
Tidak pernah terbayangkan dalam benak Su Zili bahwa dia mati begitu mudah, apalagi dirinya kalah dengan tak tik yang pengecut.
"Kau.. Berani sekali kau menyerangku dari belakang..! Aku.. Tidak akan pernah menerima ini, kau pengecut..!"
!!
Xiao Shuxiang tersentak saat lawannya yang sudah menjadi tulang-belulang kembali bicara. Matanya membulat kala melihat tengkorak Su Zili yang tertusuk oleh Yīng xióng bergerak memberontak.
"Hh? Pengecut..? Tidak pernah ada aturan dalam pertarungan di mana lawan tak diizinkan menyerang dari belakang, dan kau harusnya sudah akrab dengan ungkapan ini, 'semua adil dalam cinta dan perang,'"
Xiao Shuxiang bisa saja mengatakan bahwa yang lebih pengecut tidak lain adalah Su Zili sendiri. Jika gadis ini ingin membunuh seluruh warga Kota Bulan Darah, maka seharusnya dia tak perlu menggunakan tak tik serendah ini.
Dan satu hal lagi, Xiao Shuxiang tidak menyerang Su Zili dari belakang, melainkan dari atas. Tetapi memang karena itu jugalah yang membuat dirinya dianggap seorang pengecut.
Suara Su Zili terdengar mengerikan, "Tidak.. Aku tidak akan pernah menerima ini.." hanya tengkorak kepalanya yang bergerak, sementara bagian tubuhnya yang lain telah menjadi tulang-belulang dan tak bisa dibentuk kembali.
".. Aku tidak akan menerima ini. Jika aku mati.. Maka kau juga harus ikut denganku..!"
Para makhluk hitam yang sebelumnya menghilang kini muncul kembali. Mereka dengan cepat melesat ke tempat di mana tengkorak Su Zili berada.
!!
Xiao Shuxiang berniat melompat mundur, namun nyatanya Yīng xióng tidak mampu dia tarik, bahkan tangannya tidak bisa dilepaskan dari pedang tersebut.
"Yīng xióng, apa yang kau lakukan?! Kenapa kau menahanku?"
Semakin Xiao Shuxiang melawan, tangannya semakin menempel kuat pada Yīng xióng. Dia mulai khawatir karena banyak asap hitam yang memasuki tengkorak Su Zili disertai dengan suara lengkingan keras.
Lan Guan Zhi yang sadar temannya dalam bahaya segera menghentikan permainannya. Dia menjatuhkan Guqin begitu saja dan segera melesat untuk membantu Xiao Shuxiang.
Ling Qing Zhu juga melakukan hal yang sama. Dirinya menyarungkan pedangnya dan kemudian menarik Yīng xióng bersama dengan Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi.
"Ayolah Yīng xióng, kenapa kau tak menuruti perintahku..! Aku ini 'Tuanmu'..!" Xiao Shuxiang berusaha menarik tangannya, namun Yīng xióng benar-benar seakan menempel pada tengkorak Su Zili dan menahan tangannya untuk tidak kemana-mana.
"Dasar Pedang Gila..! Apa kau mau membunuhku, hah?!"
"Shuxiang.. Jangan panik,"
Lan Guan Zhi menggunakan seluruh tenaganya untuk menarik Yīng xióng, namun nyatanya pedang ini tidak bergerak sedikit pun.
!!
Xiao Shuxiang dan kedua temannya tersentak saat Su Zili tertawa. Tengkorak yang tertusuk oleh Yīng xióng tersebut nampak diselimuti asap hitam. Suara lengkingan yang lebih keras dari sebelumnya membuat telinga Xiao Shuxiang berdenging.
"Kalian berdua, cepat pergi dari sini. Pergi sejauh mungkin,"
Tidak salah lagi, tengkorak Su Zili akan meledak. Xiao Shuxiang meminta pada Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu untuk segera menyelamatkan diri. Kedua temannya ini tidak perlu mempedulikan dirinya.
".. Cepatlah..!"
"Tidak akan,"
Lan Guan Zhi menolak, mustahil dirinya meninggalkan Xiao Shuxiang begitu saja. Dia lalu menarik pedang pusakanya dan mencoba menebas tengkorak Su Zili, namun itu malah semakin membuat suara lengkingan tersebut bertambah keras.
"Ini tidak akan berhasil Lan'Er, kau dan Kucing Putih harus segera meninggalkan tempat ini. Jangan mempedulikan aku, pergilah,"
Xiao Shuxiang terus mendesak kedua temannya untuk segera pergi. Dia bahkan berjanji akan kembali dalam keadaan selamat.
Ling Qing Zhu yang sejak tadi membantu menarik tangan Xiao Shuxiang mulai menghentikan tarikannya. Dia menatap pemuda berpakaian hitam di dekatnya sebelum akhirnya bukan suara.
"Kalau harus mati, kita akan mati bersama."
"Mn,"
!!
Xiao Shuxiang terkejut dengan tingkah kedua temannya. Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu terlalu setia kawan, ini jelas buruk karena mereka bertiga benar-benar bisa mati.
"Oh ayolah..! Kalian berdua tidak perlu peduli padaku. Sudah kubilang aku pasti akan menyusul kalian, meski tubuh ini hancur sekali pun. Jadi pergilah, cepat..!"
"Kau menyuruh orang yang salah,"
"Lan Zhi, sejak kapan kau jadi sekeras kepala ini?! Dan Kucing Putih, kenapa kau juga ikut-ikutan?! Kalian berdua bisa saja mati.."
Xiao Shuxiang jelas tidak nyaman. Dia sekuat tenaga menarik Yīng xióng, bahkan sampai telapak tangannya mengeluarkan darah. Dirinya harus sebisa mungkin menjauh agar kedua temannya ini tidak ikut mati bersamanya.
"Pedang menyebalkan. Jika kau ingin terus tertancap di sini, setidaknya lepaskan aku sialan..!"
Xiao Shuxiang menggertakkan giginya, darah di telapak tangan kanannya terus mengalir ke bilah Yīng xióng, termasuk juga menodai tangan Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu.
Darah tersebut lalu terhisap ke dalam pedang dan membuat Yīng xióng semakin sulit dilepaskan.
!!
Suara lengkingan tiba-tiba berhenti, dan seketika cahaya putih menyilaukan-- menyelimuti Lan Guan Zhi, Xiao Shuxiang, serta Ling Qing Zhu.
Cahaya putih itu semakin membesar, ini bahkan dapat dilihat oleh Xiao Lu, Yi Wen, dan Bocah Pengemis Gila yang baru saja keluar dari bangunan penginapan.
?!
"Perasaanku jadi tidak enak Kakak Lu.."
"Yi Wen.." Xiao Lu kesulitan melanjutkan ucapannya. Tiba-tiba saja dia merasakan jantungnya berhenti berderak dan detik berikutnya berpacu begitu kencang.
"Cahaya itu.. Semakin membesar,"
Bocah Pengemis Gila berkedip beberapa kali, dia memeluk erat tongkat bambunya dan berusaha menelan ludah. Dengan hati-hati dirinya berkata cahaya itu mungkin adalah pertanda yang buruk.
".. Meledak.. Itu akan meledak..!!"
Bocah Pengemis Gila segera berjongkok dan memejamkan mata erat serta menutup kedua telinganya. Yi Wen dan Xiao Lu menyerukan nama saudara mereka karena sangat yakin Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi berada di lokasi tersebut.
__ADS_1
!!
".. Mereka menyusul Nona Ling. Kakak Lu, kita harus selamatkan Saudara Xiao."
Yi Wen baru akan melesat, namun mendadak suara ledakan besar terdengar.
BLAAAR..!
Tanah yang dipijaknya bergetar hebat, suara ledakan disertai gemuruh petir membuat Yi Wen dan Xiao Lu semakin khawatir dengan kondisi ketiga teman mereka.
!!
Bukan hanya keduanya yang terkejut, tetapi juga para pendekar dan kultivator yang lain. Mereka yakin ledakan tersebut akan berdampak buruk bagi warga Kota Bulan Darah, dan itu memang benar.
Diameter ledakan yang dibuat Su Zili mencapai 20 meter lebih. Banyak bangunan yang langsung menjadi abu akibat terkena dampak ledakan itu, termasuk dengan para warga yang mengikat diri di tempat tidur.
Cukup lama tanah bergetar dan saat selesai--Para pendekar serta kultivator yang mengalami banyak luka merasa bahwa siapa pun pemicu dari ledakan itu pasti tidak akan selamat.
?!
Salah satu pendekar mengerutkan kening, dia melihat ada setitik cahaya keemasan di langit dan semakin membesar.
"Bukankah itu.."
!!
Banyak pendekar yang terkejut, sebagian menekan dadanya dan berusaha untuk berdiri. Cahaya keemasan yang mereka lihat nampak membentuk sesosok makhluk. Perlahan, makhluk tersebut mulai terlihat jelas.
!!
"Bukankah itu Phoenix..?"
"Phoenix..! Itu memang Phoenix..! Phoenix Api..!"
Demonic Beast legenda yang sulit di temukan di Benua Tengah. Keberadaannya kadang diragukan sebab tak seorang pun yang pernah melihat wujud Phoenix secara langsung.
"Apa.. Aku bermimpi..? Atau mungkin aku sudah mati..?"
"Kalau kau bermimpi, maka aku juga demikian.."
Dua orang pendekar berpakaian ungu dengan corak matahari nampak terpukau. Keduanya seakan lupa dengan sakit yang mereka rasakan. Sungguh, ini adalah sebuah keberuntungan bagi mereka karena bisa menyaksikan Phoenix Api yang benar-benar nyata.
!!
Bentangan sayap keemasan dengan suara khasnya--Phoenix Api itu seperti mengklaim bahwa langit di Kota Bulan Darah adalah miliknya. Keangkuhan burung berbulu indah tersebut menarik rasa kagum para pendekar dan kultivator yang melihatnya.
!!
"Bulannya..! Lihat bulannya..!"
Seruan salah seorang kultivator membuat rekan-rekannya yang lain menatap bulan merah di langit.
Phoenix Api mengeluarkan suara, dalam satu tarikan napas dirinya melesat turun bersamaan dengan terdengarnya bunyi debaman keras.
Tempat di mana Su Zili meledakkan diri benar-benar kacau. Tak ada satu pun pohon apalagi bangunan yang masih utuh, semuanya kini hanya menyisakan tanah yang seakan baru selesai terbakar.
Phoenix Api tersebut langsung menghilang dan seperti menyatu dengan tanah. Tidak butuh waktu lama sampai api berwarna emas bercampur merah muncul dan membentuk tubuh manusia.
Tidak hanya tiga, tetapi api itu membentuk setiap orang yang menjadi korban dari ledakan bunuh diri yang dilakukan Su Zili.
Tiga orang yang terbentuk dari Api Phoenix tidak lain adalah Xiao Shuxiang, Lan Guan Zhi, dan Ling Qing Zhu. Mereka sungguh tak menyangka bisa selamat dari ledakan dahsyat tersebut.
Xiao Shuxiang mencoba mengontrol napas, dia terengah-engah akibat Qi pada Dantian Utamanya terkuras begitu banyak. Dirinya nyaris ambruk andai tak segera ditopang oleh Lan Guan Zhi.
".. Yīng xióng keterlaluan.. Dia tak hanya menghisap darahku, tetapi juga Qi milikku. Hah.. Hah.. Belum lagi roh Phoenix itu tiba-tiba muncul hingga aku harus kembali kehilangan banyak Qi,"
Ling Qing Zhu memperhatikan bagaimana Xiao Shuxiang menyandarkan kepalanya pada perpotongan leher Lan Guan Zhi.
Dia juga melihat tangan Lan Guan Zhi merangkul pinggang Xiao Shuxiang, dan itu dilakukan secara spontan agar temannya tidak sampai ambruk.
Ling Qing Zhu mengarahkan pandangannya pada Yīng xióng, pedang tersebut terlihat diselimuti asap tipis kehitaman. Beberapa makhluk kecil dibentuk oleh asap tersebut sebelum kembali menjadi kepulan seperti asap pada umumnya.
"Pedangmu.."
?!
Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi menatap Ling Qing Zhu secara bersamaan. Mereka mengarahkan pandangan tepat di mana tatapan mata gadis berambut putih di depan mereka tertuju.
Yīng xióng memang tidak seperti biasa, dia jauh lebih berat dan kali ini Xiao Shuxiang melihat ada perubahan pada asap hitam yang menyelimuti pedangnya.
?!
"Ini.. Roh-roh jahat yang masuk ke dalam tengkorak tadi,"
Xiao Shuxiang menatap Ling Qing Zhu kemudian mengarahkan pandangannya pada Lan Guan Zhi. Dari tatapan mata kedua temannya ini.. Dia bisa tahu bahwa mereka memikirkan hal yang sama. Yīng xióng menyerap para roh jahat milik Su Zili.
Xiao Shuxiang baru menyadari bahwa tanah yang dipijaknya hanya sedikit terkikis, padahal dia yakin ledakan bunuh diri lawannya memiliki dampak yang besar. Lihat saja, banyak bangunan yang benar-benar menjadi abu.
Saat kembali akan bicara.. Sebuah seruan menghentikan niat Xiao Shuxiang.
"Saudara Xiao..!"
Itu rupanya adalah seruan dari Yi Wen, dia terlihat bersama dengan Xiao Lu sambil merangkul lengan Bocah Pengemis Gila.
Tap
"Saudara Xiao, kupikir kau sudah mati. Syukurlah kau baik-baik saja..!"
Yi Wen tidak pernah se-khawatir ini sebelumnya. Setelah menapakkan kaki di tanah, dia melepas rangkulannya pada lengan Bocah Pengemis Gila dan segera menghampiri Saudara Xiao-nya.
Bocah Pengemis Gila sendiri mengusap-usap dada pelan, dia memeluk tongkat bambunya dan lalu protes karena Xiao Lu dan Yi Wen membawanya melesat tanpa menunggu dirinya mempersiapkan diri.
__ADS_1
"Kau beruntung karena aku masih baik mau mengajakmu. Kalau tidak, mungkin kau sudah kutinggalkan di tempat itu sendirian,"
Xiao Lu melihat Bocah Pengemis Gila memanyunkan bibirnya, dia lalu menatap Xiao Shuxiang dan menegur adiknya tersebut serta menanyakan mau sampai kapan adiknya bersandar pada Lan Guan Zhi.
".. Apa kau tidak malu dilihat Nona Ling? Harusnya saat kau ingin bermesraan dengan Adik Ipar, lakukan di tempat yang sepi,"
"Gadis Cerewet, berani bicara begitu lagi aku akan menampar bokongmu. Apa kau tidak lihat wajahku yang pucat ini?"
Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan. Dirinya mulai memasukkan Yīng xióng ke dalam Gelang Semestanya dan lalu mengajak temannya untuk melanjutkan perjalanan.
"Tapi kau harus istirahat," suara Lan Guan Zhi lembut, namun tatapan matanya mengandung kekhawatiran.
"Tidak perlu, aku tidak selemah itu.." Xiao Shuxiang tahu dia kehabisan begitu banyak Qi, namun dirinya masih bisa mengeluarkan beberapa mutiara roh untuk memulihkan kembali kekuatannya.
Memang, dibandingkan dengan menggunakan Spirit Stone dan Demonic Core.. Apalagi dengan pil buatannya.. Xiao Shuxiang lebih memilih memakai mutiara roh.
Akibat kebangkitan roh Phoenix Api tadi, regenerasi tubuh Xiao Shuxiang semakin membaik. Seluruh lukanya sembuh hanya dalam waktu singkat. Dan setelah mengkonsumsi tiga buah mutiara roh.. Tenaganya seakan kembali terisi penuh.
Yi Wen dan Xiao Lu tidak mempunyai regenerasi tubuh sehebat Xiao Shuxiang. Untuk menyembuhkan luka dalam dan luar saja.. Mereka harus menggunakan cukup banyak Qi. Untunglah Alkemis muda di dekat mereka sedang berbaik hati memberi keduanya beberapa pil.
Xiao Shuxiang juga memberikan beberapa pil pada Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu. Dirinya kemudian mengeluarkan Lan Xiao dari dalam Gelang Semesta bersama dengan empat ekor kuda.
Para warga yang juga diselamatkan oleh roh Phoenix Api mulai terbangun dalam keadaan yang bingung. Rumah mereka tiba-tiba saja menghilang, padahal beberapa waktu lalu mereka seperti di serang makhluk hitam.
Xiao Shuxiang menunggangi kuda bersama dengan Bocah Pengemis Gila. Dia melihat Xiao Lu dan Yi Wen yang satu kuda bersama.. Nampak menghampiri salah satu warga dan menyerukan bahwa Kota Bulan Darah sekarang telah aman.
".. Kalian tidak perlu lagi ketakutan saat sore menjelang dan sekarang kalian bisa keluar kota dan pergi kemana pun,"
Xiao Lu dan Yi Wen seakan menjadi pahlawan bagi warga Kota Bulan Darah. Lihat saja, kedua gadis tersebut langsung dihormati oleh para warga.
Sebenarnya, tidak hanya Yi Wen dan Xiao Lu yang diperlakukan demikian. Tetapi juga Xiao Shuxiang, Lan Guan Zhi, Ling Qing Zhu, Bocah Pengemis Gila, serta para pendekar yang berada di tempat lain.
Mereka semua diperlakukan begitu hormat. Bahkan ada beberapa warga yang karena saking senangnya--dia memeluk salah seorang pendekar sambil menangis terisak.
!!
Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu juga nampak tersentak. Keduanya dipeluk oleh wanita tua yang terus mengucapkan banyak terima kasih. Jelas sekali bahwa mereka seakan menyingkirkan mimpi buruk yang selama ini menyelimuti hari-hari Warga Kota Bulan Darah.
*
*
Karena permintaan Xiao Lu dan Yi Wen--akhirnya Xiao Shuxiang dan yang lainnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan esok hari, mereka diizinkan beristirahat di kediaman Wali Kota Bulan Darah bersama para pendekar dari berbagai partai dan sekte.
Sejujurnya, Xiao Shuxiang tidak terlalu menikmati waktu istirahatnya. Dia diminta oleh Yi Wen, Xiao Lu, dan Lan Guan Zhi untuk mengobati para pendekar yang terluka akibat melawan roh-roh jahat. Kemampuan alkemisnya nampak sedang dipakai saat ini.
Ada seorang pendekar yang saat diobati mengatakan bahwa dirinya pernah melihat Xiao Shuxiang sebelumnya.
".. Aku pernah ke Sekte Pagoda Langit untuk menonton pertarungan Sang Wali Pelindung, dan saat kuperhatikan wajahmu.. Kau nampak mirip dengan kultivator itu,"
"Ah, itu memang aku. Dan gadis yang di sana itu adalah Nona Ling Qing Zhu,"
!!
Jawaban Xiao Shuxiang mengejutkan pendekar berpakaian biru gelap tersebut. Dia hanya tahu nama 'Ling Qing Zhu', tetapi sangat jarang dirinya bisa melihat wajah gadis itu secara langsung.
"Sejak awal melihatnya, aku tahu dia sangat cantik meski wajahnya ditutup cadar tipis. Tapi tak pernah kusangka dia benar-benar Nona Ling, ini jelas keberuntungan besar bagiku,"
"Keberuntungan?" kening Xiao Shuxiang mengerut, dia menatap pria berwajah bersih dengan tahi lalat kecil di ujung hidungnya ini. Ada kebingungan yang nampak jelas di wajahnya.
"Benar, keberuntungan. Selama ini Nona Ling Qing Zhu terkenal sebagai gadis yang sangat cantik dan mempesona. Bahkan banyak pendekar yang rela mati demi bisa mendengar suara lembutnya. Belum lagi tatapan matanya.. Aah ya ampun.. Aku tidak sanggup lagi,"
?!
Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali, dia baru saja bertemu dengan seseorang yang begitu fanatik pada Kucing Putih. Padahal dirinya sendiri tidak terlalu memperhatikan wajah gadis berambut putih tersebut.
"Ambil pil ini," Xiao Shuxiang menyerahkan sebutir pil berwarna hijau muda yang baru saja dibuatnya pada pria di depannya tersebut, dia lantas mengeluarkan pendapatnya tentang Ling Qing Zhu.
".. Kuakui Kucing Putih milikku memang cantik. Bisa dibilang dia mutiara indah yang diciptakan Tuhan di dunia ini, tapi masih banyak gadis yang mempunyai kecantikan sama bahkan melebihi dirinya. Salah satunya ada di Dunia Para Elf, namun memang hanya Kucing Putih yang membuat hatiku sering berdetak tak karuan jika didekatnya.."
"Kau ini jujur sekali.. Ucapanmu terlalu keras Teman, Nona Ling bisa-bisa mendengarmu."
Pria berusia sekitar 27 Tahun tersebut juga sedikit menegur Xiao Shuxiang karena memberi sebutan yang aneh pada Ling Qing Zhu. "Kau jangan memanggilnya 'Kucing Putih'. Jika Tuan Muda Ling tahu, kau bisa dicincang habis.."
"Maksudmu Ling Lan Tian? Dia sama sekali tidak keberatan aku merusak nama adiknya, dan Kucing Putih juga terlihat tak mempermasalahkannya. Tapi kau tidak boleh meniru caraku memanggilnya, aku nanti bisa marah."
Xiao Shuxiang nampak begitu akrab berbincang-bincang dengan para pendekar yang tidak dia kenali namanya ini. Para pendekar itu juga terasa nyaman bertukar pikiran dengan Xiao Shuxiang.
Dalam waktu yang begitu singkat, mereka bahkan sudah mulai memanggil menggunakan kata 'Saudara'. Padahal para pendekar tersebut tahu dengan jelas bagaimana kekejaman Xiao Shuxiang ketika bertarung.
"Kakak Lu Yang Cantik, coba lihat ke sana.." Yi Wen memberi tanda dengan gerakan kepala, dia mengatakan pada Xiao Lu bahwa Saudara Xiao-nya terasa sedang reuni, nampak jelas betapa hangat suasana di salah satu sudut ruangan kediaman Wali Kota ini.
".. Apa hanya aku yang merasa atau memang Saudara Xiao punya kemampuan mudah akrab dengan orang asing? Lihat dia, Saudara Xiao bisa-bisanya tertawa begitu senangnya.."
Ling Qing Zhu dan Lan Guan Zhi yang duduk sambil menikmati teh bersama Wali Kota Bulan Darah--mengalihkan pendangannya kala mendengar ucapan Yi Wen.
Mereka memperhatikan Xiao Shuxiang yang begitu akrab dengan para pendekar serta kultivator. Saat bertanya pada Wali Kota.. Beberapa pendekar rupanya ada yang berasal dari Aliran Hitam.
".. Saya juga sebenarnya penasaran dengan Tuan Muda itu. Ini pertama kali saya bisa melihat para pendekar dari berbagai Aliran bisa bicara seakrab itu, kejadian ini sungguh sangat langka,"
Wali Kota Bulan Darah merupakan seorang pria tua yang berusia sekitar 58 Tahun. Tubuhnya setinggi anak usia 16 Tahun, namun dengan wajah yang telah dipenuhi kumis serta janggut putih panjang.
".. Selama hidupku. Tidak pernah kutemukan pendekar dari Aliran Hitam bisa duduk dan bertukar pikiran dengan pendekar Aliran Putih. Melihat Tuan Muda itu bisa mempersatukan kedua aliran yang selama berabad-abad saling berseteru.. Dia adalah Tuan Muda yang hebat,"
Lan Guan Zhi tersenyum tipis dan mengangguk pelan. Dia sendiri yang berasal dari Aliran Netral kadang tak mampu mengakrabkan kultivator Aliran Putih dengan Aliran Hitam, sebanyak apapun dirinya berlatih.. Dia tidak bisa menyaingi bakat temannya yang satu ini.
Bocah Pengemis Gila yang duduk di samping Lan Guan Zhi dari tadi tetap diam, dia terus memperhatikan Xiao Shuxiang tanpa pernah mengalihkan pandangannya.
"Sepertinya sekarang aku mengerti kenapa Tiga Tua Bangka itu memilihnya. Dia merupakan anak yang dapat menciptakan kedamaian antar Aliran,"
***
__ADS_1