XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
374 - Ling Qing Zhu V


__ADS_3

Wajah Xiao Shuxiang begitu serius. Baru saja dia merasa sedikit tenang, sekarang dia dihadapkan oleh masalah lagi.


Seperti yang diduga, Scarlet Darah atau apa pun namanya sudah ada di Benua Tengah dan itu juga berarti orang yang telah membangkitkan Wyvern di Benua Timur ada di tempat ini.


"Semua informasi yang kami dapatkan sudah kau ketahui. Sekarang apa yang akan kau lakukan?" Bocah Pengemis Gila sebenarnya penasaran pada masalah yang sedang dihadapi Xiao Shuxiang dengan kelompok bernama Scarlet Bayangan, menurutnya ini seperti bukan masalah yang sepele.


"Aku tidak akan melakukan apa pun. Biarkan mereka muncul di depanku sendiri," Xiao Shuxiang tidak ingin bertindak gegabah seperti pergi mencari markas Scarlet Darah dan lalu menyerangnya. Ini bukanlah benua yang bisa menguntungkan kultivator seperti dirinya.


".. Sejak awal kedatanganku kemari, aku sudah terlibat masalah dengan Partai Pedang Tengkorak. Mereka jelas sedang mengincarku dan Scarlet Darah mampu memanfaatkan kondisi itu.."


Xiao Shuxiang juga mengatakan bahwa para pendekar di Benua Tengah kuat, lebih kuat daripada pendekar di Benua Timur. Keadaan akan menjadi buruk bila dia nekat mengambil tindakan.


Jing Mi, "Tapi Saudaraku. Bila membiarkan mereka seperti ini, mereka dapat mengumpulkan kekuatan besar dan menyusun rencana yang lebih matang. Dampaknya akan jauh lebih buruk lagi,"


Lan Guan Zhi, "Kita hanya perlu menjadi lebih kuat."


"Lan Zhi benar. Yang perlu kita lakukan adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi mereka. Kalian jangan khawatir, orang yang diincar Scarlet Darah tidak lain adalah aku.."


Xiao Shuxiang tidak akan memberitahu apa pun pada teman-temannya. Ini adalah tentang masalahnya dengan orang yang berada di balik layar Scarlet Bayangan.


Karena ingatan kehidupan lampaunya telah kembali, Xiao Shuxiang jadi tahu bahwa dirinya lahir atau lebih tepatnya diciptakan di Dunia The Fallen Angel. Sebuah dunia yang lebih buruk daripada Dunia Demon.


Tugasnya setelah diciptakan adalah membuat kekacauan di Dunia Manusia sambil mengumpulkan kekuatan untuk makanan para makhluk menyeramkan itu. Dia tidak bisa menghindar dari takdir ini.


Saat Xiao Shuxiang pertama kali menjalani hidup di Dunia Manusia, akan ada satu makhluk dari Dunia The Fallen Angel yang bertugas mengawasinya.


Makhluk tersebut membuat banyak rintangan agar Xiao Shuxiang dapat bertambah kuat. Kemampuannya dalam memanipulasi orang lain sangatlah berbahaya, dan yang terburuk keberadaannya sulit temukan.


".. Naga Wyvern hanyalah salah satu pionnya. Dia memanipulasi Wyvern supaya dapat mengambil Dantian Berakarku, lalu menghilangkan semua akar pada dantian itu. Andai langit tidak memberiku keberuntungan untuk bertemu Tua Bangka Buta yang memberiku Segel Sembilan Gerbang Dunia, mungkin sudah lama aku tidak bisa mengendalikan diri lagi."


Xiao Shuxiang mengepalkan erat tangannya dan lalu mengembuskan napas pelan. Rantai Segel Pengekang Jiwa yang ada padanya kini sudah diperkuat, namun tidak menutup kemungkinan rantai tersebut dapat melemah dan putus kembali karena tidak bisa menahan kekuatannya.


?!


Xiao Shuxiang tiba-tiba tersentak, dia ingat sesuatu. Dia pernah memberikan satu api biru kecilnya pada seorang bayi laki-laki. Namun saat berusaha fokus, dia tidak bisa menghubungi apinya tersebut.


"Teman kecil selalu terikat padaku selama ini. Aku bisa memanggilnya meski kami terpisah jauh, tapi sekarang aku hanya bisa merasakan sembilan Teman Kecilku saja, sementara yang satunya tidak bisa kurasakan.."


Api Biru sebenarnya adalah pendamping Xiao Shuxiang. Berjumlah sepuluh dan saat di titik tertentu, mereka dapat bicara.


Awalnya, sepuluh Api Biru itu tersegel dan akan muncul satu demi satu bila Xiao Shuxiang terus bertambah kuat. Mereka memiliki pikiran sendiri, sama seperti Yīng xióng.


Namun seperti yang diketahui, saat Xiao Shuxiang terluka parah atau kekuatannya melemah--Api Biru itu tidak akan terpengaruh. Mereka bisa mengobati Xiao Shuxiang jika ingin, namun mereka juga dapat tidak mempedulikannya.


Andai kata dalam suatu pertempuran Xiao Shuxiang mati, maka Api Biru itu tidak akan menghilang. Mereka dapat menyebar dan mencari Tuan yang lain. Fakta ini sebenarnya tidak diketahui oleh Koki Alkemis tersebut.


Dirinya hanya menganggap Api Biru Kecilnya akan selalu menuruti perintahnya, dan tidak pernah sekali pun membantah. Kenyataan ini memang benar adanya, namun itu semua terjadi sebab Api Biru Kecil tersebutlah yang menginginkannya.


Dari sepuluh Api Biru Kecil, hanya satu yang tidak bisa dipanggil apalagi dirasakan oleh Xiao Shuxiang. Dan setelah mengingat lagi, dia menyadari bahwa Teman Kecilnya itu pernah mengalami evolusi menjadi Api berwarna kuning keemasan.


Xiao Shuxiang ingat, Api tersebut menyimpan setidaknya 10 persen dari kekuatannya. Dan meski tidak menyangka hal ini, namun dirinya tidak terlihat panik atau pun cemas. Bisa dikatakan, dia menemukan solusi agar kekuatannya tidak mengambil alih hati dan pikirannya.


"Orang itu ingin aku terus bertambah kuat hingga tidak bisa mengenali diri sendiri. Dia mau menggunakanku membuat kekacauan sampai tiba waktunya kekuatan dan ingatanku akan kembali dimakan. Ini jelas sangat berbahaya,"


Xiao Shuxiang memiliki ingatan tentang Dunia Elf, Dunia Demon, dan Dunia Siren. Bila ingatannya sampai jatuh pada makhluk yang selama ini mengincarnya, ketiga dunia itu akan berada dalam kehancuran.


"Benar. Bila kekuatanku dapat terpecah, maka aku tetap akan mampu mengendalikan diri. Makhluk itu selama ini menungguku mengacau, tapi Rantai Pengekang Jiwa dan Yīng xióng ada untuk mencegahku.."


"...xiang..? Shuxiang..? Xiang'Er?!"


!!


Xiao Shuxiang tersentak saat mendengar namanya disebut. Dia menatap Bocah Pengemis Gila dan lalu kemudian berkata, "Apa?"


"Kau sejak tadi melamun, apa kau mendengar apa yang kukatakan?" Bocah Pengemis Gila nampak mengerutkan keningnya, dia sejak tadi memanggil nama pemuda di depannya namun baru direspon sekarang.


".. Entah apa yang sedang kau pikirkan. Bila ingin menyampaikan sesuatu, maka katakan saja. Kami mungkin bisa membantumu," suara Bocah Pengemis Gila begitu serius, ucapannya disetujui oleh Jing Mi dan Hou Yong.


Hu Li, "Tuan Muda Xiao. Anda tidak perlu ragu, saya juga akan membantu."


Bagi seekor Demonic Beast berwujud Rubah Putih seperti Hu Li, impiannya hanyalah selalu berada di samping Tuan Muda Xiao-nya. Dia dapat menyerahkan nyawanya untuk melindungi Tuan Mudanya tesebut. O Zhan sendiri terus mengikuti kakaknya.


Nyawn~


"Ini pertama kali aku melihatmu tidak fokus, sepertinya masalahmu cukup rumit. Bila ada yang kau inginkan dari kami, maka tinggal beri perintah saja. Menjadi pemalu dan ragu-ragu sama sekali bukan gayamu," Xiao Qing Yan selama ini memperhatikan setiap tingkah Xiao Shuxiang, jadi bisa dibilang--Dia mulai mengerti bagaimana sifat pemuda di samping Ling Qing Zhu itu.


"Aku sama sekali tidak malu," Xiao Shuxiang dalam hati merasa bersyukur, di kehidupan ini--Dia memiliki teman-teman yang mau direpotkan. Jujur saja, ini membuatnya senang.


"Sebenarnya aku memang butuh bantuan, tapi kurasa ini hanya mungkin dilakukan oleh satu orang.."


?!


Bocah Pengemis Gila, Hou Yong, Jing Mi dan yang lainnya terlihat penasaran. Mereka menatap Xiao Shuxiang yang berwajah begitu serius.

__ADS_1


Tdak ada candaan yang nampak di wajah mempesona pemuda tersebut. Apalagi sekarang, dia mulai mengalihkan pandangan untuk menatap gadis bercadar tipis yang duduk di sampingnya.


"Kucing Putih.."


Ling Qing Zhu sadar dengan tatapan Wali Pelindungnya, namun ekspresi wajahnya masih tetap tenang dan datar. Dia menunggu ucapan pemuda ini kembali.


Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan dan lalu meraih tangan Kucing Putihnya kemudian memegangnya erat. Tindakan ini membuat teman-temannya tersentak dan secara tak sadar menahan napas.


"Kucing Putih.." Xiao Shuxiang mengulang ucapannya kembali, ".. Aku butuh bantuanmu,"


"…"


Jujur saja, Ling Qing Zhu saat ini sedang sangat gugup. Selama hidupnya, untuk pertama kalinya dia ditatap penuh pengharapan oleh seorang pemuda.


Dia bahkan tidak tahu lagi jantungnya memang benar ada di dalam dada atau telinga. Ini sangat mendebarkan hingga dirinya ingin menarik pedang lalu menggorok leher pemuda yang telah berani membuat jantungnya nyaris meledak.


"Katakan." Suara Ling Qing Zhu dingin serta mengandung ketegasan, jelas sangat berlainan dengan apa yang dirasakannya saat ini.


Xiao Shuxiang tidak menyadari itu. Menurutnya, Kucing Putihnya tidak sama dengan gadis biasa pada umumnya.


Gadis cantik bermata sebiru langit ini tidak pernah ragu untuk menatap matanya. Tidak menampakkan ekspresi malu-malu. Wajahnya tenang dan tanpa semburat merah. Suaranya lembut, namun penuh wibawa.


Kucing Putihnya seakan memiliki hati yang tangguh, tidak mudah diruntuhkan hanya dengan perlakuan kecil seperti ini. Dia merasa bisa mengandalkannya.


"Kucing Putih, apa kau bisa melahirkan?"


!!


Ling Qing Zhu terkejut, bahkan Bocah Pengemis Gila dan Jing Mi tersedak napas mereka sendiri. Ucapan Xiao Shuxiang barusan begitu jelas dan tak perlu diulangi lagi. Mereka mendengarnya dengan sangat baik.


"Saudara Xiao. Kita baru membahas pernikahanmu dan kau sudah menanyakan itu?!" Hou Yong menggeleng sambil mengusap-usap dadanya, ekspresi wajahnya tidak bisa digambarkan, dia begitu terkejut.


"Kucing Putih, bagaimana? Apa kau bisa melahirkan?"


Xiao Shuxiang sangat tidak tahu malu! Untuk apa dia menanyakan hal semacam itu pada Ling Qing Zhu di saat mereka bahkan belum resmi mengikat hubungan?! Tidak, tidak, tidak! Bahkan keluarga mereka pun belum bertemu dan Xiao Shuxiang sudah..


"Kau.." pandangan mata Ling Qing Zhu menjadi lebih dingin dari biasanya, bulu matanya yang indah nampak bergetar, namun wajahnya masih mengandung ketenangan.


Dia menarik kembali tangannya yang dipegang Xiao Shuxiang dengan lembut, lalu memegang tangan kanan Wali Pelindungnya itu sambil sesekali mengusapnya pelan.


!


Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali melihat tingkah Kucing Putihnya ini, namun dia sama sekali tidak menolak. Apalagi sekarang, tangannya didekatkan pada bibir gadis cantik di depannya.


!!


"Aaah..!! Kucing Putih..! Apa yang kau-Aaah!!" Xiao Shuxiang menjerit, dia terkejut bukan main saat tangannya digigit begitu keras. Jing Mi, Yi Wen, Hou Yong, dan Xiao Qing Yan bahkan merinding melihatnya.


Lan Guan Zhi sendiri nampak berkedip, dia mengambil buku yang terletak di atas meja di depannya dan langsung memakai buku itu untuk menutup mulutnya. Dari tatapan matanya, dia masih begitu tenang.


"Kucing Putih..! Tanganku.. Tanganku bisa berdarah..! Ayo lepaskan..!" Xiao Shuxiang tidak percaya mendapat serangan kejutan seperti ini. Dia sungguh tidak menyangka.


Nyawn~


Pii


"Tuan Muda Xiao.." Hu Li terlihat pucat, dalam hati dia mengasihani Tuan Mudanya sekaligus menyalahkan Tuannya tersebut. Ling Qing Zhu tidak mungkin bertindak demikian, bila bukan Tuan Muda Xiao-nya yang mulai duluan.


"Hmph, memalukan." Ling Qing Zhu akhirnya melepaskan gigitannya pada tangan Xiao Shuxiang. Dia masih bisa berucap dingin dan mengibas pelan rambutnya.


!!


Tangan kanan Xiao Shuxiang terlihat menyedihkan. Bekas gigitan Ling Qing Zhu terpampang jelas di punggung tangannya, itu bahkan nampak berdarah.


"Sssh.. Kau kejam sekali. Padahal aku tidak melakukan apa pun padamu.." Xiao Shuxiang meniup-niup punggung tangannya, dia merasa harus berhati-hati mulai sekarang. Kucing Putihnya ternyata bisa mengigit.


"Saudaraku.. Apa kau masih hidup?" Jing Mi segera mendekati Saudara Xiao-nya dan ikut prihatin melihat kondisi punggung tangan saudaranya.


Yi Wen menggelengkan kepala pelan sambil berdecak, "Itu pasti sangat sakit. Bukan tanganku yang digigit, tapi aku bisa merasakan nyerinya.. Aku bahkan sampai merinding,"


Nyawn~


Lan Xiao membantu induknya, dia terlihat menjilat punggung tangan Xiao Shuxiang sampai bekas gigitan Ling Qing Zhu menghilang. Dirinya mengeluarkan suara dengkuran dan mulai mengusap-usapkan kepalanya pada tangan induknya tersebut.


Bocah Pengemis Gila, "Tidak perlu mengatai Nona Ling kejam, kalau aku adalah dia--maka tanganmu pasti sudah putus kugigit saat ini,"


"Apa kau berani? Kemari dan coba gigit aku kalau kau bisa..!" Xiao Shuxiang memberi tatapan seolah dirinya mengancam akan memakan hidup-hidup Bocah Pengemis Gila.


Pemuda tampan bertongkat bambu tersebut sama sekali tidak takut, dia bahkan membalas tatapan Xiao Shuxiang dengan wajah yang seakan berkata, 'Kemari dan makanlah aku'.


Jing Mi, "Kalian berdua seperti dua serigala liar, tidak pernah akur sama sekali. Aku dan Saudara Hou juga suka bertengkar, tapi tidak setiap hari seperti kalian berdua ini.."


Hou Yong mengangguk setuju, dalam hati dia merasa kasihan pada Lan Guan Zhi karena harus berurusan dengan dua orang pemuda yang tingkahnya begitu kekanakan ini.

__ADS_1


Hu Li, "Tuan Muda Jing, ini sebenarnya hal biasa. Anda tidak akan pernah bisa tahu seperti apa jalan pikiran dan tingkah Kultivator yang berusia lebih dari seratus tahun.."


Pii~


Jing Mi dan Hou Yong mengangguk, keduanya tahu bahwa Saudara Xiao mereka adalah reinkarnasi dari Sang Bintang Penghancur, Hou Yong sendiri diberitahu oleh Jing Mi dan dia tidak mempermasalahkannya.


Yi Wen juga mengetahui identitas Xiao Shuxiang yang rupanya adalah reinkarnasi dari kultivator yang membuat kekacauan di Benua Timur musnah lebih dari seratus tahun yang lalu.


Jing Mi jugalah yang telah memberi tahu dirinya dan dia sama seperti Hou Yong, yakni tidak mempermasalahkannya.


Bagi Yi Wen, Xiao Shuxiang tetaplah saudaranya dan merupakan pemuda yang begitu dia sukai. Tidak peduli seperti apa identitas pemuda itu, dia tetap akan menyukainya.


"Saudara Xiao, Nona Ling belum menikah denganmu dan kau sudah memintanya melahirkan bayimu?"


"Yi Wen, aku hanya bertanya. Jadi apa salahku? Jangan melihat seolah aku ini yang bersalah, oke?"


Yi Wen menggeleng dan lalu mendekat untuk duduk di samping Xiao Shuxiang. Dia seketika mencubit gemas pipi saudaranya dan mengatakan bahwa tak seharusnya Ling Qing Zhu diberi pertanyaan seperti itu, mana Nona Ling tahu jawabannya!


".. Kau ini seorang pria, pertanyaanmu begitu memalukan. Coba lihat Tuan Muda Lan, bahkan aku sendiri bisa tahu arti dari tatapannya. Dia mengataimu 'Sangat Tidak Tahu Malu'."


Xiao Shuxiang menoleh ke arah Lan Guan Zhi yang sedang membaca buku. Pemuda itu sedikit menatapnya sebelum kembali mengalihkan pandangan pada tulisan yang ada di bukunya.


"Lan Zhi, aku tahu kau pura-pura membaca. Sampul bukumu itu terbalik LanLan.." Xiao Shuxiang merebut buku teman baiknya dan meletakkan benda tersebut di atas meja. Dia tersenyum dan lalu mengembuskan napas pelan.


"Kalau saja kau bisa melahirkan, mungkin aku akan minta bantuan padamu. Sangat disayangkan kau batangan, haiih.."


"Mn, kau mau anak dariku?"


!!


Xiao Shuxiang terkejut mendengar ucapan pemuda berpakaian putih di depannya. Dia jadi merinding sendiri dan melemparkan buku yang terletak di meja hingga mengenai dada bidang teman baiknya itu.


"Jangan bercanda dengan memakai wajah papan datarmu ini, kau membuatku merasa ucapanmu tadi terdengar serius dan itu membuatku merinding," Xiao Shuxiang geli sendiri. Dia nampak mengusap-usap lengan dan tengkuknya.


"Tuan Muda Lan, kau menang lagi."


"Mn,"


Xiao Shuxiang tersentak, dia tidak tahu harus bilang apa saat Ling Qing Zhu malah mendukung Lan Guan Zhi. Dua manusia berwajah papan datar dan selalu terlihat serius tersebut sedang bekerja sama menggoda dirinya. Mereka berdua sangat berbahaya.


Xiao Shuxiang tidak mau lagi, sudah cukup untuk hari ini. Matanya sedikit menyipit dan detik itu juga sebuah titik-titik air mulai muncul, memadat, lalu membentuk sebuah cermin setinggi orang dewasa di salah satu sudut ruangan.


?!


Bocah Pengemis Gila, Jing Mi, Yi Wen, dan yang lainnya menyadari kehadiran cermin tersebut. Itu tidak salah lagi adalah Cermin Pemindah milik Xiao Shuxiang.


"Kau mau pergi ke mana?" Bocah Pengemis Gila sudah sedikit memahami pemuda berpakaian hitam yang dia lihat ini, jika cermin itu muncul--maka Xiao Shuxiang pasti akan pergi.


"Aku harus menjemput Kakek dan kedua orang tuaku. Lan Zhi, kau mau ikut?" Xiao Shuxiang mulai berdiri. Dia hanya ingin menjajak teman baiknya dan Lan Xiao saja, tetapi Bocah Pengemis Gila ingin ikut ke mana pun Lan'Er Gege-nya pergi.


"Kucing Putih, kau tetap di sini bersama Hu Li. Bila ada masalah atau jika kau hanya mau bertemu denganku, maka dia dapat membantumu. Hu Li, kau bisa kan?"


"Tuan Muda Xiao.." Hu Li sebenarnya ingin ikut, tapi dia tahu ada kelompok yang mengincar Tuannya. Jauh lebih baik bila dirinya tetap di Benua Tengah, selain menjaga Ling Qing Zhu, dia juga dapat memantau keadaan.


".. Saya akan melakukannya. Tuan Muda harus menjaga diri baik-baik,"


Pii~


Jing Mi dan Hou Yong juga ingin ikut, tetapi keduanya ditahan oleh Yi Wen. Mereka hari ini punya janji untuk membantu Nie Shang dengan Penginapan Seribu Tahunnya.


"Saudara Xiao~ Ini tentang pertanyaanmu tadi. Kalau Nona Ling tidak bisa melahirkan anak untukmu, kau dapat memintanya padaku," Yi Wen tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya. Dia segera mendapat jitakan dari Jing Mi dan Hou Yong.


"Aduuh..! Kalian berdua keterlaluan sekali. Ssssh.. Sakit..!" Yi Wen mengusap-usap pelan kepalanya, ".. Saudara Xiao. Aku sebenarnya sangat ingin ikut denganmu, tapi pekerjaanku di sini juga banyak. Maafkan aku.."


"Mn, baiklah. Lagipula aku tidak membutuhkanmu juga,"


"Saudara Xiao..!" Yi Wen menggelembungkan pipinya saat mendengar ucapan Xiao Shuxiang yang begitu entengnya. Dia tersenyum saat saudaranya itu tertawa dan mulai memasuki Cermin Pemindah.


Jing Mi, "Pffft.. Hahaha.. Saudaraku memang yang terbaik."


Hou Yong, "'Lagipula aku tidak membutuhkanmu juga' ooh! Rasanya mantap jiwa. Ucapannya dengan raut wajah biasa itu--menusuk sekali..!"


Senyuman Yi Wen memudar saat mendengar ledekan kedua temannya, dia terlihat cemberut dan menatap tidak suka pada kedua pemuda di sampingnya ini. Mereka terlihat bahagia sekali di atas penderitaannya. Entah teman apa yang dirinya punya ini..


"Haah.." Yi Wen mengembuskan napas pelan dan kemudian kembali tersenyum. Dia melihat Harimau Bulan baru saja memasuki Cermin Pemindah menyusul Bocah Pengemis Gila dan Lan Guan Zhi.


Xiao Qing Yan juga ikut masuk, Cermin Pemindah pun mulai memudar dan berubah kembali menjadi butiran air lalu menghilang. Yi Wen memain-mainkan rambut pendeknya dengan memakai telunjuk dan ibu jari kanannya.


"Jadi Saudaraku memang ingin menikahi Nona Ling ya.. Mm.. Kurasa Scarlet Darah tidak akan membiarkannya. Dan mungkin.. Aku juga tidak mau itu terjadi.."


Senyuman Yi Wen kali ini tidak pernah memudar, matanya bahkan sedikit berkilat ungu muda. Dia terus memain-mainkan rambutnya dan lalu mendengus di dalam hati.


"Hmph, akhir yang bahagia terlalu indah untuk makhluk sepertimu.. Saudara Xiao."

__ADS_1


***


__ADS_2