilan dari Xiao Shuxiang. Rasanya sakit dan mungkin di balik rambut poni Ling Qing Zhu--dahinya memerah.


Untuk orang seperti dirinya dan Lan Guan Zhi, melakukan candaan hanya akan membuat orang lain salah paham. Kepribadian mereka yang penuh wibawa itu sangat tidak cocok melakukan humor.


Lihat saja, Lan Guan Zhi hanya bercanda pada teman baiknya. Namun tidak disangka Yi Wen, Bocah Pengemis Gila, dan teman-temannya yang lain berekspresi begitu serius. Bahkan termasuk Xiao Shuxiang sendiri.


"Ini pasti.. Ini pasti Pria Mesum Tidak Tahu Malu itu yang mengajarimu, kan?!" Xiao Shuxiang kelabakan, dia menunjuk Bocah Pengemis Gila dan mengomeli pemuda tersebut.


Bocah Pengemis Gila menggelengkan kepalanya, dia tidak pernah mengajari apa pun pada Lan Guan Zhi. Dirinya bahkan berani bersumpah.


"Kau pikir aku akan percaya padamu? Langit bahkan mengutuk saat namamu disebut, jadi bersumpah pun tidak akan ada gunanya untukmu."


"Tapi aku sungguh tidak mengajari Lan'Er Gege. Lihat dia baik-baik! Apa tubuh sedewasa itu masih harus diajari? Yaah.. Sepertinya aku memang pernah mengajarinya.."


Bocah Pengemis Gila mengatupkan bibirnya kala mengingat sesuatu. Dia mengalihkan pandangannya ke arah lain, Xiao Shuxiang memercikkan air tepat ke arahnya.


!


"Saudara Xiao!" Yi Wen berseru, rambut dan wajahnya basah. Dia merutuki Xiao Shuxiang dan membalas memercikkan air pada saudaranya itu.


Awalnya hanya Xiao Shuxiang, Yi Wen, dan Bocah Pengemis Gila yang saling memercikkan air. Lama-kelamaan Jing Mi, Hou Yong, dan Lan Xiao juga ikut bergabung.


Mereka saling memercikkan air, perahu yang dinaiki Hou Yong dan Bocah Pengemis Gila sampai terbalik. Keduanya tercebur dan jelas tubuh mereka basah kuyup.


Cukup lama Xiao Shuxiang dan teman-temannya berada di danau. Setelah puas bermain-main air dan mengumpulkan cukup banyak teratai, mereka kembali memasuki hutan bambu buatan sambil berbincang-bincang bersama.


Di tempat lain, Ling Lang Tian sedang menghadiri pertemuan anggota keluarga Ling. Ada sekitar tujuh orang termasuk dirinya, pertemuan ini dilakukan untuk membahas tentang Wali Pelindung Ling Qing Zhu.


".. Tidak perlu memikirkannya lagi. Pemuda itu tidak bisa menjadi Wali Pelindung Zhu'Er. Dia terlalu liar, tidak taat aturan, selalu bersikap seenaknya, dan caranya bertarung hampir sama dengan hewan buas. Aku tidak menyetujuinya,"


Yang berbicara barusan adalah seorang wanita berambut putih dengan usia sekitar 42 Tahun. Wajahnya cantik, namun tatapan matanya begitu dingin. Dia merupakan Ling Xuan Lu, salah satu bibi dari Ling Qing Zhu.


Pertemuan ini sebenarnya termasuk kecil, Ling Lang Tian hanya mengundang mereka yang menurutnya pantas menjadi perwakilan. Yang pertama tentu saja ayahnya sendiri, Ling Chu Zhen.


"Kalau aku belum bisa menyampaikan pendapat. Anak muda itu belum pernah kutemui secara langsung. Tapi dari yang kulihat, dia masih harus diberi ujian lagi.."


Satu-satunya wanita berambut hitam di ruangan ini mulai mengeluarkan pendapatnya. Dia merupakan Nenek dari Ling Qing Zhu, dirinya terlihat berusia 70 Tahun.


Hal menarik yang ada di keluarga Ling selain tradisinya juga karena warna rambut mereka. Anggota keluarga Ling yang masih berusia muda memiliki warna rambut putih, dan seiring dengan bertambah tuanya usia--rambut mereka perlahan menghitam.


Rambut hitam bagai malam milik Nenek Ling Qing Zhu adalah bukti bahwa usianya sudah sangat tua. Sementara yang paling muda di ruangan ini tentu saja Ling Lang Tian.


"Tidak perlu mengujinya Ibu, biarkan putraku menantang pemuda itu. Kita tidak bisa membiarkan Zhu'Er bersanding dengan pemuda dari luar klan,"


Nada bicara Ling Xuan Lu begitu dingin. Jelas sekali bahwa dia tidak menyukai Xiao Shuxiang, dan sepertinya Ling Lang Tian tahu alasannya.


Selama ini, Ling Xuan Lu begitu ingin menjodohkan Ling Qing Zhu dengan putranya. Namun menurut tradisi keluarga, perjodohan sama sekali tidak berguna.


Satu hal yang dibutuhkan hanyalah, 'Jika Kau Cukup Kuat Untuk Membunuh Wali Pelindung Dari Salah Satu Gadis di Keluarga Ling, Maka Kau Bisa Menikahi Gadis Tersebut'.


Ling Chu Zhen sendiri sejak tadi mengusap-usap dagunya. Dia butuh memikirkannya matang-matang.


Dirinya sudah pernah membicarakan ini dengan Tuan Muda Lan dan tahu betul siapa Xiao Shuxiang. Pemuda yang sudah dicap sebagai sosok tidak pantas untuk putrinya itu sebenarnya merupakan orang yang benar-benar layak.


Namun bila ingin dipikirkan lagi, sangat sulit menyandingkan pemuda dari Sekte Kupu-Kupu itu dengan putrinya, Ling Qing Zhu.

__ADS_1


"Anak itu merupakan aset terbesar di Benua Timur. Dia adalah sosok yang dikagumi, memiliki kemampuan yang disegani, dan bukan seorang kultivator biasa. Dia merupakan Cucu Kaisar Yang.."


Ling Chu Zhen tidak bisa menafikkan itu, ".. Putriku yang adalah kebanggaan benua ini malah terlihat seperti gadis biasa bila dibandingkan dengannya. Dan jika ingin dikatakan, bukan anak itu yang tidak pantas untuk putriku, tapi sebaliknya. Putrikulah yang tidak pantas bersanding dengannya,"


*


*


Xiao Shuxiang yang sedang makan bersama teman-temannya nampak bersin. Dia mengusap dadanya pelan dan mengucapkan syukur atas hidupnya.


"Saudaraku. Jika kau bersin, artinya ada orang yang sedang bercerita jelek tentangmu. Kemungkinan orang itu sedang mengutukmu saat ini," Jing Mi bicara sambil terus mengunyah, dia begitu menikmati makanan buatan Saudara Xiao-nya.


"Itu tidak mungkin. Yang harus kau lakukan ketika bersin adalah mengucapkan syukur. Paman Wu yang mengajarkan ini padaku,"


Xiao Shuxiang juga begitu menikmati makanannya. Walau sudah jarang ke dapur, namun bakat memasaknya tidak pernah menghilang.


Dialah yang memasak sup teratai dan makanan lain untuk teman-temannya. Tentu saja, dia dibantu oleh Ling Qing Zhu. Kucing Putihnya itu sudah mulai pandai mengolah bahan-bahan masakan, termasuk sudah bisa membedakan wortel dengan lobak.


Jing Mi bersuara pelan, "Saudaraku.. Rasa-rasanya kau ini seperti bukan orang jahat. Bukannya dulu kau begitu ditakuti? Melihatmu yang sekarang, aku jadi tidak percaya dengan julukanmu itu,"


Selain dirinya, Lan Guan Zhi, Bocah Pengemis Gila, dan Hu Li, maka tidak ada lagi dari teman-temannya ini yang tahu bahwa Xiao Shuxiang adalah Sang Bintang Penghancur.


Yi Wen dan Hou Yong sebenarnya pernah diberitahu, tetapi keduanya nampak tidak peduli dan seakan menganggap itu bualan semata.


Xiao Shuxiang berujar dengan pelan dan memberi tahu Jing Mi bahwa dirinya memang terkenal jahat, tetapi bukan berarti dalam hidupnya dia tidak belajar sesuatu yang baik. Dia hanya tidak berniat mempraktekkannya dalam hidup karena dirasa tidak berguna.


".. Kau lanjutkan saja makanmu, Saudara Jing.." Xiao Shuxiang menyenggol pelan lengan Jing Mi yang duduk di sampingnya.


Saat ini, dia memang ada di pinggir kolam ikan, tepat di bawah sebuah pohon bersama teman-temannya. Pakaian mereka semua sudah dalam keadaan kering dan bersih, ini karena setelah kembali dari danau--Xiao Shuxiang dan yang lainnya segera membersihkan diri.


Makan bersama seperti ini rasanya menyenangkan, suasana penuh rasa kekeluargaan benar-benar terasa kental. Ling Qing Zhu jelas belum pernah mengalami hal semacam ini di sektenya sendiri.


Sama dengan Lan Guan Zhi, andai pemuda itu tidak mengenal Xiao Shuxiang--dirinya tidak akan mungkin merasakan arti dari mempunyai teman.


Saat sedang memperhatikan teman-temannya makan begitu lahap, dua orang pelayan wanita datang. Mereka rupanya ingin menyampaikan pesan agar Xiao Shuxiang segera datang ke ruangan Grand Elder Sekte Pagoda Langit.


?!


Mendengarnya tentu membuat Xiao Shuxiang dan teman-temannya tersentak. Raut yang penuh tanda tanya tersebut hanya mampu dijawab bila Xiao Shuxiang segera menemui Ling Chu Zhen.


"Apa hanya aku yang dipanggil?"


"I-iya. Tolong ikut dengan kami,"


Xiao Shuxiang meminum air terlebih dahulu sebelum mulai berdiri. Dia mengikuti kedua pelayan tersebut dari belakang. Jing Mi dan Hou Yong memintanya untuk terus berhati-hati.


Ketika Xiao Shuxianng mulai tidak terlihat, Jing Mi mulai bertanya pada teman-temannya.


"Kenapa Tetua Sekte ingin bertemu Saudara Xiao? Apa Saudaraku melakukan kesalahan?"


Yi Wen, "Sepertinya tidak. Apa kalian lupa? Setelah Saudara Xiao menyelesaikan misinya--rencana pernikahannya dengan Nona Ling akan mulai dilangsungkan,"


!!


Jing Mi dan Hou Yong terkejut dengan ucapan Yi Wen. Keduanya segera menoleh ke arah Ling Qing Zhu, gadis cantik tersebut masih tenang dan malah terlihat biasa-biasa saja.


Jing Mi akhirnya menoleh ke arah Lan Guan Zhi, "Tuan Muda Lan, apa benar Saudaraku akan menikah? Yang kita bicarakan di danau itu kupikir hanya gurauan,"


Baik Jing Mi maupun Hou Yong hanya bercanda dan sekadar main-main saja dengan pembahasan pernikahan Saudara Xiao mereka. Namun ini sungguh diluar dugaan.


Lan Guan Zhi, "Mungkin saja Shuxiang akan melakukannya. Tapi itu tergantung dengan keinginannya sendiri,"


Yi Wen mengangguk sambil mengembuskan napas pelan, "Kalau boleh jujur. Saudara Xiao sebenarnya akan sulit menjalani hubungan pernikahan. Statusnya sebagai murid dari Alkemis Hebat dan sekaligus Cucu dari Kaisar Benua Utara akan membuatnya kesulitan. Dan kalau ingin lebih jujur lagi, kudengar bahwa tahta Kaisar Yang akan diberikan pada Saudara Xiao,"


!!


Bocah Pengemis Gila baru tahu identitas lain Xiao Shuxiang. Raut wajahnya begitu penuh keterkejutan. "Tidak hanya memiliki hubungan di Dunia Demon dan Dunia Para Elf, dia ternyata adalah cucu seorang Kaisar. Sebenarnya keberuntungan apa yang menimpa anak itu?!"


Tidak ada yang salah bila terkejut saat mengetahui siapa Xiao Shuxiang yang sebenarnya. Pemuda itu mempunyai sesuatu yang sangat istimewa dan jelas akan sulit didapatkan oleh orang lain.


Xiao Shuxiang mungkin seperti kultivator muda berbakat lainnya, tetapi sisi lain pada dirinya membuat dia tidak mampu disaingi.


Lan Guan Zhi sangat tahu betul hal tersebut. Karenanya, walau tidak pernah mengatakan apa pun-Dia merasa teman baiknya akan kesulitan menjalin hubungan khusus, salah satunya adalah pernikahan.


Di sisi lain, alasan Xiao Shuxiang sebenarnya dipanggil oleh Ling Chu Zhen adalah karena para perwakilan keluarga Ling banyak yang menginginkannya melewati ujian yang sebenarnya.


Sebuah ujian yang bisa membuktikan apakah Xiao Shuxiang pantas sebagai Wali Pelindung Ling Qing Zhu. Tentu lolos tidaknya dia pada ujian tersebut membuktikan apakah dirinya layak hidup di dunia ini atau tidak.


Xiao Shuxiang tanpa ragu langsung menerimanya. Dia hanya ingin menyelesaikan apa yang sudah dimulainya, sekaligus menebus rasa bersalahnya sebab telah merepotkan teman baiknya.


Alasan lain mengapa Xiao Shuxiang menerima mengikuti ujian tersebut juga karena dirinya ingin membuat klan Ling sadar bahwa takdir para wanita seperti Ling Qing Zhu tidak harus diatur oleh sebuah tradisi. Kucing Putihnya jelas berhak memilih kebahagiaannya sendiri.


Dia memang menyukai Ling Qing Zhu, tetapi tidak pernah ada paksaan bagi gadis itu untuk membalas menyukai dirinya. Lagipula, Kucing Putihnya mungkin saja akan sangat ketakutan bila tahu siapa dia yang sebenarnya.

__ADS_1


***


__ADS_2